cover
Contact Name
Cahyo Setiawan
Contact Email
cahyos@aiska-university.ac.id
Phone
+62271-631141
Journal Mail Official
jurnalgaster@aiska-university.ac.id
Editorial Address
https://journal.aiska-university.ac.id/index.php/gaster/about/editorialTeam
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Gaster
ISSN : 18583385     EISSN : 25497006     DOI : https://doi.org/10.30787/gaster
Core Subject : Health,
Gaster is a national periodical journal which contains research articles in health sector. Gaster: Health journals are expected to be a medium for conveying scientific findings and innovations in the health sector for those in the health sector, both those engaged in the health sector. Gaster is published twice a year (February and August) by the Research Center of Aisyiyah University Surakarta. The editorial team invited health observers to express their ideas in order to improve self-professionalism and responsibility for national education. This journal was first published in 2007. Gaster is a peer reviewed journal and an open access journal that focuses on health. This focus covers the related areas and scopes related to the following : Nursing Midwifery Physiotherapy Pharmacy Community Nutrition Public Health Noted: Articles have primary citations and have never been published online or printed before.
Articles 344 Documents
PENGARUH LATIHAN RANGE OF MOTION (ROM) AKTIF TERHADAP KEKUATAN OTOT PADA PASIEN POST OPERASI FRAKTUR HUMERUS DI RSUD Dr. MOEWARDI Ririn Purwanti; Wahyu Purwaningsih
Gaster Vol 10 No 2 (2013): AGUSTUS
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.583 KB)

Abstract

Latar Belakang : Fraktur merupakan salah satu masalah kesehatan yang menyebabkan kecacatan pada anggota gerak tubuh yang mengalami fraktur. Pasien post operasi fraktur di Rumah Sakit, sering mengalami keterlambatan dalam melakukan pergerakan yaitu terjadi kelemahan otot. Latihan rentang gerak yang digunakan untuk meningkatkan kekuatan otot post operasi fraktur di Rumah Sakit adalah dengan latihan Range of Motion (ROM). Tujuan; Mengetahui pengaruh latihan Range of Motion (ROM) aktif terhadap kekuatan otot pada pasien post operasi fraktur humerus di RSUD Dr. Moewardi. Metode; Penelitian ini menggunakan desain Pre Eksperimen Design dengan rancangan One Group Pre-Post Test. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Purposive Sampling dengan jumlah sampel penelitian 30 responden, sedangkan instrumen penelitian menggunakan lembar observasi, skala kekuatan otot deskriptif dan lembar panduan untuk melakukan latihan ROM aktif. Penelitian ini menggunakan analisa univariate dan bivariate. Pada analisa bivariate menggunakan uji Wilcoxon. Hasil; Hasil penelitian menunjukkan bahwa latihan Range of Motion (ROM) aktif ini mampu dilakukan oleh seluruh responden (100%), sebagian besar kekuatan otot pasien post operasi fraktur humerus sebelum diberi latihan ROM aktif adalah skala kekuatan otot 0 atau paralisis total atau tidak ada kontraksi otot dan setelah diberikan latihan ROM aktif sebanyak 9 kali menjadi skala kekuatan otot 2 atau kategori buruk atau kontraksi otot yang cukup kuat menggerakkan sendi tetapi hanya dapat dilakukan bila pengaruh dari gaya gravitasi dihilangkan. Dari hasil analisa bivariate diperoleh nilai z hitung sebesar 4,940 dengan angka signifikan (p) 0,000. Berdasarkan hasil tersebut diketahui z hitung (4,940) > z tabel (1,96) dan angka signifikan (p) < 0,05 sehingga ada pengaruh signifikan latihan ROM aktif terhadap kekuatan otot pada pasien post operasi fraktur humerus di RSUD Dr. Moewardi. Kesimpulan; Ada pengaruh signifikan pada latihan range of motion (ROM) aktif terhadap kekuatan otot pada pasien post operasi  fraktur humerus di RSUD Dr. Moewardi.Kata Kunci : Latihan Range Of Motion (ROM) Aktif, Kekuatan Otot Post Operasi
HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH ORANG TUA DENGAN PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA REMAJA DI SMK BATIK 1 SURAKARTA Nurul Fatimah Nur Hidayah; - Maryatun
Gaster Vol 10 No 2 (2013): AGUSTUS
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.687 KB)

Abstract

Latar Belakang: Masa remaja merupakan suatu tahap dengan perubahan yang cepat dan penuh tantangan yang sulit. Pemahaman tentang perilaku seksual yang kurang pada masa remaja sangat merugikan bagi remaja sendiri termasuk keluarganya. Salah satu faktor penting yang berhubungan dengan perilaku seksual adalah pola asuh orang tua. Interaksi antara remaja dengan orang tua menunda bahkan mengurangi perilaku hubungan seksual pada remaja. Orang tua yang kurang memberikan perhatian kepada remaja akan mempercepat remaja tersebut untuk melakukan hubungan seksual dan begitu pula sebaliknya. Tujuan: Mengetahui hubungan antara pola asuh orang tua dengan perilaku seksual pranikah pada remaja di SMK Batik 1 Surakarta. Metode: Penelitian non eksperimental dengan metode analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik stratified random sampling, dengan jumlah sampel penelitian 91 responden, sedangkan instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Pada analisa bivariat menggunakan uji Regresi Logistik. Hasil: Hasil penelitian pada analisa bivariat dengan uji Regresi Logistik diperoleh hasil bahwa pola asuh orang tua berhubungan dengan perilaku seksual pranikah pada remaja. Simpulan: Ada hubungan antara pola asuh orang tua dengan perilaku seksual pranikah pada remaja di SMK Batik 1 Surakarta.Kata Kunci : Pola Asuh Orang Tua, Perilaku Seksual Pranikah
KARAKTERISTIK IBU DENGAN PARITAS LEBIH DARI 3 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GAMBIRSARI SURAKARTA Ita Handayani; Annisa Andriyani
Gaster Vol 10 No 2 (2013): AGUSTUS
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.19 KB)

Abstract

Pendahuluan: Paritas menunjukkan jumlah kehamilan dan telah dilahirkan tanpa mengingat jumlah anaknya. Berdasarkan survey pendahuluan di Puskesmas Gambirsari terdapat ibu dengan paritas lebih dari 3 sebanyak 580 orang dengan usia rata-rata 35 tahun, mayoritas tingkat pendidikan ibu SD dengan pengetahuan tentang berKB masih kurang dan agama tidak memperbolehkan untuk berKB, sehingga ibu tersebut kemungkinan besar memiliki paritas lebih dari 3. Tujuan: untuk mengetahui karakteristik ibu dengan paritas lebih dari tiga di wilayah kerja  Puskesmas Gambirsari Surakarta. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah deskriptif  yang melukiskan  tiap variabel. Pengambilan sampel menggunakan teknik quota sampling. Sampel berjumlah 145 responden yang sesuai dengan kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil: Hasil penelitian karakteristik ibu dengan paritas lebih dari 3 di wilayah kerja Puskesmas Gambirsari Surakarta adalah karakteristik  pendidikan  yang paling  mempengaruhi jumlah paritas. Kesimpulan: Ibu dengan paritas lebih dari 3 di wilayah kerja Puskesmas Gambirsari Surakarta dengan karakteristik dilihat dari tingkat pendidikan kebanyakan SD, pekerjaan mayoritas pedagang, usia rata-rata 20-35 tahun,  dan mitos atau kepercayaan tentang banyak anak banyak rejeki. Dari berbagai karakteristik ibu yang  paling mempengaruhi paritas ibu lebih dari 3 adalah segi pendidikan.Kata Kunci: karakteristik, paritas, ibu
ANALISIS PERSEPSI DAN KEPUASAN MAHASISWA TERHADAP PENERAPAN PROSES PEMBELAJARAN DI LABORATORIUM DENGAN MENGGUNAKAN METODE E-LEARNING PADA MATA KULIAH KEPERAWATAN MEDICAL BEDAH. PADA PROGRAM STUDI D III KEPERAWATAN STIKES AISYIYAH SURAKARTA - Wahyuni
Gaster Vol 10 No 2 (2013): AGUSTUS
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.841 KB)

Abstract

Praktek laboratorium adalah strategi pembelajaran atau bentuk pembelajaran yang digunakan untuk membelajarkan secara bersama-sama kemampuan psikomotorik (ketrampilan), knowledge (pengetahuan), dan Afektif (sikap) yang menggunakan sarana laboratorium. Dari Survey dengan cara mewawancarai beberapa mahasiswa kami mendapatkan informasi bahwa sebagian besar mahasiswa merasakan kurang efektif, kurang puas maupun bingung dengan metode pembelajaraan laboratorium dengan E-Learning. Tujuan : Untuk mengetahui persepsi dan kepuasan mahasiswa terhadap penerapan proses pembelajaran di laboratorium dengan menggunakan metode E-learning pada mata kuliah keperawatan Medical Bedah pada mahasiswa diploma 3 keperawatan.Metode : Dalam penelitian ini pendekatan yang dilakukan adalah melalui pendekatan kualitatif. jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif ; hasil : bahwapresepsi mahasiswa mengatakan bahwa metode pembelajaran metode E-learning kurang efektif walaupun masih ada sebagian mahasiswa dengan metode E-learning mengatakan cukup bagus ; sebagian besar mahasiswa  mengatakan bahwa metode pembelajaran metode E-learning kurang memuaskan walaupun masih ada sebagian kecil mahasiswa dengan metode E-learning mengatakan cukup puas  simpulan persepsi mahasiswa tentang pembelajaran laboratorium drngan metode e-learning masih bingung dan dirasa kurang efektif dan kurang memuaskan.Kata Kunci : Presepsi, kepuasan, pembelajaran, laboratorium, e learning.
PALLIATIVE CARE PADA PENDERITA PENYAKIT TERMINAL Cemy Nur Fitria
Gaster Vol 7 No 1 (2010): FEBRUARI
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.829 KB)

Abstract

Intisari: Perawatan paliatif merupakan pendekatan yang bertujuan memperbaiki kualitas hidup pasien dan keluarga yang menghadapi masalah yang berhubungan dengan penyakit yang dapat mengancam jiwa, melalui pencegahan dan peniadaan melalui identifikasi dini dan penilaian yang tertib serta penanganan nyeri dan masalah-masalah lain, fisik, psikososial dan spiritual. Penyakit terminal merupakan penyakit progresif yaitu penyakit yang menuju ke arah kematian yang membutuhkan pendekatan dengan perawatan Palliative sehingga menambah kualitas hidup seseoran. Sasaran kebijakan pelayanan paliatif Seluruh pasien (dewasa dan anak) dan anggota keluarga, lingkungan yang memerlukan perawatan paliatif di mana pun pasien berada di seluruh Indonesia.Pelaksana perawatan paliatif : dokter, perawat, tenaga kesehatan lainnya dan tenaga terkait serta Institusi-institusi terkait. Prinsip perawatan palliative adalah menghormati atau menghargai martabat dan harga diri dari pasient dan keluarga pasien,dukungan untuk caregiver, Palliative care merupakan accses yang competent dan compassionet, mengembangkan professional dan social support untuk pediatric palliative careKata Kunci: Palliative, Care, Penyakit Terminal
BAWANG PUTIH SEBAGAI OBAT PALING MUJARAB BAGI KESEHATAN Ida Untari
Gaster Vol 7 No 1 (2010): FEBRUARI
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.46 KB)

Abstract

Intisari : Upaya kesehatan untuk menanggulangi berbagai macam penyakit yang harus didahulukan adalah upaya promotif (meningkatkan kesehatan), preventif (mencegah datangnya penyakit) baru kemudian disusul dengan tindakan kuratif (pengobatan) maupun rehabilitataif (pemulihan). Bawang putih atau Allium sativum di kenal sebagai bumbu dapur di semua masakan dapat sebagai pilihan alternatif untuk suatu penyakit. Setiap masakan pasti menggunakan bawang putih sebagai penyedap rasa. Masyarakat Indonesia belum mengetahui banyak tentang khasiat bawang putih. Dunia kesehatan luar negeri, bawang putih merupakan obat alternatif yang sangat mujarab dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Penyakit yang dapat disembuhkan maupun dicegah oleh bawang putih adalah penyakit menular, sedangkan beberapa penyakit tidak enular atau penyakit degeneratif diantaranya adalah hipertensi, hiperkolesterol, aterosklerosis dan banyak yang lainnya. Bawang putih yang dikenal tidak hanya sebagai bumbu dapur memasak, namun dapat bermanfaat bagi kesehatan dimana dapat digunakan sebagai obat penyembuh berbagai penyakit manusia.Kata kunci : Bawang putih, penyakit
SYOK DAN PENANGANANNYA Cemy Nur Fitria
Gaster Vol 7 No 2 (2010): AGUSTUS
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.473 KB)

Abstract

Abstrak Syok atau renjatan dapat merupakan keadaan terdapatya pengurangan yang sangat besar dan tersebar luas pada kemampuan pengangkutan oksigen serta unsur- unsur gizi lainnya secara efektif ke berbagai jaringan Shock tidak terjadi dalam waktu lebih lama dengan tanda klinis penurunan tekanan darah, dingin, kulit pucat, penurunan cardiac output.Syok yang terjadi dapat diklasifikasikan menjadi beberapa bagian yaitu Syok Hipovolemik atau oligemik, Syok Kardiogenik, syok obstruksi dan distribusi dengan manifestasi klinis sesuai dengan derajat syok yang terjadi.Mempertahankan perfusi darah yang memadai pada organ-organ vital merupakan tindakan yang penting untuk menyelamatkan jiwa penderita. Perfusi organ tergantung tekanan perfusi yang tepat, kemudian curah jantung dan resistensi vakuler sistemik. Pasien bisa menderita lebih dari satu jenis syok secara bersamaan. Penatalaksanaan syok secara umum dapat dilakukan dengan mengatur Posisi Tubuh, mempertahankan respirasi dan sirkulasi darah.Kata Kunci: Syok, Penanganan Syok
INVASIVE PNEUMOCOCCAL DISEASE (IPD) Sri Kustiyati
Gaster Vol 4 No 1 (2008): FEBRUARI
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.961 KB)

Abstract

Pneumonia adalah infeksi akut jaringan (parenkim) paru yang disebabkan oleh bermacam-macam etiologi seperti bakteri, virus, jamur dan benda asing, ditandai dengan demam, batuk dan sesak nafas. Pada usia anak-anak, pneumonia merupakan penyebab kematian terbesar terutama di negara berkembang termasuk Indonesia. Golongan yang paling rentan adalah anak usia di bawah 2 tahun. Tanda-tanda Penumonia sangat bervariasi, tergantung golongan umur, mikroorganisme penyebab, kekebalan tubuh (imunologis) dan berat ringannya penyakit. Pemeriksaan penunjang: rontgen dada, pembiakan dahak, hitung jenis darah, dan gas darah arteri. Pneumonia bisa dicegah dengan vaksin pneumonia (pneumovax). Vaksin ini disebut Pneumococcal 7 valent conjugated vaccine (PCV7), yang memberikan solusi dalam pencegahan penyakit pneumokokus invasif pada anak. Vaksin ini mengandung ekstrak dari 7 tipe kuman Streptokokus. Vaksin ini akan memberikan kekebalan dari serangan penyakit meningitis, pneumonia dan otitis media. Jadwal pemberian vaksin dilakukan 4 kali: usia 2, 4, 6 bulan dan antara 12-15 bulan dengan kondisi yang telah dikonsultasikan dengan dokter spesialis anak.Kata kunci: pneumonia, batuk, vaksinasi
PAP SMEAR Sri Kustiyati
Gaster Vol 3 No 2 (2007): AGUSTUS
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.538 KB)

Abstract

Sitologi apusan Pap adalah ilmu yamg mempelajari sel-sel lepas atau deskuamasi dari system alat kandungan wanita, meliputi sel-sel yang lepas dari vagina, serviks, endoserviks dan endometrium. Kegunaan diagnostik sitologi apusan Pap adalah untuk evaluasi sitohormonal, meniagnosis peradangan, idenifikasi organisme penyebab peradangan, mendiagnosis kelainan prakanker/displasia serviks (NIS) dan kanker serviks dini maupun lanjut (karsinoma insitu/invasive) dan memantau hasil terapi. Syarat-syarat pengambilan bahan pemeriksaan apusan Pap harus dipenuhi agar sediaan apusan representatif sehingga meminimalkan hasil negatif palsu. Hasil negatif palsu dapat diakibatkan karena kesalahan pengambilan sampel, kesalahan skrining dan kesalahan interpretasi.
PENGETAHUAN DALAM MELAKSANAKAN PIJAT PERINEUM OLEH BIDAN DI KOTA SURAKARTA Enny Yuliaswati
Gaster Vol 11 No 1 (2014): FEBRUARI
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.492 KB)

Abstract

Robekan perineum yang terjadi saat persalinan mengakibatkan 40%-60% perdarahan pasca salin. Komplikasi yang terjadi akibat robekan perineum antara lain lama perawatan yang lebih panjang, penurunan kualitas hidup wanita, penggunaan obat-obatan serta analgetik dan incontinensia alvi. Metode yang dapat mengurangi terjadinya robekan pada perineum saat persalinan diantaranya adalah pijat perineum yang dilakukan ketika hamil. Tidak semua bidan melakukan pijat perineum ini dengan berbagai alasan. Tujuan: Penelitian ini untuk mengkaji pengetahuan bidan antara yang melakukan pijat perineum dan tidak melakukan. Metode: Rancangan penelitian ini adalah mixed method dengan observasional analitik pendekatan potong lintang terhadap 32 bidan yang melakukan pijat perineum dan 68 bidan yang tidak melakukan pijat perineum. Penelitian ini dilaksanakan di Surakarta pada bulan November-Desember 2012 dengan menggunakan kuesioner yang telah dilakukan uji reliabilitas dan validitas, sedangkan pengumpulan data kualitatif menggunakan wawancara mendalam. Analisis data kuantitatif menggunakan uji Mann-Whitney, sedangkan analisis data kualitatif melalui transkripsi, koding, kategori, dan membangun tema. Hasil: Median skor pengetahuan bidan yang melakukan pijat perineum 80, yang tidak melakukan pijat perineum 50 (ZM-W= 6,091, nilai p= 0,001). Berdasarkan analisis kualitatif faktor dominan yang menyebabkan bidan tidak melakukan pijat perineum yaitu faktor pengetahuan, sikap, pengalaman, motivasi dan budaya. Kata kunci: pengetahuan, pijat perineum

Page 6 of 35 | Total Record : 344