cover
Contact Name
Hidayati Desy
Contact Email
penajangkar97@gmail.com
Phone
+6281348408737
Journal Mail Official
maritimakademi.bjm@gmail.com
Editorial Address
LP2M Office - Jl. Gatot Subroto, Kebun Bunga, Kec. Banjarmasin Tim., Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan 70238 - Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Pena Jangkar
ISSN : 28081587     EISSN : 28081587     DOI : https://doi.org/10.54315/jpj.v2i1
Tatalaksana bidang maritim Tatalaksana bidang hukum maritim Tatalaksana bidang manajemen maritim Tatalaksana bidang pendidikan maritim
Articles 65 Documents
PERAN DOSEN DALAM MEMBANGUN KESADARAN SALAT LIMA WAKTU TARUNA AKADEMI MARITIM NUSANTARA BANJARMASIN Akhmad Syahbudin; Noor Fathulliansyah; Andri Ali Wardhana
Pena Jangkar Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : Akademi Maritim Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54315/jpj.v2i1.28

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dosen Akademi Maritim Nusantara Banjarmasin dalam membangun kesadaran salat lima waktu meliputi: bimbingan, keteladanan dan motivasi, serta mengetahui Faktor pendukung dan penghambat dalam membangun kesadaran salat lima waktu. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deksriptif. Subjek penelitian adalah 2 orang dosen (latarbelakang Pendidikan S2 Pendidikan Agama Islam) dan 2 orang dosen penasehat akademik. Adapun objek dalam penelitian ini adalah peran dosen dalam membangun kesadaran salat lima waktu meliputi: bimbingan, keteladanan dan motivasi. serta faktor pendukung dan penghambatnya. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa peran dosen sudah baik seperti yang diharapkan seperti halnya: (1) Dosen sebagai pembimbing. (2) Dosen sebagai teladan. (3) Dosen sebagai motivator. Faktor pendukung yaitu kegiatan pembelajaran yang berkaitan dengan kegiatan sudah tersedianya fasilitas kampus yang memadai untuk salat berjamaah. Adapun faktor penghambatnya yaitu kurangnya partisipasi dan pengawasan orang tua sehingga menyerahkan semuanya ke kampus.
ANALISIS ALUR KERJA DAN DOKUMEN PADA BIDANG KEAGENAN DI PT. JALA TRANS SINERGI Bambang Fry; Irnita Rosariasanti
Pena Jangkar Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : Akademi Maritim Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54315/jpj.v2i1.30

Abstract

Perusahaan pelayaran yang menyediakan pelayanan keagenan kapal harus dapat melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik dan benar. Disini agen bertindak sebagai pihak yang mewakili pemilik kapal dalam mempersiapkan segala sesuatu agar kegiatan kapal selama di pelabuhan dapat berjalan sesuai dengan rencana. Agen juga harus mempersiapkan fasilitas dan sebelum kapal tiba dan memastikan kegiatan bongkar muat dapat berjalan dengan baik sehingga dapat memberikan pelayanan sepenuhnya terhadap kepentingan kapal selama di pelabuhan Pada metode penelititian ini adalah metode kualititatif, dengan tujuan untuk mendapatkan data dan informasi yang diperlukan, penulis melakukan melakukan langkah-langkah dalam mengumpulkan data melalui Data Primer yang mana Data primer adalah data yang diperoleh dengan melakukan wawancara langsung pada karyawan dan dokumentasi PT. Jala Trans Siner, Sungai danau Hasil pembahasan Alur Latter of appoitment adalah surat penunjuk keagenan yang dikeluarkan oleh pemilik kapal yang ditujukan kepada agen yang ditunjuk.(Sambil menunggu kapal datang). Serta menyiapkan beberapa langkah-langlah sesuai ketentuan yang berlaku, Kemudian agen menuju ke kantor Syahbandar dan membawa beserta surat-surat atau dokemen-dokumen yang di kumpulkan tadi untuk mengurus atau membuat SPB (surat persetujuan berlayar). Dan setelah surat SPB di terbitkan oleh Syahbandar dan diserahkan ke agen maka kapal siap untuk di berangkatkan.
NEEDS ANALYSIS OF ENGLISH COURSE FOR CADETS AT NUSANTARA MARITIME ACADEMY BANJARMASIN Muhammad Arinal Rahman; Elisa Rosiana; Moch Nurdin
Pena Jangkar Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : Akademi Maritim Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54315/jpj.v2i1.32

Abstract

Cadets at Nusantara Maritime Academy Banjarmasin are expected to have a strong command of the English language. They will be in a better position to succeed professionally in the future if they can speak clearly and fluently in English. This research aimed to explore the educational content that ought to be taught based on a needs analysis. This research used a mixed-method approach, consisting of a questionnaire and an interview. Cadets and lecturers from the Language Center at Nusantara Maritime Academy in Banjarmasin participated in this research. According to the study's conclusions, the course's instructional materials must be written in English and include sections on administrative abilities, communication skills, and the processes for using tools aboard ships. More opportunities for the cadets to improve their speaking and pronunciation are required. To make the English lesson more enjoyable, genuine materials and forms of media entertainment, such as songs, videos, and images, should be provided as part of the course.
PROSES KEGIATAN PEMUATAN BATUBARA PADA PELABUHAN KHUSUS MILIK PT. TALENTA BUMI DI SUNGAI PUTING MARABAHAN BARITO KUALA rusdi Bahar; Wildani Khotami
Pena Jangkar Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : Akademi Maritim Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54315/jpj.v2i1.35

Abstract

Sebagai langkah awal untuk memahami judul penelitian ini, dan untuk menghindari kesalahpahaman, penulis merasa perlu untuk menjelaskan beberapa kata yang menjadi judul penelitian ini. Judul yang dimaksud adalah Proses Kegiatan Pemuatan Batubara Pada Pelabuhan Khusus PT. Bakat Bumi Di Sungai Marabahan, Barito Kuala. Uraian arti beberapa istilah yang termuat dalam judul Tugas Akhir ini adalah sebagai berikut: Proses adalah rangkaian pelaksanaan atau kejadian yang saling terkait yang secara bersama-sama mengubah input menjadi output. Muatan adalah proses pemuatan batubara dari stockfile ke tongkang. Batubara adalah batuan mudah terbakar berwarna coklat tua yang dihasilkan ketika tanaman tanah dan air menumpuk dan terkubur selama usia geografis yang ditransmisikan oleh panas dan tekanan. Butuh waktu lama untuk membentuk lapisan endapan batu bara yang tebal dan lebar di mana tanah perlahan-lahan tenggelam. konon, mereka terkubur di bawah tanah perlahan-lahan sementara tanah terendam, pasir menutupinya, dan tanaman tumbuh subur di atasnya. Pelabuhan diatur dalam UU No. 17 Tahun 2008 yang dapat diartikan sebagai suatu tempat yang terdiri dari daratan dan/atau perairan dengan batas-batas tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintahan dan kegiatan usaha yang digunakan sebagai tempat kapal berlabuh, naik turun penumpang, dan/atau memuat dan bongkar muat barang berupa terminal dan tempat bongkar muat barang. tempat berlabuh kapal yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan dan keamanan pelayaran dan kegiatan penunjang kepelabuhanan serta sebagai tempat transportasi intra dan antar moda. PT. Bakat Bumi Di Sungai Marabahan Puting Barito Kuala adalah perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batubara di kawasan Sungai Puting, Kabupaten Barito Kuala Marabahan, Kalimantan Selatan.
ANALISIS PELAKSANA MANAJEMEN GUDANG LOGISTIC PADA PT. ICON CONTAINER LIN CABANG BANJARMASIN Kamsariaty; Juhrani; Hidayati Desy
Pena Jangkar Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : Akademi Maritim Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54315/jpj.v2i1.36

Abstract

Pelabuhan Trisakti Banjarmasin sebagai jantung pergerakan barang di tuntut untuk selalu memberikan pelayanan yang efesien terhadap arus barang yang masuk dan keluar pada PT. Icon Container Line Cabang Banjarmasin. Pada umumnya tugas pokok pelabuhan adalah menyediakan fasilitas dan peralatan yang dapat melayani secara cepat, aman dan biayanya relatif murah. Dilakukan juga perhitungan tingkat pemakaian dan daya lalu gudang dan lapangan penumpukan. Sedangkan untuk menghitung lamanya waktu penumpukan barang di gudang dan lapangan penumpukan digunakan metode antrian yang didapatkan dari arus kedatangan barang dan lamanya barang disimpan. Hal ini sesuai tujuan penelitian untuk mengetahui pelaksanaan dalam pemberian pelayanan jasa gudang logslistic pada PT. Icon Container Line Cabang Banjarmasin dan mengetahui penyelesaian hambatan yang menjadi kendala terhadap pelayanan dalam pelayanan Jasa gudang logslistic pada PT. Icon Container Line Cabang Banjarmasin. Metode penelitian ini adalah metode kualitatif yang mana dapat diartikan sebagai penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, dimana peneliti sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara trianggulasi (gabungan). Penelitian kualitatif ditujukan untuk memahami fenomena-fenomena sosial dari sudut atau perspektif partisipan. partisipan adalah orang-orang yang diajak berwawancara, diobservasi, diminta memberikan data, pendapat, pemikiran, persepsinya. Pemahaman diperoleh melalui analisis berbagai keterkaitan dari partisipan dan melalui penguraian “pemaknaan partisipan” tentang situasi-situasi ataupun peristiwa-peristiwa. Adapun Lokasi yang dipilih untuk penelitian ini adalah PT. Icon Container Line Cabang Banjarmasin, dengan objek pada pelaksanaan manajemen gudang logistic tersebut Hasil penelitian disimpulkan bahwa setiap barang yang ada digudang PT. Icon Container Line Cabang Banjarmasin harus ada laporan pertanggungjawaban. Laporan pertanggungjawaban ini meliputi laporan pembelian, penerimaan, penyimpanan, pemeliharaan, dan distribusi barang. Selama barang berada di dalam gudang maka barang tersebut harus diperiksa keberadaannya dan juga jumlahnya. Laporan dibuat setiap satu bulan sekali pada akhir bulan. Tujuannya untuk mengecek apakah ada kesesuaian antara yang tertulis dengan kondisi yang ada di gudang.
MANAJEMEN PELAYANAN PETUGAS JASA PENYEBERANGAN KAPAL FERY DI DERMAGA BANJAR RAYA PADA DINAS PERHUBUNGAN KOTA BANJARMASIN Wildani Khotami; Rusdi Bahar
Pena Jangkar Vol 2 No 2 (2023)
Publisher : Akademi Maritim Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54315/penajangkar.v2i2.39

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Untuk mengetahui bagaimana Manajemen Pelayanan Petugas Jasa Penyeberangan Kapal Fery Di Dermaga Banjar Raya pada Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin 2) Untuk mengetahui sistem pelayanan atau jasa yang melibatkan sejumlah interaksi dengan konsumen atau barang-barang sehingga berhubungan dengan Penyeberangan tentu berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan jaringan jalan dan/atau jaringan jalur yang dipisahkan oleh perairan untuk mengangkut penumpang dan kendaraan beserta muatannya. Berdasarkan hasil penelitian selama ini Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin, Penggunaan jasa penyebrangan mengalami peningkatan yang cukup signifikan karena bertambanhnya mobilitas penduduk serta pertumbuhan angka penggunaan roda dua dan roda empat meningkat setiap bulannya. Terlihat dari penggunaan Kapal fery atau kapal penyeberangan adalah sebuah kapal transportasi jarak dekat. Kapal fery merupakan kapal yang memenuhi syarat-syarat pelayaran di laut dan dipakai untuk menyelenggarakan perhubungan tetap, misalnya antar pulau. Dinas Perhubungan atau biasa disingkat Dishub daerah Kota Banjarmasin. Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin memiliki wewenang untuk memberikan izin persuratan terkait transportasi dan perhubungan seperti urus izin usaha angkutan, izin angkutan penumpang umum, izin angkutan barang, penerbitan Izin Trayek dan Kartu Pengawasan Angkutan Penumpang Umum, Izin Trayek Angkutan Antar Jemput, Izin Operasi Angkutan Sewa, Izin Operasi Angkutan Pariwisata, Surat Persetujuan Izin Trayek (SPIT), Izin Operasi (SPIO) Angkutan Taksi Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dan lainnya.
ANALISIS PENANGANAN CLEARANCE SISTEM INAPORTNET PADA PT. KARTIKA SAMUDRA ADIJAYA CABANG BATULICIN Irnita Rosariasanti; Andri Ali Wardhana; Cocon Adi Tulus
Pena Jangkar Vol 2 No 2 (2023)
Publisher : Akademi Maritim Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54315/penajangkar.v2i2.42

Abstract

Pertumbuhan jumlah perusahaan pelayaran di Indonesia, maka persaingan usaha di bidang pelayaran akan semakin ketat. Oleh karena itu, perusahaan pelayaran harus memiliki seorang operasional yang handal dalam menghadapi ketatnya persaingan. Faktor yang menentukan efektif dan efisiensinya operasional kapal di pelabuhan adalah hubungan yang kondusif serta perlu adanya koordinasi yang baik dengan instansi atau pihak-pihak yang berkepentingan dalam operasional kapal selama di pelabuhan seperti pihak syahbandar, kantor immigrasi, bea cukai, kantor karantina kesehatan pelabuhan, polisi air laut, kesatuan penjagaan laut dan pantai, agar meminimalisir keterlambatan kapal datang maupun berangkat sebuah kapal. Dalam pelaksanaannya sendiripun banyak perusahaan pelayaran maupun pemilik kapal dapat mengurusi kebutuhan kapal- kapalnya sendiri, oleh karena itu, diperlukan adanya penunjukan keagenan guna memperlancar kegiatan kapal disetiap pelabuhan yang akan dikunjungi contohnya di PT. Pelindo III Indonesia cabang Batulicin. Adapun jenis pendekatan penelitian ini adalah deskriptif. Penelitian deskriptif yaitu penelitian yang berusaha untuk menuturkan pemecahan masalah yang ada sekarang berdasarkan data-data, dengan lebih banyak bersifat uraian dari hasil wawancara dan studi dokumentasi. Data yang telah diperoleh akan dianalisis secara kualitatif serta diuraikan dalam bentuk deskripsi. Hasil pembahasan pada proses penyelesaian clearance kapal pada PT. Katika Samudra Adijaya Cabang Batulicin telah berubah dari sistem manual menjadi sistem online atau menggunakan Inaportnet. Penyelesaian clearance kapal menggunakan sistem Inaportnet melalui beberapa tahap yakni, persiapan, proses clearance in, mulai dari sebelum kapal datang dan pada saat kapal sandar di pelabuhan, dan proses clearance out. Agen mengajukan layanan kapal keluar melalui sistem Inaportnet dengan mengupload data agar bisa diakses oleh penyelenggara pelabuhan (Otoritas Pelabuhan), Pelindo, beberapa Laporan Kedatangan Kapal (LKK), dan Lapporan Kedatangan dann Keberangkatan Kapal (LK3). Setelah semua dokumen clear dan dokumen selesai diperiksa, agen membawa kembali dokumen ke atas kapal untuk diserahkan kepada nakhoda dan dokumen kapal diperiksa kembali oleh nakhoda.
ANALISIS PENGARUH KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP PELAYANAN BONGKAR MUAT KAPAL PETIKEMAS PADA PT. PELINDO TERMINAL PETIKEMAS TPK PANTOLOAN Muhammad Lutfillah; Kamsariaty; Noor Fathulliansyah
Pena Jangkar Vol 2 No 2 (2023)
Publisher : Akademi Maritim Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54315/penajangkar.v2i2.43

Abstract

Salah satu pelabuhan terminal petikemas di Indonesia bagian timur yaitu Terminal Peti Kemas (TPK) Pantoloan yang di operasikan oleh PT. Pelabuhan Indonesia (Persero), perusahaan ini adalah salah satu pelayanan jasa dibidang kepelabuhanan untuk melayani penangan peti kemas di Pelabuhan Pantoloan, dan berfungsi untuk melayani kegiatan bongkar muat peti kemas, penumpukan peti kemas, penerimaan atau pengiriman (receiving or delivery) peti kemas, dan kegiatan penunjang lainnya. Pada dasarnya, pelayanan TPK Pantoloan berorientasi kepada beberapa kebijakan dasar yaitu, efesiensi biaya, efektifitas waktu, dan juga kepuasan pengguna jasa. Metode penelitian yang digunakan Penelitian kualitatif deskriptif. Kesimpulan dalam penelitian ini meliputi berdasarkan hasil Importance Performance Analysis didapatkan hasil bahwa Atribut kualitas layanan yang masih dalam kuadran A sebanyak 5 atribut yaitu: respon pada saat kedatangan yaitu karyawan memberikan respon yang baik pada saat konsumen datang, kecepatan dalam merespon kebutuhan konsumen yaitu karyawan merespon dengan cepat kebutuhan konsumen, ketanggapan yaitu kemampuan karyawan dalam melakukan layanan (service), layanan yang ramah yaitu karyawan melayani konsumen dengan ramah, penataan ruang tunggu yaitu penataan ruang tunggu untuk konsumen dapat membuat nyaman dan tidak bosan. Atribut kualitas layanan yang masuk dalam kuadran B adalah pengetahuan tentang peti kemas yaitu karyawan memiliki pengetahuan peti kemas sehingga mampu melayani konsumen dengan baik, efisiensi waktu yaitu karyawan melayani sesuai dengan waktu yang dijanjikan dan kehandalan yaitu kemampuan karyawan dalam melayani konsumen dengan keahlian yang dimiliki dengan layanan tepat waktu.
KEMAMPUAN LITERASI PARAGRAF DAN KAITANNYA DENGAN PENYELESAIAN MASALAH MATEMATIKA PADA TARUNA TINGKAT 1 AKADEMI MARITIM NUSANTARA BANJARMASIN Juhrani; Hidayati Desy; Akhmad Syahbudin
Pena Jangkar Vol 2 No 2 (2023)
Publisher : Akademi Maritim Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54315/penajangkar.v2i2.50

Abstract

Kemampuan menulis merupakan sarana penting bagi individu untuk tetap diperhitungkan dalam pergaulan karena menulis merupakan komunikasi untuk menyampaikan pengetahuan, ide, gagasan, dan perasaan kepada orang lain baik individu atau pun masyarakat baik pada lingkungan lokal, regional maupun global. Sesuai masalah pada penelitian Bagaimana kemampuan literasi paragraf taruna? Bagaimana kemampuan pemecahan masalah matematika pada soal cerita? Bagaimana keterkaitan kemampuan literasi paragraf dan kemampuan penyelesaian masalah matematika pada soal cerita? Menulis juga dapat menurunkan atau melukiskan lambang-lambang grafik menggambarkan suatu bahasa yang dipakai oleh seseorang, sehingga orang-orang lain dapat membaca lambang-lambang grafik tersebut kalau mereka memahami bahasa dari gambaran grafik itu. Dengan demikian, setiap tulisan memiliki gagasan atau ide yang tertuang dalam tulisan harus logis, diekspresiakan secara jelas, dan ditata secara menarik. Karena menulis merupakan sebuah keterampilan, pemerolehan kemampuan menulis pun harus melalui praktik dan latihan secara terus-menerus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah taruna tingkat I Akademi Maritim Nusantara Banjarmasin. Sampel dipilih berdasarkan teknik purposive sampling, yaitu sampel dipilih berdasarkan kategori yang telah diberikan. Sampel penelitian ini terdiri dari 6 orang, dengan pembagian 2 orang dengan kategori kecemasan tinggi, 2 orang dengan kecemasan sedang, serta dan 2 orang dengan tingkat kecemasan rendah. Selain memperoleh data melalui angket, peneliti juga mengumpulkan data melalui observasi. Hasil pembahasan Berdasarkan data yang didapat dari intrumen kemampuan pemecahan masalah matematika, taruna dengan kemampuan literasi paragraf tinggi memiliki kemampuan pemecahan masalah yang tinggi juga. S-27 dan S-28 mempunyai kemampuan pemecahan matematika yang baik. Mereka bisa memahami soal dengan baik, sudah bisa menghubungkan denga dunia nyata, serta bisa menyelesaikan permasalahan dengan dengan permasalahan yang rumit. Namun untuk membuat generalasi permasalahan matematika tersebut masih belum bisa.Data kemampuan literasi paragraf kategori sedang yaitu untuk subjek S-12 dan S-19. Kemampuan mereka dalam memahami pemecahan masalah matematika cukup baik. Subjek cukup mampu melakukan prosedur penyelesaian permasalahan secara baik. Subjek bisa menggunakan rumus penyelesaian matematika dengan baik. Sehingga untuk permasalahan rutin pada pembelajaran matemattika subjek juga bisa menyelesaikan.
INVESTIGATING MARITIME CADETS’ DIFFICULTIES IN ENGLISH SPEAKING AT NUSANTARA MARITIME ACADEMY BANJARMASIN Muhammad Arinal Rahman; Elisa Rosiana; Moch. Nurdin
Pena Jangkar Vol 2 No 2 (2023)
Publisher : Akademi Maritim Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54315/penajangkar.v2i2.51

Abstract

This study examined the English-speaking barriers faced by marine cadets at Nusantara Maritime Academy in Banjarmasin. This study employed a qualitative, descriptive-analytic approach. In this study, there were 30 participants or cadets; 15 were level 1 cadets in their first semester, and 15 were level 2 cadets in their third semester. Interviews and observation were the tools employed in this study. The statistics showed that the Nusantara Nautical Academy in Banjarmasin's maritime cadets had difficulty speaking English. The issues mentioned were solely the linguistic component of speaking ability, specifically a lack of vocabulary, poor pronunciation, and improper grammar. It was discovered that grammar problems were widespread problem among nautical cadets. Lack of vocabulary was the second challenge maritime cadets encountered. The most recent issue was improper pronunciation.