cover
Contact Name
Jamiludin Usman
Contact Email
jamiludin.usman@iainmadura.ac.id
Phone
+6285336521427
Journal Mail Official
tadris@iainmadura.ac.id
Editorial Address
Fakultas Tarbiyah IAIN Madura, Jl Raya Panglegur KM 4 Pamekasan, Jawa Timur
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
Tadris: Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 1907672X     EISSN : 24425494     DOI : http://doi.org/10.19105/tjpi
Core Subject : Religion, Education,
Tadris: Jurnal Pendidikan Islam is an open-access peer-reviewed journal published by the Tarbiyah Faculty of State Islamic Institute of Madura. Tadris Journal is published twice a year in June and December, the contents are scientific writings on Islamic Education in form of conceptual ideas, literature reviews, practical writing, or research results from various perspectives.
Articles 329 Documents
MASA DEPAN PERGURUAN TINGGI ISLAM DI INDONESIA (Perspektif Sejarah-Sosial) Minhaji, H. Akh.
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 2 No 2 (2007)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.341 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v2i2.218

Abstract

Perguruan tinggi Islam di Indonesia mengalami perjalanan sejarah yang cukup panjang. Asal usulnya bisa dilacak dari pendirian STI di Yogyakarta (1945) yang kemudian ditingkatkan menjadi UII Yogyakarta (1948). Tahun 1951, Fakultas Agama UII berkembang menjadi PTAIN di Yogyakarta. Di samping itu, pada tahun 1957, di Jakarta didirikan ADIA. Tahun 1960, PTAIN dan ADIA diintegrasikan menjadi IAIN. Tahun 1997, sejumlah fakultas cabang IAIN ditingkatkan menjadi STAIN. Kemudian, sejak tahun 2002 hingga 2007, satu STAIN dan lima IAIN berkembang menjadi UIN. Hingga kini jumlah perguruan tinggi Islam negeri berkembang menjadi 6 UIN, 12 IAIN, dan 32 STAIN. Dalam masa yang panjang, perubahan-perubahan institusi tersebut diikuti oleh perubahan visi akademik, terutama terkait dengan relasi ilmu dan agama, ilmu umum dan ilmu agama. Perubahan visi tersebut mewujud mulai dari pola dikhotomik, integrasi hingga interkoneksi.
FITRAH; KONSEP DAN PENGEMBANGANNYA DALAM PENDIDIKAN ISLAM Solichin, Mohammad Muchlis
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 2 No 2 (2007)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.691 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v2i2.219

Abstract

Salah satu tujuan pendidikan Islam adalah membentuk manusia paripurna melalui pembiasaan, penanaman, pemberian hadiah (reward) dan hukuman (punishment). Tujuan pendidikan Islam sebagaimana diatas dapat diwujudkan dengan upaya mengarahkan, membimbing anak didik dan--yang lebih penting dari itu--menumbuhkembangkan potensi-potensi alamiah yang diterima anak sejak ia dilahirkan. Potensi-potensi itulah yang dikenal--dalam pendidikan Islam--sebagai fitrah. Fitrah dengan berbagai derivasinya dikembangakan melalui proses pembelajaran dalam pendidikan Islam dengan menekankan keseimbangan antara fitrah lahiriyah dan fitrah bâthiniyah.
PENDIDIKAN SEBAGAI PARADIGMA PEMBEBASAN (Telaah Filsafat Pendidikan Paulo Freire) -, Siswanto
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 2 No 2 (2007)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.151 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v2i2.220

Abstract

Substansi pemikiran pendidikan Freire terletak pada pandangannya tentang manusia dan dunianya yang kemudian ditransformasikan ke dalam dunia pendidikan. Model pendidikan yang ditawarkannya adalah model pendidikan yang membebaskan. Pembebasan bermakna transformasi atas sebuah sistem realitas yang saling terkait dan kompleks, serta reformasi beberapa individu untuk mereduksi konsekuensi-konsekuensi negatif dari perilakunya. Langkah awal yang paling menentukan dalam upaya pendidikan pembebasannya adalah proses penyadaran yang inherent dan merupakan proses inti atau hakikat dalam keseluruhan proses pendidikan itu sendiri. Untuk mewujudkan hal tersebut, kebiasaan pendidikan deskriptif diharapkan digeser ke arah pendidikan dialogik-transformatif, agar pendidikan tidak dirasakan sebagai pendidikan yang membelenggu. Pendidikan diharapkan dapat menghasilkan perubahan terdiri siswa baik perubahan dalam kualitas berfikir, kualitas pribadi, kualitas sosial, kualitas kemandiriannya dan kualitas kemasyarakatannya.
ISLAM DAN PENDIDIKAN (Perspektif Filosofis) Hasan, Zainul
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 2 No 2 (2007)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.318 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v2i2.221

Abstract

Al-Qur'an memberi gambaran yang sangat variatif tentang manusia dengan berbagai macam penyifatannya. Dengan adanya berbagai sifat negatif atau kelemahan yang dimiliki manusia, maka diperlukan langkah-langkah efektif dan upaya solutif untuk meminimalkan potensi negatif sekaligus berusaha untuk memaksimalkan potensi positif melalui pendidikan. Oleh karena itu, tugas dan fungsi pendidikan dalam Islam adalah untuk membimbing dan mengarahkan manusia agar menyadari esensi dan eksistensi dirinya. sehingga secara esensial ia akan mampu untuk memposisikan diri sebagai ‘abd Allâh, dan secara eksistensial ia mampu mewujudkan tugas sebagai khalîfah Allâh.
PENGEMBANGAN PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF EPISTEMOLOGI ISLAM Syarif, Zainuddin
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 2 No 2 (2007)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.722 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v2i2.222

Abstract

Al-Qur’an sebagai sumber dasar epistemologi Islam tidak hanya menjadi sumber keimanan tetapi juga sumber ilmu pengetahuan. Kendati demikian, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya memerlukan penelitian dan eksperimen lebih lanjut. Hal inilah yang mengilhami para pemikir Islam tempo dulu mampu menerapkan sistem keilmuan terpadu. Ini menunjukkan hubungan ilmu dan agama tidak bertentangan. Iman dan rasionalitas cukup padu dalam Islam. Sains dan teknologi, ekonomi, sosial dan politik semuanya tercakup dalam ajaran Islam. Etika dan nilai-nilai Islam merupakan perpaduan yang meliputi seluruh aktivitas manusia. Maka dari itu, model arah pengembangan pendidikan yang lebih relevan adalah dititikberatkan pada model interconnected entities bahwa masingmasing keilmuan sadar akan keterbatasannya dalam memecahkan persoalan manusia, maka terbangunlah kerja sama setidaknya dalam hal yang menyentuh persoalan pendekatan (approach) dan metode berpikir dan penelitian (process dan procedure).
GURU DALAM PERSPEKTIF ISLAM Kosim, Mohammad
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 3 No 1 (2008)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.422 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v3i1.223

Abstract

Dalam Islam, sosok guru (agama) sangat strategis, di samping mengemban misi keilmuan agar peserta didik menguasai ilmu-ilmu agama, guru juga mengemban tugas suci, misi kenabian, yakni membimbing dan mengarahkan peserta didik menuju jalan Allah SWT. Dengan peran strategis tersebut, tentu tidak mudah menjadi guru agama. Di samping itu, dalam melaksanakan tugasnya, guru agama akan dihadapkan pada tantangan yang tidak ringan, baik tantangan internal (terkait dengan materi agama dan pribadi guru) maupun tantangan eksternal (terkait dengan perhatian orang tua, lingkungan yang tidak kondusif, serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang melahirkan efek negatif, di samping dampak positif).
الإسلام ودوره في الإنماء القومي بإندونيسيا (دور التربية الإسلامية في الإنماء الخلقي للشعب) Gazali, A.
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 3 No 1 (2008)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.875 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v3i1.224

Abstract

Islam sebagai agama rahmat li al’alamin sangat besar kontribusinya terhadap pembangunan nasional yang berorientasi pada pembangunan manusia seutuhnya. Tulisan ini mengupas tentang posisi Islam dalam undang-undang tentang pendidikan nasional dilengkapi dengan posisi pendidikan agama Islam dalam kurikulum yang diterapkan pada pendidikan nasional, dan seberapa jauh pula kontribusi pendidikan Islam terhadap pembangunan pribadi yang akan membentuk sebuah keluarga. Kemudian dikupas pula peran pendidikan Islam dalam pendidikan sosial masyarakat yang merupakan fondasi utama terbangunnya suatu bangsa.
UPAYA MENCEGAH PERILAKU KORUPSI MELALUI PENDIDIKAN Djalali, Moh. As’ad
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 3 No 1 (2008)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.048 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v3i1.225

Abstract

Perilaku korupsi telah digolongkan sebagai kejahatan luar biasa. Di Indonesia, perilaku korupsi telah berlangsung cukup lama dengan pola penyebaran yang hampir merata. Bahkan Indonesia pernah menduduki peringkat pertama sebagai negara terkorup di Asia Oknum-oknum yang terlibat berasal dari berbagai unsur, mulai dari DPR-RI, DPRD, aparat pemerintah mulai dari tingkat pusat sampai perangkat desa serta institusi swasta dan masyarakat biasa dari berbagai latar belakang dan profesi. Beberapa upaya telah dilakukan untuk memberantas perilaku korupsi, misalnya dengan membentuk komisi khusus—Komisi Pemberantasan Korupsi—untuk menangani kasus-kasus tindak pidana korupsi. Upaya lain yang perlu dilakukan untuk mencegah perilaku korupsi sejak dini adalah melalui “pendidikan anti korupsi” dalam keluarga dan sekolah. Upaya terakhir ini tidak harus melalui kurikulum khusus, cukup dengan memanfaatkan pendidikan moral seperti PPKn dan Pendidikan Agama.
ISLAMISASI ILMU PENGETAHUAN DAN APLIKASINYA DALAM PENDIDIKAN ISLAM Solichin, Mohammad Muchlis
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 3 No 1 (2008)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.493 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v3i1.226

Abstract

Islamisasi ilmu pengetahuan sejak kelahirannya mengundang para ahli untuk memperbincangkannya. Kalangan cendekiawan Muslim yang berpendapat pentingnya ilmu pengtahuan meyakini bahwa ilmu pengetahuan sangat urgen untuk diislamkan, mengingat ilmu pengetahuan—dalam pandangan mereka—telah teracuni nilai-nilai ideologi dan filosofi Barat yang banyak bertentangan dengan ajaran Islam. Adalah al-Faruqi dan al-Attas—dua tokoh sentral—ide islamisasi ilmu pengetahuan yang secara getol mempropagandakan ide itu dengan tujuan mengembalikan ilmu pengetahuan yang dinilai telah keluar dari kerangka aksiologisnya. Dalam pikiran mereka, ilmu pengetahuan yang berkembang saat ini bukan lagi untuk kemanfaatan manusia tapi telah mengarah kepada kerusakan dan kehancuran umat manusia.
REORIENTASI PEMBELAJARAN AKHLAK TASAWUF DI PERGURUAN TINGGI -, Djamaluddin
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 3 No 1 (2008)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.493 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v3i1.227

Abstract

Di tengah terjadinya globalisasi krisis, kembali kepada nilai-nilai ajaran agama dipandang sebagai upaya menemukan jati diri kemanusiaan yang telah mengalami dekadensi. Kembali kepada agama dengan pola yang tidak tepat justru akan mendatangkan bahaya baru yang tidak kalah bahayanya dengan kondisi krisis awal. Dalam tulisan ini, berusaha ditawarkan pola kembali kepada ajaran agama melalui pintu kembali akhlak tasawuf, khususnya bagi kalangan terpelajar, sehingga tulisan ini mencoba menawarkan konsep reorientasi pendidikan akhlak Tasawuf di perguruan tinggi.

Page 4 of 33 | Total Record : 329