cover
Contact Name
Zulaehatus Sofiyah
Contact Email
sofiyah6zulaeha@gmail.com
Phone
+62857-5974-0406
Journal Mail Official
jiecobkpi@gmail.com
Editorial Address
Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Buntet Pesantren Cirebon Jl. Komplek Pondok Buntet Pesantren Desa Mertapada Kulon, Astanajapura, Cirebon, Jawa Barat 45181
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Journal of Islamic Education Counseling
ISSN : 28080068     EISSN : 28080203     DOI : https://doi.org/10.54213/jieco.v2i2.190
Core Subject : Education,
fokus kajian Bimbingan dan konseling, tentang metode  konseling, media konseling, Bimbingan dan konseling pendidikan Islam, Bimbingan dan konseling Islam, Bimbingan dan konseling pendidikan, dan Psikologi Pendidikan
Articles 58 Documents
Manusia dan Elemen Jiwa dalam perspektif Konseling Sufistik Sawitri, Utari
Journal of Islamic Education Counseling Vol. 4 No. 2 (2024): Etika Profesi Konselor
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/jieco.v4i2.521

Abstract

Kajian psikologi barat dan psikologi islam memiliki diskursus menarik mengenai manusia sebagai objek utama kajiannya. Baik dalam konsep barat maupun konsep islam, kajian tentang manusia tidak akan ada habisnya mengingat manusia merupakan makhluk yang dinamis, spekulatif, dan fluktuatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji manusia dan berbagai elemen-elemen penting yang ada di dalamnya. Penelitian ini dilakukan melalui metode Library Research atau studi pustaka dari beberapa sumber yang menyandarkan kajian-kajiannya pada ahli-ahli sufistik seperti Al-Ghazali. Hasil studi pustaka menyimpulkan bahwa manusia dalam pandangan ahli merupakan makhluk yang memiliki substansi jasad dan ruh, keduanya terkoneksi dengan substansi jiwa yang juga memiliki elemen-elemen krusial didalamnya seperti Qalb, Aql, dan Nafsu yang masing-masing memiliki tingkatan didalamnya.
Hubungan Konselor dan Konseli dalam Perspektif Konseling Sufistik Sakinah, Sakinah widyaningrum
Journal of Islamic Education Counseling Vol. 4 No. 2 (2024): Etika Profesi Konselor
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/jieco.v4i2.538

Abstract

Pembahasan mengenai hubungan konselor dan konseli dalam perspektif konseling sufistik penting untuk di bahas karena adanya beberapa alasan, seperti: 1). Dengan adanya pembahasan ini, masyarakat luas semakin tau dan mengenal mengenai konseling sufistik dan pada masa ini konseling sufistik sudah mulai berkembang di Masyarakat, 2). Kekhasan hubungan antara konselor dan konseli, dalam konseling sufistik hubungan konselor dan konseli memiliki khas tersendiri dan berbeda dari bimbingan dan konseling pada umumnya, 3). Minimnya penelitian terhadap hubungan konselor dan konseli dalam perspektif konseling sufistik, 4). Pentingnya hubungan konselor dan konseli dalam konseling sufistik yang mana konteks konseling sufistik memiliki dimensi spiritual yang mendalam. Tulisan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memahami konsep hubungan konselor dan konseli dalam perspektif konseling sufistik, serta implikasinya dalam praktik konseling. Dalam keseluruhan, hubungan konselor-konseli dalam perspektif konseling sufistik mencerminkan pencarian bersama menuju kesadaran spiritual dan penerimaan diri, dengan konselor berperan sebagai panduan yang memfasilitasi proses ini. Hubungan konseli dan konselor dalam perspektif konseling sufistik adalah penting untuk membantu individu mencapai pribadi yang baik dan dapat hidup mengenal dirinya sendiri.
Interpretasi Guru Bimbingan dan Konseling pada Sistem Pendidikan Inklusi di SMP Negeri 15 Yogyakarta Alfayyadl, Ahmad Fasya
Journal of Islamic Education Counseling Vol. 4 No. 2 (2024): Etika Profesi Konselor
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/jieco.v4i2.546

Abstract

Pendidikan inklusi sudah selayaknya diterapkan di setiap sekolah. Hal tersebut dikarenakan untuk memberikan kesempatan kepada siswa ABK untuk belajar bersosialisasi dengan semua orang. Salah satu sekolah di Yogyakarta sudah menerapkan sistem pendidikan tersebut, yakni SMP Negeri 15 Yogyakarta. Namun, tidak semua jenis ABK dapat bersekolah disana, karena keterbatasan kompetensi yang dimiliki oleh guru bimbingan dan konseling (BK) dan guru pendamping khusus (GPK). Guru BK SMP Negeri 15 Yogyakarta, sudah memahami terkait konsep pendidikan inklusi. Hal ini bisa dibuktikan dengan perhatiannya kepada siswa ABK lebih dikhususkan, dengan dibantu oleh GPK. Karena antara guru BK dan GPK saling bekerja sama dalam menjalankan tugasnya. Pelaksanaan sistem pendidikan inklusi tersebut disesuaikan dengan visi misi sekolah yang juga telah mendeklarasikan sebagai sekolah ramah anak, sehingga sejalan dengan prinsip dari pendidikan inklusi.
Efektivitas Teknik Desensitisasi Sistematis dalam Mengurangi Kecemasan Presentasi pada Kalangan Remaja: Sebuah Systematic Review Fadillah, Siti; Maulisa, Iis; Muna, Naeila Rifatil; Maharani , Natasya
Journal of Islamic Education Counseling Vol. 5 No. 2 (2025): Kesehatan Mental
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/jieco.v5i2.710

Abstract

Abstract Presentation anxiety is a form of performance anxiety commonly experienced by adolescents, both in high school and college. This condition negatively impacts self-confidence, communication skills, and academic achievement. This study aims to examine the effectiveness of the systematic desensitization technique (TDS) in reducing presentation anxiety among adolescents. The method used was a systematic review with a qualitative approach. Eight articles were analyzed, obtained through a targeted search of national databases using the keywords "systematic desensitization," "presentation anxiety," and "adolescents." The analysis showed that TDS is consistently effective in reducing various forms of academic and social anxiety in junior high, high school, and college students. The majority of studies used pre-experimental and quasi-experimental designs, with findings of significant reductions in anxiety levels after the intervention. However, most studies still have limitations such as small sample sizes and the lack of long-term follow-up. This review confirms the strong potential of TDS as a behavioral counseling approach to increase adolescents' self-confidence and adaptability in academic contexts and recommends further research with a more rigorous experimental design. Keywords: systematic desensitization, presentation anxiety, adolescents, systematic review Abstrak Kecemasan presentasi merupakan bentuk kecemasan performa yang banyak dialami remaja, baik di tingkat sekolah menengah maupun perguruan tinggi. Kondisi ini berdampak negatif terhadap kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, dan pencapaian akademik. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau efektivitas teknik desensitisasi sistematis (TDS) dalam mengurangi kecemasan presentasi pada kalangan remaja. Metode yang digunakan adalah systematic review dengan pendekatan kualitatif. Artikel yang dianalisis berjumlah delapan, diperoleh melalui pencarian terarah pada database nasional dengan kata kunci “desensitisasi sistematis”, “kecemasan presentasi”, dan “remaja”. Hasil analisis menunjukkan bahwa TDS secara konsisten efektif menurunkan berbagai bentuk kecemasan akademik dan sosial pada siswa SMP, SMA, dan mahasiswa. Mayoritas penelitian menggunakan desain pra-eksperimen dan kuasi-eksperimen dengan temuan penurunan signifikan tingkat kecemasan setelah intervensi. Meski demikian, sebagian besar studi masih memiliki keterbatasan seperti ukuran sampel kecil dan tidak adanya tindak lanjut jangka panjang. Kajian ini menegaskan bahwa TDS berpotensi kuat sebagai pendekatan konseling perilaku untuk meningkatkan kepercayaan diri dan adaptabilitas remaja dalam konteks akademik, serta merekomendasikan penelitian lanjutan dengan desain eksperimental yang lebih ketat. Kata kunci: desensitisasi sistematis, kecemasan presentasi, remaja, systematic review
EFEKTIVITAS LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING PESANTREN TERHADAP KEMANDIRIAN SANTRI: LITERATURE RIVIEW Melda Indriyanti; Ali Fikri, Syarhabil
Journal of Islamic Education Counseling Vol. 5 No. 2 (2025): Kesehatan Mental
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/9jj9h426

Abstract

Kemandirian santri menjadi aspek krusial dalam pendidikan pesantren karena mencakup kemampuan mengelola diri, mengambil keputusan, bertanggung jawab terhadap pembelajaran, serta beradaptasi dengan kehidupan sosial dan budaya pesantren. Meskipun berbagai penelitian telah menyoroti pembentukan karakter dan religiusitas santri, kajian yang secara khusus mengkaji efektivitas layanan bimbingan dan konseling pesantren terhadap kemandirian masih terbatas, sehingga menimbulkan kebutuhan untuk evaluasi empiris yang sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana layanan bimbingan dan konseling di pesantren berkontribusi terhadap peningkatan kemandirian santri. Jenis penelitian yang digunakan adalah kajian literatur (literature review) dengan fokus pada literatur yang relevan selama 10 tahun terakhir dan subjek penelitian berupa santri. Data dikumpulkan melalui pencarian literatur di Google Scholar menggunakan kata kunci spesifik dan diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis dilakukan secara deskriptif dan sintesis terhadap temuan utama dalam literatur terpilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan konseling sebaya, bimbingan kelompok dengan teknik self-management, dan pendidikan kemandirian terbukti efektif meningkatkan tanggung jawab, etos kerja, kemampuan pengambilan keputusan, dan adaptasi santri. Penelitian ini merekomendasikan penerapan layanan bimbingan yang terstruktur dan berbasis budaya pesantren serta pengembangan studi empiris selanjutnya dengan metode yang lebih luas untuk memperkuat validitas dan generalisasi temuan.
Literatur Review : Analisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Terjadinya Gangguan Kesehatan Mental Skizofrenia Aziz, Afiful; Naila izzati; Nuraeni, Fauziah; Varadiva Salbaniyaturrahma
Journal of Islamic Education Counseling Vol. 5 No. 2 (2025): Kesehatan Mental
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/jieco.v5i2.846

Abstract

Skizofrenia termasuk dalam gangguan kesehatan mental yang berat dalam data kemenkes RI dicirikan dari manifestor perilaku, pikiran dan emosi sebagai serangkaian gejala atau terjadinya perubahan yang signifikan dalam hal perilaku pasien. Di jelaskan ada beberapa penyebab skizofrenia meliputi 2 faktor utama: yaitu faktor eksternal dan internal, dampak yang paling di timbulkan dari halusinansi yang mana halusinasi adalah gejala utama skizofernia berupa kehilangan kontrol diri dalam situasi terburuk pasien dapat melakukan bunuh diri, membunuh orang lain dan merusak lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan library research melalui Google Scholar, dengan menelaah literatur yang diterbitkan dalam rentang tahun 2015–2025. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemetaan secara spesifik terhadap berbagai faktor pemicu skizofrenia yang prevalen di tengah masyarakat. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa terjadinya skizofrenia tidak disebabkan oleh satu faktor tunggal, melainkan dipengaruhi oleh rangkaian faktor yang saling berkaitan dan saling memperkuat. Faktor internal berupa genetik, kondisi penyakit fisik/trauma, dan psikologis individu. Sementara itu, faktor eksternal mencakup dimensi psikososial (pola asuh dan hubungan keluarga) serta aspek sosial-kultural dan kondisi ekonomi. Selain itu, tingkat kepatuhan minum obat juga ditemukan sebagai variabel krusial yang menentukan stabilitas kondisi pasien serta pencegahan terhadap kekambuhan gejala. Identifikasi dominansi gejala skizofrenia sering kali sulit dilakukan karena adanya tumpang tindih antar penyebab; satu gejala dapat muncul dari berbagai faktor sekaligus.
Pola asuh dan Resiliensi Orang Tua yang Memilki Anak Berkebutuhan Khusus Ismail, Annisa; Puspitasari, Fiolita Indah; Maghvirani, Rohila Chindy
Journal of Islamic Education Counseling Vol. 5 No. 2 (2025): Kesehatan Mental
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/jieco.v5i2.857

Abstract

Keluarga merupakan aspek penting dan merupakan lingkungan pertama dan utama dalam proses tumbuh kembang anak. Keluarga yang dapat menciptakan situasi yang harmonis dan positif, akan menjadi penunjang dalam optimalnya perkembangan anak, walaupun pada dasarnya tidak ada keluarga tanpa konflik, dinamika, atau tanpa masalah. Sebagai manusia yang sudah menjalin hubungan berumah tangga, sebagian besar memiliki harapan untuk mendapatkan keturunan yang sehat baik secara fisik maupun mental. Namun, ada beberapa orang tua yang diberikan kesempatan untuk mendapatkan keturunan yang terlahir dalam keadaan kurang sehat atau dapat dinyatakan dalam kategori disabilitas (berkebutuhan khusus). Metode penelitian yang digunakan kali ini adalah penelitian pustaka. Studi Pustaka adalah serangkaian kegiatan yang berkenan dengan metode pengumpulan data Pustaka. Hasil dalam riset ini menunjukkan; (1) pola asuh terdiri dari beberapa jenis yaitu otoriter, demokratis, dan permisif. (2) penerimaan diri terdiri dari beberapa tahapan yaitu menolak, marah, tawar menawar, depresi, dan penerimaan (3) Resiliensi keluarga adalah suatu cara yang dilakukan oleh pihak keluarga ketika menghadapi tekanan, permasalahan, bahkan konflik yang timbul
Krisis Identitas Siwa Di Era Digital: Tantangan Dan Peran Strategis Bimbingan Dan Konseling Sekolah Muhibbuddin, Hadziq; Aisyah Fitri, Geby
Journal of Islamic Education Counseling Vol. 5 No. 2 (2025): Kesehatan Mental
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/jieco.v5i2.861

Abstract

This study examines the phenomenon of adolescent identity crisis in the digital era and the role of guidance and counseling services in addressing the issue. The study employed a qualitative approach using a literature review method by analyzing various scientific sources related to adolescent development, identity formation, digital media influence, and counseling interventions. The findings indicate that rapid technological development and social media exposure significantly affect adolescents’ self-concept and identity formation. In addition, lack of parental attention, unhealthy social environments, and limited emotional support contribute to the emergence of identity confusion among adolescents. The impacts include low self-esteem, social anxiety, difficulty determining life goals, and deviant behavior tendencies. Guidance and counseling teachers play an important role in helping adolescents develop positive identities through preventive and developmental services such as individual counseling, group psychoeducation, character education, and digital literacy programs. Therefore, collaborative support among schools, families, and communities is necessary to assist adolescents in facing developmental challenges in the digital era.