Jurnal Ilmiah MEA (Manajemen, Ekonomi, dan Akuntansi)
Jurnal Manajemen, Ekonomi dan Akuntansi (MEA) Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Muhammadiyah Bandung dimaksudkan sebagai media informasi dan forum pengkajian bidang ilmu Akuntansi, Manajemen, Bisnis dan Ekonomi. Jurnal ini berisikan tentang perkembangan teoritik, artikel ilmiah, dan hasil penelitian, yang akan diterbitkan berkala 3 kali dalam 1 tahun.
Articles
2,566 Documents
WORKSHOP MENUMBUH KEMBANGKAN KESADARAN MASYARAKAT UNTUK BERKOPERASI
Rukajat, Ajat;
Abas, Totoh Tauhidin;
Sudrajat, Ajat
Publisher :
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (74.8 KB)
|
DOI: 10.31955/mea.v5i1.796
Perekonomian berbasis koperasi mampu memberikan nilai kesejahteraan bagi anggota yang dibangun atas dasar nilai kekeluargaan yang tinggi namun dalam prakteknya tidak sedikit masyarakat yang masih menganggap tidak perlu atau tertarik terhadap perekonomian yang dilakukan oleh koperasi. Hal ini terlihat dari partisipasi masyarakat Indonesia untuk berkoperasi masih sebesar sangat kecil yakni mencapai 8,41 persen, sedangkan negara lain sudah mencapai 16,31 persen. metode yang dilaksanakan terkait kegiatan pengabdian masyarakat mengenai workshop menumbuh kembangkan kesadaran masyarakat untuk berkoperasi adalah dengan mengadakan kegiatan webinar tentang koperasi dengan mendatangkan nara sumber dari Dinas Koperasi Kabupaten Karawang dengan harapan mampu memberikan kontribusi pemikiran dan masukan guna meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memiliki minat dalam meningkatkan perekonomian. Adapun hasil yang diperoleh adalah memberikan pengenalan dan pengetahuan koperasi secara mendalam kepada para peserta yang hadir serta membantu memberikan solusi bagi para pengurus koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan anggotanya terutama di masa pandemic saat ini serta memberikan wawasan dan pendampingan terhadap para pengurus koperasi guna memiliki manajemen yang baik dalam mengelola koperasi yang dimiliki.
ANALISIS HUBUNGAN ANTARA FINANCIAL LITERACY DAN FINANCIAL DISTRESS PADA GENERASI MILENIAL DI KOTA SEMARANG
Isanti, Vania Fahranisa;
Dewi, Andrieta Shintia
Publisher :
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (74.804 KB)
|
DOI: 10.31955/mea.v5i1.810
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara financial literacy dan financial distress pada generasi milenial di Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kuantitatif. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner. Sampel penelitian diambil dengan pendekatan purposive sampling sebanyak 400 orang. Alat ukur pada penelitian ini menggunakan skala likert untuk variabel financial literacy dan skala The InCharge Financial Distress/Financial Well-being (IFDFW) untuk variabel financial distress. Teknis analisis menggunakan analisis deskriptif dan analisis korelasi pearson product moment. Berdasarkan hasil yang diperoleh tingkat financial literacy pada generasi milenial di Kota Semarang tinggi dan tingkat financial distress pada generasi milenial di Kota Semarang sedang. Selain itu, penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan positif yang rendah antara financial literacy dan financial distress pada generasi milenial di Kota Semarang.
ETIKA BISNIS DAN KONSEP GOOD CORPORATE GOVERNANCE DALAM MENCIPTAKAN PERUSAHAAN BERBASIS NILAI
Juli Asril
Jurnal Ilmiah MEA (Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi) Vol 3 No 2 (2019): Mei-Agustus 2019
Publisher : LPPM STIE Muhammadiah Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (338.214 KB)
|
DOI: 10.31955/mea.v3i2.817
Pembangunan bidang ekonomi merupakan penggerak utama pembangunan nasional, oleh karena itu pembangunan ekonomi harus di sertai upaya saling memperkuat serta terpadu dengan pembangunan bidang lainnya. Pembangunan ekonomi dan hukum mempunyai hubungan timbal balik dan erat. Di samping pilar hukum, satu hal lagi yang harus di perhatikan dalam berbisnis adalah etika bisnisnya sendiri. Perhatian etika untuk berbisnis telah ada seumur dengan bisnis itu sendiri, artinya sejak bisnis lahir dalam rangka manusia memenuhi kebutuhan hidupnya, saat itu etika selalu mendampingi kegiatan bisnisnya. Masalah Good Corporate Governance merupakan tema sentral pada awal abad ke 21 ini dan merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan nilai dari citra perusahaan sehingga perusahaan memiliki keunggulan dalam bidang kualitas pelayanan bagi pelanggannya dan kualitas hidup yang dapat di peroleh para karyawannya.
INSIDER TRADING DI PASAR MODAL SEBAGAI KEJAHATAN BISNIS
Juli Asril
Jurnal Ilmiah MEA (Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi) Vol 3 No 2 (2019): Mei-Agustus 2019
Publisher : LPPM STIE Muhammadiah Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (311.433 KB)
|
DOI: 10.31955/mea.v3i2.818
Pasar Modal memiliki andil yang sangat besar bagi perkembangan perekonomian suatu negara karena melalui pasar modal dapat di himpun dana yang sangat besar jumlahnya. Oleh karena itu tidak berlebihan bila dikatakan perkembangan ekonomi suatu negara secara keseluruhan dapat di ukur dari seberapa jauh perkembangan pasar modal dan industri sekuritas pada negara yang bersangkutan. Salah satu bentuk pelanggaran di Pasar Modal, yang sangat terkenal dan berbahaya bagi perkembangan Pasar Modal adalah apa yang dikenal dengan istilah “Insider Trading”. Insider trading atau sering pula disebut dengan istilah “Perdagangan orang dalam” sangat merajalela di Pasar Modal di dunia ini dan apabila tidak ditangani dengan baik, maka ia akan merusak tatanan Pasar Modal yang telah dibangun dengan susah payah dan dengan biaya yang tidak sedikit jumlahnya.
KEJAHATAN DALAM BIDANG PASAR MODAL DI ERA GLOBALISASI DAN MODEL HUKUM UNTUK MENGHADAPINYA
Asril, Juli
Publisher :
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (336.493 KB)
|
DOI: 10.31955/mea.v3i3.819
Kenyataan praktik dilapangan memperlihatkan bahwa kegiatan pasar modal (bursa efek) sangat rawan terhadap berbagai bentuk kejahatan yang mempunyai akibat sangat luas terhadap perekonomian dan stabilitas nasional. Hal ini terlihat dengan semakin berkembangnya pasar modal yang disertai pula dengan kemajuan teknologi dan informasi di era globalisasi ini ternyata tidak hanya kemudahan saja yang dapatkan akan tetapi juga terdapat akibat lain, baik langsung maupun tidak langsung, dapat mengancam stabilitas perekonomian terutama dalam menciptakan suatu sistam pasar modal yang wajar dan tertib. Kenyataan yang terjadi, disetiap negara yang menjual efek melalui pasar modal senantiasa mendapat ancaman dari berbagai tindakan yang dapat merusak mekanisme yang wajar, sehingga bisa merugikan pihak – pihak yang beritikad baik. Atas hal tersebut hukum sebagai keseluruhan asas dan kaidah yang mengatur kehidupan dalam masyarakat harus dapat menjadi suatu instrumen pendukung kegiatan pasar modal yang menyediakan solusi untuk menghadapi tindakan – tindakan yang merugikan atau kejahatan – kejahatan dalam bidang pasar modal yang dapat menghambat terciptanya pasar modal yang wajar dan tertib.
KREDIT MACET DALAM PERSPEKTIF KEJAHATAN PERBANKAN
Asril, Juli
Publisher :
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (236.582 KB)
|
DOI: 10.31955/mea.v4i1.820
Kredit dalam kegiatan perbankan merupakan salah satu usaha yang utama, karena pendapatan terbesar dari usaha bank berasal dari pendapatan kegiatan usaha kredit, yaitu berupa bunga dan provisi. Ruang lingkup dari kredit sebagai kegiatan perbankan, tidaklah semata-mata berupa kegiatan peminjaman kepada nasabah saja, melainkan sangatlah komplek karena menyangkut unsur-unsur yang cukup banyak didalamnya meliputi : Sumber-sumber dana kredit, Alokasi dana, Organisasi dan menajemen perkreditan, Kebijakan perkreditan, Dokumentasi dan administrasi kredit, Pengawasan kredit serta penyelesaian kredit bermasalah, Mengingat begitu luasnya ruang lingkup dan unsur-unsur yang melingkupi kegiatan perkreditan ini, maka penanganannya pun harus dilakukan secara sangat hati-hati dengan di dukung profesionalisme serta integritas moral yang harus melekat pada sumber daya manusia dan pejabat perkreditan.
Meningkatkan Kinerja Keuangan Perusahaan dengan Mengukur Resiko Investasi melalui Manajemen Resiko
Ratna Dumilah
Jurnal Ilmiah MEA (Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi) Vol 3 No 2 (2019): Mei-Agustus 2019
Publisher : LPPM STIE Muhammadiah Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (74.806 KB)
|
DOI: 10.31955/mea.v3i2.821
Studi ini mengkaji kinerja keuangan perusahaan dan manajemen risiko di organisasi atau perusahaan yang go public. Pada dasarnya, kepentingan dan metode kualitatif dari setiap penelitian dapat dilihat dari dua aspek dasar dan terapan. Secara umum, belum ada penelitian komprehensif yang dilakukan, terlepas dari terbatasnya jumlah artikel dan sumber yang kadang-kadang meneliti dan merujuk pada subjek, serta studi yang dilakukan pada tingkat teoritis. Manajemen risiko pada dasarnya adalah proses mengidentifikasi, menganalisis dan menerima atau mengurangi ketidakpastian dalam keputusan investasi. Dalam hal manajemen risiko di semua pasar keuangan, selalu ada orang yang benar dan terencana dengan baik, baik dari segi analisis maupun investasi. Di dunia modern saat ini, pentingnya ilmu moneter dan keuangan tidak tersembunyi dari siapa pun. Sementara itu, pembahasan tentang pelaporan keuangan yang benar dan berbagai metodenya memiliki kepentingan khusus karena analisis langkah investor selanjutnya. Jenis informasi keuangan yang paling penting adalah informasi tentang perusahaan dan kinerjanya.
PERAN PEMERINTAH KOTA PAYAKUMBUH DALAM PENGEMBANGAN POTENSI USAHA KERAJINAN TENUN DAN SONGKET DI KAMPUNG TENUN BALAI PANJANG
Agriyena, Niken;
., Ifdal;
., Nofiald
Publisher :
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (74.807 KB)
|
DOI: 10.31955/mea.v5i1.822
Kerajinan tenun dan songket merupakan salah satu warisan seni dan budaya daerah yang mesti dijaga kelestariannya serta berpotensi untuk dikembangkan mengingat kecenderungan pasar yang semakin hari mulai kembali menggemari sektor kerajinan khas daerah. Tenun dan Songket Balai Panjang merupakan produk unggulan dari Kampung Tenun Balai Panjang yang diharapkan akan dapat berkembang. Namun dalam perjalanannya ada beragam kendala dan permasalahan yang dihadapi oleh para pengrajin. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi pengrajin dalam mengembangkan industri tenun songket di Kampung Tenun Balai Panjang. Kemudian dilanjutkan dengan mengkaji sejauh mana peran yang dilakukan Pemerintah Kota Payakumbuh melalui dinas/instansi terkait dalam pengembangan kerajinan tenun dan songket di Kota Payakumbuh. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode pengumpulan data berupa metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Lokasi penelitian dilakukan di Kampung Tenun Balai Panjang, Kecamatan Payakumbuh Selatan, Kota Payakumbuh. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan permasalahan yang dihadapi para pengrajin yang meliputi aspek produksi, promosi dan pemasaran, permodalan, serta manajemen dan kelembagaan. Namun Pemerintah Kota Payakumbuh juga telah melakukan berbagai upaya melalui perannya baik sebagai regulator, fasilitator maupun katalisator yang tujuannya adalah untuk memberi solusi dari permasalahan yang dihadapi pengrajin serta upaya untuk tetap konsisten dalam mengembangkan kerajinan Tenun Songket di Kota Payakumbuh.
ANALISIS PERILAKU PENGGUNA ZOOM MEETING DENGAN PENDEKATAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM) PADA KEGIATAN WEBINAR
Pattiwael, Jacob Frederik
Publisher :
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (74.808 KB)
|
DOI: 10.31955/mea.v5i1.823
Penggunaan aplikasi video conference di Indonesia selama masa physical distancing atau Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) semakin meningkat. Jenis teknologi layanan mobile pada taksonomi mobile communication services ini mengalami kenaikan unduhan dan proyeksi laju pertumbuhan majemuk secara global dan regional. Di Indonesia, aplikasi video conference direspon positif. Tercatat kenaikan unduhan pada lima platform per Maret 2020. Angka adopsi yang tinggi pada aplikasi video conference mengindikasikan minat yang tinggi dari masyarakat. Momentum ini lantas dimanfaatkan oleh organisasi atau entitas bisnis di Indonesia sebagai medium yang tepat untuk menyelenggarakan kegiatan produktif seperti diskusi berbagai ilmu dan pengetahuan sekaligus sebagai upaya memperkenalkan organisasi kembali sebagai imbas dari pelemahan ekonomi dalam segala sektor dampak pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Melalui website seminar (webinar) sebagai bagian dari strategi bauran komunikasi pemasaran terpadu (IMC). Oleh karena itu, penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor-faktor pada Technology Acceptance Model (TAM) yaitu perceived ease of use, perceived usefulness, attitude toward use, dan behavioral intention to use pada layanan zoom. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan sampel 55 responden. Metode analisis pada penelitian ini adalah Partial Least Square. Hasil dari penelitian ini adalah perceived ease of use berpengaruh positif terhadap perceived usefulness, perceived ease of use berpengaruh positif terhadap attitude toward use, perceived usefulness berpengaruh positif terhadap attitude toward use, perceived usefulness berpengaruh positif terhadap behavioral intention to use, attitude toward use berpengaruh positif terhadap behavioral intention to use, serta behavioral intention to use berpengaruh positif terhadap Actual Use penggunaan Zoom Meeting.
BEBERAPA PERMASALAHAN DALAM SYNDICATED LOAN AGREEMENT DAN SECURITY SHARING AGREEMENT
Asril, Juli
Publisher :
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (305.938 KB)
|
DOI: 10.31955/mea.v4i1.825
Terkait lembaga kredit ini, ada satu varian dari lembaga tersebut yaitu apa yang dinamakan kredit sindikasi. Permasalahan kredit sindikasi pada prinsipnya sama dengan permasalahan lembaga kredit pada umumnya, hanya saja variable kredit sindikasi lebih komprehensif dan kompleks dibandingkan dengan kredit pada umumnya. Dari kekomplekan variabel kredit sindikasi tersebut, kiranya akan muncul masalah-masalah krusial dikemudian hari jika hal itu tidak di-cover dengan lembaga hukum yang tangguh. Setidak-tidaknya ada tiga alasan yang bisa digunakan sebagai justifikasi dari proporsi yang terakhir. Pertama, kredit sindikasi akan melibatkan jumlah kredit dalam skala yang tidak sedikit.Kedua, kredit sindikasi sering dipakai dalam pola hubungan long-term. Ketiga, akan menyangkut subyek hukum yang tidak sedikit yang terlibat didalamnya.