cover
Contact Name
Tri Mei Khasana
Contact Email
trimeikh@gmail.com
Phone
+6289686000300
Journal Mail Official
medika.respati@respati.ac.id
Editorial Address
Universitas Respati Yogyakarta Kampus 2 Jl. Raya Tajem KM.1,5, Maguwoharjo, Depok, Kenayan, Wedomartani, Kec. Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55282
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan
ISSN : 19073887     EISSN : 26851156     DOI : 10.35842/mr.vxxixx.xxx
Core Subject : Health,
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan welcome submission in the area of health sciences and practices. Focus and Scope: Medicine Nursing Midwifery Public Health Nutrition Physiotherapy Health technology The manuscript must be Original Article
Articles 32 Documents
Search results for , issue "2017: Suplemen Medika Respati Februari 2017 Volume 12" : 32 Documents clear
PENGARUH PENYULUHAN TENTANG PANGAN LOKAL UNTUK BALITA TERHADAP PENGETAHUAN IBU BALITA DI COKROBEDOG Afroh Fauziah, Sudarti
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan 2017: Suplemen Medika Respati Februari 2017 Volume 12
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.26 KB) | DOI: 10.35842/mr.v0i0.42

Abstract

Latar Belakang: Salah satu penyebab masalah gizi pada balita adalah rendahnya atau kurangnya pengetahuan gizi dan kesehatan ibu.Tingkat pengetahuan gizi seseorang akan berpengaruh terhadap sikap dan perilaku dalam pemilihan makanan.Upaya pendidikan dan penyuluhan merupakan salah satu usaha yang sangat penting untuk mengatasi masalah-masalah gizi. Melalui usaha ini diharapkan orang (terutama ibu balita) dapat memahami pentingnya pangan lokal yang bergizi sehingga terbentuk sikap dan perubahan perilaku ke arah pola makan yang lebih baik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuan ibu mengenai pangan lokal untuk balita. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah studi observasional dengan rancangan cross sectional.Penelitian dilaksanakan di cokrobedog pada ibu balita dengan jumlah sampel 60 orang.Varibel bebas adalah penyuluhan sedangkan variabel terikat adalah pengetahuan ibu.Uji statistik menggunakan paired sample t-test. Hasil: Sebagian besar subjek penelitian berusia 26-35 tahun (56,7%), pendidikan terakhir SMA (35%), dan bekerja sebagai ibu rumah tangga (65%). Rerata total skor nilai pengetahuan sebesar 69,50±9,55 dengan skor minimal sebesar 40 poin dan skor maksimal 90 poin. Setelah diberikan penyuluhan, terjadi peningkatan rerata skor pengetahuan ibu menjadi sebesar 75,83±7,76 dengan skor minimal sebesar 60 poin dan skor maksimal 95 poin. Kenaikan rerata skor antara sebelum dan setelah penyuluhan sebesar ± 6,4 poin. Terdapat peningkatan pengetahuan ibu (pre-post test) yang signifikan setelah diberikan penyuluhan (p<0,05). Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan penyuluhan tentang pangan lokal terhadap peningkatan pengetahuan ibu balita Kata Kunci: penyuluhan, pangan lokal, ibu balita
ANALISA FAKTOR RISIKO KEJADIAN ASFIKSIA BAYI BARU LAHIR DI RSUD WATES Melania Wahyuningsih
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan 2017: Suplemen Medika Respati Februari 2017 Volume 12
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.601 KB) | DOI: 10.35842/mr.v0i0.60

Abstract

Latar belakang: Asfiksia pada bayi baru lahir akan mempengaruhi perawatan bayi selama di rumah sakit, sehingga perawat harus melakukan penilaian APGAR pada bayi baru lahir. Faktor yang dapat mempengaruhi nilai APGAR adalah faktor ibu dan faktor bayi. Faktor ibu seperti usia ibu, cara persalinan, dan faktor bayi seperti usia kehamilan, berat badan bayi.  Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi kejadian asfiksia pada bayi baru lahir di RSUD Wates. Metode: Jenis penelitian dengan diskriptif retrospektif dengan mengambil data dari rekam medik tentang usia ibu, usia kehamilan, cara persalinan dan berat badan bayi. Sampel penelitian 1005. Hasil: hasil penelitian diperoleh bahwa 76,8% bayi yang lahir normal. Analisa Chi –square antara usia ibu dengan kejadian asfiksia diperoleh p value 0,04 (pvalue<0,05), antara jenis persalinan dengan kejadian asfiksia p value 0,00 (p value<0,05), antara berat badan bayi dengan nilai apgar p value 0,00 (p value <0,05) dan analisa kolmogoro smirnov antara usia kehamilan dengan kejadian asfiksia diperoleh hasil pvalue 0,00 (pvalue <0,05). Kesimpulan: Ada hubungan antara usia ibu, usia kehamilan, jenis persalinan dan berat badan bayi dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir. Kata kunci: asfiksia, berat badan bayi, usia kehamilan
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG SEKS BEBAS PADA MAHASISWA TINGKAT I TAHUN AJARAN 2013-2014 FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS RESPATI YOGYAKARTA Riska Megayanti; Sukmawati Sukmawati; Leli Susanti
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan 2017: Suplemen Medika Respati Februari 2017 Volume 12
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.445 KB) | DOI: 10.35842/mr.v0i0.76

Abstract

Latar belakang: Survei Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia (SKRRI) tahun 2012, menyatakan bahwa beberapa perilaku berpacaran remaja yang belum menikah sangat mengkhawatirkan. Sebanyak 29,5% remaja pria dan 6,2% remaja wanita pernah meraba atau merangsang pasangannya, 48,1% remaja laki-laki dan 29,3% remaja wanita pernah berciuman bibir, 79,6% remaja pria dan 71,6% remaja wanita pernah berpegangan tangan dengan pasangannya. Terbatasnya pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi seperti seks bebas seringkali mengarah pada tindakan seks pranikah. Hasil studi pendahuluan 3 dari 10 responden memiliki tingkat pengetahuan baik, karena mereka mampu menjelaskan dengan baik 2 sampai  3 dari 4 pertanyaan yang diajukan. Tujuan : Mengetahui bagaimana gambaran tingkat pengetahuan tentang seks bebas pada mahasiswa tingkat I Fakultas Sains dan Teknologi di Universitas Respati Yogyakarta. Metode: Penelitian dilaksanakan di Universitas Respati Yogyakarta. Jenis  penelitian ini deskriptif. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi Pengambilan data dengan teknik proporsional random sampling, pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa data dengan analisis univariat. Hasil : Berdasarkan hasil analisis univariat, tingkat pengetahuan mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi sebagian besar sedang (60,5%), dengan karakteristik umur > 22 tahun, berpengalaman seks bebas, dan sebagian besar sudah pernah mendapat informasi tentang seks bebas. Kesimpulan : Gambaran Tingkat Pengetahuan Tentang Seks Bebas Pada Mahasiswa Tingkat I Tahun Ajaran 2013-2014 Fakultas Sains Dan Teknologi Di Universitas Respati Yogyakarta sebagian besar dalam kategori sedang. Kata kunci : Tingkat Pengetahuan, Seks Bebas.
TINGKAT KONSUMSI ENERGI PROTEIN LEMAK DAN KARBOHIDRAT PADA ATLET PENCAK SILAT SETELAH PEMBERIAN MENU SIKLUS 3 HARI Umi Mahmudah; Yuni Afriani; Sri Kadaryati
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan 2017: Suplemen Medika Respati Februari 2017 Volume 12
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.556 KB) | DOI: 10.35842/mr.v0i0.149

Abstract

Latar Belakang: Pencak silat merupakan beladiri tradisional Indonesia. Atlet memiliki tingkat aktivitas fisik yang tinggi sehingga membutuhkan konsumsi zat gizi dengan komposisi yang tepat agar ketersediaan sumber energi di dalam tubuh dapat tetap terjaga. Gizi yang baik penting untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, mempertahankan kesehatan optimal yang dapat membuat atlet mampu berlatih dan berkompetisi dengan baik. Asupan zat gizi yang tepat, sesuai dengan kebutuhan gizi akan mendukung peningkatan performa serta prestasi atlet. Tujuan: Untuk mengetahui tingkat konsumsienergi, protein, lemak, dan karbohidrat pada atlet pencak silat setelah pemberian menu siklus 3 hari. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan cross sectional.Penelitian dilaksanakan di Asrama Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP). Pemilihan tempat dilakukan secara purposive samplingdengan pertimbangan adanya atlet yang terlatih, diasramakan dan aktif mengikuti kompetisi. Pemberian menu siklus 3 hari disesuaikan dengan kecukupan gizi atlet. Sisa makanan atlet diamati menggunakan taksiran visual comstock 7 poin. Tingkat konsumsi energi protein lemak dan karbohidrat diketahui berdasarkan sisa makanan yang dibandingkan dengan kecukupan gizi menu. Hasil: Rata-rata asupan makanan dari menu siklus 3 hari yaitu energi 2257.48 kkal, protein 84.38 gram, lemak 80.72 gram, dan karbohidrat 301.04 gram. Tingkat konsumsi atlet sebesar73.63% pemenuhan energi (kurang), 73.40% pemenuhan protein (kurang), 94.79% pemenuhan lemak (baik) dan 98.20% pemenuhan karbohidrat (baik). Kesimpulan: Tingkat konsumsi energi dan protein pada atlet pencak silat adalah kurang, sedangkan tingkat konsumsi lemak dan karbohidrat adalah baik. Kata kunci: Tingkat Konsumsi, Atlet, Pencak Silat, Pemenuhan Energi, Menu
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN KONTRASEPSI PADA WANITA USIA SUBUR DI DESA WEDOMARTANI NGEMPLAK SLEMAN YOGYAKARTA Kenik Sri Wahyuni; Listia Dwi Febriati
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan 2017: Suplemen Medika Respati Februari 2017 Volume 12
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.461 KB) | DOI: 10.35842/mr.v0i0.166

Abstract

Latar Belakang: Jumlah penduduk Indonesia cukup tinggi diantara penduduk Asia Tenggara. Maka, pemerintah menggencarkan program keluarga berencana. Program ini sangat memberikan manfaat yaitu diperoleh generasi yang lebih berkualitas. Hasil pelayanan kontrasepsi di Indonesia bulan september tahun 2013 jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) sebanyak 46.835.841 orang, sedangkan jumlah peserta KB aktif sebanyak 35.645.021 peserta yang terdiri dari KB suntik (46,94%), KB pil (24,86%), KB IUD (11,34%), KB implan (9,52%), KB MOW (3,51%), 1.117.728 KB kondom (3,14%), KB MOP (0,70%). Tujuan: untuk menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan kontrasepsi (pengetahuan, Umur, Pendidikan, Parietas) pada Wanita Usia Subur di Dusun Malangrejo  Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta. Metode: penelitian ini menggunakan metode penelitian Deskriptif analitik. Desain Penelitian cross sectional. Penelitian dilaksanakan di Dusun Malangrejo, Wedomartani, Ngemplak, Sleman pada bulan November 2016. Populasi penelitian adalah seluruh Wanita Usia Subur di Dusun Malangrejo, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta berjumlah 328 WUS. Metode pengambilan sampel purposive sampling sebanyak 77 WUS. Hasil: Hasil analisis pada penelitian ini menggunakan regresi linier metode enter diperoleh hasil R Adjusted sebesar 70%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa 70% variasi penggunaan kontrasepsi pada wanita usia subur di pengaruhi oleh pengetahuan, umur dan paritas, sedangkan 30 % lainnya dipengaruhi oleh variabel lain. Kesimpulan:   Variabel yang berpengaruh secara bersama-sama terhadap penggunaan kontrasepsi pada wanita usia subur di Dusun Malangrejo, Desa Wedomartani, Ngemplak Sleman adalah pengetahuan, umur dan paritas. Variabel yang mempunyai pengaruh terbesar terhadap penggunaan kontrasepsi adalah umur. Kata Kunci: Kontrasepsi, Pasangan Usia Subur.
PEMBENTUKAN KADER LANSIA PEDULI STROKE Rizky Erwanto, Thomas Aquino Erjiyuane Amigo
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan 2017: Suplemen Medika Respati Februari 2017 Volume 12
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.947 KB) | DOI: 10.35842/mr.v0i0.71

Abstract

Latar Belakang: Peningkatan jumlah lansia perlu mendapat perhatian dikarenakan lansia termasuk kelompok/populasi beresiko (population at risk) yang dapat menimbulkan masalah kesehatan. Berdasarkan Rencana Strategis Kementerian Kesehatan 2015-2019, maka perlu adanya upaya peningkatan promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat, serta pembiayaan kegiatan promotif dan preventif.Salah satu upaya dalam melaksanakan pemberdayaan masyarakat dan meningkatkan peran serta masyarakat dalam bidang kesehatan lansia adalah dengan membentuk support group  peduli stroke yang melibatkan kader kesehatan lansia. Peran dari support group adalah memberikan promosi kesehatan tentang perawatan aktifitas fisik pada lansia dengan paska stroke dan memberikan pencegahan pada lansia yang beresiko terhadap stroke. Hasil studi pendahuluan   oleh peneliti bahwa belum adanya kelompok pendukung (support group) di Desa Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta.Tujuan: Membentuk kelompok peduli stroke dan memberikan ketrampilan sederhana bagi kader lansia peduli stroke untuk memberikan perawatan kepada lansia dengan paska stroke. Metode: Melakukan proses empowerment dengan melakukan pemberdayaan kepada masyarakat dan group process dengan pembentukan kelompok di masyarakat. Langkah pertama yaitu dengan pembentukan struktur organisasi tentang kelompok peduli stroke, langkah kedua dengan melakukan pelatihan maupun penyuluhan kepada anggota kelompok peduli stroke, dan langkah berikunya melakukan monitoring kerja kader atau kelompok tentang pelaksanaan dalam merawat lansia paska stroke di masyarakat.Hasil: Kelompok lansia peduli stroke di dusun babadan telah terbentuk dan mampu memahami maupun melakukan perawatan kepada lansia paska stroke di rumah. Kesimpulan: Hasil pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat ditindaklanjuti oleh berbagai pihak yaitu puskesmas ngemplak 2, desa, dusun maupun Universitas Respati Yogyakarta Kata Kunci: Lansia, Support Group 
PENGETAHUAN, PENDIDIKAN DAN STATUS EKONOMI BERHUBUNGAN DENGAN KETAATAN KONTROL GULA DARAH PADA PENDERITA DM DI RSUP DR SOERADJI TIRTONEGORO KLATEN Mohamad Judha
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan 2017: Suplemen Medika Respati Februari 2017 Volume 12
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.543 KB) | DOI: 10.35842/mr.v0i0.32

Abstract

Latar Belakang: Organisasi Dunia (WHO) memperkirakan 194 juta jiwa atau 5,1 % dari 3,8 milyar penduduk dunia usia 20-79 tahun menderita DM dan pada tahun 2025 diperkirakan meningkat menjadi 333 juta jiwa. Diperkirakan pada tahun 2020 nanti akan ada sejumlah 178 juta penduduk berusia diatas 20 tahun dan dengan asumsi prevalensi DM sebesar 4,6% akan didapatkan 8,2 juta penderita DM Ketaatan penderita dalam kontrol gula darah dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya pengetahuan, pendidikan dan status ekonomi.  Metode: Penelitian analitik dengan pendekatan cross sectiona, dengan menggunakan accidental sampling  sebanyak 50 orang, analisis Chi-Square , α=0,05.Hasil: Tingkat pengetahuan respondensedang  sebanyak 50%, tingkat pendidikan kategori rendah sebanyak  62% dan status ekonomi kategori sedang sebanyak 54%. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan ketaatan kontrol gula darah pada penderita DM (p value =0,005). Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan ketaatan kontrol gula darah pada penderita DM (p value= 0,035). Terdapat hubungan yang signifikan antara status ekonomi dengan ketaatan kontrol gula darah pada penderita DM (p value =0,013). Kesimpulan: Tingkat pengetahuan, pendidikan, dan status ekonomiBerhubungan dengan ketaatan kontrol gula darah pada penderita DM di RSUP Soeradji Tirtonegoro Klaten. Kata Kunci: Pengetahuan, pendidikan, status ekonomi, ketaatan kontrol gula darah                                                            AbstractBackground: The World Organization (WHO) estimates that 194 million people or 5.1% of the 3.8 billion people aged 20-79 years suffering from diabetes and by 2025 is expected to increase to 333 million. It is estimated that by 2020 there will be some 178 million people over the age of 20 years and assuming a prevalence of diabetes of 4.6% will be obtained 8.2 million patients with diabetes mellitus Obedience in blood sugar control is influenced by various factors such as knowledge, education and economic status. Method: The study was cross sectiona analytic approach, using accidental sampling as many as 50 people, Chi-Square analysis, α = 0.05. Results: The knowledge level of respondents was 50%, lower education level categories as much as 62% and economic status categories were as much as 54%. There is a significant relationship between the level of knowledge with adherence to blood sugar control in patients with DM (p value = 0.005). There is a significant correlation between level of education and adherence to blood sugar control in patients with DM (p value = 0.035). There is a significant correlation between economic status by adherence to blood sugar control in patients with DM (p value = 0.013). Conclusion: The level of knowledge, education, and economic status Dealing with adherence to blood sugar control in patients with DM at Dr Soeradji Tirtonegoro Klaten. Keywords: Knowledge, education, economic status, adherence to blood sugar control
HUBUNGAN PERILAKU BERMAIN VIDEO GAME ONLINE DENGAN KETAJAMAN VISUS MATA ANAK USIA SEKOLAH Donny Firdaus, Muflih, Endang Lestiawati
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan 2017: Suplemen Medika Respati Februari 2017 Volume 12
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.845 KB) | DOI: 10.35842/mr.v0i0.66

Abstract

Latar Bekakang: Seiring dengan perkembangannya teknologi pada saat ini sangat mendorong bertambahnya angka kejadian penurunan ketajaman penyakit mata. Anak yang sering bermain game online di depan monitor komputer atau tablet yang berlebihan dapat mengakibatkan penurunan ketajaman mata. Gangguan ketajaman Visus disebabkan oleh berbagai faktor kebiasaan antara lain membaca yang terlalu dekat,dan radiasi cahaya yang berlebihan yang diterima oleh mata, sehingga menyebabkan kelelahan pada mata. Tujuan: mengetahui hubungan perilaku bermain video game online dengan ketajaman  visus mata anak usia sekolah. Metode: Jenis penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross sectional. Teknik sampling dengan observasi langsung dengan teknik accidental sampling. Sampel penelitian ini adalah sebanyak 31 responden. Intrumen yang digunakan adalah kuesioner untuk mengukur perilaku bermain game dan kartu Snellen untuk mengukur ketajaman visus mata. Analisis data hipotesis menggunakan uji chi square. Hasil: Gambaran ketajaman penglihatan anak usia sekolah yang bermain video game sebagian besar normal (71%). Gambaran perilaku bermain video game online pada anak usia sekolah  sebagian besar adalah reguler gamers (58,1%). Hasil uji chi square diperoleh p-value sebesar 0,026 < 0,05. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan perilaku bermain video game online dengan ketajaman visus mata pada anak usia sekolah di warung internet Babarsari Caturtunggal Depok Sleman Yogyakarta. Kata Kunci: perilaku siswa, ketajaman penglihatan, visus mata, game online
EFIKASI DIRI DAN MOTIVASI IBU PASCA BEDAH SESAR TERHADAP PRAKTIK PEMBERIAN ASI PADA BAYI BARU LAHIR Venny Vidayanti; Listyana Natalia
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan 2017: Suplemen Medika Respati Februari 2017 Volume 12
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1457.849 KB) | DOI: 10.35842/mr.v0i0.432

Abstract

Latar Belakang : Efi kasi diri dan motivasi ibu dalam menyusui bayinya merupakan faktor yang berperan penting terhadap pemberian ASI bagi bayi baru lahir. Nyeri, kecemasan, dan hambatan mobilisasi yang dialami oleh ibu pasca pembedahan dapat menurunkan efi kasi diri dan motivasi ibu untuk memberikan ASI eksklusif bagi bayinya. Hal ini akan berdampak pada praktik pemberian ASI bagi bayi dan ibu cenderung akan memberikan susu formula bagi bayi baru lahir.Tujuan :Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan efi kasi diri dan motivasi ibu menyusui pasca bedah sesar dengan praktik pemberian ASI eksklusif pada bayi baru lahir.Metode :Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu pasca bedah sesar yang dirawat gabung bersama bayinya sebanyak 48 responden di RSUD Panembahan Senopati Bantul. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Analisis bivariat yang digunakan adalah uji chi square.Hasil :Hasil p-value hubungan efi kasi diri ibu pasca bedah sesar dengan praktik pemberian ASI pada bayi baru lahir sebesar 0,022. Hasil p-value hubungan motivasi ibu pasca bedah sesar dengan praktik pemberian ASI pada bayi baru lahir sebesar 0,011.Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifi kan antara efi kasi diri ibu menyusui dan motivasi ibu pasca bedah sesar dengan praktik pemberian ASI pada bayi baru lahir di RSUD Panembahan Senopati Bantul
PENGARUH WAKTU PEMBERIAN SUPLEMEN FERRO SULFAT TERHADAP PENINGKATAN TEKANAN DARAH TIKUS (Rattus norvegicus) BUNTING Zahrah Zakiyah; Dewi Setyaningsih
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan 2017: Suplemen Medika Respati Februari 2017 Volume 12
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.228 KB) | DOI: 10.35842/mr.v0i0.144

Abstract

Latar belakang : World Health Organization (WHO) menyebutkan hipertensi menempati urutan kedua 14% dari seluruh penyebab kematian ibu di dunia.  Tahun 2013 Direktorat Kesehatan Ibu Kemenkes RI melaporkan bahwa hipertensi menyumbang 27,1%. Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia. Sebagai penyakit cardio vaskular, hipertensi diyakini pula disebabkan oleh disfungsi sel endotel pembuluh darah. Suplementasi besi pada individu yang sehat dapat memprovokasi disfungsi sel endotel dan peningkatan superoksida radikal dalam darah. Tujuan : Membuktikan pengaruh waktu pemberian suplemen ferro sulfat terhadap peningkatan tekanan darah pada tikus (Rattus norvegicus) bunting. Metode : Penelitian eksperimental murni, desain randomized posttest only control group design. Jumlah sampel 24 ekor tikus yang dibagi menjadi 4 kelompok yaitu 1 kelompok sebagai kontrol tanpa perlakuan dan 3 kelompok perlakuan, meliputi kelompok 1 diberikan ferro sulfat dosis 300 mg setara dengan 60 mg/hari pada manusia mulai awal kehamilan, kelompok 2 diberi ferro sulfat dosis 300 mg setara dengan 60 mg/hari pada manusia mulai pertengahan kehamilan, dan kelompok 3 diberi ferro sulfat 300 mg setara dengan 60 mg/hari pada manusia mulai akhir kehamilan. Pengukuran tekanan darah menggunakan alat yang disebut CODA. Analisis data menggunakan software komputer dan menggunakan uji komparasi Anova One Way. Hasil : Ada perbedaan bermakna baik pada nilai rerata tekanan darah tikus sistolik maupun diastolik pada keempat kelompok pengamatan dengan nilai ρ-value = 0.000.Kesimpulan : Ada pengaruh antara waktu pemberian suplemen ferro sulfat terhadap peningkatan tekanan darah tikus (Rattus norvegicus) bunting. Kata Kunci : Blood Pressure, Ferro Sulfat, Tikus Bunting (Rattus norvegicus)

Page 1 of 4 | Total Record : 32