cover
Contact Name
Hidayati Desy
Contact Email
penajangkar97@gmail.com
Phone
+6281348408737
Journal Mail Official
maritimakademi.bjm@gmail.com
Editorial Address
LP2M Office - Jl. Gatot Subroto, Kebun Bunga, Kec. Banjarmasin Tim., Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan 70238 - Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Pena Jangkar
ISSN : 28081587     EISSN : 28081587     DOI : https://doi.org/10.54315/jpj.v2i1
Tatalaksana bidang maritim Tatalaksana bidang hukum maritim Tatalaksana bidang manajemen maritim Tatalaksana bidang pendidikan maritim
Articles 65 Documents
PENGARUH MANAJEMEN UPAH TERHADAP PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA PADA KOPERASI TKBM SAMUDERA NUSANTARA BANJARMASIN Fathulliansyah, Noor; Rahmadana Putri; Saifuddin Amir
Pena Jangkar Vol 4 No 1 (2024)
Publisher : Akademi Maritim Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54315/pj.v4i1.138

Abstract

Manajemen merupakan seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi Mary Parker Follet ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Ricky W. Griffin mendefinisikan manajamen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efektif dan efisien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efesien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal. Manajemen belum memiliki definisi yang luas dan secara universal. Upah menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia uang dan sebagainya yang dibayarkan sebagai pembalas jasa atau sebagai pembayar tenaga yang sudah dikeluarkan untuk mengerjakan sesuatu, gaji, imbalan Penelitian dengan metode kualitatif, dengan Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Sumber data penelitian, yang berlokasi atau obyek dalam penelitian ini berada dikantor Koperasi TKBM Samudera Nusantara Banjarmasin yang beralamatkan di Jl. Cempaka Raya, Telaga Biru, Banjarmasin, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan 70117. Koperasi TKBM Samudera Nusantara Banjarmasin ini telah dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai.Data penelitian dikumpulkan baik lewat instrumen pengumpulan data, observasi, wawancara maupun lewat data dokumentasi. Sistem pengupahan tenaga kerja pada koperasi TKBM Samudera Nusantara Banjarmasin dilakukan dengan sistem upah borongan. Sedangkan upah minimum TKBM dihitung sekurang-kurangnya sama dengan upah minimum provinsi (UMP) atau upah minimum kabupaten/kota yang ditetapkan gubernur, bupati atau walikota. Upah bongkar muat yang merupakan salah satu faktor produktivitas tenaga kerja itu sendiri, semakin baik manajemen upah maka produktivitas tenaga kerja semakin meningkat. Abstract Management is the art of getting work done through other people. Mary Parker Follet's definition means that a manager is tasked with organizing and directing other people to achieve organizational goals. Ricky W. Griffin defines management as a process of planning, organizing, coordinating and controlling resources to achieve goals effectively and efficiently. Effective means that goals can be achieved according to planning, while efficiency means that existing tasks are carried out correctly, organized and according to schedule. Management does not yet have a broad and universal definition. Wages according to the Big Indonesian Dictionary are money and so on that are paid as compensation for services or as payment for energy that has been expended to do something, salary, reward Research using qualitative methods, the approach used in this research is a qualitative approach. The source of research data, which is located or the object in this research, is at the TKBM Samudera Nusantara Banjarmasin Cooperative office which is located at Jl. Cempaka Raya, Telaga Biru, Banjarmasin, Banjarmasin City, South Kalimantan 70117. The Samudera Nusantara Banjarmasin TKBM Cooperative has been equipped with adequate facilities and infrastructure. Research data was collected either through data collection instruments, observation, interviews or through documentation data. The labor wage system at the TKBM Samudera Nusantara Banjarmasin cooperative is carried out using a piece rate system. Meanwhile, the TKBM minimum wage is calculated to be at least the same as the provincial minimum wage (UMP) or district/city minimum wage set by the governor, regent or mayor. Loading and unloading wages are one of the factors of labor productivity itself. The better the wage management, the more labor productivity will increase
PELAYANAN KAPAL DAN BARANG OLEH AGEN OPERASIONAL PT. HERITAGE BAHTERA MARITIM CABANG BANJARMASIN Kamsariaty, Kamsariaty; Akhmad Syahbudin; Juhrani, Juhrani
Pena Jangkar Vol 4 No 1 (2024)
Publisher : Akademi Maritim Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54315/pj.v4i1.139

Abstract

Pelayanan kapal dan barang oleh agen operasional dalam konteks perkapalan merujuk pada berbagai layanan yang diberikan oleh agen operasional kapal kepada kapal dan barang yang tiba atau berangkat dari pelabuhan. Agen operasional kapal adalah perusahaan atau individu yang bertindak sebagai perwakilan atau perantara antara kapal, pemilik kapal, dan berbagai pihak terkait di Pelabuhan . Tujuan utama dari agen operasional kapal adalah memastikan proses operasional kapal berjalan lancar, efisien, dan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Metode Observasi merupakan langkah pengamatan yang dilakukan dengan mengamati kejadian sehari-hari atau yang ada disekitar dan mengangkat masalah tersebut sebagai objek penelitian Hal penting dalam observasi adalah mencatat hasilnya, beberapa dari bidang observasi memerlukan pencatatan secara detail dan harus siap dalam melakukan pencatatan. Hasil dari observasi pelayanan kapal dan barang oleh agen operasional di PT. Heritage Bahtera Maritim harus di catat dan dijelaskan secara detail. Simpulan yang dapat diambil berdasarkan hasil Praktek Kerja Lapangan Proyek Darat (PKL – PRODA), berikut adalah kesimpulannya: Proses atau tahapan dalam pelayanan kapal dan barang oleh agen operasional:Pemberitahuan kedatangan kapal;, Pemeriksaan kapal dan dokumen kapal;, Pembongkaran amonium nitrat;, Biaya atau tarif jasa pelayanan kapal di Pelabuhan, Jasa pelayanan air bersih, dan Prosedur keberangkatan kapal. Abstract Ship and goods services by operational agents in the context of shipping refer to various services provided by ship operational agents to ships and goods arriving at or departing from the port. Ship operational agents are companies or individuals who act as representatives or intermediaries between ships, ship owners and various related parties at the port. The main objective of a ship operational agent is to ensure that the ship operational process runs smoothly, efficiently and in accordance with applicable regulations. The Observation Method is an observation step that is carried out by observing daily events or those around you and raising the problem as an object of research. The important thing in observation is recording the results, some areas of observation require detailed recording and you must be ready to record them. Results from observations of ship and goods services by operational agents at PT. Maritime Ark Heritage must be recorded and explained in detail. Conclusions that can be drawn based on the results of Land Project Field Work Practices (PKL – PRODA), are as follows: Process or stages in ship and goods service by operational agents: Notification of ship arrival;, Inspection of ships and ship documents;, Unloading of ammonium nitrate;, Costs or rates for ship services at the port, clean water services, and ship departure procedures.
IMPLEMENTASI SISTEM MANAGEMEN KESELAMATAN DIATAS KAPAL PADA PT. PATRIA MARITIME LINES CABANG BANJARMASIN Moch. Nurdin; Andri Ali Wardhana; Hadiansyah, Hadiansyah
Pena Jangkar Vol 4 No 1 (2024)
Publisher : Akademi Maritim Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54315/pj.v4i1.140

Abstract

Abstrak Pelayaran merupakan unsur yang sangat menentukan dalam kelancaran transportasi laut untuk menunjang pencapaian sasaran pembangunan nasional. Ketidak selarasan penanganan sistem dan masalah transportasi laut serta timpangnya perhatian terhadap persoalan keselamatan pelayaran, dapat menghambat penyediaan layanan transportasi di seluruh wilayah Benua Maritim Indonesia. Kelancaran transportasi laut merupakan media interaksi antar pulau yang berperan sebagai “jembatan penghubung”, yang efektif dan efisien dalam perwujudan wawasan nusantara. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, metode penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil dari penelitian yang berupa data-data yang diperoleh sesuai dengan kondisi perusahaan yang berupa data non statistik dengan metode pengumpulan data kualitatif seperti wawancara dan dokumentasi, survey, observasi, dan studi pustaka. Data yang diperlukan seperti Arsip dokumen tanda terima APD, dan arsip form induksi awak kapal. Peralatan keselamatan, pencegah dan pemadam kebakaran, perlengkapan pernapasan dan perlengkapan lain harus tersedia sesuai dengan peraturan nasional dan internasional yang diterapkan di kapal. Peletakan peralatan keselamatan dan pemadam kebakaran diatur berdasarkan petunjuk safety plan dan fire control plan masing-masing kapal. Abstract Shipping is a crucial element in the smooth running of sea transportation to support the achievement of national development targets. Inconsistency in handling maritime transportation systems and problems as well as inadequate attention to shipping safety issues, can hamper the provision of transportation services throughout the Indonesian Maritime Continent. Smooth sea transportation is a medium of interaction between islands which acts as a "connecting bridge", which is effective and efficient in realizing the insight of the archipelago. The method used is descriptive research with a qualitative approach, this research method aims to describe the results of the research in the form of data obtained in accordance with company conditions in the form of non-statistical data with qualitative data collection methods such as interviews and documentation, surveys, observations, and literature review. Required data includes archives of PPE receipt documents, and archives of crew induction forms. Safety, fire prevention and extinguishing equipment, breathing equipment and other equipment must be available in accordance with national and international regulations applied on board the ship. The placement of safety and fire fighting equipment is regulated based on the safety plan and fire control plan instructions for each ship.
PERANAN AGEN DALAM PENGURUSAN CLEARANCE IN DAN CLEARANCE OUT DI KSOP KELAS 3 SAMPIT Rosaria santi, Irnita; Hidayati Desy; Elisa Rosiana
Pena Jangkar Vol 4 No 1 (2024)
Publisher : Akademi Maritim Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54315/pj.v4i1.141

Abstract

Abstrak Clearance sebagai pengurusan berbagai macam dokumen yang diperlukan bagi kapal, Sangatlah penting bagi keselamatan kapal, barang yang diangkut, punumpang dan awaknya, dalam keagenan ada dua istilah clearance Seperti Clearance In adalah suatu proses untuk mendapatkan izin dari pihak instansi pelabuhan untuk melakukan aktivitas di wilayah pelabuhan-pelabuhan tersebut, dan Clearance Out adalah suatu proses untuk mendapatkan izin keluar pelabuhan untuk melanjutkan kegiatan pelayaran ke pelabuhan berikutnya kepada pihak instansi pelabuhan setelah menyelesaikan aktivitasnya di pelabuhan tersebut. Metodologi yang digunakan adalah metode Kualitatif yaitu Deskriptif suatu rumusan masalah yang memandu penelitian untuk mengeksplorasi atau memotret situasi sosial yang akan diteliti secara menyeluruh, luas dan mendalam. Analisis data dilakukan dengan metode deskriftif dan analitik. Berdasarkan data yang sudah didapatkan dari peranan agen dalam pengurusan clearance in dan clearance out di PT. Anugerah Mahadaya Nusantara yang kemudian secara bertahap dalam membuat hasil laporan. Seperti Observasi dengan melakukan pengumpulan data secara langsung di lapangan dengan mengamati aktivitas yang dilakukan dalam pengurusan clearance in dan clearance out. Wawancara secara langsung dengan pimpinan PT. Anugerah Mahadaya Nusantara, karyawan PT. Hasil pembahasan dalam menangani clearance yang perlu agar dapat dimengerti dan diikuti dengan baik, maka yang perlu diamati misalnya proses pengurusan clearance dilaksanakan oleh agen dengan instansi – instansi yang berwenang, seperti kantor Otoritas Pelabuhan, Bea dan Cukai, Imigrasi, Karantina lancarnya proses penanganan clearance berarti lancarnya masuk dan keluarnya kapal dari pelabuhan sesuai dengan rencana pelayaran. Abstract Clearance is the processing of various types of documents required for a ship. It is very important for the safety of the ship, the goods being transported, passengers and crew. In the agency there are two clearance terms. For example, Clearance In is a process to obtain permission from the port agency to carry out activities in the port area. -the port, and Clearance Out is a process to obtain permission to leave the port to continue shipping activities to the next port from the port agency after completing its activities at that port. The methodology used is a qualitative method, namely descriptive, a problem formulation that guides research to explore or photograph the social situation that will be researched thoroughly, broadly and in depth. Data analysis was carried out using descriptive and analytical methods. Based on data that has been obtained from the role of agents in managing clearance in and clearance out at PT. Anugerah Mahadaya Nusantara which then gradually produces the results of the report. Such as observation by collecting data directly in the field by observing activities carried out in processing clearance in and clearance out. Direct interview with the head of PT. Anugerah Mahadaya Nusantara, employee of PT. The results of the discussion in handling clearances need to be understood and followed properly, so what needs to be observed is that the clearance processing process is carried out by agents with authorized agencies, such as the Port Authority, Customs and Excise, Immigration and Quarantine offices, meaning that the smoothness of the clearance handling process means smooth entry and exit of ships from the port in accordance with the shipping plan.
PELAYANAN PERMOHONAN PENGGUNAAN ALUR DI PT. AMBANG BARITO NUSAPERSADA KOTA BANJARMASIN Suwestian, Firdaus; David Bastian Sihombing; Veby Senopati Silam; Edison, Edison
Pena Jangkar Vol 4 No 1 (2024)
Publisher : Akademi Maritim Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54315/pj.v4i1.142

Abstract

Abstrak Dalam wilayah perairan ini pula terdapat kegiatan-kegiatan pelabuhan lainnya seperti pelabuhan khusus, dermaga khusus industri perkayuan dan umum, dermaga khusus penumpukan batu bara dan lain-lain.Sehubungan dengan hal tersebut perlu adanya kajian dimensi alur pelayaran rencana yang telah ada sekarang ini untuk mendapatkan dimensi alur pelayaran yang sesuai persyaratan teknis demi keselamatan, kelancaran dan keamanan harus disesuaikan terhadap dimensi kapal-kapal yang melintasinya terutama untuk kapal-kapal penyeberangan dan kapal-kapal.besar lainnya. Sehingga bisa diketahui sebarapa besar volume pengerukan yang harus dilakukan pada ambang luar alur pelayaran Sungai Barito.Pelabuhan Trisakti Banjarmasin sebagai Pelabuhan terbesar di wilayah Kalimantan Selatan yang mempunyai hinterland yang kaya akan potensi sumber daya alam (antara lain : hutan, perikanan dan bahan tambang). Metode penetlitian yang digunakan adalah metode kualitatif, metode ini lebih memahami fenomena tentng bapa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah. Adapun data yang dikumpulkan sesuai dengan sifat penelitian, yaitu lapangan dan pustaka. Maka dengan landasan tersebut landasan pengumpulan data dilakukan dengan cara:.Observasi, yaitu penulis langsung turun kelokasi penelitian untuk melihat langsung mengenai masalah yang diteliti. Simpulan Berdasarkan hasil pembahasan yang sesuai dengan judul yang penulis ajukan, maka penulis dapat menarik kesimpulan bahwa, PT. Ambang Barito Nusapersada dikatakan sangat baik, karena sudah mengatasi masalah kronis pendangkalan Alur Barito yang sebelumnya digarap oleh pemerintah pusat dengan APBN, sekarang dengan adanya alur baru ini mempermudah pihak lain tanpa ada hambatan yang seperti sebelumnya. Dalam pelayanannya PT. Ambang Barito Nusapersada selalu memberikan pelayanan yang baik dan ramah kepada konsumen pengguna Alur Barito Banjarmasin, serta PT. Ambang Barito Nusapersada selalu memberikan pelayanan dengan kulitas dan kuantitas yang sangat baik sehingga memberikan dampak yang sangat baik dalam transportasi laut. Abstract In this water area there are also other port activities such as special ports, special docks for the timber and general industry, special docks for coal storage and so on. In connection with this, it is necessary to study the dimensions of the currently existing planned shipping lanes to obtain dimensions of shipping lanes that comply with technical requirements for safety, smoothness and security must be adjusted to the dimensions of ships passing through them, especially for ferry ships and other large ships. So we can know how much dredging volume must be carried out on the outer threshold of the Barito River shipping channel. Trisakti Banjarmasin Port is the largest port in the South Kalimantan region which has a hinterland that is rich in potential natural resources (including: forests, fisheries and mining materials). The research method used is a qualitative method, this method better understands the phenomena about fathers experienced by research subjects, for example behavior, perceptions, motivations, actions and by means of descriptions in the form of words and language, in a special natural context and by utilizing various natural methods. The data collected is in accordance with the nature of the research, namely field and library. So with this foundation, the basis for data collection was carried out by: Observation, namely the author went directly to the research location to see directly the problem being studied. Conclusion Based on the results of the discussion in accordance with the title proposed by the author, the author can draw the conclusion that, PT. The Barito Nusapersada threshold is said to be very good, because it has overcome the chronic problem of shallowing of the Barito Channel which was previously handled by the central government with the APBN, now with this new channel it is making things easier for other parties without any obstacles like before. In its services PT. Ambang Barito Nusapersada always provides good and friendly service to consumers using Alur Barito Banjarmasin, as well as PT. Ambang Barito Nusapersada always provides services with excellent quality and quantity so that it has a very good impact on sea transportation
PERAN PT. CARAKA TIRTA PERKASA DALAM PELAKSANAAN BONGKAR MUAT PETIKEMAS Nurdin, Moch.; Hakiki, Akhmad; Purnomo, Ery; Syahbudin, Akhmad
Pena Jangkar Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Akademi Maritim Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54315/pj.v4i2.167

Abstract

PT. Caraka Tirta Perkasa berperan penting dalam pelaksanaan bongkar muat peti kemas dengan memastikan kelancaran, efisiensi, dan keamanan proses logistik di pelabuhan. Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang jasa logistik, mereka bertanggung jawab untuk mengkoordinasikan berbagai pihak yang terlibat, seperti operator crane, pengemudi truk, dan pekerja lapangan, serta memastikan semua peralatan dalam kondisi prima. Selain itu, PT. Caraka Tirta Perkasa menerapkan sistem pengawasan yang ketat dan memanfaatkan teknologi informasi untuk memantau proses secara real-time, sehingga setiap tahapan bongkar muat dapat berjalan sesuai dengan standar yang ditetapkan dan memenuhi kebutuhan pelanggan dengan tepat waktu. Jenis penelitian menggunakan metode kualitatif, metode kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Sumber data yang digunakan terbagi dua yaitu data primer berdasarkan obervasi dan data sekunder dengan memanfaatkan segala informasi tersaji di PT. Caraka Tirta Perkasa. Hasil pembahasan dalam pelaksanaan bongkar muat memang perlu diakui tidak menutup kemungkinan akan terjadi masalah, dan situasi ini jamak dijumpai. Pasalnya dalam proses distribusi tentu akan ada banyak faktor yang menghambat proses tersebut yang kemudian menghadirkan masalah beruntun. Kegiatan bongkar muat secara otomatis tidak hanya melibatkan satu instansi dan satu perusahaan saja melainkan ada beberapa yang kemudian dituntut untuk saling bekerja sama. Sehingga proses bongkar muat, import, ekspor, dan sebagainya di pelabuhan terjamin lancer. Abstract PT. Caraka Tirta Perkasa PT. Caraka Tirta Perkasa plays an important role in the loading and unloading of containers by ensuring the smoothness, efficiency and safety of the logistics process at the port. As a company operating in the logistics services sector, they are responsible for coordinating the various parties involved, such as crane operators, truck drivers and field workers, as well as ensuring all equipment is in top condition. Apart from that, PT. Caraka Tirta Perkasa implements a strict monitoring system and utilizes information technology to monitor the process in real-time, so that each stage of loading and unloading can run according to established standards and meet customer needs in a timely manner. This type of research uses qualitative methods, qualitative methods are research procedures that produce descriptive data in the form of written or spoken words from people and observed behavior. The data sources used are divided into two, namely primary data based on observations and secondary data by utilizing all the information presented at PT. Caraka Tirta Perkasa. It is necessary to admit that the results of discussions regarding the implementation of loading and unloading do not rule out the possibility that problems will occur, and this situation is often found. The reason is that in the distribution process there will of course be many factors that hinder the process which then creates a series of problems. Automatic loading and unloading activities do not only involve one agency and one company, but several are required to work together. So that the process of loading and unloading, importing, exporting, and so on at the port is guaranteed to run smoothly.
PERAN SURVEYOR DALAM ON HIRE SURVEY KELAYAKAN KAPAL LCT OLEH PT. TRIBHAKTI INSPEKTAMA BANJARMASIN Sihombing, David Bastian; Pajar, Nuas; Kamsariaty, Kamsariaty; Hadiansyah, Hadiansyah; Wardhana, Andri Ali
Pena Jangkar Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Akademi Maritim Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54315/pj.v4i2.168

Abstract

Peran Marine Surveyor dalam On Hire Survey merupakan pemeriksaan kondisi kapal secara detail dan menyeluruh di saat awal kapal akan disewa atau di charter party guna menghindari adanya klaim dari salah satu pihak terkait dalam perjanjian sewa menyewa kapal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran surveyor dalam On Hire Survey Kelayakan Kapal LCT oleh PT. Tribhakti Inspektama Banjarmasin. Jenis penelitian menggunakan metode kualitatif, metode kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati.  Sumber data yang digunakan terbagi dua yaitu data primer berdasarkan observasi langsung kepada pihak devisi inspeksi perusahaan dan crew kapal dan data sekunder dengan memanfaatkan segala informasi tersaji di PT. Tribhakti Inspektama Banjarmasin. Hasil penelitian ini membahas pelaksanaan peran surveyor dalam On hire survey yang terdapat beberapa tahapan dalam hal inspeksi kapal, yaitu tahap persiapan inspeksi, tahap pelaksanaan inspeksi dan tahap pemenuhan laporan temuan hasil inspeksi sampai dengan diterbitkannya sertifikat On Hire kapal yang menandakan bahwa kapal telah selesai dilakukan proses inspeksi. Abstract The role of the Marine Surveyor in the On Hire Survey is to examine the condition of the ship in detail and thoroughly when the ship is first rented or chartered to avoid claims from any of the parties involved in the ship rental agreement. This research aims to determine the role of surveyors in the On Hire LCT Ship Feasibility Survey by PT. Tribhakti Inspektama Banjarmasin. This type of research uses qualitative methods, qualitative methods are research procedures that produce descriptive data in the form of written or spoken words from people and observed behavior.  The data sources used are divided into two, namely primary data based on direct observation of the company's inspection division and ship crew and secondary data using all the information presented at PT. Tribhakti Inspektama Banjarmasin. The results of this research discuss the implementation of the surveyor's role in the On Hire survey. There are several stages in the case of ship inspection, namely the inspection preparation stage, the inspection implementation stage and the fulfillment stage of the inspection findings report up to the issuance of the ship's On Hire certificate which indicates that the ship has completed the process inspection.
MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA PT. PULAU SEROJA JAYA DALAM MENANGANI PENERIMAAN DAN PERGANTIAN CREW KAPAL Silam, Veby Senopati; Melson, Oktoberian; Juhrani, Juhrani; Fathulliansyah, Noor; Gifta, Marianus George
Pena Jangkar Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Akademi Maritim Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54315/pj.v4i2.169

Abstract

Manajemen sumber daya manusia (SDM) dalam menangani penerimaan dan pergantian awak kapal adalah proses yang mencakup berbagai kegiatan untuk memastikan bahwa perusahaan pelayaran memiliki awak kapal yang kompeten, terlatih, dan sesuai dengan kebutuhan operasional kapal. Proses ini dimulai dengan perencanaan kebutuhan awak kapal berdasarkan jenis kapal dan rute pelayaran. Selanjutnya, dilakukan perekrutan yang melibatkan seleksi kandidat melalui berbagai tes dan wawancara untuk menilai kualifikasi dan kemampuan calon awak kapal. Setelah perekrutan, manajemen SDM bertanggung jawab untuk menyediakan pelatihan yang diperlukan, baik yang bersifat dasar maupun spesifik sesuai dengan tuntutan tugas di kapal dan mengetahui permasalahan apa saja yang ditemui dalam melakukan kegiatan pengawakan kapal serta bagaimana cara mengatasi dari permasalahan tersebut. Jenis penelitian menggunakan metode kualitatif, metode kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Sumber data yang digunakan terbagi dua yaitu data primer berdasarkan observasi dan data sekunder dengan memanfaatkan segala informasi tersaji di PT. Pulau Seroja Jaya. Hasil pembahasan manajemen sumber daya manusia dalam menangani penerimaan dan pergantian crew kapal sebagai salah satu kegiatan dalam operasional perusahaan pencharteran kapal atau shipping company yang terfokuskan pada pengawakan kapal bagaimana optimalisasi pada kegiatan kegiiatan tersebut dan apa saja kendala serta solusi yang bisa digunakan untuk optimalisasi dalam pengawakan crew kapal sehingga dapan berjalan dengan lancar. Abstract Human resource management (HR) in handling the recruitment and change of crew members is a process that includes various activities to ensure that shipping companies have crew members who are competent, trained and in line with the ship's operational needs. This process begins with planning crew needs based on the type of ship and shipping route. Next, recruitment is carried out which involves selecting candidates through various tests and interviews to assess the qualifications and abilities of prospective crew members. After recruitment, HR management is responsible for providing the necessary training, both basic and specific in accordance with the demands of work on the ship and knowing what problems are encountered in carrying out ship manning activities and how to overcome these problems. This type of research uses qualitative methods, qualitative methods are research procedures that produce descriptive data in the form of written or spoken words from people and observed behavior. The data sources used are divided into two, namely primary data based on observations and secondary data by utilizing all the information presented at PT. Pulau Seroja Jaya The results of the discussion on human resource management in handling the recruitment and replacement of ship crew as one of the activities in the operations of a ship chartering company or shipping company which focuses on ship manning, how to optimize these activities and what are the obstacles and solutions that can be used to optimize crew manning ship so it can run smoothly
PERAN POLAIRUD DALAM MENINGKATKAN KESELAMATAN DAN KETERTIBAN DI WILAYAH PERAIRAN KALIMANTAN TENGAH Edison, Edison; Juliandari, Yayangsi; Suwestian, Firdaus; Santi, Irnita Rosaria
Pena Jangkar Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Akademi Maritim Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54315/pj.v4i2.170

Abstract

Wilayah perairan Kalimantan Tengah memiliki peran vital dalam perekonomian dan kehidupan sosial masyarakat setempat. Perairan ini tidak hanya menjadi jalur transportasi utama yang menghubungkan berbagai daerah, tetapi juga sumber penghidupan bagi masyarakat yang bergantung pada sektor perikanan dan pariwisata. Namun, seiring dengan meningkatnya aktivitas di wilayah perairan ini, berbagai permasalahan keamanan dan ketertiban pun semakin kompleks dan membutuhkan perhatian khusus terutama bagi Polairud Kalimantan Tengah dalam meningkatkan ketertiban dan keselamatan di wilayah perairan Kalimantan Tengah. Jenis penelitian menggunakan metode kualitatif, metode kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Sumber data yang digunakan terbagi dua yaitu data primer berdasarkan obervasi dan data sekunder dengan memanfaatkan segala informasi tersaji di POLAIRUD Kalimantan Tengah. Hasil pembahasan dalam menigkatkan ketertiban dan keselamatan di wilayah perairan Kalimantan Tengah menunjukkan kemajuan signifikan dalam beberapa aspek. Dengan meningkatkan frekuensi patroli dan menerapkan teknologi pemantauan canggih, Polairud berhasil memperbaiki pengawasan dan respons terhadap pelanggaran di perairan. Kolaborasi dengan komunitas lokal dan pihak terkait juga telah memperkuat upaya pencegahan, sehingga masyarakat lebih sadar akan pentingnya keselamatan dan aturan perairan. Selain itu, pelatihan dan edukasi yang dilakukan oleh Polairud kepada nelayan dan pengguna perairan lainnya berkontribusi pada peningkatan kepatuhan terhadap peraturan. Meskipun tantangan tetap ada, langkah-langkah tersebut telah menghasilkan penurunan signifikan dalam insiden pelanggaran dan meningkatkan ketertiban serta keselamatan di wilayah perairan tersebut. diakui tidak menutup kemungkinan akan terjadi masalah, dan situasi ini jamak dijumpai. Abstract The waters of Central Kalimantan have a vital role in the economy and social life of the local community. These waters are not only the main transportation route connecting various regions, but also a source of livelihood for people who depend on the fishing and tourism sectors. However, along with increasing activity in this water area, various security and order problems are becoming more complex and require special attention, especially for the Central Kalimantan Police Force in improving order and safety in the Central Kalimantan water area. This type of research uses qualitative methods, qualitative methods are research procedures that produce descriptive data in the form of written or spoken words from people and observed behavior. The data sources used are divided into two, namely primary data based on observations and secondary data by utilizing all the information presented at POLAIRUD Central Kalimantan. The results of discussions on improving order and safety in the waters of Central Kalimantan show significant progress in several aspects. By increasing the frequency of patrols and implementing advanced monitoring technology, Polairud has succeeded in improving monitoring and response to violations in the waters. Collaboration with local communities and related parties has also strengthened prevention efforts, so that people are more aware of the importance of water safety and regulations. In addition, the training and education provided by Polairud to fishermen and other water users contributes to increasing compliance with regulations. While challenges remain, these measures have resulted in a significant reduction in trespassing incidents and improved order and safety in the water area. It is acknowledged that it does not rule out the possibility that problems will occur, and this situation is often found.
IMPLEMENTASI APLIKASI BERBASIS BUDAYA LITERASI DIGITAL LAHAN BASAH DALAM PEMBELAJARAN KONSEP SISTEM EKSKRESI Nismah, Nismah; Rosiana, Elisa; Desy, Hidayati; Nurwahyuni, Rizki
Pena Jangkar Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Akademi Maritim Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54315/pj.v4i2.171

Abstract

Model problem based learning merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang mendorong peserta didik untuk bersentuhan langsung dengan fakta permasalahan di lingkungan mereka secara nyata. SMAN 8 Banjarmasin adalah salah satu SMA yang belum terbiasa menggunakan model problem based learning. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) pengaruh penerapan model  problem based learning terhadap hasil belajar materi konsep sistem ekskresi pada peserta didik kelas XI SMAN 8 Banjarmasin (2) hasil belajar materi konsep sistem ekskresi pada peserta didik kelas XI SMAN 8 Banjarmasin dengan menggunakan model problem based learning. Subjek penelitian ini sebanyak 69 orang peserta didik yang dibagi ke dalam 2 kelas yaitu XI MIPA 3 sebagai kelas kontrol menggunakan model direct intruction dan XI MIPA 2 sebagai kelas eksperimen menggunakan model problem based learning. Penelitian ini dilakukan dengan quasi experiment dengan desain penelitian the nonequivalent control group design. Teknik analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) penerapan model problem based learning materi konsep sistem ekskresi berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar kognitif produk pada peserta didik  kelas XI SMAN 8 Banjarmasin dengan nilai Asymp.Sig. (2-tailed) < 0,05 yaitu 0,000, (2) Hasil belajar yang meliputi kognitif proses dengan penerapan model problem based learning termasuk dalam dalam kategori baik, hasil belajar afektif perilaku berkarakter (tanggung jawab) dalam kategori baik, hasil belajar afektif perilaku berkarakter (santun) dalam kategori sangat baik, serta perilaku sosial (bekerjasama) dalam kategori sangat baik dan perilaku sosial (menyumbangkan pendapat) termasuk dalam kategori baik, dan hasil belajar psikomotorik termasuk dalam kategori baik Abstract The problem based learning model is a learning approach that encourages students to be in direct contact with real problems in their environment. SMAN 8 Banjarmasin is one of the high schools that is not used to using the problem based learning model. This study aims to describe (1) the effect of applying the problem-based learning model on learning outcomes of excretion system concept material in class XI students of SMAN 8 Banjarmasin (2) learning outcomes of excretion system concept material in class XI students of SMAN 8 Banjarmasin using the problem model based learning. The subjects of this study were 69 students who were divided into 2 classes, namely XI MIPA 3 as the control class using the direct instruction model and XI MIPA 2 as the experimental class using the problem based learning model. This research was conducted using a quasi-experimental design with the nonequivalent control group design. Data analysis techniques used Wilcoxon and descriptive tests. The results of this study indicate (1) the application of the problem based learning model of excretion system concept material has a significant effect on product cognitive learning outcomes in class XI students of SMAN 8 Banjarmasin with an Asymp.Sig value. (2-tailed) < 0.05, namely 0.000, (2) Learning outcomes which include cognitive processes with the application of problem based learning models are included in the good category, affective learning outcomes of character behavior (responsibility) are in the good category, behavioral affective learning outcomes character (politeness) in the very good category, as well as social behavior (cooperating) in the very good category and social behavior (contributing opinions) included in the good category, and psychomotor learning outcomes included in the good category.