cover
Contact Name
Cahyo Setiawan
Contact Email
cahyos@aiska-university.ac.id
Phone
+62271-631141
Journal Mail Official
jurnalgaster@aiska-university.ac.id
Editorial Address
https://journal.aiska-university.ac.id/index.php/gaster/about/editorialTeam
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Gaster
ISSN : 18583385     EISSN : 25497006     DOI : https://doi.org/10.30787/gaster
Core Subject : Health,
Gaster is a national periodical journal which contains research articles in health sector. Gaster: Health journals are expected to be a medium for conveying scientific findings and innovations in the health sector for those in the health sector, both those engaged in the health sector. Gaster is published twice a year (February and August) by the Research Center of Aisyiyah University Surakarta. The editorial team invited health observers to express their ideas in order to improve self-professionalism and responsibility for national education. This journal was first published in 2007. Gaster is a peer reviewed journal and an open access journal that focuses on health. This focus covers the related areas and scopes related to the following : Nursing Midwifery Physiotherapy Pharmacy Community Nutrition Public Health Noted: Articles have primary citations and have never been published online or printed before.
Articles 354 Documents
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEMANDIRIAN FISIK PADA PASIEN TUBERCULOSIS PARU Erika Dewi Noorratri; Irma Mustika Sari
Gaster Vol 15 No 2 (2017): AGUSTUS
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.738 KB) | DOI: 10.30787/gaster.v15i2.200

Abstract

Latar Belakang : Tuberculosis adalah penyakit yang mematikan dan menular di dunia. Kasus baru ada 9 juta setiap tahunnya dan hampir mencapai 2 juta manusia pada kasus kematian. Indonesia menempati urutan ketiga jumlah kasus dengan jumlah sebesar 700 ribu kasus tuberculosis setelah India dan Cina.(WHO,2013). BKPM Magelang ada 399 pasien tuberculosis pada tahun 2015. Ada beberapa faktor penyebab kasus TB RR/TB MDR terus meningkat dilihat dari sisi pasien yaitu rendahnya kesadaran diri pasien untuk sembuh, dan rendahnya kepatuhan minum obat yang sering disebabkan adanya efek samping obat. Kesembuhan pasien tuberculosis membutuhkan waktu yang cukup lama, yang membuat pasien merasa jenuh dan bosan dalam menjalankannya. Kemandirian fisik perlu ditingkatkan pada pasien tuberculosis. Tujuan Penelitian : menganalisis faktor yang berpengaruh terhadap kemandirian fisik pasien Tuberculosis Paru. Metode Penelitian : deskriptif kuantitatif sampel diambil secara purposive sampling. Hasil penelitian : faktor jenis kelamin diperoleh nilai p=0,524 (p>0,05), faktor usia p=0,588 (p>0,05), faktor jarak rumah p=0,201 (p>0,05), pendapatan nilai p=0,688 (p>0,05), status pernikahan nilai p=1,000 (p>0,05), pekerjaan diperoleh nilai p=0,204 (p>0,05), pendidikan nilai p=0,529 (p>0,05) dan penyakit lain diperoleh nilai p=0,440 (p>0,05). Simpulan: Tidak ada faktor yang berhubungan pada kemandirian fisik TB Paru.
PENGARUH RELAKSASI BENSON TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN BREAST CANCER YANG MENJALANI KEMOTERAPI DI RUMAH SAKIT DR.MOEWARDI SURAKARTA Eska Dwi Prajayanti; Irma Mustika Sari
Gaster Vol 15 No 2 (2017): AGUSTUS
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.912 KB) | DOI: 10.30787/gaster.v15i2.201

Abstract

Latar Belakang: Kanker adalah proses penyakit yang bermula ketika sel abnormal diubah oleh mutasi genetik dari Deoxyribo Nucleid Acid(DNA) seluler. Salah satu kanker yang paling sering menyerang wanita di seluruh dunia adalah breast cancer. Pasien kanker yang menjalani kemoterapi dapat mengalami perubahan berbagai aspek-aspek kehidupan yang akan berpengaruh terhadap kesehatan fisik, kesejahteraan psikologis, hubungan sosial dan lingkungan. Hal ini akan berdampak pada kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh relaksasi Benson terhadap kualitas hidup pasien breast cancer yang menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Dr. Moewardi Surakarta. Metode: desain penelitian Studi Quasi pra-posttest control satu desain kelompok eksperimental. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 22 responden yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Sampel dibagi menjadi kelompok perlakuan dan kelompok kontrol sebagai salah satu responden dengan menangani sesuai dengan standar rumah sakit tanpa diberi relaksasi Benson. Hasil: ada terdapat pengaruh kualitas hidup antara pasien yang diberikan teknik relaksasi Benson dan pasien yang tidak mendapatkan teknik relaksasi Benson (sign. 2-tailed <0.05) pada domain I (KesehatanFisik), II (Psikologis) dan IV (Lingkungan). Kesimpulan: Terapi Relaksasi Benson adalah salah satu jenis teknik relaksasi yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien breast cancer yang menjalanikemote api di Rumah Sakit Dr.Moewardi Surakarta.
PELATIHAN PERSONAL HYGIENE TERHADAP KEMAMPUAN KELUARGA DALAM PERAWATAN DIRI PADA ANAK CEREBRAL PALSY Siti Fatmawati
Gaster Vol 15 No 2 (2017): AGUSTUS
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.553 KB) | DOI: 10.30787/gaster.v15i2.204

Abstract

Latar Belakang: Gangguan kronik gerak dan postur tubuhpada anak dengan Cerebral Palsy (CP) akan menyebabkan penurunan fungsi dan ketidakmampuan untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Keluarga dalam hal ini adalah orang tua merupakan caregiver yang paling efektif dalam melakukan perawatan diri pada anak. Pemberdayaan kelurga difokuskan pada pelatihan perawatan diri diharapkan dapat menjadi solusi yang tepat untuk membantu keluarga dalam meningkatkan kualitas hidup anak CP.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan Personal Hyigenedengan metode ceramah, diskusi, tanya jawab dan simulasi dengan audiovisual: video terhadap Kemampuan Keluarga dalam perawatan diri pada anak CP. Metode: Penelitian ini termasuk dalam jenis quasi exsperiment, dengan jumlah sampel pada kelompok yang mendapatkan pelatihan sejumlah 32 orang dan kelompok yang tidak mendapatkan pelatihan sejumlah 30 orang. Penelitian dilakukan pada bulan Maret-Juli 2016. Pengukuran dilakukan sebanyak tiga kali yaitu pretest, post test 1, post test 2, post test 3. Nilai pengetahuan dan kemampuan keluarga sebelum dan sesudah pelatihan antarakedua kelompok diujikan dengan uji Mann-whitney dengan taraf signifikansi p<0,05.Hasil: Peningkatan nilai rerata pengetahuan dan kemampuan keluarga dalam perawatan pada kelompok perlakuan lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol, tetapi tidak terdapat pengaruh yang signifikan.Taraf signifikansi pengetahuan p = 0,85 dan kemampuan Keluarga p=0,083. Simpulan: Peningkatan nilai rerata pengetahuan dan kemampuan keluarga pada kelompok perlakuan lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol tidak signifikan.
PERSEPSI DOSEN STIKES ‘AISYIYAH SURAKARTA TERHADAP INTER PROFESIONAL EDUCATION (IPE) Ida Nur Imamah; Martini Listrikawati
Gaster Vol 15 No 2 (2017): AGUSTUS
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.851 KB) | DOI: 10.30787/gaster.v15i2.205

Abstract

Interprofessional Education (IPE) merupakan konsep pendidikan terintegrasi yang terdiri dari pendidikan interdisiplin dimana professional kesehatan belajar mengenai kolaborasi dalam lintas disiplin ilmu dengan tujuan untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan nilai dalam bekerja bersama profesi kesehatan lain. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran persepsi dosen dalam IPE di STIKES ‘Aisyiyah Surakarta yang bertujuan sebagai bahan kajian dalam penyusunan kurikulum dan strategi pembelajaran. Penelitian menggunakan teknik total sampling yaitu sebanyak 42 dosen di STIKES dengan menggunakan instrumen Interdisciplinary Education Perception Scale (IEPS). Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 88,1 % dosen memiliki persepsi baik terhadap IPE, namun 80 % dosen mengatakan belum terpapar terhadap IPE.
PENGGUNAAN LEAFLET TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI Ani Nur Fauziah; Siti Maesaroh; Etik Sulistyorini
Gaster Vol 15 No 2 (2017): AGUSTUS
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.361 KB) | DOI: 10.30787/gaster.v15i2.207

Abstract

Kanker payudara merupakan ancaman bagi kaum wanita. Walaupun kini sudah ada pengobatan, tetapi perjuangan melawan kanker payudara tidak selalu berhasil. Hal itu karena masih kurangnya minat kaum wanita dalam memahami kanker payudara guna menghindarkan diri dari serangan kanker payudara serta cara melakukan deteksi sejak dini dengan SADARI ( Pemeriksaan Payudara Sendiri). Saat ini ada kecenderungan kanker payudara dialami oleh perempuan dengan usia (15-20an), ini berarti tidak ada kata terlalu dini untuk memulai memberikan pengetahuan SADARI secara rutin (7-10 hari setelah haid) setiap bulan.Informasi yang dapat berpengaruh terhadap pengetahuan seseorang dapat di peroleh dari berbagai cara salah satunya dengan menggunakan leaflet, dimana leaflet paling sering dipergunakan oleh tenaga kesehatan dalam penyuluhan.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan leaflet SADARI terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri tentang SADARI. Bentuk analisis statistik yang digunakan menggunakan Uji -t berpasangan (peried t-test). Penelitian ini dilaksanakan di RT 01 RW 14 Kalurahan Kerten Surakarta. Populasi dalam penelitian ini adalah semua remaja putri RT 01 RW 14 Kalurahan Kerten Surakarta, sedangkan tehnik sampling yang digunakan adalah accidental sampling sejumlah 31 orang .Penelitian ini memperoleh hasil.bahwa ada peningkatan pengetahuan SADARI dengan penggunaan leaflet SADARI.
AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK ETANOL PELEPAH PISANG RAJA (Musa x paradisiaca L.) PADA BAKTERI Staphylococcus Auresus Saifudin Zukhri; Nurul Hidayati
Gaster Vol 15 No 2 (2017): AGUSTUS
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.566 KB) | DOI: 10.30787/gaster.v15i2.208

Abstract

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kulit dan pelepah pisang mengandung senyawa flavonoid dan saponin, yang memilki aktifitas anti mikroba. Penelitian mengenai aktifitas anti mikroba ekstrak pelepah pisang raja belum pernah dilakukan. Peneilitan ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antimikroba ekstrak etanol pelepah pisang pada bakteri Staphylococcus aureus.Disain yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimen, 500 gram pelepah pisang raja yang masih segar diekstraksi menggunakan etanol 70 %. Ekstrak kemudian dilakukan uji kualitatif untuk mengetahui ada tidaknya saponin dan flavonoid, dan dibuat variasi konsentrasi 12,5%, 25 %, 37,5 %, dan 50 % dengan air suling.. Kedalam tiap-tiap larutan tersebut direndamkan kertas cakaram ukuran 6 mm, selama 5 menit. Strain bakteri Staphylococus yang diperoleh dari laboratorium Biologi UGM, diinokulasi selam 24 jam dan ditanam pada media Nutrient Agar Plate (NPA) pada sebuah cawan petri. Kertas cakram yang sudah direndam ditutupkan cawan petri yang sudah dilakukan penanaman bakateri staphylococcus aureus, kemudian diinkubasi pada suhu 37 â—¦C selam 24 jam. Setelah inkubasi 24 jam kemudian dilakukan pengukuran zona hambat, yang ditandai warna bening disekeliling kertas cakram. Sebagai control negative digunakan air suling, dan sebagai control positif digunakan amoksilin 500 gr sebanyak 25 mg.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak pelepah pisang raja mengandung senyawa flavonoid dan saponin. Hasil pengujian aktifitas antimikroba ekstrak pelepah pisang pada bakteri Stapylococcus untuk konsentrasi 12, 5%, 25 %, 37,5 %, dan 50 % secar bertuut-turut adalah ; 16,3 mm, 20 mm, 23,66 mm dan 25,33 mm. Sedangkan zona hambat pada control negative dan positif secar berturut-turut adalh 0 mmm dan 26 mm.Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak pelepah pisang raja mengandung senyawa flavonoid dan saponin, yang memilki akitiftas antimikroba terhadap Staphylococcus aureus,
EFIKASI DIRI DAN PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH REMAJA SMA W. Winarni
Gaster Vol 15 No 2 (2017): AGUSTUS
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.401 KB) | DOI: 10.30787/gaster.v15i2.209

Abstract

Latar belakang Masa remaja sebagai masa peralihan dari masa kanak-kanak ke dewasa, pada masa ini terjadi perubahan fisik, mental, dan psikososial secara cepat, berdampak pada berbagai aspek kehidupan remaja, salah satunya. perilaku seks pranikah. Faktor personal salah satunya, efikasi diri berpengaruh terhadap perilaku seksual pranikah pada remaja. Tujuan untuk mengetahui pengaruh efikasi diri dengan perilaku seksual pranikah pada remaja SMA di Kota Surakarta. Metode Jenis penelitian ini adalah observasional analitik. Populasi penelitian ini adalah remaja SMA di Kota Surakarta. Teknik sampling menggunakan proporsional random sampling. Sampel yang diambil sebanyak 103 responden. Analisis data menggunakan uji t untuk bivariat. Hasil ada pengaruh efikasi diri dengan perilaku seksual pranikah dimana (b2 = -0,200; CI 95%; -0,368 hingga -0,032; p = 0,020). Simpulan efikasi diri berpengaruh terhadap perilaku seksual pranikah dimana semakin tinggi efikasi siswa maka semakin mengurangi perilaku sexsuak pranikah.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK INDIVIDU TERHADAP KETAHANAN ACUTE STRESS DISORDER (ASD) PASKA BENCANA LONGSOR Norman Wijaya Gati; Nazaruddin Latif
Gaster Vol 15 No 2 (2017): AGUSTUS
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.304 KB) | DOI: 10.30787/gaster.v15i2.222

Abstract

Latar Belakang: Bencana adalah kejadian yang tidak bisa diprediksi dan terjadi secara mendadak. Bencana berdampak pada fisik, dan psikologis. Dampak psikologis yang muncul pada saat kejadian bencana salah satunya ASD. Individu mengembangkan respon yang berbeda-beda pada saat terjadi bencana.Tujuan Penelitian: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik individu terhadap ketahanan ASD paska bencana longsor. Hasil: menunjukan bahwa karakteristik responden, umur dan penghasilan memiliki korelasi denganASD (p-value˂0.05). Sedangkan jenis kelamin dan pendidikan tidak memiliki korelasi terhadap kejadian ASD. Simpulan dan Saran: Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa ketahanan seseorang terhadap kejadian ASD dipengaruhi oleh faktor karakteristik individu yang meliputi umur dan penghasilan. Sedangkan karakteristik individu yang meliputi jenis kelamin dan pendidikan tidak memiliki korelasi terhadap ketahanan. Sebagai saran, puskesmas yang mempunyai daerah binaan rawan bencana sebaiknya mengadakan screening ASD pada penduduk guna mengantisipasi terjadinya ASD paska bencana. Meningkatkan kemampuan individu untuk siap menghadapi kejadian traumatik.
ANALISIS FAKTOR FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PERAWATAN ISPA PADA BALITA M. Maryatun
Gaster Vol 16 No 1 (2018): FEBRUARI
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.003 KB) | DOI: 10.30787/gaster.v16i1.225

Abstract

Pendahuluan: ISPA menyebabkan 4,25 juta kematian di seluruh dunia setiap tahun. 20-40% dari semua rawat inap pada anak karena ISPA (WHO, 2012). Data menunjukan bahwa di  wilayah Kota Surakarta tahun 2014 angka kejadian penyakit  tertinggi adalah influenza sebesar 73.530.  Kota Surakarta merupakan kota yang melaksnakan program  terhadap peningkatan perilaku hidup sehat.  Salah satu Puskesmas Surakarta  adalah Puskesmas Nusukan menyebutkan bahwa data angka kejadian penyakit  selama satu tahun terakhir tertinggi adalah ISPA Non Pneumonia sebanyak 897 dan  sebagian besar terjadi pada balita . Tujuan: Mengetahui factor yang berpengaruh  terhadap dengan perawatan ISPA pada balita di Puskesmas Nusukan Surakarta. Metode: Analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional, sampel sebanyak 90 responden dengan teknik purposive sampling dan quota sampling. Hasil: didapatkan ibu memiliki tingkat pengetahuan baik (71,1%), ibu mayoritas berpendidikan tinggi (78,9%), ibu mayoritas usia dewasa awal (81,1%), ibu melakukan perawatan ISPA baik (70%). Hasil uji statistik chi–square taraf signifikan P<0.05, P=0,007 terdapat  hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan ibu dengan perawatan ISPA, P=0,015 terdapat  hubungan yang bermakna antara pendidikan ibu dengan perawatan ISPA, P=0,265 bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara usia ibu dengan perawatan ISPA. Hasil analisa regresi logistik didapatkan bahwa pengetahuan ibu dan tingkat pendidikan ibu berpengaruh terhadap perawatan ISPA pada balita.  Kesimpulan: Pengetahuan ibu yang baik mempunyai peluang  dua kali lebih besar dalam  perawatan terhadap balita  di Puskesmas Nususkan Kota Surakarta. Kata kunci: Balita, , Perawatan ISPA
PEMBERIAN ANKLE STRATEGY EXERCISE PADA LANSIA TERHADAP KESEIMBANGAN DINAMIS Rini Widarti; Eddy Triyono
Gaster Vol 16 No 1 (2018): FEBRUARI
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.202 KB) | DOI: 10.30787/gaster.v16i1.232

Abstract

Pendahuluan: Salah satu permasalahan yang dialami lansia adalah penurunan keseimbangan dinamis yang dapat berakibat pada resiko jatuh dan patah tulang pada panggul, untuk mengurangi resiko jatuh pada lansia dibutuhkan latihan salah satunya dengan menggunakan ankle strategy exercise. Ankle strategy exercise adalah latihan yang sederhana dapat dilakukan dimana saja, dengan harapan lansia dapat menjaga kualitas hidupnya, mengurangi resiko jatuh, aktivitas fisik tetap terjaga, lansia tetap semangat dan aktif dalam menjalankan kehidupanya baik dimasyarakat umum maupun di dalam kehidupan keluarganya. Tujuan: Mengetahui manfaat  ankle strategy exercise terhadap  keseimbangan dinamis. Subyek: Responden lansia yang berjumlah 32 orang dan mengikuti ankle strategy exercise selama 4 minggu. Metode: Semua responden sebelum melakukan ankle strategy exercise dites keseimbangan dinamisnya menggunakan Time Up and Go Test (TUG) pada minggu pertama  dan akhir minggu ke empat  setelah dilakukan ankle strategy exercise. Hasil: Ankle strategy exercise memiliki manfaat terhadap keseimbangan dinamis pada lansia.