cover
Contact Name
LA ODE AHMAD BARATA
Contact Email
jurnalvokasi@uho.ac.id
Phone
+6282293510483
Journal Mail Official
jurnalvokasi@uho.ac.id
Editorial Address
Program Studi D-3 Teknik Mesin, Lt.2. Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Anduonuhu Kendari, INDONESIA 93232
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Piston: Jurnal Teknologi
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 25027018     DOI : https://doi.org/10.55679/pistonjt
Jurnal PISTON-JT merupakan jurnal single blind peer review multidisiplin keteknikan dan natural sains yang diterbitkan oleh Jurusan D-3 Teknik Mesin, Program Pendidikan Vokasi Universitas Halu Oleo, Kendari, INDONESIA. Jurnal ini terbit dalam 2 (dua) terbitan dalam setahun yakni pada bulan Juni, dan Desember. Setiap terbitan dapat memuat minimal 5 artikel. Artikel dapat ditulis menggunakan Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris. Jurnal PISTON-JT memuat naskah ilmiah tentang hasil penelitian, hasil rancang bangun atau desain,hasil aplikasi, dan telaah pustaka yang terkait dengan ilmu keteknikan, natural sains, dan aplikasi industri.Setiap artikel yang masuk mengalami pemeriksaan plagiarisme menggunakan perangkat lunak yang handal. Similaritas naskah maksimal 25% tidak termasuk informasi penulis dan daftar pustaka. Jurnal PISTON-JT dapat menjadi referensi keilmuan di bidang natural sains, khususnya mesin-mesin dan industri untuk para peneliti, praktisi dan mahasiswa khususnya bidang Pendidikan Vokasi keteknikan.
Articles 60 Documents
Analisis Kebutuhan Energi dari Minyak Goreng Bekas menjadi Bahan Bakar Biodiesel B40, B60, dan B80 menggunakan Kompor Minyak Bekas La Atina; Afdal Syarif; Muhammad Iqbal Achmad; La Baride; Dedy Ashari
Piston: Jurnal Teknologi Vol 10 No 1 (2025): June 2025
Publisher : Program Pendidikan Vokasi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/pistonjt.v10i1.109

Abstract

Stoves that use used oil as fuel are widely used as a tool to utilize liquid waste such as oil into fuel. The aim of this study is focused on comparing the energy requirements and efficiency of various fuels sourced from used cooking oil through transesterification. This research utilizes used cooking oil as an alternative fuel using a used oil stove. Waste cooking oil is processed into biodiesel fuel through a transesterification process into three variations, B40, B60, and B80. Testing of fuel variations on used oil stoves showed that the energy requirement value for B40 fuel had a higher value (0.27 kcal/second) than B60 fuel (0.22 kcal/second) and B80 fuel (0.18 kcal/second). The results shown for the combustion efficiency of B40 fuel have a higher average value (18.9%) than B60 fuel (17.2%) and B80 fuel (14.9%). This shows that the percentage of transesterification results of a mixture of used cooking oil and diesel fuel that is increasing, is seen to experience a decrease in the value of energy requirements and combustion efficiency. The highest combustion efficiency value is found in B40 fuel which has a mixture percentage of 40% transesterification oil and 60% diesel fuel. There was a decrease in combustion efficiency of 8.9% from B40 fuel to B60 fuel, and a decrease in combustion efficiency of 21.2% from B40 fuel to B80 fuel.
Desain Mesin Pemisah Kulit Kacang Tanah Menggunakan Sistem Transmisi Ganda Nanang Endriatno
Piston: Jurnal Teknologi Vol 10 No 1 (2025): June 2025
Publisher : Program Pendidikan Vokasi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/pistonjt.v10i1.111

Abstract

Post-harvest processing of peanuts requires an efficient outer skin peeling process to speed up the production process. Manual peeling is still common among farmers and small business actors, but this method is considered less efficient in terms of time and energy. Therefore, this study aims to develop a peanut peeling machine using a double belt transmission mechanism to improve work efficiency and peeling results. The machine development method includes designing and mechanism design. The machine is designed with a steel angle frame measuring 800 mm high × 500 mm long × 500 mm wide, using a peeling roller with a diameter of 267 mm and a length of 450 mm consisting of four spoons. The roller functions to scrape the peanut skin through a pressing system, while the sieve keeps the seeds and skins still during pressing. The mixture of peanut skin and seeds that have been separated will fall together through the sieve. Then it passes through the blower and separation occurs. This machine is driven by a 5.5 HP electric motor with a maximum rotation of 1400 rpm. The transmission system uses two belts and pulleys: a 100 mm input pulley and a 250 mm output pulley produce a roller rotation of 560 rpm, while the blower is driven by a 100 mm input and output pulley at 1400 rpm. This machine has the potential to be a practical mechanical solution to increase the efficiency of peeling results on a small industrial scale. Further development is needed to build a physical prototype of the machine and evaluate its performance and efficiency.
RANCANG BANGUN MESIN PENGGILING DAGING MENGGUNAKAN TENAGA PENGGERAK MOTOR LISTRIK Rivaldy; La Ode Ahmad Barata; Salimin
Piston: Jurnal Teknologi Vol 10 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Program Pendidikan Vokasi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/pistonjt.v10i2.112

Abstract

Mesin penggiling daging berfungsi untuk menghaluskan daging agar mudah dicampurkan dengan bahan makanan lain. Penelitian ini bertujuan untuk merancang mesin penggiling daging berbasis motor listrik serta mengetahui kinerja mesin hasil rancangan tersebut. Metode penelitian meliputi studi pustaka, observasi, perencanaan, desain, dan pembuatan mesin. Mesin dirancang menggunakan motor listrik 1 fasa berdaya 0,3 HP dengan kecepatan 2900 rpm dengan perbandingan pully yang digunakan yaitu 1 : 3, dan tegangan 220 volt sebagai sumber tenaga penggerak. Sistem transmisi yang digunakan berupa transmisi tunggal menggunakan sepasang pulley berdiameter 8 inci pada motor dan 22 inci pada poros penggiling. Hasil pengujian menunjukkan bahwa mesin memiliki putaran tanpa beban sebesar 1000 rpm dan putaran saat menggiling daging sebesar 995 rpm. Nilai getaran pada motor sebesar 0,25 cm/s dan pada rangka sebesar 0,33 cm/s, yang berdasarkan standar ISO 10816 termasuk dalam Zona A, menunjukkan tingkat getaran yang aman untuk dioperasikan. Mesin ini mampu menggiling daging dengan kapasitas rata-rata 0,033 kg/detik atau sekitar 2 kg/menit. Mesin ini menggunakan system transmisi tunggal yang berupa sepasang pulley dengan perantara v-belt untuk meneruskan dan menurunkan putarannya. Saat motor listrik dinyalakan, maka putaran motor listrik akan langsung di transmisikan ke pulley 1, putaran akan ditransmisikan ke pulley 2 melalui perantara v-belt, kemudian pulley 2 berputar, maka poros yang berhubungan dengan pulley alan ikut berputar sekaligus memutar poros ulir penggiling dan mata pisau potong. Hal tersebut dikarenakan ulir penggiling dan mata pisau potong dipasang seporos dengan pulley.
RANCANG BANGUN ALAT MESIN PERAJANG SINGKONG MENGGUNAKAN TENAGA PENGGERAK MOTOR LISTRIK Arifin; Maksin; Al Ichlas Imran; Aminur
Piston: Jurnal Teknologi Vol 10 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Program Pendidikan Vokasi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/pistonjt.v10i2.113

Abstract

Pengolahan singkong, seperti pembuatan keripik sangat dipengaruhi oleh ketebalan irisan singkong. Ketebalan irisan yang tidak konsisten dapat menyebabkan variasi dalam kualitas produk akhir, baik dari segi tekstur, rasa, maupun daya simpan. irisan yang terlalu tebal cenderung tidak renyah dan memerlukan waktu penggorengan yang lebih lama, sedangkan irisan yang terlalu tipis dapat menjadi cepat gosong dan kehilangan nilai gizi. Oleh karena itu masih perlu di lakukan pengembangan desain alat perajang singkong. Penelitian ini bertujuan untuk merancang alat perajang singkong menggunakan tiga mata pisau, dan mengetahui sistem kerja alat perajang singkong menggunakan tiga mata pisau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu studi Pustaka, observasi, perancangan alat, desain alat, perancangan alat. Hasil dari penelitian ini yaitu alat perajang singkong menggunakan tiga mata pisau merupakan sebuah inovasi yang memiliki potensi keunggulan dalam proses perajangan singkong, selain itu mesin perajang singkong hasil modifikasi ini menggunakan motor listrik 220 volt sebagai sumber tenaga penggerak. Mesin ini mempunyai sistem transmisi tunggal yang berupa sepasang pulley dengan perantara v-belt. Saat motor listrik dinyalakan, maka putaran motor listrik akan langsung di transmisikan ke pulley 1 yang di pasang seporos dengan motor listrik. Dari pulley 1, putaran akan di transmisikan ke pulley 2 melalui perantara v-belt, kemudian pulley 2 berputar, maka poros yang berhubungan dengan pulley akan berputar sekaligus memutar pisau perajang. Hal tersebut dikarenakan pisau perajang dipasang seporos dengan pulley 2.
Pemodelan Maket Menara Conventional Land Rig Sebagai Penerapan Project Based Learning Dalam Peralatan Pemboran dan Produksi Rachmasari Pramita Wardhani; Dorisno Patulak; Leo Agung Yusuf; Alvin Palullungan; Marselius Sarira
Piston: Jurnal Teknologi Vol 10 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Program Pendidikan Vokasi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/pistonjt.v10i2.114

Abstract

Dunia industri bidang produksi dan pengolahan minyak dan gas bumi menjadi menarik untuk dipelajari dalam bidang keilmuan yang terkait dengan manufaktur maupun industri perminyakan khususnya, serta bagi bidang keilmuan lainnya yang memiliki keterkaitan. Namun dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran tentu bukan hal yang mudah bagi pembelajar untuk melakukan peninjauan secara langsung untuk dapat berkunjung ataupun memiliki akses ke area lapangan pengeboran disebabkan ragam faktor krusial diantaranya seperti adanya faktor tingkat keamanan ataupun hal lainnya. Permasalahan dalam pembelajaran praktikum peralatan pemboran dan produksi yaitu dimana terdapatnya keterbatasan media ajar untuk simulasi maupun alat peraga atau pemodelan dalam pembelajaran yang menjadi faktor pendukung dalam peningkatan kualitas pembelajaran serta meningkatkan pemahaman bagi mahasiswa sebagai pembelajar. Tujuan dari penelitian ini adalah  bagaimana mengatasi keterbatasan dan meningkatkan pembelajaran praktek dengan melaksanakan kegiatan pembuatan Pemodelan Maket Menara Conventional Land Rig Sebagai Penerapan Project Based Learning Dalam Peralatan Pemboran dan Produksi dari bahan bambu dan limbah padat yang masih dapat digunakan. Metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu yang dapat memberikan output pembelajaran. Penugasan pembuatan maket ini dilaksanakan berupa tugas proyek sebagai bentuk dari terapan project-based learning yang diharapkan sebagai motivasi dalam pembelajaran dan dapat menambah pengenalan dasar serta meningkatkan pemahaman bagi mahasiswa tentang bagaimana area pengeboran. 
Analisis Performa Boiler Standard Kessel Berdasarkan Rasio Bahan Bakar dan Steam di PT. XYZ Otong Jaelani; Ali Imron; Dibyo Setiawan; Edward Simanjuntak; Agus Subeno
Piston: Jurnal Teknologi Vol 10 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Program Pendidikan Vokasi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/pistonjt.v10i2.117

Abstract

Salah satu mesin industri yang perannya sangat penting yaitu boiler. Boiler dalam perusahaan ini merupakan aset yang sangat penting bagi perusahaan, yang menghasilkan luaran berupa uap (steam). Pembakaran adalah suatu reaksi kimia antara bahan bakar dan oksigen yang menghasilkan panas. Konsumsi bahan bakar dan steam boiler yang dihasilkan menjadi hal yang diamati Perusahaan sebagai evaluasi perencanaan anggaran. Tujuan kegiatan ini yaitu menganalisis Analisis Performa Boiler Standard Kessel Berdasarkan Rasio Antara Bahan Bakar dan Steam di PT. XYZ. Metode Pelaksanaan dengan cara melakukan operasi boiler dan melakukan pencatatan operasi serta penelaahan Riwayat produksi. Hasil pengamatan dan penelaahan Riwayat produksi 1 Tahun mulai Juli 2021 sampai Juni 2022 diperoleh nilai rata-rata konsumsi bahan bakar 1009,43 Kg/Jam, kebutuhan air 5,72 m3/Jam dan luaran steam 7866,97Kg/Jam. Sehingga rasio yang diperoleh 130,98. Kesimpulan Performa Boiler Standard Kessel diperoleh 130,98 kg dari maksimal alokasi badan usaha 150 Kg. Kontribusi positif dari kegiatan ini bermanfaat bagi perusahaan mengendalikan alokasi anggaran bahan bakar dan luaran steam operasi boiler, kelebihan penggunaan bahan bakar berdampak pada kerugian perusahaan, sedangkan ketidaksesuaian luaran performa turbin menjadi indikasi terjadinya kerusakan yang dapat ditindaklanjuti.
Pengaruh Aditif Pelumas Hexagonal Boron Nitride terhadap Keausan Mesin Diesel B30 dalam Uji Durabilitas 200 Jam M Faizur Rijal Azhad; Parman; Immanuel Fredy Augustino; Rahmat Basya Shahrys Tsany; Dicki Nizar Zulfika
Piston: Jurnal Teknologi Vol 10 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Program Pendidikan Vokasi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/pistonjt.v10i2.118

Abstract

Nanopartikel boron nitride hexagonal (hBN) telah muncul sebagai aditif pelumas yang menjanjikan untuk mengurangi gesekan dan keausan pada mesin pembakaran internal. Penelitian ini menyajikan investigasi eksperimental komprehensif mengenai nanopartikel hBN tereksfoliasi sebagai aditif pelumas pada mesin diesel empat langkah satu silinder yang beroperasi dengan bahan bakar biodiesel B30. Pengujian durabilitas selama 200 jam dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh pelumas beraditif hBN terhadap karakteristik keausan mesin dan parameter kinerja, meliputi torsi, konsumsi bahan bakar spesifik, dan daya rem. Analisis keausan dilakukan pada komponen mesin kritis untuk mengukur mekanisme pengurangan keausan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nanopartikel hBN tereksfoliasi secara efektif mengurangi laju keausan pada mesin diesel berbahan bakar B30, berkontribusi pada peningkatan kinerja tribologi dan perpanjangan durabilitas mesin. Selain itu, pelumas beraditif menunjukkan efisiensi bahan bakar yang lebih baik tanpa mengorbankan kinerja mesin. Penelitian ini mengisi kesenjangan signifikan dalam literatur tribologi terkait efikasi nano-aditif dalam sistem pembakaran biodiesel dan memberikan wawasan praktis untuk operasi mesin berkelanjutan. Temuan ini menekankan potensi hBN sebagai nano-aditif fungsional dalam mendukung efisiensi dan keberlanjutan lingkungan dari mesin pembakaran internal berbasis bahan bakar nabati.
ANALISIS UJI GETARAN TERHADAP KUALITAS HASIL PENGEBORAN MESIN DRILING KNUTH TYPE KB 20 S Halman; Roberth Ratlalan; Multhazam
Piston: Jurnal Teknologi Vol 10 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Program Pendidikan Vokasi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/pistonjt.v10i2.119

Abstract

The drilling process is one of the most important machining processes in the manufacturing industry because it directly affects the dimensional accuracy, surface smoothness, and integrity of the workpiece material. One of the problems that often arise in the drilling process is machine vibration which can reduce the quality of the hole results. This study aims to analyze the effect of vibration levels on the quality of drilling results on a Knuth KB 20 S drilling machine. The research method used is an experimental method by conducting drilling tests at several variations in spindle rotational speed and feed rate. Vibration measurements were carried out using a vibration meter, while the quality of drilling results was evaluated based on the parameters of surface roughness, hole diameter, and tool wear level. The results showed that an increase in vibration amplitude was directly proportional to an increase in surface roughness and deviations in hole diameter. In addition, high vibration also accelerated the wear of the drill bit. Based on the results of the study, the highest vibration spike occurred in the initial start-up phase at the machine head with a value of 1.7 mms, which has the potential to cause mismatches in the initial hole dimensions and an increase in the surface roughness of the drilling results. After the initial phase, vibration levels decreased drastically and stabilized in the range of 0.2 to 0.3 mms, indicating that the machine had reached a more balanced and stable operating condition. Furthermore, the transfer of vibration to the table and the machine stand, particularly during the transition phase with vibration values ​​reaching 0.6 mms at the stand, indicated the need for structural reinforcement to prevent resonance that could affect the machine's stability and overall drilling quality.
Rancang Bangun Alat Pengiris Tempe Dengan Menggunakan Penggerak Motor Listrik Sudarsono; Samhuddin; La Ode Ahmad Barata; Muhamad Laskar Wahid; Urzunil Kadim; Zulkifli Ananda
Piston: Jurnal Teknologi Vol 10 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Program Pendidikan Vokasi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/pistonjt.v10i2.124

Abstract

Perkembangan dunia usaha menuntut adanya mesin yang dapat meningkatkan produtifitas usaha bagi kalangan industri utamanya pelaku usaha kecil - menengah. Karenanya, diperlukan mesin tepat guna dalam mendukung perkembangan usaha. Penggunaan motor bakar tentu menjadi tidak efisien dalam hal penggunaan bahan bakara dan kontaminiasi dengan produk yang dihasilkan. Mesin listrik menjadi pilihan utama dan praktis untuk mendukung produktifitas pelaku usaha. Rancang Bangun Alat Pengiris Tempe Dengan Menggunakan Penggerak Motor Listrik ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan keamanan proses pengirisan tempe yang umumnya dilakukan secara manual oleh pelaku UMKM. Mesin ini dirancang menggunakan motor listrik sebagai penggerak utama yang memutar pisau pemotong melalui sistem transmisi pulley dan V-belt. Hasil pengujian menunjukkan bahwa alat ini mampu mengiris tempe dengan ketebalan seragam (2–3 mm) dan kecepatan waktu rata-rata 3 detik per unit tempe. Tingkat keberhasilan pemotongan mencapai 95,7% untuk bentuk tempe kotak, menjadikan alat ini sangat layak untuk meningkatkan produktivitas industri makanan skala kecil. Alat ini masih memerlukan peningkatan kinerja alat seperti pengaturan putaran pengiris.
Rekayasa Material Serat Alternatif Melalui Desain Mesin Pengurai Sabut Kelapa Nanang Endriatno
Piston: Jurnal Teknologi Vol 10 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Program Pendidikan Vokasi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/pistonjt.v10i2.126

Abstract

Coconut fiber is a byproduct of the coconut industry that is abundant and has not been utilized optimally. Coconut fiber has good mechanical properties, is environmentally friendly, and has the potential to be used as an alternative fiber material. This study aims to design a coconut fiber decomposing machine that is capable of producing alternative fiber materials. The research methods include literature study, machine mechanism design, and machine design. The machine is designed with a 30x30x3 mm angle profile steel frame measuring 700x500x400 mm in height x length x width, using a decomposing cylinder with a diameter of 164 mm and a length of 355 mm. The decomposing cylinder functions to decompose coconut fiber into fiber. Another main component is the coconut fiber holder plate that functions to clamp the coconut fiber to keep it in position during machine operation. The coconut fiber will be held in the coconut fiber holder, while the other part will fall through the outlet channel. This machine is driven by a 5.5 HP electric motor with a maximum rotation of 1400 rpm. The transmission system uses a belt and pulleys, with a 70 mm input pulley and a 200 mm output pulley, producing a maximum rotation speed of 490 rpm. The design is expected to make a machine capable of increasing the added value of coconut fiber waste and supporting the development of alternative fibers based on natural fibers.