cover
Contact Name
Yudhi Nugroho Adi
Contact Email
library@tekomuniversity.ac.id
Phone
+628128000110
Journal Mail Official
library@telkomuniversity.ac.id
Editorial Address
Jl. Telekomunikasi No. 1 Gedung Manterawu Lt. 5
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
eProceedings of Art & Design
Published by Universitas Telkom
ISSN : 23559349     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Merupakan media publikasi karya ilmiah lulusan Universitas Telkom yang berisi tentang kajian Art & Design. Karya Tulis ilmiah yang diunggah akan melalui prosedur pemeriksaan (reviewer) dan approval pembimbing terkait.
Articles 1,905 Documents
PENGEMBANGAN MOTIF MENGGUNAKAN TEKNIK TILING DENGAN INSPIRASI RAGAM HIAS DALAM MUSHAF PURA PAKUALAMAN Adzania, Farizka Shobrina; Rosandini, Morinta; Oetari, Jeng
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terdapat berbagai macam teknik yang dapat digunakan untuk menciptakan motif repetisi, salah satunya dengan teknik tiling. Teknik tiling berpotensi dalam menghasilkan inovasi dan variasi motif. Bentuk tile dalam teknik tiling yang berupa poligon identik menghasilkan motif yang berbentuk geometris sederhana yang kaku, monoton, dan tidak bervariasi. Beberapa brand lokal telah mengaplikasikan teknik quadrilateral tiling dengan bentuk tile persegi dan unsur flora yang organis pada produknya, tetapi repetisi motif yang dihasilkan terlihat seperti repetisi motif pada umumnya dan tidak mencerminkan karakteristik teknik tiling. Berdasarkan hal tersebut, ditemukan peluang untuk mengembangkan motif dengan teknik tiling menggunakan tile selain persegi serta unsur bentuk organis. Bentuk-bentuk organis flora juga dapat ditemukan dalam ragam hias pada Mushaf Pura Pakualaman, yang menjadi inspirasi utama penelitian. Selain itu, terdapat persamaan karakter dari ragam hias Mushaf Pura Pakualaman dengan teknik tiling, yaitu adanya prinsip keseimbangan serta sifatnya yang membingkai. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan motif dengan teknik tiling dengan memanfaatkan bentuk organis sehingga menghasilkan inovasi motif yang bervariasi. Metode penelitian yang digunakan, yaitu kualitatif yang berfokus pada teori berdasarkan studi literatur serta eksplorasi teknik repetisi motif secara digital. Hasil akhir eksplorasi komposisi motif kemudian diaplikasikan dengan teknik digital printing dan diterapkan ke busana modest wanita. Kata kunci: geometris, motif, pura pakualaman, ragam hias mushaf, teknik tiling
PENGEMBANGAN TEKNIK CRACK BINDER DENGAN KOMBINASI TEKNIK PAINTING MENJADI LEMBARAN TEKSTIL YANG MEMILIKI POTENSI UNTUK DIAPLIKASIKAN PADA PRODUK FASHION Rusmayanti, Nur Halidha; Ciptandi, Fajar; Putri, Liandra Khansa Utami
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berjalannya masa akan menimbulkan suatu perubahan seiring waktu. Suatu perubahan akan ada karena terbentuknya inovasi-inovasi yang terus berkembang. Fashion merupakan salah satu bidang yang terus membutuhkan suatu inovasi yang dapat berupa serat baru, sentuhan akhir yang baru pada kain, warna, modifikasi siluet, penggunaan gaya yang khas, hingaa pengembangan teknik. Salah satu teknik yang dapat dikembangkan yaitu teknik crack binder. Teknik crack binder merupakan salah satu teknik yang memiliki peluang dan dapat dikembangkan sehingga menghasilkan suatu inovasi baru dimana teknik ini menghasilkan visual retak pada permukaan kain. Oleh karena itu, peneltian ini bertujuan untuk mengembangkan teknik crack binder yang akan dikombinasikan dengan teknik painting untuk dapat menghasilkan suatu visual baru dan nantinya dapat diaplikasikan pada produk fashion. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan cara melakukan pengumpulan data yang berupa studi literatur, observasi, wawancara serta melakukan eksplorasi. Pada penelitian ini, hasil akhir yang dihasilkan berupa lembaran kain dengan visual baru menggunakan teknik crack binder yang dikombinasikan dengan teknik painting yang memiliki potensi untuk diaplikasikan pada produk fashion. Kata Kunci : crack binder, painting, pengembangan
PENGEMBANGAN TEKNIK JUMPUTAN IKAT GANDA MELALUI PENYUSUNAN KOMPOSISI MOTIF MENGGUNAKAN PEWARNA ALAM KAYU TINGI (CERIOPS TAGAL) PADA LEMBARAN KAIN Ni’mah, Anggun Futikatun; Oetari, Jeng; Ramadhan, M. Sigit
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan teknik dalam pembuatan produk kriya tekstil di Indonesia, termasuk jumputan terus mengalami kemajuan. Kain jumputan dihasilkan melalui metode ikat celup, yang membutuhkan ketelitian dan keahlian tinggi untuk menghasilkan karya seni yang bermutu. Teknik ini berkembang di berbagai wilayah Indonesia seperti Jawa, Bali, Palembang, dan Kalimantan. Pewarnaan menggunakan zat pewarna alami tetap dipertahankan sebagai warisan budaya karena lebih ramah lingkungan. Salah satu pewarna alami yang digunakan adalah kulit kayu tingi (Ceriops tagal), yang menghasilkan warna coklat kemerahan. Berdasarkan penelitian sebelumnya, penerapan teknik ikat celup motif ganda dengan pewarna alam kulit kayu mahoni. Penemuan tersebut mengarahkan penelitian ini pada potensi pengembangan formula pewarna alam kayu tingi dengan mordan tawas dan tunjung, serta pengembangan penerapan teknik jumputan motif ikat ganda melalui penyusunan komposisi secara dinamis dengan prinsip rupa keseimbangan dan proporsi pada kain tencel. Metodempenelitian yang digunakanmuntuk mendapatkan data dalamppenelitian ini menggunakan studipliteratur denganmmengumpulkan data melalui buku atau jurnal, wawancara dengan melibatkan pihak lain yang dianggap memahami bidang dan pihak industri terkait, observasi untuk mendapatkan data dengan adanya pengamatan secara langsung terhadap suatu objek, dan eksperimen untuk mengetahui penerapan metode yang tepat dalam penerapan teknik jumputan ikat ganda dengan pewarna alam tingi. Kata kunci: dinamis, pewarna alam kayu tingi, teknik jumputan, tencel
PENGEMBANGAN TEKNIK JUMPUTAN MELAUI GRADASI WARNA MENGGUNAKAN PEWARNA ALAM KAYU TEGERAN PADA LEMBARAN KAIN Zahran, Nazhira; Oetari, Jeng; Ramadhan, M. Sigit
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan pewarna tekstil dari bahan alam di Indonesia sudah dilakukan dilakukan sejak puluhan tahun lalu, hal ini disebabkan karena melimpahmya sumber daya yang dapat diolah menjadi bahan tekstil yang berasal dari tumbuhan. Pewarna alami dapat menjadi alternatif dalam mewarnai kain karena bersifat ramah lingkungan. Pewarna alam kayu tegeran memiliki potensi yang dapat dikembangkan kembali untuk menghasilkan warna yang lebih bervaritif. Beberapa waktu terakhir kain jumputan banyak digemari oleh masyarakat di Indonesia maupun di mancanegara, karena memiliki keistimewaan pada teknik pembuatanya dengan cara dijumput, dijelujir dan dilipat. Jika dilakukan dengan teliti akan menghasilkan sebuah karya yang bernilai jual tinggi. Namun hingga saat ini pembuatan jumputan tergolong sangat sederhana, oleh karena itu tidak menghasilkan variasi pola dan warna yang lebih beragam. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk menemukan formulasi pewarna alam tegeran untuk menghasilkan warna yang lebih beragam dari berbagai jenis mordan dengan menggaplikasikan gradasi warna pada teknik jumputan. Menggunakan pewarna alam kayu tegeran pada lembaran kain linen, katun dan tencel melalui penggabungan dua macam mordan. Pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersumber dari studi literatur, observasi, wawancara, dan eksperimen. Didapatkan formulasi optimal pada mordan logam yaitu 0,5-1 gram tunjung dengan 1 liter air dapat menghasilkan warna hijau dengan pencelupan 3 kali, 8 gram tunjung dengan 1 liter air menghasilkan warna coklat dengan pencelupan 3 kali. Formulasi optimal pada mordan asam yaitu 24 gram tawas dengan 600 ml air menghasilkan warna kuning dengan pencelupan 3 kali. Formulasi pada ekstrak kayu tegeran yaitu 100 gram kayu tegeran dengan 1 liter air menghasilkan warna kuning kecoklatan. Kata kunci: formulasi mordan, gradasi warna jumputan, pewarna kayu tegeran
PENGEMBANGAN VISUAL BUNGA RAFFLESIA ARNOLDI MENGGUNAKAN METODE BIOMIMIKRI YANG DIAPLIKASIKAN PADA PRODUK FASHION Firdaus, Suci Hayati Permata; Oetari, Jeng; Febriani3, Rima
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inovasi pada industri fashion terus dibutuhkan agat tetap berkembang. Inovasi dalam fashion melibatkan pembuatan, perubahan dan pengembangan proses perancangan produk. Umber isnpirasi yang melimpah salah satunya adalah alam. Pengambilan inspirasi melalui alam disebut juga dengan Biomimikri. Terdapat faktor Biomimikri pada perancangan produk fashion yaitu peniruan pada bentuk, tekstur dan warna biologis alam. Bunga merupakan salah satu bagian dari alam yang selalu digunakan visualnya sebagai inspirasi dari tiap zamannya. Indonesia memiliki bunga Nasional yaitu Rafflesia Arnoldi yang memiliki keunikan dan karakteristik yang berbeda dari bunga pada umumnya. Pada penelitian ini, akan berfokus pada pengembangan visual bunga Rafflesia Arnoldi menggunakan metode Biomimikri meliputi peniruan bentuk, tekstur dan warna. Adapun pengolahannya menggunakan gabungan teknik yaitu Wet Felting, Needle Felting dan Beading. Selain itu, penelitian ini menggunakan metode kualitatif meliputi observasi, studi literatur dan eksplorasi. Hasil penelitian ini berupa pengaplikasian visual Rafflesia Arnoldi sebagai inspirasi yang telah dikembangkan pada produk fashion Wearable Art berupa tas. Kata Kunci : biomimikri, beading, needle felting, produk fashion, rafflesia arnoldi, wearable art dan wet felting.
PENGEMBANGAN VISUAL HUTAN HUJAN TROPIS MENGGUNAKAN METODE BIOMIMIKRI DENGAN TEKNIK DAN MATERIAL TEKSTIL YANG DIAPLIKASIKAN PADA PRODUK FASHION Putri, Rania Setiawan; Oetari, Jeng; Febriani, Rima
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

: Inovasi dibutuhkan agar suatu produk dapat bertahan dan mencapai keberhasilan. Salah satu inovasi dalam fashion dapat berupa peningkatan metode pada proses pengembangan produknya. Pengembangan tersebut dapat diambil dari berbagai inspirasi, salah satunya dengan menerapkan metode Biomimikri yang menjadikan alam sebagai inspirasi dalam peniruan. Biomimikri sendiri telah digunakan dalam pengembangan kerajinan pada tekstil maupun busana. Pada penelitian maupun produk sebelumnya, penerapan Biomimikri pada fashion dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti meniru visual, struktur, tekstur, warna, maupun sifat fungsionalnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan visual hutan hujan tropis melalui teknik tekstil Reka Rakit seperti tenun tapestri dan wet felting, serta Reka Latar berupa faux chenille, embroidery, dan punch needle, yang kemudian dapat diaplikasikan pada produk fashion berupa art-wear. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang meliputi studi literatur, observasi, wawancara, serta eksplorasi. Hasil dari penilitian ini berupa konsep desain dan produk fashion dengan elemen dekoratif dari penggabungan beberapa teknik dan material tekstil. Kata Kunci: biomimikri, hutan hujan tropis, tekstil, dan desain fesyen.
PENGEMBANGAN VISUAL PANTAI PINK LABUAN BAJO MENGGUNAKAN METODE BIOMIMIKRI DENGAN TEKNIK DAN MATERIAL TEKSTIL YANG DIAPLIKASIKAN PADA PRODUK FASHION Room, Brigita Joan van; Oetari, Jeng; Febriani, Rima
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inovasi dalam bidang fashion perlu dilakukan guna bertahan hidup dan mencapai keberhasilan. Inovasi tersebut dapat diperoleh melalui berbagai cara, antara lain pengembangan dalam metode pembuatan produk maupun inspirasi suatu objek. Terdapat banyak inspirasi yang dapat diangkat dalam produk fashion, salah satunya yaitu alam. Penggunaan alam sebagai inspirasi busana secara sengaja maupun tidak sengaja dikenal dengan metode Biomimikri yaitu dengan melakukan imitasi alam dari segi tampilan, warna, tekstur, corak, maupun fungsi. Alam terdiri dari berbagai jenis, antara lain pantai. Pantai Pink Labuan Bajo merupakan salah satu pantai di Indonesia dengan keunikan pasirnya yang berwarna merah muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan visual Pantai Pink Labuan Bajo dengan menggunakan metode Biomimikri dari segi bentuk, tekstur dan warna objek visual yang dilakukan secara intensional menggunakan pengolahan material dan teknik tekstil berupa wet felting, heat manipulation, beading, dan embroidery yang diimplementasikan dalam produk fashion. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yaitu studi literatur, observasi secara tidak langsung, dan eksplorasi. Hasil akhir dari penelitian ini yaitu produk fashion berupa busana artwear dengan visual Pantai Pink Labuan Bajo menggunakan penggabungan dari pengolahan material dan teknik tekstil yang dilandasi oleh metode Biomimikri. Kata kunci: biomimikri, Pantai Pink Labuan Bajo, tekstil, dan fashion design
PENGOLAHAN BUNGA KRISAN (CHRYSANTHEMUM) SEBAGAI PEWARNA ALAMI PADA TEKSTIL DENGAN TEKNIK SHIBORI Annisafira, Ditya; Takao, Gina Shobiro; Febriani, Rima
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan pewarna alami dalam industri tekstil mengalami kebangkitan seiring dengan meningkatnya kesadaran publik terhadap lingkungan dan tren global seperti go back nature, slow fashion, dan go green. Salah satu bunga yang berpotensi sebagai zat pewarna alami adalah bunga Krisan (Chrysanthemum). Krisan merupakan bunga subtropis yang memiliki keunggulan salah satunya kesegaran relatif lama. Penelitian pewarnaan alami pada bunga Krisan masih jarang dilakukan sehingga pada penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi bunga Krisan sebagai pewarna alami pada material tekstil. Ekstraksi bunga Krisan menghasilkan warna merah tua dan fiksasi menggunakan mordan tunjung menghasilkan warna pada kain yaitu hijau tua. Dengan menggunakan teknik shibori, dilakukan eksperimen menggabungkan beberapa jenis motif dari teknik shibori sehingga menghasilkan kombinasi motif yang beragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bunga Krisan memiliki potensi dalam pewarna alami yang dapat diterapkan pada industri tekstil. Penggunaan bunga Krisan sebagai pewarna alami tidak hanya mendukung kelestarian lingkungan tetapi juga dapat menambah nilai ekonomi dan estetik dalam produksi tekstil. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan pewarna alami dan diharapkan dapat mendorong lebih banyak industri tekstil untuk beralih ke solusi yang lebih ramah lingkungan. Kata kunci: pewarna alami, bunga krisan, teknik shibori
PENGOLAHAN BUNGA ROSELA SEBAGAI PEWARNA ALAMI PASTA UNTUK PRODUK TEKSTIL DENGAN TEKNIK LUKIS Oktaviyanti, Mega; Takao, Gina Shobiro; Febriani, Rima
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bunga rosela merupakan jenis tumbuhan yang mudah tumbuh di iklim tropis Indonesia, ketersediaan lokal ini selain bisa untuk dikonsumsi karena mengandung zat tanin dan zat antosianin yang umumnya digunakan sebagai antioksidan untuk mencegah penyakit, bunga ini juga menghasilkan zat warna yang bisa dijadikan sebagai pewarna alami untuk tekstil. Pemanfaatan bunga rosela sebagai pewarna alami masih belum optimal dalam pengembangannya, bunga ini diolah hanya sebatas menjadi pewarna celup saja. Berdasarkan hal tersebut peneliti mengembangkan bunga rosela untuk dijadikan cat pasta pewarna alami untuk digunakan dengan teknik lukis dengan bantuan alat masking tape. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan beberapa teknik pengumpulan data yaitu studi literatur, wawancara, observasi dan eksplorasi. Penelitian ini berfokus pada pencapaian formula serta karakteristik cat pasta rosela untuk digunakan dengan teknik lukis melalui bantuan pengental organik alginat dengan hasil berupa lembaran kain sebagai produk tekstil. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat tercipta inovasi baru dalam pemanfaatan bunga rosela, sehingga dapat mendorong pengembangan pewarnaan alami yang lebih luas dan aplikatif, khususnya dalam industri tekstil di Indonesia. Kata kunci: bunga rosela, pewarna alam, teknik lukis, mordan, pasta pewarna
PENGOLAHAN DAUN ALPUKAT SEBAGAI PEWARNA ALAMI PASTA UNTUK DIAPLIKASIKAN PADA LEMBAR TEKSTIL Awaliyah, Syarifah; Takao, Gina Shobiro; Fardhani, Ahda Yunia Sekar
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman alpukat merupakan tanaman perkebunan yang banyak ditemukan di Indonesia, khususnya di Jawa Barat. Pada dasarnya, dalam proses perawatan tanaman alpukat perlu adanya pemangkasan berupa ranting dan daun, hal ini menjadi peluang dimanfaatkannya daun alpukat hasil dari pemangkasan untuk dijadikan sebagai sumber pewarna alami tekstil karena daun alpukat mengandung senyawa flavonoid, tanin, dan kuinon yang tinggi, sehingga dapat menghasilkan warna yang pekat. Akan tetapi, pemanfaatan pewarna alami daun alpukat pada umumnya menggunakan teknik pencelupan. Berdasarkan hal tersebut, penulis melakukan penelitian dalam mengembangkan daun alpukat yang diolah menjadi pasta menggunakan zat pengental organik untuk dapat menghasilkan motif pada tekstil, melalui penerapan beberapa teknik tekstil seperti lukis, cap, dan sablon. Pada penelitian ini metode yang digunakan yaitu metode kualitatif yang mengacu pada studi literatur, wawancara, observasi, dan eksplorasi. Hasil akhir dari penelitian ini adalah berupa lembaran kain dengan motif yang terinspirasi dari morfologi tanaman alpukat dan kontur tanah di Indonesia. Kata kunci: pasta, pewarna alami daun alpukat, teknik tekstil, tekstil

Page 89 of 191 | Total Record : 1905