cover
Contact Name
Yusran
Contact Email
iqt.fuf@uin-alauddin.ac.id
Phone
+6282136764704
Journal Mail Official
iqt.fuf@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Jalan H.M.Yasin Limpo No.36, Romang Polong, Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Kode Pos 92118
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Tafsere
ISSN : 23552255     EISSN : 29628474     DOI : -
Core Subject : Religion,
Tafsere is a peer-reviewed journal dedicated to publishing the scholarly study of the Quran from many different perspectives. Particular attention is paid to the works dealing with Quranic Studies, Qur’anic sciences, Living Quran, Quranic Studies across different areas in the world, Methodology of the Quran, and Tafsir studies. Tafsere was published by the Department of Quranic and Tafsir Studies, Faculty of Ushuluddin and Philosophy, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 1 (2013)" : 8 Documents clear
METODE PENAFSIRAN SYEKH NAWAWI AL-BANTANI DALAM TAFSIR MARAH LABID Aan Parhani
Jurnal Tafsere Vol 1 No 1 (2013)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.884 KB)

Abstract

Tulisan ini membahas tenhtang Syekh Nawawi al-Bantânî dan Metode Penafsirannya pada karyanya Tafsir Marâh Labîd. Syekh Nawawi al-Bantânî adalah putera bangsa yang mendunia dengan karya-karyanya yang luar biasa dalam berbagai disiplin ilmu dan keilmuannya diakui oleh berbagai Negara dengan menjadi pengajar di Mesjid al-Haram dan mendapat pengakuan dari al-Azhar Kairo, serta karya-karya menjadi kajian pokok di berbagai pesantren di Indonesia. Metode penafsirannya adalah Ijmali dan pada banyak bagian Tahlili dengan memadukan antara bentuk bi al-ma`tsur dan bi al-ra’y. Dalam tafsirnya, beliau menggunakan berbagai pendekatan keilmuan seperti Aqidah, Ilmu Kalam, Fiqh, Tasawuf, dan lain-lain, hal ini dipengaruhi oleh keluasan ilmu beliau. Karena itu teknik interpretasi yang digunakan oleh Nawawi adalah teknik interpretasi tekstual, linguistik (kaidah-kaidah Bahasa), sosio-historis (asbab al-nuzul), teleologis (kaidah-kaidah fiqh), kultural (pengetahuan yang mapan), dan interpretasi logis.
SIGNIFIKANSI TAFSIR MAUDHU’I DALAM PERKEMBANGAN PENAFSIRAN AL-QUR’AN aisyah aisyah
Jurnal Tafsere Vol 1 No 1 (2013)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.426 KB)

Abstract

Tafsir maudhu’i lahir  dari berbagai faktor antara lain sebagai bentuk pengembangan dari penafsiran yang ada sesuai dengan perkembangan zaman yang menuntut lahirnya metode-metode baru, dan tidak mentup kemungkinan akan muncul metode-metode lain pada masa yang akan datang sesuai dengan tuntutan zaman dan perkembangan ilmu pengetahuan dalam melihat fenomena yang muncul di masyarakat. Pembahasan pada tema tertentu dengan melihatnya dari berbagai perspektif keilmuan tentu sangat berguna terhadap penelitian yang bersifat ilmiah. Dan kesimpulan yang dihasilkan mudah dipahami, karena ia membawa pembaca kepada petunjuk al-Qur’an tanpa mengemukakan berbagai pembahasan secara terperinci dalam satu disiplin ilmu saja. Persoalan yang disentuh Al-Qur’an bukanlah bersifat teoritis semata, tetapi membawa pembaca untuk menjawab terhadap permasalahan yang dihadapi sehingga lebih memperjelas fungsi  Al-Qur’an sebagai kitab yang memberi petunjuk. Penafsiran ayat-ayat al-Qur’an dengan menggunakanan metode Tafsir Maud}u’i> ini, memungkinkan seseorang untuk menolak anggapan adanya ayat-ayat yang bertentangan antara satu dengan yang lain karena setiap persoalan dibahas secara komprehensif sehingga hal ini dapat menjadi bukti bahwa ayat-ayat al-Qur’an sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan permasalahan yang muncul di masyarakat.
KHAZANAH TAFSIR SINGKAT IBN AL-JAWZI: Zad al-Masir fi Ilm al-Tafsir Andi Muhammad Ali Amiruddin
Jurnal Tafsere Vol 1 No 1 (2013)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.639 KB)

Abstract

Karya tafsir dalam khazanah keilmuan Islam merupakan obyek kajian yang tak pernah terhenti. Gaya, metode dan jumlah karya tafsir yang terus bertambah menjadi poin-poin yang sering mengundang pengkaji untuk mencermati karya-karya tafsir baik klasik maupun modern. Tulisan ini berupaya untuk melihat salah satu karya tafsir abad pertengahan dalam sejarah Islam yakni buku Zad al-Masir fi Ilm al-Tafsir dengan tujuan untuk mengungkapkan keragaman gaya Ibn al-Jawzi dalam menafsirkan ayat al-Quran. Tulisan ini mencoba untuk melihat secara utuh karya tersebut dengan menelusuri lembaran-lembaran buku tafsir tersebut dari awal hingga akhir. Ditemukan bahwa buku tafsir ini menyajikan penafsiran ayat-ayat al-Quran secara singkat namun padat yang dilengkapi dengan catatan-catatan mengenai hal-hal yang banyak dibicarakan dan diperdebatkan oleh para ulama tafsir seputar ilmu-ilmu al-Quran baik hal-hal yang terkait dengan sebab nuzul maupun perdebatan seputar ayat-ayat yang pertama dan terakhir turun. Tulisan ini menyimpulkan bahwa buku Zad al-Masir adalah sebuah karya tafsir singkat namun padat dan kaya akan berbagai pandangan mufassir walau masih menyisakan beberapa pertanyaan.
WAWASAN AL-QUR’AN TENTANG TOLERANSI Andi Nirwana
Jurnal Tafsere Vol 1 No 1 (2013)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.487 KB)

Abstract

Nabi saw. menginginkan umat Islam konsisten dan tegas dalam menolak kemusyrikan dan mencampuradukkan ritual agama Islam dengan agama lain atau simpelnya konsisten berpegang pada “Bagimu agamu dan bagiku agamaku”. Pada sisi lain, Nabi saw. menginginkan umat Islam bersikap pluralis dalam berinteraksi sosial. Artikel ini mencoba mengangkat wawasan al-Qur'an tentang nilai dasar toleransi agama. Melalui metode tafsir tematik, artikel berikut akan fokus pada ayat-ayat yang menyinggung masalah pluralitas dalam kehidupan agama dan sosial. Dalam kajian al-Qur'an ditemukan bahwa mempertajam perbedaan identitas dalam segala aspek tanpa mampu membedakan mana yang harus dijaga dengan kokoh dan mana yang harus dikompromikan ada hal yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Hal ini sesuai dengan yang telah diperlihatkan Nabi saw. selaku uswah hasanah yang akan mengantarkan agama sebagai rahmat li al-‘alamin. 
METODE ILMU MENURUT PERSPEKTIF AL-QUR’AN Indo Santalia
Jurnal Tafsere Vol 1 No 1 (2013)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.902 KB)

Abstract

Konsep ideal ilmu dalam Islam adalah pengetahuan yang membawa kemanfataan dan kemudahan dalam hidup dan kehidupan manusia. Tetapi, ilmu yang tidak didasari dengan nilai-nilai keimanan hanya akan melahirkan manusia pintar tetapi tidak arif. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa banyak orang yang memiliki ilmu pengetahuan, namun justru ilmunya sendiri yang menggelincirkannya ke dalam jurang kehancuran. Metode mencari ilmu dan mengamalkan ilmu yang berlangsung seperti ini, tidak bertujuan untuk memanusiakan manusia (humanizing of human being), tetapi yang terjadi justeru dehumanisasi.Bagaimana al-Qur'an mengonsepsikan metode memperoleh ilmu? itulah yang menjai fokus bahasan dalam artikel ini. Dengan pendekatan tafsir dan filsafat ilmu, penelitian ini menemukan bahwa menurut Al-Qur’an, ada tiga komponen yang terlibat dalam proses penemuan ilmu pengetahuan, yaitu; al-sama, al-bashar dan fu’ad. Ketiga komponen ini, merupakan alat potensial yang dimiliki manusia untuk mem-peroleh pengetahuan. Kaitan antara ketiganya adalah bahwa al-sama, bertugas memelihara ilmu pengetahuan, al-bashar bertugas mengembang-kan ilmu pengetahuan, sedangkan al-fu’ad bertugas membersihkan ilmu pengetahuan.
KAIDAH QIRA'AH ABU AL-HASAN AL-KISA'I Rahmi Damis
Jurnal Tafsere Vol 1 No 1 (2013)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.01 KB)

Abstract

Hamzah ibnu Habib al-Zayyat dan al-Kisa'i merupakan salah seorang Imam qira'ah sab’ah yang fasih dan dabit, berasal dari Kufah. Periwayatnya ada dua: Pertama, Abu al-Haris. Ia terpercaya, cerdas, teliti, dabit, tsiqah dan menguasai bacaan al-Kisa'i. Kedua Al-Dūri. Ia terpercaya dalam qira’ah, konsisten dan akurat, akan tetapi tidak hanya berguru pada al-Kisa'i, melainkan juga kepada yang lain yakni ‘Abu ‘Amr, sehingga bacaannya terkadang berbeda dengan al-Kisa'i. Penerapan Qira'ah al-Kisa'i dalam al-Qur’an secara garis besar terlihat pada kaidah umum dan kaidah khusus. Kaidah umum meliputi mim jama’, ha kinayah, izhar dan idgam serta imalah kubra. Sedang kaidah khusus meliputi farsy al-hurup.
MEMAKNAI KISAH ASHAB AL-KAHFI DALAM AL-QUR’AN Muhammad Sadik Sabry
Jurnal Tafsere Vol 1 No 1 (2013)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.394 KB)

Abstract

Sayyid Quthub adalah tokoh yang tidak saja diakui keulamaannya tetapi juga kegigihannya dalam memperjuangkan tegaknya Islam, dengan pemberontakan melawan penguasa sekalipun. Dengan gaya dakwahnya yang demikian keras maka pengamat gerakan Islam menjulukinya radikalis Islam generasi al-Banna'. Dibalik "kekerasannya" dalam berdakwah Quthub sangat produktif dalam menulis dan salah satu karya monumentalnya adalah Tafsir Fi Zhilal al-Qur'an yang ia tulis selama menjalani hukuman di penjara atas tuduhan makar. Inilah kemudian yang menjadi fokus kajian dalam artikel ini, apakah kehidupan Quthub dalam kancah politik dan situasi pergolakan sosial ketika tafsirnya ditulis berpengaruh teradap kontent tafsirnya? Melalui pendekatan historis dan content analysis (analisis wacana) penelitian ini menemukan bahwa situasi kebatinan Quthub ketika menulis tafsir, serta situasi sosial-politik di Mesir letika itu sangat terasa ketika membaca tafsir Fi Zhilal al-Qur'an. Akibatnya tafsir itu sering di sebut Tafsir Harakah (Tafsir Gerakan).
FI ZHILAL AL-QUR’AN: TAFSIR GERAKAN SAYYID QUTHUB Muhsin Mahfudz
Jurnal Tafsere Vol 1 No 1 (2013)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.467 KB)

Abstract

Tafsir Fi Zhilal al-Qur'an adalah karya al-Syahid Sayyid Quthub, seorang pemikir Islam fundamentalis. Tafsir yang juga disebut Zhilal memiliki keunikan tersendiri karena ditulis selama penulisnya menjalani tahanan politik atas tuduhan makar oleh gerakan Ikhwan al-Muslimin. Apakah materi tafsir Zhilal terpengaruh oleh subyektifitas Quthub yang ketika itu dibawah tekanan penguasa Mesir? Pertanyaan inilah yang akan diuji dalam artikel ini melalui pendekatan sosio-politik dengan analisis wacana (content analysis). Berdasarkan metod tersebut ditemukan bahwa Sayyid Quthub adalah sosok yang selain produktif dalam menulis, juga aktif langsung dalam gerakan-gerakan dakwah dan politik. Radikalisme Quthub juga yang menggiringnya keluar masuk penjara hingga akhirnya divonis mati oleh pemerintah Mesir. Tafsir Fi Zhilal al-Qur’an digolongkan oleh para pakar tafsir ke dalam tafsir bercorak sastra dan sosial (al-adab al-ijtima‘i). Dan ternyata, tafsir yang ditulis oleh Sayyid Quthub begitu kental dengan pengaruhnya sebagai muslim militan dan radikal, serta pengaruh social politik ketika tafsir ditulis

Page 1 of 1 | Total Record : 8