cover
Contact Name
Hidayati Desy
Contact Email
penajangkar97@gmail.com
Phone
+6281348408737
Journal Mail Official
maritimakademi.bjm@gmail.com
Editorial Address
LP2M Office - Jl. Gatot Subroto, Kebun Bunga, Kec. Banjarmasin Tim., Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan 70238 - Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Pena Jangkar
ISSN : 28081587     EISSN : 28081587     DOI : https://doi.org/10.54315/jpj.v2i1
Tatalaksana bidang maritim Tatalaksana bidang hukum maritim Tatalaksana bidang manajemen maritim Tatalaksana bidang pendidikan maritim
Articles 75 Documents
PERSISTENSI SOLIDARITAS MEKANIK DAN KESADARAN KOLEKTIF PETANI MELALUI TRADISI MALABANG DI ERA MODERN (STUDI DI KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH Ni'mah; Sumiati; Muhammad Tahdianoor; Marsudi
Pena Jangkar Vol 6 No 1 (2026)
Publisher : Akademi Maritim Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54315/pj.v6i1.226

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemaknaan sosial dan manifestasi solidaritas mekanik dalam tradisi malabang (menjemur gabah di jalan umum) di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, dilatarbelakangi oleh munculnya tumpang tindih antara fungsi infrastruktur transportasi publik dan kebutuhan ruang ekonomi-sosial masyarakat di tengah arus modernisasi pertanian. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam kepada petani dan pengguna jalan, serta dokumentasi. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa tradisi ini bukan sekadar efisiensi aktivitas ekonomi pascapanen, melainkan sebuah institusi sosial yang merawat kohesi warga melalui pembentukan kontrak sosial tidak tertulis, toleransi spasial asimetris, dan empati komunal yang spontan. Kesimpulannya, praktik malabang merefleksikan secara nyata kuatnya kesadaran kolektif dan solidaritas mekanik Emile Durkheim, yang terbukti secara fungsional mampu mencegah perselisihan dan mengelola tata ruang nirkonflik tanpa memerlukan intervensi hukum positif aparatur negara. Limitasi penelitian ini terletak pada fokus telaah sosiologis yang terbatas pada beberapa desa spesifik dan belum mengeksplorasi benturan struktural dengan kebijakan pemerintah. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya direkomendasikan untuk mengkaji relasi ekonomi-politik antara regulasi tata ruang daerah terhadap persistensi tradisi kearifan lokal ini, serta melakukan studi komparatif di wilayah agraris lainnya.
PENGARUH SAILING TIME TERHADAP PENCAPAIAN TARGET VOYAGE ARMADA TUG & BARGE DI PT. PATRIA MARITIME LINES CABANG BANJARMASIN Setyo Slamet Raharjo; Habib Hasyim; Kamsariaty Kamsariaty; Eggi Nurdiansyah
Pena Jangkar Vol 6 No 1 (2026)
Publisher : Akademi Maritim Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54315/pj.v6i1.229

Abstract

Sailing time merupakan salah satu indikator kinerja operasional yang memengaruhi kelancaran distribusi barang dan pencapaian target voyage pada perusahaan pelayaran, khususnya armada tug & barge. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sailing time terhadap pencapaian target voyage di PT. Patria Maritime Lines Cabang Banjarmasin. Metodologi penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif analitis. Data diperoleh melalui dokumentasi laporan operasional perusahaan selama periode penelitian serta wawancara dengan pihak terkait. Analisis dilakukan dengan membandingkan realisasi sailing time dengan standar operasional perusahaan, serta mengkaji faktor-faktor yang menyebabkan perbedaan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sailing time yang melebihi standar operasional berdampak langsung terhadap penurunan pencapaian target voyage, yang dapat disebabkan oleh faktor alam, kondisi teknis kapal, serta manajemen operasional. Kesimpulannya, pengendalian sailing time melalui perencanaan jadwal yang tepat, perawatan kapal yang optimal, dan koordinasi efektif dengan pelabuhan merupakan langkah penting untuk meningkatkan pencapaian target voyage armada tug & barge. Optimalisasi sailing time menjadi strategi penting bagi PT. Patria Maritime Lines Cabang Banjarmasin untuk menjaga daya saing dan meningkatkan kinerja operasional armada tug & barge. Rekomendasi yang diajukan meliputi perencanaan jadwal pelayaran yang terintegrasi, peningkatan kompetensi awak kapal, serta pemeliharaan kapal secara berkala.
PENERAPAN SAFETY INDUCTION DALAM KESELAMATAN KERJA CREW PADA PT. PATRIA MARITIME LINES CABANG BANJARMASIN Andri Ali Wardhana; Elisa Rosiana; Nurul Hidayah
Pena Jangkar Vol 6 No 1 (2026)
Publisher : Akademi Maritim Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54315/pj.v6i1.230

Abstract

     Keselamatan kerja di atas kapal merupakan aspek krusial dalam industri pelayaran yang memiliki tingkat risiko tinggi, seperti kebakaran, kecelakaan kerja, dan kondisi cuaca ekstrem. Salah satu upaya preventif yang vital adalah pelaksanaan safety induction, yaitu pengenalan awal tentang prosedur keselamatan kerja kepada awak kapal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sejauh mana pelaksanaan safety induction telah diterapkan di PT. Patria Maritime Lines Cabang Banjarmasin serta mengidentifikasi berbagai hambatan yang dihadapi. Berdasarkan observasi dan wawancara, ditemukan beberapa kendala seperti latar belakang pendidikan crew yang beragam, hambatan bahasa, metode pelatihan yang monoton, dan terbatasnya waktu pelatihan akibat tekanan operasional. Oleh karena itu, penerapan safety induction yang efektif sangat diperlukan untuk membentuk budaya kerja yang aman, meningkatkan pemahaman terhadap risiko kerja, serta menekan angka kecelakaan di lingkungan maritim. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam upaya peningkatan kualitas pelatihan keselamatan kerja di sektor pelayaran.                   Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk menggambarkan pelaksanaan safety induction dalam mendukung keselamatan kerja crew di PT. Patria Maritime Lines Cabang Banjarmasin. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara dengan staf HSE dan crew kapal, serta studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara kualitatif melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan safety induction serta mengidentifikasi hambatan dan solusi yang dihadapi dalam pelaksanaannya di PT. Patria Maritime Lines Cabang Banjarmasin. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi.                  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan safety induction telah terstruktur sesuai standar ISM Code dan IMO, namun masih dihadapkan pada kendala seperti keterbatasan pemahaman crew, durasi pelatihan yang terbatas, serta hambatan bahasa. Diperlukan inovasi dalam metode pelatihan serta peningkatan evaluasi berkelanjutan guna mencapai efektivitas maksimal            
PERHITUNGAN MUATAN BATUBARA DENGAN METODE DRAFT SURVEY DI PT.TARUNA BETANG LABORATORIUM SERVIS Noor Fathulliansyah; Juhrani Juhrani; Irnita Rosaria Santi; Irfan Hadi
Pena Jangkar Vol 6 No 1 (2026)
Publisher : Akademi Maritim Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54315/pj.v6i1.235

Abstract

Draft survey merupakan metode pengukuran berat muatan curah seperti batubara yang dilakukan dengan membandingkan displacement kapal sebelum dan sesudah pemuatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan prosedur perhitungan muatan batubara menggunakan metode draft survey, baik secara manual maupun otomatis di PT. Taruna Betang Laboratorium Servis. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosedur perhitungan draft survey terdiri dari beberapa tahapan penting, yaitu pengukuran draft, perhitungan displacement, koreksi density, dan penghitungan muatan bersih. Prosedur ini dilakukan secara teliti untuk memastikan akurasi, keamanan kapal, dan efisiensi operasional. Selain itu, penggunaan metode otomatis juga memberikan keuntungan dalam kecepatan dan ketepatan perhitungan. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi perusahaan dalam mengelola muatan secara optimal serta sebagai referensi akademik dalam studi maritim.
PROSES PENGURUSAN DOKUMEN PERPANJANGAN SERTIFIKAT KAPAL OLEH PT. MULTI LINE BORNEO DI ERA DIGITALISASI Aditya Yuriady; Hidayati Desy
Pena Jangkar Vol 6 No 1 (2026)
Publisher : Akademi Maritim Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54315/pj.v6i1.240

Abstract

Penelitian ini membahas proses pengurusan dokumen perpanjangan sertifikat kapal oleh PT. Multi Line Borneo dalam konteks perkembangan teknologi dan era digitalisasi. Sertifikat kapal merupakan dokumen penting yang menjamin kelayakan dan keselamatan pelayaran, sehingga perpanjangan sertifikat menjadi kewajiban hukum bagi pemilik maupun operator kapal. Namun, sebelum adanya digitalisasi, proses pengurusan seringkali menghadapi kendala berupa birokrasi yang panjang, keterlambatan, serta kurangnya transparansi. Dengan diterapkannya sistem layanan berbasis digital, seperti Sistem Informasi Manajemen Kapal (SIMKAPEL), proses administrasi menjadi lebih efisien, akuntabel, dan terintegrasi. Jenis penelitian menggunakan metode kualitatif, metode kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif, baik berupa kata-kata lisan maupun tertulis dari orang-orang atau perilaku yang diamati, meliputi: fleksibilitas, koherensi dan konsisten, prioritas data, sensitivitas konteks, deskriptif, alamiah (natural setting), insider/outsider perspektif, refleksif dan subjektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahapan utama dalam proses pengurusan dokumen perpanjangan sertifikat kapal meliputi: (1) permohonan dokumen perpanjangan sertifikat kapal dari pemilik kapal ; (2) pengumpulan kelengkapan dokumen kapal ; (3) mengajukan permohonan ke dalam sistem SIMKAPEL ; (4) penginputan data ke dalam sistem SIMKAPEL ; serta (5) penerbitan sertifikat perpanjangan dalam bentuk digital maupun cetak. Setiap tahapan menunjukkan adanya efisiensi dibandingkan dengan proses manual.