Jurnal Sosial dan Sains
Jurnal sosial dan sains (SOSAINS) is a double blind peer-reviewed academic journal and open access to social and science fields. The journal is published monthly by Green Publisher Indonesia. Jurnal sosial dan sains (SOSAINS) provides a means for sustained discussion of relevant issues that fall within the focus and scopes of the journal which can be examined empirically. This journal publishes research articles covering social included : Management, Economics, Culture, Law, Geography, and Education and sciences included : Astronomy, Biology, Ecology, Physics, Geology, Geography, Geography, Chemical. Published articles are from critical and comprehensive research, studies or scientific studies on important and current issues or reviews of scientific books. This journal publishes research articles covering social and science. Journal has become a member of Crossref (Prefix: 10.36418) with Online ISSN 2774-700x and Print ISSN 2774-7018
Articles
977 Documents
Persepsi Masyarakat Terhadap Pentingnya Pendidikan Tinggi untuk Kaum Perempuan
Maulina Rahmayani
Jurnal sosial dan sains Vol. 1 No. 9 (2021): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (779.609 KB)
|
DOI: 10.59188/jurnalsosains.v1i9.169
Setiap manusia memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan tanpa membeda-bedakan gender. Namun, dalam pendidikan tinggi bagi kaum perempuan masih mendapatkan penilaian yang tidak baik karena anggapan masyarakat mengenai “perempuan tidak perlu sekolah tinggi-tinggi karena ujung-ujungnya di dapur”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi pendidikan kaum perempuan, mendeskripsikan pandangan masyarakat terhadap kaum perempuan yang berpendidikan tinggi dan mendeskripsikan persepsi masyarakat terhadap pentingnya pendidikan tinggi untuk kaum perempuan di Desa Tinapan Kecamatan Todanan Kabupaten Blora. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subyek penelitian ini adalah masyarakat, metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini: Kondisi pendidikan kaum perempuan di Desa Tinapan sekarang sudah mengalami perkembangan dan sekarang pemudi perempuan di Desa Tinapan mulai ada yang meneruskan hingga ke pendidikan tinggi meskipun masih didominasi yang hanya sebatas pendidikan SMA, Masyarakat memandang positif kaum perempuan berpendidikan tinggi dan berharap mereka dapat mengaplikasikan ilmu mereka pada masyarakat dan Masih ada masyarakat yang berpersepsi kaum perempuan tidak penting berpendidikan tinggi dengan alasan kodrat mereka di dapur, namun banyak masyarakat yang berpersepsi pendidikan tinggi penting untuk kaum perempuan karena kelak mereka akan menjadi pendidik bagi anak-anaknya.
Analisis Ketidaklengkapan Pengisian Resume Medis Rawat Inap pada Kasus Covid-19 di RSUD Soreang
Amalia Putri;
Lisnawati Lisnawati;
Meira Hidayati
Jurnal sosial dan sains Vol. 1 No. 8 (2021): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3836.953 KB)
|
DOI: 10.59188/jurnalsosains.v1i8.170
Resume medis merupakan bagian dari dokumen rekam medis dasar yang sangat penting dan harus di isi lengkap sebagaimana menurut Permenkes 269 tahun 2008 pasal 4 tentang rekam medis. Ketidaklengkapan pengisian resume medis berpengaruh terhadap mutu pelayanan di rumah sakit. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan cross sectional yang di lakukan dengan pengamatan sesaat dalam suatu periode tertentu dan setiap subjek studi hanya di lakukan satu kali pengamatann selama peneltian. Berdasarkan hasil survei di Rumah sakit Umum Daerah (RSUD) Soreang terdapat ketidaklengkapan resume medis dalam pengisiannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelengkapan pengisian lembar resume medis pada kasus covid-19. Penelitian dilakukan dengan mengambil 34 sampel rekam medis pada kasus covid-19 dan wawancara secara langsung dengan teknik pengolahan data collecting, editing, klasifikasi, tabulating dan penyajian data. Persentase terendah pada review identifikasi pasien terdapat pada item jenis kelamin sebanyak 21 atau 61,76% terisi lengkap, pada review laporan penting terdapat pada item tindakan oprasi sebanyak 10 atau 29,41% terisi lengkap, pada review autentifikasi terdapat pada item nama dokter sebanyak 19 atau 55,88% terisi lengkap dan pada review pendokumentasian yang benar terdapat pada item pembetulan kesalahan dan pemberian garis tetap sebanyak 30 atau 88,23% terisi lengkap. Hal ini di pengaruhi karna banyaknya pasien sehingga ketidakfokusan DPJP maupun petugas rekam medis. Dapat di simpulkan bahwa harus ditingkatkan kedisiplinan petugas pada pengisian resume medis agar menghasilkan dokumen rekam medis yang baik.
Survei Sanitasi Tempat Pengelolaan Makanan Toko Roti Ciliwung Jember
Avita Amalina;
Firjoun Ali Muhammad;
Erwan Widiyatmoko;
Yunita Satya Pratiwi
Jurnal sosial dan sains Vol. 1 No. 8 (2021): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (4831.141 KB)
|
DOI: 10.59188/jurnalsosains.v1i8.171
Kualitas makanan sebagai kebutuhan dasar manusia perlu ditingkatkan melalui survei sanitasi tempat pengelolaan makanan dan minuman untuk mencegah terjadinya penyakit atau gangguan kesehatan seperti food borne disease.Pengawasan terkait higiene dan sanitasi makanan perlu dilakukan sebagai dasar penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis sanitasi tempat pengelolaan makanan di toko roti ciliwung jember.Penelitian kuantitatif dilakukan dengan desain observasional deskriptif. Penelitian berlokasi di Toko Roti Ciliwung yang berada di Jalan Ciliwung Nomor 26 Kecamatan Patrang Kabupaten Jember, Jawa Timur. Secara keseluruhan, jumlah total skor penilaian sanitasi tempat pengelolaan makanan di Toko Roti Ciliwung sebesar 8.670 dari skor maksimal adalah 10.000 dengan bobot total 100. Persentase total yang diperoleh pada sanitasi tempat pengelolaan makanan di Toko Roti Ciliwung adalah 86,7%. Artinya persentase ≥ 75% telah memenuhi syarat sanitasi. Meskipun telah memenuhi syarat sanitasi, upaya perbaikan terhadap beberapa variabel yaitu konstruksi, fasilitas sanitasi, dapur, ruang makan, kursus penyehatan makanan, serta sertifikat kesehatan karyawan.
Motivasi Keterlibatan Calon Legislatif Perempuan Pada Pemilu 2019 di Kota Pangkalpinang
Fariska Novianda Beltim;
Ranto Ranto;
Putra Pratama Saputra
Jurnal sosial dan sains Vol. 1 No. 8 (2021): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (4314.754 KB)
|
DOI: 10.59188/jurnalsosains.v1i8.172
Indonesia menggunakan sistem pemilihan proporsional untuk menduduki lembaga perwakilan rakyat: DPR, DPRD, Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012 yang menjelaskan tentang pemberian sanksi pemilu kepada partai politik di daerah pemilihan tertentu akan terancam gugur jika daftar calon tidak mencukupi kuota 30% keterwakilan perempuan. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi motivasi keterlibatan calon legislatif perempuan pada pemilu 2019 di Kota Pangkalpinang. Keterlibatan perempuan yang tergabung dalam pencalonan diri sebagai anggota legislatif apakah niat dari hati nurani atau melalui ajakan teman atau saudara untuk ikut hanya dalam pemenuhan kuota saja. Penelitian ini menggunakan teori Feminisme Liberal yang berfokus pada hak-hak individual dan kesetaraan kesempatan, dan juga beragumen bahwa perubahan kebijakan hukum dan sosial akan membantu perempuan mencapai ini. Dengan begitu feminisme liberal juga menginginkan agar wanita dapat setara dengan pria. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan Motivasi Keterlibatan Caleg Perempuan DPRD di Kota Pangkalpinang 2019 lebih dari 50 persen jumlah perempuan yang terlibat pencalonan adalah untuk pemenuhan kuota, ada yang memang sudah menjadi kader partai tetapi disuruh ikut untuk pemenuhan kuota dan ada juga yang bukan sama sekali kader partai tetapi diajak sanak saudaranya untuk ikut meramaikan. Hal tersebut dikarenakan kurangnya partisipasi perempuan terhadap politik dan juga pemerintah membuat undang-undang penetapan keterlibatan perempuan minimal 30 persen dalam pencalonan sehingga kader partai diharuskan mencari perempuan untuk dijadikan pelengkap partainya jika ingin terus maju kedalam pemilu.
Analisis Perawatan Partus Sektio Caesarea Pasien Rawat Inap Jamkesmas Ina-Cbg’s di RSU Muhammadiyah Cirebon
Ghina Farrah Fadhilah;
Irda Sari
Jurnal sosial dan sains Vol. 1 No. 8 (2021): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2008.411 KB)
|
DOI: 10.59188/jurnalsosains.v1i8.173
Sampai sekarang masalah kesehatan ibu dan anak masih merupakan masalah pokok yang dihadapi bangsa Indonesia, termsuk kasus persalinan yang kian bervariasi. Data menunjukan angka bedah caesarea di rumah sakit umum swasta diatas 30% bahkan ada yang mencapai 85%. Di RSU Muhammadiyah Cirebon pada triwulan 1 tahun 2021 mencapai 80%. Penelitian yang dilakukan dengan menggunakan metode penelitian deskriptif dan observasional (langsung) pada DRM yang dilakukan untuk mengetahui deskripsi jenis persalinan di bangsal obsgyn di RSU Muhammadiyah Cirebon pada triwulan 1 tahun 2021. Hasil survey awal berdasarkan laporan Rumah Sakit dan PPK Rujukan 10 besar penyakit RI di RS/BP4/BKMM/BBKPM/ BKPM/BKIM RSU Muhammadiyah Cirebon triwulan 1 tahun 2021, menunjukan bahwa kasus sektio caesarea pasien RI jamkemas diketahui sebanyak 224 kasus pada periode triwulan 1 tahun 2021. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah, untuk mengetahui dan menganalisis standar lama perawatan (LOS) pada pasien kasus section caesarea pada periode triwulan 1 tahun 2021 di RSU Muhammadiyah Cirebon.
Transformasi Organisasi Kecamatan di Kabupaten Kulonprogo Daerah Istimewa Yogyakarta
Khaqqani Fajri Hanif
Jurnal sosial dan sains Vol. 1 No. 8 (2021): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3870.382 KB)
|
DOI: 10.59188/jurnalsosains.v1i8.174
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merupakan daerah otonom setingkat provinsi yang terletak di bagian selatan Pulau Jawa bagian tengah, dengan ibukota Kota Yogyakarta. Penyelenggaraan kewenangan dalam urusan keistimewaan didasarkan pada nilai-nilai kearifan lokal dan keberpihakan kepada rakyat. Transformasi organisasi kecamatan menjadi Kapanewon merupakan tantangan utama bagi para pimpinan organisasi di Kapanewon. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan induktif, dengan sumber data dari wawancara dan pengamatan, dan tinjauan beberapa literatur penulis, dalam menentukan informan menggunakan sampling pusposif dan teknik pengambilan sampel bola salju. Analisis data dengan teknik konservasi kualitatif, wawancara kualitatif, dokumen kualitatif dan bahan audio dan visual kualitatif. Hasil penelitian yang ditemukan yakni proses dan penyempurnaan transformasi organisasi kecamatan di Kulon Progo sudah terlaksana akan tetapi belum berjalan secara maksimal karna masih terdapat beberapa kendala seperti Pelantikan Pejabat dengan struktur organisasi yang baru dilaksanakan setelah APBD disahkan dengan dasar struktur organisasi lama, belum adanya penyelenggaraan urusan keistimewaan di Kapanewon, belum adanya perubahan anggaran dana istimewa untuk alokasi keistimewaan kebudayaan dan keistimewaan tata ruang di kapanewon, belum dibuat aturan untuk mengatur penggunaan dana istimewa di Kapanewon.
Studi Kritis Ditolak dan Diterima Dispensasi Kawin di Pengadilan Agama Muara Teweh
Kamijan Kamijan
Jurnal sosial dan sains Vol. 1 No. 8 (2021): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3843.227 KB)
|
DOI: 10.59188/jurnalsosains.v1i8.175
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan yang kemudian menjadi Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perkawinan dalam perubahannya adalah batas usia menikah untuk laki-laki dan perempuan masa 19 tahun bagi-bagi diri sendiri. Kemudian pernikahannya itu sudah sangat dekat untuk dilangsungkan sedangkan usia calon mampelai belum mencapai 19 tahun maka bisa mengajukan dispensasi kawin ke Pengadilan. Fokus penelitian ini adalah mengemukakan proses pemeriksaan perkara dispensasi kawin pasca berlakunya Undang-Undang Perkawinan Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perkawinan, pandangan Hakim terhadap Undang-Undang Nomor 16 tahun 2019 tentang Perkawinan dan pertimbangan Hakim dalam memutuskan perkara permohonan dispensasi kawin. Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum kualitatif dengan menggunakan pendekatan yuridis-empiris. Adapun teknik analisis menggunakan analisis deskriftip dengan menggunakan teori maslahah, teori persamaan hukum, teori critical legal studies, teori kemanfaatan hukum, teori kepastian hukum dan teori hukum sebagai rekayasa sosial. Hasil analisis penelitian ini, yaitu (1) tahapan-tahapan pemeriksaan perkara dispensasi kawin Pengadilan Agama Muara Teweh melalui dua tahapan yaitu pendaftran dan persidangan. (2) Hakim Pengadilan Agama Muara Teweh menyambut dengan baik dan mengapresiasi terhadap perubahan undang-undang perkawinan di Indonesia. (3) Hakim Pengadilan Agama Muara Teweh dalam proses memeriksa, mengadili dan memutuskan perkara permohonan dispensasi kawin berpendoman kepada Perma Nomor 5 Tahun 2019 tentang Pedoman Mengadili Permohonan Dispensasi Kawin dan mempertimbangkan kepentingan terbaik bagi anak atau the best interests of the child sesuai dengan Undang-Undang Perlindungan anak serta mempertimbangkan fakta-fakta di persidangan.
Identifikasi dan Isolasi Senyawa Glikosida Saponin dari Beberapa Tanaman di Indonesia
Andien Ravelliani;
Hasna Nisrina;
Lala Komala Sari;
Marisah Marisah;
Riani Riani
Jurnal sosial dan sains Vol. 1 No. 8 (2021): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (5020.518 KB)
|
DOI: 10.59188/jurnalsosains.v1i8.176
Glikosida merupakan salah satu senyawa metabolit sekunder yang terdiri atas gabungan dua bagian senyawa, yaitu glikon dan aglikon. Saponin merupakan glikosida bagian aglikon yang termasuk kedalam golongan glikosida triterpena dan sterol. Saponin memiliki banyak kegunaan untuk kesehatan diantaranya, sebagai immunomodulator, antivirus, antitumor, antiinflamasi, antijamur, dan efek hipokolesterol. Senyawa glikosida saponin tersebar luas pada beberapa tanaman di Indonesia. Penulisan review artikel ini mengulas tentang keberadaan senyawa glikosida saponin pada beberapa tanaman yaitu Daun Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis), Pelepah Pisang Uli (Musa paradisiaca L.), Herba Pegagan (Centella asiatica L. Urban), Daun Majapahit (Cresentia cujete), dan Daun Bungkus (Smilax rotundifollia). Metode yang digunakan dalam identifikasi dan isolasi senyawa glikosida saponin mulai dari esktraksi maserasi, skiring fitokimia dengan cara uji saponin dan uji pewarna Liebermann Burchard (LB), fraksinasi secara ECC (Ekstraksi cair-cair), metode pemisahan Kromatografi Lapis Tipis (KLT), dan metode pemisahan lainnya. Berdasarkan hasil dari beberapa jurnal yang telah ditelaah, diperoleh kesimpulan bahwa lima tanaman tersebut positif mengandung senyawa glikosida saponin.
Implementasi Perma Nomor 1 Tahun 2015 Tentang Pelayanan Terpadu Sidang Keliling Pengadilan Agama Pulang Pisau
Muhammad Sidik
Jurnal sosial dan sains Vol. 1 No. 8 (2021): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2289.983 KB)
|
DOI: 10.59188/jurnalsosains.v1i8.177
Penelitian ini di latar belakangi antara ketidak sesuaian pelaksanaan perma di PERMA Nomor 1 Tahun 2015 dimana penetapan PA dan pencatatan perkawinan yang seyogyanya selesai pada hari itu, sehingga masyarakat harus datang lagi pada hari yang lain ke Kantor Disdukcapil untuk mendapatkan akta kelahiran bagi anak-anaknya, tentu memerlukan tambahan biaya dan waktu untuk mendapatkan tiga dokumen kependudukan tersebut, apalagi bagi masyarakat yang berdomisili jauh atau di daerah terpencil. Penelitian ini merupakan penelitian normatif empiris atau yang lebih dikenal dengan socio-legal research, yang dilakukan di Pengadilan Agama Pulang Pisau, dengan Ketua Pengadilan Agama, Hakim PA Pulang Pisau, Kepala KUA dan Kepala Disdukcapil sedangkan informan Panitera, staf dan penerima manfaat pelayanan terpadu sidang keliling di Pengadilan Agama Pulang Pisau. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi, kemudian teknik analisis data dilakukan dengan empat tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data sedangkan teknik pengabsahan data dilakukan dengan Teknik triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian ini adalah Implementasi pelayanan terpadu sidang keliling secara substantif sesuai dengan Perma Nomor 1 Tahun 2015 hanya saja, Perma Nomor 1 Tahun 2015 belum dicantumkan dalam SK KPA Pulang Pisau sebagai dasar hukum pelaksanaan pelayanan terpadu sidang keliling. Solusi hukum terhadap problematika Implementasi Perma Nomor 1 Tahun 2015 adalah harus menerbitkan surat keputusan bersama (SKB) antara Mahkamah Agung, Menteri Dalam Negeri dan Menteri Agama untuk membuat standar operasional prosedur yang jelas sebagai acuan dalam pelaksanaan pelayanan terpadu sidang keliling.
Partisipasi Masyarakat Desa Saliki: Program Water Supply System dalam Upaya Pemenuhan Kebutuhan Air Bersih
Muthia Andriani;
Muhammad Yusuf
Jurnal sosial dan sains Vol. 1 No. 8 (2021): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1469.663 KB)
|
DOI: 10.59188/jurnalsosains.v1i8.178
Kebutuhan air bersih memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia. Salah satu daerah yang mengalami permasalahan akan kebutuhan air bersih adalah masyarakat Desa Saliki, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur. Penyebab utama terjadinya permasalahan akan kebutuhan air bersih di Desa Saliki adalah faktor geografis dan juga industri pertambangan. Pengupasan tanah penutup (overburden), penggalian batubaranya sendiri, serta waste material menyebabkan tersingkapnya tanah/batuan yang mengandung mineral sulfida, antara lain berupa Pirit (Pyrite) dan Markasit (Marcasite). Air asam tambang juga akan mengandung logam-logam dengan konsentrasi tinggi, sehingga dapat berakibat buruk pada kesehatan lingkungan maupun manusia. Permasalahan lain juga disebabkan karena distribusi air belum merata, tidak tersedianya PDAM di lingkungan setempat menyebabkan masyarakat sulit mengakses air bersih. Paparan permasalahan di atas mendorong munculnya program Water Supply System (WSS) yang diinisiasi oleh masyarakat setempat khususnya anggota BUMDES Mekar Sejati bersama dengan tim CSR PT. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui pendekatan action research. Objek dalam penelitian ini adalah Program WSS (Water Supply System) yang dilaksanakan oleh kelompok BUMDES Mekar Sejati, informan ditentukan melalui purposive sampling.Program Water Supply System (WSS) berhasil membantu memberikan solusi bagi permasalahan kekurangan akan kebutuhan air bersih bagi masyarakat di Desa Saliki. Selain itu, program WSS ini juga menjadi solusi dalam meningkatkan pola perilaku hidup sehat di masyarakat yang dibuktikan dengan menurunnya penyakit kulit yang dialami oleh masyarakat setempat. Pada tahap pengembangan, program pemberdayaan ini mampu menciptakan peluang usaha baru yaitu beroperasinya depo air minum yang ekonomis dan terjangkau.