cover
Contact Name
Mulyanto
Contact Email
widyaparwa@gmail.com
Phone
+6281243805661
Journal Mail Official
widyaparwa@gmail.com
Editorial Address
https://widyaparwa.kemdikbud.go.id/index.php/widyaparwa/about/editorialTeam
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Widyaparwa
Jurnal Widyaparwa memublikasi artikel hasil penelitian, juga gagasan ilmiah penelitian (prapenelitian) yang terkait dengan isu-isu di bidang kebahasaan dan kesastraan Indonesia dan daerah.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 41, No 2 (2013)" : 8 Documents clear
ANALISIS WACANA TERJEMAHAN AL QURAN SURAT AL-ALAQ: TINJAUAN ASPEK LEKSIKAL Jerniati Indra
Widyaparwa Vol 41, No 2 (2013)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2210.265 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v41i2.76

Abstract

Tulisan ini membahas mengenai wacana terjemahan Alquran SuratAl-Alaq yang dianalisis dengan teori kohesi leksikal. Kajian ini bertujuan mendeskripsikan keterbacaan wacaha terjemahan tersebut dan merealisasikannya dalam lima hal, yakni pengulangan sinonim, antonim, hiponim dan kolokasi. Kajian dilakukan dengan metode deskriptif, dengan teknik kajian pustaka. Realitas kajian menyatakan bahwa piranti kohesi leksikal telah memerankan fungsinya dengan bail sebagai pengutuh wacana. Ituberarti bahwa keterbacaan terjemahan surat Al-Alaq dapat dipaharni dengan baik oleh pembacanya. This writing discusses about discourse of translated Qur'an, surah Al-Alaq which is analyzed by using lexical cohesion theory. The research is aimed to describe readability of translation of discourse and realized in five things, those are repetition, synonym, antonym, hiponim, and collocation. The research is conducted using descriptive method with study literature technique. The reality study is lexical cohesion devices has functioned well as whole of discourse. It means that readability of translation of Surah Al-Alaq can be understood by readers.
METAPESAN DI BALIK PARODI IKLAN DJARUM 76 Edi Setiyanto
Widyaparwa Vol 41, No 2 (2013)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2977.226 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v41i2.71

Abstract

Kajian ini membahas iklan rokok Djarum 76. Iklan itu dipilih karena di samping menarik juga mengandung berbagai metapesan. Kajian bertujuan mendeskripsikan (a) macam topik yang digunakan dan (b) macam metapesan yang disiratkan. Kajian bersifat deskriptif interpretatif. Teori yang digunakan ialah teori ketaksejajaran dan teori prinsip kerja sama. Data yang digunakan berjumlah 11 iklan. Data diperoleh dengan metode simak, teknik unduh (download) yang dilanjutkan dengan transkripsi. Seluruh data diunduh dari Youtube. Berdasarkan analisis, diketahui bahwa iklan Djarum 76, di samping bertujuan membujuk, juga menyiratkan kritik. Kritik dapat ditujukan kepada masyarakat, lembaga kepemerintahan, atau umum. Kritik kepada masyarakat berkenaan dengan topik (a) tak mau tersaingi ("Jin Tertipu"), (b) salah paham ("Kawin dengan Bunga Desa" dan''Jangkrik"), (c) segala sesuatu ada batasnya ("Pingin Ganteng" dan "Jin Takut Istri"), dan (d) yang penting kumpul ("Terdampar"). Sindiran kepada pemerintah/lembaga kepemerintahan berkenaan dengan topik (a) korupsi ("Model Gayus" dan"Kontes Jin"), (b) arogansi ("Kuda Poni"), dan (c) salah paham ("Wakil Rakyat"). Sindiran kepada umum berkenaan dengan topik tak kenal puas ("Jin Matre"). The study discusses Djarum 76 cigarette advertisment. The advertisement is chosen because the advertisement is not only interesting but it also contains various meta-message. The study is aimed at describing (a) the topic type used and (b) type of implied meta-message. The study is interpretative descriptive. Theory employed is unequal theory and cooperative principle theory. The number of data used is 11 advertisements. The data gained by using watch method and download technique followed by transcription. The data is downloaded from Youtube. Based on analysis, it is found out thntbesidesDjarumT6 advertisement aims at persuading; it 'also implies critic. The critic can be directed to society, government institution, or public. Critic to society relates to topic of (a) do not want to be competed ("Jin Tertipu"), (b) misunderstanding (" Kawin dengan Bunga Desa" and "Jangkrik"), (c) everything has its limit ("Pingin Ganteng" and "Jin Takut lstri"), and (d) the important matter is togetherness ('Terdampar" ). Satire toward the goverment/government institution relating to the topic is (a) corruption ("Model Gayus" and "Kontes Jin"), (b) arrogance ("Kuda Poni"), and (c) misunderstand ("Wakil Rakyat"). Satire toward public relates to unsatisfied ("Jin Matre")
KONDISI POSMODERN DALAM NOVEL DURGA UMAYI Mashuri Mashuri
Widyaparwa Vol 41, No 2 (2013)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3668.89 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v41i2.77

Abstract

Penelitian ini berangkat dari masalah keposmoan novel Durga Umayi karya Y.B. Mangunwijaya. Oleh karena itu, digunakan teori dan pendekatan pascastukturalis untuk mengurai kondisi posmodern dalam karya yang terbit pada tahun 1991 itu. Kondisi posmodern dalam novel ditelisik dari straiegi 'bahasa' yang menjadi cara baca kalangan pascastrukturalis. Dengan metode pembacaan yang menitikberatkan pada ikhtiar mengaburkan dan membalik oposisi biner, serta strategi peniadaaan pusat (decentering) dapat dirunut maksud tersembunyi dari teks dan pembongkaran kesadaran kolektif yang selama ini menyusun sejarah, pengetahuan, dan mitos. The root of this study is the posmodernism issue in Y.B Mangunwijaya's novel Durga Umayi. Therefore, poststructuralist theory and approach is used to describe the postmodern condition in the work published in 1991. The novel's postmodern condition is investigated by using 'language' strategy being the poststructuralists' way of reading. By the reading method emphasizing on the efforts of obscuring and reversing the binary opposition, and the decentering strategy, the hidden intention of the text and the disclosure of collective awareness thus far constructing history, science, and mythology can be traced.
MINANGKABAU DALAM KABA CINDUA MATO Aimifrina Aimifrina
Widyaparwa Vol 41, No 2 (2013)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2765.221 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v41i2.72

Abstract

Kesusastraan Minangkabau yang terpenting adalah kaba. Kaba merupakan cerita rakyat Minangkabau yang berisi falsafah hidup berdasarkan kebiiaksanaan masyarakat Minangkabau dalam seluruh aspek kehidupannya. Untuk mengetahui falsafah hidup dan makna yang berada dibalik falsafah hidup tersebut dapat dilakukan dengan menganalisis Kaba Cindua Mato. Teori yang digunakan adalah teori struktural Levi-Strauss dengan metode deskriptif. Hasil pembahasan diperoleh bahwa terdapat relasi antartokoh dan kontradiksi tokoh pada kaba tersebut. Relasi antartokoh antara tokoh yang tinggal di daerah Luhak Tanah Datar dengan daerah Rantau Luhak Tanah Datar. Daerah Luhak, yaitu Dang Tuanku, Bundo Kanduang, dan Cindua Mato, sedangkan daerah rantau ialah Imbang Jayo, Rajo Mudo, dan Tiang Bungkuk. Kontradiksi terjadi antara Dang Tuanku dengan Imbang Jayo, Bundo Kanduang dengan Rajo Mudo, dan Cindua Mato dengan Tiang Bungkuk. Dari relasi intirtokoh dan kontradiksi dapat diketahui maknanya adalah (1) prosedur pelaksanaan hukum dan mendapat keadilan untuk semua warga adalah sama;(2) masalah diselesaikan dengan cara kekeluargaan dan musyawarah; (3) fitnah menimbulkan permusuhan, peperangan, dan pembunuhan; (4) kejujuran, kesetiaan, dan tanggung jawab dapat mengangkat martabat dan derajat seseorang, (5) kebenaran berita perlu diselidiki, baru menentukan sikap; (6) penguasa harus memberi contoh yang baik dan menjadi panutan bagi warganya. Most important thing in Minangkabau literature is kaba. Kaba is Minangkabau folktale that contains living philosophy based in Minangkabau society wisdom among its living aspects. To find out living philosophy and meaning behind it, this research is conducted to analyze Kaba Cindua Mato using structural theory by Levi-Strauss with descriptive method. The result shows that there is characters relationship and contradiction in kaba. The character relationship who live in Luhak Tanah Dotor and Rantau Luhak Tanah Datar. Character in Luhak are Dang Tuanku, Bundo Kanduang, and Cindua Mato, while in Rantau is Imbang Jayo, Bundo Kanduang with Rajo Mudo, Cindua Mato and Tiang Bungkuk. From the characters relationship and contradiction, it can be found meaning that (7) law execution procedure and rights in receiving justification for all people are equal; (2) problems could be done in friendship and discussion; (3) betrayal stimulate hostility, war, and homicide; (4) honesty, obey, and responsibility could raise someone dignity; .(5) news truth need to be investigated, then followed by attitude definition; (6) author has to give good example and is able to be model for his people.
PARAGRAF HORTATORI DALAM BAHASA JAWA: KAJIAN UNSUR-UNSUR PEMBENTUK DAN PENANDANYA Titik lndiyastini
Widyaparwa Vol 41, No 2 (2013)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3870.919 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v41i2.78

Abstract

Paragraf hortatori dalam bahasa Jawa merupakan salah satu jenis paragraf yang berisi nasihat. Paragraf ini, dalam wujudnya, merupakan sebuah struktur yang dibentuk oleh unsur-unsur yang berupa kalimat-kalimat, baik kalimat topik yang berisi gagasan pokok, maupun kalimat pengembang yang berupa kalimat penjelas dan kalimat penegas. Susunan unsur itu membentuk struktur yang bervariasi. Untuk menganalisis paragraf itu digunakan teori struktural dengan metode dan teknik menurut Sudaryanto (2004). Pada pembahasan ditemukan struktur paragraf hortatori yang terdiri atas kalimat topik- kalimat penjelas; kalimat topik- kalimat penjelas- kalimat penegasi transisikalimattopik-kalimatpenjelas; transisi-kalimat topik kalimat penjelas- kalimat penegas; kalimat penjelas- kalimat penegas- kalimat topik. Dilihat dari satuan-satuan lingual tertentu yang mengisi kalimat-kalimatnya dapat diketahui berbagai ciri paragraf hortatori. Hortatory paragraph in Javanese is one of paragraph types containing advice. This paragraph, in its manifestation, is a structure formed by sentence element, as well as topic sentence. The element composition makes various structures. To analyze the paragraph structural theory along with method and technique proposed by Sudaryanto (2004) are employed. The data analysis shows that the structure of hortatory paragraph which comprises of: topic sentence-explanation sentence; topic sentence-explanation sentence-confirmation sentence; transition-topic sentence-explanation sentence; transition-topic sentence-explanation sentence confirmation sentence; explanation sentence-confirmation sentence-topic sentence. Viewed from certain lingual units that fill their sentences, features of hortatory paragraph can be found out.
PEMBENTUKAN VERBA POTENSIAL DALAM KATIMAT BAHASA INDONESIA DAN BAHASA JEPANG (SUATU KAJIAN MORFOLOGIS) Ira Natasha Naomi Purba; Yuyu Yohana Risagarniwa; Puspa Mirani Kadir
Widyaparwa Vol 41, No 2 (2013)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2399.386 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v41i2.73

Abstract

Peningkatan minat pembelajar bahasa dari Indonesia terhadap bahasa Jepang berdampak pada semakin banyaknya penelitian yang dilakukan untuk memudahkan pemahaman tata bahasa Jepang dengan baik dan benar. Salah satu tema yang menarik untuk diteliti adalah ungkapan potensial atau dalam bahasa jepang disebut kanou hyougen. Ungkapan potensial ini merupakan bentuk kebahasaan yang menunjukkan makna kesanggupan atau potensi, biasanya ditunjukkan melalui verba potensial yang dibentuk baik secara morfologis maupun sintaktis. Penelitian ini akan membahas tentang pembentukan verba potensial secara morfologis pada bahasa Indonesia dan bahasa Jepang. Kajian untuk mencari persamaan dan perbedaannya. Hal ini dilakukan agar pembelajar bahasa Jepang di Indonesia semakin mudah memahami tata bahasa Jepang khususnya yang menyangkut tema kanou hyougen. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan struktural kontrastif. Dari penelitian ini diperoleh simpulan bahwa pembentukan verba potensial secara morfologis dalam bahasa Indonesia melibatkan proses afiksasi, sedangkan dalambahasa ]epang melibatkan proses konjugasi yangmengubah makna verba dasar menjadi verba turunan yang bermakna potensial. The increasing interest on Japanese language among learners in Indonesia brings impact on the increasing of Japanese language studies to facilitate the understanding of proper Japanese grammar. One of the interesting themes to study is the potential expression or in Japanese it is called as Kanou Hyougen. This potential expression is one form of language which shows ability or potential meaning, and it is commonly indicated by potential verb which is formed both morphologically and syntactically. This research will explore the morphologically forming of potential verbs in lndonesian and Japanese language then seek for their differences and similarities. This is done in order to ease the understanding of Japanese grammar especially in Kanou Hyougen theme. This study is carried out by using qualitative descriptive method and structural and constrastive theory. Conclusions obtained from this research show that the morphologically formation of potential verbs in lndonesian involves affixation process whereas in Japanese involves conjugation process that changes the meaning of the basic verb into a derivation verb which contains potential meaning.
IDEOLOGI CERITA SANG KANCIL DAN IMPLIKASINYA DALAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Umar Sidik
Widyaparwa Vol 41, No 2 (2013)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2911.989 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v41i2.75

Abstract

Tujuan penelitian ini mendiskripsikan ideology dan wahan pengasuhannya, yang terdapat dalam dongeng Sang Kancil. Selain itu, penelitian ini untuk mengungkap implikasi ideology Sang Kancil dalam pendidikan anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan pragmatik. Hasil dari analisis menunjukkan bahwa dongeng Sang Kancil menebarkan ideologi kelicikan (tipu muslihat). Ideologi itu diejawantahkan secara terbuka dan melekat pada tokohnya, yaitu Sang Kancil. Jika cerita ini diberikan kepada anak usia dini, sama artinya dengan proses merusak kepribadian anak menuju kedewasaannya. The aim of this research is to describe ideology and fostering mode in dongeng Sang Kancil. This research also reveals ideology implication of Sang Kancil in preschool education. Pragmatic approach is used in this research and the result shows that dongeng Sang Kancil teaches tricky ideology. The idology is manifested widely and attaches on Sang Kancil character. If the story is delivered to preschool students, it means contributing to damage children character development.
DINAMIKA PENGARANG NOVEL JAWA TAHUN 1960-1965: 2 ANY ASMARA Dhanu Priyo Probowo
Widyaparwa Vol 41, No 2 (2013)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2044.601 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v41i2.70

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkapkan dinamika pengarang novel Jawa Any Asmara sebagai penggerak tindakan, pemikiran dan representasi dunia kepengarangan Jawa tahun 1960-1965. Teori yang diterapkan adalah teori sosiologi Pierre Bordieu, habitus. Habitus adalah mindset seseorang yang disesuaikan dengan kondisi-kondisi tertentu yang dihadapinya. Pengetahuan individual memiliki kekuatan konstitutif (membangun yang esensial) dan bukan sekedar refleksi dari dunia nyata. Habitus selalu dinamis sesuai dengan waktu bagi individual atau dengan secara regeneratif. Disposisi (persepsi, pikiran, dan tindakan yang diperoleh dan bertahan lama) Any Asmara (habitus) selalu menyesuaikan dengan kondisi yang berkembang di dalam masyarakatnya dan persoalan yang dihadapi. Ia berhasil dan berani membangun ketenaran karena sikapnya tidak patuh dalam aturan-aturan yang berlaku pada zamannya. Any Asmara yang menjadi sumber penggerak tindakan, pemikiran, dan representasi kepengaran dunia sastra Jawa. This research aims to reveal dynamic of Javanese author, Any Asmar, as motor for action, thought, and Javanese authorship representation in 1960- 1965. This research is conducted using sociology theory of Pierre Bordieu, habitus. Habitus is mindset of someone that is suited to particular condition he faced. lndividual knowledge has constitutive power (building the essential) and not merely reflection ofre1l world. Habitus is dynamic in time accordance or regeneratively. Disposition (perception, thought, and obtained and endured actions) of Any Asmara (habitus is always appropriate to developing condition among society and his faced problems'. He was succeded and brave to build famous for his attitude in disobeying rules in his age' Any 'Asmara is source of action motor, thought, and authority representation in Javanese literature.

Page 1 of 1 | Total Record : 8