cover
Contact Name
Hidayati Desy
Contact Email
penajangkar97@gmail.com
Phone
+6281348408737
Journal Mail Official
maritimakademi.bjm@gmail.com
Editorial Address
LP2M Office - Jl. Gatot Subroto, Kebun Bunga, Kec. Banjarmasin Tim., Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan 70238 - Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Pena Jangkar
ISSN : 28081587     EISSN : 28081587     DOI : https://doi.org/10.54315/jpj.v2i1
Tatalaksana bidang maritim Tatalaksana bidang hukum maritim Tatalaksana bidang manajemen maritim Tatalaksana bidang pendidikan maritim
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 1 (2024)" : 5 Documents clear
PENGARUH MANAJEMEN UPAH TERHADAP PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA PADA KOPERASI TKBM SAMUDERA NUSANTARA BANJARMASIN Fathulliansyah, Noor; Rahmadana Putri; Saifuddin Amir
Pena Jangkar Vol 4 No 1 (2024)
Publisher : Akademi Maritim Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54315/pj.v4i1.138

Abstract

Manajemen merupakan seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi Mary Parker Follet ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Ricky W. Griffin mendefinisikan manajamen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efektif dan efisien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efesien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal. Manajemen belum memiliki definisi yang luas dan secara universal. Upah menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia uang dan sebagainya yang dibayarkan sebagai pembalas jasa atau sebagai pembayar tenaga yang sudah dikeluarkan untuk mengerjakan sesuatu, gaji, imbalan Penelitian dengan metode kualitatif, dengan Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Sumber data penelitian, yang berlokasi atau obyek dalam penelitian ini berada dikantor Koperasi TKBM Samudera Nusantara Banjarmasin yang beralamatkan di Jl. Cempaka Raya, Telaga Biru, Banjarmasin, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan 70117. Koperasi TKBM Samudera Nusantara Banjarmasin ini telah dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai.Data penelitian dikumpulkan baik lewat instrumen pengumpulan data, observasi, wawancara maupun lewat data dokumentasi. Sistem pengupahan tenaga kerja pada koperasi TKBM Samudera Nusantara Banjarmasin dilakukan dengan sistem upah borongan. Sedangkan upah minimum TKBM dihitung sekurang-kurangnya sama dengan upah minimum provinsi (UMP) atau upah minimum kabupaten/kota yang ditetapkan gubernur, bupati atau walikota. Upah bongkar muat yang merupakan salah satu faktor produktivitas tenaga kerja itu sendiri, semakin baik manajemen upah maka produktivitas tenaga kerja semakin meningkat. Abstract Management is the art of getting work done through other people. Mary Parker Follet's definition means that a manager is tasked with organizing and directing other people to achieve organizational goals. Ricky W. Griffin defines management as a process of planning, organizing, coordinating and controlling resources to achieve goals effectively and efficiently. Effective means that goals can be achieved according to planning, while efficiency means that existing tasks are carried out correctly, organized and according to schedule. Management does not yet have a broad and universal definition. Wages according to the Big Indonesian Dictionary are money and so on that are paid as compensation for services or as payment for energy that has been expended to do something, salary, reward Research using qualitative methods, the approach used in this research is a qualitative approach. The source of research data, which is located or the object in this research, is at the TKBM Samudera Nusantara Banjarmasin Cooperative office which is located at Jl. Cempaka Raya, Telaga Biru, Banjarmasin, Banjarmasin City, South Kalimantan 70117. The Samudera Nusantara Banjarmasin TKBM Cooperative has been equipped with adequate facilities and infrastructure. Research data was collected either through data collection instruments, observation, interviews or through documentation data. The labor wage system at the TKBM Samudera Nusantara Banjarmasin cooperative is carried out using a piece rate system. Meanwhile, the TKBM minimum wage is calculated to be at least the same as the provincial minimum wage (UMP) or district/city minimum wage set by the governor, regent or mayor. Loading and unloading wages are one of the factors of labor productivity itself. The better the wage management, the more labor productivity will increase
PELAYANAN KAPAL DAN BARANG OLEH AGEN OPERASIONAL PT. HERITAGE BAHTERA MARITIM CABANG BANJARMASIN Kamsariaty, Kamsariaty; Akhmad Syahbudin; Juhrani, Juhrani
Pena Jangkar Vol 4 No 1 (2024)
Publisher : Akademi Maritim Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54315/pj.v4i1.139

Abstract

Pelayanan kapal dan barang oleh agen operasional dalam konteks perkapalan merujuk pada berbagai layanan yang diberikan oleh agen operasional kapal kepada kapal dan barang yang tiba atau berangkat dari pelabuhan. Agen operasional kapal adalah perusahaan atau individu yang bertindak sebagai perwakilan atau perantara antara kapal, pemilik kapal, dan berbagai pihak terkait di Pelabuhan . Tujuan utama dari agen operasional kapal adalah memastikan proses operasional kapal berjalan lancar, efisien, dan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Metode Observasi merupakan langkah pengamatan yang dilakukan dengan mengamati kejadian sehari-hari atau yang ada disekitar dan mengangkat masalah tersebut sebagai objek penelitian Hal penting dalam observasi adalah mencatat hasilnya, beberapa dari bidang observasi memerlukan pencatatan secara detail dan harus siap dalam melakukan pencatatan. Hasil dari observasi pelayanan kapal dan barang oleh agen operasional di PT. Heritage Bahtera Maritim harus di catat dan dijelaskan secara detail. Simpulan yang dapat diambil berdasarkan hasil Praktek Kerja Lapangan Proyek Darat (PKL – PRODA), berikut adalah kesimpulannya: Proses atau tahapan dalam pelayanan kapal dan barang oleh agen operasional:Pemberitahuan kedatangan kapal;, Pemeriksaan kapal dan dokumen kapal;, Pembongkaran amonium nitrat;, Biaya atau tarif jasa pelayanan kapal di Pelabuhan, Jasa pelayanan air bersih, dan Prosedur keberangkatan kapal. Abstract Ship and goods services by operational agents in the context of shipping refer to various services provided by ship operational agents to ships and goods arriving at or departing from the port. Ship operational agents are companies or individuals who act as representatives or intermediaries between ships, ship owners and various related parties at the port. The main objective of a ship operational agent is to ensure that the ship operational process runs smoothly, efficiently and in accordance with applicable regulations. The Observation Method is an observation step that is carried out by observing daily events or those around you and raising the problem as an object of research. The important thing in observation is recording the results, some areas of observation require detailed recording and you must be ready to record them. Results from observations of ship and goods services by operational agents at PT. Maritime Ark Heritage must be recorded and explained in detail. Conclusions that can be drawn based on the results of Land Project Field Work Practices (PKL – PRODA), are as follows: Process or stages in ship and goods service by operational agents: Notification of ship arrival;, Inspection of ships and ship documents;, Unloading of ammonium nitrate;, Costs or rates for ship services at the port, clean water services, and ship departure procedures.
IMPLEMENTASI SISTEM MANAGEMEN KESELAMATAN DIATAS KAPAL PADA PT. PATRIA MARITIME LINES CABANG BANJARMASIN Moch. Nurdin; Andri Ali Wardhana; Hadiansyah, Hadiansyah
Pena Jangkar Vol 4 No 1 (2024)
Publisher : Akademi Maritim Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54315/pj.v4i1.140

Abstract

Abstrak Pelayaran merupakan unsur yang sangat menentukan dalam kelancaran transportasi laut untuk menunjang pencapaian sasaran pembangunan nasional. Ketidak selarasan penanganan sistem dan masalah transportasi laut serta timpangnya perhatian terhadap persoalan keselamatan pelayaran, dapat menghambat penyediaan layanan transportasi di seluruh wilayah Benua Maritim Indonesia. Kelancaran transportasi laut merupakan media interaksi antar pulau yang berperan sebagai “jembatan penghubung”, yang efektif dan efisien dalam perwujudan wawasan nusantara. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, metode penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil dari penelitian yang berupa data-data yang diperoleh sesuai dengan kondisi perusahaan yang berupa data non statistik dengan metode pengumpulan data kualitatif seperti wawancara dan dokumentasi, survey, observasi, dan studi pustaka. Data yang diperlukan seperti Arsip dokumen tanda terima APD, dan arsip form induksi awak kapal. Peralatan keselamatan, pencegah dan pemadam kebakaran, perlengkapan pernapasan dan perlengkapan lain harus tersedia sesuai dengan peraturan nasional dan internasional yang diterapkan di kapal. Peletakan peralatan keselamatan dan pemadam kebakaran diatur berdasarkan petunjuk safety plan dan fire control plan masing-masing kapal. Abstract Shipping is a crucial element in the smooth running of sea transportation to support the achievement of national development targets. Inconsistency in handling maritime transportation systems and problems as well as inadequate attention to shipping safety issues, can hamper the provision of transportation services throughout the Indonesian Maritime Continent. Smooth sea transportation is a medium of interaction between islands which acts as a "connecting bridge", which is effective and efficient in realizing the insight of the archipelago. The method used is descriptive research with a qualitative approach, this research method aims to describe the results of the research in the form of data obtained in accordance with company conditions in the form of non-statistical data with qualitative data collection methods such as interviews and documentation, surveys, observations, and literature review. Required data includes archives of PPE receipt documents, and archives of crew induction forms. Safety, fire prevention and extinguishing equipment, breathing equipment and other equipment must be available in accordance with national and international regulations applied on board the ship. The placement of safety and fire fighting equipment is regulated based on the safety plan and fire control plan instructions for each ship.
PERANAN AGEN DALAM PENGURUSAN CLEARANCE IN DAN CLEARANCE OUT DI KSOP KELAS 3 SAMPIT Rosaria santi, Irnita; Hidayati Desy; Elisa Rosiana
Pena Jangkar Vol 4 No 1 (2024)
Publisher : Akademi Maritim Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54315/pj.v4i1.141

Abstract

Abstrak Clearance sebagai pengurusan berbagai macam dokumen yang diperlukan bagi kapal, Sangatlah penting bagi keselamatan kapal, barang yang diangkut, punumpang dan awaknya, dalam keagenan ada dua istilah clearance Seperti Clearance In adalah suatu proses untuk mendapatkan izin dari pihak instansi pelabuhan untuk melakukan aktivitas di wilayah pelabuhan-pelabuhan tersebut, dan Clearance Out adalah suatu proses untuk mendapatkan izin keluar pelabuhan untuk melanjutkan kegiatan pelayaran ke pelabuhan berikutnya kepada pihak instansi pelabuhan setelah menyelesaikan aktivitasnya di pelabuhan tersebut. Metodologi yang digunakan adalah metode Kualitatif yaitu Deskriptif suatu rumusan masalah yang memandu penelitian untuk mengeksplorasi atau memotret situasi sosial yang akan diteliti secara menyeluruh, luas dan mendalam. Analisis data dilakukan dengan metode deskriftif dan analitik. Berdasarkan data yang sudah didapatkan dari peranan agen dalam pengurusan clearance in dan clearance out di PT. Anugerah Mahadaya Nusantara yang kemudian secara bertahap dalam membuat hasil laporan. Seperti Observasi dengan melakukan pengumpulan data secara langsung di lapangan dengan mengamati aktivitas yang dilakukan dalam pengurusan clearance in dan clearance out. Wawancara secara langsung dengan pimpinan PT. Anugerah Mahadaya Nusantara, karyawan PT. Hasil pembahasan dalam menangani clearance yang perlu agar dapat dimengerti dan diikuti dengan baik, maka yang perlu diamati misalnya proses pengurusan clearance dilaksanakan oleh agen dengan instansi – instansi yang berwenang, seperti kantor Otoritas Pelabuhan, Bea dan Cukai, Imigrasi, Karantina lancarnya proses penanganan clearance berarti lancarnya masuk dan keluarnya kapal dari pelabuhan sesuai dengan rencana pelayaran. Abstract Clearance is the processing of various types of documents required for a ship. It is very important for the safety of the ship, the goods being transported, passengers and crew. In the agency there are two clearance terms. For example, Clearance In is a process to obtain permission from the port agency to carry out activities in the port area. -the port, and Clearance Out is a process to obtain permission to leave the port to continue shipping activities to the next port from the port agency after completing its activities at that port. The methodology used is a qualitative method, namely descriptive, a problem formulation that guides research to explore or photograph the social situation that will be researched thoroughly, broadly and in depth. Data analysis was carried out using descriptive and analytical methods. Based on data that has been obtained from the role of agents in managing clearance in and clearance out at PT. Anugerah Mahadaya Nusantara which then gradually produces the results of the report. Such as observation by collecting data directly in the field by observing activities carried out in processing clearance in and clearance out. Direct interview with the head of PT. Anugerah Mahadaya Nusantara, employee of PT. The results of the discussion in handling clearances need to be understood and followed properly, so what needs to be observed is that the clearance processing process is carried out by agents with authorized agencies, such as the Port Authority, Customs and Excise, Immigration and Quarantine offices, meaning that the smoothness of the clearance handling process means smooth entry and exit of ships from the port in accordance with the shipping plan.
PELAYANAN PERMOHONAN PENGGUNAAN ALUR DI PT. AMBANG BARITO NUSAPERSADA KOTA BANJARMASIN Suwestian, Firdaus; David Bastian Sihombing; Veby Senopati Silam; Edison, Edison
Pena Jangkar Vol 4 No 1 (2024)
Publisher : Akademi Maritim Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54315/pj.v4i1.142

Abstract

Abstrak Dalam wilayah perairan ini pula terdapat kegiatan-kegiatan pelabuhan lainnya seperti pelabuhan khusus, dermaga khusus industri perkayuan dan umum, dermaga khusus penumpukan batu bara dan lain-lain.Sehubungan dengan hal tersebut perlu adanya kajian dimensi alur pelayaran rencana yang telah ada sekarang ini untuk mendapatkan dimensi alur pelayaran yang sesuai persyaratan teknis demi keselamatan, kelancaran dan keamanan harus disesuaikan terhadap dimensi kapal-kapal yang melintasinya terutama untuk kapal-kapal penyeberangan dan kapal-kapal.besar lainnya. Sehingga bisa diketahui sebarapa besar volume pengerukan yang harus dilakukan pada ambang luar alur pelayaran Sungai Barito.Pelabuhan Trisakti Banjarmasin sebagai Pelabuhan terbesar di wilayah Kalimantan Selatan yang mempunyai hinterland yang kaya akan potensi sumber daya alam (antara lain : hutan, perikanan dan bahan tambang). Metode penetlitian yang digunakan adalah metode kualitatif, metode ini lebih memahami fenomena tentng bapa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah. Adapun data yang dikumpulkan sesuai dengan sifat penelitian, yaitu lapangan dan pustaka. Maka dengan landasan tersebut landasan pengumpulan data dilakukan dengan cara:.Observasi, yaitu penulis langsung turun kelokasi penelitian untuk melihat langsung mengenai masalah yang diteliti. Simpulan Berdasarkan hasil pembahasan yang sesuai dengan judul yang penulis ajukan, maka penulis dapat menarik kesimpulan bahwa, PT. Ambang Barito Nusapersada dikatakan sangat baik, karena sudah mengatasi masalah kronis pendangkalan Alur Barito yang sebelumnya digarap oleh pemerintah pusat dengan APBN, sekarang dengan adanya alur baru ini mempermudah pihak lain tanpa ada hambatan yang seperti sebelumnya. Dalam pelayanannya PT. Ambang Barito Nusapersada selalu memberikan pelayanan yang baik dan ramah kepada konsumen pengguna Alur Barito Banjarmasin, serta PT. Ambang Barito Nusapersada selalu memberikan pelayanan dengan kulitas dan kuantitas yang sangat baik sehingga memberikan dampak yang sangat baik dalam transportasi laut. Abstract In this water area there are also other port activities such as special ports, special docks for the timber and general industry, special docks for coal storage and so on. In connection with this, it is necessary to study the dimensions of the currently existing planned shipping lanes to obtain dimensions of shipping lanes that comply with technical requirements for safety, smoothness and security must be adjusted to the dimensions of ships passing through them, especially for ferry ships and other large ships. So we can know how much dredging volume must be carried out on the outer threshold of the Barito River shipping channel. Trisakti Banjarmasin Port is the largest port in the South Kalimantan region which has a hinterland that is rich in potential natural resources (including: forests, fisheries and mining materials). The research method used is a qualitative method, this method better understands the phenomena about fathers experienced by research subjects, for example behavior, perceptions, motivations, actions and by means of descriptions in the form of words and language, in a special natural context and by utilizing various natural methods. The data collected is in accordance with the nature of the research, namely field and library. So with this foundation, the basis for data collection was carried out by: Observation, namely the author went directly to the research location to see directly the problem being studied. Conclusion Based on the results of the discussion in accordance with the title proposed by the author, the author can draw the conclusion that, PT. The Barito Nusapersada threshold is said to be very good, because it has overcome the chronic problem of shallowing of the Barito Channel which was previously handled by the central government with the APBN, now with this new channel it is making things easier for other parties without any obstacles like before. In its services PT. Ambang Barito Nusapersada always provides good and friendly service to consumers using Alur Barito Banjarmasin, as well as PT. Ambang Barito Nusapersada always provides services with excellent quality and quantity so that it has a very good impact on sea transportation

Page 1 of 1 | Total Record : 5