Articles
354 Documents
INDEX MASSA TUBUH (IMT) MEMPENGARUHI AKTIVITAS REMAJA PUTRI SMP NEGERI 1 SUMBERLAWANG
Yudha Wahyu Putra;
Amalia Solichathi Rizqi
Gaster Vol 16 No 1 (2018): FEBRUARI
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (217.644 KB)
|
DOI: 10.30787/gaster.v16i1.233
Gaya hidup sedentarian ditandai dengan banyak duduk serta kuranggerak. Gaya hidup sedentarian menyebabkan menurunya aktivitas fisik sehingga terjadipenurunan penggunaan energi. Remaja putri yang mempunyai Indeks masa tubuh yang tinggimengakibatkan penurunan energy yang menyebabkan penurunan aktivitas seharim- hari Tujuan:penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui gambaran aktivitas fisik remaja putri secaraumum, mengetahui gambaran Index Massa Tubuh (IMT) remaja putri secara umum danmengetahui hubungan Index Massa Tubuh (IMT) dengan aktivitas fisik Metode penelitian:Penelitian ini bersifat observasional dengan pendekatan Cross Sectional. Aktivitas fisikdinilai dengan menggunakan TAAG. Responden mengisi kuesioner tersebut selama 3 hari.Sampel dalam penelitian ini sebanyak 84 dari 302 responden putri yang berusia 13 - 15tahun di SMPN 1 Sumberlawang, selama tanggal 22 Juli – 24 Juli 2013. Tekhnik pengambilansampel dengan metode Total Sampling. Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan Index MassaTubuh dengan Aktivitas fisik maka digunakan uji Chi Square Test. Hasil: Dari hasil pengujianterlihat bahwa ada hubungan, dimana nilai p = 0,043<0,05. maka Ho ditolak dan Haditerima, Sedangkan nilai koefisien korelasinya sebesar 0,316 sehingga hubunganya lemah.Simpulan: ada hubungan antara IMT dengan aktivitas fisik.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PELAKSANAAN IMD PADA PASIEN PASCA PERSALINAN DI BPM RATNA WILIS PALEMBANG TAHUN 2016
Desi Ulandari
Gaster Vol 16 No 1 (2018): FEBRUARI
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (191.007 KB)
|
DOI: 10.30787/gaster.v16i1.234
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan IMD pada pasien pasca persalinan di BPM Ratna Wilis Palembang tahun 2016. Penelitian menggunakan metode deskriptif analitik dengan pedekatan “cross sectionalâ€. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode Accidental Sampling yaitu pengambilan sampel yang kebetulan ada pada saat penelitian ini dilakukan. Jumlah sampel penelitian sebanyak 32 responden. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan uji chi square. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2016 – Januari 2017. Hasil uji chi square menunjukkan variabel pengetahuan (p = 0,007) ada hubungan dengan inisiasi menyusu dini, pendidikan (p = 0,023) ada hubungan dengan inisiasi menyusu dini dan sikap (p = 0,022) ada hubungan dengan inisiasi menyusu dini. Disarankan kepada pihak BPM melakukan penyuluhan tentang pelaksanaan inisiasi menyusu dini maupun konseling secara langsung kepada masyarakat agar pengetahuan warga
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE (ANC) DI BIDAN PRAKTIK MANDIRI HJ.MAIMUNAH KERTAPATI PALEMBANG
Kurniawaty Kurniawaty
Gaster Vol 16 No 1 (2018): FEBRUARI
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (208.731 KB)
|
DOI: 10.30787/gaster.v16i1.235
Tingginya Angka Kematian Ibu disebabkan karena perempuan hamil di Indonesia berada dalam lingkungan yang mengabaikan arti pentingnya bahaya-bahaya dalam kehamilan. Pelayanan antenatal care (ANC) yang dilakukan pada masa kehamilan sangat penting yang tujuannya agar dapat mendeteksi dan menatalaksanakan kelainan dan komplikasi secara dini.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan antenatal care (ANC) di BPM Hj.Maimunah Kertapati Palembang. Penelitian ini merupakan penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini semua ibu hamil trimester III yang tercatat di buku kunjungan BPM Hj.Maimunah Kertapati Palembang, dengan responden yang mewakili penelitian sebanyak 44 responden yang diambil dengan teknik total sampling. Data diolah secara analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistik chi- square.Berdasarkan hasil penelitian didapatkan 31,8% kunjungan ANC standar. Ada hubungan umur (r value = 0,021), paritas (r value = 0,019), pendidikan (r value = 0,015), pekerjaan (r value = 0,016) dengan kunjungan antenatal care (ANC) di BPM Hj.Maimunah Kertapati Palembang.Diharapkan petugas kesehatan di BPM Hj.Maimunah Kertapati Palembang agar meningkatan kegiatan penyuluhan tentang pentingnya dilakukan pemeriksaan kehamilan sebagai upaya menurunkan angka kematian ibu
HUBUNGAN KARAKTERISTIK PERAWAT DENGAN TINGKAT KECEMASAN DALAM MENGATASI PASIEN GADUH GELISAH DI RUANG IGD DAN ASOKA RUMAH SAKIT ERNALDI BAHAR SUMATERA SELATAN PALEMBANG TAHUN 2017
Widya Arisandy
Gaster Vol 16 No 1 (2018): FEBRUARI
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (172.21 KB)
|
DOI: 10.30787/gaster.v16i1.236
Dari data World Health Organization ( WHO), masalah gangguan kesehatan jiwa di seluruh dunia memang sudah  menjadi masalah yang sangat serius. WHO ( 2001 ) menyatakan, 1 dari 4 orang atau sekitar 450 juta orang di dunia terganggu  jiwanya. Dari data medical record di rumah sakit ernaldi bahar kasus gangguan jiwa pada tahun 2012 berjumlah  5.092  jiwa dan pada tahun 2013 mengalami peningkatan sebanyak 5.600 jiwa. Setelah di lakukan studi awal terdapat 4.102 jiwa yang mengalami gangguan jiwa terhitung dari bulan Januari sampai bulan September 2016.                   Penelitian ini menggunakan metode desain deskriptik analitik yaitu suatu metode penelitian yang di lakukan dengan  tujan untuk mengetahui hubungan Karakteristik Perawat dengan Tingkat Kecemasan dalam Mengatasi Pasien gaduh Gelisah di Ruang IGD dan Ruang Asoka Rumah Sakit Ernaldi Bahar Provinsi Sumatera Selatan Palembang Tahun 2017. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari 2017 dengan responden berjumlah 26 orang merupakan perawat di ruang IGD dan Ruang Asoka Rumah Sakit Ernaldi Bahar Provinsi Sumatera Selatan.               Berdasarkan Hasil Penelitian yang ada, saran untuk perawat diharapkan agar dapat meningkatkan pengetahuan perawat tentang tingkat kecemasan perawat dalam merawat pasien dengan gangguan perilaku kekerasan.
PERKEMBANGAN USIA MEMPENGARUHI KEKUATAN OTOT PUNGGUNG PADA ORANG DEWASA USIA 40-60 TAHUN
Ari Sapti
Gaster Vol 16 No 1 (2018): FEBRUARI
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (177.432 KB)
|
DOI: 10.30787/gaster.v16i1.237
ABSTRAKLatar belakang: Bertambahnya umur seseorang pada usia dewasa diikuti perusakan jaringan-jaringan tubuh yang menyebabkan penurunan kemampuan fisik yang terjadi yaitu penurunan pada kekuatan otot punggung yang berpengaruh pada aktivitas. Penurunan kemampuan melakukan aktivitas dan kemampuan kerja menjadi menurun disebabkan oleh penurunan fungsi fisiologis, neurologis, dan kemampuan fisik terjadi sesudah umur antara 30 sampai 40 tahun dengan irama yang berbeda untuk setiap orang. Tujuan penelitian: untuk mengetahui pengaruh usia terhadap kekuatan otot punggung pada orang dewasa usia 40-60 tahun. Metode penelitian: observasional dengan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah laki-laki dan perempuan usia 40-60 tahun di daerah Kecamatan Jebres yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 30 responden. Hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan uji Spearman’s rho. Hasil penelitian: uji Spearman’s rho menunjukkan hasil p= 0,011 < 0,05 yang berarti bahwa usia berpengaruh terhadap kekuatan otot punggung pada orang dewasa usia 40-60 tahun.Â
UPAYA MENURUNKAN RADIKAL BEBAS DENGAN EKSTRAK BUNGA CEMPAKA PADA TIKUS MODEL MENOPAUSE
Luluk Fajria Maulida;
Endang Sri Wahyuni
Gaster Vol 16 No 1 (2018): FEBRUARI
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (222.859 KB)
|
DOI: 10.30787/gaster.v16i1.238
Pendahuan: Menopause atau terhentinya haid teratur mulai usia 50 tahun adalah proses alami yang pasti terjadi pada wanita. Murunnya hormon estrogen  akibat menapause menyebabkan terjadinya peningkatan radikal bebas. Ketidak seimbangan jumlah radikal bebas dengan jumlah antioksidan menyebabkan tubuh mengalami stres oksidatif, yang merupakan penyebab awal terjadinya masalah kesehatan. Bunga Cempaka (Michelia champaca L) kaya akan flavonoid berfungsi sebagai antioksidan sebagai alternatif upaya menurunkan jumlah radikal bebas.  Tujuan penelitian ini adalah Membuktikan pengaruh pemberian ekstrak bunga Cempaka  terhadap Kadar MDA pada tikus model menopause.  Metode penelitian yang digunakan adalah experimental design dengan pendekatan post test only control group design. Sampel penelitian menggunakan hewan coba tikus Rattus novergicus strain Wistar sejumlah 28 ekor.  Hasil: Data sebelumnya di lakukan uji asumsi normalitas Saphiro Wilk didapatkan p-value 0,679 lebih dari α = 0,05 (p>0,05) dengan arti bahwa asusmsi normalitas pada variabel kadar MDA telah terpenuhi. Uji homogenitas ragam dengan uji Levene  didapatkan p-value 0,128 lebih dari 0,05 (p>0,05) dengan arti bahwa asumsi homogenitas ragam pada variabel kadar MDA telah terpenuhi. Pengujian pengaruh pemberian Ekstrak bunga Cempaka terhadap Kadar MDA dengan menggunakan ANOVA didapatkan p-value 0,000 lebih kecil daripada α = 0,05 (p<0,05). Dapat diartikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan Kadar MDA antar kelompok, baik kelompok kontrol maupun perlakuan. Berdasarkan hasil  uji LSD 5% perbandingan antara kelompok kontrol (K) dengan perlakuan, menggambarkan  bahwa penurunan Kadar MDA secara signifikan didapatkan pada kelompok perlakuan dengan dosis 300 mg/KgBB (Dosis 3). Berdasarkan hasil analisis regresi kadar MDA dengan menggunakan model regresi polynomial, didapatkan koefisien determinasi sebesar 90.72%. Pemberian ekstrak bunga Cempaka mampu mempengaruhi terhadap perubahan kadar MDA sebesar 90.72%. Sisanya sebesar 9.28% dijelaskan oleh faktor lain yang tidak terlibat dalam penelitian. Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan pemberian ekstrak bunga Cempaka terhadap Kadar MDA pada tikus model menopause. Dosis ke 3(300mg/KgBB) mampu menurunkan kadar MDA mendekati kondisi tikus normal.Â
HUBUNGAN OBESITAS DENGAN NYERI PERSENDIAN LUTUT PADA LANSIA
Sri Hartutik
Gaster Vol 16 No 2 (2018): AGUSTUS
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (397.211 KB)
|
DOI: 10.30787/gaster.v16i2.240
Latar belakang: Lanjut usia adalah usia yang diatas 60 tahun yang semua orang pasti mengalaminya. Pada usia lanjut, tubuh akan mengalami penurunan pada sistem muskuloskeletal yang ditandai dengan adanya nyeri dan melemahkan fungsi otot persendian khususnya di sendi lutut. Kegemukan merupakan salah satu faktor terjadinya nyeri sendi lutut. Tujuan penelitian: Mengetahui hubungan obesitas dengan nyeri persendian lutut ada lansia di Desa Daleman Kecamatan tulung Kabupaten Klaten. Metode penelitian: Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik kuantitatif, dengan pendekatan Cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 63 responden dengan tehnik purposive sampling, sedangkan instrumen penelitin menggunakan lembar observasi dan Skala NRS. Analisa data menggunakan Kendal tau. Hasil penelitian: Berdasarkan penelitian didapatkan hasil paling banyak lansia obesitas ringan sebesar 57 orang dan mengalami nyeri sedang sebesar 44 orang. Hasil bivariate membuktikan bahwa ada hubungan yang signifikan antara obesitas dengan nyeri persendian lutut pada lansia yang menunjukkan nilai Ï value 0,013, Z hitung (3,534), Z tabel (1,96). Kesimpulan: Ada hubungan antara obesitas dengan nyeri persendian lutut pada lansia di Desa daleman Kecamatan Tulung Kabupaten Klaten.
PENDEKATAN QSAR DALAM PEMODELAN SENYAWA TURUNAN ASAM KARBAMAT SEBAGAI ANTI KANKER DENGAN METODE PARAMETERIZATION MODEL 3
Onny Indriani
Gaster Vol 16 No 1 (2018): FEBRUARI
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (230.632 KB)
|
DOI: 10.30787/gaster.v16i1.241
dan pemodelan persamaan struktur senyawa turunan asam karbamat dilakukan dengan metode semiempiris Parameterization Model 3 (PM3). Analisis QSAR dilakukan dengan regresi multilinier untuk memperoleh persamaan QSAR terbaik, persamaan tersebut adalah: Log 1/IC50 = -24,259 + 0.129 (LogP) + 0.439 (dipole) – 23.615 (qC16) + 92.833 (qC17) + 83.519 (qN29) – 35.323 (qO31) – 33.963 (qO32).(n= 13, R= 0,940, R2= 0.883, Fhitung/Ftabel= 1.1038026 , PRESS= 0,7799634, SD= 0.134815) Berdasarkan model diatas, dapat dilakukan penelitian lanjut untuk merancang senyawa baru dengan aktivitas inhibitor yang lebih tinggi terhadap kanker. Senyawa tersebut nantinya dapat direkomendasikan untuk disintesis di laboratorium sebagai senyawa anti kanker baru.
HUBUNGAN PENGETAHUAN, POLA MAKAN DAN JENIS KELAMIN TERHADAP KEJADIAN HIPERTENSI DI KALURAHAN SAMBUNG MACAN SRAGEN
W. Wahyuni;
Tri Susilowati
Gaster Vol 16 No 1 (2018): FEBRUARI
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (195.398 KB)
|
DOI: 10.30787/gaster.v16i1.243
Latar belakang. Hipertensi adalah suatu kondisi medis yang kronis dimana tekanan darah meningkat di atas tekanan darah yang disepakati normal. Hipertensi merupakan gangguan kesehatan yang sering dijumpai dan termasuk masalah kesehatan penting karena angka prevalensi yang tinggi. Banyak factor yang mempengaruhinya diantaranya, pola makan, jenis kelamin maupun pengetahuan seseorang. Data di propinsi Jawa Tengah tahun 2015 urutan pertama untuk hipertensi sebesar 57,87%. Studi pendahuluan di kalurahan Sambung Macan Sragen di peroleh data bahwa dari 30 orang yang ada 15 orang yang menderita hipertensi dan berdasarkan wawancara dengan sarah satu kader bahwa hipertensi dikarenakan pola makan yang tidak sehat ataupun sembarangan serta dari kebiasaan masyarakat disana terlalu banyak mengkomsumsi bumbu masak setiap masak selalu menambahkan penyedap rasa. Tujuan mengetahui  pola makan dan hubungan  pengetahuan terhadap kejadian hipetensi. Metode. penelitian kuantitatif dengan pendekatan crossectional. Populasi masyarakat Sambung Macan yang berada di kalurahan Sambung macan berjumlah 100 orang.teknik sampling purposive Hasil; Ada hubungan pengetahuan dan kejadian hipertensi dengan nilai p< 0.001, Simpulan, 72% berpengetahuan tinggi, 48% hipertensi stage 2, 31 % berjenis kelamin perempuan, 56 % selalu menggunakan penyedap rasa, ada hubungan pengetahuan dan kejadian hipertensi
PROGRAM PERENCANAAN PERSALINAN DAN PENCEGAHAN KOMPLIKASI (P4K) SEBAGAI UPAYA MENURUNKAN ANGKA KEMATIAN IBU
K. Kamidah
Gaster Vol 16 No 1 (2018): FEBRUARI
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (184.962 KB)
|
DOI: 10.30787/gaster.v16i1.245
Latar Belakang: Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) merupakan upaya pemerintah dalam menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia. Upaya program P4K sudah dimulai sekitar tahun 2010, namun hingga saat ini tujuan untuk menurunkan AKI yang tertuang dalam MDGs sebesar 102 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2015 belum tercapai. Menurut SDKI tahun 2012 AKI di Indonesia justru mengalami peningkatan sebesar 359 per 100.000 KH .Tujuan : Mendiskripsikan pelaksanaan program P4K di Puskesmas Plupuh II. Hasil: Kegiatan pendataan ibu hamil dilakukan oleh bidan dan kader kesehatan. Bidan desa melakukan konseling tentang P4K pada ibu hamil . sebagai legalitas jika ibu hamil telah terdata dan diberi konseling P4K rumah ibu hamil ditempel dengan stiker P4K. Kegiatan pendataan ibu hamil dapat terlaksana dengan baik (100%), notifikasi stiker P4K terlaksana dengan baik, penempelan stiker dilakukan oleh kader, ibu hamil, dan bidan desa. Pertolongan persalinan 100% oleh tenaga kesehatan, tabulin belum terlaksana, ambulan desa menggunakan mobil masyarakat tetapi belum ada perjanijian secara formal kepada pemilik mobil, persiapan donor darah sudah ada tetapi belum ditest kesamaan golongan darahnya. Simpulan: Kegiatan pendataan ibu hamil dapat terlaksana dengan baik (100%), pertolongan persalinan 100% oleh tenaga kesehatan, tabulin belum terlaksana, ambulan desa menggunakan mobil masyarakat, persiapan donor darah sudah ada tetapi belum ditest kesamaan golongan darahnya.