cover
Contact Name
Zulaehatus Sofiyah
Contact Email
sofiyah6zulaeha@gmail.com
Phone
+62857-5974-0406
Journal Mail Official
jiecobkpi@gmail.com
Editorial Address
Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Buntet Pesantren Cirebon Jl. Komplek Pondok Buntet Pesantren Desa Mertapada Kulon, Astanajapura, Cirebon, Jawa Barat 45181
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Journal of Islamic Education Counseling
ISSN : 28080068     EISSN : 28080203     DOI : https://doi.org/10.54213/jieco.v2i2.190
Core Subject : Education,
fokus kajian Bimbingan dan konseling, tentang metode  konseling, media konseling, Bimbingan dan konseling pendidikan Islam, Bimbingan dan konseling Islam, Bimbingan dan konseling pendidikan, dan Psikologi Pendidikan
Articles 53 Documents
Urgensi Bimbingan Konseling Pra-Nikah bagi Kesejahteraan Keluarga Muslim dalam Perspektif Fiqih Pernikahan Yasin, Ahmad Alamuddin
Journal of Islamic Education Counseling Vol. 2 No. 2 (2022): Aspek Kehidupan dalam Pandangan Bimbingan dan Konseling
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.313 KB) | DOI: 10.54213/jieco.v2i2.192

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengulas pentingnya bimbingan konseling pra-nikah dalam upaya mencegah terjadinya perceraian. Penulisan ini dibangun atas dasar pemikiran tinjauan dengan mendeskripsikan konseling dan fenomena-fenomena praktik pernikahan yang berdampak pada perceraian. Dengan pendekatan Library Research penulis mengungkapkan kritik terhadap fenomena tersebut. Hasil kajian pustaka dalam penelitian ini menunjukkan bahwa guna mengantisipasi perceraian yang tidak diinginkan oleh setiap keluarga perlu adanya penyamaan persepsi dalam bimbingan konseling pra nikah. Hal tersebut dapat dilakukan pada langkah-langkah yang perlu diperhatikan saat pra-nikah, bimbingan konseling pada hak istri, serta bimbingan konseling pada peran rumah tangga.
Spiritual Quotient Development: Pengajian Kitab Kuning pada Anak Alfayyadl, Ahmad Fasya
Journal of Islamic Education Counseling Vol. 2 No. 2 (2022): Aspek Kehidupan dalam Pandangan Bimbingan dan Konseling
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.167 KB) | DOI: 10.54213/jieco.v2i2.196

Abstract

Children who are state assets in the future must be protected both physically and mentally. This is developed through the potential for intelligence in children, namely intellectual, emotional, and spiritual. However, spiritual intelligence is the highest intelligence, because it can function intellectual intelligence and emotional intelligence. This research was conducted using qualitative methods with descriptive analysis. The approach used is a case study because the researcher analyzes cases that occurred in a pesantren in Cirebon. Data collection techniques used are interviews, observation, and documentation. This article aims to develop children's spiritual intelligence, the effort that is done is through the recitation of the yellow book. At the Daar El Amanah Islamic Boarding School, children of their primary school age learn about monotheism and worship. The results of the research conducted indicate the development of spiritual intelligence in children through the recitation of the yellow book. Because they gain new knowledge and understanding. This development is felt by parents who always pay attention to the activities of their children, because children are more able to interpret the life they face and can distinguish between good and bad things.
Pendekatan Teori Gestalt dengan Teknik Kursi Kosong untuk Meningkatkan Tanggung Jawab Belajar Peserta Didik Azizah, Nur
Journal of Islamic Education Counseling Vol. 2 No. 2 (2022): Aspek Kehidupan dalam Pandangan Bimbingan dan Konseling
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.11 KB) | DOI: 10.54213/jieco.v2i2.202

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan tanggung jawab belajar peserta didik SMP Darussalaf menggunakan pendekatan teori gestalt dengan teknik kursi kosong. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan jenis penelitiannya yaitu studi kasus secara mendalam. Subjek dalam penelitian ini adalah guru bimbingan konseling, wali kelas dan peserta didik. Teknik pengumpulan datanya menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengambilan sampel dari kelas 7 b dan terdapat 8 peserta didik yang rendah dalam tanggung jawabnya. Hasil dari penelitian ini, bahwa peneliti melakukan layanan konseling kelompok pada pendekatan teori gestalt dengan teknik kursi kosong. Dalam hal itu, peserta didik mampu mengungkapkan dan memecahkan masalahnya. Dengan begitu, peserta didik mengalami perubahan dan peningkatan dalam tanggung jawab belajarnya.
Evaluasi Pelaksanaan Layanan Konseling Individual dengan Menggunakan Model Cipp di MANU Putra Buntet Pesantren Amir, Faizal
Journal of Islamic Education Counseling Vol. 2 No. 2 (2022): Aspek Kehidupan dalam Pandangan Bimbingan dan Konseling
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/jieco.v2i2.210

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan konteks layanan bimbingan individu, mendeskripsikan input layanan bimbingan individu, mendeskripsikan proses layanan bimbingan individu, dan mendeskripsikan hasil layanan bimbingan individu di Pesantren MANU Putra Buntet. untuk menggambarkan hal-hal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian yang digunakan adalah evaluasi program. Pendekatan kualitatif adalah studi lapangan di mana peneliti mengumpulkan data dari banyak orang selama periode waktu tertentu dalam pengaturan tertentu. Evaluasi program adalah rangkaian kegiatan yang sengaja dilakukan untuk memastikan tingkat keberhasilan program dan mengkaji tingkat keberhasilan kegiatan yang direncanakan. Fokus kajian ini adalah konteks, masukan, proses dan layanan konsultasi individu yang diberikan oleh produk program.
Pendidikan Multikultural dalam Membentuk Karakter Santri di Pondok Pesantren Buntet M. Yusuf, Moh. Yusuf
Journal of Islamic Education Counseling Vol. 3 No. 1 (2023): Bimbingan Konseling dalam Membentuk Nilai-nilai Karakter Siswa
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/jieco.v3i1.247

Abstract

Pendidikan multikultural telah menjadi isu penting dalam konteks pendidikan di era globalisasi saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki peran pendidikan multikultural dalam membentuk karakter santri di Pondok Pesantren Buntet. Melalui pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara, dan analisis dokumen terkait. Tinjauan pustaka melibatkan konsep pendidikan multikultural, karakter santri dalam konteks pendidikan Islam, dan peran pondok pesantren dalam pendidikan multikultural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pondok Pesantren Buntet menerapkan pendekatan multikultural melalui kurikulum, aktivitas, dan program yang dirancang untuk mempromosikan pemahaman, penghargaan, dan toleransi terhadap keragaman budaya dan agama. Implementasi pendidikan multikultural di pondok pesantren ini memberikan dampak positif terhadap perkembangan karakter santri, termasuk kesadaran multikultural, toleransi, dan pemahaman yang lebih luas tentang masyarakat global. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pemahaman tentang pentingnya pendidikan multikultural dalam membentuk karakter santri di pondok pesantren dan memberikan wawasan bagi pengembangan kurikulum dan praktik pendidikan multikultural di lembaga serupa.
Inovasi Pembelajaran Abad 21: Peluang dan Tantangan Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di Kampus Merdeka Belajar pada STIT Buntet Pesantren Cirebon Majdi, Muhamad
Journal of Islamic Education Counseling Vol. 3 No. 1 (2023): Bimbingan Konseling dalam Membentuk Nilai-nilai Karakter Siswa
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/jieco.v3i1.254

Abstract

Pendidikan di abad ke-21 menghadapi tuntutan untuk mengembangkan pendekatan pembelajaran yang responsif terhadap perubahan sosial, teknologi, dan ekonomi yang cepat. Konsep inovasi pembelajaran abad 21 menekankan pentingnya mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi bagi mahasiswa dalam menghadapi tuntutan dunia kerja yang terus berkembang. Kurikulum Merdeka Belajar di Indonesia muncul sebagai upaya untuk memperkuat kemandirian dan relevansi pendidikan tinggi. Studi ini bertujuan untuk menginvestigasi implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di Kampus Merdeka Belajar di STIT Buntet Pesantren dan menganalisis peluang serta tantangan yang terkait. Melalui pendekatan penelitian kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara dengan dosen dan survei kepada mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas dosen di STIT Buntet Pesantren memiliki pemahaman yang baik tentang konsep inovasi pembelajaran abad 21 dan mengakui pentingnya mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi bagi mahasiswa. Namun, tantangan yang dihadapi dalam implementasi Kurikulum Merdeka Belajar meliputi perubahan paradigma pembelajaran, integrasi kebijakan kurikulum dengan struktur organisasi yang ada, perubahan dalam penilaian dan evaluasi mahasiswa, serta pengembangan sumber daya pendukung seperti teknologi dan fasilitas. Sementara itu, data dari survei terungkap bahwa sebagian besar mahasiswa menyadari pentingnya inovasi pembelajaran abad 21 dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri. Namun, mereka masih perlu pemahaman yang lebih jelas tentang bagaimana mengembangkan keterampilan tersebut dan menerapkan dalam konteks pembelajaran mereka. Hasil penelitian ini memiliki implikasi praktis dalam meningkatkan relevansi pendidikan tinggi dengan dunia nyata, mengembangkan keterampilan yang diinginkan oleh industri, dan meningkatkan kualitas pembelajaran di perguruan tinggi. Studi ini memberikan wawasan bagi pengambil kebijakan, dosen, dan mahasiswa dalam menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di Kampus Merdeka Belajar. Saran untuk penelitian masa depan mencakup fokus pada pengembangan strategi pembelajaran inovatif dan evaluasi terhadap efektivitas Kurikulum Merdeka Belajar.
Pendidikan Inklusi : Persepsi dan Implementasi Guru Bimbingan Konseling di SMP Taman Dewasa Ibu Pawiyatan Yogyakarta Alfayyadl, Ahmad Fasya
Journal of Islamic Education Counseling Vol. 3 No. 1 (2023): Bimbingan Konseling dalam Membentuk Nilai-nilai Karakter Siswa
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/jieco.v3i1.258

Abstract

Pendidikan inklusi merupakan model pendidikan yang menjadi fasilitas bagi siswa anak berkebutuhan khusus (ABK) untuk dapat mengikuti kegiatan pembelajaran secara bersama dengan siswa non ABK di sekolah dan kelas regular. Dalam dunia pendidikan guru bimbingan dan konseling (BK) memiliki peran penting dalam mensukseskan kegiatan di sekolah. Oleh karena itu, peneliti melakukan penelitian terkait persepsi dan implementasi guru BK terhadap pendidikan inklusi. Tujuannya agar dapat dipahami sejauh mana pandangan guru BK terhadap pendidikan inklusi serta mengetahui implementasi yang dilakukan guru BK dalam penyelenggaraan pendidikan inklusi. Metode penelitian yang dilakukan yakni dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitiannya yakni satu guru BK serta satu guru pendamping khusus (GPK). Penelitian dilakukan di SMP Taman Dewasa Ibu Pawiyatan Yogyakarta. Teknik pengumpulan data dengan cara dokumentasi dan wawancara mendalam. Hasil yang didapatkan dari penelitian yang dilakukan ialah guru BK dari sekolah tersebut memiliki persepsi yang baik terhadap pendidikan inklusi, bahkan sudah memahami terkait konsep dasar ABK dan Pendidikan inklusi. Namun, dalam implementasinya, guru BK tidak terlalu berperan penting, karena segala yang berhubungan dengan siswa ABK dan pendidikan inklusi menjadi tugas dari GPK, guru BK hanya membantu GPK dalam hal tersebut.
Implementasi Layanan Bimbingan Konseling di MANU Putri Buntet Pesantren Cirebon Sofiyah, Zulaehatus; Nurunnadzifah, Zannuba
Journal of Islamic Education Counseling Vol. 3 No. 1 (2023): Bimbingan Konseling dalam Membentuk Nilai-nilai Karakter Siswa
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/jieco.v3i1.267

Abstract

Implementasi layanan bimbingan konseling disekolah MANU Putri ini dengan menggunakan metode konseling kelompok dan konseling individual. Penelitian ini bertujuan untuk mengubah pandangan peserta didik terhadap bimbingan konseling. Bahwa bimbingan konseling tidak hanya tempat untuk menangani siswi-siswi yang bermasalah, namun memberikan bantuan seperti bimbingan karir, dan membantu menyelesaikan permasalahan yang sedang dialami peserta didik. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif, dengan menggunakan pendekatan studi kasus dan melakukan dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini yaitu mengetahui bagaimana dan apa saja layanan bimbingan konseling di MANU Putri yang mayoritas peserta didiknya adalah santri dan sebagian masyarakat luar.
Strategi Pesantren dalam Meningkatkan Nilai-nilai Karakter melalui Organisasi Santri di Pondok Pesantren Riyadlul ‘Ulum Wadda’wah Condong Cibeureum Kota Tasikmalaya Neng Wardatushobariah; Syibromilisi
Journal of Islamic Education Counseling Vol. 3 No. 1 (2023): Bimbingan Konseling dalam Membentuk Nilai-nilai Karakter Siswa
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/jieco.v3i1.268

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan yaitu; 1). Strategi pesantren dalam meningkatkan karakter santri di pesantren Riyadlul ‘ulum wadda’wah, 2) Strategi pesantren dalam meningkatkan karakter santri melalui organisasi santri., 3) Hasil pelaksanaan strategi pesantren dalam meningkatkan nilai-nilai karakter santri melalui organisasi santri di pesantren Riyadlul ‘ulum wadda’wah. Metode penelitian yang digunakan metode deskriptif dan pendekatan kualitatif dengan sumber data diperoleh dari Ketua Yayasan, Pengasuhan santri, ustadz ustadzah, santrim engurus OSPC dan ALumni Analisis data yang digunakan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/ferivikasi. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah Strategi Pesantren dalam meningkatkan Nilai-Nilai Karakter Santri melalui Organisasi Santri Pesantren Condong Cibeureum Tasikmalaya Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Strategi yang dilakukan oleh Pesantren untuk meningkatkan nilai-nilai karakter santri di Pondok Pesantren Riyadlul ‘Ulum Wadda’wah Kota Tasikmalaya yaitu: keteladanan, penanaman disiplin, pembiasaan, dan integrasi dengan ektrakurikuler (kepengurusan OSPC). (2) Proses pelaksanaan meningkatkan nilai-nilai karakter santri melalui Organisasi Santri Pesantren Condong (OSPC) di Pondok Pesantren Riyadlul ‘Ulum Wadda’wah Kota Tasikmalaya, dilakukan melalui pengertian, keteladanan, penanaman disiplin, pembiasaan, dan pengkondisian yang kondusif untuk menumbuhkan karakter santri. (3) Hasil meningkatkan Karakter Santri Melalui Organisasi Santri Pesantren Condong (OSPC) dikatakan berhasil, sehingga lulusannya mampu memiliki pemikiran dan perbuatan yang sesuai dengan indikator keberhasilan pendidikan karakter yang dirumuskan oleh Kementrian Pendidikan Nasional.
Manajemen Pendidikan Karakter dalam Mewujudkan Akhlak Mulia Peserta Didik Permata, Rully
Journal of Islamic Education Counseling Vol. 3 No. 1 (2023): Bimbingan Konseling dalam Membentuk Nilai-nilai Karakter Siswa
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/jieco.v3i1.269

Abstract

Manajemen pendidikan karakter merupakan upaya yang dilakukan oleh pemerintah dan dilaksanakan di lembaga sekolah untuk mengubah perilaku peserta didik menjadi akhlak yang mulia. Pendidikan karakter diupayakan dengan mengembangkan potensi dan minat serta bakat peserta didik secara utuh sehingga tercapai tujuan pendidikan mulai dari aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Namun faktanya pendidikan karakter di sekolah belum efektif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kebijakan, program, pelaksanaan, koordinasi, pengendalian, kendala yang dihadapi, akhlak mulia peserta didik sebagai hasil pendidikan karakter. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Sampel ditentukan secara purposive dengan menetapkan sampel kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru mata pelajaran, siswa Bk. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Teori yang digunakan teori manajemen G.R Terry juga Thomas Lickona tentang pendidikan karakter dan Al-Ghazali tentang Akhlak. Temuan penelitian ini adalah: Kebijakan pendidikan karakter yang ada di sekolah tertuang dalam buku saku/tata tertib walaupun belum sepenuhnya tersosialisasi dengan baik meskipun upaya sosialisasi telah dilakukan. Program pendidikan karakter sudah berjalan namun belum terlaksana secara optimal sesuai dengan kebutuhan minat dan bakat peserta didik. Implementasi sudah dilakukan oleh sekolah namun masih belum maksimal dalam memanfaatkan sumber daya yang ada, Koordinasi menunjukkan belum efektifnya antara mitra koordinasi dengan pihak sekolah meskipun upaya telah dilakukan, Pengendalian sudah dilaksanakan namun masih belum efektif karena masih terkendala sarana prasarana dan sumber daya manusia. Kendala yang dihadapi berasal dari keluarga, masyarakat, sekolah, sumber daya manusia, pergaulan, media, derasnya arus globalisasi dan kurangnya pengawasan dari orang tua. Hasil pendidikan karakter menunjukkan sebagian siswa sudah berperilaku baik, seperti menjaga lingkungan, berprestasi, berbicara santun.