SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum
SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum (SJISPH) is an open access, and peer-reviewed journal, with the online registered number E-ISSN 2964-0962. Our main goal is to disseminate current and original articles from researchers and practitioners on various contemporary social, political and law issues: gender politics and identity, digital society and disruption, civil society movement, community welfare, social development, citizenship and public management, public policy innovation, international politics & security, media, information & literacy, politics, governance & democracy, radicalism and terrorism. It includes but is not limited to various fields such as philosophy and theory of law, comparative law, sociology of law, international law, constitutional law, private law, economic law, environmental law, criminal law, administrative law, cyber law, human rights law, and agrarian law. SJISPH is published every two month a year. Submissions are open year-round. Before submitting, please ensure that the manuscript is in accordance with SJISPHs focus and scope, written in Indonesian or English, and follows our author guidelines & manuscript template.
Articles
162 Documents
Pemikiran Politik Gus Dur terhadap Demokratisasi dan Kebebasan Beragama di Indonesia
Muhamad Alfian Ardhiansyah
SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Vol. 4 No. 6 (2025): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Desember 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55681/seikat.v4i6.1838
Penelitian ini mengkaji pemikiran politik Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang berperan penting dalam memperkuat demokrasi dan kebebasan beragama di Indonesia. Latar belakang penelitian ini didasari oleh meningkatnya polarisasi sosial dan intoleransi atas nama agama, yang menjadikan pemikiran Gus Dur relevan untuk ditelaah kembali. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan gagasan utama Gus Dur mengenai demokratisasi dan kebebasan beragama serta menilai kontribusinya terhadap kehidupan politik dan sosial bangsa. Metode yang digunakan adalah studi pustaka library research dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis terhadap karya tulis, literatur, dan penelitian terdahulu yang berkaitan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gus Dur memandang demokrasi sebagai nilai moral dan spiritual yang menegakkan keadilan, kemanusiaan, dan kesetaraan. Ia menolak politisasi agama serta menekankan pentingnya kebebasan beragama dan penghormatan terhadap hak asasi manusia. Selain itu, Gus Dur menempatkan pendidikan sebagai sarana membangun kesadaran pluralis dan karakter bangsa yang toleran. Pemikirannya tetap relevan dalam menghadapi tantangan demokrasi kontemporer seperti intoleransi dan radikalisme. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa nilai-nilai Gus Dur dapat menjadi landasan moral dalam memperkuat demokrasi yang inklusif dan berkeadaban di Indonesia.
Upaya Melibatkan Partisipasi Masyarakat Dalam Pelestarian Lingkungan Berbasis Kearifan Lokal Oleh Komunitas Resan Gunungkidul
Fadlan, Muhammad Fadlan H. Daud
SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Vol. 4 No. 6 (2025): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Desember 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55681/seikat.v4i6.1843
Penelitian ini bertujuan mengungkapkan upaya Komunitas Resan Gunungkidul melibatkan partisipasi masyarakat dalam pelestarian lingkungan. Lebih detailnya tujuan tersebut dapat diungkap dalam tiga aspek pada penelitian ini. Pertama, menjelaskan upaya melibatkan partisipasi masyarakat oleh komunitas Resan. Kedua, mendeskripsikan kenapa komunitas Resan menggunakan kearifan lokal. Ketiga, menggunakan kerangka teoritis community engagement dalam melihat upaya partisipasi masyarakat dalam pelestarian lingkungan oleh komunitas Resan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan jenis studi lapangan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi. Informan penelitian terdiri dari koordinator dan anggota aktif Komunitas Resan. Hasil penelitian menunjukan bahwa upaya melibatkan partisipasi masyarakat melalui pembangunan jejaring sosial, sosialisasi berbasis budaya lokal, serta pemanfaatan media dan media sosial. Kearifan lokal diwujudkan dalam praktik-praktik ritual adat seperti ngelangse, bersih desa, dan tradisi rasulan yang berfungsi sebagai media penghormatan sekaligus perlindungan terhadap alam. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa pelestarian lingkungan berbasis kearifan lokal mampu meningkatkan partisipasi masyarakat secara berkelanjutan dan menempatkan masyarakat sebagai subjek utama dalam upaya pelestarian lingkungan.