cover
Contact Name
Chici Riansih
Contact Email
chichi.riansih@permataindonesia.ac.id
Phone
+6285345908685
Journal Mail Official
lppm@permataindonesia.ac.id
Editorial Address
Jl. Ringroad Utara No. 22 C, Gandok, Condongcatur, Depok, Sleman Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Permata Indonesia
ISSN : 20869185     EISSN : 2985976X     DOI : https://doi.org/10.59737/jpi
Core Subject : Health,
Jurnal Permata Indonesia : Jurnal Ilmiah kesehatan merupakan open access and peer-reviewed journal yang memuat artikel penelitian di bidang kesehatan (Kebidanan, Farmasi, Administrasi Rumah Sakit, Rekam Medis dan Informasi Kesehatan dan Teknologi Kesehatan). Jurnal Permata Indonesia : Jurnal Ilmiah Kesehatan diterbitkan oleh Poltekkes Permata Indonesia Yogyakarta dengan Frekuensi terbit dua kali dalam setahun (Mei dan November)
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Volume 11, Nomer 1, Mei 2020" : 6 Documents clear
PERANCANGAN USER INTERFACE SISTEM INFORMASI REKAM MEDIS DI BAGIAN PENDAFTARAN PASIEN RAWAT JALAN Rina Yulidaa
Jurnal Permata Indonesia Volume 11, Nomer 1, Mei 2020
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.172 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v11i1.71

Abstract

Pemanfaatan Teknologi Informasi menjadi salah satu infrastruktur yang penting dalampelayanan jasa kesehatan kepada pasien. Banyaknya permasalahan yang terjadi dilapangandalam pelayanan admnistrasi pendaftaran kususnya pendaftaran pasien rawat jalan contohnyaadalah masih bersifat manual, pencatatan rekam medik yang dilakukan dengan cara mencatatpada kartu rekam medik, sehingga terjadi human error, pencarian data rekam medik yangmemakan waktu lama dan pencatatan laporan penyakit yang terkadang kurang akurat. Selaindata medik pasien, penyakit seorang yang diderita oleh pasien sangatlah bermacam-macamdan obat yang diberikan kepada setiap pasien ada yang sama dan ada pula yang berbeda Daripermasalahan tersebut muncul suatu gagasan untuk merancang user interface sistem informasirekam medis di bagian pendaftaran, yang akan dapat membantu pasien melakukan pedaftaranpasien rawat jalan secara elektronik dan cepat dan meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit.
DAUN SUKUN (ARTOCARPUS ALTILIS) SEBAGAI OBAT GANGGUAN GINJAL PADA TIKUS WISTAR YANG DIBERI CISPLASTIN Edy Suprasetya
Jurnal Permata Indonesia Volume 11, Nomer 1, Mei 2020
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.646 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v11i1.74

Abstract

Daun sukun (Artocarpus altilis (Park.) Fsb.) merupakan tanaman yang secara empiris dapatdigunakan untuk mengobati gangguan ginjal. Penelitian dilakukan untuk mengetahui efeknefroprotektif ekstrak etanol daun sukun daun sukun pada tikus putih jantan galur wistar yangdiinduksi dengan cisplastin terhadap parameter fungsi ginjal seperti BUN, Ureum dan KreatininPenelitian ekperimental menggunakan tikus putih jantan galur wistar 20 ekor, berat badan 150-250 g.Kelompok normal (+) diberi CMC-Na P.O. Kelompok kontrol (-)induksi cisplastin 60 mg/M2 I.P.Kelompok dosis I, II, III dengan EEDS50 mg/kgBB,100mg/kgBB dan 200mg/kgBB P.O. Pemberian daun sukun pada ketiga kelompok dosis menunjukkan efek memperbaiki ginjal. Hasil uji Kruskall-Wallis didapat nilai p=0,009 (<0,05) BUN dan ureum, yang artinya terdapat perbedaan signifikan pemberian ekstrak daun sukun dalam penurunan kadar BUN dan ureum. Pada kreatinin nilai p=0,134 >0,05 yang artinya tidak terdapat perbedaan yang signifikan untuk kadar kreatinin.
Uji Stabilitas Sediaan Salep Ekstrak Bawang Putih Jarot Yogi Hernawan; Hari Kurniawan; Ayu Puji Lestari
Jurnal Permata Indonesia Volume 11, Nomer 1, Mei 2020
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.867 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v11i1.76

Abstract

Bawang Putih (Allium Sativum) merupakan tumbuhan yang banyak dibudidayakan olehmasyarakat. Bawang putih mengandung minyak atsiri, yang bersifat anti bakteri dan antiseptik. Sediaan salep yang baik memiliki komposisi basis dan zat aktif yang sebanding. Salahsatu alternative dalam upaya penanganan eksim yaitu dengan pemberian ekstrak dari tanamanherbal seperti bawang putih (Allium sativum) karena mengandung allicin, kalsium, belerang,protein, lemak, fosfor dan besi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui formula yang palingbaik dari salep ekstrak bawang putih (Allium sativum ) dengan bobot basis vaselin albumyang berbeda yaitu FI (10 g), FII (15 g), dan FIII (20 g) serta menguji stabilitas fisik salepekstrak bawang putih yang meliputi uji homogenitas, uji daya rekat, dan uji daya sebar.Penelitian ini termasuk dalam penelitian eksperimental. Formula dibuat dengan bobot basisvaselin album 10 g, 15 g, dan 20 g. Padasetiap formula dilakukan uji stabilitas fisik(homogenitas, daya rekat, dan daya sebar). Data yang diperoleh selanjutnya dianalisa secara statistika dengan one way anova. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan pada masing-masing formula. Salep FI homogen, memiliki daya rekat 4,17 detik, dan daya sebar 3,20 cm. Salep FII homogen, memiliki daya rekat 3,41 detik, dan daya sebar 3,30 cm. Salep FIIIhomogen, memiliki daya rekat 2,13 detik, dan daya sebar 3,43 cm. Kesimpulan penelitian iniberdasarkan hasil uji homogenitas, ketiga formula sudah memenuhi syarat homogenitas salepyang ditinjau secara visual (Bebas dari partikel-partikel yang masih menggumpal dan warnatercampur merata). Berdasarkan hasil uji daya rekat, dari ketiga formula hanya formula Iyang memenuhi syarat daya rekat salep yang baik dengan waktu 4,17 detik Karena syaratdaya rekat salep yang baik memiliki daya rekat yang tidak kurang dari 4 detik. Berdasarkanhasil uji daya sebar, ketiga formula tidak memenuhi syarat daya sebar salep karena memilikidiameter yang tidak sesuai dengan standar yang ditentukan yaitu 5-7 cm.
RESUME MEDIS DI TINJAU DARI STANDAR MIRM 15 DI RUMAH SAKIT QUEEN LATIFA Anas Rahmad Hidayat; Sugeng; Alexia Xandra
Jurnal Permata Indonesia Volume 11, Nomer 1, Mei 2020
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (854.165 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v11i1.79

Abstract

Latar Belakang : Resume medis merupakan ringkasan dari seluruh masa perawatan dan pengobatan selamapasien mendapatkan pelayanan di rumah sakit. Ketidaklengkapan berkasresume medis merupakan masalah yangsangat penting karena dapat berpengaruh terhadap proses pelayanan yang di lakukan oleh petugas medis danmempengaruhi kualitas dari mutu pelayanan suatu Rumah Sakit. Berdasarkan survey awal bahwa ditemukanbanyaknya data berkasresume medis yang banyak tidak terisi lengkap yaitu tanda tangan dokter dan pasien sertanama terang. Tujuan : Mengetahui resume medis di Rumah Sakit Queen Latifa di tinjau dari standar MIRM15.Metode : Peneliti ini menggunakan motede campuran dengan pendekatan sekuensial eksproratori di manapeneliti terlebih dahulu dengan analisis data kualitatif yaitu dengan wawancara petugas rekam medis, perawat,dan koordinator rekam medis kemudian membentuk dan selanjutnya dengan analisis data kualitatif terhadap 69lembar resume medis. Hasil : Isi lembar resume medis di Rumah Sakit Queen Latifa yaitu indikasi pasien masukdi rawat, diagnosis, komorbiditas, tindakan/prosedur/operasi, obat yang diberikan, kondisi pasien, instruksitindak lanjut, tanda tangan dokter dan pasien serta nama terang. Pengisian lembar resume medis sudah disesuaikan dengan standar MIRM 15. Kelengkapan penulisan lembar resume medis dengan lengkap sebanyak 28berkas dengan persentase kelengkapan mencapai ( 40,58%), dan yang tidak lengkap sebanyak 41 berkas denganpersentase kelengkapan mencapai (59,42%). Penyebab ketidaklengkapan pengisian lembar resume medisdikarenakan kesibukan dokter, pasien pulang secara APS. Upaya yang telah dilakukan dalam meningkatkankelengkapan pengisian resume medis yaitu dengan cara pengecekan dan pengembalian resume medis.Kesimpulan : Lembar resume medis di Rumah Sakit Queen Latifa sudah menggunakan Standar MIRM 15.Hasil persentase 40,58% yang “lengkap” sedangkan persentase 59,43% “tidak lengkap”. Penyebabketidaklengkapan penulisan lembar resume medis dikarenakan kesibukan dokter, pasien pulang atas permintaansendiri.
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA MISFILE BERKAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA POLDA DIY DENGAN MENGGUNAKAN DIAGRAM FISHBONE Ahmad Yani Noor; Miskul Chaerun Nissa; Harinto Nur Seha
Jurnal Permata Indonesia Volume 11, Nomer 1, Mei 2020
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.718 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v11i1.85

Abstract

Latar Belakang : Misfile merupakan berkas yang hilang, salah letak atau tidak ada di tempatseharusnya. Saat berkas mengalami misfile petugas diharuskan untuk mencari berkas hinggadapat ditemukan agar menjaga kesinambungan pelayanan yang akan diberikan karena rekammedis memuat semua pelayanan yang akan diberikan kepada pasien mulai dari pemeriksaanoleh perawat hingga diagnosis dan tindakan yang diberikan oleh dokter. Berdasarkan studipendahuluan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda DIY didapatkan adanya permasalahan yangdijumpai yaitu sering terjadinya misfile atau salah letak berkas rekam medis yangmengakibatkan semakin lamanya pelayanan yang akan diberikan terhadap pasien.Tujuan :Mengetahui faktor penyebab terjadinya misfile berkas rekam medis di bagian filling RumahSakit Bhayangkara Polda DIY dengan menggunakan diagram fishbone. Metode : Penelitianini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan dengan rancangan studikasus. Hasil Penelitian : Faktor penyebab misfile berkas rekam medis yang berpengaruh dariaspek man adalah tingkat pendidikan, tidak ada pembagian kerja disetiap unit kerja rekammedis, beban kerja petugas yang tinggi, hingga kurang ketelitian petugas dalam pengambilanberkas, aspek machine seperti penggunaan tracer yang tidak optimal dan penataan berkas dirak filling yang tidak rapi, aspek bahan yang map berkas rekam medis tidak menggunakankode warna. Faktor yang tidak menyebabkan misfile adalah berdasarkan aspek keuangan danaspek metode karena sistem penyimpanan yang menggunakan sentralisasi dan penjajaranyang sudah menggunakan Terminal Digit Filling (TDF), adanya SOP penyimpanan danpengambilan berkas rekam medis.
Hubungan Tingkat Pendidikan dengan Kejadian Keputihan (Flour Albus) Menurut Data Pemeriksaan IVA Keliling di Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Daerah istimewa Yogyakarta Chici Riansih; J Nugrahaningtyas W Utami1
Jurnal Permata Indonesia Volume 11, Nomer 1, Mei 2020
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (763.395 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v11i1.86

Abstract

Latar Belakang: Keputihan merupakan salah satu gangguan klinis yang sering dikeluhkan oleh semua wanita.Salah satu gangguan klinis dari infeksi atau keadaan abnormal alat keputihan (leukorrhea/flour albus). Keputihandapar bersifat fisiologis (normal) dan patologis (abnormal). Di Indonesia sekitar 90% wanita berpotensimengalami keputihan karena negara Indonesia adalah daerah beriklim tropis, sehingga jamur mudah berkembangyang mengakibatkan banyaknya kasus keputihan. Tujuan penelitian : mengetahui apakah adanya hubungantingkat pendidikan dengan kejadian keputihan atau flour albus menurut data pemeriksaan IVA di PerkumpulanKeluarga Berencana Indonesia (PKBI) DI Yogyakarta. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitiananalitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakantotal sampling. Besar sampel dalam penelitian ini yaitu data yang diambil dari pemeriksaan bulan Januari-Marettahun 2019 di PKBI DIY berjumlah 92 orang. Analisis data dilakukan dengan uji Chi Square dengan tingkatkepercayaan 95%. Hasil Penelitian: Responden yang melakukan pemeriksaan menurut data PKBI DIY sebagianbesar mengalami keputihan pada tingkat pendidikan SMP yaitu sebesar 51 orang (85,0%). Hasil penelitianmenunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan kejadian keputihan PValue (0,003) (P<0.05). Kesimpulan : Ada hubungan tingkat pendidikan dengan kejadian keputihan (FlourAlbus) menurut data pemeriksaan IVA Keliling di Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) DaerahIstimewa Yogyakarta.

Page 1 of 1 | Total Record : 6