Jurnal Riset Rumpun Seni, Desain dan Media (JURRSENDEM)
Sub Rumpun ILMU SENI PERTUNJUKAN 1 Senitari 2 Seni Teater 3 Seni Pedalangan 4 Seni Musik 5 Seni Karawitan 6 Seni Pertunjukkan Lainnya yang Belum Disebut Sub Rumpun ILMU KESENIAN 1 Penciptaan Seni 2 Etnomusikologi 3 Antropologi Tari 4 Seni Rupa Murni (seni lukis) 5 Seni Patung 6 Seni Grafis 7 Seni Intermedia 8 Bidang Ilmu Kesenian Lain Yang Belum Tercantum Sub Rumpun ILMU SENI KRIYA 1 Kriya Patung 2 Kriya Kayu 3 Kriya Kulit 4 Kriya Keramik 5 Kriya Tekstil 6 Kriya Logam (dan Logam Mulia/Perhiasan) 7 Bidang Seni Kriya Lain Yang Belum Tercantum
Articles
156 Documents
STRUKTUR PENULISAN NASKAH PADA SIARAN RADIO
Winda Kustiawan;
Tasya Salsabila
Jurnal Riset Rumpun Seni, Desain dan Media Vol. 1 No. 2 (2022): Oktober : Jurnal Riset Rumpun Seni, Desain dan Media
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55606/jurrsendem.v1i2.737
Radio news scripts are news scripts that are ready to be delivered or read by the broadcaster. The definition or understanding of the script itself is a story that is described in sequence from scene to scene which is equipped with a place or setting, circumstances, dialogue, and often there are characterizations in it. 94% in writing this article using the method of reading and searching for internet sources. In this study, the method used is descriptive qualitative method. News script writing plays a very important position in radio news broadcasts. In writing broadcast scripts, scriptwriters must be able to write in a conversational or spoken language style in a concise, concise, and clear manner. Broadcast Script is broadcast material that will be delivered by broadcasters in broadcasting, especially broadcasts with script reading techniques.
ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES
Sudariyah Sudariyah
Jurnal Riset Rumpun Seni, Desain dan Media Vol. 1 No. 2 (2022): Oktober : Jurnal Riset Rumpun Seni, Desain dan Media
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55606/jurrsendem.v1i2.738
Da'wah through film is considered effective because film has advantages that other media do not have. Film media has advantages as a propaganda medium. Da'i in conveying his da'wah message can be played by a player character in a film production, it doesn't have to be a lecture like taklim. Indirectly, the audience does not feel that they are being lectured on. Da'wah messages in films are easier to convey to the public. The research used is qualitative research. This study describes how Roland Barthes's Semiotics analysis is contained in the film "Laa Tahzan" by Danial Rifki. Analysis of the film Laa Tahzan is presented in the form of image fragments using Roland Barthes' semiotic analysis. As a Muslim, you can determine a firm stance on invitations to follow the procedures for worship of other religions in a good way. That an Indonesian Muslim can survive in a foreign country (Japan) to be able to defend his faith and the level of trials in life remains the same and will apply as long as we live. It is certain that interfaith marriages will not be possible to realize the Sakinah family as the main purpose of carrying out marriages. In Islam, there are clear laws regarding marriage. Advise everyone who will marry should pay attention to the prospective bride.
MEDIA INTERAKTIF PEMBELAJARAN: SOFTWARE PRISM DAN MEDIA SOSIAL YOUTUBE DALAM PEMBELAJARAN ONLINE
Wibi Ardi Alvianto;
Juni Amanullah
Jurnal Riset Rumpun Seni, Desain dan Media Vol. 1 No. 1 (2022): April : Jurnal Riset Rumpun Seni, Desain dan Media
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55606/jurrsendem.v1i1.797
Perkembangan teknologi saat ini berkembang sangat pesat, media digital sebagai pembelajaran mengalami pengembangan yang signifikan. Hadirnya digital ini memberikan beragam inovasi, dimana pembelajaran konvensional yang kaku dan monoton akan digantikan dengan pembelajaran menggunakan media digital yang lebih praktis, fleksibel, tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Penelitian kali ini penulis menggabungkan software streaming Prism dan media sosial youtube sebagai media pembelajaran interaktif. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah; 1) pembelajaran interaktif, 2) efektifitas dan optimalisasi Prism dan youtube sebagai media pembelajaran interaktif. Penulis menggunakan pendekatan kualitatif dalam membedah topik ini, teknik pengumpulan data berupa prismervasi, eaeancara dan studi dokumen. Analsisi data menggunakan pedekatan Miles dan Huberman dengan proses analisis data kualitatif yaitu; reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Data dari menunjukan sebanyak 50 responden terdiri dari 2 kelas menunjukkan: 10 sebanyak 4 jawaban mengalami kesulitan memahami pembelajaran interaktif secara online, karen kurangnya pemahaman tentang jaringan internet dan spesifikasi android dan PC, 2) sebanyak 14 responden memahami cukup memahami proses pembelajaran menggunakan Prism dan youtube, 3) dan sebanyak 30 responden mengaku memahami dan lancara dalam proses pembelajaran interaktif menggunakan Prism dan youtube. Pembelajaran interaktif menggunakan Prism dan youtube, menjadikan proses belajar mengajar menjadi lebih menarik, nteraktif dan tidak monoton. Adapun kelemahan menggunakan metode ini yaitu komunikasi hanya bisa satu arah dan peserta didik hanya bisa merespon lewat live chat saja.
Analisis Representase Maskulinitas Dalam Iklan Kopi Luwak Sin Tae Yong
Ayu Wardani, Ayu Wardani;
Surya Ade Pratama;
Hasan Sazali
Jurnal Riset Rumpun Seni, Desain dan Media Vol. 2 No. 1 (2023): April : Jurnal Riset Rumpun Seni, Desain dan Media
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55606/jurrsendem.v2i1.799
Shin Tae Yong is a man from South Korea where he is the soccer coach for the Indonesian National Team. He became famous since becoming a coach because he won the match between Indonesia and Malaysia with a score of 4-1. Since then, he has been partnered with by many big brands to be used as an advertising model. Kopi Luwak advertisement is one of the brands that made Shin Tae-yong an advertising model. The purpose of this research is to analyze how Shin Tae-yong's masculinity is portrayed in Luwak coffee advertisements. The research method used in this study is the semiotic analysis method of Roland Barthes. According to Roland Barthes, there are three cores of semiotics, namely denotative, connotative and myth. The results of this study found that several advertisements, such as the scene of drinking coffee before playing football.
REPRESENTASI FEMINISME PENERIMAAN DIRI DALAM VIDEO KLIP LAGU TUTUR BATIN
Cut Nalda Sari;
Maimunah Br Nasution;
Hasan Sazali;
Maulana Andinata Dalimunthe
Jurnal Riset Rumpun Seni, Desain dan Media Vol. 2 No. 1 (2023): April : Jurnal Riset Rumpun Seni, Desain dan Media
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55606/jurrsendem.v2i1.800
This research was conducted to find out the message to be conveyed by the lyrics and music video Tutur Batin by author Yura Yunita. Pop vocalist Yura Yunita has hit the Indonesian music scene since childhood. One of the songs written and performed by Yura Yunita is called Inner Speech and features her singing. This is what interests academics to conduct a more in-depth analysis of the music video for the song Tutur Batin. By breaking the video clips into various scenes related to the representation of feminism and categorizing them according to Barthes's view system which includes denotative meaning, connotative meaning, and myth, the analysis technique used in this research is data analysis using Roland Barthes semiotics. The research findings show that the videos depict strong women who can express themselves by being themselves. She had the choice to be like other women in society's eyes, but she chose to be herself. This is the same as the principle of self-acceptance feminism, which states that in order for women to live as equals in society, they must have the freedom to express themselves however they choose.
Representase Karakter Feminisme dalam Film Enola Holmes 2
Syifa Nadia Humaira;
Cut Luthfia Tari;
Hasan Sazali
Jurnal Riset Rumpun Seni, Desain dan Media Vol. 2 No. 1 (2023): April : Jurnal Riset Rumpun Seni, Desain dan Media
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55606/jurrsendem.v2i1.802
Film berperan sebagai alat komunikasi massa yang berfungsi untuk mempengaruhi penonton berdasrkan isi pesan yang terkandung di dalamnya. Film Enola Holmes 2 merupakan film bergenre misteri yang berlatarkan tahun 1800-an di London Inggris. Film ini menceritakan tentang kejadian di masa lampau di mana pada saat itu para buruh belum mendapatkan kesejahteraan dan hak-hak mereka dalam bekerja. Dari film ini karakter perempuan sekaligus tokoh utamanya digambarkan sebagai subjek narasi aktif yang kerap menyampaikan pesan-pesan feminisme. Topik feminisme menjadi alasan peneliti memilih film ini karena selama ini perempuan hanya digambarkan sebagai objek yang pasif dalam sebuah film. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode semiotika Roland Barthes. Dalam film ini menggambarkan perempuan yang berada dalam posisi yang tidak menguntungkan akibat kontruksi sosial budaya yang dibangun oleh masyarakat.
FENOMENA FEMINISME DALAM KEPEMIMPINAN
Ineke Fadhillah;
Muhammad Alfandy;
Hasan Sazali
Jurnal Riset Rumpun Seni, Desain dan Media Vol. 2 No. 1 (2023): April : Jurnal Riset Rumpun Seni, Desain dan Media
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55606/jurrsendem.v2i1.803
Wanita terkadang ditatap tidak pantas menajadi seseorang pemimpin. Sementara itu jadi seseorang pemimpin tidak selamanya seseorang laki- laki saja. Seseorang pemimpin ialah yang mempunyai kecakapan serta kelebihan, spesialnya pada kecakapan serta kelebihan pada satu bidang tertentu, sehingga dia sanggup pengaruhi orang lain buat bersama- sama melaksanakan kegiatan tertentu demi mewujudkan sesuatu tujuan serta pencapaian tertentu. Riset ini mengenakan tata metode studi kualitatif, dengan pendekatan deskriptif. Setelah itu hasil dari riset ini menampilkan kalau kepemimpinan wanita di Indonesia sudah menampilkan kalau mereka para kalangan wanita sanggup meyakinkan serta menggapai sesuatu keberhasilan selaku pemimpin. Kedudukan wanita dalam kepemimpinan di Indonesia dari seluruh aspek bidang sudah menampilkan kalau wanita pula sanggup serta layak dijadikan seseorang pemimpin.
Representasi Ketimpangan Gender dalam Lirik Lagu “The Man” Karya Taylor Swift
Arya Yudha Dhipa;
Siska Lisanda;
Hasan Sazali
Jurnal Riset Rumpun Seni, Desain dan Media Vol. 2 No. 1 (2023): April : Jurnal Riset Rumpun Seni, Desain dan Media
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55606/jurrsendem.v2i1.804
Media komunikasi yang efektif menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dan metode analisis interpretatif. Sesuai dengan perumusan masalah penelitian yaitu bagaimana pemaknaan lirik lagu “Taylor Swift “ The man” sebagai musisi untuk menyampaikan suatu pesan dalam berkomunikasi sosial dalam analisis semiotika Ferdinand de Saussure, maka yang diteliti atau yang menjadi objek penelitian ini adalah lirik lagu “The Man” Hasil penelitian ini kualitatif dengan menggunakan analisis semiotika yang mengacu pada analisis semiotika dengan menggunakan teori yang dikemukakan oleh Saussure. Dalam teori Saussure dijelaskan bahwa tanda memiliki unsur yang saling berhubungan yaitu penanda (signifier) dan petanda (signified). Signifier adalah elemen fisik dari tanda dapat berupa tanda, kata, image, dan suara. Sedangkan Signified menunjukkan konsep mutlak yang melekat pada tanda fisik yang ada. Dari hasil penelitian ini, peneliti menemukan bahwa analisis semiotik Saussure ada 5 pandangan dan salah satunya adalah penanda (signifier) dan petanda (signified). Peneliti akan menanyakan beberapa pertanyaan yang mengangkat tentang lirik lagu berjudul “The Man” yang dinyanyikan oleh Taylor Swift.
REPRESENTASI STEREOTIP PEREMPUAN DALAM VIDEO KLIP YURA YUNITA "TUTUR BATIN"
Adelia Rahmanda;
Amelia Hanifa;
Maulana Andinata Dalimunthe;
Hasan Sazali
Jurnal Riset Rumpun Seni, Desain dan Media Vol. 2 No. 1 (2023): April : Jurnal Riset Rumpun Seni, Desain dan Media
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55606/jurrsendem.v2i1.806
Fenomena yang menganggap wanita selalu di tuntut utnuk menjadi golongan yang sempurna kerap sekali di jumpai sejak dahulu. Video musik Tutur Batin dari Yura Yunita merupakan musik video yang berasal dari Indonesia. Yang ingin menyampaikan kepada para pendengarnya bahwa wanita tidak perlu untuk sempurna dalam segala hal. Talent yang di tampilkan dalam musik video ini juga telah mewakilkan beberapa kasus kasus yang sering di anggap “Tidak Sempurna” oleh masyarakat. Mulai dari wanita yang mempunyai tubuh berisi / gemuk, wanita dengan jerawat di wajah, bahkan dengan wanita yang mempunyai Vitiligo dan lain lain. Pendekatan yang kami gunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Yang bertujuan untuk lebih menjelaskan dan memaparkan bahwa stereotip perempuan tidak selalu seperti apa yang orang lain inginkan. Atas hasil yang telah kami peroleh bahwa kecantikan itu bukanlah tolak ukur seorang perempuan bisa di katakana sempurna. Di dalam musik video ini juga ingin menyampaikan bahwa perempuan sudah sempurna dan tidak butuh kesmpurnaan. Kalimat tersebut jelas digambarkan oleh penulis lagu pada lirik “aku tak sempurna, tak perlu sempurna. Akan ku rayakan apa adanya” pada menit ke 3.12 – 3.26.
PEMBUATAN POT BUNGA DENGAN BAHAN DASAR KAIN BEKAS SEBAGAI MEDIA TANAM KEPADA MASYARAKAT SEI ROTAN
Juli Atika;
Hasra Fazri Gusrianda
Jurnal Riset Rumpun Seni, Desain dan Media Vol. 1 No. 2 (2022): Oktober : Jurnal Riset Rumpun Seni, Desain dan Media
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55606/jurrsendem.v1i2.880
Garbage is the rest of the goods that are not used in human daily life. In this day and age, waste is a scourge of endless problems in everyday life, most people do not know how to recycle the waste, one of which is the people of Sei Rotan Village, Percut Sei Tuan District, Deli Serdang Regency, North Sumatra. Sei Rotan Village has fertile soil so that the people there, especially mothers, take advantage of the fertile land to channel their hobbies by planting various types of flowers and will place them in the yard of the house, but the Sei Rattan Village women share their hobby of planting flowers with buy the pot even though with the garbage it can produce a beautiful pot. With that we held an activity of making flower pots with used cloth as a planting medium which aims to reduce waste and create creative things such as flower pots from used cloth as a planting medium.The activity of making flower pots from used materials as planting media uses stages as a process to create the flower pot work. In this activity we target the community, especially women in Sei Rotan Village. The waste by creating good works is more than just a pot product such as bags, chairs, etc., and also the people of Sei Rotan Village increase their turnover by selling pots with recycled materials and reducing spending on buying flower pots.