cover
Contact Name
Gunawan S. Elake
Contact Email
gunawanlestarielake@fisip.unsri.ac.id
Phone
+6281355029684
Journal Mail Official
sjir@fisip.unsri.ac.id
Editorial Address
Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sriwijaya Jl. Raya Palembang – Prabumulih Km. 32 Indralaya, OI, Sumatera Selatan 30662
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Sriwijaya Journal of International Relations
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 29636108     EISSN : 29634865     DOI : https://doi.org/10.47753/sjir.v2i2.52
Core Subject : Social,
Sriwijaya Journal of International Relations menerima dan menerbitkan artikel penelitian, artikel opini dan review buku mengenai studi hubungan internasional. Metode dan tema dapat beragam sepanjang berkaitan dengan topik-topik sebagai berikut: Studi Keamanan dan Resolusi Konflik Ekonomi Politik Global Diplomasi Kebijakan Luar Negeri Regionalisme Organisasi Internasional dan Organisasi Non-Pemerintah Internasional Politik dan Isu-isu Global Hubungan Lokal dan Global
Articles 31 Documents
STRATEGI KEBIJAKAN BLUE ECONOMY INDONESIA DALAM MENDUKUNG PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN PADA ERA JOKO WIDODO Y. A. Wahyuddin; Raka Maypangestu Hidayat; Tri Ridho Verdiansyah
Sriwijaya Journal of International Relations Vol 2 No 2 (2022): Sriwijaya Journal of International Relations
Publisher : Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.006 KB) | DOI: 10.47753/sjir.v2i2.49

Abstract

Artikel ini menganalisis pengambilan kebijakan Blue Economy yang dikaitkan dengan konsep pembangunan berkelanjutan (SDGs) yang diusung United Nations oleh Indonesia pada era Joko Widodo. Pembangunan yang berkelanjutan adalah suatu agenda pembangunan yang menjadi kerja global. Tulisan ini juga membahas terkait relevansi Blue Economy dengan SDGs, Model Strategi Blue Economy yang diterapkan Jokowi Dodo, dan Analisis Pengambilan Kebijakan Blue Economy. Tulisan ini menggunakan metode penelitian deskriptif-kualitatif. Analisis kebijakan Blue Economy menggunakan teori Decision Making tipe Model Aktor Rasional yang dicetus oleh Graham T Alisson. Sebagai hasil analisis, ditemukan bahwasanya terdapat tujuan dan sasaran, alternatif, konsekuensi atau akibat, dan juga pilihan untuk ekosistem laut Indonesia. Tujuan dan sasaran Jokowi menerapkan Blue Economy adalah untuk mendukung suksesnya SDGs dan menkonservasi ekosistem laut Indonesia hingga tahun 2030. Adapun alternative dari Joko Widodo menggabungkan konsep pembangunan ekonomi Green Economy dengan Blue Economy. Dalam hal ini, Indonesia perlu memberhentikan segala aktifitas dan tindakan eksploitasi yang berdampak pada keuntungan nasional dan dialihfungsikan ke eksplorasi dan innovative techniques. Dengan demikian, Blue Economy menjadi pilihan Joko Widodo untuk mendukung pembangunan berkelanjutan serta menjaga ekosistem laut Indonesia.
ANALISIS DINAMIKA PERDAGANGAN INTERNASIONAL DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEBIJAKAN PERDAGANGAN PROTEKSIONISME AMERIKA SERIKAT Meity Estetika; Azhar; Gunawan Lestari Elake
Sriwijaya Journal of International Relations Vol 2 No 2 (2022): Sriwijaya Journal of International Relations
Publisher : Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.173 KB) | DOI: 10.47753/sjir.v2i2.51

Abstract

Sejak tahun 2018, Amerika telah mengambil beberapa kebijakan perdagangan yang bersifat proteksionisme. Beberapa di antaranya adalah diberlakukannya tarif impor aluminium dan pencabutan status GSP beberapa mitra dagangnya. Amerika Serikat sebagai salah satu negara perintis pembentukan WTO yang bertujuan untuk memfasilitasi liberalisasi perdagangan dunia justru mengambil kebijakan yang berlawanan dengan prinsip perdagangan bebas. Teori yang digunakan adalah Teori Kestabilan Hegemoni yang menjelaskan bahwa negara hegemon seperti Amerika Serikat akan mengambil kebijakan berdasarkan kepentingannya sendiri, dan konsep yang digunakan adalah Nasionalisme Ekonomi yang menggambarkan bentuk kebijakan perdagangan proteksionis yang diambil oleh Amerika Serikat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa yang menyebabkan Amerika Serikat mengambil kebijakan perdagangan proteksionis dengan melihat faktor-faktor yang ada dalam sistem perdagangan internasional. Penelitian ini juga bersifat eksplanatif dan menggunakan teknik analisis induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab Amerika Serikat mengambil kebijakan perdagangan proteksionis adalah karena mengalami kerugian perdagangan akibat adanya aturan pemberian perlakuan istimewa kepada negara berkembang dalam WTO. Aturan ini dimanfaatkan sebagai legitimasi oleh Tiongkok dalam kebijakan industri aluminiumnya yang merugikan industri aluminium Amerika Serikat serta India dalam kebijakan impornya yang menghambat akses pasar produk susu dari Amerika Serikat.
KERJASAMA PERDAGANGAN MINYAK CHINA ARAB SAUDI DI TENGAH POLITIK PEMOTONGAN PRODUKSI MINYAK OPEC Andi Ismira; Yulia Gitra; Riady Ibnu Khaldun; Sriwiyata Ismail
Sriwijaya Journal of International Relations Vol 2 No 2 (2022): Sriwijaya Journal of International Relations
Publisher : Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.44 KB) | DOI: 10.47753/sjir.v2i2.52

Abstract

China bergantung pada impor minyak dari negara-negara produsen minyak karena untuk menopang pertumbuhan ekonomi. Salah satunya Arab Saudi yang sejak lama telah menjalin kerjasama perdagangan minyak dengan China. Penelitian ini menggunakan konsep The Politics Of Oil dan kerjasama bilateral dengan data sekunder dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Adapun hasil dari penelitian ini yaitu dampak kebijakan pemotongan produksi minyak OPEC terhadap kerjasama perdagangan minyak China-Arab Saudi adalah terjadinya perlambatan ekspor minyak Arab Saudi ke China selama tiga tahun berturut-turut sehingga China yang bergantung pada impor minyak harus meningkatkan impor minyak dari negara lain seperti Rusia yang mengambil alih posisi Arab Saudi sebagai pemasok minyak terbesar ke China, Sehingga Arab Saudi merasa khawatir hal itu akan mengganggu kerjasama perdagangan minyaknya dengan China. Adapun strategi untuk meningkatkan kerjasama perdagangan minyak China Arab Saudi dengan meningkatkan investasi untuk membangun kerjasama dalam jangka waktu yang panjang dan hal itu membuat ekspor minyak Arab Saudi ke China secara bertahap pulih dan meningkatkan volume perdagangan untuk menciptakan ketergantungan perdagangan yang menguntungkan bagi China dan Arab Saudi.
KAMPANYE GREENPEACE DALAM MENCEGAH AKTIVITAS PENGEBORAN MINYAK OLEH SHELL DAN FINLANDIA DI WILAYAH ARKTIK Maudy Noor Fadhlia
Sriwijaya Journal of International Relations Vol 2 No 2 (2022): Sriwijaya Journal of International Relations
Publisher : Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.976 KB) | DOI: 10.47753/sjir.v2i2.53

Abstract

Arktik merupakan salah satu korban dalam perubahan iklim global. Perubahan iklim global ini menyebabkan es di Arktik meleleh, sehingga mengkhawatirkan masyarakat internasional untuk dampak yang akan muncul nantinya di kemudian hari. Dengan kondisi ini, Arktik menjadi lebih mudah diakses melalui jalur laut dan menarik perusahaan untuk hadir. Jumlah eksplorasi gas dan minyak di laut Arktik pun meningkat pesat. Shell, salah satu perusahaan besar di Indonesia, bahkan mengirim penghancur es milik Finlandia. Hal ini menimbulkan masalah bagi Greenpeace, yang peduli mengenai keberlanjutan wilayah ini sehingga mengadukan Shell melalui kampanye tersebut. Tulisan ini mencoba untuk menganalisis strategi Greenpeace dalam kampanye Save the Arctic dan melihat efektivitasnya. Isu ini dianalisis melihat perspektif komunikasi media global, serta menggunakan kampanye sebagai konsep dan metode kualitatif dalam mendeskripsikan masalah. Peran NGOs dan media juga akan menjadi alat analisis demi melihat efektivitas kampanye Greenpeace. Dapat dilihat bahwa kampanye yang dilakukan Greenpeace dikatakan efektif karena mampu menyebarkan kewaspadaan dan pengetahuan mengenai hal ini, mengumpulkan dukungan, bahkan menghentikan aktivitas pemecahan es oleh Shell di Arktik.
SPORT DIPLOMACY KOREA SELATAN KE KOREA UTARA PADA OLIMPIADE MUSIM DINGIN 2018 Iin Wulandari
Sriwijaya Journal of International Relations Vol 2 No 1 (2022): Sriwijaya Journal of International Relations
Publisher : Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.87 KB) | DOI: 10.47753/sjir.v2i1.54

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk melihat pemanfaatan sport diplomacy Korea Selatan untuk memperbaiki hubungan dengan Korea Utara. Sebelum pelaksanaan Olimpiade Musim Dingin 2018 di Korea Selatan, hubungan kedua negara memanas akibat krisis nuklir Korea. Olahraga dapat digunakan untuk menurunkan ketegangan dan memperbaiki hubungan negara yang berkonflik. Metode kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan jenis penelitian deskriptif. Peneliti menggunakan konsep sport diplomacy dari Havard Mokleiv Nygard dan Scott Gates yang mengemukakan bahwa sport diplomacy sebagai alat untuk memperbaiki hubungan antara negara memiliki empat mekanisme yaitu image-building, building a platform for dialogue, trust-building dan reconciliation, integration dan anti-racism. Korea Selatan memanfaatkan sport diplomacy ke Korea Utara pada Olimpiade Musim Dingin 2018 dengan menggunakan mekanisme tersebut untuk menurunkan ketegangan dan menciptakan perdamaian dengan Korea Utara melalui olahraga.
PERAN WORLD WIDE FUND FOR NATURE DALAM MENANGANI ISU PERDAGANGAN ILEGAL HARIMAU SUMATERA PADA TAHUN 2015-2019 Ralin Putri; Hoirun Nisyak
Sriwijaya Journal of International Relations Vol 1 No 2 (2021): Sriwijaya Journal of International Relations
Publisher : Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.978 KB) | DOI: 10.47753/sjir.v1i2.55

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan Peran World Wide Fund for Nature Dalam Menangani Perdagangan Ilegal Harimau Sumatera Pada Tahun 2015-2019. Penurunan populasi Harimau Sumatera yang sangat signifikan membuat WWF sebagai salah satu Organisasi Internasional Non Pemerintah turut serta dalam mengupayakan pelestarian satwa khas Indonesia ini. Penelitian ini didukung menggunakan konsep dari David Lewis dan Nazeen Kanji yaitu Peran INGO (International Non-Governmental Organizations). Metode penelitian yang digunakan penulis adalah metode kualitatif deskriptif, yang bertujuan untuk menggambarkan fakta yang berhubungan dengan masalah yang diteliti dengan kata-kata. Data yang dikumpulkan peneliti melalui studi kepustakaan, penelusuran data online, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa WWF telah berhasil melakukan perannya sebagai sebuah Organisasi Internasional Non Pemerintah yang bergerak dibidang konservasi flora fauna dalam menangani isu perdagangan ilegal Harimau Sumatera, hal ini ditandai dengan menurunnya kasus perdagangan ilegal Harimau Sumatera pada tahun 2018-2019 dibading tahun-tahun sebelumnya, dan bertambah juga populasi Harimau Sumatera pada tahun 2018-2019. Dengan demikian, peranan WWF cukup signifikan dalam menangani isu perdagangan ilegal Harimau Sumatera pada tahun 2015-2019.
ANALISIS KEPENTINGAN ITALIA DALAM KERJA SAMA BELT AND ROAD INITIATIVE TIONGKOK Dian Ayu; Yusuf Abror
Sriwijaya Journal of International Relations Vol 1 No 2 (2021): Sriwijaya Journal of International Relations
Publisher : Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.234 KB) | DOI: 10.47753/sjir.v1i2.56

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai analisis kepentingan Italia dalam kerja sama Belt and Road Initiative Tiongkok. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan mengapa Italia berkepentingan dalam kerja sama Belt and Road Initiative Tiongkok. Dalam mengkaji penelitian ini, peneliti menggunakan tiga pendekatan, yakni; (a) Konsep Kepentingan Nasional milik Donald E. Nuechterlein, yang menjelaskan bahwa kepentingan nasional ibarat suatu hal primer yang akan selalu dibutuhkan oleh suatu bangsa atau negara dengan cara melakukan hubungan dengan negara lain yang berada di lingkup luar atau eksternalnya, (b) Teori Neorealis, yaitu melihat sistem internasional berjalan secara anarkis (suatu kondisi dimana tidak adanya otoritas tunggal yang mengaturnya) sehingga setiap negara akan menolong dirinya sendiri (selfhelp), dan (c) Konsep Kerja Sama Internasional, yaitu suatu upaya yang dilakukan oleh suatu negara/ pihak lain dalam proses pemenuhan kebutuhannya melalui berbagai kerangka kerja sama baik bilateral, regional maupun multilateral. Jenis penelitian ini ialah kualitatif dengan pendekatan eksplanatif dan pengumpulan data yang dilakukan melalui diskusi dengan narasumber dan tinjauan pustaka. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kepentingan Italia di dalam kerja sama Belt and Road Initiative Tiongkok dipengaruhi oleh kepentingan ekonomi, diantaranya ialah rendahnya tingkat pertumbuhan ekonomi, tingginya rasio utang dan keinginan Italia untuk meningkatkan peluang infrastruktur dan investasi, kemudian ditambah dengan tekanan COVID-19 di Italia
KEPEMIMPINAN PERDANA MENTERI ETIOPIA ABIY AHMED DALAM MEWUJUDKAN PERDAMAIAN ETIOPIA DAN ERITREA Irma Setiani; Zulfikri Suleman
Sriwijaya Journal of International Relations Vol 1 No 2 (2021): Sriwijaya Journal of International Relations
Publisher : Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.447 KB) | DOI: 10.47753/sjir.v1i2.57

Abstract

Perdana Menteri Etiopia Abiy Ahmed menjadi sorotan internasional setelah melakukan rangkaian inisiasi untuk menyelesaikan konflik perbatasan berkepanjangan antara Etiopia dan Eritrea. Rangkaian inisiasi yang digagasnya berhasil mewujudkan perdamaian antara kedua negara setelah berada dalam keadaan ‘tidak perang maupun tidak damai’ selama lebih dari dua puluh tahun. Terwujudnya perdamaian antara kedua negara kemudian memunculkan pertanyaan mengenai bagaimana gaya kepemimpinan yang dilakukan Perdana Menteri Abiy Ahmed sehingga dapat terwujud perdamaian yang mengakhiri konflik antara Etiopia dan Eritrea yang sebelumnya sulit terwujud. Tulisan ini akan memberikan pemahaman mengenai gaya kepemimpinan Perdana Menteri Etiopia Abiy Ahmed tersebut dilihat melalui Teori Kepemimpinan Transformasional. Setelah dilakukan penelitian dengan berbagai data sekunder yang didapatkan melalui pengumpulan data berbasis dokumen, terlihat bahwa kepemimpinan Abiy Ahmed memiliki empat aspek yang terdapat dalam kepemimpinan transformasional, yaitu stimulasi intelektual, pemberian motivasi, pengaruh tindakan terhadap pengikut, serta pertimbangan individual yang memberikan pengaruh pada terwujudnya perdamaian antara Etiopia dan Eritrea.
JUSUF KALLA DALAM DIPLOMASI KEMANUSIAAN INDONESIA MELALUI PERSPEKTIF IDIOSINKRATIK Julita Sari; Ferdiansyah Rivai
Sriwijaya Journal of International Relations Vol 1 No 2 (2021): Sriwijaya Journal of International Relations
Publisher : Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.497 KB) | DOI: 10.47753/sjir.v1i2.58

Abstract

Artikel ini bertujuan mengetahui peran Jusuf Kalla dalam menjalankan diplomasi kemanusiaan Indonesia dan menganalisa pengaruh personalitas Jusuf Kalla dalam menjalankan diplomasi kemanusiaan Indonesia. Metode penelitian adalah metode kualitatif deskriptif.. Artkel ini menjelaskan bahwa Jusuf Kalla konsisten dalam menjalankan diplomasi kemanusiaan Indonesia dengan adanya peran penting Jusuf Kalla menjadi negosiator dalam konflik Aceh. Dalam menjalankan diplomasi kemanusiaan tersebut, terdapat faktor personalitas yang mempengaruhi Jusuf Kalla. Empat elemen personalitas tersebut yaitu Temperamen (Tingkat Sensitifitas Jusuf Kalla dalam merespon isu-isu kemanusiaan), konteks sosial (Nilai kebudayaan Bugis dalam kehidupan Jusuf Kalla), kognisi (prinsip pribadi dan pengaruh dari organisasi yang diikuti) dan motif Jusuf Kalla yaitu untuk kepentingan nasional guna mewujudkan perdamaian.
UPAYA UNITED NATIONS MISSION IN SOUTH SUDAN DALAM MELINDUNGI KORBAN CONFLICT-RELATED SEXUAL VIOLENCE PADA KONFLIK SUDAN SELATAN Talitha Nabila; Retno Susilowati; Indra Tamsyah
Sriwijaya Journal of International Relations Vol 1 No 2 (2021): Sriwijaya Journal of International Relations
Publisher : Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1806.119 KB) | DOI: 10.47753/sjir.v1i2.59

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana upaya aktor internasional United Nations Mission in South Sudan dalam melindungi korban Conflict-Related Sexual Violence pada konflik Sudan Selatan. Maraknya laporan kasus CRSV di Sudan Selatan mendesak organisasi internasional UN memberi mandat kepada UNMISS agar melakukan misi operasi perdamaian untuk melindungi warga sipil dan membangun perdamaian yang berkelanjutan. Penelitian ini dikaji menggunakan konsep Gender Sensitive Conflict Analysis (GSCA). Metode penelitian yang digunakan penulis adalah metode kualitatif deskriptif dengan tujuan menjelaskan fenomena secara dalam melalui langkah-langkah analisis data dengan memanfaatkan konsep sebagai bahan penjelasan. Data yang dikumpulkan penulis melalui studi literatur, penelusuran data daring, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UNMISS telah berhasil melakukan upaya perlindungan terhadap korban CRSV melalui upaya analisis kontekstual, interseksionalitas, dan partisipatif. Hal ini dapat dilihat dari menurunnya jumlah kasus dan angka korban serta banyaknya apresiasi warga sipil atas kerja keras UNMISS.

Page 2 of 4 | Total Record : 31