cover
Contact Name
Chici Riansih
Contact Email
chichi.riansih@permataindonesia.ac.id
Phone
+6285345908685
Journal Mail Official
lppm@permataindonesia.ac.id
Editorial Address
Jl. Ringroad Utara No. 22 C, Gandok, Condongcatur, Depok, Sleman Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Permata Indonesia
ISSN : 20869185     EISSN : 2985976X     DOI : https://doi.org/10.59737/jpi
Core Subject : Health,
Jurnal Permata Indonesia : Jurnal Ilmiah kesehatan merupakan open access and peer-reviewed journal yang memuat artikel penelitian di bidang kesehatan (Kebidanan, Farmasi, Administrasi Rumah Sakit, Rekam Medis dan Informasi Kesehatan dan Teknologi Kesehatan). Jurnal Permata Indonesia : Jurnal Ilmiah Kesehatan diterbitkan oleh Poltekkes Permata Indonesia Yogyakarta dengan Frekuensi terbit dua kali dalam setahun (Mei dan November)
Articles 173 Documents
Review Autentikasi Informed Consent Prosedur Eksisi Tumor di Rumah Sakit DKT dr. Soetarto Yogyakarta Nur Seha, Harinto; Imelda Putri, Selvi; Ayu Andrianty, Athika; Yani Noor, Ahmad
Jurnal Permata Indonesia Vol 15 No 1 (2024): Volume 15, Nomor 1 Mei 2024
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpi.v15i1.303

Abstract

Pengisian lembar informed consent pasien neoplasma dengan tindakan exici tumor masih belum lengkap, padahal untuk menjaga mutu pelayanan rekam medis harus lengkap 100%. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan salah satu aspek analisis kuantitatif terhadap kelengkapan pengisian informed consent yaitu reviu autentikasi. Penelitian ini merupakanpenelitian deskriptif kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sensus/sampling total yaitu sebanyak 85 berkas rekam medis pada lembar informed consent di Rumah Sakit TK III 04.06.03 dr. Soetarto Yogyakarta. Reviu autentikasi dari 85 sampel didapatkan 48% pengisian informed consent tidak lengkap. Komponen yang paling banyak mendukung ketidaklengkapan terdapat pada penulisan nama saksi (33,6%) maupun jam dan tanggal persetujuan tindakan (7,3%). Hal ini dapat mempengaruhi aspek legalitas dari tindakan yang dilakukan oleh dokter sehingga perlu adanya peran aktif dari berbagai pihak yang saling terkait untuk mewujudkan angka kelengkapan catatan medis 100%. Tercapainya angka tersebut merupakan bentuk dari penerapan kebijakan standar pelayanan minimal rekam medis.
FAKTOR- FAKTOR PENYEBAB KELUHAN SUBYEKTIF KELELAHAN MATA (ASTENOPIA) PADA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT CONDONGCATUR SLEMAN Nadya Salsabila, Osa; Nugroho, Haryo; Ayu Andriyanti, Athika
Jurnal Permata Indonesia Vol 15 No 1 (2024): Volume 15, Nomor 1 Mei 2024
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpi.v15i1.304

Abstract

Latar Belakang: Kelelahan mata adalah kondisi dimana terjadinya kelelahan otot mata, akibat tegangan yang terus-menerus pada mata. Kondisi kerja sangat berperan terhadap gangguan kesehatan pekerja serta dapat mempengauhi secara langsung keselamatan dan kesehatan kerja, termasuk beban kerja dan waktu kerja yang lama ditambah lagi kurangnya istirahat mata. Di Rumah Sakit Condongcatur setiap pelaksanaan pelayanan rekam medis yang dilaksanakan sudah menggunakan sistem komputerisasi seperti pada kegiatan koding, indexing, dan pelaporan serta lama waktu petugas berada di depan komputer rata-rata enam sampai tujuh jam per harinya. Oleh karena itu, petugas rekam medis di Rumah Sakit Condongcatur Sleman sangat berpotensi mengalami kelelahan mata. Tujuan mengetahui faktor penyebab keluhan subyektif kelelahan mata terhadap pada petugas rekam medis. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, subjek dalam penelitian ini petugas rekam medis variabel penelitian yaitu faktor penyebab keluhan subyektif kelelahan mata di Rumah Sakit Condongcatur. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengguna komputer mengalami keluhan kelelahan mata <8 jam sebanyak 100%. Tidak sesuai jarak standar <60 cm sebanyak 60%, penerangan tidak sesuai standar di rumah sakit hanya 179 lux, masa kerja lamanya >3 tahun sebanyak 50 % dan tidak lama bekerja < 3 tahun sebanyak 50 %. Kesimpulan faktor faktor penyebab keluhan subyektif kelelahan mata pada petugas rekam medis terdapat 3 faktor, faktor internal meliputi jarak pada layar monitor, faktor pekerjaan meliputi durasi penggunaan komputer, masa kerja, dan istirahat mata, faktor lingkungan kerja meliputi penerangan.
ANALISIS KEBUTUHAN PEREKAM MEDIS BERDASARKAN BEBAN KERJA PADA UNIT REKAM MEDIS MENGGUNAKAN METODE FTE DI RUMAH SAKIT PANTI NUGROHO Putri Hapsari, Dini; Rahmad Hidayat, Anas; Nur Seha, Harinto
Jurnal Permata Indonesia Vol 15 No 2 (2024): Volume 15, Nomor 2, November 2024
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpi.v16i2.322

Abstract

Ketidaksesuaian antara jumlah kebutuhan petugas dengan jumlah petugas yang tersedia. Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala rekam medis yang dilakukan pada 13 Januari 2024 diketahui bahwa jumlah petugas rekam medis berjumlah 15 orang dengan waktu kerja 7 jam, namun dengan jumlah petugas yang ada, masih terdapat petugas yang sering kali bekerja melebihi jam kerja normal dan harus mengambil alih tugas tambahan, kepala rekam medis juga mengungkapkan bahwa adanya ketidakseimbangan antara beban kerja dengan jumlah petugas yang tersedia. Tujuan dari penelitian untuk menghitung jumlah kebutuhan tenaga kerja rekam medis yang dibutuhkan di unit rekam medis Rumah Sakit Panti Nugroho dengan metode FTE. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah petugas di unit rekam medis yang berjumlah dua orang dan objek dalam penelitian ini adalah jumlah kebutuhan perekam medis berdasarkan beban kerja. Berdasarkan perhitungan menggunakan metode FTE didapatkan hasil bahwa total kebutuhan tenaga kerja pada unit rekam medis di Rumah Sakit Panti Nugroho yaitu 18 orang petugas. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu total Kebutuhan SDM di unit rekam medis Rumah Sakit Panti Nugroho adalah 18 orang petugas, sedangkan di Rumah Sakit Panti Nugroho memiliki 15 orang petugas sehingga perlu ditambahkan 3 orang petugas.
EVALUASI SIFAT FISIK MINYAK RAMBUT DARI GEL LIDAH BUAYA (Aloe vera (L.) Burm f) DENGAN VARIASI KONSENTRASI EKSTRAK Yahya, Riski; Purwanti, Ratih; Tri Susilani, Amalina
Jurnal Permata Indonesia Vol 15 No 2 (2024): Volume 15, Nomor 2, November 2024
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpi.v16i2.324

Abstract

Lidah buaya (Aloe vera (L.) Burm f) dapat digunakan dalam hair styling terutama untuk rambut kriting dan rambut yang susah dirapikan. Gel lidah buaya mengandung vitamin A, vitamin B, dan asam amino untuk mengatasi ketombe dengan menurunkan tanda gejala. Pomade adalah produk kosmetika yang digunakan untuk rambut, sejenis minyak rambut yang terbuat dari bahan berminyak dan bahan lilin, digunakan untuk menata rambut. Penelitian ini bertujuan Mengetahui sifat fisik minyak rambut dari gel lidah buaya (Aloe vera (L.) Burm f) dengan variasi konsentrasi ekstrak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimental dengan menggunakan gel lidah buaya (Aloe vera (L.) Burm f) dengan variasi konsentrasi 0%, 5%, 7,5%, dan 10%. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah gel lidah buaya (Aloe vera (L.) Burm f), sementara variabel terikat adalah uji organoleptis, uji homogenitas, uji daya sebar, dan uji pH. Hasil penelitian menunjukan bahwa F0 dengan konsentrasi 0% berwarna putih kekuningan, memiliki tekstur setengah padat, beraroma vanila, homogen, pH rata-rata 6,50 ± 0,20, dan daya sebar rata-rata 5,00 ± 0,00. Hasil F1 dengan konsentrasi 5% berwarna putih kekuningan, memiliki tekstur setengah padat, beraroma vanila, homogen, pH rata-rata 6,50 ± 0,10, dan daya sebar rata-rata 5,16 ± 0,28. Hasil F2 dengan konsentrasi 7,5% berwarna putih kekuningan, memiliki tekstur setengah padat, beraroma vanila, homogen, pH ratarata 6,50 ± 0,00, dan daya sebar rata-rata 5,50 ± 0,50. Hasil F3 dengan konsentrasi 10% berwarna putih kekuningan, memiliki tekstur setengah padat, beraroma vanila, homogen, pH rata-rata 6,36 ± 0,15, dan daya sebar rata-rata 5,83 ± 0,28. Sediaan minyak rambut dengan konsentrasi gel lidah buaya (Aloe vera (L.) Burm f) 5% memiliki sifat fisik yang baik dan memenuhi syarat.
ANALISIS KANDUNGAN COLIFORM DAN Escherichia coli PADA SUMBER AIR MINUM SISWA KELAS 11 MADRASAH ALIYAH X YOGYAKARTA Ubaidillah; Fauzia, Naqiya
Jurnal Permata Indonesia Vol 15 No 2 (2024): Volume 15, Nomor 2, November 2024
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpi.v16i2.325

Abstract

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan (PERMENKES) No.492 Tahun 2010, air minum adalah air yang telah memenuhi standar kualitas tertentu sesuai dengan peraturan yang berlaku di Indonesia. Air minum harus dianggap aman, sehat, dan sesuai untuk dikonsumsi oleh manusia, serta digunakan dalam proses memasak dan keperluan rumah tangga lainnya tanpa membahayakan kesehatan. Peraturan ini mengatur parameter-parameter tertentu yang harus dipenuhi oleh air minum, seperti pH, kandungan bahan kimia, dan mikroorganisme tertentu, untuk memastikan keamanan dan kualitas air minum di Indonesia.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cemaran Coliform dan Escherichia coli pada sumber air minum siswa kelas 11 Madrasah Aliyah X Yogyakarta. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif laboratoris. Populasi penelitiannya adalah Air minum dan sampel penelitiannya sumber air minum yang dikonsumsi oleh siswa kelas 11. Pengujian sampel dilakukan di Laboratorium, data dianalisis menggunakan analisis secara kualitatif. Penelitian ini diharapkan dapat memperoleh gambaran mengenai jumlah angka MPN Coliform pada air minum yang dibawa, sehingga diharapkan dapat diketahui tingkat kualitas air minum tersebut. Hasil uji laboratorium dari hasil penelitian ini didapatkan 4 sampel positif Coliform yaitu sampel 1; 5; 6 dan 7 serta didapatkan 1 sampel positif Escherichia coli. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sumber air di Madrasah Aliyah X kondisinya ada yang terkontaminasi coliform. kontaminasi terjadi pada kran air yang kondisinya bocor yang memungkinkan terjadinya kontaminasi dari luar. Kontaminasi Escherichia coli hanya terdapat pada air minum yang dibawa oleh siswa, dimana sumber air minumnya tidak diambil dari sumber air di Madrasah Aliyah X.
HUBUNGAN PERSEPS PENDIDIKAN DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA PEREKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT WILAYAH JETIS BANTUL Rufaidah Zusnafisa, Ilfi; Nugroho P, R. Haryo; Setyaningsih Sunardi, Kartika
Jurnal Permata Indonesia Vol 15 No 2 (2024): Volume 15, Nomor 2, November 2024
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpi.v16i2.326

Abstract

Pendidikan merupakan bagian yang sangat penting untuk meningkatkan kinerja petugas dalam suatu instansi kesehatan. Dengan persepsi pendidikan yang baik maka akan menjadikan produktivitas kerja petugas menjadi lebih baik pula. Produktivitas kerja merupakan bagian yang sangat penting untuk keberhasilan suatu pekerjaan. Dalam suatu instansi kesehatan produktivitas merupakan salah satu komponen yang harus dimliki oleh suatu instansi apabila ingin mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan persepsi pendidikan dengan produktivitas kerja perekam medis di rumah sakit wilayah Jetis Bantul. Penelitian ini menggunakan metode penelitian analitik observasionel dengan pendekatan kuantitatif. Dilakukan dengan penyebaran kuesioner secara langsun kepada 26 responden petugas rekam medis. Variabel penelitian ini yaitu persepsi pendidikan dan produktivitas kerja perekam medis di rumah sakit wilayah Jetis Bantul. Hasil dari penelitian ini yaitu didapatkan hasil yang positif terhadap persepsi pendidikan karena nilai yang diperoleh > 60 dengan frekuensi 14 petugas (53,8%). Petugas rekam medis di rumah sakit wilayah Jetis Bantul memiliki produktivitas kerja yang cukup dengan persentase 69,2%. Hasil uji chi square pada variabel persepsi pendidikan dengan produktivitas kerja memilki hubungan yang positif dengan nilai signifikansinya 0,018. Kesimpulan pada penelitian ini adalah ada hubungan antara variabel persepsi pendidikan dengan produktivitas kerja petugas rekam medis di rumah sakit wilayah Jetis Bantul. Adapun hubungan yang positif menunjukkan bahwa semakin tinggi persepsi pendidikan maka semakin tinggi pula produktivitas kerja petugasnya.
FORMULA DAN EVALUASI KARAKTERISTIK FISIK BEDAK PADAT EKSTRAK BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) SEBAGAI KOSMETIK ALAMI UNTUK PEWARNA PIPI Suwandari, Meyta; Suprasetya, Edy; Christiandari , Hanita
Jurnal Permata Indonesia Vol 15 No 2 (2024): Volume 15, Nomor 2, November 2024
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpi.v16i2.327

Abstract

Buah naga merah mengandung banyak metabolit sekunder salah satunya adalah antosianin yang tinggi sehingga buah naga merah dapat dijadikan sebagai zat pewarna alami pada kosmetik. Antosianin merupakan golongan dari flavonoid dan dapat dimanfaatkan sebagai coloring agent pada produk blush on. Antosianin memiliki pigmen yang berwarna kuat dan larut dalam air, pigmen ini menghasilkan berbagai warna merah dan turunannya. Blush on diaplikasikan dengan tujuan memberi warna dan kesan hangat pada wajah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formula dan evaluasi karakteristik fisik bedak padat ekstrak buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) sebagai kosmetik alami untuk pewarna pipi dengan konsentrasi esktrak 0%, 20%, 25%, dan 30%.Metode penelitian yang digunakan adalah penambahan esktrak dengan banyak 4 (empat) kelompok konsentrasi ekstrak kemudian di lihat data karakteristik fisik bedak padat. Data uji yang diperoleh kemudian diolah dengan uji statistik untuk melihat perbedaan antar kelompok. Hasil penelitian yang diperoleh berdasarkan hasil uji kualitatif yang dilakukan yaitu uji organoleptis pada formula kontrol menghasilkan warna putih, Formula I warna pink pucat , Formula II pink muda, dan Formula III pink tua memiliki bau wangi dan bentuk padat. Dan pada hasil uji kuantitatif meliputi uji daya sebar, daya lekat, pH, waktu alir dan kompaktibilitas memiliki hasil yang memenuhi syarat sesuai standar kosmetika dan memiliki hasil yang berbeda antar kelompok uji. Kesimpulan Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) dapat diformulasikan dalam sediaan bedak padat.
PERSEPSI KEPUASAN PENGGUNA APLIKASI MOBILE JKN DI RSUD NYI AGENG SERANG KULON PROGO PERIODE MARET – APRIL 2024 Dyah Widowati, Ameylia; Yani Noor, Ahmad; Setyaningsih Sunardi, Kartika
Jurnal Permata Indonesia Vol 15 No 2 (2024): Volume 15, Nomor 2, November 2024
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpi.v16i2.329

Abstract

Aplikasi Mobile JKN dari BPJS Kesehatan telah revolusioner dalam mempermudah pendaftaran dan manajemen data peserta JKN-KIS sejak 2017. Aplikasi ini menghadapi tantangan seperti fungsionalitas yang belum optimal dan keluhan terkait antrean panjang dan kesulitan mendapatkan jadwal tindakan medis. Studi di RSUD Nyi Ageng Serang Kulon Progo menunjukkan bahwameskipun Mobile JKN digunakan, masih ada masalah seperti kesalahan pendaftaran dan kurangnya pemberitahuan tentang status poliklinik. Mengetahui persepsi kepuasan pengguna Mobile JKN di Rumah Sakit Umum Daerah Nyi Ageng Serang Kulon Progo periode Maret – April 2024. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pengguna aplikasi Mobile JKN. Responden terbanyak terdapat pada usia 20-44 tahun yaitu berjumlah 73%. Responden terbanyak terdapat pada jenis kelamin perempuan yaitu sejumlah 68%. Responden terbanyak terdapat pada pada pendidikan terakhir SMA/K yaitu sejumlah 59%. Persentase frekuensi persepsi terbesar puas sejumlah 86%. Sebagian besar pengguna Mobile JKN merasa puas dari pelayanan Mobile JKN. Beberapa hal yang dirasakan yaitu pada fitur aplikasi Mobile JKN berfungsi dengan baik, sangat bermanfaat bagi penggunanya, serta penggunaan Mobile JKN dirasa lebih menghemat waktu. Hal ini merupakan poin kepuasan tertinggi pada layanan Mobile JKN yang dirasakan oleh pengguna pada penelitian ini.
UJI SIFAT FISIK SEDIAAN LULUR (BODY SCRUB) BERAS KETAN PUTIH DAN PATI BENGKUANG (Pachyrhizus erosus Urb) SEBAGAI ANTIOKSIDAN ALAMI Yogi Hernawan , Jarot; Christiandari , Hanita; Retnolia, Fenika
Jurnal Permata Indonesia Vol 15 No 2 (2024): Volume 15, Nomor 2, November 2024
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpi.v16i2.330

Abstract

Lulur badan adalah sediaan kosmetik yang digunakan untuk membersihkan kulit dari kotoran yang menyebabkan sel kulit mati, sedangkan krim adalah bentuk sediaan setengah padat yang mengandung satu atau lebih bahan obat terlarut terdispersi dalam bahan dasar yang sesuai. Mengetahui uji sifat fisik sediaan lulur badan Beras Ketan Putih Dan Pati Bengkuang (Pachyrhizus erosus). Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental. Sampel yang digunakan adalah bengkuang. Penelitian dilakukan di Laboratorium Farmasetika dan Farmakognosi Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta pada bulan Maret-Mei 2023. Variabel bebas dari penelitian ini adalah pati bengkuang 10%, 15%, 20%. Adapun variabel terikatnya adalah uji sifat fisik sediaan lulur badan pati bengkuang yang meliputi organoleptis, daya sebar, daya lekat, dan homogenitas. Berdasarkan hasil penelitian organoleptis pada keempat formulasi yaitu formulasi 0 berwarna putih, formulasi 1 berwarna putih tulang, formulasi 2 berwarna cream, formulasi 3 berwarna kecoklatan. Tekstur dari formulasi 0, formulasi 1, formulasi 2, formulasi 3 semi padat. Rata-rata nilai daya sebar formulasi 0: 5,83 cm; formulasi 1: 6,11 cm; formulasi 2: 5,81 cm; formulasi 3:5,15 cm. Rata-rata nilai daya lekat formulasi 0: 4,13 detik; formulasi 1: 4,20 detik; formulasi 2: 4,49 detik; formulasi 3: 5,59 detik. Hasil homogenitas keempat formulasi adalah homogen. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sediaan lulur (body scrub) pati bengkuang memiliki sifat fisik organoleptis, daya sebar, daya lekat dan homogenitas yang baik dan memenuhi syarat uji lulur (body scrub) pati bengkuang.
PERANCANGAN APLIKASI DATA MINING MENGGUNAKAN ALGORITMA C4.5 UNTUK MENGENALI GEJALA PENYAKIT ISPA PADA BALITA Sunardi, Kartika Setyaningsih; Nofitriyani
Jurnal Permata Indonesia Vol 14 No 2 (2023): Volume 14, Nomor 2, November 2023
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpi.v14i2.251

Abstract

Kesehatan merupakan hal yang berharga bagi setiap manusia karena siapa saja dapat mengalami gangguan, tidak terkecuali seorang balita. Para orang tua yang kurang memahami kesehatan, mempercayakan masalah tersebut kepada tenaga kesehatan yang berkompeten. Namun terkadang para tenaga kesehatan mempunyai kelemahan di dalam jam kerja (praktek) yang terbatas dan banyaknya antrian untuk konsultasi, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan yang dirasa oleh pasien. Oleh karena itu para tenaga kesehatan membutuhkan sebuah pakar yang bisa membantu dalam mendiagnosa penyakit. Alat bantu yang dapat mendiagnosa penyakit tersebut dapat dirancang dengan menggunakan teknik berupa data mining. Permasalahan yang terjadi diselesaikan dengan cara mencari pola suatu penyakit berdasarkan data yang sudah ada, yaitu data subjektif seperti usia, demam, batuk, pilek dan frekuensi napas yang mampu memperkuat hasil pohon keputusan (decision tree) dengan teknik algoritma C4.5. Dengan diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi suatu diagnosa, maka memudahkan untuk klasifikasi pola keputusan suatu penyakit dengan lebih akurat.