Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

NABIYYIL UMMI DALAM PERSPEKTIF PROFETIK Santri Sahar
SOSIORELIGIUS Vol 2 No 1 (2017): Sosioreligius: Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama
Publisher : Departemen Sosiologi Aga,ma, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/sosioreligius.v2i1.5996

Abstract

Nabiyyil Ummi suatu istilah dalam al-Qur’an yang difahami bahwa Nabi Muhammad adalah seorang yang hidup pada masyarakat Arab Jahiliyah dalam keadaan tidak dapat membaca dan menulis. Melalui perspektif profetik dalam mengilmukan islam yaitu menjadikan wahyu sebagai landasan teoritis, terdapat fakta-fakta sosial bahwa Muhammad sejak kecil terdidik secara mandiri, hidup dalam kelas sosial bangsawan Arab di lingkungan yang sudah berlangsung proses baca tulis, sebagai seorang tokoh muda penggagas perdamaian bangsa Arab. Dan bekerjasama dengan Khadijah melaksanakan eksport-impor hingga ke negeri Syam, sehingga Muhammad adalah pemimpin yang sudah dapat membaca dan menulis sejak muda. Nabiyyil ummi dari perpektif profetik difahami sebagai induk atau rujukan tempat bertanya berbagai persoalah hidup yang dapat dijelaskan melalui al-Qur’an dan Sunnahnya.
KEBUDAYAAN SIMBOLIK; Etnografi Religi Victor Turner Santri Sahar
SOSIORELIGIUS Vol 4 No 2 (2019): Sosioreligius: Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama
Publisher : Departemen Sosiologi Aga,ma, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/sosioreligius.v4i2.13320

Abstract

This Artical presents a cultural study of Victor Turner's symbolic anthropological perspective, obtained through Turner's primary sources. Starting Ritual from Turner's scientific background, his works until he sparked an influential symbolic theory and became a tradition of social anthropological studies in England. This concept was adapted from Van Gennep's theory of life cycle ceremonies, Turner formulated the phases of human life into separation, liminality and regregation. Through the mudyi tree as a symbol in ritual, the Ndembu people identify their identity which is always dialectic between the community and community through liminality. Keywords: Turner, Culture, Symbolic, Ritual AbstrakTulisan ini menyajikan kajian budaya perspektif antropologi simbolik Viktor Turner, yang diperoleh melalui sumber primer karangan Turner . Dimulai dari latar belakang keilmuan Turner, karya-karyanya hingga ia mencetuskan teori simbolik yang berpengaruh dan menjadi tradisi kajian antroplogi sosial di Inggris. Konsep Ritual  ini diadaptasi dari teori Van Gennep tentang upacara siklus hidup, Turner merumuskan fase kehidupan manusia menjadi separasi, liminalitas dan regregasi. Melalui pohon mudyi sebagai simbol dalam ritual, orang Ndembu mengidentifikasi identitas diri yang selalu berdialektika antara masyarakat dan komonitas melalui liminalitas.
Interaksi Pasangan Suami Istri Yang Bertempat Tinggal Terpisah: Studi Kasus di Belapunranga Kabupaten Gowa Risky Fitriani; Andi Nirwana; Santri Sahar
SOSIORELIGIUS Vol 5 No 1 (2020): SOSIORELIGIUS
Publisher : Departemen Sosiologi Aga,ma, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/sosioreligius.v5i1.23492

Abstract

Pasangan suami istri yang menjalani pernikahan jarak jauh harus membangun interaksi serta komunikasi yang baik dalam keluarga agar rumah tangga tetap harmonis. Penelitian ini juga menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan sosiologi dan teologi. Sumber data yang digunakan adalah sumber primer dan sumber sekunder. Pengumpulan data dilakukan melalui melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi pada pasangan suami istri yang bertempat tinggal dalam bentuk komunikasi jarak jauh melalui media, seperti aplikasi whatsapps untuk video call. Mengenai hak dan kewajiban pasangan suami istri yang bertempat tinggal terpisah, keduanya telah menjalankan hak dan kewajibannya seperti, suami memberi nafkah terhadap keluarganya sedangkan istri menjaga kehormatan suami, mematuhi suami dan tidak keluar tanpa izin suami. Adapun kewajiban bersama bagi pasangan suami istri yaitu, saling menjaga serta saling melindungi satu sama lain. Menurut pandangan Islam tentang pasangan suami istri yang bertempat tinggal terpisah, apabila pasangan tersebut tidak ada solusi lain untuk kembali satu atap, maka keduanya harus mengikuti aturan dalam Islam yang telah ditetapkan yaitu, melakukan pertemuan dalam kurung waktu 4 bulan sekali keduanya harus melakukan pertemuan dan minimal 6 bulan sekali suami istri bertatap muka secara langsung dan untuk memenuhi kebutuhan biologis terhadap pasangannya.
MUSYAWARAH DALAM AL-QUR’AN Santri Sahar
Jurnal Tafsere Vol 3 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini adalah deskripsi tentang konsep musyawarah yang diperkenalkan Allah dalam Al Qur’an dengan menggunakan istilah Syura. Musyawarah dipandang penting karena menjadi langkah awal dalam membuat suatu konsensus. Istilah musyawarah  kemudian dalam penjelasanya berdasarkan konteks peristiwa dapat dilakukan dalam tiga ranah, yaitu ranah keluarga, kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Sebagai bukti, tulisan ini menyajikan fakta-fakta yang bersumber dari kisah Al Qur’an dan sumber dari buku sejarah, tentang bagaimana peristiwa yang dihadapi dalam kehidupan umat manusia dapat diselesaikan dengan cara musyawarah .
MUSYAWARAH DALAM AL-QUR’AN Santri Sahar
Jurnal Tafsere Vol 3 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (843.215 KB)

Abstract

Tulisan ini adalah deskripsi tentang konsep musyawarah yang diperkenalkan Allah dalam Al Qur’an dengan menggunakan istilah Syura. Musyawarah dipandang penting karena menjadi langkah awal dalam membuat suatu konsensus. Istilah musyawarah  kemudian dalam penjelasanya berdasarkan konteks peristiwa dapat dilakukan dalam tiga ranah, yaitu ranah keluarga, kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Sebagai bukti, tulisan ini menyajikan fakta-fakta yang bersumber dari kisah Al Qur’an dan sumber dari buku sejarah, tentang bagaimana peristiwa yang dihadapi dalam kehidupan umat manusia dapat diselesaikan dengan cara musyawarah .
Tradisi Islam Lokal Dalam Menghadapi Covid-19 Di Pulau Kodingareng Kota Makassar Sahar, Santri; Anggariani, Dewa
SOSIORELIGIUS Vol 8 No 2 (2023): Sosioreligius: Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama
Publisher : Departemen Sosiologi Aga,ma, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/sosioreligius.v8i2.43275

Abstract

Merebaknya isu Covid-19 di Indonesia awal tahun 2020 menyebabakan pemerintah Republik (RI) Indonesia membuat kebijakan penerapan protokol kesehatan yang ketat termasuk di Pulau Kodingareng. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme tradisi Islam lokal yang digunakan untuk menghadapi Covid-19. Penelitian ini merupakan studi lapangan dengan analisis deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui observasi di lokasi, wawancara dilakukan terhadap informan yang dipilih secara purposive sampling yang diwakili oleh tokoh agama, tokoh Masyarakat, pendidik, siswa dan Masyarakat biasa dan kajian Pustaka yang relevan. Kajian ini menemukan bahwa Masyarakat Pulau Kodingareng mendeskripsikan Covid-19 sebagai penyakit biasa, covid-19 sebagai cobaan Tuhan dan Covid-19 hanya sebatas lelucon belaka. Kesimpulan demikian terkait pengetahuan dan keyakinan terhadap Islam lokal, aspek mata pencaharian dan letak geografis.
Palpolas: The Symbolic Betting Arena of The Taba People Sahar, Santri; Anggariani, Dewi
Jurnal Ushuluddin: Media Dialog Pemikiran Islam 2024: Proceeding International Conference on Islamic Challange in Metaverse Era (ICICME)
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jumdpi.vi.53297

Abstract

Palpolas in Taba language means payment. The payment in question is the surrender of a sum of money made by members of the local community on the tenth day of the death ceremony because it costs up to hundreds of millions of rupiah. The results of observations and interviews at the research location using the Bourdieu Practical Theory guide show that Palpolas is basically a reciprocal in overcoming the costs of the death ritual, but the ritual owner tries to collect a source of capital, by displaying symbols of kinship clans in a sacred room when bathing the corpse. , burial and Tapin (ritual center), so that it appears a knot that the local community is one family so they voluntarily pay for the ritual. In practice, there was a gamble between the family of the ritual owner and the general public at the time of Palpolas. The owner of the ritual tries to show a symbol of social prestige by minimizing the public debt that must be paid off, while the public wants to show a symbol of dominance by depositing Palpolas money more than once
Revitalizing Tradition Through Cultural Festivals: An Effort To Enhance Local Tourism Sahar, Santri
Kamara Journal Vol. 1 No. 3 (2024): KJ-NOVEMBER
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/eztz8q19

Abstract

Revitalizing traditions through the organization of cultural festivals is a strategic step to strengthen local cultural identity while improving the tourism sector. This article explores the role of cultural festivals in promoting local traditions as sustainable tourist attractions, focusing on some examples of cultural festivals in Indonesia. Through a qualitative approach and case study method, this study examines the impact of cultural festivals on local tourism and how they contribute to the preservation of traditions, the formation of collective identity, and the improvement of the community's economy. The findings of the study show that cultural festivals can strengthen the sense of belonging to local traditions among the community, introduce cultural values to the younger generation, and attract domestic and foreign tourists. In addition, cultural festivals have proven to have a significant economic impact on the local population through business and employment opportunities. Based on the results of the research, support from the government, business actors, and the community is very important to ensure the sustainability of cultural festivals as one of the strategies for developing culture-based local tourism
Meningkatkan Ketahanan Pangan dengan Memanfaatkan Pekarangan Rumah M. Ilham; Khairul Razak Mustofa; Ratu Suspita Sukman; Dea Ananda; Dinda Lestari; Rahmi Tri Jaya; Santri Sahar; Muhammad Fauzan; Safar Diknas L; Muh. Aswin M; Duta Nur Halisah
Karya Nyata : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2025): Maret : Karya Nyata : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/karyanyata.v2i1.1328

Abstract

Social changes and lifestyles of the elderly and children at the Al-Hikmah orphanage are very different from before living in the orphanage and after living in the orphanage. The purpose of this study was to see the extent of social changes and lifestyles of the elderly and children at the Al-Hikmah orphanage. The method used in this study is capacity building which aims to increase individual or group understanding of the problems they face while equipping them with ways to overcome them independently. The results of the analysis showed that there was a significant increase in the knowledge of the elderly about cholesterol and hypertension. Before the intervention, 40% of the elderly still did not understand the mpact of cholesterol and hypertension. The results of the analysis showed that there was a significant increase in children's knowledge about healthy lifestyles. As many as 30% of children at the Al-Hikmah orphanage still did not understand what a healthy lifestyle was
PELAKSANAAN SEMINAR EDUKASI PUPUK ORGANIK DAN PENCEGAHAN LIMBAH PETERNAKAN DI DESA MARIO Maghfirah, Nur Azizah; Kamilah, Nur Adnin; Salsabilah, A. Farah; fatilawatulhikma , Siti Nurul; nurhaq, Sabri; iksan, Muh; Adha, Muhammad Aidil; Muhammad, Aimar syehe; nursahara, Mirda Eva; Alhumairah, Aisyah; Sahar, Santri
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 3 No. 02 (2025): MARET 2025
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

artikel ini membahas pelaksanaan program kerja seminar edukasi pupuk organik dan pencegahan limbah peternakan yang dilakukan oleh Tim KKN Posko 3 Desa Mario, UIN Alauddin Makassar. Seminar ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam pembuatan pupuk organik serta pengelolaan limbah peternakan, sehingga dapat menciptakan praktik pertanian yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan. Jurnal ini memaparkan informasi dasar program, komponen pelaksanaan, output, outcome, kemanfaatan, keberlanjutan, evaluasi dan pembelajaran, serta realisasi anggaran.