cover
Contact Name
Martua E. Tambunan
Contact Email
jurnalmanajemenrisiko@gmail.com
Phone
62811992085
Journal Mail Official
jurnalmanajemenrisiko@gmail.com
Editorial Address
Magister Manajemen Universitas Kristen Indonesia Jl. Pangeran Diponegoro No.84-86, RT.2/RW.6, Kenari, Kec. Senen, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10430
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Manajemen Risiko
ISSN : -     EISSN : 27463982     DOI : https://doi.org/10.33541/mr
Core Subject : Science,
Jurnal Manajemen Risiko merupakan jurnal ilmiah bagi para ahli manajemen  dan akuntansi khususnya berkaitan dengan manajemen risiko. Isi dan konten jurnal ini berdasarkan hasil penelitian, kajian pustaka dan analisa yang menggunakan metode ilmiah yang terukur. Jurnal Manajemen Risiko ini diterbitkan oleh Magister Manajemen Pascasarjana Universitas Kristen Indonesia dengan jadwal penerbitan: dua kali dalam setahun yakni pada bulan Juni dan Desember.
Articles 50 Documents
Pentingnya Manajemen Risiko dalam dunia Pendidikan (Sekolah) Selama dan Pasca Covid-19 Maximus Ali Perajaka; Yohanes Ngamal
JURNAL MANAJEMEN RISIKO Vol. 2 No. 1 (2021): DESEMBER
Publisher : Pasca Sarjana UKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/mr.v2iI.3436

Abstract

Abstrak:Studi ini mempelajari mengenai konsep dan penerapan manajemen risiko, secara khusus dalam bidang Pendidikan (sekolah). Topik ini dipilih karena, pandemic Covid-19 telah menimbulkan dampak yang sangat luas dan mendalam pada bidang Pendidikan, sehingga sekitar 80 persen para guru dan siswa di tingkat global, dan sekitar 90-an persen sekolah di Indonesia pernah ditutup untuk kegiatan pembelajaran tatap muka. Studi ini terasa semakin penting, karena saat ini, Ketika tren penyebaran Covid-19 mulai melandai, otoritas Pendidikan (Kemendikbudristed) dan penyelenggara dan/atau pengelola sekolah bersiap-siap membuka kembali sekolah. Ketika sekolah Kembali dibuka, maka otoritas bersama penyelenggara dan/atau pengelola sekolah perlu menerapkan manajemen risiko secara lebih serius guna mencegah agar sekolah tidak Kembali menjadi kluster penyebaran Covid-19 gelombang baru.
STUDI MANAJEMAN RISIKO PADA BANK SYARIAH INDONESIA (BSI) Ahmad Suhaimi, M.A
JURNAL MANAJEMEN RISIKO Vol. 2 No. 1 (2021): DESEMBER
Publisher : Pasca Sarjana UKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/mr.v2iI.3438

Abstract

ABTSRAKRisiko dalam konteks perbankan merupakan suatu kejadian potensial, baik yang dapat di perkirakan maupun yang tidak dapat diperkirakan dan berdampak negatif terhadap pendapatan dan permodalan bank. Risiko-risiko tersebut tidak dapat dihindari, tetapi dapat dikelola dan dikendalikan. Oleh karena itu sebagaimana lembaga perbankan pada umumnya. Dalam menghadapi potensi risiko, maka Bank Syariah Indonesia (BSI) harus menerapkan manajemen risiko yang tepat. Penerapan manajemen risiko pada Bank Syariah Indonesia setidaknya memuat: Penerapan manajemen risiko secara umum; Penerapan manajemen risiko untuk masing-masing risiko, mencakup 8 risiko, yaitu risiko kredit, risiko pasar, risiko likuiditas, risiko operasional, risiko hukum, risiko strategis, risiko kepatuhan, dan risiko reputasi. Penilaian profil risiko. Kualitas penerapan manajemen risiko meliputi: Tata kelola risiko Kerangka manajemen risiko Kecukupan proses manajemen risiko dan Sistem pengendalian internal yang menyeluruh.
ANALISIS RISIKO TRANSAKSI PEMBAYARAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL Rainer Prakuso Tobing; Ir. Tarcisius Sunaryo, MA, Ph.D; Dr. Ir. Ktut Silvanita Mangani, MA
JURNAL MANAJEMEN RISIKO Vol. 2 No. 1 (2021): DESEMBER
Publisher : Pasca Sarjana UKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/mr.v2iI.3439

Abstract

ABSTRAKPerdagangan Internasional merupakan salah suatu sumber devisa bagi suatu negara, walapun banyak risiko yang bisa terjadi. Risiko yang ada mempunyai dinamika dan karakter tersendiri, yang harus selalu dicermati oleh Pelaku Ekspor - Impor, Per-bank-an, Pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya untuk selalu siap sedia menyiapkan langkah strategis mengantispasi risiko yang ada. Perdagangan dunia memasuki pasar bebas, dimana disetiap negara para pelaku usaha mempunyai peluang untuk melakukan perdagangan. Pada era pasar bebas, banyak produk-produk yang bisa di ekspor maupun di impor untuk saling memenuhi kebutuhan pasar di masingmasing negara. Tetapi walaupun dikatakan pasar bebas, proses perdagangan tetap dalam kendali dan pengawasan negara, dan organisasi perdagangan dunia yang dibentuk untuk itu. Pada setiap tindakan perdagangan, pasti akan ada transaksi pembayaran, dimana pembayaran suatu produk adalah hal yang utama dari suatu transaksi. Metode pembayaran menjadi acuan utama dalam suatu proses transaksi yang dapat dirumuskan dalam suatu Surat Perjanjian legal. Pada setiap penentuan metode transaksi pembayaran, pembuat kebijakan dalam hal ini pemerintah tidak bisa melakukan intervensi, karena kepakatan lebih menitik beratkan kepada keinginan para eksportir maupun importir Para pelaku usaha ekspor impor akan saling menjajaki dan melakukan negosiasi untuk menentukan dan menyepakati serta mengikatkan dalam suatu perjanjianyang salah satu isi perjanjian akan menjelaskan metode pembayaran. Para eksportir maupun importir akan sepakat dengan metode pembayaran yang dirasakan memiliki Risiko paling kecil. Permasalahan ketika Seseorang atau Perusahaan/ Badan Usaha ingin melakukan Perdagangan International antaralain ;  Menentukan Metode Pembayaran, karena pembeli/Buyer/ Importir dan Penjual/ Seller / Eksportir tidaksaling mengenal satu sama lain. Hukum, Peraturan, Bahasa, dan kebiasaan yang tidaksama. Hambatan Tarif/ Pajak. Politik dan Stabilitas di negara masing-masing. Mata uang pembayaran. Handling dan Transportasi.  Importir perlu waktu untuk melakukan pembayaran. Sistem perbankan masing masing negara dalam prosespengiriman dana. Penjual menginginkan pembayaran yang tepat waktu Karena terlalu banyaknya risiko yang harus diantisipasi oleh para pelaku ekspor impor, maka titik beratkan pembahasan dalam jurnal ini adalah risiko yang terjadi pada transaksi pembayaran.
ANALISIS RISIKO PELAYANAN PASIEN LAMA TERHADAP PENYAKIT DIABETES MELITUS TIPE 2 (STUDI KASUS : RS YADIKA PONDOK BAMBU JAKARTA TIMUR) Jeffry Albert Silaen; Indra Gunawan; M.L.Denny Tewu
JURNAL MANAJEMEN RISIKO Vol. 2 No. 2 (2022): JUNI
Publisher : Pasca Sarjana UKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/mr.v2iIV.4096

Abstract

ABSTRAKManajemen Risiko merupakan aktivitas manajemen didalam mempersiapkan strategi untuk merespon risiko atau kejadian yang tidak diinginkan muncul. RS Yadika Pondok Bambu dalam menjalankan kegiatan bisnis pelayanan Rumah sakit akan melewati tahapan didalam proses bisnis pelayanan Rumah sakit yaitu pendaftaran, pemeriksaan Pasien di ruang tunggu poliklinik Penyakit dalam,ketidakmampuan mendiagnosa pasien DM Type 2 dan Terapi. Penelitian ini menggunakan tahapan manajemen risiko yang dimulai dari Identifikas risiko disetiap tahapan proses bisnis penjualan perumahan dengan menggunakan diagram fishbone didapati ada 10 item risiko dari setiap tahapan yang terbagi dari 2 item risiko di tahapan pendaftaran, 3 item pemeriksaan Pasien di ruang tunggu poli Penyakit dalam, 2 item risiko ketidakmampuan mendiagnosa pasien DM Type 2 dan 3 item risiko di Terapi. Kemudian dilanjutkan dengan mengukur risiko dengan menghitung peluang dan dampak dari risiko tersebut dan dengan tabel Heat Map hasil perkalian antara peluang dan dampak dari risiko – risiko di setiap tahapan proses bisnis pelayanan Rumah Sakit diketahui bahwa nilai Risk Assesment Matrik berada dalam kategori tinggi dan sangat tinggi. Dan diakhiri dengan menggunakan diagram Treshold of Risk Level diketahui tekhnik pengelolaan risiko yaitu dengan Avoidance atau menghindari risiko tersebut yang dipergunakan merancang strategi untuk merespon risiko. Dan dari penelitian ini diperoleh strategi respon risiko untuk tahapan pendaftaran adalah sebelum melakukan pelayanan kepada pasien, Rumah sakit harus terlebih dahulu melakukan survey secara langsung dan teliti, komunikasi dan koordinasi dengan semua pihak pelayanan medis, penunjang medik, medical record dan Apoteker serta sosialisasi secara resmi serta transparan informasi sesuai prosedur yang berlaku kepada semua dokter Spesialis penyakit dalam dan pihak lain. Tahapan kedua yaitu pemeriksaan Pasien di ruang tunggu poliklinik Penyakit dalam dengan strategi respon risiko adalah mengkaji ulangruang tunggu yang sesuai dengan standart yang berlaku, pemeriksaan dasar yang sesuai dan ruang periksa yang sesuai dengan standar yang berlaku. Strategi Respon risiko tahapan keidakmampuan mendiagnosa penyakit DM type 2 adalah koordinasi dengan pihak dokter spesialis penyakit dalam agar memeriksa pasien sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku serta koordinasi dengan kepala penunjang medic untuk menyediakan pemeriksaan penunjang. Dan untuk tahapan terapi respon risikonya adalah perlu koordinasi antara apoteker dengan dokter spesialis penyakit dalam serta pasien dalam menyedikan terapi yang dibutuhkan.Kata kunci : manajemen risiko, proses bisnis, strategi respon risiko
ANALISIS RISIKO OPERASIONAL DALAM PROSES PEMBAYARAN UANG SEKOLAH PESERTA DIDIK DI SD DHARMA BUDHI BHAKTI Vera Hendra Sitompul; Martua E. Tambunan; Tarsicius Sunaryo
JURNAL MANAJEMEN RISIKO Vol. 2 No. 2 (2022): JUNI
Publisher : Pasca Sarjana UKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/mr.v2iIV.4097

Abstract

ABSTRAKRisiko Operasional merupakan risiko yang umumnya bersumber dari internal perusahaan, dimana risiko tersebut terjadi disebabkan oleh lamanya sistem kontrol manajemen. Sekolah Dharma Budhi Bhakti didalam menjalankan kegiatan bisnis proses pembayaran uang sekolah peserta didik akan melewati beberapa tahapan yang didalam proses bisnisnya yaitu persiapan data, input data, proses validasi data dan masa bayar. Penelitian ini menggunakan tahapan manajemen risiko yang dimulai dari Identifikas risiko disetiap tahapan proses pembayaran uang sekolah peserta didik dengan menggunakan diagram fishbone didapati ada 9 item risiko dari setiap tahapan yang terbagi dari 2 item risiko di persiapan data, 2 item risiko di input data, 2 item risiko di proses validasi data oleh Tata usaha dan 3 item risiko di masa bayar. Kemudian dilanjutkan dengan mengukur risiko dengan menghitung peluang dan dampak dari risiko tersebut dan dengan tabel Heat Map hasil perkalian antara peluang dan dampak dari risiko – risiko di setiap tahapan proses pembayaran uang sekolah peserta didik diketahui bahwa nilai Ri sk Assesment Matrik berada dalam kategori tinggi dan sangat tinggi. Dan diakhiri dengan menggunakan diagram Risk Appetite Levels diketahui tekhnik pengelolaan risiko yaitu dengan Accaptable atau menerima risiko tersebut yang dipergunakan merancang strategi untuk merespon risiko. Dan dari penelitian ini diperoleh strategi respon risiko untuk tahapan persiapan data adalah sebelum melakukan pencatatan akuntasi, bagian tata usaha harus terlebih dahulu melakukan pendataan nama-nama peserta didik yang akan dimasukkan data peserta didik yang belum melakukan pembayaran uang sekolah dengan teliti, komunikasi terlebih dan koordinasi dengan semua pihak orangtua atau wali kelas, serta melakukan persiapan waktu yang baik sebelum melakukan pencatatan akuntasi dan pendataan nama peserta didik. Tahapan kedua yaitu input data dengan strategi respon risiko adalah dengan menunjuk petugas tata usaha yang bertanggung jawab dan profesional, serta mempersiapkan tenaga pengganti yang kompetensi, melakukan koordinasi dengan pihak teknologi informasi dan mempersiapkan cadangan jaringan dari penyedia jasa jaringan apabila nantinya terjadi gangguan pada jaringan. Strategi Respon risiko tahapan proses validasi data adalah sebelum dilakukan proses upload data sebaiknya dilakukan validasi yang teliti dan melakukan koordinasi dengan pihak terkait. Untuk tenaga karyawan di tata usaha sebaiknya diseleksi sesuai dengan kompetensi serta memberikan pelatihan kepada karyawan untuk memaksimalkan hasil kerja yang baik. Dan untuk tahapan masa bayar strategi respon risikonya adalah dengan membangun sistem informasi yang terintegrasi ,memberikan informasi pembayaran sesuai ketentuan yang berlaku di sekolah, dan melakukan komunikasi yang baik dengan pihak para orang tua peserta didik atau guru wali kelas, melakukan transaksi pembayaran yang secara terbuka atau transparan serta pegawai tata usaha yang menerima proses pembayaran uang sekolah harus jujur. Kata kunci : Risiko Operasional, proses pembayaran uang sekolah, piutang.
MANAJEMEN RISIKO REPUTASI PERGURUAN TINGGI DAN WORLD UNIVERSITY RANKINGS Dominicus Savio Priyarsono
JURNAL MANAJEMEN RISIKO Vol. 2 No. 2 (2022): JUNI
Publisher : Pasca Sarjana UKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/mr.v2iIV.4098

Abstract

AbstractThe first critical step required in university reputation risk management is defining the meaning and formulating the method for measurement of reputation. This step can be facilitated by considering approaches utilized by world university ranking systems combined with relevant Ministerial policies and strategic planning of the university. Based on IPB University’s empirical experience in conducting reputation risk management, it can be concluded that reputation risk management is a type of strategic risk management that requires inter-functional integration so intensive that it needs involvement of the top management of the university. Keywords: risk management, university rankings, university reputation. AbstrakLangkah kritikal pertama yang diperlukan dalam manajemen risiko reputasi perguruan tinggi adalah perumusan makna dan penetapan metode pengukuran reputasi. Langkah ini dapat dipermudah dengan mempertimbangkan pendekatan-pendekatan yang digunakan dalam sistem- sistem pemeringkatan perguruan tinggi dunia yang dikombinasikan dengan kebijakankebijakan Kementerian yang relevan serta berbagai rencana strategis perguruan tinggi yang bersangkutan. Berdasarkan pengalaman empirik manajemen risiko reputasi yang diselenggarakan oleh IPB University, dapat disimpulkan bahwa manajemen risiko ini tergolong ke dalam manajemen risiko strategis yang memerlukan integrasi antarfungsi dalam organisasi sedemikian intensif sehingga memerlukan keterlibatan dari pucuk pimpinan perguruan tinggi. Kata kunci: manajemen risiko, pemeringkatan perguruan tinggi, reputasi perguruan tinggi.
PENERAPAN MODEL MANAJEMEN RISIKO TEKNOLOGI DIGITAL DI LEMBAGA PERBANKAN BERKACA PADA CETAK BIRU TRANSFORMASI DIGITAL PERBANKAN INDONESIA Yohanes Ngamal; Maximus Ali Perajaka
JURNAL MANAJEMEN RISIKO Vol. 2 No. 2 (2022): JUNI
Publisher : Pasca Sarjana UKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/mr.v2iIV.4099

Abstract

Abstrak:Artikel ini membahas mengenai tren pemanfaatan teknologi digital di industri perbankan yang terjadi di dunia secara khusus di Indonesia. Studi ini menemukan bahwa pemanfaatan teknologi digital (digitalisasi) telah membuat ekosistem keuangan global berubah dengan cepat. Hal ini tejadi karena demand (kebutuhan) masyarakat untuk mendapat jasa layanan akan digital terus bertambah. Hal ini membuka peluang bagi industri perbankan untuk meningkatkan jumlah nasabahnya dan meningkatkan keuntungannya. Namun, pada sisi lain terdapat sejumlah saluran di mana lembaga perbankan berpotensi mengalami potensi kerugian karena kejahatan siber akan terus meningkat. Oleh karena itu penulis menyarankan supaya lembaga perbankan terus berupaya menemukan kembali fungsi manajemen risiko mereka, terutama melalui pengembangan manajemen risiko digital, untuk melindungi diri mereka sendiri, pelanggan mereka, dan tempat mereka di pasar. Di Indonesia, sesungguhnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah membuat cetak biru dan peta jalan (road map) yang membantu industri perbankan menerapkan digitalisasi dan mengembangkan manajemen risiko digital secara tepat sasar dan berdaya guna. Kata kunci: bank, teknologi digital, digitalisasi, cetak biru transformasi digital, OJK. manajemen risiko digital
STUDI MANAJEMEN RISIKO AKAD MURABAHAH PADA PERBANKAN SYARIAH Ahmad Suhaimi
JURNAL MANAJEMEN RISIKO Vol. 2 No. 2 (2022): JUNI
Publisher : Pasca Sarjana UKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/mr.v2iIV.4100

Abstract

abstract no abstract
ASURANSI SEBAGAI PENGALIHAN, DAN PENGURANG RISIKO KEBIJAKAN PEMERINTAH DI SEKTOR PERTANIAN DI INDONESIA Yohanes Ngamal, S.E., M.Si,
JURNAL MANAJEMEN RISIKO Vol. 3 No. 1 (2022): DESEMBER
Publisher : Pasca Sarjana UKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/mr.v3i1.4481

Abstract

Abstraksi Risiko utama dari lingkaran persoalan di sektor pertanian adalah keterbatasan dana yang dimiliki pemerintah Sementara pemerintah membutuhkan dana yang cukup besar untuk menggenjot pertumbuhan sektor pertanian. Untuk itu pemerintah harus mencari cara mengatasi persoalan tersebut. Salah satunya dengan melibat asuransi sebagai alat kebijakan dalam bidang pertanian. Program asuransi pertanian sangat penting karena dapat memberikan perlindungan serta rasa aman bagi para petani sehingga mendorong produktifitas petani dalam menghasil produk pertanian. Selain itu, asuransi pertanian merupakan sebuah cara menciptakan keberlanjutan pertanian melalui perlindungan dari berbagai risiko jika terjadi gagal panen bagi para petani sehingga menciptakan kemandirian pangan, produktifitas, sejahtera sehingga mampu memberi kontribusi bagi tercapainya pembangunan. Untuk itu studi ini bertujuan untuk memahami seberapa banyaknya risiko yang mengitari sektor pertanian dan dan bagaimana asuransi dapat digunkan sebagai pengalih dan mengurangi risiko disektor pertanian. Sebab kita sadari betul bahwa pembangunan pertanian yang sukses akan dapat menekan jumlah kemiskinan dan meningkatkan penyerapan tenaga kerja. Kata kunci: pertanian, asuransi
ANALISIS RISIKO DISPUTE KLAIM COVID TERHADAP OPERASIONAL CASHFLOW DI RS. JT Ariditya Pramesti; Poerwaningsih S. Legowo; Martua E.Tambunan
JURNAL MANAJEMEN RISIKO Vol. 3 No. 1 (2022): DESEMBER
Publisher : Pasca Sarjana UKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/mr.v3i1.4483

Abstract

Abstrak Dispute klaim pada klaim Covid yang diajukan oleh rumah sakit menyebabkan gangguan pada operasional cashflow RS. JT. Berdasarkan data rumah sakit pada bulan Maret - Desember 2021, klaim Covid-19 yang dinyatakan dispute di beberapa bulan pengajuan ada yang mencapai sampai diatas 50%. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasikan penyebab dispute klaim tersebut dan risiko dari tiap penyebab klaim dispute serta menentukan mitigasi atas risiko penyebab klaim dispute. Metode pengumpulan data dilaksanakan melalui survei dengan angket dan wawancara. Dalam menentukan sumber informasi, melibatkan 20 tenaga rumah sakit yaitu pada unit Casemix , unit Keuangan, unit Farmasi, unit Laboratorium, dan juga dokter spesialis. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam analisis penyebab dispute klaim yaitu Man, Environment, Method, Material dan Communication. Dalam analisis tersebut terdapat 24 risiko dari penyebab klaim dispute. Terdapat 7 risiko masuk dalam kategori Issue, 12 risiko masuk dalam Supplementary Issue dan 5 risiko masuk dalam kategori Acceptable. 7 risiko tertinggi yang masuk dalam kategori Issue yaitu: “Seluruh stake holder rumah sakit tidak memahami akibat dispute klaim”, “Pelayanan yang diberikan petugas tidak optimal karena kebutuhan operasional tidak dapat terpenuhi”, “Seluruh stake holder rumah sakit tidak memahami cara dan ketentuan pengisian formular Penilaian Epidemiologi (PE)”, “ Tidak lengkapnya pengisian form PE pasien sangat mengganggu proses administrasi klaim”,”Medical Record manual sering menghambat proses pengklaiman”,”Tidak bridgingnya SIMRS dan INACBGS mempengaruhi proses pengklaiman” dan “Dinkes Provinsi dan Dinas Kesehatan Kota Bekasi serta BPJS tidak berkoordinasi dengan baik”. Risiko yang masuk dalam kategori Issue dan Supplementary Issue harus segera ditangani sebagai usaha memperkecil risiko yang terjadi di rumah sakit. Kata kunci: Dispute Klaim, Risiko, RS. JT.