cover
Contact Name
Ratu Tsamarah Kusumaning Ayu
Contact Email
jurnalpengmas.stikescrb@gmail.com
Phone
+6281395646794
Journal Mail Official
jurnalpengmas.stikescrb@gmail.com
Editorial Address
Jalan Brigjen Dharsono No. 12B Kedawung, Kabupaten Cirebon 45153
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 29640504     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIRAH) is a community service journal under Lembaga Pengembangan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) of Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon. This journal is published as a forum for academics and practitioners to record and write their role in community service especially in healthcare field. The scope of this journal includes: Empowerment, Community Program Assistance, Community Service, and training that involves the community.
Articles 24 Documents
PENYULUHAN KANKER SERVIKS PADA WANITA USIA SUBUR DI PUSKESMAS PANGENAN KABUPATEN CIREBON Ika Choirin Nisa; Rif'atun Nisa; Ira Faridasari; Nuraeni Nuraeni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIRAH) Vol 1, No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.281 KB)

Abstract

AbstractCervical cancer is the fourth leading cause of death in women worldwide, with an estimated 570,000 new cases in 2018 or 6.6% of all cancers in women. Cervical cancer is a malignant tumor that affects the surface layer of the cervix called squamous epithelial cells. Malignant tumors that occur are caused by the multiplication of cells due to changing the nature of cells into abnormal cells. The nature of these malignant cells is that they can spread or metastasize to other parts of the body through blood and lymph vessels, thereby damaging tissue function. Health promotion is one of the primary preventions that can be done to prevent cervical cancer. Primary prevention prioritizes strengthening flexibility in prevention by preventing and reducing risk factors. Many methods can be used to increase health knowledge in WUS, for example through electronic media and print media. The purpose of this community service activity is to increase the knowledge of women of childbearing age about cervical cancer so that they can carry out early detection as an early prevention effort. This activity is carried out by lecturers, students, midwifes and cadres. The target of this activity is women of childbearing age. Implementation time on June 28, 2021. The place of implementation is at Pangenan Health Center, Cirebon. The service is carried out by providing counseling about cervical cancer to women of childbearing age. The results of this service evaluation, it is known that the knowledge of women of childbearing age has increased, this is evidenced by the number of participants who can explain back the material that has been delivered compared to before the counseling about cervical cancer was given.Keywords: Counseling, Cervical Cancer, Women of Childbearing AgeAbstrakKanker serviks menjadi urutan ke empat penyebab kematian pada wanita di seluruh dunia, diperkirakan 570.000 kasus baru pada 2018 atau 6,6% dari semua kanker pada wanita. Kanker Serviks merupakan tumor ganas yang mengenai lapisan permukaan leher rahim yang disebut sel epitelskuamosa. Tumor ganas yang terjadi disebabkan karena adanya penggandaan sel akibat berubahnya sifat sel menjadi sel yang tidak normal. Sifat dari sel ganas ini yaitu dapat menyebar atau metastasis ke bagian tubuh yang lain melalui pembuluh darah maupun getah bening sehingga merusak fungsi jaringan. Promosi kesehatan merupakan salah satu pencegahan primer yang dapat dilakukan guna mencegah kanker serviks. Pencegahan primer mengutamakan penguat fleksibilitas dalam melakukan pencegahan dengan cara mencegah dan mengurangi faktor risiko. Banyak metode yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan pada WUS, misalnya melalui media elektronik dan media cetak. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan Wanita Usia Subur tentang Kanker Serviks sehingga dapat melakukan deteksi dini sebagai upaya pencegahan awal. Kegiatan ini dilakukan oleh Dosen, mahasiswa, Bidan dan Kader. Sasaran kegiatan ini adalah Wanita usia subur. Waktu pelaksanaan pada tanggal 28 Juni 2021. Tempat pelaksanaan di Puskesmas Pangenan Kabupaten Cirebon. Pengabdian dilakukan dengan memberikan penyuluhan tentang kanker serviks kepada wanita usia subur. Hasil evaluasi pengabdian ini, diketahui pengetahuan Wanita Usia Subur meningkat, hal ini dibuktikan dengan lebih banyaknya peserta yang bisa menjelaskan kembali materi   yang sudah disampaikan dibandingkan sebelum diberikannya penyuluhan tentang kanker serviks.Keywords: Konseling, Kanker Serviks, Wanita Usia Subur
EDUKASI PENINGKATAN PEMAHAMAN ASI EKSKLUSIF DI RW 08 KELURAHAN KEDAUNG KOTA DEPOK Mizna Sabilla; Rr. Arum Ariasih
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIRAH) Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.625 KB)

Abstract

Abstract:Exclusive breastfeeding is one of the specific efforts in preventing nutritional problems in infants, unfortunately not all babies receive exclusive breastfeeding for 6 months. The mother's low knowledge and self-confidence about her ability to breastfeed is an important factor. The coverage of exclusive breastfeeding in Depok is 66.43%. This community service activity was carried out in RW 08 Kedaung Village, to increase mothers' knowledge and understanding of exclusive breastfeeding. Education is carried out using lecture, discussion, and question-answer methods. There were 10 participants who attended the activity. All participants' knowledge increased. The average pre-test score is 70 and the average post-test score is 84. Education about exclusive breastfeeding is very important to pregnant women to improve exclusive breastfeeding behavior.Keywords: Education, knowledge, Esclusive breastfeeding, Depok City Abstrak:  ASI eksklusif merupakan salah satu upaya spesifik dalam pencegahan masalah gizi pada bayi, sayangnya belum semua bayi mendapat ASI eksklusif selama 6 bulan. Rendahnya pengetahuan dan keyakinan diri ibu tentang kemampuannya dalam memberikan ASI menjadi faktor penting berhasilnya upaya ini. Di Kota Depok, cakupan ASI eksklusif sebesar 66,43%. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di RW 08 Kelurahan Kedaung untuk meningkatkan pemahaman ibu tentang ASI eksklusif. Edukasi dilakukan dengan metode ceramah, diskusi dan tanya jawab. Terdapat 10 peserta yang hadir dalam kegiatan. Seluruh peserta mengalami peningkatan pengetahuan yang diketahui dari skor pre-test dan post-test. Rata-rata skor pre-test 70 dan rata-rata skor post-test 84. Edukasi tentang ASI eksklusif sangat penting diberikan pada ibu hamil untuk meningkatan perilaku memberi ASI eksklusif.Keyword: Edukasi, Pemahaman, ASI eksklusif, Kota Depok
EDUKASI PENGOLAHAN SAMPAH RUMAH TANGGA SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KESADARAN MASYARAKAT UNTUK MENJAGA LINGKUNGAN Isyeu Sriagustini; Nurajizah Nurajizah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIRAH) Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.617 KB)

Abstract

Abstrak:Sampah di Indonesia merupakan masalah yang belum terselesaikan. Timbulan sampah nasional mencapai 26,39 ton pada tahun 2021. Sampah rumah tangga mendominasi timbulan sampah berdasarkan sumbernya, dengan 41,05% pada tahun 2021. Sampah yang dibiarkan dan tidak ditangani dengan baik akan mengakibatkan pencemaran lingkungan. Sampah yang dibiarkan dan tidak ditangani dengan baik akan mengakibatkan pencemaran lingkungan. Desa Sukamulya telah mendapatkan pelayanan pengangkutan sampah dari pemerintah. Masih ada sampah yang belum terangkut. Masyarakat mengolah sampah dengan cara dibakar dan dibuang sembarangan. Banyak faktor yang mempengaruhi perilaku membuang sampah sembarangan, salah satunya adalah pengetahuan. Tujuannya yaitu untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mengolah sampah dengan baik. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan kesepakatan aturan pengelolaan sampah. Hasil: Masyarakat dengan pemahaman yang sangat baik tentang dampak pengolahan sampah akhir dengan cara dibakar meningkat 60-70% setelah penyuluhan. Demikian pula masyarakat dengan pemahaman yang sangat baik tentang pengelolaan sampah yang baik meningkat sebesar 60-70%. Kesimpulannya, penyuluhan yang diberikan melalui penyuluhan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang dampak pengolahan akhir sampah dengan cara dibakar dan cara pengolahan yang benar sebesar 60-70%.Kata Kunci: Pendidikan, Pembakaran Sampah, Pengelolaan Sampah, 3RAbstract: Waste in Indonesia is an unresolved problem. The national waste generation reached 26.39 tons in 2021. Household waste dominates waste generation based on its source, with 41.05% in 2021. Waste left unchecked and not handled properly will result in environmental pollution. Waste left unchecked and not handled properly will result in environmental pollution. Sukamulya Village has received waste transportation services from the government. There is still garbage that has not been transported. The community processes waste by burning and throwing it carelessly. Many factors influence the behavior of littering, one of which is knowledge. The objective is to increase public awareness of the importance of processing waste properly. The method used is counseling and agreement on waste management rules. Results shown that people with a very good understanding of the impact of final waste processing by burning increased 60-70% after counseling. Similarly, people with a very good understanding of good waste management increased by 60-70%. The conclusion is, counseling provided through counseling increases public knowledge about the impact of final processing of waste by burning and the correct processing method by 60-70%.Keywords: Education, Waste Burning Waste Management, 3R
PENYULUHAN KESEHATAN REPRODUKSI (ANDROPAUSE & MENOPAUSE) PADA LANSIA DI POSYANDU ALAMANDA DESA SUTAWINANGUN RW 03 KABUPATEN CIREBON Iis Iis; Ela Rohaeni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIRAH) Vol 1, No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.802 KB)

Abstract

Menopause merupakan perubahan pada wanita ketika periode menstruasinya berhenti. Seorang wanita sudah mencapai menopause apabila tidak mendapatkan menstruasi selama 12 bulan secara berurutan. Sama halnya dengan wanita, pria juga mengalami tahap menopause yang disebut dengan andropause. Andropause adalah keadaan dimana menurunnya kadar hormon testosteron seorang pria sehingga produksi sperma yang dihasilkan menjadi berkurang. Tujuan kegiatan ini untuk Untuk mengetahui tingkat pengetahuan Lansia tentang menopause dan andropause. Kegiatan berjalan baik  dengan peserta lansia menunjukkan antusias dengan aktif bertanya serta menceritakan pengalaman mereka memasuki masa menopause dan andropause . Tenaga Kesehatan agar dapat memberikan penyuluhan atau memberikan informasi yang akurat sesuai kebutuhan ibu khususnya tentang persiapan menopause.Keywords: Menopause. Andropause, ElderlyAbstractMenopause is a change in women when their menstrual periods stop. A woman has reached menopause if she has not had her period for 12 consecutive months. Like women, men also experience a stage of menopause known as andropause. Andropause is a condition in which a man's testosterone level decreases, resulting in reduced sperm production. The purpose of this activity is to determine the level of knowledge of the elderly about menopause and andropause. The activity went well with the elderly participants showing enthusiasm by actively asking and telling their experiences of entering menopause and andropause. Health workers to be able to provide counseling or provide accurate information according to the needs of the mother, especially regarding menopause preparation.Kata Kunci: Menopause. Andropause, Lansia
PENINGKATAN PENGETAHUAN STUNTING SEBAGAI UPAYA PREVENTIF Rif'atun Nisa; Heni Puspasari; Ika Choirin Nisa; Neng Siti Khodijah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIRAH) Vol 1, No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.988 KB)

Abstract

Stunting is a condition where toddlers have a length or height that is less than their age. Stunting is caused by inadequate nutritional intake for a long time due to feeding that is not in accordance with nutritional needs. Things that must be remembered to prevent stunting are eating foods that contain the nutrients needed during pregnancy and during breastfeeding, providing good nutrition to your little one, such as providing exclusive breastfeeding and other important nutrients as you get older, regularly checking your pregnancy and growth and development. After birth, adopting a clean and healthy lifestyle, especially washing hands before eating, and having clean sanitation in the home environment. The purpose of this community service activity is to increase mother's knowledge about stunting, independent detection and how to prevent it. This activity is carried out by lecturers, students, midwives and cadres. The target of this activity is pregnant women and mothers who have toddlers. The implementation on 18 June 2022. The place in the village of Kepongpongan, Talun, Cirebon. The service is carried out by providing Health Education about Stunting to pregnant women and mothers who have toddlers.AbstrakStunting adalah kondisi dimana balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur. Stunting disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Hal-hal yang harus diingat untuk mencegah stunting yaitu mengonsumsi makanan dengan kandungan nutrisi yang dibutuhkan  selama hamil  dan  selama menyusui, memberikan nutrisi yang baik kepada si kecil, seperti memberikan ASI eksklusif dan nutrisi penting lainnya seiring pertambahan usia, rutin memeriksakan kehamilan serta pertumbuhan dan perkembangan anak setelah lahir, menerapkan pola hidup bersih dan sehat, terutama mencuci tangan sebelum makan, serta memiliki sanitasi yang bersih di lingkungan rumah. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang Stunting, deteksi secara mandiri serta cara pencegahannya. Kegiatan ini dilakukan oleh Dosen, mahasiswa, Bidan dan Kader. Sasaran kegiatan ini adalah ibu hamil serta ibu yang memiliki balita. Waktu pelaksanaan pada tanggal 18 Juni 2022. Tempat pelaksanaan pengabdian di desa Kepongpongan Kecamatan Talun Kabupaten Cirebon. Pengabdian dilakukan dengan memberikan Pendidikan Kesehatan tentang Stunting kepada ibu hamil dan ibu yang memiliki balita.  
PENYULUHAN PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN NARKOBA DI DESA BABATAN KECAMATAN KADUGEDE KABUPATEN KUNINGAN Kholif Rakhmawan; Davidly Herma Maulana; Raden Nur Abdurakhman
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIRAH) Vol 1, No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.601 KB)

Abstract

Babatan Village is an area that is located close to the district capital and has a young population. The onslaught of technology affects the behavior of the villagers. Youth as the nation's next generation must get protection from negative things including drug abuse. One of them is increasing crime. The purpose of the service is counseling (seminars) on the prevention and eradication of drugs or drugs to families. The method implemented is family assistance and counseling activities on prevention, eradication of drugs and the provision of a circular letter (SE) for a drug-free village (Desa Bersinar) by the BNN of Kuningan Regency. The results of the Family Assistance activity which was carried out on Sunday, August 14, 2022 at the Babatan village hall, Kadugede Kuningan District, attended by village officials, community leaders and 38 youth. The material presented came from a resource person from the National Narcotics Agency who was directly invited from the BNN of Kuningan Regency.Keywords: Drugs, Drug Counseling, Danger of DrugsAbstrakDesa Babatan merupakan wilayah yang letaknya berdekatan dengan ibu kota kabupaten dan mempunyai penduduk usia muda. Gempuran teknologi mempengaruhi perilaku penduduk desa. Pemuda sebagai generasi penerus bangsa harus mendapatkan proteksi dari hal negative termasuk penyalahgunaan narkoba. Salah satunya adalah kriminalitas meningkat. Tujuan dari pengabdian adalah penyuluhan (seminar) pencegahan dan pemberantasan narkoba atau obat-obatan pada keluarga. Metode yang dilaksanakan adalah Pendampingan keluarga dan kegiatan Penyuluhan tentang pencegahan, pemberantasan narkoba serta pemberian surat edaran (SE) desa bersih dari narkoba (Desa Bersinar) oleh BNN Kabupaten Kuningan. Hasil kegiatan Pendampingan keluarga yang dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 14 Agustus tahun 2022 di balai desa Babatan, Kecamatan Kadugede Kuningan, dihadiri perangkat desa, tokoh masyarakat dan 38 remaja. Materi yang dipaparkan berasal dari Narasumber Badan Narkotika Nasional yang langsung undang dari BNN Kabupaten Kuningan.Kata Kunci: Penyuluhan Narkoba, Bahaya Narkoba
PENDAMPINGAN VOLUNTARY COUNSELING AND TESTING (VCT) PADA KELOMPOK BERISIKO (WANITA PENJAJA SEX) DI TEMPAT HIBURAN MALAM Heni Fa'riatul Aeni; Eka Prilianto; Iis Iis; Rif'atun Nisa; Suzana Indragiri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIRAH) Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.164 KB)

Abstract

AbstractVoluntary Counseling and Testing or abbreviated as VCT is one of the public health strategies which has a role as an entry point for all HIV/AIDS health services. The implementation of VCT is influenced by the perception of risk, wherein individuals who perceipts themselves at risk of HIV/AIDS will consider to perform VCT. The purpose of this activity is to increase trust in health (Health Belief Model) in VCT services. The method used is pre-test counseling and HIV test. VCT activities ran smoothly, which was indicated by the cooperativeness of VCT service recipients when they were asked for information required by providers. VCT service should be improved by providing counseling on the prevention of transmission as well as signs and symptoms of HIV/AIDS Keywords: Voluntary Counseling and TestingAbstrak: Konseling dan Testing Sukarela yang dikenal sebagai Voluntary Counselling and Testing (VCT) merupakan salah satu strategi kesehatan masyarakat dan sebagai pintu masuk ke seluruh layanan kesehatan HIV/AIDS. Pemanfaatan VCT salah satunya dipengaruhi oleh persepsi terhadap risiko yakni individu yang memiliki persepsi bahwa dirinya berisiko terhadap HIV/AIDS akan mempertimbangkan untuk melakukan VCT. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kepercayaan terhadap kesehatan (Health Belief Model) pada layanan VCT.  Metode yang dilakukan yaitu konseling pra test dan tes HIV. Kegiatan VCT berjalan dengan lancar yang ditandai dengan kooperatifnya penerima layanan VCT saat diminta informasi yang dibutuhkan oleh petugas. Meningkatkan layanan VCT dengan memberikan konseling mengenai mencegah penularan serta tanda dan gejala HIV/AIDS. Kata Kunci: Voluntary Counseling and Testing
PEMBERIAN STIMULASI TIC TAC SEBAGAI UPAYA OPTIMALISASI TUMBUH KEMBANG BAYI Agi Yulia Ria Dini; Meli Deviana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIRAH) Vol 1, No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.963 KB)

Abstract

The success of children in achieving optimal growth and development is a determinant of the success of a nation in the future. Delay in growth and development of children can be caused by various factors including a history of low-birth-weight birth, nutritional status and stimulation. Cognitive, motor, language, social, emotional, and behavioral delays will interfere with the child's ability to learn, communicate, and interact with others which can have an impact on the quality of the child in the future. Developmental stimulation needs to be given especially by parents to children to improve aspects of child development according to their age. Tic tac stimulation is a massage therapy method with a light touch on the baby in the form of light caressing from the top of the head to the feet. The purpose of this activity is to provide knowledge and skills of mothers in providing stimulation as an optimization of child growth and development. The activity was carried out on September 3, 2022 at the Flamboyan Posyandu, Dumeling Village, Wanasari District, Brebes Regency. The instruments used are dolls as props, baby oil, cameras, and SDIDTK assessment sheets. The activity went well, at the end of the session the parents were able to provide tic tac stimulation independently to the child. The role of health workers in this case is expected to be able to provide information support about the stage of development in children and stimulation that parents can do independently at home.Keywords: Tic Tac Stimulation, Child developmentAbstrakKeberhasilan anak dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal merupakan penentu keberhasilan suatu bangsa di masa yang akan datang. Keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan anak dapat disebabkan oleh berbagai faktor diantaranya riwayat kelahiran BBLR, status gizi dan stimulasi. Keterlambatan kognitif, motorik, bahasa, sosial, emosional dan perilaku perilaku akan mengganggu kemampuan anak untuk belajar, berkomunikasi, dan berinteraksi dengan orang lain yang dapat berdampak pada kualitas anak di masa depan.  Stimulasi perkembangan perlu diberikan terutama oleh orang tua kepada anak untuk meningkatkan aspek perkembangan anak sesuai usianya. Stimulasi tic tac merupakan metode terapi pijat dengan sentuhan ringan pada bayi yang berupa belaian ringan didaerah puncak kepala sampai dengan kaki.  Tujuan kegiatan ini untuk memberikan pengetahuan dan ketrampilan ibu dalam memberikan stimulasi sebagai optimalasi tumbuh kembang anak. Kegiatan dilakukan pada 3 September 2022 di Posyandu Flamboyan Desa Dumeling Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes. Instrumen yang digunakan adalah boneka sebagai alat peraga, baby oil, kamera, serta lembar penilaian SDIDTK. Kegiatan berjalan baik, di akhir sesi orangtua mampu memberikan stimulasi tic tac secara mandiri ke anak. Peran tenaga Kesehatan dalam hal ini, diharapkan dapat memberikan dukungan informasi tentang tahap perkembangan pada anak dan stimulasi yang dapat dilakukan orang tua secara mandiri di rumah.Kata Kunci: Stimulasi Tic Tac; Perkembangan Anak
PENGAWASAN PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN DI SENTRA VAKSIN Herlinawati Herlinawati; Rokhmatul Hikhmat; Muslimin Muslimin; Sri Lestari; Uun Kurniasih
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIRAH) Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.262 KB)

Abstract

Tidak mematuhi protokol kesehatan akan menyebabkan meningkatnya resiko penularan Covid-19, mengakibatkan meningkatnya kembali angka kesakitan dan kematian akibat Covid-19. Tujuan pengabdian ini untuk meningkatkan pengetahuan dan meningkatkan kapatuhan terhadap penerapan protokol kesehatan. Metode kegiatan yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan pengawasan penerapan protokol kesehatan ini menggunakan observasi partisipatif dan penyuluhan. Setelah dilakukan observasi dan pengawasan dalam penerapan protokol kesehatan, masyarakat telah mengerti dan mau menerapkan protokol kesehatan. Namun setelah pengawasan sedikit melonggar, warga pun mulai berkerumun dan tidak menghiraukan jaga jarak lagi. sehingga di perlukan intervensi lain untuk meningkatkan pemahaman yaitu dengan melakukan penyuluhan yang dilakukan setiap sebelum kegiatan vaksinasi dimulai. Upaya penerapan protokol kesehatan sudah cukup baik, namun masih sulit untuk mengatur ratusan orang dalam satu waktu dan satu tempat, sehingga diperlukan koordinasi dengan berbagai pihak.Kata Kunci: Pengawasan, Penerapan, Protokol Covid-19 AbstractViolation towards health protocols will increase the risk of Covid-19 transmission, which further leads to an increase in the morbidity and mortality rates due to Covid-19. The current community service aims to increase knowledge and improve compliance with the implementation of health protocols. The method applied in the monitoring activities for the implementation of health protocols was participatory observation and counseling. After observing and monitoring the implementation of health protocols, the community had understood and was willing to implement the health protocols. However, after the monitoring loosened a bit, the residents began to gather and did not care about keeping their distance anymore. Thus, there should be other interventions to improve community understanding, namely by conducting counseling before every vaccination activity. Efforts to implement health protocols had been quite good, but it was still difficult to manage hundreds of people at certain location simultaneously. Therefore, coordination with various parties.Keywords: Monitoring, the Implementation, Covid-19, Health Protocols
COMMUNITY DIAGNOSIS MASALAH KESEHATAN DI KELURAHAN PURWAHARJA KOTA BANJAR PADA MASA PANDEMI COVID Fida Apni Firliani; Sunarti Sunarti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIRAH) Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.129 KB)

Abstract

Pandemi covid 19 masih menjadi permasalahan kesehatan di dunia. Case fatality rate tergolong tinggi terutama pada orang dengan komorbid. Beberapa komorbid covid 19 yaitu obesitas, diabetes mellitus, asma,jantung dan lainnya.Tujuan pengabdian ini untuk melakukan diagnosa komunitas terhadap penyakit yang ada di masyarakat khususnya di RT 28 kelurahan Purwaharja Kota Banjar. Metode yang dipakai dengan membagikan kuesioner kepada masyarakat RT 28 kelurahan Purwaharja, kemudian menganalis dengan menggunakan metode USG untuk melihat prioritas masalah kesehatan. Selanjutnya memberikan intervensi berupa edukasi secara on line. Hasil diagnosa komunitas menunjukkan penyakit diabetes mellitus merupakan peringkat pertama dari 6 permasalahan kesehatan yang ada di RT tersebut.Tindakan edukasi  dilakukan secara on line   untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang pentingnya pencegahan diabetes mellitus dan cara pengendalian glukossa darah bagi penderita diabetes mellitus. Kata Kunci: Community diagnosis, Diabetes mellitus, Covid 19Abstract: The Covid-19 Pandemic is still a global outbreak. The case fatality rate is high, especially forpeople with comorbidities. Some of the comorbidities of Covid-19 are obesity, diabetes mellitus,asthma, heart disease, and others.The purpose of this submission is to carry out community diagnosis of diseases that exist in thecommunity, especially in RT 28 Purwaharja, Banjar.The method used is by distributing questionnaires to the community of RT 28 Purwaharja, thenanalyzing using an USG method to see the priority of health problems. Furthermore, providingintervention in the form of online education.The results of community diagnosis show that diabetes mellitus is the first rank of 6 healthproblems in the RT. Educational actions are carried out online to provide knowledge to thepublic about the importance of preventing diabetes mellitus and how to control blood glucose forpeople with diabetes mellitus.Keywords: Community diagnosis, Diabetes mellitus, Covid 19

Page 1 of 3 | Total Record : 24