cover
Contact Name
Chici Riansih
Contact Email
chichi.riansih@permataindonesia.ac.id
Phone
+6285345908685
Journal Mail Official
lppm@permataindonesia.ac.id
Editorial Address
Jl. Ringroad Utara No. 22 C, Gandok, Condongcatur, Depok, Sleman Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Permata Indonesia
ISSN : 20869185     EISSN : 2985976X     DOI : https://doi.org/10.59737/jpi
Core Subject : Health,
Jurnal Permata Indonesia : Jurnal Ilmiah kesehatan merupakan open access and peer-reviewed journal yang memuat artikel penelitian di bidang kesehatan (Kebidanan, Farmasi, Administrasi Rumah Sakit, Rekam Medis dan Informasi Kesehatan dan Teknologi Kesehatan). Jurnal Permata Indonesia : Jurnal Ilmiah Kesehatan diterbitkan oleh Poltekkes Permata Indonesia Yogyakarta dengan Frekuensi terbit dua kali dalam setahun (Mei dan November)
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Volume 8, Nomor 2, November 2018" : 7 Documents clear
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK BAWANG PUTIH ( Allium Sativum L) TERHADAP Staphylococcus aureus Ratih Purwanti; Edy Suprasetya; Ida Kurniawati
Jurnal Permata Indonesia Volume 8, Nomor 2, November 2018
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpi.v8i2.87

Abstract

Fenomena resistensi bakteri terhadap antibiotik saat ini menjadi masalahutama dalam dunia kefarmasian. Hal ini menyebabkan antibiotik menjadi kurang efektif dalampengobatan. Bawang putih (Allium sativum L) secara tradisional telah dikenal sejak lama sebagaiantibiotik dan banyak digunakan sebagai alternatif pengobatan alami dari beberapa penyakitkarena infeksi. Senyawa yang berperan sebagai antibakteri yang terkandung dalam bawangputih adalah allisin, alkaloid, saponin dan tanin. Bakteri Staphylococcus aureus merupakanbakteri gram positif penyebab penyakit seperti bisul, jerawat, pneumonia, meningitis danarthtritis.Tujuan : Mengetahui efektivitas ekstrak bawang putih sebagai antibakteri terhadapbakteri Staphylococcus aureus. Metode Penelitian : Penelitian Eksperimental dengan desainPost Only Control. Bawang putih (Allium sativum L) diekstrak dengan metode maserasi denganpelarut etanol. Ekstrak etanol bawang putih dibuat dengan variasi konsentrasi 25%, 50%, 75%dan 100%. Akuadest digunakan sebagai kontrol. Kemudian diamati daya hambatnya terhadapbakteri Staphylococcus aureus dengan metode difusi cakram. Hasil : Pada konsentrasi 25%, zonahambat bakteri yang dihasilkan sebesar 0,826 cm, konsentrasi 50% sebesar 0,836 cm,konsentrasi 75% sebesar 0,896 cm, dan konsentrasi 100% adalah 1,028 cm.Kesimpulan : Hasilpenelitian menunjukkan bahwa ekstrak bawang putih mempunyai aktivitas anti bakteriterhadap S. Aureus. Semakin besar konsentrasi ekstrak, aktivitasnya juga semakin besar.
GAMBARAN BUDAYA KESELAMATAN PASIEN DI KLINIK PRATAMA BHARA MEDIKA KABUPATEN PURWOREJO JAWA TENGAH Susanto; M. Juang Saputra
Jurnal Permata Indonesia Volume 8, Nomor 2, November 2018
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpi.v8i2.92

Abstract

Keselamatan pasien saat ini menjadi perhatian utama dalam berbagai pelayanan kesehatan.Setiap langkah dalam proses pemberian pelayanan pada tingkatan fasilitas kesehatan apapunmengandung resiko akan terjadinya kecelakaan atau kejadian yang tidak diinginkan. Telahbanyak penelitian dilakukan terkait masalah keselamatan pasien di seluruh penjuru dunia.Namun sebagian besar besar masih berfokus pada penelitian keselamatan pasien dalam wilayahpelayanan kesehatan di rumah sakit, begitupun program dan kebijakan yang di keluarkan padasuatu negara. Sedangkan penelitian terkait keselamatan pasien yang berfokus pada pelayanankesehatan primer masih sangat sedikit. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran budayakeselamatan pasien sebelum menghadapi akreditasi di klinik pratama Bhara Medika Purworejo.Metode: Penelitian kuantitatif, cross sectional. Data diperoleh dari kuesioner versi medical officedan dianalisis secara deskriptif menggunakan software workbook Medical Office Survey ExcelTool versi 5.4 yang juga dikeluarkan oleh Agency for Healthcare Research and Quality (AHRQ).Hasil: Dari 15 responden yang penelitian ini, berasal dari semua sektor organisasi pelayananklinik (medis, paramedis, staf administratif, manajerial, non-medis). Masa kerja terbanyak(47%) responden adalah di antara satu hingga kurang dari tiga tahun. Dan waktu kerja dalamseminggu sebanyak 73% masih di bawah 41 jam. Dari 12 dimensi budaya keselamatan pasien,dimensi kerja sama tim dan pelayanan pasien yang berkelanjutan mendapatkan respon positifyang tertinggi (97%). Dan hanya dimensi pembelajaran berorganisasi yang mendapat responpositif paling sedikit (64%). Hasil yang didapatkan dari responden juga tidak berbeda jauhdengan database yang dikeluarkan oleh AHRQ dari 2.437 kantor medis pada tahun 2017.Kesimpulan: Hampir seluruh dimensi patient safety culture di klinik Bhara Medika termasukmendapat respon positif di atas 50%. Dan Dimensi pembelajaran tekanan dalam bekerja danritme pekerjaan, dan juga dimensi proses kerja dan standardisasi masih harus menjadiperhatian bagi klinik Bhara Medika karena mendapatkan respon positif terendah.
ANALISA STRATEGI DAN DAMPAK STRATEGI MANAJEMEN RUMAH SAKIT AKIBAT SELISIH UNIT COST TINDAKAN SECTIO CAESARIA DENGAN TARIF INA CBGs DI RSKIA. X. Wahyu Joko Pamungkas
Jurnal Permata Indonesia Volume 8, Nomor 2, November 2018
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpi.v8i2.95

Abstract

Dalam implementasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah diatur pola pembayarankepada fasilitas kesehatan tingkat lanjutan adalah dengan INA-CBG’s sesuai dengan PeraturanPresiden Nomor 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan. Tarif dari penetapan pemerintahini, pada beberapa jenis pelayanan nilainya tidak sesuai dengan unit cost pelayanan yang adadirumah sakit. Salah satunnya adalah pelayanan Sectio Caesarea. Melakukan Analisa terhadapstrategi manajemen rumah sakit dalam menghadapi permasalahan selisih unit cost tindakansectio caesaria dengan tarif INA CBG’s.dan melakukan analisa terhadap dampak yang timbulakibat strategi manajemen rumah sakit dalam menghadapi permasalahan selisih selisih unit costtindakan sectio caesaria dengan tarif INA CBG’s.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptifkualitatif dengan menggunakan pendekatan rasionalistik. Dengan fenomena yang ada dalampenelitian ini, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Metode deskriptifhanyalah memaparkan situasi atau peristiwa. Penelitian dengan metode ini tidak mencari ataumenjelaskan hubungan, tidak menguji hipotesis atau membuat prediksi. Dengan adanya selisihunit cost tindakan sectio caesaria dengan tarif INA CBG’s, Manajemen RSKIA.X melakukanlangkah-langkah dan strategi manajerial untuk mengatasi selisih nilai tersebut. Selama periodeobservasi 2013-2017 , RSKIA.X melakukan 4 Strategi Utama dan terjadi dampak utama, yaitu :Strategi Iur Biaya Total , terjadi dampak hukum berupa Surat Teguran Pertama dari BPJS,Strategi Penyesuaian Proporsi antara Biaya dan Tarif INA CBG’s Tanpa Iur Biaya terjadi dampakdefisit keuangan, keselamatan pasien terganggu, Stabilitas kepegawain turun, Strategi Iur BiayaTotal terjadi dampak hukum berupa Surat Teguran Kedua, Strategi Iur Biaya Terkendali terjadidampak defisit keuangan terkendali, Stabilitas kepegawain turun namun masih terkendali.Selisih unit cost tindakan sectio caesaria di RSKIA. X dengan tarif INA CBG’S membuatmanajemen rumah sakit harus membuat strategi untuk dapat mengatasi selisih negatif yangterjadi. Pada setiap strategi yang dilakukan oleh manajemen RSKIA. X mempunyai dampak danresiko yang bervariasi, dampak hukum, dampak medis, dampak resiko keselamatan pasien, dandampak finansial dll.
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN NANGKA (Artocarpus heterophyllus Lam.) SEBAGAI ANTIDIARE PADA MENCIT (Mus musculus) YANG DIINDUKSI DENGAN MINYAK JARAK (Oleum Ricini) Joko Santoso; Desi Fibri
Jurnal Permata Indonesia Volume 8, Nomor 2, November 2018
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (757.383 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v8i2.97

Abstract

Latar Belakang : Daun Nangka adalah tanaman yang berpotensi sebagai obattradisional antidiare. Golongan senyawa aktif yang teridentifikasi dalam daun nangkaantara lain flavonoid, saponin dan tanin. Senyawa tanin bersifat sebagai astringent,mekanisme tanin sebagai astringen adalah dengan menciutkan permukaan usus atau zatyang bersifat proteksi terhadap mukosa usus dan dapat menggumpalkan protein. Diaremerupakan penyakit yang memiliki prevalensi yang cukup tinggi di Indonesia. Tujuan :Penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah daun nangka memiliki efek antidiare.Serta mengetahui dosis yang efektif untuk menghentikan diare. Metode : Penelitian inimerupakan penelitian eksperimental. Penelitian eksperimental adalah penelitian yangdilakukan dengan pengamatan atau perlakuan. Penelitian ini menggunakan pendekatanpost only control group design. Variable bebas yang di gunakan pada penelitian ini adalahmencit jantan usia 2 – 3 bulan dengan berat badan 20 – 25 g. Variabel terikat yangdigunakan pada penelitian ini adalah konsistensi feses dan frekuensi diare.Pengumpulan data menggunakan pengamatan untuk melihat konsistensi feses danfrekuensi diare yang dihasilkan 15 menit. Hasil Penelitian : Dosis ekstrak daun nangka500mg/kgBB lebih efektif dalam mengatasi diare pada mencit jantan yang diinduksidengan minyak jarak (oleum ricini) dibandingan ekstrak daun nangka 250mg/kgBB danekstrak daun nangka 375mg/kgBB. Kesimpulan : Ekstrak daun nangka efektifdigunakan untuk antidiare pada kelompok III (ekstrak daun nangka 500mg/kg BB)
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG ANEMIA DENGAN KEPATUHAN IBU HAMIL DALAM MENGKONSUMSI TABLET FE DI KLINIK PRATAMA WIDURI Amalina Tri susilan; Klara Baba; Harpeni Siswatibudi
Jurnal Permata Indonesia Volume 8, Nomor 2, November 2018
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (763.395 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v8i2.103

Abstract

Latar Belakang : Ibu hamil dikatakan mengalami anemia jika kadar hemoglobin atau darahmerahnya kurang dari 10 gram%. Permasalahan pada ibu hamil yang berkaitan dengan anemiadan ketidakpatuhan ibu dalam mengkonsumsi tablet Fe salah satunya disebabkan karenakurangnya pengetahuan ibu hamil tentang anemia dan manfaat mengkonsumsi tablet Fe,sedangkan data yang didapatkan di Klinik Pratama Widuri 3 dari 4 ibu hamil yangberpengetahuan kurang dan tidak patuh mengkonsumsi tablet Fe.Tujuan : Mengetahuihubungan tingkat pengetahuan tentang anemia dengan kepatuhan ibu hamil dalammengkonsumsi tablet Fe.Metode : Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif denganmetode Observasonal Analitik dengan menggunakan rancangan penelitian Cross Sectional.Subyek dalam penelitian adalah seluruh ibu hamil yang memeriksakan diri di Klinik PratamaWiduri yang berjumlah 235 orang. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik purposivesampling, yaitu ibu hamil TM III yang berjumlah 34 orang. Variabel bebas adalah tingkatpengetahuan tentang anemia, sedangkan variabel terikat adalah kepatuhan mengkonsumsi Fe.Data didapat dengan menggunakan koesioner.Hasil : Hasil penelitian mengenai HubunganTingkat Pengetahuan Tentang Anemia Dengan Kepatuhan Ibu Hamil Dalam MengkonsumsiTablet Fe dari 34 responden Adalah yang berpengetahuan baik dan tidak patuh mengkonsumsitablet Fe adalah sebanyak 1 orang (2,94%) dan yang patuh sebanyak 13 orang (38,23%). Yangberpengetahuan cukup dan tidak patuh mengkonsumsi tablet Fe sebanyak 1 orag ( 2,94%) danyang patuh sebanyak 13 orang (38,23%), sedangkan yang berpengetahuan kurang dan tidakpatuh mengkonsumsi tablet Fe seabanyak 6 orang (17,64%) dan yang patuh 0 orang ( 0%) (pVallue 0,000) Kesimpulan : Ada hubungan antara tingkat pengetahuan tentang anemia dengankepatuhan ibu hamil dalammengkonsumsi tablet Fe
PELAKSANAAN KERAHASIAAN BERKAS REKAM MEDIS DI TINJAU DARI RUANG PENYIMPANAN RUMAH SAKIT UMUM BETHESDA LEMPUYANGWANGI YOGYAKARTA R. Haryo Nugroho
Jurnal Permata Indonesia Volume 8, Nomor 2, November 2018
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.983 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v8i2.105

Abstract

Latar Belakang : Kerahasiaan berkas rekam medis perlu dijaga oleh sarana pelayanankesehatan sebagai pemilik dari berkas rekam medis meskipun isi dari berkas tersebut milik daripasien. Cara untuk menjaga kerahasiaan berkas rekam medis tersebut adalah rumah sakit bisamenetapkan kebijakan-kebijakan yang terkait dengan kerahasiaan berkas rekam medis.Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di Rumah Sakit Umum BethesdaLempuyangwangi Yogyakarta telah memiliki kebijakan terkait pelaksanaan kerahasiaandokumen rekam medis di ruang penyimpanan. Namun pada pelaksanaanya terdapat ketidaksesuaian dengan kebijakan yang ada. Mengingat pentingnya menjaga kerahasiaan berkas rekammedis, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang “Pelaksanaan KerahasiaanBerkas Rekam Medis Ditinjau Dari Ruang Penyimpanan di Rumah Sakit Umum BethesdaLempuyangwangi Yogyakarta”. Tujuan : mengetahui pelaksanaan kerahasiaan berkas rekam ditinjau dari ruang penyimpanan di Rumah Sakit Umum Bethesda Lempuyangwangi Yogyakarta.Metode Penelitian : Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif denganpendekatan kualitatif, sedangkan rancangan penelitiannya case study. Hasil : Rumah SakitUmum Bethesda Lempuyangwangi Yogyakarta sudah memiliki kebijakan terkait kerahasiaanberkas rekam medis diruang penyimpanan. Namun dalam pelaksanaannya masih ada yangbelum sesuai dengan Kebijakan Rekam Medik. Kondisi sarana prasarana diruang penyimpanansudah sesuai dengan teori Rustiyanto (2011). Hambatan-hambatan dalam penerapan kebijakanadalah ruang penyimpanan masih terbuka, tidak adanya sekat pemisah antar ruangan,kurangnya informasi selain petugas untuk tidak memasuki ruang penyimpanan, SDM, tidakadanya evaluasi terhadap pelanggaran yang terkait kerahasiaan berkas rekam medis diruangpenyimpanan. Kesimpulan : Pelaksanaan kerahasiaan berkas rekam medis ditinjau dari ruangpenyimpanan masih belum maksimal, serta hambatan dalam penerapan kebijakan dilihat dariaspek machine, aspek method, aspek material, aspek man power, aspek measurement dan aspekmilieu/mother nature.
GAMBARAN PENGETAHUAN WANITA USIA 45-59 TAHUN TENTANG POSYANDU LANSIA DI DESA CANGKIRAN SEMARANG TAHUN 2018 Ajeng Novita Sari; Nawang Swastika Raras
Jurnal Permata Indonesia Volume 8, Nomor 2, November 2018
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.264 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v8i2.107

Abstract

Latar Belakang : Posyandu lansia sangat penting bagi masyarakat khususnya bagi lansia karenamerupakan suatu upaya untuk menyejahterakan lansia dengan cara deteksi dini penyakit agartetap sehat di usia tua serta terhindar dari resiko penyakit yang menyerang pada usia lanjut.Kurangnya pengetahuan wanita usia 45-59 tahun tentang posyandu lansia menyebabkankurangnya kepedulian terhadap kesehatannya, sehingga apabila terjadi permasalahan pada usialanjut mereka hanya menganggap bahwa itu adalah wajar karena sudah umum terjadi pada usialanjut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan wanita usia 45-59tahun tentang posyandu lansia di Desa Cangkiran Semarang. Metodelogi penelitian yangdigunakan adalah penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua wanita usia45-59 di Desa Cangkiran Semarang sebanyak 54 orang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 34responden yang diambil dengan teknik accidental sampling. Alat pengumpulan data yangdigunakan adalah kuesioner. Analisis data menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitiandidapatkan responden berpengetahuan baik sebanyak 12 responden (35,3%), Cukup sebanyak16 responden (47,1%) dan kurang sebanyak 6 responden(17,6%). Karakteristik responden diDesa Cangkiran Semarang berdasarkan umur mayoritas berumur 51-55 tahun sebanyak 25orang (73,5%), berdasarkan pendidikan mayoritas berpendidikan SMP sebanyak 17 orang(50,0%) dan berdasarkan pekerjaan mayoritas bekerja sebanyak 23 orang (67,6%).Kesimpulan pengetahuan wanita usia 45-59 tahun tentang posyandu lansia di Desa CangkiranSemarang mayoritas memiliki pengetahuan cukup yaitu sebanyak 16 responden (47,1%).

Page 1 of 1 | Total Record : 7