cover
Contact Name
Chici Riansih
Contact Email
chichi.riansih@permataindonesia.ac.id
Phone
+6285345908685
Journal Mail Official
lppm@permataindonesia.ac.id
Editorial Address
Jl. Ringroad Utara No. 22 C, Gandok, Condongcatur, Depok, Sleman Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Permata Indonesia
ISSN : 20869185     EISSN : 2985976X     DOI : https://doi.org/10.59737/jpi
Core Subject : Health,
Jurnal Permata Indonesia : Jurnal Ilmiah kesehatan merupakan open access and peer-reviewed journal yang memuat artikel penelitian di bidang kesehatan (Kebidanan, Farmasi, Administrasi Rumah Sakit, Rekam Medis dan Informasi Kesehatan dan Teknologi Kesehatan). Jurnal Permata Indonesia : Jurnal Ilmiah Kesehatan diterbitkan oleh Poltekkes Permata Indonesia Yogyakarta dengan Frekuensi terbit dua kali dalam setahun (Mei dan November)
Articles 173 Documents
KEPUASAN KERJA PETUGAS REKAM MEDIS DALAM PERSPEKTIF KESEIMBANGAN BEBAN KERJA DAN DUKUNGAN MANAJERIAL DI RSUD SLEMAN Rahmad Hidayat, Anas; Siswatibudi, Harpeni; Setyaningsih Sunardi, Kartika; Artika Sari, Asti
Jurnal Permata Indonesia Vol 16 No 1 (2025): Volume 16, Nomor 1, Mei 2025
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpi.v17i1.349

Abstract

Latar Belakang: Kepuasan kerja merupakan sikap (tindakan-kognisi), perasaan senang (ungkapan-afeksi), atau kesenjangan (gab) antara apa yang telah diperoleh dengan yang diharapkan. Sikap senang yang ditunjukkan oleh seseorang dalam bekerja merupakan ekspresi karena apa yang menjadi tanggungjawabnya telah dijalankan dengan baik dan merasa puas atas hasil kerjanya. Sebaliknya apabila seseorang dalam bekerja tidak didukung oleh peralatan kerja yang memadai, lingkungan kerja yang tidak kondusif, dan rendahnya perhatian dari pimpinan, maka hal itu akan menimbulkan ketidakpuasan kerja. Tujuan: Mengetahui tingkat kepuasan kerja petugas rekam medis di Rumah Sakit Umum Daerah Sleman. Metode: Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Jumlah responden pada penelitian ini sebanyak 30 petugas rekam medis di Rumah Sakit Umum Daerah Sleman. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat. Instrumen penelitian ini menggunakan kuisioner yang dibagikan pada responden. Hasil: Kepuasan kerja petugas rekam medis di Rumah Sakit Umum Daerah Sleman sebagian besar dalam kategori cukup (80%). Adapun yang merasa puas dan tidak puas masing-masing (10%). Kesimpulan: Tingkat kepuasan kerja petugas rekam medis di Rumah Sakit Umum Daerah Sleman yaitu cukup puas dengan arti bahwa petugas merasa senang dengan pemberian gaji, promosi, supervisi, tunjangan tambahan, penghargaan, prosedur dan peraturan kerja, rekan kerja, pekerjaan itu sendiri, dan komunikasi.
TINGKAT PEMAHAMAN IBU TERHADAP EFEKTIFITAS DAN JAWDAL IMUNISASI DASAR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NGAGLIK II Ratnaningsih, Dwi; Tri Susilani, Amalina; Restuyuliasri, Tita; Ambarwati, Fitri
Jurnal Permata Indonesia Vol 16 No 1 (2025): Volume 16, Nomor 1, Mei 2025
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpi.v17i1.352

Abstract

Latar Belakang : Imunisasi dasar merupakan program kesehatan wajib yang ditujukan untuk bayi usia 0–12 bulan guna memberikan perlindungan terhadap Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I), seperti difteri, tetanus, pertusis, campak, dan lainnya. Meskipun efektif dalam menurunkan angka kematian, cakupan imunisasi global masih stagnan di angka 86%, dan Indonesia termasuk negara dengan jumlah anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap. Salah satu faktor yang memengaruhi keberhasilan program imunisasi adalah tingkat pengetahuan ibu.Tujuan Mengetahui Tingkat Pemahaman ibu terhadap efektifitas imunisasi dasar di wilayah kerja Puskesmas Ngaglik II. serta mengetahui Karakteristik Responden berdasarkan Usia, Pendidikan, dan Pekerjaan Metode Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode survey dengan jumlah 83 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 83 responden, sebagian besar responden memiliki tingkat pemahaman cukup sebanyak 66 responden (79,5%), kategori baik sebanyak 8 responden (9,7%), dan kategori kurang sebanyak 9 responden (10,8%). Kesimpulan Sebagian besar ibu balita di Puskesmas Ngaglik II memiliki tingkat pengetahuan cukup tentang imunisasi dasar (79,5%), sementara yang berpengetahuan baik hanya 9,7% dan kurang 10,8%.
ANALISIS TINJAUAN PRINSIP ARSITEKTUR BERKELANJUTAN RUMAH ADAT TONGKONAN PALLAWA SUKU TORAJA TERHADAP KESEHATAN DAN KESEJAHTERAAN Afdholi, Nurul Fikriyanti; Endartiwi, SS.
Jurnal Permata Indonesia Vol 16 No 1 (2025): Volume 16, Nomor 1, Mei 2025
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpi.v17i1.353

Abstract

Tongkonan Pallawa merupakan rumah adat suku Toraja yang mencoba bertahan hingga saat ini sebagai wujud kekayaan arsitektur tradisional Indonesia. Tongkonan berasal dari kata “tongkon” yang memiliki arti “duduk” diartikan sebagai tempat untuk duduk dan berkumpul bersama keluarga. Tongkonan Pallawa dibangun secara tradisional dengan memanfaatkan material alami menggunakan nilai-nilai kearifan lokal yang mampu beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Namun rumah tongkonan dengan material alami dan lokal dibeberapa tempat di Toraja sudah mulai ditinggalkan karena diklaim tidak tahan lama dan tidak sesuai dengan kebutuhan manusia modern, yang memunculkan kekhawatiran terkait keberlanjutan arsitektur ini. Penelitian ini bertujuan menganalisis prinsip-prinsip arsitektur berkelanjutan pada Tongkonan Pallawa suku Toraja. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi/studi literatur. Penelitian ini menunjukkan bahwa rumah Tongkonan Pallawa mencerminkan aspek arsitektur berkelanjutan menurut Iwamura, yang mencakup aspek Low Impact seperti hemat energi dan penggunaan material alami. Aspek High Contact tercermin dalam keharmonisan rumah dengan lingkungan sekitar. Sementara itu, aspek Health and Amenity salah satunya terkait struktur rumah yang memberikan perlindungan bagi penghuni, sehingga menciptakan hunian yang nyaman, aman, dan sehat. Tongkonan Pallawa merupakan bentuk arsitektur berkelanjutan yang tetap relevan hingga saat ini. Upaya pelestarian diperlukan untuk menjaga keberlanjutan Tongkonan di masa depan.
The THE INFLUENCE OF PERCEPTION EASE OF USE ON THE PROFESSIONAL ATTITUDE OF CAREGIVERS IN THE APPLICATION OF ELECTRONIC MEDICAL RECORD OUTPATIENT IN BETHESDA HOSPITAL LEMPUYANGWANGI, YOGYAKARTA Yulida, Rina; Cahyaningrum, Alyani; Nur Seha, Harinto
Jurnal Permata Indonesia Vol 15 No 1 (2024): Volume 15, Nomor 1 Mei 2024
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpi.v15i1.279

Abstract

Latar Belakang : Rekam Medis Elektronik (RME) adalah sebuah perangkat teknologi informasi untuk mengumpulkan, menyimpan, mengolah serta mengakses data rekam medis pasien di rumah sakit. Penerapan rekam medis elektronik ini dimaksudkan untuk mempermudah pelayanan kesehatan dan diharapkan memiliki efek yang positif pada perawatan dan tindakan yang diberikan kepada pasien. Berdasarkan studi pendahuluan yang telah dilakukan peneliti menggunakan metode TAM (Technology Acceptenance Model) untuk mengetahui keefektifan penerapan dan penerimaan sistem rekam medis elektronik berdasarkan persepsi kemudahan PPA (Profesional Pemberi Asuhan) terhadap sikap yang nantinya dapat mempengaruhi dalam penerimaan teknologi rekam medis elektronik khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan pasien. Tujuan : Mengetahui pengaruh persepsi kemudahan pengguna RME terhadap sikap perilaku pengguna RME di Rumah Sakit Lempuyangwangi Yogyakarta. Metode : Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif analitik. Desain penelitan yang digunakan adalah cross sectional. jumlah sampel yang akan diteliti adalah sebesar 71 PPA (Profesional Pemberi Asuhan). Penelitian ini di tetapkan dengan teknik pengambilan sampel Accidental Sampling. Variabel bebasnya adalah faktor kemudahan (Peceived ease of use). Variabel terikat adalah sikap pengguna dalam menggunakan RME (Rekam Medis Elektronik). Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Uji statistik menggunakan uji regesi linear sederhana dan distribusi frekuensi. Hasil : Sebanyak 59,2 % responden tergolong kategori cukup baik dalam persepsi kemudahan profesional pemberi asuhan terhadap penggunaan RME dan sebanyak 71,8% responden tergolong kategori cukup baik dalam sikap pengguna RME. Kesimpulan : Ada pengaruh persepsi kemudahan terhadap sikap profesional pemberi asuhan pada penerapan rekam medis elektronik rawat jalan di Rumah Sakit Bethesda Lempuyangwangi Yogyakarta.
AKTIVITAS ANTIINFLAMASI EKSTRAK ETANOL DAUN SEMANGGI AIR (Marsilea crenata) PADA MENCIT PUTIH (Mus musculus L.) DENGAN INDUKSI KARAGENIN Fatimah, Siti; Suprasetya, Edy; Yogi Hernawan, Jarot
Jurnal Permata Indonesia Vol 15 No 1 (2024): Volume 15, Nomor 1 Mei 2024
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpi.v15i1.289

Abstract

Inflammation is a complex biological response to stimulation that damages tissue with signs such as erythema (redness), dolor (heat), edema (swelling) and pain. Water clover (Marsilea crenata) has phytochemical compounds in the form of reducing sugars, steroids, carbohydrate content, and flavonoids as antioxidant agents. The aim of the research was to determine the anti-inflammatory activity of ethanol extract of water clover leaves (Marsilea crenata) as a natural antioxidant in white mice (Mus musculus L.) with carrageenin induction. The samples in this study were water clover leaves (Marsilea crenata) and were tested on white mice with different extract doses. The research was experimental using a completely randomized design (CRD) with different concentrations of extract doses and the movement of mice was observed. The stretching data was analyzed statistically using the one way ANOVA test with a confidence level of 95% (α=0.05) if there was significance, followed by the Tukey test to determine the differences between concentration treatments. The results showed that the percentage of anti-inflammatory protection from the negative control group was 61.14%, the 50 mg/kgBB dose group was 22.82%, the 100 mg/kgBB dose extract group was 37.14%, and the 200 mg/kgBB dose group was 70.15%. %. From these results it is known that the antioxidant activity of the ethanol extract of water clover (Marsilea crenata) with an extract dose of 200 mg/kgBW showed the best activity compared to other doses. Keyword : water clover, anti-inflammatory, percent protection
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN KADER KESEHATAN BERDASARKAN ANALISIS DATA PADA BALITA STUNTING MELALUI INOVASI PUDING DAUN KELOR DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING Riansih, Chichi; W Utami, Nugrahaningtyas; Yani Noor, Ahmad; Nur Seha, Harinto
Jurnal Permata Indonesia Vol 15 No 2 (2024): Volume 15, Nomor 2, November 2024
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpi.v16i2.294

Abstract

Background: Stunting in toddlers has an impact on child development. Empowering health cadres through stunting data analysis and nutritional innovations such as moringa pudding is important for stunting prevention. Objective: To assess the relationship between health cadres' knowledge of stunting data and the application of moringa pudding. Methods: Cross-sectional quantitative study on 50 cadres in Manisrenggo, Klaten. Data were collected by interview and questionnaire, analyzed using Chi-Square test. Results: 46% of cadres had good knowledge and 54% had fair knowledge. All cadres with good knowledge implemented moringa pudding. Chi-Square test results showed a significant association (p = 0.000). Conclusion: Cadre knowledge of stunting data is associated with the application of moringa leaf pudding in stunting prevention.
HUBUNGAN PERAN INOVASI DAN STRATEGIS MANAJEMEN TIM PENDAMPING KELUARGA (TPK) MENDUKUNG KESIAPAN MENURUNKAN ANGKA STUNTING DI YOGYAKARTA Riansih, Chici; Candra; W Utami, Nugrahaningtyas
Jurnal Permata Indonesia Vol 15 No 1 (2024): Volume 15, Nomor 1 Mei 2024
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpi.v15i1.299

Abstract

Latar Belakang : Stunting adalah gagal tumbuh dan berkembangnya anak 1000 hari dihitung dari bertemunya sel sperma dan sel telur sampai anak menginjak usia 2 tahun, anak tersebut dapat dibilang stunting apabila tidak mengalami perkembangan otak atau tinggi badan yang rendah. Tujuan: mengetahui peran inovasi dan strategis manajemen tim pendamping keluarga (TPK) mendukung kesiapan menurunkan angka stunting di Yogyakarta Metode: Desain penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah ibu kadet Tim Pendamping Keluarga (TPK) di wilayah Glondong Mlati, Sleman, Yogyakarta yaitu berjumlah 30 orang. Teknik sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah total sampling. Instrument penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi Square. Hasil : Berdasarkan hasil analisis bivariat pada penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dengan p-value 0.000 <0.05 antara peran kader tim pendamping keluarga dengan kejadian stunting. Kesimpulan : Anak yang mengalami stunting dapat diperbaiki apabila terjadi ketika anak berusia 2 tahun pertama, namun setelahnya stunting akan sulit untuk diatasi sehingga diperlukan kerjasama dalam pencegahan stunting. Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang terdiri dari Bidan, Kader PKK dan Kader KB bertugas mengawal keluarga berisiko terutama dalam hal pencegahan stunting.
STRATEGI PENINGKATAN AKREDITASI RUMAH SAKIT KHUSUS IBU DAN ANAK ARVITA BUNDA Ocha Trimulya, Sevi; Yani Noor, Ahmad; Siswatibudi, Harpeni; Setyaningsih Sunardi, Kartika; Restu Yuliasri, Tita
Jurnal Permata Indonesia Vol 15 No 1 (2024): Volume 15, Nomor 1 Mei 2024
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpi.v15i1.300

Abstract

Latar Belakang : Salah satu upaya dalam meningkatkan kualitas mutu pelayanan rumah sakit adalah dengan melakukan akreditasi rumah sakit. Peningkatan status akreditasi Rumah Sakit tidak lepas dari strategi-strategi yang telah diterapkan. RSKIA Arvita Bunda termasuk Rumah Sakit yang telah berhasil meningkatkan status akreditasinya menjadi tingkat Utama. Analisis SWOT merupakan metode yang dapat mengetahui strategi-srategi khususnya peningkatan akreditasi RSKIA Arvita Bunda. Tujuan : Mengetahui strategi peningkatan akreditasi RSKIA Arvita Bunda menggunakan analisis SWOT. Metode : Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subyek penelitian adalah 3 orang yaitu 1 staff Kesekretariatan, 1 Kepala Unit Humas Marketing, dan 1 Kepala Bidang Umum dan Keuangan RSKIA Arvita Bunda. Hasil : Strategi Peningkatan Akreditasi RSKIA Arvita Bunda antara lain Strategi SO (Strengths-Opportunities) yaitu meningkatkan kualitas pelayanan anak dan kandungan, menjalin kerjasama dengan rumah sakit dan pihak ketiga dalam pengelolaan limbah, optimalisasi pelayanan berlandaskan SOP yang tepat, serta penerapan SIMRS dan RME. Strategi ST (Strengths-Threats) yaitu memaksimalkan ketersediaan dokter spesialis untuk meningkatkan daya saing. Strategi WO (WeaknessesOpportunities) yaitu melakukan perbaikan fasilitas sarana prasarana rumah sakit, menambah fasilitas sarana prasarana, serta penyusunan deadline pengumpulan berkas akreditasi. Strategi WT (Weaknesses-Threats) yaitu meningkatkan promosi dengan membentuk bagian pemasaran yang berfokus pada sosial media. Kesimpulan : Strategi-strategi peningkatan akreditasi pada RSKIA Arvita Bunda sudah mencakup pemanfaatan antar aspek Strengths, Weaknesses, Opportunities, dan Threats.
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PENYAKIT ISPA NON PNEUMONIA DI PUSKESMAS PLAYEN 2 PERIODE JANUARI- DESEMBER 2022 Della Puspita, Seviona; Purwanti, Ratih; Riansih, Chici
Jurnal Permata Indonesia Vol 15 No 1 (2024): Volume 15, Nomor 1 Mei 2024
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpi.v15i1.301

Abstract

Antibiotik merupakan obat yang digunakan untuk mengatasi penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Penggunaan antibiotik yang berlebihan atau kurang tepat dapat menyebabkan dampak buruk bagi pasien yaitu resistensi atau kekebalan bakteri terhadap antibiotik. Pencegan tingginya resistensi menggunakan indikator POR Nasional yang menetapkan persentase penggunaan antibiotik dan memperhatikan kriteria rasional yang terdiri dari tepat indikasi, tepat pemilihan obat, tepat dosis, tepat lama pemakaian, tepat rute pemberian dan tepat kewaspadaan efek samping obat.Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui persentase penggunaan antibiotik, tepat indikasi, tepat pemilihan obat, tepat dosis, tepat lama pemakaian obat, tepat rute pemberian dan persentase tepat kewaspadaan efek samping pada penyakit ISPA Non Pneumonia. Penelitian ini menggunakan deskriptif retrospektif dengan pengumpulan data melalui resep dan data rekam medis diagnosa tunggal Sinusitis Akut, Tonsilitis Akut, Common Cold, dan ISPA Multiple Area Tak Tentu. Hasil penelitian untuk Persentase Anitbiotik (%AB) Common Cold 15% dan ISPA Multiple Area Tak Tentu 16%. Persentase tepat indikasi Sinusitis Akut 95%, Tonsilitis Akut 89%, Common Cold 85% dan ISPA Multiple Area Tak Tentu 84%. Persentase Tepat Pemilihan Obat Sinusitis Akut 97%, Tonsilitis Akut 94%, Common Cold 85%, dan ISPA Multiple Area Tak Tentu 84%. Persentase Tepat Dosis Sinusitis Akut 94%, Tonsilitis Akut 94%, Common Cold 85% dan ISPA Multiple Area Tak Tentu 84%. Persentase Tepat Lama Pemakaian Obat Sinusitis Akut 91%,Tonsilitis Akut 85%, Common Cold 85% dan ISPA Multiple Area Tak Tentu 84%. Persentase Tepat Rute Pemberian Obat Sinusitis Akut 100%, Tonsilitis Akut 100%, Common Cold 100%, dan ISPA Multiple Area Tak Tentu 100%. Persentase Tepat Kewaspadaan Efek Samping Obat pada Sinusitis Akut 100%, Tonsilitis Akut 100%, Common Cold 100% dan ISPA Multiple Area Tak Tentu 100%. Hasil ini menunjukkan bahwa persentase penggunaan antibiotik sesuai dengan PORNAS kurang dari 20% dan persentase 6 kriteria masih ditemukan penggunaan antibiotik yang kurang sesuai dengan acuan PORNAS.
FORMULASI SEDIAAN KAPSUL PENAMBAH NAFSU MAKAN EKSTRAK KUNYIT (Curcuma Domestica) Yogi Hernawan, Jarot; Christiandari, Hanita; Putri , Febliana
Jurnal Permata Indonesia Vol 15 No 1 (2024): Volume 15, Nomor 1 Mei 2024
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpi.v15i1.302

Abstract

Kapsul penambah nafsu makan sebagai salah satu cara mengatasi sulit makan anak. Tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai kapsul penambah nafsu makan adalah tanaman kunyit (Curcuma domestica). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil fisik formulasi sediaan kapsul penambah nafsu makan ekstrak kunyit (Curcuma domestica). Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental, dengan perbedaan konsentrasi ekstrak kunyit (Curcuma domestica) FI (30 %), FII(40 %), FII (50 %). Evaluasi fisik kapsul penambah nafsu makan yang dilakukan meliputi organoleptis, homogenitas, keseragaman bobot. Uji fisik kapsul penambah nafsu makan pada organoleptis menghasilkan FI warna kuning muda, FII kuning kecoklatan, FIII kuning tua, berbentuk serbuk, bau khas kunyit, dan rasa pahit. Hasil homogenitas pada FI, FII, FIII sediaan kapsul penambah nafsu makan tidak menujukan adanya partikel kasar pada sediaan. Hasil keseragaman bobot pada FI, FII, FIII sediaan kapsul penambah nafsu makan menujukan bahwa tidak ada 2 kapsul yang bobotnya menyimpang lebih dari 7,5 % dan tidak ada satupun yang bobotnya menyimpang lebih dari 15 % dari bobot rata-ratanya. Formulasi sediaan kapsul penambah nafsu makan dapat disimpulkan bahwa formulasi I, formulasi II, formulasi III dengan konsentrasi 30 %, 40 %, 50 % menghasilkan sediaan yang baik. Pada formulasi II memenuhi evaluasi fisik pada organoleptis berwarna kuning kecoklatan, homogenitas tidak adanya partikel kasar pada sediaan, keseragaman bobot.