cover
Contact Name
Ratu Tsamarah Kusumaning Ayu
Contact Email
jurnalpengmas.stikescrb@gmail.com
Phone
+6281395646794
Journal Mail Official
jurnalpengmas.stikescrb@gmail.com
Editorial Address
Jalan Brigjen Dharsono No. 12B Kedawung, Kabupaten Cirebon 45153
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 29640504     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIRAH) is a community service journal under Lembaga Pengembangan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) of Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon. This journal is published as a forum for academics and practitioners to record and write their role in community service especially in healthcare field. The scope of this journal includes: Empowerment, Community Program Assistance, Community Service, and training that involves the community.
Articles 24 Documents
PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG GANGGUAN KESEHATAN MENTAL PADA REMAJA Ani Nurhaeni; Dewi Erna Marisa; Thia Oktiany
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIRAH) Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.539 KB)

Abstract

Abstrak: Kesehatan mental mempunyai pengaruh terhadap fisik seseorang dan juga akan mengganggu produktivitas. Masyarakat cenderung memberi stigma negatif terhadap orang dengan gangguan mental atau jiwa. Masyarakat yang kurang paham akan tanda-tanda gangguan mental seperti depresi, yang mana depresi merupakan gangguan kesehatan mental yang paling sering ditemukan. Tujuan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada siswa tentang kesehatan mental. Bahan dan metode yang digunakan dalam pengabdian kepada Masyarakat adalah Powerpoint, Proyektor dan spanduk. Metode yang digunakan adalah ceramah tanya jawab. Hasil dari Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ialah siswa MA Pembangunan Mandirancan mengetahui tentang definisi kesehatan mental dan gangguan mental, gejala gangguan mental, penyebab gangguan mental dan upaya pencegahan gangguan mental. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah siswa MA Pembangunan mengetahui tentang gangguan kesehatan mental.Abstract:Mental health has an influence on a person's physical and will also interfere with productivity. Society tends to give negative stigma to people with mental or mental disorders. People who do not understand the signs of mental disorders such as depression, where depression is a health disorder that is most often found. The purpose of this Community Service is to provide knowledge to students about mental health. The materials and methods used in community service are Powerpoint, Projectors and banners. The method used is a question and answer lecture. The result of Community Service Activities is that MA Pembangunan Mandirancan students know about the definition of mental health and mental disorders, symptoms of mental disorders, causes of mental disorders and efforts to prevent mental disorders. The conclusion of this activity is that MA Pembangunan Mandirancan students know about mental health disorders. 
PENGENALAN COVID 19 DAN PRAKTEK CUCI TANGAN 6 LANGKAH DI RA DINIL ISLAM DESA MEGU CILIK WERU KABUPATEN CIREBON Iis Iis; Ela Rohaeni; Yosi Yusrotul Khasanah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIRAH) Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Covid 19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh jenis virus corona yang baru ditemukan, yang pertama kali terjadi di wuhan, Tiongkok, bulan Desember 2019. Adapun gejala covid yang paling umum adalah demam, rasa Lelah dan batuk kering, rasa nyeri hidung tersumbat, pilek, sakit tenggorokan atau diare. Covid 19 dapat menyebar dari orang ke orang melalui percikan-percikan dari hidung atau mulut yang keluar saat  orang terjangkit covid 19 batuk atau mengeluarkan nafas. Percikan yang keluar tersebut akan jatuh dan mengenai benda serta permukaan lain disekitarnya, dan apabila benda atau permukaan tersebut tersentuh tangan kemudian tangan tersebut menyentuh mata, hidung atau mulutnya, maka orang tersebut akan terjangkit Covid 19.
PENERAPAN KEBIJAKAN KAWASAN BEBAS PASUNG DENGAN GANGGUAN JIWA BERAT PADA MASYARAKAT Iin Kristanti; Cucu Herawati; Lilis Banowati; Sri Rizki; Laili Nurjannah; Dewi Mutiah; Nuniek Tri Wahyuni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIRAH) Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak:Desa Kaliwedi merupakan wilayah yang letaknya berbatasan langsung dengan di Kabupaten Indramayu dan mempunyai penduduk usia muda. Penerapan Kawasan Bebas Pasung di Puskesmas Kaliwedi belum sepenuhnya efektif di kerenakan masih terdapat hambatan sumber daya. Sumber daya tersebut adalah sumber daya manusia, Sepenuhnya masyarakat masih belum memiliki kesadaran dan menerapkan tidakan pasung pada orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) berat. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku terhadap penerapan kawasan bebas pasung. Metode yang dilaksanakan adalah penyuluhan dan edukasi pada masyarakat, keluarga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) berat, pemberian obat dan pendampingan keluarga ODGJ berat. Hasil kegiatan penyuluhan dan edukasi pendampingan  keluarga ODGJ  berat dilaksanakan pada 05 – 22 Oktober 2022 di Balai Desa Kaliwedi, dihadiri perangkat desa , tokoh masyarakat,  kader desa dan  masyarakat umum. materi yang dipaparkan berasal dari tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat yaitu penerapan kawasan bebas pasung.Kata Kunci: Pasung, Kesehatan Mental, Konseling Abstract:Klaipeda Village is an area that is directly adjacent to Indramayu Regency and has a young population. The implementation of the Pasung-Free Area at the Kaliwedi Health Center has not been fully effective because there are still resource constraints. These resources are human resources. In full, the community still does not have awareness and applies shackling practices to people with severe mental disorders (ODGJ). The purpose of this activity is to increase knowledge and behavior towards the application of shackle-free areas. The method implemented is counseling and education to the community, families of people with severe mental disorders (ODGJ), administering medication and assisting families with severe ODGJ. The results of counseling and educational activities for assisting the ODGJ family were carried out on 05-22 October 2022 at the Kaliwedi Village Hall, attended by village officials, community leaders, village cadres and the general public. the material presented comes from the purpose of community service activities, namely the application of a shackle-free area.Keywords: Shackle, Mental Health, Counseling
PENCEGAHAN HIV/AIDS MELALUI PENYULUHAN KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA DI DESA SIDAMUKTI BLOK CURUG Lia Natalia; Yuyun Wahyu Indah Indriyani; Yeti Yuwansyah; Amelia Putri; Zahrotul Aini; Reninda Sari Salsabila
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIRAH) Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The number of cases of people with HIV AIDS is increasing from year to year. Adolescents infected with HIV AIDS in Indonesia show a number that tends to increase, triggered by ignorance of adolescents about reproductive health. Knowledge of how HIV AIDS is transmitted is very important to encourage youth to avoid HIV AIDS. It is hoped that empowering youth in building healthy lives, providing reproductive health counseling to adolescents, is expected to have an impact on reducing the incidence of HIV AIDS among adolescents. The purpose of the activity is to encourage young people to avoid HIV AIDS in Sidamukti village, Curug Block, Majalengka District, Majalengka regency which is able to provide health information to peers, especially about HIV and AIDS so that it will increase the knowledge of teenagers in the Curug block about reproductive health and the dangers of HIV AIDS. The type of activity carried out to overcome partner problems is by conducting reproductive health counseling to adolescents in the waterfall block of Sidamukti Village. The result of counseling from this activity is an increasing in adolescent knowledge about adolescent reproductive health.Keywords: Adolescent, HIV/AIDS, Adolescent Health Cadres Abstrak:Jumlah kasus penderita HIV AIDS semakin meningkat dari tahun ke tahun. Remaja yang terinfeksi HIV AIDS di Indonesia menunjukkan angka yang cenderung meningkat dipicu oleh ketidaktahuan remaja tentang kesehatan reproduksi. Pengetahuan cara penularan HIV AIDS sangat penting untuk mendorong remaja terhindar dari HIV AIDS. Pemberdayaan remaja dalam membangun hidup sehat penyuluhan kesehatan reproduksi pada remaja diharapkan dapat berdampak terhadap turunnya angka kejadian HIV AIDS di kalangan remaja. Tujuan kegiatan adalah mendorong remaja terhindar dari HIV AIDS di Desa Sidamukti, Blok Curug Kecamatan Majalengka Kabupaten Majalengka, yang mampu memberikan informasi kesehatan kepada teman sebaya khususnya tentang HIV AIDS sehingga akan meningkatkan pengetahuan remaja Blok Curug tentang kesehatan reproduksi dan bahaya HIV AIDS. Jenis kegiatan yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan mitra adalah dengan melakukan melakukan penyuluhan kesehatan reproduksi pada remaja di Blok Curug Desa Sidamukti. Hasil penyuluhan dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi remaja.Kata Kunci: Remaja, HIV/AIDS, Penyuluhan Kesehatan Remaja
EDUKASI PERAWATAN PALIATIF PASIEN DIABETES MELLITUS: UPAYA MENGOPTIMALKAN SUPPORT SYSTEM DI LINGKUP KOMUNITAS Syarifah Lubbna; Asiah Asiah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIRAH) Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract:The number of patients with Diabetes Mellitus increases globally. Negative impacts can be felt physically, psychologically, socially, and spiritually. Impaired fulfillment of basic needs may decrease the quality of life. Therefore, efforts to optimize the support system are needed, one of which is offering health education.  The purpose is to raise new awareness and change in the behavior of the participants in order to provide social support in the community. This activity was carried out in Astapada Village, Tengah Tani District, Cirebon Regency, West Java, on 22 October, 2022, attended by 25 participants consisting of village officials, health cadres, and patients with DM and their families. There are three stages of process: the problem identification, implementation, and evaluation. The aim was achieved characterized by the increased participants’ understanding about the topics presented, and the emergence of mutual agreement to strive to increase their respective roles in providing support and assistance to patients with DM and their families. This is important in supporting society to play an active role as part of the support system, so that the quality of life of patients and their families can be more optimal, and the risks of worse complications can be reduced.Keywords: Palliative care, Diabetes Mellitus, Support, CommunityAbstrak: Jumlah pasien dengan Diabetes Mellitus terus meningkat secara global. Dampak negatif dapat dirasakan secara fisik, psikologis, sosial, dan spiritual. Gangguan pemenuhan kebutuhan dasar pada akhirnya dapat menurunkan kualitas hidup pasien dengan DM dan keluarganya. Sehingga, upaya-upaya untuk mengoptimalkan support system sangat diperlukan salah satunya dengan melakukan penyuluhan kesehatan sesuai kebutuhan. Tujuan dari kegiatan ini untuk memunculkan kesadaran baru dan perubahan perilaku para peserta guna memberikan dukungan sosial dan pendampingan yang baik di lingkup komunitas. Kegiatan dilakukan di Desa Astapada, Kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada tanggal 22 Oktober 2022 diikuti oleh 25 peserta yang terdiri dari pejabat desa, para kader kesehatan, dan pasien dengan DM serta keluarganya. Terdapat tiga tahapan proses, yaitu tahap identifikasi masalah dan perencanaan bersama, tahap implementasi, dan tahap evaluasi. Proses berjalan sesuai dengan harapan dan tujuan tercapai ditandai dengan kemampuan peserta yang meningkat dalam memahami topik yang dipaparkan, dan timbulnya kesepakatan bersama untuk berupaya meningkatkan peran masing-masing dalam memberikan dukungan dan pendampingan pada pasien dengan DM dan keluarganya. Upaya-upaya peningkatan kesadaran masyarakat untuk berperan aktif sebagai bagian dari support system adalah hal yang penting untuk terus menerus dilakukan sehingga kualitas hidup pasien dan keluarganya dapat lebih optimal, dan resiko-resiko komplikasi yang lebih buruk dapat dikurangi.Kata Kunci: Perawatan paliatif, Diabetes Mellitus, Support, Komunitas
PENDAMPINGAN KEGIATAN PENULISAN BERITA ONLINE DI KAPANEWON MLATI KABUPATEN SLEMAN Muhammad Sholeh; Amir Hamzah; Uning Lestari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIRAH) Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media online saat ini mejadi  salah satu media yang dapat digunakan dalam penyampaian informasi. Pemanfaatan media online di Kapanewon Mlati baik di tingkat kecamatan maupun beberapa desa. sudah  digunakan dan sudah mulai digunakan di beberapa desa di Kapanewon Mlati. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat di Kapanewon Mlati ini antara lain memberikan pendampingan kepada peserta mengenai proses pembuatan berita yang akan dimuat di media online dan proses pemberian hashtag agar berita yang dipublikasikan dapat tersimpan secara terorganisir. Metode kegiatan dilakukan dengan memberikan pelatihan membuat berita kegiatan yang akan ditulis di media online dan pada akhir pelatihan diberikan pendampingan dalam penulisan berita dan evaluasi kegiatan dengan pemberian angket. Hasil dari kegiatan pendampingan ini peserta memahami cara membuat berita dengan 5W+1H dan membuat berita dengan piramida terbalik. Hasil evaluasi berupa angket. 60% peserta menjawab sangat baik dan 40% menjawab paham dengan pertanyaan Apakah peserta mengerti apa yang dimaksud dengan 5W+1H. Pertanyaan apakah peserta paham apa yang dimaksud TERAS BERITA, 50% menjawab paham betul, 25% paham dan 25% cukup paham. Adapun pertanyaan Apakah peserta mengerti apa yang dimaksud dengan PIRAMIDA TERBALIK, 60% menjawab mengerti sekali dan 40% menjawab mengerti.
Pelatihan Pengolahan Sampah Rumah Tangga Menjadi Kompos di Wonocatur Banguntapan Bantul. Sunarti Sunarti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIRAH) Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Yogyakarta saat ini sedang mengalami kondisi darurat sampah terutama samah rumah tangga. Pengolahan sampah mandiri menjadi sangat urgen untuk dilakukan. Pada pengabdian ini dilakukan pelatihan pengolahan sampah rumah tangga menjadi kompos. Pelatihan dilakukan di dusun WOnocatur yang diikuti oleh ibu-ibu rumah tangga.Metode : yang digunakan yaitu pemberian pemaparan dan praktek cara pembuatan kompos. Hasil : didapatkan ada peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah pemberian pelatihan.Ibu-ibu mengokuti dengan antusias pelatihan hingga selesai.Kesimpulan : Pelatihan pembuatan pengolahan sampah dengan dijadikan pupuk kompos efektif dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan praktek warga. Kata Kunci : Kompos, Sampah, Pengolahan            
SOSIALISASI TENTANG PENYAKIT STROKE DAN RESIKO STROKE PADA LANSIA Teki Mahasih; Gina Fajrina; Kusiyono Kusiyono; Jaenudin Jaenudin; Uun Kurniasih; Dewi Sri Nur Susilawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIRAH) Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke is a symptom of a deficit in the function of the nervous system which is caused by brain blood vessel disease and nothing else (WHO). The World Health Organization shows that every year there are 13.7 million new cases of stroke, and around 5.5 million Death occurs due to stroke. Meanwhile, stroke cases increased by 12.1% in 2020 to 14.9% in 2021. The number of people with disabilities is increasing, people with disabilities are more likely to be physically inactive, which can cause chronic diseases, namely stroke. , stroke is the leading cause of disease and death worldwide, the highest risk of death from stroke is found among people with dementia and multiple disabilities. The task of this service is to increase knowledge and improve functional movement abilities in stroke sufferers. The activity methods used include counseling and showing videos, practicing exercise therapy, and discussions. After being given counseling and the practice of exercise therapy, the elderly and their families understand about stroke and the risk of stroke as well as ways to improve movement ability and body function. So it is recommended for the elderly to carry out regular exercise activities in the morning as an effort to prevent stroke and improve movement ability and body function.Keywords: Socialization, Stroke Risk, ElderlyAbstrak:Stroke adalah gejala-gejala defisit fungsi susunan syaraf yang di akibatkan oleh penyakit pembuluh darah otak dan bukan yang lain dari itu (WHO).World Health Organization menunjukkan bahwa setiap tahunnya ada 13,7 juta kasus baru stroke, dan sekitar 5,5, juta kematian terjadi akibat penyakit stroke.Sementara itu, kasus stroke meningkat 12,1% pada tahun 2020 menjadi 14,9% pada tahun 2021umlah penyandang disabilitas semakin meningkat, orang dengan disabilitas lebih mungkin menjadi tidak aktif secara fisik, yang dapat menyebabkan penyakit kronis yaitu stroke, stroke penyabab utama penyakit dan kematian diseluruh dunia, risiko kematian tertinngi akibat stroke ditemukan di antara orang-orang dengan demensia dan cacat multiple. Tugas pengabdian ini untuk dapat menngkatkan pengetahuan dan meningkatkan kemampuan gerak fungsi pada penderita stroke. Metode kegiatan yang digunakan dengan penyuluhan dan penayangan video, mempraktekkan terapi latihan, serta diskusi. Setelah dibeikan penyuluhan dan praktek terapi latihan, lansia dan keluarga mengerti tentang penyakit stroke dan resiko stoke serta cara untuk meingkatkan kemapuan gerak dan fungsi tubuh. Sehingga disarankan kepada lansia untuk melakukan aktifitas olahraga dipagi hari secara terartur sebagai salah satu upaya penceganan stroke dan peningkatan kemampuan gerak dan fungsi tubuh.Kata Kunci: Sosialisasi, Resiko Stroke, Lansia
PSIKOEDUKASI ISLAMI PADA PENDERITA HIV/AIDS Raden Nur Abdurakhman; Abas Hidayat; Didi Taswidi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIRAH) Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK
INPEKSI PANGAN BERBASIS RISIKO SEBAGAI PENCEGAHAN PENYAKIT BERSUMBER PANGAN Cucu Herawati; Iin Kristanti; Mashuri Aji Wijaya; Laili Nurjannah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIRAH) Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masih banyak Tempat Pengelolaan Pangan (TPP) yang belum terdaptar  di e monevHSP sehingga berpotensi lolos dari pengawasan keamanan pangan. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini untuk menganalisis pengawasan kesehatan lingkungan meliputi Tempat Pengelolaan Pangan (TPP) yang terdaftar di e monev dan pembinaan melalui kegiatan inspesksi pangan berbasis risiko.Kegiatan inspeksi pangan ini dilakukan oleh dosen, mahasiswa dan petugas puskesmas, dibantu oleh Bintara Pembina Desa (Babinsa) pada tanggal 06 – 23 Februari 2023, di UPT Puskesmas Nelayan Kota Cirebon. Subjek intervensi yaitu sebanyak 11 Tempat Pengelolaan Pangan (TPP). Intervensi dilakukandengan metode observasi yaitu melakukan pengamatan langsung ke tempat pengolaan pangan dan melakukan penilaian risiko pangan dengan menggunakan instrumen IKL higiene sanitasi pangan serta wawancara. Hasil Inspeksi Kesehatan Lingkungan diperoleh Inspeksi Kesehatan Lingkungan barumencapai37.93%dari target 100% dan TPP yang memenuhi syarat masih 20%. Untuk penilaian ririko TPP dan IKL pangan masih berada pada tingkat risiko sedang dan tinggi. Perlunya dilakukan eduksi terhadap penjamah dan pemilik TPP tentang aspek kesehatan dan keamanan pangan.

Page 2 of 3 | Total Record : 24