cover
Contact Name
Fida' Husain
Contact Email
fida.husain93@gmail.com
Phone
+6285728776473
Journal Mail Official
asjn@aiska-university.ac.id
Editorial Address
Jl. KH. Dewantara No.10 Kentingan, Jebres, Surakarta Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
ASJN (Aisyiyah Surakarta Journal of Nursing)
ISSN : -     EISSN : 27749096     DOI : https://doi.org/10.30787/asjn
Core Subject : Health,
ASJN (Aisyiyah Surakarta Journal of Nursing) is a national periodical journal that includes research articles in the field of nursing. ASJN (Aisyiyah Surakarta Journal of Nursing) is expected to be a medium for conveying applied results, findings, and scientific innovations in the field of nursing to nursing practitioners and academics. ASJN (Aisyiyah Surakarta Journal of Nursing) is published twice a year (July and December) by the Research Center (Pusat Penelitian dan Pengabdian Universitas Aisyiyah Surakarta). The editorial team invites observers in the field of nursing to share their ideas in order to improve self-professionalism and responsibility towards education and the work of the nation. This journal was published for the first time in 2020. ASJN (Aisyiyah Surakarta Journal of Nursing) is a peer-reviewed, open-access journal that focuses on the field of nursing. This focus includes related scopes: 1) Pediatric Nursing; 2) Maternity Nursing; 3) Medical and Surgical Nursing; 4) Emergency and Critical Care Nursing; 5) Management Nursing; 6) Community, Family, and Gerontic Nursing; and 7) Psychiatric Nursing
Articles 132 Documents
Effektivitas Early Exercise Terhadap Disfungsi Bahu dan Range Of Motion Pasien Post Radikal Mastektomi : Sistematik Review Zuniati; Prima Trisna Aji
ASJN (Aisyiyah Surakarta Journal of Nursing) Vol 7 No 1 (2026): JULI
Publisher : P3M Universitas Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/asjn.v7i1.2500

Abstract

Latar belakang: Mastektomi sering menyebabkan keterbatasan mobilitas lengan dan bahu, yang berisiko menimbulkan nyeri, fibrosis, dan disfungsi bahu pada pasien kanker payudara. Early exercise pascaoperasi direkomendasikan untuk mempercepat pemulihan rentang gerak dan mencegah komplikasi muskuloskeletal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas early exercise terhadap peningkatan range of motion bahu dan pencegahan disfungsi bahu pada pasien pasca modified radical mastectomy (MRM). Metode: Systematic review dilakukan dengan penelusuran literatur pada database PubMed, ScienceDirect, dan Semantic Scholar dengan pedoman PRISMA menggunakan kata kunci “early exercise in breast cancer or mastectomy for range of motion”. Kriteria inklusi meliputi studi randomized controlled trial berbahasa Inggris yang diterbitkan tahun 2021–2026, responden dewasa >18 tahun menjalani MRM primer tanpa rekonstruksi, tanpa gangguan mental dan gangguan berjalan.  Hasil: Tujuh studi menunjukkan bahwa early exercise yang terstruktur dan aman dapat meningkatkan kekuatan sendi, memperbaiki fungsi bahu, dan mengurangi atrofi otot. Intervensi ini efektif mencegah kekakuan, mengurangi nyeri, dan mempercepat pemulihan fungsional bahu pascaoperasi. Kesimpulan: Early exercise merupakan intervensi sederhana, aman, dan terbukti bermanfaat untuk meningkatkan range of motion serta mencegah disfungsi bahu pada pasien pasca MRM. Hasil ini dapat diintegrasikan ke dalam protokol discharge planning untuk meningkatkan kualitas hidup pasien kanker payudara pascaoperasi.
Hubungan Riwayat Imunisasi Dasar dan Stunting dengan Capaian Perkembangan Anak di Puskesmas Pujon Kabupaten Malang Dian Asih Ning Utami; Endah Sri Wulandari; Siti Rizki Amalia
ASJN (Aisyiyah Surakarta Journal of Nursing) Vol 7 No 1 (2026): JULI
Publisher : P3M Universitas Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/asjn.v7i1.2530

Abstract

Latar Belakang: Masa 1000 Hari Pertama Kehidupan merupakan periode emas yang menentukan perkembangan anak. Gangguan perkembangan pada periode ini dapat dipengaruhi stunting akibat masalah gizi kronis serta kerentanan terhadap infeksi akibat riwayat imunisasi dasar yang tidak lengkap. Puskesmas Pujon merupakan wilayah dengan kasus stunting tinggi di Kabupaten Malang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan riwayat imunisasi dasar dan status stunting dengan capaian perkembangan anak serta menentukan faktor dominan. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional dilaksanakan pada April 2026. Sampel berjumlah 94 anak usia 13–36 bulan yang dipilih menggunakan simple random sampling. Riwayat imunisasi diverifikasi melalui buku KIA, status stunting ditentukan berdasarkan indikator PB/U atau TB/U menggunakan Z-score, dan perkembangan anak dinilai menggunakan KPSP. Data dianalisis secara univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil: Sebanyak 72,3% anak memiliki imunisasi dasar lengkap, 75,5% berstatus gizi normal, 24,5% mengalami stunting, dan 30,9% memiliki perkembangan tidak sesuai. Uji bivariat menunjukkan hubungan signifikan antara riwayat imunisasi dasar (p=0,002) dan stunting (p<0,001) dengan perkembangan anak. Regresi logistik menunjukkan stunting sebagai faktor dominan (OR=4,2; p=0,001; 95%CI=1,78–9,85), diikuti riwayat imunisasi dasar (OR=2,8; p=0,012; 95%CI=1,25–6,32). Kesimpulan: Riwayat imunisasi dasar dan stunting berhubungan dengan capaian perkembangan anak, dengan stunting sebagai faktor dominan.