cover
Contact Name
Tri Mei Khasana
Contact Email
trimeikh@gmail.com
Phone
+6289686000300
Journal Mail Official
medika.respati@respati.ac.id
Editorial Address
Universitas Respati Yogyakarta Kampus 2 Jl. Raya Tajem KM.1,5, Maguwoharjo, Depok, Kenayan, Wedomartani, Kec. Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55282
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan
ISSN : 19073887     EISSN : 26851156     DOI : 10.35842/mr.vxxixx.xxx
Core Subject : Health,
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan welcome submission in the area of health sciences and practices. Focus and Scope: Medicine Nursing Midwifery Public Health Nutrition Physiotherapy Health technology The manuscript must be Original Article
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 2 (2019)" : 8 Documents clear
HUBUNGAN ANTARA KECACINGAN DENGAN ANEMIA PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MOYUDAN, SLEMAN Liena Sofiana; Erni Gustina; Luthva Luviandani Pratiwi
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 14, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.831 KB) | DOI: 10.35842/mr.v14i2.180

Abstract

Latar Belakang: Anemia merupakan salah satu masalah gizi di Indonesia yang harus ditanggulangi. Anemia bisa diakibatkan oleh banyak faktor salah satunya adalah kecacingan terutama cacing tambang. Tahun 2013 Riskesdas menyebutkan bahwa prevalensi anemia sebesar 21,7%, prevalensi anemia pada anak-anak yang berumur kurang dari 14 tahun adalah 26,4%. Derah Istimewa Yogyakarta termasuk dalam 14 provinsi yang mempunyai nilai rerata kadar Hb di bawah nilai rerata nasional. Hasil studi pendahuluan menunjukkan tahun 2016 di Puseksmas Moyudan terdapat 182 kasus kecacingan.Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah  penelitian analitik observasi dengan rancangan penelitian cross sectional. Variabel penelitian ini adalah kecacingan dan anemia dengan jumlah sampel 311. Teknik yang digunakan adalah multiple stage sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar ceklist. Analisis data menggunakan analisis uji univariat dan bivariat (chi-square).Hasil: Penelitian menunjukkan siswa yang mengalami kecacingan sebanyak 8 (2,6%) responden dan yang mengalami anemia sebanyak 34 orang (11,0%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan antara kecacingan dengan anemia pada siswa-siswi Sekolah Dasar di Wilayah Kerja Puskesmas Moyudan dengan nilai p value 0,214 (namun secara statistik tidak bermakna) dengan 95% CI 0,682-8,214.Kesimpulan: terdapat hubungan yang antara kecacingan dengan anemia pada siswa-siswi Sekolah Dasar di Wilayah Kerja Puskesmas Moyudan namun secara statistik tidak bermakna.Kata Kunci: kecacingan, anak sekolah dasar, anemia
HEMATOKRIT DAN KADAR HEMOGLOBIN DENGAN KONSUMSI OKSIGEN MAKSIMAL (VO2MAKS) PADA ATLET REMAJA Rini Wuri Astuti
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 14, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.703 KB) | DOI: 10.35842/mr.v14i2.250

Abstract

Latar Belakang: Kapasitas fisiologi dan latihan yang menggunakan aktivitas aerobik yang tinggi pada akhirnya akan menunjukkan konsumsi oksigen secara maksimum (VO2 maks) yang merupakan indikator untuk menentukan kebugaran atlet dalam upaya mencapai kesuksesan.1 Kebugaran dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu latihan yang intensif dan teratur, faktor genetik, dan asupan gizi yang cukup.2 Badan Tim Nasional PSSI mengemukakan bahwa atlet sepak bola profesional Indonesia sering mengalami penurunan daya tahan pada babak kedua khususnya mulai menit ke-60. Dokter Tim Nasional Indonesia juga menyatakan bahwa untuk keseluruhan tim U-16 dan U-19, ditemukan rata-rata nilai hemogoblin kurang lebih 80 % berada di bawah standar atlet. VO2 maks dipengaruhi indikator hematologi seperti hemoglobin (Hb) dan hematokrit (Hct), yang berperan dalam mentransfer oksigen pada jaringan yang aktif. Fungsi hemoglobin dalam tubuh tergantung kemampuannya bergabung dengan oksigen dalam paru-paru, kemudian melepas oksigen dalam jaringan kapiler. Hematokrit adalah porsi dari total volume darah yang dibentuk oleh sel darah merah.3 Oleh karena itu perubahan indikator biokimia Hb dan Hct ini berpengaruh pada performa fisik atlet.Tujuan: Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan hematokrit (Hct) dan kadar Hemoglobin (Hb)  dengan konsumsi oksigen maksimum (VO2 maks) pada atlet remaja.Metode Penelitian: Desain penelitian cross-sectional dengan sampel dipilih secara simple random sampling. Data Kadar hemoglobin dan hematokrit diperoleh dengan menggunakan alat pengukur digital (pengambilan darah melalui pembuluh perifer), sedangkan konsumsi oksigen maksimum (VO2 maks) dengan pengukuran metode Multi Stage Fitness Test. Analisa bivariat dengan uji non parametrik Spearman Correlation dengan tingkat kepercayaan 95% dan Cochran's Mantel-Haenszel.Hasil: Tidak ada hubungan bermakna hematokrit (Hct) dengan konsumsi oksigen maksimum (VO2 maks) pada atlet remaja p= 0,485,  r = 0,080 (p>0,05). Ada hubungan bermakna kadar Hemoglobin (Hb) dengan konsumsi oksigen maksimum (VO2 maks) pada atlet remaja p= 0,002, r =0,323 (p<0,05). Ada pengaruh jenis kelamin terhadap hubungan Hmt dengan tingkatan vo2maks p= 0,036 (p<0,05). Ada pengaruh jenis kelamin terhadap hubungan hemoglobin dengan tingkatan  VO2maks p= 0,004 (p<0,05). Tidak ada pengaruh jenis cabang olahraga terhadap hubungan Hmt dengan VO2maks p=0,613(p>0,05). Ada pengaruh cabang olahraga terhadap hubungan kadar Hb dengan VO2maks p= 0,005 (p<0,05)Kata Kunci: Hematokrit (Hct), kadar Hemoglobin (Hb), Konsumsi Oksigen Maksimum (VO2 maks), Atlet Remaja
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN MENARCHE DINI PADA SISWI SMP SETIA NEGARA DEPOK TAHUN 2018 Nenda Larasati; Sintha Fransiske Simanungkalit; Ni Luh Desi Puspareni
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 14, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.053 KB) | DOI: 10.35842/mr.v14i2.251

Abstract

Latar belakang: Menarche adalah mentruasi pertama sebagai tanda bahwa remaja sudah memasuki tahap kematangan organ seksual. Menarche dapat terjadi lebih cepat dibawah 10 tahun atau lebih lambat pada usia 17 tahun (Manuaba, 2007).Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian menarche dini pada sisiw SMP Setia Negara Depok tahun 2018.Metode Penelitian: Penelitian dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi sasaran adalah seluruh siswi SMP Setia Negara Depok tahun 2018. Sampel penelitian sebanyak 138 responden dengan menggunakan teknik pengambilan sampel stratified random sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner dan pengukuran BB, TB. Perhitungan statistik dilakukan dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil: rata-rata usia menarche pada siswi SMP Setia Negara Depok Tahun 2018 adalah 12,11 tahun. Rata- rata status gizi siswi 21,6, pendapatan orang tua ≥ Rp 4.000.000.00, aktifitas fisik rata-rata ringan, dan Paparan media masa rata-rata tidak terpapar. Dalam penelitian ini diketahiui adanya hubungan antara status gizi (p=0,008), aktivitas fisik (p=0,033), paparan media massa (p=0,034) dengan kejadian menarche dini. Namun, tidak ada hubungan antara pendapatan orang tua dengan kejadian menarche dini.Kesimpulan: adanya hubungan yang bermakna antara status gizi, aktivitas fisik dan paparan media massa dengan kejadian menarche dini. Saran meningkatkan pendidikan tentang reproduksi khususnya menarche, melaksanakan kegiatan pemantauan status gizi berkerja sama dengan program UKS (Usaha Kesehatan Sekolah).Kata Kunci: Menacrhe Dini, Status Gizi, Pendapatan Orang tua, Aktivitas Fisik, Paparan Media Massa
HUBUNGAN LINGKAR LENGAN ATAS IBU HAMIL DENGAN BERAT BADAN BAYI BARU LAHIR DI KOTA YOGYAKARTA Reni Merta Kusuma; Yuli Astuti; Arum Margi Kusumawardhani
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 14, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.157 KB) | DOI: 10.35842/mr.v14i2.244

Abstract

Latar Belakang: Lingkar Lengan Atas (LILA) ibu hamil salah satu indikator penentu status gizi ibu hamil. Status ibu hamil menentukan berat badan bayi yang akan dilahirkan. Bayi dengan berat badan lahir kurang dari 2500 gram atau lebih dari 4000 gram potensial berisiko kesehatannya.Tujuan: Untuk mengidentifikasi LILA ibu hamil dan mengetahui hubungan antara LILA ibu hamil dengan berat badan bayi baru lahir.Metode: Penelitian ini menggunakan desain prospektif cross-sectional dengan menghubungkan 2 variabel. Sampel berjumlah 119 ibu hamil. Analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan deskriptif. Analisis bivariat menggunakan korelasi spearman.Hasil: Karakteristik responden 75% pekerjaan sebagai ibu rumah tangga dan dari pendidikan 67,4% responden memiliki tingkat pendidikan SMA/SMK. Responden ditemukan usia termuda 17 tahun dan tertua 49 tahun sehingga masuk dalam kehamilan berisiko. Ukuran LILA ibu hamil paling rendah 20 cm. Nilai p=0,005 (terdapat korelasi yang bermakna antara variabel LILA ibu hamil dengan berat badan bayi baru lahir. Nilai 0,254 (kekuatan korelasinya lemah). Arah positif (searah, semakin besar nilai 1 variabel semakin besar pula nilai variabel lainnya).Kesimpulan: Terdapat hubungan antara LILA ibu hamil dengan berat badan bayi baru lahir.Kata Kunci: LILA Ibu Hamil, Berat Badan Bayi Baru Lahir
HUBUNGAN TINGKAT STRES TERHADAP KONDISI SOSIAL DENGAN KEJADIAN KEPUTIHAN FISIOLOGIS Mohamad Judha; Yunita Y Tjatjo
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 14, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.672 KB) | DOI: 10.35842/mr.v14i2.228

Abstract

Latar belakang: Stres terjadi karena adanya ketidakseimbangan antara tuntutan lingkungan dengan sumber koping individu. Menjadi mahasiswa baru mangharuskan untuk melakukan penyesuaian-penyesuaian diri dengan situasi dan tuntutan di perguruan tinggi, kekurang mampuan dalam menyesuaikan diri dengan kondisi sosial dapat menimbulkan stres. Kondisi tubuh pada saat mengalami stres akan mengalami perubahan pada hormon-hormon reproduksi termaksut hormon esterogen yang menjadi penyebab terjadinya keputihan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres terhadap kondisi sosial dengan kejadian keputihan fisiologi pada mahasiswiMetode Penelitian: Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional dengan pendekatan menggunakan cross sectional. Penelitian ini di laksanakan di Universitas Respati Yogyakarta pada 14 dan 16 Januari 2019 dengan sampel 60 mahasiswi menggunakan teknik purposive sampling. Instrument pengambilan data menggunakan DASS 42 dan analisis menggunakan Chi-Square.Hasil: Tingkat stres pada mahasiswi yang tergolong normal sebanyak 12 orang (20%) dan yang mengalami stres ringan sebanyak 45 orang (75%) dan yang mengalami stres sedang sebanyak 3 orang (5%). Mahasiswi yang mengalami kejadian keputihan fisiologis 25 orang (41.7%) sedangkan yang tidak mengalami keputihan 35 orang (58.3%). Hasil uji Chi-Square didapatkan nilai x² 9.349 dengan p value 0.006Kesimpulan: hasil penelitian menunjukan ada hubungan tingkat stres terhadap kondisi sosial dengan kejadian keputihan fisiologis pada mahasiswiKata Kunci: Stres, Kondisi Sosial, Keputihan Fisiologis
HUBUNGAN IMPLEMENTASI 8 FUNGSI KELUARGA DENGAN SIKAP SISWA SMA BUDI LUHUR YOGYAKARTA TERHADAP PERILAKU KENAKALAN REMAJA (KLITHIH) DI YOGYAKARTA TAHUN 2019 Lauri Nuralita Devi; Rodiyah Soekardi; Dwi Endah Kurniasih
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 14, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.212 KB) | DOI: 10.35842/mr.v14i2.249

Abstract

Latar Belakang: Kejadian klithih yang dilakukan remaja sangat meresahkan masyarakat Yogyakarta. Perilaku merusak fasilitas umum, tawuran antar pelajar, penganiayaan  teman, pencurian sepeda motor, membawa senjata tajam ke sekolah bahkan tindak asusila banyak terjadi akhir-akhir ini. Hal ini memerlukan kepedulian orang tua atau keluarga dalam mengimplementasikan 8 fungsi keluarga.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan implementasi 8 fungsi keluarga dengan sikap Siswa SMA Budi Luhur Yogyakarta terhadap perilaku kenakalan remaja (klithih) di Yogyakarta.Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan sampel dengan total sampling, jumlah sampel 39 responden. Instumen penelitian adalah kuesioner. Analisis bivariat penelitian ini menggunakan uji kendall tau dengan α = 0,05Hasil: Sebagian besar (97,4%) siswa SMA Budi Luhur Yogyakarta termasuk dalam kategori remaja akhir berumur 17-25 tahun, sebagian besar (89,7%) berjenis kelamin laki-laki, mayoritas (28,2%) sedang menempuh kelas XI,  (64,1%) menempuh jurusan IPS, (66,7%) orang tua siswa bekerja, (69,2%)keluarga siswa telah mengimplementasi fungsi keluarga dengan baik,(59%) sikap siswa negatif (mendukung) kenakalan remaja (klithih), (82,1%) siswa SMA Budi Luhur Yogyakarta tidak pernah mengikuti genk dan (69,2%) tidak pernah terlibat dalam tawuran.Kesimpulan: Secara statistik terdapat hubungan implementasi 8 fungsi keluarga dengan sikap siswa terhadap kenakalan remaja (klithih) di Yogyakarta dengan p-value 0,042.Kata Kunci: Implementasi, Keluarga, Sikap, Kenakalan, Remaja
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN, PENDAPATAN DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KECEMASAN PADA WANITA MENOPAUSE DI DESA JOBOHAN, BOKOHARJO, SLEMAN 2016 Hetti Setiyani; Suci Musvita Ayu
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 14, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.771 KB) | DOI: 10.35842/mr.v14i2.179

Abstract

Latar belakang: Menopause adalah masalah normal yang dihadapi semua wanita. Terkadang wanita mengalami kecemasan selama menopause. Kecemasan menopause dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk tingkat pendidikan, pendapatan, dan dukungan keluarga.Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pendidikan, pendapatan, dan dukungan keluarga dengan kecemasan wanita menopause di Jobohan, Bokoharjo, Sleman.Metode Penelitian: Penelitian kuantitatif dengan observasional analitik dan desain cross sectional. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 124 responden dan sampel 95 responden dengan purposif sampling. Data dianalisis menggunakan analisis univariat, bivariat dan multivariat. Uji statistik menggunakan uji chi-square dan regresi logistic.Hasil: Mayoritas responden berusia 56-59 tahun berjumlah 40 (42,11%). Mayoritas responden memiliki tingkat pendidikan yang rendah yaitu 71,6%. Mayoritas pendapatan adalah jumlah rendah 75,8%. Tingkat dukungan keluarga baik 64,3%. Sementara mayoritas responden mengalami kecemasan ringan 51,6%. Hasil uji Chi-square (x2), Hubungan tingkat pendidikan dengan kecemasan, nilai P adalah 0,001 <α (0,05) nilai PR adalah 3,256. Hubungan pendapatan dengan kecemasan, nilai P adalah 0,026 <α (0,05) nilai PR adalah 2.130. Hubungan dukungan keluarga, nilai P adalah 0,001 <α (0,05) nilai PR 2.050. Kesimpulan: Ada hubungan antara pendidikan, pendapatan, dan dukungan keluarga dengan kecemasan wanita menopause di Jobohan, Bokoharjo, Sleman.Kata Kunci: pendidikan; penghasilan; dukungan keluarga; kecemasan; menopause
PENGARUH ABDOMINAL STRECHING EXERCISE DENGAN LANTUNAN AYAT SUCI AL-QUR’AN TERHADAP SKALA NYERI HAID (DISMINORE) PADA REMAJA DI PANTI ASUHAN DARUL ULUM YOGYAKARTA Nita Pramita; Dian Nur Adkhana Sari
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 14, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.303 KB) | DOI: 10.35842/mr.v14i2.223

Abstract

Latar belakang: Nyeri haid (Disminore) dapat menimbulkan dampak bagi kegiatan atau aktivitas para wanita khususnya remaja. Jika seorang remaja mengalami disminore, aktivitas belajar mereka di sekolah akan terganggu dan tidak jarang mereka tidak masuk sekolah. Disminore menimbulkan dampak yang mengakibatkan tidak bisa beraktivitas, tidak dapat berkonsentrasi dalam belajar, dan merupakan penyebab utama ketidakefektifan dalam kegiatan sehari-hari. Maka dari itu dibutuhkan terapi yang dapat menurunkan nyeri haid (disminore) salah satunya yaitu Abdominal Streching Exercise dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an.Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh Abdominal Streching Exercise dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an terhadap skala nyeri haid (disminore) pada remaja di Panti Asuhan Darul Ulum Yogyakarta.Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah penelitian pra eksperimental dengan rancangan penelitian one group pretest-posttest. Penelitian ini dilakukan di Panti Asuhan Darul Ulum Yogyakarta. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan jumlah sampel 20 responden.Hasil: Analisa data menggunakan uji paired t-test dengan tingkat signifikan p<0,05. Didapatkan hasil nilai p=0,000 (nilai p ≤ 0,05). Hal ini berarti bahwa terdapat perbedaan signifikan artinya ada pengaruh Abdominal Streching Exercise dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an terhadap skala nyeri haid (Disminore) pada remaja sebelum dan sesudah diberikan intervensi.Kesimpulan: Terdapat pengaruh Abdominal Streching Exercise dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an terhadap skala nyeri haid (Disminore) pada remaja di Panti Asuhan Darul Ulum Yogyakarta.Kata Kunci: Abdominal Streching Exercise, Ayat suci Al-Qur’an, Disminore.

Page 1 of 1 | Total Record : 8