cover
Contact Name
Yusran
Contact Email
iqt.fuf@uin-alauddin.ac.id
Phone
+6282136764704
Journal Mail Official
iqt.fuf@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Jalan H.M.Yasin Limpo No.36, Romang Polong, Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Kode Pos 92118
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Tafsere
ISSN : 23552255     EISSN : 29628474     DOI : -
Core Subject : Religion,
Tafsere is a peer-reviewed journal dedicated to publishing the scholarly study of the Quran from many different perspectives. Particular attention is paid to the works dealing with Quranic Studies, Qur’anic sciences, Living Quran, Quranic Studies across different areas in the world, Methodology of the Quran, and Tafsir studies. Tafsere was published by the Department of Quranic and Tafsir Studies, Faculty of Ushuluddin and Philosophy, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 149 Documents
MUSYAWARAH DALAM AL-QUR’AN Santri Sahar
Jurnal Tafsere Vol 3 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (843.215 KB)

Abstract

Tulisan ini adalah deskripsi tentang konsep musyawarah yang diperkenalkan Allah dalam Al Qur’an dengan menggunakan istilah Syura. Musyawarah dipandang penting karena menjadi langkah awal dalam membuat suatu konsensus. Istilah musyawarah  kemudian dalam penjelasanya berdasarkan konteks peristiwa dapat dilakukan dalam tiga ranah, yaitu ranah keluarga, kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Sebagai bukti, tulisan ini menyajikan fakta-fakta yang bersumber dari kisah Al Qur’an dan sumber dari buku sejarah, tentang bagaimana peristiwa yang dihadapi dalam kehidupan umat manusia dapat diselesaikan dengan cara musyawarah .
ISLAM DAN INTEGRASI SOSIAL Pergumulan antara Islam dan Tradisi Masyarakat Bugis Nurman Said
Jurnal Tafsere Vol 3 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (755.365 KB)

Abstract

Penelitian ini berusaha untuk memahami hal-hal pokok yang berkaitan dengan proses integrasi sosial yang terjadi di kalangan masyarakat muslim Bugis khususnya antara komunitas muslim pagama di satu sisi dengan muslim sossorang di sisi yang lain sebagai akibat langsung dari perbedaan kecenderungan pemahaman dan pengamalan keagamaan mereka.  Tuntutan untuk membina hubungan sosial yang baik antarsesama penganut Islam sebagaimana yang diisyaratkan dalam sejumlah ayat al-Qur’an maupun hadis Rasulullah saw. merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pengamalan ajaran Islam secara keseluruhan. Adalah menarik untuk diteliti seberapa jauh pengaruh ajaran Islam terhadap perilaku sosial penganut-penganutnya.  Apakah realitas kehidupan sosial mereka, khususnya menyangkut pola-pola integrasi yang dilakoninya tumbuh dan berakar pada pemahaman ajaran agama yang dianutnya.  Ataukah justru perilaku sosial tersebut merupakan hal yang lebih menunjukkan kesadaran kultural yang tidak terkait dengan ajaran agama yang dianutnya.
MENYELAMI MAKNA HARI AKHIR DALAM AL-QUR’AN Muhammad Sadik Sabry
Jurnal Tafsere Vol 3 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (949.593 KB)

Abstract

Hari akhir adalah sebuah istilah yang dipakai oleh al-Qur’an untuk menunjuk kepada waktu kehidupan yang panjang sesudah kehidupan ini hancur lebur dan berakhir, termasuk di dalamnya semua proses dan peristiwa yang terjadi pada hari itu. Kesadaran manusia untuk mengarahkan perbuatan-perbuatan mereka kepada kebajikan dan menjadi tameng dari keinginan untuk melakukan kemaksiatan. Hari akhir sangat penting untuk menumbuhkan kesiapan mental dalam menghadapi kehadirannya. Penggunaan term yawm yang diikuti kata al-akhir mengindikasikan waktu yang panjang tetapi kemungkinannya juga bisa berakhir. Hal penting lainnya dari kepercayaan ini adalah bahwa ketaatan dan ketundukan kepada Allah harus semakin ditingkatkan seiring dengan kepercayaan bahwa semua perbuatan yang dilakukan manusia akan dibalas oleh Allah swt. Penerapan pengambilan makna berdasarkan kronologis turunnya ayat sangat membantu di dalam melihat tahapan-tahapan perkembangan makna  dari sebuah tema pokok yang ada di dalam al-Qur’an.
STABILISASI METODOLOGI TAFSIR PADA ABAD XV H. Muhsin Mahfudz
Jurnal Tafsere Vol 3 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (900.681 KB)

Abstract

Artikel ini mengulas tentang perkembangan metodologi, terutama di masa modern, di mana ilmu-ilmu modern berkembang sangat pesat. Beberapa catatan penting dari masa ini akan dianalisis dengan pendekatan sejarah. Melalui analisis tersebut ditemukan bahwa pada abad 15/21 sekarang ini, ternyata perkembangan metodologi tafsir sudah sangat jauh. Tafsir yang mengandalkan aspek riwayat semata tidak lagi menjadi “primadona” bagi pengkaji al-Qur’an dewasa ini. Bahkan mereka lebih tertarik menggunakan filsafat bahasa semisal hermeneutika dan semiotika untuk “membiarkan al-Qur’an berbicara sendiri atas nama dirinya”. Menurut mereka, hal itu sangat dimungkinkan karena teks al-Qur’an adalah bahasa yang sudah dibentuk oleh budaya awal ketika pertama kali diturunkan. Kesimpulan yang mengatakan bahwa metodologi tafsir klasik sudah ditinggalkan adalah “keliru” karena ternyata metode tafsir tahili sebagai mana yang dilakukan oleh Wahbah al-Zuhaili adalah contoh terbaik untuk menunjukkan kekeliruan kesimpulan tadi
FILSAFAT SOSIAL DALAM AL-QUR’AN Sitti Aisyah Chalik
Jurnal Tafsere Vol 3 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (954.626 KB)

Abstract

Masyarakat merupaka sekumpulan orang-orang yang hidup di satu tempat, di dalamnya ada pergaulan  dan diikat oleh kebudayaan. Secara umum bentuk masyarakat dapat dilihat mulai dari: a) Keluarga: merupakan unit terkecil yang membentuk sebuah struktur sosial yang penting dan sebagai pondasi awal sebuah bangunan masyarakat, b) Orangtua dan kerabat: bentuk  ini juga banyak mendapat perhatian dala al-Qur’an karena merupakan bagian dari masyarakat yang mempunyai hak-hak dan kewajiban dalam kehidupan sosial, c) Kaum fakir dan miskin: Kelompok ini banyak ditemui disekitar kita, yang keberadaannya sangat mempengaruhi kelangsungan sebuah masyarakat, d) Masyarakat secara umum: Unsur berikutnya adalah masyarakat secara umum. Islam memberikan perintah yang jelas dalam berinteraksi sesama anggota masyarakat.  Tujuan  masyarakat menurut al-Qur’an, selain menjalankan tugas dan kewajibannya, saling tolong menolong dan saling menghargai. Yang terpenting dari semua itu adalah bagaimana mencapai  derajat taqwa serta kebahagiaan hakiki (surga).
MENAKAR HUKUM POLIGAMI DALAM AL-QUR’AN Abdul Mutakabbir
Jurnal Tafsere Vol 3 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1013.436 KB)

Abstract

Hukum poligami menjadi perdebatan yang tiada akhir antara pro dan kontra. Hal tersebut disebabkan perdebatan dimulai dari luar teks sehingga penjabaran dan alasan yang dikemukakan menjalar tanpa arah. Adapun al-Qur’an sudah memberikan kejelasan tentang status hukum poligami dengan tidak memerintahkan dan tidak pula melarangnya. Dengan demikian, dapat dipahami bahwa statusnya adalah sesuatu yang dibolehkan, tetapi dengan berbagai persyaratan yang telah ditetapkan oleh al-Qur’an dan sesuai dengan semangat maqasid al-syari’ah.
AN ISLAMIC PERSPECTIVE ON HALAL FOOD AND PHARMACEUTICAL PRODUCTS Muhammad Galib Mattoala
Jurnal Tafsere Vol 3 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1222.068 KB)

Abstract

Islam memberikan perhatian yang sangat besar bagi kesehatan jasmani dan rohani. Oleh karena itu, Islam memberikan penekanan agar umatnya mengkonsumsi makanan yang baik, bersih dan halalb aik dari aspek fisiknya maupun aspek spiritualnya, dan menghindari makanan yang kotor, mengandung najis dan haram.Islam juga memerintahkan kepada umatnya agar berobat jika ditimpa penyakit, tetapi obat yang boleh digunakan hanyalah obat yang bersumber dari bahan yang halal, kecuali kalau dalam kondisi yang darurat. 
AN ISLAMIC PERSPECTIVE ON HALAL FOOD AND PHARMACEUTICAL PRODUCTS Muhammad Galib Mattoala
Jurnal Tafsere Vol 3 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1222.068 KB)

Abstract

Islam memberikan perhatian yang sangat besar bagi kesehatan jasmani dan rohani. Oleh karena itu, Islam memberikan penekanan agar umatnya mengkonsumsi makanan yang baik, bersih dan halalb aik dari aspek fisiknya maupun aspek spiritualnya, dan menghindari makanan yang kotor, mengandung najis dan haram.Islam juga memerintahkan kepada umatnya agar berobat jika ditimpa penyakit, tetapi obat yang boleh digunakan hanyalah obat yang bersumber dari bahan yang halal, kecuali kalau dalam kondisi yang darurat. 
AN ISLAMIC PERSPECTIVE ON HALAL FOOD AND PHARMACEUTICAL PRODUCTS Muhammad Galib Mattoala
Jurnal Tafsere Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1231.718 KB)

Abstract

Islam memberikan perhatian yang sangat besar bagi kesehatan jasmani dan rohani. Oleh karena itu, Islam memberikan penekanan agar umatnya mengkonsumsi makanan yang baik, bersih dan halalb aik dari aspek fisiknya maupun aspek spiritualnya, dan menghindari makanan yang kotor, mengandung najis dan haram.Islam juga memerintahkan kepada umatnya agar berobat jika ditimpa penyakit, tetapi obat yang boleh digunakan hanyalah obat yang bersumber dari bahan yang halal, kecuali kalau dalam kondisi yang darurat.
KONSEP AL-ISHLAH DALAM AL-QUR-AN Abdul Wahid Haddade
Jurnal Tafsere Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1524.233 KB)

Abstract

Secara garis besar term atau lafadz iṣlāḥ dalam al-quran memiliki pengertian perdamaian dengan berbagai variannya sesuai konteks pembicaraan atau permasalahan yang dibicarakan masing-masing ayat terkait dengan iṣlāḥ.Kata aṣliḥū terambil dari kata aṣlaḥa yang asalnya adalah ṣaluḥa sebagai antonim dari kata fasada (rusak).Dengan demikian kata ṣaluḥa berarti tiadanya atau terhentinya kerusakan atau diraihnya manfaat, sedangkan iṣlāḥ adalah upaya menghentikan kerusakan atau meningkatnya kualitas sesuatu sehingga manfaatnya lebih banyak.Iṣlāḥ dimaknai perdamaian dalam konteks konflik yakni, perintah mendamaikan dua orang yang berkonflik harus dengan cara yang adil dan tidak memihak salah satu pihak yang berkonflik.Iṣlāḥ juga digunakan al-quran dalam kaitannya untuk mendamaikan rumah tangga sehingga terhindar dari konflik keluarga.Iṣlāḥ dimaknai upaya menciptakan perdamaian dengan mencegah terjadinya konflik sehingga kedua belah pihak tidak terlibat perselisihan, termasuk di dalamnya mengupayakan mencari solusi yang bisa menguntungkan kedua pihak yang hendak berkonflik, serta mempererat ukhuwah islamiyah.

Page 6 of 15 | Total Record : 149