cover
Contact Name
Tri Mei Khasana
Contact Email
trimeikh@gmail.com
Phone
+6289686000300
Journal Mail Official
medika.respati@respati.ac.id
Editorial Address
Universitas Respati Yogyakarta Kampus 2 Jl. Raya Tajem KM.1,5, Maguwoharjo, Depok, Kenayan, Wedomartani, Kec. Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55282
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan
ISSN : 19073887     EISSN : 26851156     DOI : 10.35842/mr.vxxixx.xxx
Core Subject : Health,
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan welcome submission in the area of health sciences and practices. Focus and Scope: Medicine Nursing Midwifery Public Health Nutrition Physiotherapy Health technology The manuscript must be Original Article
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 4 (2015)" : 9 Documents clear
STATUS STUNTING KAITANNYA DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BALITA DI KABUPATEN GUNUNG KIDUL Devillya Puspita Dewi
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 10, No 4 (2015)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.146 KB) | DOI: 10.35842/mr.v10i4.104

Abstract

Stunting merupakan salah satu kejadian masalah gizi yang ditandai dengan pertumbuhan fisik tinggi badan yang tidak normal sesuai dengan umur. Berdasarkan Riskesdas 2013, Indonesia mengalami peningkatan angka anak yang mengalami underweight yaitu 18,3% (2007), 17,9% (2010), dan 19,6% (2013). Untuk kategori stunting (TB/U), Indonesia pada tahun 2013 mengalami peningkatan dari tahun 2010 (35,6%) menjadi 37,2% di tahun 2013.Prevalensi stunting di DIY berkisar 20- 29% sedangkan untuk Kabupaten Gunung Kidul berkisar 30-39%. Tingginya prevalensi stunting ada kaitannya dengan cakupan pemberian ASI Eksklusif yang masih rendah yaitu berkisar 20%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kaitan status stunting dengan pemberian ASI Eksklusif pada balita di Kabupaten Gunung Kidul.Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan case control study. Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Karangmojo Kabupaten Gunung Kidul. Sampel dalam penelitian ini kasus berjumlah 93 balita dan kontrol berjumlah 93 balita. Analisa data menggunakan chi square.Hasil penelitian menunjukkan dari karakteristik ibu balita normal sebagian besar ibu berpendidikan tinggi (45,2%) dan tidak bekerja (90,3%). Pada balita stunted sebagian besar ibu berpendidikan menengah (39,7%) dan tidak bekerja (87,9%) Pada balita normal sebagian besar mendapatkan ASI Eksklusif ( 61,3%) dan untuk balita stunted sebagian besar tidak ASI Eksklusif (74,2%). Kesimpulan menunjukkan bahwa status stunting mempunyai kaitan dengan pemberian ASI Eksklusif pada balita di Kabupaten Gunung Kidul.
HUBUNGAN SOSIAL EKONOMI DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI DESA KANIGORO, SAPTOSARI, GUNUNG KIDUL Rr. Dewi Ngaisyah
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 10, No 4 (2015)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.457 KB) | DOI: 10.35842/mr.v10i4.105

Abstract

Kejadian stunting  muncul sebagai akibat dari keadaan yang berlangsung lama seperti kemiskinan, perilaku pola asuh yang tidak tepat, dan sering menderita penyakit secara berulang  karena higiene maupun  sanitasi yang kurang baik .Berdasarkan Peta Situasi Gizi DIY Tahun 2013 menjelaskan bahwa Prevalensi balita sangat pendek Di Kabupaten Gunung kidul adalah 7,72% dan balita pendek sebesar 14,17%. Jika dilihat prevalensi menurut kecamatan di Kabupaten Gunungkidul, ada 2 kecamatan yang prevalensinya > 40% yaitu Kecamatan Saptosari dan Tanjungsari 3.Penelitian ini merupakan penelitian observasional menggunakan rancangan Cross Sectional, menggunakan 107 Balita. Penelitian dilakukan di Desa Kanigoro, Saptosari, Gunung Kidul. Analisa data Bivariat menggunakan Uji Kai Kuadrat .Hasil penelitian menunjukkan  bahwa sebagian  orang tua pada kelompok Balita Stunting  berpendidikan dasar sebanyak 104 responden (92,86 %), sebagian besar memiliki pekerjaan petani sebanyak 75 responden (66,97 %) serta penghasilan sebagian besar berpendapatan  dibawah  upah minum regional (< UMR) sebanyak  67 responden  (59,82%). Hasil Penelitian secara bivariat ditemukan dua variabel (Pendidikan, dan Pendapatan ) signifikan berhubungan dengan kejadian Stunting  (p-value < 0,05). Disarankan kepada  orang tua Balita  baik pada kelompok Stunting maupun yang tidak Stunting, hendaknya dapat mengatur waktu meskipun bekerja sehingga tetap dapat memberikan pola asuh yang memadai  kepada Balitanya. Sebaiknya sebagai orang tua dapat mengembangkan diri sehingga memiliki pendapatan setidaknya melebihi Upah Minimum Regional (UMR) sehingga dapat  mencukupi kebutuhan Balita. Kata kunci : Pendidikan, Pekerjaan dan Pendapatan serta Kejadian Stunting.
STUDI FENOMENOLOGI: PENGALAMAN PERAWAT DALAM MERAWAT PASIEN DENGAN DO NOT RESUSCITATE (DNR) DI RUANG ICU RSUP DR. SOERADJI TIRTONEGORO KLATEN Tia Asmetiasih; Retty Ratnawati; Ika Setyo Rini
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 10, No 4 (2015)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.011 KB) | DOI: 10.35842/mr.v10i4.98

Abstract

Latar belakang : DNR merupakan satu tindakan yang belum lama dilegalkan di RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. Berdasarkan hasil wawancara pada analisa data sebelum lapang di ketahui bahwa selama melakukan perawatan pada pasien yang didiagnosa DNR perawat mengalami empati dan perasaan bersalah, perawat juga memiliki pengalaman kegagalan komunikasi kepada pihak keluarga sehingga pernah pula mendapatkan penolakan dari keluarga, dan partisipan mengatakan bahwa pasien DNR di RS tersebut tidak diberikan perlakuan khusus terkait kunjungan karena pasien dengan DNR belum berhak ditemani keluarganya selama 24 jam setiap harinya.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman perawat dalam merawat pasien dengan  DNR di ruang ICU RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro KlatenMetode : Desain penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi interpretif. Peneliti melakukan wawancara mendalam menggunakan panduan wawancara yang berisi pertanyaan semi terstruktur dengan melibatkan 5 orang perawat di ruang ICU RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. Data yang sudah terkumpul dianalisa menggunakan analisis tematik menggunakan pendekatan Braun and Clarke. Hasil : Penelitian menghasilkan 10 tema yaitu (1) kesesuaian penerapan prosedur DNR, (2) sumber informasi DNR inadekuat, (3) penolakan labelling, (4) strategi penerimaan labeling, (5) kompleksitas eksistensi hak keluarga-pasien, (6) perawatan bermartabat, (7) dilema psikis, (8) empati, (9) inkonsistensi iklim kolaborasi, (10) perlindungan legalitas.Kesimpulan : DNR merupakan satu tindakan yang tidak mudah untuk diputuskan. Banyak faktor yang terkait dengan keputusan DNR. Informasi DNR yang dimiliki perawat haruslah adekuat agar keputusan tindakan DNR dilakukan dengan tepat. Adanya penolakan labelling oleh keluarga, empati dan dilema yang dirasakan perawat, iklim kolaborasi inkonsisten, ternyata tidak mengahalangi perawat untuk tetap mendapatkan perawatan bermartabat dengan tetap melihat kompleksitas eksistensi hak pasien-keluarga. Hal yang lebih penting lagi adalah bahwa setiap keputusan yang diambil haruslah dilegalkan dalam bentuk dokumentasi dan saksi diperlukan sebagai penguat jaminan perlinduungan legalitas. Kata kunci: fenomenologi, DNR
GAMBARAN MANAJEMEN PENGELOLAAN LIMBAH PADAT DI HEALTH CENTRE PERUSAHAAN X LAMPUNG TENGAH Dwi Lassmy Samaritan; Surahma Asti Mulasari
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 10, No 4 (2015)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.905 KB) | DOI: 10.35842/mr.v10i4.106

Abstract

Background : Management of solid waste consists of medical solid waste and non-medical solid waste. Medical solid waste and non-medical solid waste hospital is necessary for the comfort and cleanliness of the hospital, because it can break the chain of spread of infectious diseases, especially nosocomial infections. Issues contained in solid waste management, namely: distance hospitals and waste management much so that there should be a conditioning at polling stations, there are several shelters waste is not closed, there is no evaluation at the hospital about the number of bacteria at the pooling station and pest control. The purpose of this study was to describe the management of solid waste management in the Health Centre X Company Central Lampung.Methods : This study was a qualitative descriptive study, the subjects in this study was in charge of waste management Health, head of executors, Health Officer, Staff Research. Research tools using methods of observation and in-depth interviews. Data analysis was performed by descriptive qualitative, to ensure the validity of the data, the data collection techniques using triangulation techniques.Results : Based on the results of research using the method of observation and in-depth interviews showed that the management of solid waste management is already well underway, medical waste generated very little so it does not require a lot of human resources to manage it. Human resource needs are fulfilled visible from the neat bins and emptied on time, facilities and infrastructure already available in some detail with the support of the X Company Central Lampung, the system of cooperation with LB3 good enough for the effectiveness and efficiency of the management of medical waste by combining the waste with RS X, solid waste management is quite in accordance with KEPMENKES 1204/2004.Conclusions : Management of solid waste management has been going well. Medical waste generated very little. Resource requirements have been fulfilled. Facilities and infrastructure already available in some detail. The system of cooperation with LB3 good enough for effectiveness and efficiency. Solid waste management is quite in accordance with KEPMENKES 1204 2004. Keywords : Management, Execution, Solid Waste, Medical Waste, Non-Medical Waste
STUDI FENOMENOLOGI : HAMBATAN DAN KEBUTUHAN PERAWAT DALAM MELIBATKAN KELUARGA PADA PERAWATAN KEGAWATDARURATAN ANAK DI UNIT GAWAT DARURAT DI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK BANDA ACEH Merisdawati Merisdawati; Indah Winarni; Septi Dwi Rachmawati
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 10, No 4 (2015)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.825 KB) | DOI: 10.35842/mr.v10i4.101

Abstract

Pendahuluan : Perawatan pada pasien anak tidak bisa dilepaskan dari peran keluarga. Melibatkan keluarga pada perawatan anak dengan kondisi gawat darurat di Unit Gawat Darurat (UGD) memiliki tantangan tersendiri bagi perawat. Walaupun beberapa organisasi mendukung keterlibatan keluarga dalam perawatan di UGD, namun beberapa hasil penelitian memaparkan keterbatasan dalam penerapannya. Hambatan dari berbagai aspek akan mempengaruhi keberhasilan perawat dalam melibatkan keluarga.  Mengetahui hambatan dan kebutuhan yang diperlukan perawat dapat dijadikan sebagai pedoman dalam peningkatan perawatan anak dengan melibatkan keluarga di UGDTujuan penelitian : Mengeksplorasi hambatan dan kebuthan perawat dalam melibatkan keluarga pada perawatan kegawatdaruratan anak di UGD Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Banda AcehDesain penelitian: Kualitatif dengan pendekatan fenomenologi interpretatif yang melibatkan 7 perawat UGD RSIA Banda Aceh. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis dengan menggunakan analisa tematik Braun &Clarke.Hasil penelitian: Penelitian ini menghasilkan 8 tema dari hasil analisis data yang dilakukan. Tema yang ditemukan adalah kepercayaan keluarga, keterlibatan extended family, ketidaksetaraan pengetahuan, ketidakpercayaan diri perawat, kerumitan pelayanan administrasi,  peningkatan pemahaman budaya, upgrading kompetenasi dan pengetahuan, serta dukungan sistem pelayanan di UGD.Kesimpulan :Melibatkan keluarga di UGD pada kondisi pasien kritis memiliki hambatan yang tidak sedikit. Perawat membutuhkan  peningkatan pengetahuan, pemahaman akan budaya pasien dan keluarga untuk dapat melibatkan keluarga secara optimal.Perlu adanya dukungan dari sistem pelayanan di UGD untuk menunjang keberhasilan perawat dalam melibatkan keluarga pada perawatan anak. Kata kunci : hambatan dan kebutuhan, melibatkan keluarga, perawatan gawat darurat, anak
UPAYA BERHENTI MEROKOK PADA PEROKOK WANITA DI KLINIK BERHENTI MEROKOKDI BALAI PENGOBATAN PENYAKIT PARU PARU (BP4) YOGYAKARTA Ignatius Gonggo Prihatmono; Lutfi Ayu Arifiyani
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 10, No 4 (2015)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.62 KB) | DOI: 10.35842/mr.v10i4.107

Abstract

Pendahuuan : Merokok merupakan  masalah kesehatan   yang sulit dipecahkan telah menjadi masalah global. Merokok  dapat menyebabkan  90% kematian karena kanker paru pada pria dan sekitar 8% pada wanita . Di seluruh dunia, 10 persen wanita dewasa adalah perokok, dan negara Indonesia menduduki peringkat ke-13 merupakan prevalensi tertinggi di Asia Tenggara.  Hail survei nasional tahun 2007, diketahui  60% pria dan 5% wanita di Indonesia merokok. Kebiasaan merokok semakin meningkat terutama pada wanita di perkotaan besar. Tujuan penelitian:  untuk mendapatkan gambaran yang mendalam tentang upaya berhenti merokok pada perokok wanita di klinik berhenti merokok di Balai Pengobatn Penyakit Paru-Paru Yogyakarta.Metode Penelitian : Penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan desain studi kasus multi kasus terpancang. Subjek penelitian ini adalah dua responden perokok wanita yang mengikuti program berhenti merokok di klinik berhenti merokok di Balai Pengobatn Penyakit Paru-Paru Yogyakarta. Hasil Penelitian dan Pembahasan : Pengumpulan data dilakukan di Balai Pengobatan Penyakit Paru-Paru Yogyakarta selama tiga hari, Responden yang diambil dua orang  yaitu Ny.N dan Nn.T Hasil studi kasus yang didapatkan  empat kegiatan untuk upaya berhenti merokok yaitu program konseling, terapi perilaku, hipnoterapi dapat dilaksanakan sedangkan rehabilitasi medik tidak dilaksanakan. Pada kunjungan pertama dilakukan program konseling ikuti oleh Ny.N dan Nn.T.  Faktor penghambat dalam program ini adalah bahan candu yang terkandung dalam rokok dan lingkungan yang permisif terhadap perilaku merokok. Faktor pendukung dalam program ini adalah niat dari dalam diri sendiri, dukungan dari keluarga dan mengikuti strategi yang telah di jelaskan pada tahap konseling.Kesimpulan : Upaya berhenti merokok meliputi program konseling, terapi perilaku dan hipnoterapi. Saran untuk Ny.N dan Nn.T adalah menghindari tempat atau lingkungan perokok dan rutin mengikuti program berhenti merokok. Untuk perawat dan dokter diharapkan melakukan  rujukan kepada semua pasien yang merokok untuk mengikuti program berhenti merokok .  Untuk konselor diharapkan lebih memantau dan memotivasi klien untuk mengikuti terapi selanjutnya agar proses upaya berhenti merokok tidak berhenti di tengah perjalanan.Kata  Kunci : Upaya berhenti merokok, perokok wanita
STUDI FENOMENOLOGI : PENGALAMAN PERAWAT DI LINGKUNGAN TEMPAT KEJADIAN TRAUMA AKUT DI PRE-HOSPITAL KOTA MALANG Eko Prasetya W; Indah Winarni; Ali Haedar
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 10, No 4 (2015)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.555 KB) | DOI: 10.35842/mr.v10i4.102

Abstract

Latar Belakang :Perawat yang bertugas di prehospital dituntut menguasai kompetensi dalam perawatan pasien dengan kondisi gawat darurat, termasuk didalamnya adalah kasus trauma akut. Terdapat beberapa tahap dalam prosedur penatalaksanaan di pre-hospital.Salah satunya adalah merespon panggilan untuk segera menuju tempat kejadian. Tetapi dalam pelaksanaannya banyak sekali tantangan dan hambatan di tempat kejadian trauma akut. Pengalaman perawat yang berkaitan dengan hal tersebut masih belum banyak dieksplorasi. Tujuan : Untuk mengeksplorasi pengalaman perawat di lingkungan tempat kejadian trauma  akut di pre-hospital kota malang. Metode : Wawancara mendalam dengan menggunakan pertanyaan semiterstruktur yang melibatkan 6 perawat ambulans IGD RSU Dr.Saiful Anwar. Data dikumpulkan dan dianalisis dengan menggunakan analisa tematik berdasarkan pendekatan Braun & Clarke.Hasil Penelitian : Peneliti menghasilkan 5 tema besar yaitu pengaruh budaya masyarakat, belum terjaminnya keamanan lingkungan, kesulitan mengambil pasien, membutuhkan kolaborasi interprofesional dan harapan mempercepat layanan ambulans.Kesimpulan :Terdapat banyak tantangan yang harus dihadapi oleh perawat terkait munculnya hambatan. Hambatan ini muncul dari ditemukannya adanya pengaruh budaya masyarakat, belum terjaminnya keamanan lingkungan, perawat merasa kesulitan mengambil pasien, perawat membutuhkan kolaborasi interprofesional dan harapan perawat untuk mempercepat layanan ambulans pada kasus trauma akut. Kata Kunci : prehospital,trauma akut, pengalaman perawat 
STUDI FENOMENOLOGI: PENGALAMAN PERAWAT DALAM MELAKSANAKAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN HENTI JANTUNG DI SALAH SATU IGD RUMAH SAKIT TIPE A DI JAWA TIMUR Lestari Eko Darwati; Indah Winarni; Ali Haedar
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 10, No 4 (2015)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.122 KB) | DOI: 10.35842/mr.v10i4.83

Abstract

Latar belakang: Perawat dituntut melakukan pertolongan pada pasien henti jantung secara cepat dan tetap menjaga keprofesionalannya sebagai pemberi asuhan keperawatan. Namun, perawat yang bekerja di IGD merasa bekerja melebihi kapasitas dan tidak berdaya, kurang dihormati, tidak dihargai, mendapat tekanan moral, stres dan kelelahan. Hal tersebut berdampak pada kurangnya kualitas pelaksanaan asuhan keperawatan pada pasien henti jantungTujuan: Mengeksplorasi pengalaman perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien henti jantung di IGDDesain: Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan fenomenologi interpretif Data dikumpulkan melalui indepth interview dan dianalisa dengan teknik analisis tematik (thematic analisis). Peneliti sebagai instrumen telah mewawancarai 7 perawat yang bekerja di IGD lebih dari 5 tahun dan memiliki pengalaman merawat pasien henti jantung.Hasil: Penelitian ini menghasilkan 7 tema, yaitu (1) perbedaan persepsi perawat tentang asuhan keperawatan, (2)  mengalami krisis peran dalam menjalankan asuhan keperawatan, (3) merasa tidak adekuat dalam merumuskan diagnosa keperawatan, (4) mengalami hambatan dalam mendokumentasikan asuhan keperawatan, (5) taat terhadap prosedur, (6) respon psikologis perawat, dan (7) harapan untuk optimalisasi asuhan keperawatan.Kesimpulan: Perawat merasa belum bisa melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien henti jantung di IGD secara optimal. Hambatannya adalah merasa melakukan pekerjaan yang tidak sesuai profesi, merasa sulit merumuskan diagnosa dan mengalami hambatan dalam mendokumentasikan asuhan keperawatan. Perawat perlu memahami perannya sebagai pemberi asuhan keperawatan. Pengetahuan perawat perlu ditingkatkan agar pelaksanaan asuhan keperawatan dapat lebih optimal.  Kata kunci: asuhan keperawatan, henti jantung, IGD 
MANUSKRIP ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERAWAT DALAM MEMENUHI KELENGKAPAN DOKUMENTASI KEPERAWATAN DI IGD RUMAH SAKIT WILAYAH PONTIANAK KALIMANTAN BARAT Florensius Andri; Rasjad Indra; Dian Susmarini
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 10, No 4 (2015)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.448 KB) | DOI: 10.35842/mr.v10i4.103

Abstract

Kelengkapan dokumentasi keperawatan mencerminkan kualitas pelayanan keperawatan di rumah sakit. Kelengkapan dokumentasi keperawatan dipengaruhi oleh faktor individu, faktor psikologis dan faktor organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perawat dalam memenuhi kelengkapan dokumentasi asuhan keperawatan di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit wilayah Pontianak Kalimantan Barat.Penelitian ini menggunakan desain survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 53 responden dengan teknik total sampling. Hasil analisis bivariat diperoleh ada nya pengaruh faktor sikap, imbalan, dan beban kerja terhadap kelengkapan dokumentasi keperawatan. Faktor yang tidak berpengaruh terhadap kelengkapan dokumentasi keperawatan adalah umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, lama kerja, pelatihan, pengetahuan, kepemimpinan, dan fasilitas format. Hasil analisis multivariat dengan menggunakan regresi linier diperoleh faktor beban kerja yang paling berpengaruh terhadap kelengkapan dokumentasi keperawatan.Kesimpulan: faktor yang mempengaruhi kelengkapan dokumentasi keperawatan adalah sikap, imbalan dan beban kerja. Faktor yang paling berpengaruh adalah beban kerja. Kata kunci: Kelengkapan, dokumentasi keperawatan di IGD, faktor-faktor yang mempengaruhi

Page 1 of 1 | Total Record : 9