cover
Contact Name
Jamiludin Usman
Contact Email
jamiludin.usman@iainmadura.ac.id
Phone
+6285336521427
Journal Mail Official
tadris@iainmadura.ac.id
Editorial Address
Fakultas Tarbiyah IAIN Madura, Jl Raya Panglegur KM 4 Pamekasan, Jawa Timur
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
Tadris: Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 1907672X     EISSN : 24425494     DOI : http://doi.org/10.19105/tjpi
Core Subject : Religion, Education,
Tadris: Jurnal Pendidikan Islam is an open-access peer-reviewed journal published by the Tarbiyah Faculty of State Islamic Institute of Madura. Tadris Journal is published twice a year in June and December, the contents are scientific writings on Islamic Education in form of conceptual ideas, literature reviews, practical writing, or research results from various perspectives.
Articles 329 Documents
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS TRANSPERSONAL (Suatu Pendekatan Psikologi Transpersonal) ---, H a r y u
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 2 No 1 (2007)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.365 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v2i1.208

Abstract

Hingga kini, mata pelajaran agama Islam telah dan sedang mengalami permasalahan dalam hal penyajian kepada siswa. Yang sering kita jumpai dalam praktik-praktik pendidikan adalah bahwa guru hanya berperan untuk membangun intelektual siswa. Sedangkan sisi psikis dan psiko-spiritual siswa sangat jarang diperhatikan. Akibatnya, siswa hanya tahu agama tapi tak mampu mengamalkannya. Tulisan ini akan mengetengahkan teori tentang psikologi transpersonal dan penerapannya dalam pembelajaran pendidikan agama dalam kerangka memberikan perhatian yang sungguh-sungguh pada pembinaan aspek afektif. Kajian dalam tulisan ini didasarkan pada pendekatan hermeneutik fenomenologis, meskipun eksposisinya sangat sederhana. Penulis mencoba mempersepsi realitas yang terjadi dengan menggunakan pengetahuan yang sudah dipahami.
MADRASAH DI INDONESIA (Pertumbuhan dan Perkembangan) Kosim, Mohammad
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 2 No 1 (2007)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.407 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v2i1.209

Abstract

Kebijakan diskriminatif pemerintah Hindia Belanda terhadap umat Islam, dalam hal pendidikan, memunculkan sikap penolakan umat Islam dengan wujud beragam, defensif dan progresif. Corak defensif ditunjukkan, terutama oleh ulama tradisional, dengan cara menghindari sejauh mungkin pengaruh politik Belanda terhadap sistem pendidikan Islam. Sikap ini terlihat pada sistem pendidikan tradisional pesantren yang mengambil tempat di daerah-daerah pedalaman untuk menghindar dari pengaruh dan pantauan Belanda. Pendekatan progresif dilakukan, terutama dipelopori sejumlah ulama pembaharu, dengan “meniru” pola pendidikan modern ala Belanda tapi berbasis Islam. Melalui pola moderat ini, berdirilah sejumlah madrasah dan sekolah umum berciri khas Islam dengan beberapa corak; Pertama, madrasah dengan dominasi mata pelajaran agama ditambah mata pelajaran umum (madrasah plus). Kedua, sekolah umum model Belanda ditambah mata pelajaran agama (sekolah plus). Ketiga, madrasah dengan bidang kajian sepenuhnya agama (madrasah diniyah).
PENGEMBANGAN EVALUASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS RANAH AFEKTIF Solichin, M. Muchlis
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 2 No 1 (2007)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.402 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v2i1.210

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) adalah proses pengalihan (transfer) pengetahuan, pemahaman, nilai-nilai dan pengamalan ajaran Islam secara terencana, sistemik, dan berkelanjutan. Dengan kata lain, PAI adalah upaya menumbuhkembangkan fitrah anak didik yang dibawa sejak lahir menjadi sebuah kemampuan dan kekuatan yang dapat melahirkan kompetensi yang profesional. Fitrah di satu sisi dapat diartikan sebagai suatu kecenderungan (potensi) untuk mengetahui, memahami dan mengamalkan ajaran Islam baik sebagai hamba Allah maupun sebagai khalifah Allah di muka bumi. Untuk menumbuhkembangkan fitrah ini, maka PAI harus dapat mengarahkan dan membimbing anak didik sesuai dengan ajaran Islam. Satu hal yang sangat urgen dalam pelaksanaan PAI adalah harus berdasarkan kepada penanaman moral Islam dengan menitikberatkan kepada penanaman dan pembiasaan moral action dalam kehidupan anak didik. Ini didasarkan pada asumsi bahwa intisari ajaran Islam adalah pengamalan dan praktek akhlaq al-karîmah.
MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN MELALUI SISTEM PEMBELAJARAN YANG TEPAT Mukhid, Abd.
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 2 No 1 (2007)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.912 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v2i1.211

Abstract

Pendidikan yang berkualitas telah memasuki babak baru dalam dunia pendidikan. Tak satu pun lembaga penyelenggara pendidikan yang luput dari tuntutan ini. Tuntutan tersebut tidak pandang pilih, baik tingkatannya maupun orang-orangnya, apakah itu di tingkat pendidikan dasar atau pun di tingkat perguruan tinggi; apakah bertindak sebagai pimpinan/kepala sekolah, atau sebagai dosen, guru, karyawan, maupun peserta didik. Semua dituntut secara bersama-sama dalam menciptakan pendidikan yang berkualitas. Tentunya tuntutan tersebut disesuaikan dengan tugas dan perannya masing-masing, serta berdasarkan standar atau ukuran kualitas yang telah ditetapkan. Salah satu pertanda bahwa pendidikan tersebut berkualitas adalah terlaksananya sistem pembelajaran secara tepat/baik, yang secara menyeluruh melibatkan semua komponen-komponen yang ada dalam sistem pembelajaran.
PTAI SEBAGAI BASIS PEMBANGUNAN MORAL (Menuju Wawasan Akademik yang Lebih Islami) ---, Siswanto
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 2 No 1 (2007)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.464 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v2i1.212

Abstract

Gaya hidup global telah menjadikan nilai-nilai kemanusiaan yang berdimensi spiritual terdegradasi oleh proses teknologi, yang merupakan hasil rekayasa dan kemampuan rasio. Gejala split personality pun dipahami sebagai konsekuensi logis dari semakin jauhnya pembangunan intelektual dari arahan dan kontrol nilai moral dan spiritual. Dalam perannya sebagai directive system, agama ditempatkan sebagai referensi utama dalam proses perubahan. Agama akan berfungsi sebagai supreme morality yang memberikan landasan dan kekuatan elit-spiritual masyarakat ketika mereka berdialektika dengan perubahan. Demikian halnya sebagai defensive system, agama menjadi semacam kekuatan resistensial bagi masyarakat ketika berada dalam lingkaran persoalan kehidupan yang semakin kompleks di tengah derasnya arus perubahan. Untuk itu, sebagai perguruan tinggi berciri khas keagamaan, PTAI dituntut memainkan peran sebagai basis pembangunan moral bangsa di tengah masyarakat global. Salah satunya, menciptakan tradisi kehidupan kampus yang lebih islami, sebagai wadah realisasi amaliah keagamaan.
PERKEMBANGAN KEBIJAKAN PENDIDIKAN (Studi tentang Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah) Thoha, Mohammad
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 2 No 1 (2007)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.882 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v2i1.213

Abstract

Pendidikan bertujuan mengembangkan SDM melalui kegiatan pengajaran. Manusia seutuhnya merupakan istilah yang dikenal dalam konteks keindonesiaan berupa terciptanya sebuah generasi yang terdidik, penuh toleran, dinamis dan diridhai oleh Tuhan Yang Maha Esa. Untuk mensukseskan hal itu, maka kebijakan pendidikan harus berpihak pada masyarakat, sehingga konsep yang akan diterapkan adalah pendidikan yang humanis sebagai sarana dinamisasi perkembangan ilmu pengetahuan. Dengan adanya otonomi pendidikan yang di dalamnya terkandung MBS sebagai dasar desentralisasi pendidikan, maka proses pendidikan menjadi tanggung jawab bersama di antara unsur-unsur pendidikan. Melalui manajemen model ini, lembaga pendidikan memiliki kewenangan untuk mengelola sumber daya manusia, partisipasi masyarakat, penyederhanaan birokrasi, sistem evaluasi, pemetaan kurikulum dan sebagainya.
MULTIKULTURALISME PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (Telaah atas Pemikiran Nurcholish Madjid) Susanto, Edi
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 2 No 2 (2007)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.259 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v2i2.214

Abstract

Di tengah multikulturalitas kehidupan, eksistensi pendidikan agama berbasis multikulturalisme merupakan suatu keniscayaan sebagai bingkai sarana internalisasi nilai-nilai multikulturalitas dengan basis teologis ajaran agama. Tulisan ini berupaya mendeskripsikan gagasan Nurcholish Madjid tentang multikulturalisme pendidikan agama (Islam). Melalui penelusuran berpola analisis isi dan hermeneutika model semi Dilthey-an terhadap gagasan Nurcholish Madjid, ditemukan letak kelebihan sekaligus kekurangan dari gagasan tokoh tersebut yakni belum ditemukannya the body of knowledge dari konsep multikulturalisme pendidikan agama (Islam), sehingga direkomendasikan pentingnya studi lanjut.
PEMBINAAN PROFESIONALISME GURU DALAM KONTEKS MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH -, Atiqullah
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 2 No 2 (2007)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.404 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v2i2.215

Abstract

Profesionalisme guru saat ini semakin dituntut oleh masyarakat modern, karena kerja profesional itu sendiri adalah ciri modernitas. Dalam bidang pendidikan, pemerintah sedang mengupayakan hal ini melalui proses sertifikasi guru. MBS merupakan instrumen penting dalam pembinaan profesionalisme guru, sehingga niscaya suatu saat pendidikan kita sejajar dengan pendidikan negara-negara lainnya dengan tidak mengabaikan aspek politik praktis pendidikan yang membutuhkan suasana dan iklim para bijak pendidikan. Artikel ini menghadirkan MBS sebagai sosok manajemen mutakhir dalam konteks pendidikan nasional yang memungkinkan perubahan ke arah profesionalitas guru.
PROGRAM REMEDIAL (Solusi Alternatif bagi Siswa yang Kesulitan Belajar dalam UNAS) -, Buna’i
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 2 No 2 (2007)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.17 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v2i2.216

Abstract

Berbagai upaya dilakukan sekolah agar siswa dapat lulus UNAS dengan baik. Mulai dari ketuntasan belajar (mastery learning) hingga pada pelaksanaan evaluasi internal, hingga bimbingan tes (try out). Kehawatiran terhadap siswa yang tidak mampu tidak luput dari perhatian sekolah. Program remedial menjadi salah satu alternatif untuk mempersiapkan siswa dalam menghadapi UNAS. Diharapkan dengan adanya program remedial ini dapat membantu mempersiapkan siswa--khususnya yang kurang mampu--siap menghadapi UNAS. Kesiapan yang matang diharapkan juga dapat membawa siswa lulus dalam UNAS dengan baik.
DARI SGHAI KE PGA; SEJARAH PERKEMBANGAN LEMBAGA PENDIDIKAN GURU AGAMA ISLAM NEGERI JENJANG MENENGAH Kosim, Mohammad
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 2 No 2 (2007)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.22 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v2i2.217

Abstract

Dalam rentang waktu antara 1948 hingga 1992 Departemen Agama telah menyelenggaraan pendidikan guru agama jenjang pendidikan menengah. Banyak kebijakan penting yang telah dilakukan departemen ini terkait penyelenggaraan lembaga pendidikan guru jenjang menengah. Uraian berikut akan mendeskripsikan secara kronologis kebijakan-kebijakan dimaksud. Uraiannya dibagi menjadi lima periode dengan mempertimbangkan ada tidaknya kebijakan Departemen Agama dalam suatu periode yang mempengaruhi perkembangan lembaga. Periode dimaksud meliputi; masa perintisan (1948-1950), masa perluasan (1950-1952), masa integrasi (1952-1958), masa pembinaan (1958-1978), serta masa reorganisasi dan alih status (1978-1992).

Page 3 of 33 | Total Record : 329