cover
Contact Name
Cahyo Setiawan
Contact Email
cahyos@aiska-university.ac.id
Phone
+62271-631141
Journal Mail Official
jurnalgaster@aiska-university.ac.id
Editorial Address
https://journal.aiska-university.ac.id/index.php/gaster/about/editorialTeam
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Gaster
ISSN : 18583385     EISSN : 25497006     DOI : https://doi.org/10.30787/gaster
Core Subject : Health,
Gaster is a national periodical journal which contains research articles in health sector. Gaster: Health journals are expected to be a medium for conveying scientific findings and innovations in the health sector for those in the health sector, both those engaged in the health sector. Gaster is published twice a year (February and August) by the Research Center of Aisyiyah University Surakarta. The editorial team invited health observers to express their ideas in order to improve self-professionalism and responsibility for national education. This journal was first published in 2007. Gaster is a peer reviewed journal and an open access journal that focuses on health. This focus covers the related areas and scopes related to the following : Nursing Midwifery Physiotherapy Pharmacy Community Nutrition Public Health Noted: Articles have primary citations and have never been published online or printed before.
Articles 344 Documents
HUBUNGAN POLA ASUH KELUARGA DAN LINGKUNGAN TEMAN SEBAYA DENGAN PERILAKU MEROKOK PADA REMAJA USIA 11-20 TAHUN DI DESA NAMBUHAN KECAMATAN PURWODADI KOTA PURWODADI KABUPATEN GROBOGAN Indah Permatasari; Wahyuni .
Gaster Vol 8 No 1 (2011): FEBRUARI
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.416 KB)

Abstract

Latar   Belakang: Perilaku merokok  adalah merupakan  perilaku  yang    dipelajari. Data WHO menyatakan bahwa jumlah perokok yang ada di dunia sebanyak 30% adalah kaum remaja   dan 8%   mulai   merokok pada   usia   11    tahun. Faktor-faktor   yang   mempengaruhi perilaku merokok remaja antara lain pengaruh orang tua (pola asuh keluarga), pengaruh  teman sebaya (lingkungan teman sebaya), faktor kepribadian dan pengaruh iklan. Tujuan; untuk mengetahui    hubungan pola   asuh  keluarga    dan  lingkungan    teman  sebaya dengan perilaku merokok pada    remaja   usia 11-20  tahun di   Desa   Nambuhan Kecamatan Purwodadi Kota Purwodadi Kabupaten Grobogan. Metode; penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Analisa data  yang  digunakan dalam  penelitian  ini  adalah uji chi  square dan regresi logistik. Jumlah sampel yang diteliti sebanyak 73 responden. Hasil; Setelah dilakukan analisa data dengan uji chi square koefisien korelasi antara pola asuh keluarga  dengan perilaku merokok pada  remaja  adalah X2 =    10,270  dengan  taraf signifikan hitung  (Pvalue=  0,001), sedangkan nilai  koefisien korelasi  lingkungan teman sebaya dengan  perilaku merokok  pada  remaja  adalah X2 =  18,580  dengan  taraf  signifikan  hitung (Pvalue=  0,000). Berdasarkan hasil Regresi  Logistik variabel  bebas yang  paling berpengaruh terhadap perilaku merokok remaja adalah variabel lingkungan teman sebaya dengan nilai OR 9,165. Kesimpulan : ada   hubungan antara   pola   asuh keluarga   dengan perilaku   merokok pada remaja, ada  hubungan antara  lingkungan teman sebaya  dengan perilaku merokok pada remaja.   Kata kunci: Pola asuh keluarga, lingkungan teman sebaya, perilaku   merokok
EFIKASI DIRI DAN LAMA PEMBERIAN AIR SUSU IBU SAJA SELAMA 2 BULAN POSTPARTUM . Zakiah; Adjat Sedjati Rasyad; H.R Muchtan Sujatno
Gaster Vol 9 No 2 (2012): AGUSTUS
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.825 KB)

Abstract

Latar belakang: air susu ibu (ASI) memberikan manfaat yang besar untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi, imunologis, dan psikologis serta ekonomi. Meskipun manfaat ASI sudah jelas bagi ibu dan bayi, namun pemberian ASI kepada bayi masih rendah. Pemberian ASI saja di provinsi Kalimantan Selatan hanya sampai bayi berumur kurang dari 2 bulan dengan pencapaian ASI eksklusif di bawah angka nasional. Penelitian tentang hubungan efikasi diri dengan lama pemberian ASI telah dilakukan di negara maju, namun hal ini belum ditemukan di Indonesia. Tujuan: tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis korelasi efikasi diri dengan lama pemberian ASI, dan besar risiko efikasi diri rendah terhadap lama pemberian ASI selama 2 bulan postpartum. Metode: Penelitian kohort prospektif dilakukan di RSUD Ulin Banjarmasin periode Februari sampai Mei 2011, dengan menggunakan teknik consecutive sampling berjumlah 81 ibu. Pengambilan data dilakukan pada hari pertama postpartum dan dilakukan kunjungan rumah pada 2 bulan postpartum untuk menganalisis efikasi diri. Data dianalisis menggunakan uji Mann Whitney, Spearman rank, dan risiko relatif. Hasil: hasil penelitian menunjukkan bahwa 56 (69%) dari 81 ibu memberikan ASI kepada bayinya <60 hari, lama pemberian ASI pada ibu dengan efikasi diri tinggi vs rendah adalah 49,27 (23,5) vs 34,50 (18,9) hari (p=0,005); korelasi efikasi diri dengan lama pemberian ASI adalah r=0,357 (p=0,001); risiko pemberian ASI <60 hari pada efikasi rendah 1,93 kali lebih tinggi daripada efikasi diri tinggi (p=0,037). Simpulan: ibu dengan efikasi diri tinggi lebih lama memberikan ASI dibandingkan dengan efikasi diri rendah, terdapat korelasi positif antara efikasi diri pada hari pertama postpartum dengan lama pemberian ASI pada 2 bulan postpartum. Efikasi diri ibu yang rendah merupakan faktor risiko terhadap lama pemberian ASI selama 2 bulan postpartum.Kata Kunci: ASI, efikasi diri, lama pemberian ASI
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN IBU TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DENGAN UPAYA MEMPERSIAPKAN MASA PUBERTAS PADA ANAK Agnes Candra Dewi; . Kamidah
Gaster Vol 9 No 2 (2012): AGUSTUS
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.834 KB)

Abstract

Latar Belakang: Selama masa pubertas seorang anak mengalami berbagai perubahan dalam tubuh. Jika tidak dipersiapkan maka perubahan tersebut akan cenderung menjadi pengalaman yang  traumatis. Orang  tua  khususnya  ibu mempunyai  peranan  penting  dalam membekali anak untuk menghadapi fase remaja, sehingga dibutuhkan pengetahuan yang cukup dari ibu. Tujuan: Mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu tentang kesehatan reproduksi remaja dengan upaya mempersiapkan masa pubertas pada anak. Metode: Penelitian observasional analitik menggunakan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel 35 responden. Analisa data menggunakan korelasi Spearman Rank  (ρ). Hasil Penelitian: Hasil uji korelasi dengan menggunakan Spearman Rank  (ρ) diperoleh Zhitung= 12,002 dengan  taraf  signifikansi 5%, dari tabel Z pada α= 0,05 maka nilai Ztabel (1,96). Diperoleh hasil Zhitung (12,002) > Ztabel (1,96) maka Ho ditolak dan Ha diterima. Simpulan: Ada hubungan antara pengetahuan  ibu tentang kesehatan reproduksi remaja denga upaya mempersiapkan masa pubertas pada anak di SDN Mojopurno 2 Ngariboyo Magetan.Kata Kunci: Kesehatan Reproduksi, Pubertas
HUBUNGAN LINGKUNGAN BELAJAR DI INSTITUSI PENDIDIKAN DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN STIKES ‘AISYIYAH SURAKARTA Aulia Kurnianing Putri
Gaster Vol 9 No 2 (2012): AGUSTUS
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.985 KB)

Abstract

Latar Belakang: Pada keseluruhan proses pendidikan di sekolah, kegiatan belajar merupakankegiatan  paling  pokok.  Ini  berarti  bahwa  berhasil  tidaknya  pencapaian  tujuan  pendidikan banyak bergantung kepada bagaimana proses belajar yang dialami oleh siswa sebagai pesertadidik. Tujuan: Penelitian  ini bertujuan  untuk mengetahui  hubungan  lingkungan  belajar  diinstitusi pendidikan dan motivasi belajar dengan prestasi belajar mahasiswa program studi DIIIKebidanan STIKES ‘Aisyiyah Surakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitiandeskriptif  dengan  desain  penelitian  korelasional,  tiap  subjek  penelitian  hanya  diobservasi sekali  saja  dan  pengukuran  dilakukan  terhadap  status  karakter  atau  variabel  subjek  pada saat pemeriksaan. Penelitian  ini dilaksanakan di STIKES ‘Aisyiyah Surakarta. Pengambilansampel yaitu dengan teknik sampling Propotionate Stratified Random Sampling. Pengumpulandata  lingkungan  belajar  di  institusi  pendidikan  dan motivasi  belajar menggunakan  angket sebagai  instrumen  penelitian    sedangkan  prestasi  belajar  dikumpulkan  dari  data  tentang nilai indeks prestasi kumulatif mahasiswa. Hasil: Uji hipotesis menggunakan analisis regresiganda dan menggunakan bantuan program SPSS 16.0 for Windows. Hasil analisis data regresipenelitian 52,401>3,06 (Fhitung > Ftabel). Simpulan: Ada hubungan positif dan signifikanantara lingkungan belajar di institusi pendidikan dan motivasi belajar dengan prestasi belajarmahasiswa Prorgam studi DIII Kebidanan STIKES ‘Aisyiyah Surakarta.Kata Kunci: Lingkungan Belajar, Motivasi Belajar, Prestasi Belajar.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG IMUNISASI POLIO DENGAN STATUS KELENGKAPAN IMUNISASI POLIO DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TANON I SRAGEN Siti Nur Widayati; . Maryatun
Gaster Vol 9 No 2 (2012): AGUSTUS
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.972 KB)

Abstract

Latar  belakang: Imunisasi  polio merupakan  imunisasi  yang  diberikan  untuk mendapatkan kekebalan terhadap penyakit polio. Penyakit polio masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia, mengingat masih adanya kasus dan wabah polio di beberapa daerah di Indonesia.  Penting bagi orang tua untuk mengetahui mengapa, kapan, dimana, dan berapa kali anak harus diimunisasi. Di Wilayah Kerja Puskesmas I Tanon memiliki cakupan imunisasi polio paling rendah di Kabupaten Sragen yaitu polio I (95,3%), polio II (87,5%), polio III (83,2%), polio IV (100,0%). Berkaitan dengan hal tersebut penelitian ini akan menganalisa hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi polio dengan status kelengkapan imunisasi polio di Wilayah Kerja Puskesmas Tanon I Sragen? Tujuan: Mengetahui hubungan antara  tingkat pengetahuan  ibu  tentang  imunisasi polio dengan status kelengkapan imunisasi polio di Wilayah Kerja Puskesmas I Tanon Sragen. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimen dengan pendekatan cross sectional terhadap 168 responden yaitu  ibu-ibu yang memiliki bayi usia 4-12 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Tanon I Sragen. Hasil: Hasil analisa data uji chi square Pvalue<Ptabel yaitu : 0.028 < 0.05 dan X2hitung > X²tabel (7.175>5.591). Dapat diartikan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi polio dengan status kelengkapan imunisasi polio di Wilayah Kerja Puskesmas Tanon I Sragen. Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi polio dengan status kelengkapan imunisasi polio di Wilayah Kerja Puskesmas Tanon I Sragen.Kata Kunci: Pengetahuan, Imunisasi Polio
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG KANKER SERVIKS DENGAN KEIKUTSERTAAN IBU MELAKUKAN IVA TEST DI KELURAHAN JEBRES SURAKARTA Lesse Maharsie; . Indarwati
Gaster Vol 9 No 2 (2012): AGUSTUS
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.885 KB)

Abstract

Latar belakang: Kanker  leher rahim (serviks) merupakan ancaman penyakit yang menakutkan bagi wanita. Pasien kanker rahim di seluruh dunia diperkirakan terjadi sekitar 500 ribu kasus baru, 270 ribu diantaranya meninggal setiap tahunnya. Kanker serviks dapat dicegah, salah satunya dengan Metode Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA), yaitu metode screening yang praktis, murah, dan memungkinkan dilakukan di  Indonesia. Pada  tahun 2009-2011  terdapat tiga orang meninggal  karena kanker  serviks di Kelurahan Jebres, namun dari 1207 wanita usia  produktif  hanya  enam  orang  yang mengikuti  IVA  test  diadakan  oleh Puskesmas  pada bulan Mei 2011.Tujuan: Menganalisis hubungan antara pengetahuan tentang kanker serviks dengan keikutsetaan ibu melakukan IVA Test di Kelurahan Jebres Surakarta. Metode: Penelitian observasional analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian adalah ibu usia 30-50  tahun sebanyak 66 responden dengan pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling. Hasil: Hasil uji Chi Square dengan taraf signifikansi (α=0,05) didapatkan nilai hitung (13.073) >  tabel (5.991) dengan Pvalue = 0,000 (p<0,05) sehingga  Ho ditolak dan Ha diterima. Simpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan  tentang kanker serviks dengan keikutsertaan ibu melakukan IVA Test di Kelurahan Jebres Surakarta.Kata Kunci: Pengetahuan, Kanker Serviks, IVA Test
PEMBERIAN SUSPENSI BUBUK KEDELAI DAPAT MENURUNKAN KADAR MALONDIALDEHID (MDA) SERUM PADA TIKUS PUTIH DIABETUS MELITUS YANG DIINDUKSI STREPTOZOTOZIN . Siswanto; Wahyu Purwaningsih
Gaster Vol 9 No 2 (2012): AGUSTUS
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.583 KB)

Abstract

Latar Belakang: Penyakit DM merupakan  salah  satu penyakit degeneratif yang dari  tahun ketahujumlahnya meningkat  terus  dan menimbulkan  berbagai  komplikasi. Pengobatan  dan pencegahanpun mengalami perkembangan sejalan dengan tumbuhnya berbagai macam penyakit.. Segala upaya mulai digalakkan salah satunya dengan back to nature. Kedelai kuning merupakansalah satu alternatif tumbuhan yang dapat dimanfaatkan karena kandungannya yang bermanfaatsebagai  antikarsinogenik, antioksidan, antibiabetik dan antilipidemik. Pemanfaatan Tumbuhansebagai salah satu alternatif pilihan.  Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kadar MDA serum,akibat pemberian suspensi bubuk kedelai pada tikus jantan DM yang diinduksi STZ. MDA serummerupakan  salah  satu  indikasi  yang  dapat menunjukkan adanya peroksidasi  lemak  sebagai akibat dari stress oksidatif. Metoda: jenis penelitian ini adalah eksperimen murni ,pre post testcontrol group design terhadap tikus jantan galur Wistar. Sampel terdiri dari 30 ekor tikus (Rattusnorvegicus) jantan usia 6-7 minggu dengan berat badan 150 - 300 gram yang dibagi menjadi 5kelompok, yaitu K1 : tidak diinduksi STZ dan tidak diberi suspensi bubuk kedelai kuning , K2 :diinduksi STZ dan tidak diberi suspensi bubuk kedelai kuning, K3 : diberi suspensi bubuk kedelaikuning dosis I ( 200 mg/kgBB/hr ) setelah diinduksi STZ dan terjadi hiperglikemi, K4 yang diberisuspensi bubuk kedelai kuning dosis II (400 mg/kgBB/hr)   setelah diinduksi STZ dan  terjadi hiperglikemi, K5 yang diberi suspensi bubuk kedelai kuning dosis III ( 800 mg/kgBB/hr )  setelahdiinduksi STZ dan terjadi hiperglikemi.Sebelum dan sesudah perlakuan dilakukan pemeriksaanglukosa. Hasil: Hasil analisis data t-test dan Anova menunjukkan terdapat perbedaan rerata glukosa darah, Kesimpulan pemberian suspensi bubuk kedelai kuning dapat menurunkan kadarglukosa pada tikus diabetes yang diinduksi streptozotocinKata Kunci: Kedelai Kuning, Diabetes Melitus,MDA
KESEHATAN FISIK DAN MENTAL WANITA PASCA TUBEKTOMI (STUDI LAPANGAN DI KOTA SURAKARTA) Sri Kustiyati; Hidayat Widjayanegara; Hadyana Sukandar
Gaster Vol 9 No 2 (2012): AGUSTUS
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.663 KB)

Abstract

Latar Belakang: Pemakaian kontrasepsi terkadang menimbulkan beberapa efek samping yang dapat mempengaruhi kesehatan fisik dan mental akseptor. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan kesehatan fisik dan kesehatan mental antara wanita tubektomi dan tanpa kontrasepsi. Metode: Rancangan penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan potong lintang terhadap 44 akseptor tubektomi yang telah menjalani tubektomi minimal 12 bulan dan 44 wanita yang tidak memakai alat kontrasepsi tetapi tidak dalam keadaan hamil, dengan rentang umur dan kriteria yang sama. Penelitian dilaksanakan di Surakarta pada bulan Juni-Juli 2011 dengan menggunakan kuesioner Short Form-36 (SF-36). Analisis data menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil: Median skor kesehatan fisik wanita tubektomi 1850, tanpa kontrasepsi 2107,50 (ZM-W= 2,078, nilai p= 0,038) dan median skor kesehatan mental wanita tubektomi 817, tanpa kontrasepsi 830 (ZM-W= 1,202, nilai p= 0,229).Kata kunci: Kesehatan fisik, kesehatan mental, tubektomi.
PERBEDAAN EFEKTIFITAS TERAPI MUSIK KLASIK DAN TERAPI MUSIK MURROTAL TERHADAP PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK AUTIS DI SLB AUTIS KOTA SURAKARTA Nur Afuana Hady; . Wahyuni; Wahyu Purwaningsih
Gaster Vol 9 No 2 (2012): AGUSTUS
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.351 KB)

Abstract

Latar Belakang: Autisme adalah gangguan neurologis berat yang mempengaruhi cara seseorang untuk berkomunikasi atau berhubungan dengan orang lain disekitarnya secara wajar. Menurut data statistik dunia jumlah anak autis semakin meningkat beberapa tahun terahkhir ini. Bila di tahun 1990 jumlah anak autisme ialah 15 hingga 20 per 10.000 anak, maka pada tahun 2000 kasus autisme diperkirakan ada 1 per 150 anak di Amerika Serikat. Sedangkan menurut APA dan Fox, di tahun 2000 kasus autisme terjadi 2 hingga 20 dari 10.000 orang dalam suatu populasi. Tujuan; mengetahui perbedaan efektifitas terapi musik klasik dan terapi musik murotal terhadap perkembangan kognitif anak autis. Metode: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah Quasi Eksperiment dengan rancangan control time series design. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan analisa bivariat menggunakan uji t. Hasil: Hasil uji bivariat membuktikan ada perbedaan efektifitas terapi musik klasik dan terapi musik murotal terhadap perkembangan kognitif anak autis dengan hasil pretest t hitung (0,000) < t tabel (2,086) dengan angka signifikan (1,000 > 0,05) sedangkan hasil post-test t hitung (5,323) > t tabel (2,086) dengan angka signifikan (0,000 < 0,05) sehingga dapat dilihat terapi musik murotal mempunyai pengaruh jauh lebih baik daripada terapi musik klasik. Kesimpulan: Terapi musik murotal lebih efektif terhadap perkembangan kognitif anak autis.Kata Kunci: Autisme, terapi musik klasik, terapi musik murotal
PENGARUH KUALITAS IMPLEMENTASI KURIKULUM PRAKTIK PADA KEPUASAN LULUSAN DAN DAMPAKNYA PADA KINERJA BIDAN Ika Fitria Elmeida; Mamun Sutisna; Firman F Wirakusumah
Gaster Vol 10 No 1 (2013): FEBRUARI
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.522 KB)

Abstract

Latar Belakang: Kualitas implementasi kurikulum praktik meliputi dimensi kehandalan, daya tanggap,  jaminan, empati, dan penampilan fisik merupakan  salah  satu alat pemasaran  jasa yang utama untuk mencapai tujuan organisasi, sekaligus memuaskan kebutuhan dan keinginan pelanggan dalam hal  ini adalah  lulusan dan pengguna  lulusan. Tujuan penelitian  ini untuk mengetahui pengaruh kualitas implementasi kurikulum praktik yang meliputi dimensi kehandalan, daya tanggap, jaminan, empati, dan tampilan fisik terhadap kepuasan lulusan dan mengetahui dimensi mana  yang pengaruhnya paling besar  terhadap kepuasan  lulusan D  III Kebidanan Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang di Kota Bandar Lampung. Penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross  sectional serta menggunakan  teknik acak  sederhana proporsional, telah dilakukan terhadap 50 bidan lulusan tahun 2009 dan 2010 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Variabel kualitas  implementasi kurikulum praktik dan kepuasan  lulusan diukur dengan menggunakan kuesioner dengan skala Likert 1-5. Uji statistik dengan diagram kartesius Importance performance, Pearson Product Moment dan analisis  jalur (path analysis). Hasil penelitian ini mencatat bahwa pengaruh kualitas implementasi kurikulum terhadap kepuasan lulusan secara simultan adalah 83% (nilai p ≤ 0,05). Secara parsial dimensi yang mempunyai pengaruh  bermakna  terhadap  kepuasan  lulusan  adalah  dimansi daya  tanggap,  empati  dan penampilan fisik (nilai p ≤ 0,05). Pengaruh daya tanggap, empati dan penampilan fisik masing-masing adalah 33,4%, 18,8%, dan 29,7% sehingga total pengaruh gabungan adalah 82% (nilai p ≤ 0,05). Simpulan: bahwa  kualitas  implementasi  kurikulum  praktik  berpengaruh  secara simultan terhadap kepuasan lulusan dan dimensi yang paling berpengaruh adalah daya tanggap dan penampilan fisik. Perlu diteliti faktor-faktor lain yang berkaitan dengan kepuasan lulusan dan pengguna lulusan. Kata kunci: jasa pendidikan, kualitas implementasi kurikulum praktik, lulusan.

Page 4 of 35 | Total Record : 344