Tadris: Jurnal Pendidikan Islam
Tadris: Jurnal Pendidikan Islam is an open-access peer-reviewed journal published by the Tarbiyah Faculty of State Islamic Institute of Madura. Tadris Journal is published twice a year in June and December, the contents are scientific writings on Islamic Education in form of conceptual ideas, literature reviews, practical writing, or research results from various perspectives.
Articles
341 Documents
PENGARUH LINGKUNGAN KERJA, KOMPENSASI, DAN KEPEMIMPINAN TERHADAP KEPUASAN KERJA GURU DAN KARYAWAN DI SMA WACHID HASYIM SURABAYA
Firmansyah, Farid
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 3 No 1 (2008)
Publisher : State Islamic Institute of Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (108.028 KB)
|
DOI: 10.19105/tjpi.v3i1.228
Artikel ini merupakan hasil penelitian tentang pengaruh lingkungan kerja, kompensasi dan kepemimpinan terhadap kepuasan kerja guru dan karyawan di SMA Wachid Hasyim Surabaya Surabaya. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi kepuasan kerja, beberapa di antaranya yang digunakan dalam penelitian ini adalah lingkungan kerja, kompensasi dan kepemimpinan. Dalam penelitian ini secara bersamasama variabel lingkungan kerja, kompensasi dan kepemimpinan mempunyai pengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja guru dan karyawan yang ditunjukkan oleh nilai F hitung sebesar 52,062 dengan tingkat signifikansi sebesar 0.000, yang berarti bahwa kepuasan kerja guru dan karyawan dipengaruhi oleh lingkungan kerja, kompensasi dan kepemimpinan.
MEMAHAMI POLA PERKEMBANGAN BAHASA ANAK DALAM KONTEKS PENDIDIKAN
Adriana, Iswah
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 3 No 1 (2008)
Publisher : State Islamic Institute of Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (59.048 KB)
|
DOI: 10.19105/tjpi.v3i1.229
Pendidik adalah profesi tugas yang sangat berat, bukan sekedar mengajarkan sesuatu, melainkan memahamkan dan mengembangkan karakter (caracter building) anak didik secara aktif mencerahkan potensi (fitrîyah) yang ada pada dirinya secara antusias-penuh semangat dalam proses pendidikan. Tulisan ini akan memberikan sedikit wawasan kepada para pendidik dalam memahami perkembangan anak didik menurut pendekatan psikologi perkembangan dan psikolinguistik anak.
PROFESIONALITAS GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PROSES PEMBELAJARAN
Ridla, M. Rasyid
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 3 No 1 (2008)
Publisher : State Islamic Institute of Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (58.415 KB)
|
DOI: 10.19105/tjpi.v3i1.230
Dalam rangka mencapai tujuan institusional dan semakin meningkatnya kemajuan teknologi serta berbagai kemajuan yang ingin dicapai, maka diperlukan adanya guru Pendidikan Agama Islam yang mampu dan siap berperan secara profesional khususnya di sekolah, dimana ia harus dapat menjalankan peranannya dengan baik dalam berinteraksi dengan peserta didik, sesama guru, dan staf sekolah, yang dalam hal ini guru Pendidikan Agama Islam dituntut untuk senantiasa bergiat diri dalam meningkatkan pengetahuan dan wawasannya serta profesinya secara terus menerus. Sehingga eksistensi dari guru Pendidikan Agama Islam ini menjadi sosok figur yang dapat mentransfer ilmu pengetahuan sekaligus bisa digugu dan ditiru oleh peserta didik.
KEBANGKITAN MADRASAH DI DUNIA ISLAM (Kajian Sosio-Historis tentang Madrasah Nizhamiyah)
-, Siswanto
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 3 No 1 (2008)
Publisher : State Islamic Institute of Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (64.4 KB)
|
DOI: 10.19105/tjpi.v3i1.231
Dengan menggunakan pendekatan sosio-historis, tulisan ini akan mencoba menelusuri kelahiran madrasah yang terfokus pada Nizhamiyah dalam perkembangan pendidikan Islam yang dilatari oleh multi motivasi, seperti motivasi agama (baca: madzhab), ekonomi, dan motivasi politik. Dengan dewan gurunya yang bermadzhab Syafi'i, Madrasah Nizhamiyah dipandang sebagai perwujudan kejayaan gerakan teologisdogmatik yang bergandengan dengan madzhab Sunni untuk mengimbangi dominasi dan perkembangan paham Mu’tazilah dan posisi Hambali, serta dominasi Syi’ah. Sehingga trade mark mata kajian yang ditempuh bercorak pemahaman Asy’ariyyah dan fiqh oriented. Ranah "intelektualisme" hilang dalam proses pendidikan madrasah ini. Namun demikian, Nizhamiyah tetap dipahami sebagai lembaga terpenting dan menjadi model (prototype) dalam sejarah pendidikan Islam, yakni sebagai lembaga pendidikan Islam yang pertama sekali didirikan di dunia Islam Timur di mana bangunan dan orientasi lembaga pendidikan ini menjadi a function of state dalam skala luas.
ILMU PENGETAHUAN DALAM ISLAM (Perspektif Filosofis-Historis)
Kosim, Mohammad
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 3 No 2 (2008)
Publisher : State Islamic Institute of Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (192.857 KB)
|
DOI: 10.19105/tjpi.v3i2.232
Ilmu pengetahuan dalam Islam memiliki karakteristik khas yang berbeda secara fundamental dengan ilmu-ilmu yang dikembangkan di Barat, baik landasan, sumber, sarana, dan metodologinya. Dalam Islam, ilmu pengetahuan memiliki landasan yang kokoh melalui al-Qur’ān dan Sunnah; bersumber dari alam fisik dan alam metafisik; diperoleh melalui indra, akal, dan hati/intuitif. Cakupan ilmunya sangat luas, tidak hanya menyangkut persoalan-persoalan duniawi, namun juga terkait dengan permasalahan ukhrāwi.
PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF KH. SAIFUDDIN ZUHRI
-, Djamaluddin
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 3 No 2 (2008)
Publisher : State Islamic Institute of Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (38.681 KB)
|
DOI: 10.19105/tjpi.v3i2.233
Di tengah carut marut problem pendidikan yang semakin mendasar dan mengakar, menggali pemikiran para tokoh dipandang penting dalam rangka ikut memberikan enlighment terhadap pemikiran dan me-refresh dinamika kependidikan yang selama ini sudah mengarah kepada materialisasi dan mekanisasi. Pemikiran Saifuddin Zuhri tentang konsep guru yang ideal, pendidikan berbasis masyarakat dan aspek-aspek pemikirannya yang lain, kiranya dapat dipandang sebagai salah satu alternatif dalam mengatasi carut marut praktik pendidikan yang semakin jauh dari khittah-nya sebagai upaya memanusiakan manusia.
PENDIDIKAN DAN TRADISI (Menakar Tradisi Pendidikan Pesantren)
-, Thonthowi
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 3 No 2 (2008)
Publisher : State Islamic Institute of Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (71.311 KB)
|
DOI: 10.19105/tjpi.v3i2.234
Pendidikan Islam, semenjak jaman Nabi Muhammad saw. sudah dibina di atas pewarisan tradisi atau yang biasa disebut dengan sunnah nabawiyyah, beliau mewariskan tradisi itu kepada para sahabat, kemudian para sahabat mewariskannya kepada para tabi’in dan seterusnya sampai kepada kita. Lalu apabila Islam menghendaki tradisi itu -antara lain- untuk mengembangkan kreasi tentang polapola dalam kehidupan serta mengembangkan gairah hidup hingga tercapainya titik tujuan dan apabila Islam juga menginginkan agar pendidikan itu digunakan –antara lainuntuk melestarikan nilai-nilai dan demi mengembangkan kreativitas peserta didik, maka keduanya tidak bisa dipisahkan karena memiliki tujuan yang sejalan dan saling mempengaruhi. Sebab itu, tradisi yang sudah menyatu dalam diri masyarakat bisa mewujud dalam aspek agama, sosial, ekonomi, budaya, pendidikan dan lain sebagainya yang sejatinya semua itu adalah hasil dari pendidikan juga.
IMPLEMENTASI SUPERVISI KLINIS DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Arif, Saiful
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 3 No 2 (2008)
Publisher : State Islamic Institute of Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (66.093 KB)
|
DOI: 10.19105/tjpi.v3i2.235
Pendidikan Agama Islam perlu dilakukan langkahlangkah inovasi, termasuk pengembangan guru agama yang merupakan upaya terus-menerus dari suatu organisasi profesi keguruan. Pengembagan profesi guru agama Islam diarahkan pada peningkatan karir, pengetahuan, dan keterampilan yang dapat dilaksanakan secara formal dan informal. Pengembangan formal diselenggarakan dan menjadi tanggung jawab institusi penyelenggara pendidikan agama Islam itu, baik melalui penataran, tugas belajar, lokakarya dan sejenisnya. Sedangkan pengembangan informal merupakan tanggungjawab guru agama Islam yang dilaksanakan sendiri atau bersama dengan rekan kerjanya. Hambatan terhadap upaya ini timbul karena guru agama Islam sering terlalu terikat dengan pekerjaan rutinitas, kurangnya penyediaan sarana dan prasarana, dan atau kurang termotivasi diri dalam upaya mengembangkan profesionalitasnya. Sudah tentu pada aspek ini dibutuhkan adanya bantuan dan bimbingan dari seorang supervisor pendidikan Agama Islam, dan disinilah dibutuhkan adanya pelaksanaan supervisi klinis.
POLA PEMBELAJARAN ILMU KALAM DI PTAI (Kasus Ikhtiar Rekonsiliasi dalam Memahami Perbuatan Manusia)
Susanto, Edi
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 3 No 2 (2008)
Publisher : State Islamic Institute of Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (49.491 KB)
|
DOI: 10.19105/tjpi.v3i2.236
Salah satu problem teologis berkaitan dengan perbuatan manusia adalah apakah manusia itu bebas berkreasi dalam menentukan perbuatannya sendiri ataukah semuanya serba ditentukan oleh Tuhan. Sehubungan dengan fenomena ini, muncul beragam perspektif sehingga kita mengenal Mu’tazilah, Jabariyah, Asy’ariyah dan Maturidiyah dengan seluk beluk doktrinalnya yang berposisi secara resisprokal. Tulisan ini berusaha mendeskripsikan hal yang mesti dilakukan oleh umat Islam –melalui transformasi keilmuan di perguruan tinggi agama Islam – dalam menghadapi fenomena aliran teologi yang bersifat resisprokal tersebut dengan tidak berpretensi untuk mendamaikannya dengan sebab ikhtiar tersebut akan terjebak pada pola pikir Hegelian.
PENDIDIKAN ISLAM KLASIK (Telaah Sosio-Historis Pengembangan Kurikulum Pendidikan Islam Masa Awal Sampai Masa Pertengahan)
Solichin, Mohammad Muchlis
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 3 No 2 (2008)
Publisher : State Islamic Institute of Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (79.431 KB)
|
DOI: 10.19105/tjpi.v3i2.237
Pendidikan Islam secara historis dimulai pada zaman Rasulullah SAW. dalam bentuk membimbing dan mendidik para sahabatnya dengan ajaran Islam yang merupakan penjelasan dari ayat-ayat al-Qur’an yang beliau terima dari Allah melalui Jibril. Pada masa itu, pendidikan Islam berkisar aktivitas baca tulis al-Qur’an beserta makna yang dikandungnya. Pasca wafatnya, pendidikan dilanjutkan oleh para sahabat, tabi’în, dengan pengembangan yang cukup signifikan, dengan ditambahnya materi pendidikan Islam—sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan masyarakat muslim saat itu. Pada masa kekhalifahan Umayyah dan Abbasiyah, pendidikan Islam berkembang pesat baik materi, metode, dan tempat-tempat pendidikan sebagai imbas semakin berkembangnya komunitas muslim menjadi komunitas kosmopolit yang ditandai dengan maju pesatnya berbagai cabang ilmu pengetahuan.