cover
Contact Name
Izzat Pratama
Contact Email
jurnal.seikat@gmail.com
Phone
+6285239778771
Journal Mail Official
jurnal.seikat@gmail.com
Editorial Address
LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram Jl. Tawak-Tawak Karang Sukun, Mataram e-mail: jurnal.seikat@gmail.com or seikat@45mataram.ac.id
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum
ISSN : 29640962     EISSN : 29640962     DOI : https://doi.org/10.55681/seikat
Core Subject : Art, Social,
SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum (SJISPH) is an open access, and peer-reviewed journal, with the online registered number E-ISSN 2964-0962. Our main goal is to disseminate current and original articles from researchers and practitioners on various contemporary social, political and law issues: gender politics and identity, digital society and disruption, civil society movement, community welfare, social development, citizenship and public management, public policy innovation, international politics & security, media, information & literacy, politics, governance & democracy, radicalism and terrorism. It includes but is not limited to various fields such as philosophy and theory of law, comparative law, sociology of law, international law, constitutional law, private law, economic law, environmental law, criminal law, administrative law, cyber law, human rights law, and agrarian law. SJISPH is published every two month a year. Submissions are open year-round. Before submitting, please ensure that the manuscript is in accordance with SJISPHs focus and scope, written in Indonesian or English, and follows our author guidelines & manuscript template.
Articles 162 Documents
Keadilan Politik dalam Demokrasi Modern: Menakar Kesetaraan, Partisipasi, dan Representasi Publik Arfa, Muhammad; Ferdian
SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Vol. 3 No. 6 (2024): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Desember 2024
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/seikat.v3i6.1631

Abstract

Keadilan politik merupakan salah satu pilar utama dalam demokrasi modern yang mencerminkan kualitas kesetaraan, partisipasi, dan representasi publik. Demokrasi ideal tidak hanya menekankan hak suara dan mekanisme pemilihan umum, tetapi juga menuntut adanya distribusi kekuasaan yang adil, akses yang setara terhadap sumber daya politik, serta representasi yang mencerminkan keragaman masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah bagaimana prinsip-prinsip keadilan politik diimplementasikan dalam konteks demokrasi modern, serta faktor-faktor yang memengaruhi tercapainya kesetaraan politik, tingkat partisipasi warga negara, dan kualitas representasi publik. Metode yang digunakan bersifat kualitatif deskriptif, dengan analisis studi kasus pada negara-negara demokrasi kontemporer dan literatur akademik terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesenjangan dalam akses politik, hambatan partisipasi, dan bias representasi masih menjadi tantangan utama dalam praktik demokrasi modern. Temuan ini menekankan pentingnya reformasi institusional, pendidikan politik, dan mekanisme inklusif untuk memperkuat keadilan politik, sehingga demokrasi tidak hanya menjadi sistem pemerintahan, tetapi juga sarana mewujudkan keadilan sosial dan politik bagi seluruh warga negara.
Struktur dan Konflik Sosial: Perspektif Teori Sosiologi terhadap Polarisasi di Era Media Sosial Aldi Sajian; Ardan Alif
SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Vol. 4 No. 1 (2025): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Februari 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/seikat.v4i1.1632

Abstract

Fenomena polarisasi sosial yang semakin meningkat di era media sosial menjadi sorotan penting dalam kajian sosiologi kontemporer. Media sosial, sebagai ruang interaksi virtual, tidak hanya berperan sebagai sarana komunikasi, tetapi juga sebagai arena reproduksi konflik sosial. Polarisasi yang terjadi seringkali dipicu oleh perbedaan identitas, kepentingan, serta penyebaran informasi yang terfragmentasi, yang dapat memperkuat sikap intoleransi dan konflik antar kelompok. Penelitian ini menggunakan perspektif teori sosiologi klasik dan kontemporer untuk menganalisis struktur sosial yang mendasari terjadinya polarisasi dan konflik sosial di platform media sosial. Pendekatan struktural fungsional menyoroti bagaimana norma, peran, dan institusi sosial berinteraksi dalam membentuk kohesi maupun ketegangan sosial, sementara perspektif konflik menekankan dominasi, ketidaksetaraan, dan pertentangan kepentingan sebagai pendorong utama polarisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur sosial yang kompleks, dikombinasikan dengan mekanisme algoritma media sosial, dapat memperkuat segregasi informasi dan menimbulkan eskalasi konflik. Temuan ini menegaskan pentingnya pemahaman sosiologis terhadap dinamika sosial digital sebagai langkah preventif untuk meminimalkan dampak negatif polarisasi sosial.
Sosial Media dan Kesadaran Lingkungan: Pengaruh Kampanye Digital terhadap Perilaku Ramah Lingkungan Lalu hasan ashari; Reni
SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Vol. 4 No. 1 (2025): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Februari 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/seikat.v4i1.1633

Abstract

Perkembangan pesat media sosial telah mengubah cara individu memperoleh informasi, membangun opini, dan mengambil tindakan, termasuk dalam isu-isu lingkungan. Penelitian ini mengkaji pengaruh kampanye digital di media sosial terhadap peningkatan kesadaran lingkungan dan perilaku ramah lingkungan masyarakat. Melalui analisis konten kampanye digital dan survei terhadap pengguna aktif media sosial, ditemukan bahwa media sosial memainkan peran signifikan sebagai sarana edukasi dan advokasi lingkungan. Konten kampanye yang kreatif, interaktif, dan berbasis bukti ilmiah terbukti lebih efektif dalam memengaruhi sikap dan tindakan, seperti pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, pengelolaan sampah, dan pemilihan produk ramah lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi aktif dalam kampanye digital tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga memperkuat norma sosial yang mendorong perubahan perilaku kolektif. Namun, efektivitas kampanye dipengaruhi oleh kepercayaan terhadap sumber informasi, tingkat literasi digital, dan konsistensi pesan. Studi ini menyoroti pentingnya kolaborasi antara komunitas, aktivis lingkungan, dan platform media sosial untuk memperluas jangkauan kampanye dan mendorong perubahan perilaku yang berkelanjutan. Dengan demikian, media sosial dapat menjadi alat strategis dalam memperkuat gerakan lingkungan di era digital.
Peran Komunitas Lokal dalam Revitalisasi Ekosistem Urban: Studi tentang Gerakan Lingkungan Kota Lestari; Ofan Satria
SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Vol. 4 No. 1 (2025): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Februari 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/seikat.v4i1.1634

Abstract

Revitalisasi ekosistem urban menjadi salah satu tantangan utama dalam menghadapi tekanan pertumbuhan kota dan degradasi lingkungan yang meningkat. Komunitas lokal memegang peranan strategis dalam mendorong keberlanjutan lingkungan melalui berbagai gerakan dan inisiatif yang berbasis partisipasi warga. Penelitian ini menelaah peran komunitas lokal dalam menginisiasi, mengelola, dan mempromosikan program revitalisasi lingkungan perkotaan, seperti penghijauan kota, pengelolaan sampah, serta penguatan kesadaran ekologis masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus pada beberapa komunitas lingkungan kota yang telah aktif melaksanakan gerakan revitalisasi, dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumentasi kegiatan komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan komunitas lokal tidak hanya meningkatkan kualitas ekosistem urban, tetapi juga memperkuat kohesi sosial, menumbuhkan kesadaran lingkungan, serta mendorong partisipasi aktif warga dalam pengelolaan kota yang berkelanjutan. Penelitian ini menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, komunitas lokal, dan warga menjadi kunci sukses dalam menjaga keberlanjutan ekosistem urban di era urbanisasi pesat.
Demokratisasi versus Otoritarianisme: Dinamika Perubahan Politik dan Tantangan Konsolidasi Demokrasi di Era Globalisasi Muh zaini hasanul muttaqin; Baiq yulia kurnia wahidah
SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Vol. 4 No. 1 (2025): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Februari 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/seikat.v4i1.1635

Abstract

Sengketa Tata Usaha Negara (TUN) di Proses demokratisasi dan otoritarianisme merupakan dua kutub kekuatan politik yang terus berinteraksi dan saling memengaruhi dalam konteks globalisasi kontemporer. Dinamika perubahan politik di berbagai negara menunjukkan bahwa globalisasi tidak hanya mempercepat penyebaran nilai-nilai demokrasi, tetapi juga membuka peluang bagi kebangkitan kembali otoritarianisme dalam bentuk yang lebih adaptif. Demokratisasi, yang ditandai oleh keterbukaan politik, partisipasi publik, dan supremasi hukum, sering kali menghadapi tantangan serius ketika berhadapan dengan rezim otoriter yang menggunakan teknologi, populisme, dan kontrol informasi untuk mempertahankan kekuasaan. Fenomena ini tampak jelas di negara-negara berkembang maupun maju, di mana konsolidasi demokrasi sering kali terhambat oleh korupsi, polarisasi sosial, lemahnya institusi, dan intervensi aktor-aktor transnasional. Dalam konteks ini, globalisasi menjadi medan pertarungan ideologi yang kompleks, memunculkan pertanyaan mendasar mengenai keberlanjutan demokrasi sebagai model pemerintahan universal. Penelitian ini bertujuan menganalisis interaksi antara demokratisasi dan otoritarianisme, mengeksplorasi faktor-faktor pendorong dan penghambat konsolidasi demokrasi, serta mengidentifikasi tantangan utama yang muncul di era globalisasi. Melalui pendekatan analitis dan komparatif, kajian ini diharapkan memberikan kontribusi teoretis dan praktis bagi penguatan demokrasi dan tata kelola politik yang lebih inklusif.
Gelombang Demokratisasi dan Kebangkitan Otoritarianisme: Pergulatan Nilai-Nilai Politik dalam Tatanan Global Kontemporer Asrorul azizi; Alpan ahmadi
SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Vol. 4 No. 1 (2025): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Februari 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/seikat.v4i1.1636

Abstract

Gelombang demokratisasi yang melanda berbagai belahan dunia sejak akhir abad ke-20 telah menjadi fenomena penting dalam membentuk tatanan global kontemporer. Namun, bersamaan dengan itu, kebangkitan otoritarianisme kembali muncul sebagai respons terhadap tantangan internal maupun eksternal, termasuk krisis ekonomi, polarisasi politik, dan ketidakpuasan publik terhadap kinerja demokrasi. Pergulatan nilai-nilai politik ini mencerminkan ketegangan antara idealisme demokratis seperti kebebasan, kesetaraan, dan partisipasi politik dengan pendekatan otoriter yang menekankan stabilitas, kontrol negara, dan efisiensi pemerintahan. Dinamika ini tidak hanya memengaruhi konstelasi politik di tingkat nasional, tetapi juga mengubah arah hubungan internasional, norma hak asasi manusia, serta mekanisme kerja sama global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mendorong gelombang demokratisasi dan kebangkitan otoritarianisme, dampaknya terhadap tatanan politik dunia, serta implikasinya bagi masa depan tata kelola global. Dengan pendekatan deskriptif-analitis dan tinjauan teori politik komparatif, tulisan ini berupaya memberikan pemahaman mendalam tentang kompleksitas pergulatan nilai-nilai politik dalam konteks globalisasi yang terus berkembang.
Pernikahan Dini: Tinjauan Hukum dan Dampaknya terhadap Masyarakat dan Individu Risma Novitasari; Mu'min Firmansyah
SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Vol. 4 No. 2 (2025): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, April 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/seikat.v4i2.1637

Abstract

Pernikahan dini merupakan fenomena yang kompleks dengan dampak yang signifikan pada individu dan masyarakat. Penelitian ini menganalisis kondisi hukum, faktor penyebab, dampak sosial dan individu, serta isu hak asasi manusia terkait pernikahan dini, dengan fokus pada India dan Indonesia. Analisis hukum menyoroti variasi regulasi pernikahan dini antar negara, sementara faktor penyebab termasuk kemiskinan, ketidaksetaraan gender, dan akses terhadap pendidikan. Dampaknya termasuk peningkatan risiko perceraian, masalah kesehatan reproduksi, dan peluang pendidikan yang terbatas. Dari perspektif hak asasi manusia, pernikahan dini dianggap sebagai pelanggaran hak anak-anak dan perempuan. Pentingnya hasil penelitian ini terletak pada perlunya reformasi hukum, perubahan sosial, intervensi holistik, dan perlindungan hak asasi manusia untuk mengurangi prevalensi pernikahan dini dan dampak negatifnya.
Mewujudkan Keadilan Politik di Era Globalisasi: Studi Kritis terhadap Ketimpangan dan Akses Kekuasaan Risma Novitasari; Ardan Alif
SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Vol. 4 No. 2 (2025): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, April 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/seikat.v4i2.1638

Abstract

Keadilan politik merupakan prinsip fundamental dalam memastikan pemerintahan yang inklusif, partisipatif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Namun, di era globalisasi, dinamika politik sering kali mengalami kompleksitas baru yang memunculkan ketimpangan dalam akses kekuasaan. Globalisasi tidak hanya memengaruhi ekonomi dan budaya, tetapi juga memengaruhi struktur politik melalui arus informasi, tekanan transnasional, dan keterlibatan aktor global. Studi ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis bagaimana ketimpangan politik muncul dan berlanjut dalam konteks globalisasi, serta bagaimana akses terhadap kekuasaan didistribusikan secara tidak merata di berbagai lapisan masyarakat. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan kajian literatur, dokumen kebijakan, dan studi kasus yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidaksetaraan dalam distribusi sumber daya politik dan ketimpangan partisipasi publik berkontribusi terhadap terbatasnya penerapan prinsip keadilan politik. Penelitian ini menekankan perlunya strategi inklusif yang menyeimbangkan kepentingan lokal dan global, serta memperkuat mekanisme partisipasi demokratis sebagai upaya mewujudkan keadilan politik yang nyata di era globalisasi.
Analisis Kualitas Pelayanan Pada Resto Xyz Dengan Metode Statistik Deskriptif Sulistiowati
SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Vol. 4 No. 2 (2025): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, April 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/seikat.v4i2.1639

Abstract

Resto XYZ merupakan salah satu rumah makan di Surabaya yang menyediakan makanan nusantara. Dengan maraknya rumah makan saat ini yang menyebabkan persaingan semakin ketat, maka Resto XYZ melakukan evaluasi terhadap kualitas pelayanan agar tetap diminati pelanggannya. Oleh sebab itu dalam penelitian ini dilakukan analisis kualitas pelayanan di Resto XYZ. Kualitas pelayanan mempunyai lima dimensiĀ  yaitu Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, serta Empaty. Dengan penyebaran kuesioner kepada sampel sebanyak 105 responden pelanggan Resto XYZ, setelah diolah dan dianalisis dengan metode Statistik Deskriptif diperoleh hasil bahwa Dimensi Tangible memiliki rata-rata sebesar 3.67 artinya cenderung baik, namun ternyata responden ada yang menjawab tidak/kurang setuju untuk pernyataan Lahan parkir sudah mencukupi, artinya lahan parkir masih perlu diperluas. Untuk Dimensi Reliability memiliki rata-rata sebesar 3,55 artinya cenderung baik, namun masih perlu ditingkatkan karena masih ada pelanggan yang menjawab kurang setuju dengan pernyataan pada dimensi Reliability. Dimensi Responsiveness memiliki rata-rata sebesar 3.58 yang artinya cenderung baik, namun masih perlu ditingkatkan karena masih ada pelanggan yang menjawab kurang setuju dengan pernyataan pada dimensi Responsiveness. Dimensi Assurance memiliki rata-rata sebesar 3.79 yang artinya cenderung baik. Dimensi Empaty memiliki rata-rata sebesar 3.59 yang artinya cenderung baik. Secara keseluruhan nilai rata-rata kualitas pelayanan di Resto XYZ sebesar 3.59 artinya cenderung baik.
Efektivitas Upaya Administratif sebagai Instrumen Penyelesaian Sengketa Tata Usaha Negara di Indonesia Maulana; Ferdian
SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Vol. 4 No. 2 (2025): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, April 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/seikat.v4i2.1640

Abstract

Sengketa Tata Usaha Negara (TUN) di Indonesia merupakan konsekuensi dari hubungan hukum antara warga negara dengan administrasi pemerintahan yang berpotensi menimbulkan kerugian bagi pihak yang merasa haknya dilanggar. Penyelesaian sengketa TUN tidak semata-mata dilakukan melalui proses peradilan, melainkan juga dapat ditempuh melalui mekanisme upaya administratif yang mencakup keberatan dan banding administratif. Upaya administratif dimaksudkan sebagai instrumen preventif sekaligus korektif yang mampu mengurangi beban peradilan serta mendorong penyelesaian sengketa secara lebih cepat, sederhana, dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas upaya administratif dalam penyelesaian sengketa TUN di Indonesia dengan menitikberatkan pada aspek normatif, prosedural, dan implementatif. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus (case approach) yang dihubungkan dengan praktik peradilan serta doktrin hukum administrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun upaya administratif memiliki landasan hukum yang kuat dalam Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan serta Undang-Undang Peradilan Tata Usaha Negara, implementasinya masih menghadapi berbagai kendala. Hambatan tersebut meliputi ketidakpahaman masyarakat terhadap prosedur, tumpang tindih regulasi, keterbatasan akses informasi, serta kecenderungan pihak berwenang untuk mempertahankan keputusan administratif yang sudah ditetapkan. Namun demikian, dalam beberapa kasus, upaya administratif terbukti efektif dalam menyelesaikan sengketa secara lebih cepat, mengurangi biaya perkara, serta menjaga hubungan antara warga negara dengan pemerintah.

Filter by Year

2022 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 4 No. 6 (2025): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Desember 2025 Vol. 4 No. 5 (2025): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Oktober 2025 Vol. 4 No. 4 (2025): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Agustus 2025 Vol. 4 No. 3 (2025): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Juni 2025 Vol. 4 No. 2 (2025): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, April 2025 Vol. 4 No. 1 (2025): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Februari 2025 Vol. 3 No. 6 (2024): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Desember 2024 Vol. 3 No. 5 (2024): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Oktober 2024 Vol. 3 No. 4 (2024): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Agustus 2024 Vol. 3 No. 3 (2024): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Juni 2024 Vol. 3 No. 2 (2024): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, April 2024 Vol. 3 No. 1 (2024): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Februari 2024 Vol. 2 No. 6 (2023): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Desember 2023 Vol. 2 No. 5 (2023): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Oktober 2023 Vol. 2 No. 4 (2023): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Agustus 2023 Vol. 2 No. 3 (2023): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Juni 2023 Vol. 2 No. 2 (2023): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, April 2023 Vol. 2 No. 1 (2023): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Februari 2023 Vol. 1 No. 2 (2022): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Desember 2022 Vol. 1 No. 1 (2022): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Oktober 2022 More Issue