cover
Contact Name
Tri Mei Khasana
Contact Email
trimeikh@gmail.com
Phone
+6289686000300
Journal Mail Official
medika.respati@respati.ac.id
Editorial Address
Universitas Respati Yogyakarta Kampus 2 Jl. Raya Tajem KM.1,5, Maguwoharjo, Depok, Kenayan, Wedomartani, Kec. Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55282
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan
ISSN : 19073887     EISSN : 26851156     DOI : 10.35842/mr.vxxixx.xxx
Core Subject : Health,
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan welcome submission in the area of health sciences and practices. Focus and Scope: Medicine Nursing Midwifery Public Health Nutrition Physiotherapy Health technology The manuscript must be Original Article
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 2 (2016)" : 6 Documents clear
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI PUSKESMAS TEGALREJO YOGYAKARTA TAHUN 2015 Farida Arintasari
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 11, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.753 KB) | DOI: 10.35842/mr.v11i2.200

Abstract

ABSTRAKPemberian ASI secara eksklusif adalah perilaku ibu memberikan ASI kepada bayinya sampai berusia 6 bulan tanpa memberikan makanan dan minuman tambahan selain obat. Rendahnya pemahaman tentang pemberian ASI Eksklusif dipengaruhi oleh faktor promosi produk susu formula,pengaruh sosial budaya dimasyarakat, status pekerjaan ibu, dukungan keluarga dan petugas kesehatan, kesehatan ibu,kesehatan bayi, tingkat pendapatan keluarga, tingkat pendidikan, dan sikap ibu. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI Eksklusif di Puskesmas Tegalrejo Yogyakarta tahun 2015. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif desain penelitian Cross Sectional dengan variabel independen umur, pendidikan, pekerjaan, paritas, pengetahuan, manajemen laktasi, dukungan keluarga, dukungan tenaga kesehatan. Populasi adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 7-12 bulan yang berkunjung di Puskesmas Tegalrejo  Yogyakarta. Sampel sejumlah 126 responden yang dipilih secara accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan data primer dan sekunder. Analisis data yang dilakukan adalah univariat, bivariat dan multivariat. Hasil analisis membuktikan bahwa pencapaian pemberian ASI Eksklusif di Puskesmas Tegalrejo Yogyakarta tahun 2015 sebesar 39.7%. Variabel yang berhubungan berdasarkan analisis chi-square adalah variabel pendidikan, pekerjaan,  pengetahuan, manajemen laktasi, dukungan keluarga dan dukungan petugas kesehatan. Faktor yang paling dominan berhubungan dengan pemberian ASI Eksklusif adalah dukungan keluarga  (OR=9.628). Saran penulis dalam penelitian ini adalah agar tenaga kesehatan lebih intensif dalam memberikan penyuluhan kesehatan terutama tentang ASI Eksklusif. Kata Kunci: PemberianASI Eksklusif,  ABSTRACT Granting exclusive breastfeeding is the behavior of mother to their babies breast milk until the age of 6 months without providing food and drinks in addition to medication. The low level of the understanding about Eksklusif breastfeeding was affected by the promotion factor of the milk formula,effect sosio-culture in the community, the employment status of the women of the family's support and the official of the health, the health of the women, the health of the baby, the income of the family, the level of education, and the women attitude. The aim of this research was to learn the picture of factors that were correlation with Eksklusif breastfeeding in the Community Health Centre of Tegalrejo Yogyakarta in 2015. This research used the quantitative approach the design of the Cross Sectional research variabel the age independent, education, the work,  parity, knowledge,  the management of lactation, the family's support, health man power. The population was all the mother who had the age baby 7-12 months that visited at the Community Health Centre of Tegalrejo Yogyakarta. The sample totalling 126 respondents that was chosen in an accidental manner sampling. The data collection used the primary and secondary data. The analysis of the data that was carried out was univariat, bivariat and multivariat. Results of the analysis proved that the achievement of giving heeded Eksklusif in the Community Health Centre of Tegalrejo Yogyakarta in 2015 of 39,7%.Keyword : exclusive breastfeeding
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN RUPTUR PERINEUM DI PUSKESMAS MERGANGSAN KOTA YOGYAKARTA TAHUN 2014 Puspito Panggih Rahayu
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 11, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.787 KB) | DOI: 10.35842/mr.v11i2.161

Abstract

Latar belakang : Ruptur perineum adalah perlukaan jalan lahir terjadi pada saat kelahiran bayi, baik menggunakan alat maupun tidak menggunakan alat. Berdasarkan data WHO tahun 2009 terjadi 2.7 juta kasus ruptur perineum pada ibu bersalin. Dari survei awal yang dilakukan peneliti, jumlah kejadian ruptur perineum dari tahun 2013 ke tahun 2014 mengalami kenaikan sebesar 35,4%. Tujuan penelitian : diketahui faktor yang  berhubungan  dengan kejadian ruptur perineum.Metode penelitian : penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan pendekatancross sectional. Variabel independen umur, paritas, jenis persalinan, presentasi janin. Populasi dan sampel adalah seluruh ibu bersalin di Puskesmas Mergangsan Kota Yogyakarta pada tahun 2014 sejumlah 401 responden. Penelitian ini menggunakan data sekunder. Analisis data yang dilakukan adalah univariat dan bivariat.Hasil : analisis membuktikan presentase ibu bersalin mengalami ruptur perineum sebanyak 92%. Berdasarkan analisis variabel independen yang berhubungan dengan ruptur perineum adalah paritas. Variabel yang tidak berhubungan adalah umur, jenis persalinan dan presentasi janin. Saran penulis dalam penelitian ini adalah tenaga kesehatan meningkatkan konseling jarak kehamilan yang aman, mengaktifkan kelas ibu hamil, konseling KB, melakukan pendokumentasian dengan lengkap dan memperhatikan faktor lain yang memungkinkan terjadinya ruptur perineum seperti posisi ibu saat mengejan dan faktor penolong mengajarkan ibu cara mengejan yang benar, posisi bokong yang baik saat keluarnya bayi dan menyokong perineum dengan benar saat memimpin persalinan yang juga memiliki pengaruh terhadap kejadian ruptur perineum.   Kata Kunci: ruptur perineum, paritas
HUBUNGAN RIWAYAT LAHIR STUNTING DAN BBLR DENGAN STATUS GIZI ANAK BALITA USIA 1-3 TAHUN DI POTORONO, BANTUL YOGYAKARTA Rr Dewi Ngaisyah
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 11, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (926.492 KB) | DOI: 10.35842/mr.v11i2.505

Abstract

The first 1000 days of life exceptionally determine infant life quality. Pregnant mothers with low nutritional status are at risk of giving infant to stunted (< 48 cms) and infant with low birth weight (LBW) that is less than 2.500 gram weight. Infant with stunted growth in Indonesia are expected to reach 20,2%, with the highest number recorded comes from East Nusa Tenggara (28,7%). And Special Region of Yogyakarta (28,6%) is right after East Nusa Tenggara (Riskesdas, 2013).                This study aims to discover the relationship of the stunted growth and LBW history with the nutritional Status of children in Potorono, Bantul, Yogyakarta. The study draws on observational design with cross sectional approach. It begins in February and ends in December, 2015. The data of stunted growth and LBW history were collected through a cross sectional study. And the data of the nutritional status are collected through an anthropometric calculation, to later on conclude the Z-score body weight/age and height/age indices.                This study confirms the relationship of stunted history with nutritional status (TB/U) (p-value 0,001) and nutritional status (BB/U) (p-value 0,004). It also significantly validates the relationship of LBW history with nutritional status (TB/U) (p-value 0,02). However, there is no proven relationship between LBW history and nutritional status (BB/U) (p-value 0,051).                Accordingly, extra health monitoring during the pregnancy is suggested to decrease the number of children with stunted and LBR history that will affect the nutritional status of children. It is also recommended to improve the life quality of Indonesian humans that is by putting more attention to the first 1000 days of infant’ life through a nutrition improvement program for pregnant mothers and children.Keywords: Nutritional status, Stunting, LBW
PENGARUH AERASI DAN FILTRASI SEDERHANA TERHADAP WARNA, KEKERUHAN, KADAR FE DAN MN SUMBER AIR BERSIH WARGA DI WILAYAH DESA ARGOMULYO CANGKRINGAN SLEMAN DIY Sukismanto Sukismanto; Elisabeth Deta Deta L
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 11, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.587 KB) | DOI: 10.35842/mr.v11i2.418

Abstract

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 416/MEN.KES/PER/IX/1990 tentang Syarat-syarat dan Pengawasan Kualitas Air, dimana persyaratan kualitas air bersih yang diperbolehkan untuk kadar zat besi (Fe) maksimum adalah 1,0 mg/L dan untuk Mangan (Mn) adalah 0,5 mg/L, kekeruhan maksimum 25 NTU, warna maksimum 50 NTU. Desa argomulyo yang secara kewilayahan memiliki perbedaan ketinggian dari satu tempat dengan tempat yang lain, ketersediaan media pasir yang cukup melimpah. Perbedaan ketinggian merupakan potensi untuk diterapkan pengolahan dengan bantuan grafitasi, dan ketersediaan media pasir yang dapat dimanfaatkan sebagai media filtrasi maka alangkah tepatnya jika potensi tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengatasi permasalahan tingginya tingkat kekeruhan, warna, kadar Fe dan Mn sumber air bersih diwilayah tersebut. Prinsip penurunan kadar besi dan mangan adalah proses oksidasi dan pengendapan. Adapun prosesnya adalah besi dalam bentuk Ferro dioksidasi terlebih dahulu menjadi bentuk ferri, kemudian pengendapan dengan membentuk endapan ferrihidroksida. Indikator warna dan kekeruhan dengan filtrasi akan mampu diserap oleh media filtrasi baik secara adsorpsi maupun absorpsi. Sehingga dengan teknologi pengolahan menggunakan aerasi dan filtrasi akan dapat menurunkan parameter yang belum memenuhi syarat. Kombinasi antara potensi yang ada diwilayah tersebut dan penerapan teknologi sederhana diharapkan dapat teraplikasinya teknologi ini bagi masyarakat untuk meningkatkan kualitas sumber air bersih yang dikonsumsi oleh masyarakat. Seiring peningkatan kualitas sumber air bersih yang memenuhi syarat kesehatan sehingga derajad kesehatan masyarakat juga akan meningkat. Berdasarkan hasil pengolahan dengan pemeriksaan pada parameter besi mangan kekeruhan dan warna diketahui bahwa desain pengolahan air sederhana dapat meningkatkan kualitas air bersih. Untuk parameter besi, kekeruhan dan warna belum sesuai dengan permenkes No. 416/Menkes/Per/IX/1990 tentang kualitas air bersih, untuk parameter mangan telah memenuhi kualitas sesuai permenkes No 416/menkes/Per/IX/1990 tentang syarat kualitas air bersih. 
PENGARUH EDUKASI SOP INISIASI MENYUSU DINI (IMD) TERHADAP PENGETAHUAN, SIKAP DAN LOYALITAS BIDAN MELAKUKAN IMD DI KOTA PROBOLINGGO Agnes Savitri Agni
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 11, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.257 KB) | DOI: 10.35842/mr.v11i2.112

Abstract

Background: The EBI is one of the programs directed to accelerate the decreasion of the Infant Mortality Rate (IMR) in Indonesia. The presence rate of EBI in Indonesia is 29.3%, while in East Java it is 34%(Riskesdas,2010). Objective:This research aimed to analyze the effect of adult learning of the EBI to the midwives knowledge, attitude and loyalty to conduct EBI.Method:This  is a quasi-research (Non-randomized pre test - post test control group design), participated by 53 midwife respondents that divided in to experimental group (32 respondents) and control group (21 respondents). Results: The Wilcoxon test results, after the education there was an increase in knowledge (p 0.000 < 0.05), in attitude (p 0.000 <0.05) on the experimental group. The Mann Whitney test result showed a different in knowledge between the control group and the experimental group (0.000 p < 0.05). Conclusion: Adult learning of EBI SOP had an effect on the midwives’ knowledge and attitude to conduct EBI in Probolinggo Municipality (p< 0.05).Recommendation: The Adult Learning of EBI SOP should be implemented to health center’s midwife. Keywords: Adult learning of EBI SOP, midwife, commitmen, knowledge, attitude. ABSTRAK Latar Belakang:Inisiasi Menyusu Dini (IMD) merupakan salah satu program upaya akselerasi penurunan angka kematian bayi (AKB) di Indonesia. Cakupan fasilitasi IMD di Indonesia sekitar 29,3%, adapun di provinsi Jawa Timur fasilitasi IMD sekitar 34% (Laporan Riskesdas,2010).Tujuan: Tujuan penelitian ini menganalisis  pengaruh edukasi SOP IMD terhadap pengetahuan dan sikap bidan melakukan IMD . Metode: Penelitian ini adalah penelitian eksperimental quasi (Non randomized pre test – post test control group design), dengan jumlah bidan responden 53 orang terbagi menjadi  kelompok perlakuan (32 respoden) dan kelompok kontrol (21 responden).Hasil: Hasil ujiWilcoxon terdapat peningkatan pengetahuan (p 0,000 < 0,05) dan peningkatan sikap sesudah edukasi ( 0,000 p < 0,05), pada kelompok perlakuan. Hasil Uji Mann Whitney terdapat perbedaan pengetahuan antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol (0,000 p < 0,05). Kesimpulan: Model Pendidikan Orang Dewasa untuk SOP IMD mempengaruhi pengetahuan dan sikap bidan melakukan IMD di Kota Probolinggo (p < 0,05). Saran: Pedidikan Orang Dewasa tentang SOP IMD sebaiknya diterapkan kepada semua bidan penolong persalinan.  Kata kunci : POD SOP IMD, bidan, janji layanan, pengetahuan, sikap.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DISMENOREA PADA MAHASISWI PRODI D III KEBIDANAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS RESPATI YOGYAKARTA TAHUN 2015 Listia Dwi Febriati
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 11, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.601 KB) | DOI: 10.35842/mr.v11i2.164

Abstract

Background: dysmenorrhoea is the most common occurrence in the first three years after menarch, although the incident may occur at the end of a woman's reproductive life. The incidence of menstrual pain in the world is very large. An average of more than 50% of women in every country experiencing menstrual pain.Purpose: To study and Explaining factors related to the student dysmenorrhoea in Yogyakarta Respati University Health Sciences Faculty at Diploma III Midwifery Program.Methods: This study used quantitative approach with cross sectional study design. This research was conducted in UNRIYO Campus 2 Faculty of Health Sciences Diploma III Midwifery Program in Jalan Tajem No. 1.5 Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta. Data is collected on May 16 to 19, 2015. The population of 148, the total sample sampling technique.Outcome: The study showed the incidence of dysmenorrhea as many as 102 (68.9%), knowledge of variables p = 0.005 OR = 7289 (95% CI 2664-19944), the attitude p = 0.005 OR = 7,515 (95% CI 3458-16334), menarche p = 0.013 OR = 2,605 (95% CI 1276-5319), family history of p = 0.006 OR = 3,214 (95% CI 1461-7072), anxiety p = 0538 OR = 0744, sport p = 0.007 2842 OR (95% CI 1.388- 5821), nutritional status p = 0454 OR = 1.542, smoking p = 0.005, OR = 7,959 (95% CI 3249-19498). Multivariate analysis obtained dominant variable is the attitude p = 0.005 OR = 6623.Conclusion: There is a relationship between knowledge, attitudes, menarche, family history, exercise, and smoking with the incidence of dysmenorrhoea. There is no relationship between anxiety and nutritional status and the incidence of dysmenorrhoea. Factors that influence the incidence of dysmenorrhea is variable attitude. Suggestion: in order Diploma III Midwifery Program in UNRIYO able to maintain and further improve the quality level of knowledge, the ability to think, especially on reproductive health materials. Keywords: Dysmenorrhoea, Diploma III Midwifery Program of UNRIYO, student, attitude towards dysmenorrhoea. 

Page 1 of 1 | Total Record : 6