cover
Contact Name
Chici Riansih
Contact Email
chichi.riansih@permataindonesia.ac.id
Phone
+6285345908685
Journal Mail Official
lppm@permataindonesia.ac.id
Editorial Address
Jl. Ringroad Utara No. 22 C, Gandok, Condongcatur, Depok, Sleman Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Permata Indonesia
ISSN : 20869185     EISSN : 2985976X     DOI : https://doi.org/10.59737/jpi
Core Subject : Health,
Jurnal Permata Indonesia : Jurnal Ilmiah kesehatan merupakan open access and peer-reviewed journal yang memuat artikel penelitian di bidang kesehatan (Kebidanan, Farmasi, Administrasi Rumah Sakit, Rekam Medis dan Informasi Kesehatan dan Teknologi Kesehatan). Jurnal Permata Indonesia : Jurnal Ilmiah Kesehatan diterbitkan oleh Poltekkes Permata Indonesia Yogyakarta dengan Frekuensi terbit dua kali dalam setahun (Mei dan November)
Articles 181 Documents
EVALUASI PELAYANAN CUSTOMER SERVICE DALAM PENANGANAN KOMPLAIN PASIEN DI RUMAH SAKIT CONDONGCATUR Suprihatin, Wiwit; Siswatibudi, Harpeni; Yani Noor, Ahmad; Janis Rupita Sektriani, Aglita
Jurnal Permata Indonesia Vol 16 No 2 (2025): Volume 16 Nomor 2, November 2025
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpi.v16i2.375

Abstract

Di Rumah Sakit Condongcatur, pelayanan komplain pasien ditangani melalui 2 saluran yaitu melalui kompalin langsung ke Rumah Sakit dan komplain melalui website/online. Penanganan komplain yang tepat dapat menambah citra Rumah Sakit. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi petugas Customer Service dalam pelayanan penanganan komplain pasien di Rumah Sakit Condongcatur. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif studi kasus, subjek dalam penelitian ini adalah petugas Customer Service langsung, petugas Customer Service website/online, dan pasien/customer komplain. Variabel tunggal yaitu pelayanan penanganan komplain pasien di Rumah Sakit Condongcatur. Teknik pengumpulan data menggunakan metode Wawancara. Hasil penelitian ini menggunakan teori HEART. Dilihat dari hear out pada saat menangani komplain petugas Customer Service sudah baik. Dilihat dari Empathydalam penanganan komplain petugas sudah melakukan dengan cara memberikan solusi, maka dari itu menunjukan kepedulian petugas dalam menangani masalah tersebut. Dilihat dari Apologize langkah petugas dalam meredamkan pasien komplain dengan selalu memposisikan dibawah, dengan demikian pasien akan mudah dikendalikan. Dilihat dari Resolve petugas Customer Service melakukan penanganan komplain sesuai dengan prosedur atau SOP yang ada. Dilihat dari Thank you petugas selalu berterima kasih kepada pasien.
Profil Pengetahuan Mahasiswi Kebidanan tentang Pemeriksaan SADARI sebagai Upaya Deteksi Dini Kanker Payudara di Poltekkes Permata Indonesia Yogyakarta Tahun 2025 Ratnaningsih, Dwi; mone kaka, Yeniati; Tri Susilani, Amalina; Restu Yuliasri, Tita; Setyaningsih Sunardi, Kartika
Jurnal Permata Indonesia Vol 16 No 2 (2025): Volume 16 Nomor 2, November 2025
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpi.v16i2.376

Abstract

Kanker payudara merupakan kanker dengan prevalensi tinggi pada perempuan, yang dapat dicegah melalui deteksi dini menggunakan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil tingkat pengetahuan mahasiswi kebidanan mengenai SADARI di Poltekkes Permata Indonesia Yogyakarta Tahun 2025. Desain penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan survei. Jumlah sampel sebanyak 39 mahasiswi yang dipilih menggunakan total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori baik yaitu 24 mahasiswi (61,5%), pengetahuan cukup 12 mahasiswi (30,7%), dan pengetahuan kurang 3 mahasiswi (7,6%). Hasil ini menunjukkan bahwa mahasiswi Kebidanan telah memiliki pemahaman yang baik mengenai SADARI, meskipun sebagian responden masih membutuhkan peningkatan pengetahuan melalui edukasi terarah.
ANALISIS ANTROPOMETRI PADA SARANA KERJA TEMPAT PENDAFTARAN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT NUR HIDAYAH BANTUL Cahyani, Faticha Dwi; Nugroho, R. Haryo; Siswatibudi, Harpeni; Hidayat, Anas Rahmad; Joko Pamungkas, Wahyu
Jurnal Permata Indonesia Vol 16 No 2 (2025): Volume 16 Nomor 2, November 2025
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpi.v16i2.377

Abstract

Ketidaksesuaian antropometri sarana kerja dapat menimbulkan gangguan muskuloskeletal dan menurunkan efisiensi kerja petugas pendaftaran. Mengetahui kesesuaian antropometri sarana kerja (kursi, meja, layar monitor) dengan standar ergonomi pada petugas pendaftaran rawat jalan di RS Nur Hidayah Bantul. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, dengan teknik pengambilan data melalui observasi. Jenis data berupa data kuantitatif yang merupakan hasil pengukuran antropometri, kursi kerja, meja kerja, dan layar monitor. Sebagian besar sarana kerja (kursi dan meja) di lokasi penelitian belum ergonomis menurut Permenkes No.48/2016,sedangkan layar monitor sesuai standar. Rekomendasi: penyesuaian dimensi sarana dan evaluasi berkala untuk mencegah keluhan muskuloskeletal. antropometri, ergonomi, pendaftaran rawat jalan, Permenkes No.48/2016. Pengukuran sarana kerja petugas berdasarkan perbandingan antropometri petugas. Pengukuran dimensi tubuh tertinggi yaitu dengan tinggi poplitea 42 cm, Panjang poplitea 42 cm, lebar pinggul 52 cm, tinggi bahu duduk 71 cm, lebar bahu 50 cm, tinggi siku duduk 77 cm, Panjang rentang tangan 170 cm, jangkauan tangan ke depan 78 cm, untuk jarak petugas ke layar monitor 68 cm. Hasil pengukuran kursi kerja dan meja kerja belum ergonomis, sedangkan untuk layar monitor sudah ergonomis
THE LEVEL OF KNOWLEDGE AMONG MOBILE JKN APPLICATION USERS AT PANEMBAHAN SENOPATI REGIONAL GENERAL HOSPITAL Mawar Tri Lestari; Ahmad Yani Noor; Kartika Setyaningsih Sunardi; Harpeni siswatibudi
Jurnal Permata Indonesia Vol 17 No 1 (2026): Volume 17 Nomor 1, Mei 2026
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpi.v17i1.281

Abstract

Aplikasi Mobile JKN yang dikembangkan oleh BPJS Kesehatan bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pelayanan kesehatan melalui kemudahan akses informasi dan administrasi secara digital. Namun, tingkat pemanfaatannya masih rendah, termasuk di RSUD Panembahan Senopati yang baru mencapai 10,2% dari target 20% yang ditetapkan BPJS Kesehatan. Rendahnya penggunaan ini salah satunya disebabkan oleh kurangnya pengetahuan pengguna mengenai cara penggunaan aplikasi dan pemahaman terhadap fitur-fiturnya, sehingga potensi aplikasi untuk mempercepat layanan dan mengurangi antrean belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan pengguna aplikasi Mobile JKN di RSUD Panembahan Senopati meliputi identifikasi kemampuan pengguna dalam meningat fitur dan fungsi aplikasi. Karakteristik responden berdasarkan umur, jenis kelamin, dan pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan variabel tunggal, yaitu gambaran tingkat pengetahuan pengguna aplikasi Mobile JKN di RSUD Panembahan Senopati dengan jumlah responden 152. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukan tingkat pengetahuan pengguna aplikasi Mobile JKN di RSUD Panembahan Senopati mayoritas berada dalam kategori cukup yaitu sebesar 63,8%, kategori baik sebesar 29,6%, dan kategori kurang yaitu 6,6%. Tingkat pengetahuan pengguna Aplikasi Mobile JKN di RSUD. Sebagian besar tingkat pengetahuan pengguna aplikasi mobile jkn di RSUD Panembahan Senopati masuk dalam kategori cukup. Kegiatan sosialisasi dan media informasi diharapkan dapat meningkatkan tingkat tingkat pengetahuan pengguna aplikasi mobile JKN.
Kesiapan Rekam Medis Elektronik dalam Menunjang Kodefikasi Penyakit dan Tindakan Medis (Studi Kasus Rumah Sakit Condong Catur Yogyakarta) Halimatus Sakdiah; Rina Yulida; Nofitriyani; Harinto Nur Seha
Jurnal Permata Indonesia Vol 17 No 1 (2026): Volume 17 Nomor 1, Mei 2026
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpi.v17i1.390

Abstract

Perkembangan teknologi informasi saat ini mendorong kemajuan sistem pengelolaan dan penyimpanan data di rumah sakit, salah satunya adalah penerapan Rekam Medis Elektronik dengan prinsip keamanan, kerahasiaan data dan informasi. Oleh karena itu, Permenkes No. 24 tahun 2022 mewajibkan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan untuk menggunakan Rekam Medis Elektronik. Salah satu kegiatan dalam penyelenggaraan rekam medis elektronik yaitu pelaksanaan pengkodean penyakit dan tindakan medis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan kodefikasi penyakit dan tindakan medis menggunakan rekam medis elektronik di Rumah Sakit Condong Catur Yogyakarta. Jenis Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 4 petugas rekam medis, 1 kepala unit rekam medis dan objek berupa SOP terkait pelaksanaan kodefikasi penyakit dan tindakan medis menggunakan rekam medis elektronik. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil Penelitian ini menunj ukkan bahwa di Rumah Sakit Condong Catur Yogyakarta belum terdapat kebijakan khusus pada pelaksanaan pengkodean secara elektronik, belum terdapat SOP pada pelaksanaan kodefikasi dan tindakan medis menggunakan rekam medis elektronik. Proses pelaksanaan pengkodean dilakukan oleh petugas rekam medis dan terdapat beberapa kode diagnosa yang diinput oleh dokter yang divalidasi oleh petugas rekam medis. Kendalanya yaitu terdapat diagnosa pasien yang belum terisi maupun belum lengkap serta terdapat beberapa kode yang pada Database ICD Online yang diinput oleh Programmer belum memiliki karakter ke 4. Belum memiliki kebijakan dan SOP (Standar Operasional Prosedur) terkait pelaksanaan kodefikasi penyakit dan tindakan medis menggunakan rekam medis elektronik. Proses pengkodean dilakukan oleh petugas rekam medis dan dokter yang divalidasi oleh petugas rekam medis. Kendalanya yaitu diagnosa pasien yang belum terisi maupun belum lengkap serta terdapat beberapa kode yang memiliki karakter ke 4 tidak terdapat pada database ICD Online yang diinput oleh Programmer.
ANALISIS PENERAPAN SISTEM INFORMASI DALAM MENDUKUNG PENGELOLAAN OBAT DI INSTALASI FARMASI RSU RAJAWALI CITRA BANTUL MENGGUNAKAN MODEL TASK TECHNOLOGY FIT Ricky Romadhon; Jason Merari Peranginangin; Jamilah Sarimanah
Jurnal Permata Indonesia Vol 17 No 1 (2026): Volume 17 Nomor 1, Mei 2026
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpi.v17i1.396

Abstract

Sistem Informasi Farmasi (SIF) merupakan komponen integral dari Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit yang berfungsi mendukung pengelolaan obat secara terintegrasi dan efisien. Namun dalam praktiknya, masih ditemukan sejumlah kendala, di antaranya ketidaksesuaian fitur sistem dengan kebutuhan tugas, kesalahan perhitungan stok saat beban akses tinggi, serta downtime jaringan yang menghambat validasi resep secara real-time. Penelitian ini bertujuan menganalisis sistem informasi farmasi dalam mendukung pengelolaan obat di Instalasi Farmasi RSU Rajawali Citra Bantul menggunakan model Task-Technology Fit (TTF). Pendekatan kualitatif deskriptif diterapkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi terhadap tenaga farmasi yang secara langsung menggunakan sistem informasi. Data dianalisis menggunakan metode Open Coding untuk mengidentifikasi karakteristik tugas, karakteristik teknologi, kesesuaian tugas-teknologi, tingkat pemanfaatan sistem, dan dampak kinerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SIF telah digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan pengelolaan obat mulai dari perencanaan hingga pelaporan, serta mampu meningkatkan efisiensi kerja, kecepatan pelayanan, dan ketepatan pengelolaan data. Kesesuaian antara tugas dan teknologi belum optimal karena masih terdapat proses manual, keterbatasan fitur, serta kendala teknis berupa error sistem, downtime, dan ketidakstabilan jaringan. Pemanfaatan sistem memberikan dampak positif terhadap kinerja tenaga farmasi, namun belum maksimal akibat adanya double entry sistem, keterbatasan sumber daya manusia, dan infrastruktur yang belum sepenuhnya mendukung. Pengembangan sistem yang lebih terintegrasi, peningkatan stabilitas, dan penguatan sumber daya manusia diperlukan agar SIF dapat mendukung pengelolaan obat secara lebih optimal dan berkelanjutan.
Kejadian Cutaneous Larva Migrans (CLM) dan Optimalisasi Promosi Kebersihan Lingkungan untuk Menekan Kejadian Tersebut di Klaten AMJ Radix Wikanto; Adi Prayitno
Jurnal Permata Indonesia Vol 17 No 1 (2026): Volume 17 Nomor 1, Mei 2026
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpi.v17i1.398

Abstract

Klaten adalah kota kecil yang terletak di antara dua kota besar (Yogyakarta dan Solo). Cutaneous Larva Migrans (CLM) adalah penyakit langka namun persisten, terutama di daerah pedesaan di mana respons imun rendah dan/atau kebersihan pribadi dan lingkungan buruk. Studi ini bertujuan untuk mengetahui kejadian Cutaneous Larva Migrans (CLM) dan Optimalisasi Promosi Kebersihan Lingkungan untuk Menekan Kejadian Tersebut di Klaten. Pengumpulan data dilakukan dari Januari 2024 hingga 11 Desember 2025. CLM didiagnosis secara klinis. Usia, kondisi luka, dan tempat tinggal dicatat. Lima kasus CLM ditemukan pada anak-anak dan pria Jawa yang tinggal di daerah pedesaan. Satu bayi (20%), dua anak (40%), dan dua lansia (40%). Seratus persen pasien memiliki luka terbuka, dengan ukuran rata-rata 2- 3 cm (1 pasien: 20%), 3-5 cm (2 pasien: 40%), 5-6 cm (1 pasien: 20%), dan 9-10 cm (1 pasien: 20%). Seratus persen pasien inggal di daerah pedesaan. Pasien diobati dengan albendazol topikal ditambah semprotan kloretril lokal, dan 100% mencapai hasil yang memuaskan setelah dua dosis. Tidak ditemukan orang dewasa yang teruji positif mengidap CLM (Cutaneous Larva Migrans). Seratus persen pasien memiliki luka terbuka. Seratus persen kasus terjadi di daerah pedesaan. Seratus persen pengobatan menggunakan albendazol topikal yang dilengkapi dengan semprotan kloretril topikal. Kebersihan lingkungan direkomendasikan.
UJI SIFAT FISIK SEDIAAN BODY SCRUB EKSTRAK BUNGA ROSELLA (Hibiscus sabdarriffa L) Wahyu Irfanudin; Ratih Purwanti; Hanita Christiandari
Jurnal Permata Indonesia Vol 17 No 1 (2026): Volume 17 Nomor 1, Mei 2026
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpi.v17i1.399

Abstract

Radikal bebas adalah molekul yang sifatnya sangat stabil dan sangat reaktif yang menyebabkan suatu kerusakan pada tubuh manusia. Radikal bebas yang berlebih disebabkan karena kurangnya asupan antioksidan dari luar tubuh. Penggunaan antioksidan efektif dapat mencegah kerusakan kulit akibat proses penuaan pada kulit. Antioksidan dapat menekan radikal bebas dan mampu mengurangi terjadinya oksidasi. Salah satu cara untuk mengurangi radikal bebas adalah dengan menggunakan berbahan kosmetik yang banyak mengandung antioksidan. Tujian penelitian ini untuk mengetahui sifat fisik yaitu organoleptis, homogenitas, pH, daya lekat, dan daya sebar pada sediaan body scrub ekstrak bunga rosella (Hibiscus sabdarriffa L). Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental. Sampel yang digunakan adalah ekstrak bunga rosella. Penelitian dilakukan di Laboratorium Farmasi Politeknik Permata Indonesia Yogyakarta pada bulan Maret-Mei 2023. Variabel bebas dari penelitian ini adalah ekstrak bunga rosella 2%, 4%, 6%. Variabel terikat pada penelitian ini adalah uji sifat fisik sediaan body scrub meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, dan daya lekat. Analisa data pada metode ini menggunakan mean dan One Way Anova. Hasil uji pada penelitian ini homogenitas keempat formulasi homogen. Berbentuk semi padat, berwarna coklat sampai dengan coklat ke abu-abuan dan beraroma sakura. Nilai pH pada F0 sebesar 6,49; F1 sebesar 6,21; F2 sebesar 6,12; F3 sebesar 5,93. Nilai daya lekat pada F0 sebesar 5,21; F1 sebesar 5,54; F2 sebesar 5,79, F3 sebesar 7,56. Nilai daya sebar pada F0 sebesar 6cm; F1 sebesar 5,61cm; F2 sebesar 5,4cm; F3 sebesar 5,16cm. Semua formula memiliki susunan organoleptis, homogenitas, pH, daya lekat, dan daya sebar yang memenuhi syarat. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Body scrub ekstrak bunga rosella (Hibiscus sabdarriffa L.) memiliki sifat fisik yang memenuhi syarat.
Perkembangan Terapi Berbasis Senyawa Alam Dalam Pengobatan Infeksi: Kajian Kimia Biologi Cut Novrita Rizki; Syakia Tursina; Ratih Purwanti
Jurnal Permata Indonesia Vol 17 No 1 (2026): Volume 17 Nomor 1, Mei 2026
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpi.v17i1.400

Abstract

Penyakit infeksi masih menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas di dunia. Peningkatan resistensi mikroorganisme terhadap antibiotik konvensional mendorong pengembangan terapi alternatif berbasis senyawa alam. Artikel ini bertujuan mengkaji perkembangan terapi berbasis senyawa alam dalam pengobatan infeksi dari perspektif kimia biologi. Metode yang digunakan berupa studi literatur terhadap artikel ilmiah dan buku terbitan tahun 2018–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa senyawa bioaktif seperti flavonoid, alkaloid, terpenoid, fenolik, minyak atsiri, dan peptida antimikroba memiliki aktivitas antimikroba melalui berbagai mekanisme, antara lain kerusakan membran sel mikroba, penghambatan sintesis protein, inhibisi pembentukan biofilm, serta modulasi quorum sensing. Perkembangan teknologi nanoenkapsulasi dan kombinasi senyawa alam dengan antibiotik modern turut meningkatkan efektivitas terapi dan menurunkan resistensi mikroba. Berdasarkan kajian kimia biologi, hubungan antara struktur kimia dan aktivitas biologis senyawa alam menjadi dasar penting dalam pengembangan kandidat obat antimikroba masa depan. Dengan demikian, terapi berbasis senyawa alam memiliki prospek besar sebagai alternatif pengobatan infeksi yang lebih aman dan efektif.
Evaluasi Pengetahuan Remaja Putri Mengenai Kebersihan Diri Saat Menstruasi dalam Mendukung Kesehatan Reproduksi Remaja” Dwi Ratnaningsih; Delsiana Novita Wongo; Amalina Tri Susilani; Tita Restu Yuliasri
Jurnal Permata Indonesia Vol 17 No 1 (2026): Volume 17 Nomor 1, Mei 2026
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpi.v17i1.402

Abstract

Menstruasi merupakan proses fisiologis normal yang dialami remaja putri sebagai tanda kematangan sistem reproduksi. Selama periode menstruasi, penerapan personal hygiene yang baik menjadi aspek penting dalam menjaga kesehatan reproduksi dan mencegah berbagai gangguan kesehatan, seperti infeksi saluran reproduksi dan keputihan patologis. Tingkat pengetahuan yang memadai mengenai kebersihan diri saat menstruasi diyakini berperan dalam membentuk perilaku kesehatan reproduksi yang positif pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat pengetahuan remaja putri mengenai kebersihan diri saat menstruasi dalam mendukung kesehatan reproduksi remaja. Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswi kelas VIII SMP Negeri 3 Mlati Kabupaten Sleman Yogyakarta yang telah mengalami menstruasi sebanyak 65 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sehingga seluruh populasi dijadikan responden penelitian. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur mengenai personal hygiene saat menstruasi dan dianalisis secara univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 14 tahun (67,7%). Sumber informasi utama mengenai personal hygiene menstruasi berasal dari orang tua atau saudara (35,4%), guru (29,2%), media sosial (26,2%), dan teman (9,2%). Tingkat pengetahuan responden menunjukkan bahwa 30 responden (46,2%) memiliki kategori pengetahuan baik, 27 responden (41,5%) kategori cukup, dan 8 responden (12,3%) kategori kurang. Sebagian besar remaja putri memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai kebersihan diri saat menstruasi.