cover
Contact Name
Warseto Freddy Sihombing
Contact Email
asafremel@gmail.com
Phone
+6281361742074
Journal Mail Official
asafremel@gmail.com
Editorial Address
Institut Agama Kristen Negeri Tarutung Kampus I : Jalan Pemuda Ujung No. 17 Tarutung Kampus II : Jalan Raya Tarutung-Siborongborong KM 11 Silangkitang Kec.Sipoholon Kab. Tapanuli Utara
Location
Kab. tapanuli utara,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Euangelion
ISSN : 28291948     EISSN : 28071719     DOI : https://doi.org/10.46965/je
JURNAL EUANGELION: Jurnal Euangelion, an electronic journal, provides a forum for publishing the original research articles related to theology studies and education in Christian area and published under LPPM of the Institut Agama Kristen Negeri Tarutung. Journal regularly published twice in one year, in April and October. This journal encompasses scientific work and original research articles, including: • Theology in Practices • Missiology and Contextualization • Religious and Society Studies • Social and Education
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2021): OKTOBER" : 8 Documents clear
Hubungan Keterampilan Mengajar dan Keaktifan Belajar Dengan Penguasaan Materi Melalui Strategi Kooperatif Hotnida Romeita Panggabean
Jurnal Euangelion Vol. 1 No. 2 (2021): OKTOBER
Publisher : Institut Agama kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (855.509 KB)

Abstract

Abstract: This research aims to find out the relationship between Christian Education Teacher Skills and Student Learning Activity together with Material Mastery through Cooperative Learning Strategies, with the hypothesis that there is a positive and signative relationship between PAK Teacher Teaching Skills and Student Learning Activity together with Material Mastery through Cooperative Learning Strategies. This study uses quantitative methods with inference statistics. The results of this study prove: There is a positive and positive relationship between pak teacher teaching skills and student learning activity together with Material Mastery through cooperative learning strategy, obtained double correlation coefficient of 0.695, significant double correlation test obtained Fhitung > Ftabel  value of 25.96>4.02 and double contribution of 48.30%. Based on the results of the study can be concluded that there is a positive and significant relationship between PAK Teacher Teaching Skills and Student Learning Activeness with Material Mastery through Cooperative Learning Strategy grade VIII SMP Negeri 1 Pinang Sori Tapanuli District Tengah Learning Year 2019/2020 together because it has been empirically tested. Keywords: Skill, Activeness, Material Mastery     Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Keterampilan Mengajar Guru PAK dan Keaktifan Belajar siswa secara bersama-sama dengan Penguasaan Materi Melalui Strategi Pembelajaran Kooperatif, dengan hipotesa terdapat hubungan yang positif dan signikan antara Keterampilan Mengajar Guru PAK dan Keaktifan Belajar siswa secara bersama-sama dengan Penguasaan Materi Melalui Strategi Pembelajaran Kooperatif.  Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan statistik inferensial. Hasil penelitian ini membuktikan: Terdapat hubungan yang positif dan signikan antara keterampilan mengajar guru PAK dan keaktifan belajar siswa secara bersama-sama dengan Penguasaan Materi Melalui Strategi Pembelajaran Kooperatif, diperoleh koefisien korelasi ganda sebesar 0,695, uji signifikan korelasi ganda diperoleh nilai Fhitung > Ftabel sebesar 25.96>4.02 dan besarnya kontribusi ganda sebesar 48,30%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara Keterampilan Mengajar Guru PAK dan Keaktifan Belajar siswa dengan Penguasaan Materi Melalui Strategi Pembelajaran Kooperatif kelas VIII SMP Negeri 1 Pinang Sori Kabupaten Tapanuli Tengah Tahun Pembelajaran 2019/2020 secara bersama-sama karena telah teruji secara empiris. Kata Kunci: Keterampilan, Keaktifan, Penguasaan Materi
Pentingnya Sarana Media Sosial Dalam Misi Gereja Di Situasi Pandemi Covid-19 Christina Sianturi; Junjungan Simorangkir
Jurnal Euangelion Vol. 1 No. 2 (2021): OKTOBER
Publisher : Institut Agama kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.781 KB)

Abstract

Abstract: The emergence of the Corona virus towards the end of 2019, has caused an outbreak of disease globally, many countries are still grappling with this virus until this moment. The existence of the Corona virus which easily infects mankind has hampered human activities in various aspects, has a good impact on discomfort, jobs, development, the economy, and many more. Various preventive measures are encouraged by the government in cooperation with the regions to minimize its spread as much as possible, so that it does not affect other aspects. The church as an institution and an organism is also affected by it, ranging from online worship, to as much as possible to minimize face-to-face, and several other things. Not only that, It turns out that the spread of the Corona virus has an impact on the implementation of the mission of the church. The church, which has been carrying out various religious activities physically, is forced to use various digital media so that Christians can still get services; evangelism that could be done face to face, but in the midst of the COVID-19 pandemic situation, it is difficult for churches to do face to face. The church needs to respond quickly, appropriately and wisely to understand the application of social media as a means of evangelism. Given that basically any situation should not hinder the preaching of the gospel, including the COVID-19 pandemic. Here the church will take a relevant evangelistic role from the application of social media. The research method that the author uses to answer questions about the importance of social media facilities in carrying out the mission of the church during the COVID-19 pandemic is a descriptive qualitative research method. The aim is to describe how important the role of social media is in supporting the mission of the church during the COVID-19 pandemic. By building an evangelistic facility using social media, the news about Jesus Christ can be conveyed to many people at the same time, is not limited by age, is not limited by the dimensions of space and time, nor is it limited by national borders with all its bureaucracy. Keywords: Social Media; Mission Church; The COVID-19 pandemic Abstrak: Munculnya virus Corona menjelang akhir tahun 2019, telah menimbulkan wabah penyakit secara global, banyak negara-negara yang masih bergulat dengan virus ini hingga detik ini. Keberadaan virus Corona yang mudah sekali menjangkiti umat manusia telah menghambat aktivitas manusia dalam berbagai aspek, berimbas baik bagi ketidaknyamanan, pekerjaan, pembangunan, perekonomian, dan masih banyak lagi. Berbagai Tindakan pencegahan digalakkan oleh pemerintah bekerjasama dengan daerah untuk sedapat mungkin meminimalkan penyebarannya, sehingga tidak berimbas pada aspek lainnya. Gereja sebagai institusional dan organisme turut terkena dampak darinya, mulai dari peribadatan secara online, untuk sebisa mungkin meminimalkan tatap muka, serta beberapa hal lainnya. Tidak hanya itu ternyata penyebaran virus Corona berdampak pada pelaksanaan misi gereja. Gereja yang selama ini menjalankan berbagai kegiatan keagamaan secara fisik terpaksa menggunakan berbagai media digital agar umat Kristiani tetap bisa mendapatkan pelayanan; penginjilan yang tadinya dapat dilakukan secara face to face, tetapi ditengah situasi pandemi COVID-19 sulit bagi gereja untuk melakukan tatap muka. Gereja perlu menanggapi secara cepat, tepat dan bijaksana untuk memahami penerapan media sosial sebagai sarana penginjilan. Mengingat pada dasarnya keadaan apapun tidak boleh menghalangi pemberitaan Injil termasuk pandemi COVID-19. Metode penelitian yang penulis gunakan untuk menjawab pertanyaan mengenai pentingnya sarana media sosial dalam melakukan misi gereja di masa pandemi COVID-19, adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Tujuannya adalah untuk mendeskripsikan bagaimana pentingnya peranan sarana media sosial dalam mendukung misi gereja di masa pandemi COVID-19. Dengan membangun sebuah sarana penginjilan menggunakan media sosial maka berita tentang Yesus Kristus dapat disampaikan kepada banyak orang dalam waktu yang bersamaan, tidak dibatasi usia, tidak dibatasi oleh dimensi ruang dan waktu, juga tidak dibatasi oleh batas-batas negara dengan segala birokrasinya. Kata Kunci: Sosial Media; Misi Gereja; Pandemi COVID-19
Memelihara Kesatuan Dalam Keragaman Gereja Berdasarkan Kitab 1 Korintus 12:12-14 dan Relevansinya Pada Hubungan Oikumenis Antar Gereja Di Tapanuli Utara Suan Dame Siahaan
Jurnal Euangelion Vol. 1 No. 2 (2021): OKTOBER
Publisher : Institut Agama kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.73 KB)

Abstract

                                                                                                  Abstract: This study aims to determine: 1. The concept of maintaining unity in the diversity of the church according to the meaning of one body based on the exegetical study of 1 Corinthians 12: 12-14. 2. The concept of unity in the diversity of the church according to the Bible – believers today. 3. Theological and practical reflection on maintaining unity in church diversity in relation to Ecumenical relations between churches in North Tapanuli. The research uses a biblical study approach, through exegesis research methods. Through this exegetical study, the author will analyze how the concept of unity in the diversity of the church according to Paul's perspective in the Bible text of 1 Corinthians 12: 12-14. Then to further sharpen theological reflection and praxis, the author will use steps to collect data from interviews, observations (field notes) and documentation.The conclusions obtained from writing this thesis are: First, the conclusion of the theological implications of the results of exegesis based on 1 Corinthians 12:12-14, emphasizes that there are two things that are needed to maintain unity in church diversity, namely 1. Awareness of self-identity. 2. Faith growth. Through it the church becomes one community as there is only one God, one body even though there are many members. This unity can be seen in sincere respect for other members of the congregation, awareness called by one God to carry out one mission, through the concept of mutual acceptance, mutual recognition, mutual support and sharing. This theological concept is the basis for the unity of the body in the diversity of the church. Second, the conclusion of the implications of parksis from the results of this thesis research interview is that 1. Ecumenical commitment must begin with awareness of one's own identity. 2. Ecumenism is not only structural, not only functional, but together in carrying out missions based on one vision. 3. The church must be able to form ecumenical relations within the framework of mutual recognition and acceptance between churches. 4. The church must form an ecumenical relationship within the framework of a ministry partnership between churches and live holy lives as the body of Christ.Keywords: Maintaining, Unity, Diversity, Church, Ecumenical                                                                                               Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1. Konsep memelihara kesatuan dalam keberagaman gereja sesuai dengan arti satu tubuh berdasarkan studi eksegetis 1 Korintus 12 : 12-14. 2. Konsep kesatuan dalam keberagaman gereja menurut Alkitab – orang percaya masa kini. 3. Refleksi teologis dan praksis tentang memelihara kesatuan dalam keragaman gereja dalam kaitannya dengan hubungan Oikumenis antar Gereja di Tapanuli Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kajian biblika, melalui metode penelitian eksegesis. Melalui kajian Eksegetis ini penulis akan menganalisis bagaimana konsep kesatuan dalam keragaman gereja menurut perspektif Paulus dalam naskah Alkitab Surat 1 Korintus 12 : 12-14. Kemudian untuk lebih mempertajam refleksi teologis dan praksis, penulis akan menggunakan langkah-langkah pengumpulan data dari hasil wawancara, observasi (catatan lapangan) dan dokumentasi. Kesimpulan yang diperoleh dari penulisan tesis ini adalah : Pertama, Adapun kesimpulan implikasi teologis dari hasil eksegesis berdasarkan 1 Korintus 12:12-14, menekankan adanya dua hal yang diperlukan untuk memelihara kesatuan dalam keberagaman gereja yaitu 1. Kesadaran akan identitas diri. 2. Pertumbuhan iman. Melalui itu gereja menjadi satu persekutuan sebagaimana hanya ada satu Tuhan, satu tubuh walau banyak anggota. Kesatuan itu nampak pada penghormatan yang tulus kepada orang jemaat lain, kesadaran dipanggil oleh Tuhan yang satu untuk melaksanakan misi yang satu, melalui konsep saling menerima, saling mengakui, saling menopang dan saling berbagi. Konsep teologis ini merupakan dasar bagi kesatuan tubuh dalam keragaman gereja. Kedua, Adapun yang menjadi kesimpulan implikasi parksis dari hasil wawancara penelitian tesis ini adalah, bahwa 1. Komitmen oikumenis harus diawali dengan kesadaran identitas sendiri. 2. Oikumene bukan Cuma struktural, bukan cuma fungsional, tetapi kebersamaan melaksanakan misi berdasarkan visi yang satu. 3. Gereja harus mampu membentuk hubungan oikumenis dalam bingkai saling mengakui dan menerima antar gereja. 4. Gereja harus membentuk hubungan oikumenis dalam bingkai kemitraan pelayanan antar gereja dan hidup kudus sebagai tubuh Kristus.Kata Kunci: Memelihara, Kesatuan, Keragaman, Gereja, Oikumenis  
Peningkatan Kualitas Hidup Keluarga Petani Kristen Di Sekitaran Kawasan Danau Toba Melalui Pembuatan Pupuk Organik Berbahan Baku Rumput Liar Julita Herawati P; Fanorotodo Laia
Jurnal Euangelion Vol. 1 No. 2 (2021): OKTOBER
Publisher : Institut Agama kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (815.79 KB)

Abstract

Abstract: Entering college is something that everyone and parents really want, but sometimes this is hampered because of the limitations of the family economy. However, this can be realized because of the presence of IAKN Tarutung which provides relief to the community with very affordable tuition fees. Many students who have entered the Tarutung IAKN also experience tuition arrears because on average the parents of these students are farmers so that from the results of this study parents can learn how to get satisfactory agricultural results without being burdened with very expensive fertilizer prices. balance of agricultural produce. If the parents' agricultural produce is good, then indirectly the payment of tuition fees will not be in arrears and the graduation period will be faster. Keywords: Making Organic Fertilizer, Family Quality     Abstrak: Masuk pada perguruan Tinggi hal yang sangat di dambakan oleh semua orang dan juga orang Tua akan tetapi kadang hal ini terhabat karena keterbatasan Ekonomi keluarga. Namun hal ini dapat terwujud karena kehadiran IAKN Tarutung yang memberikan keringan pada masayarakat dengan uang kuliah yang sangat terjangkau. Mahasiswa yang telah masuk di IAKN Tarutung masih banyak juga mengalami penungggakan uang kuliah karena rata-rata orang tua dari mahasiswa tersebut merupakan Petani sehingga dari hasil penelitian ini orang Tua dapat belajar bagaimana supaya Hasil pertanian yang memuaskan dengan tidak terbebani dengan harga Pupuk yang sangat mahal tidak seimbang dari hasil pertanian. Jika hasil pertanian orang tua bagus maka dengan secara tidak langsung pembayaran uang kuliah tidak akan menunggak dang masa kelulusan pun semakin cepat. Kata Kunci: Pembuatan Pupuk Organik, Kualitas Keluarga
Peningkatan Kesehatan Masyarakat Melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Di Desa Pearung Kecamatan Paranginan, Kabupaten Humbang Hasundutan Elvri Teresia Simbolon; Tio RJ Nadeak; Roida Lumbantobing
Jurnal Euangelion Vol. 1 No. 2 (2021): OKTOBER
Publisher : Institut Agama kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1179.034 KB)

Abstract

Program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat merupakan program pemerintah sebagai upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Perilaku hidup sehat seharusnya ditanamkan sejak dini. Masyarakat di desa Pearung memiliki kendala yaitu belum mengetahui program GERMAS dan kurangnya Sosialisasi tentang program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Selain itu kurangnya fasilitas pendukung yang layak dalam pelaksanaan program GERMAS khususnya pada kebersihan lingkungan dan Penampungan sampah. Kegiatan yang dilakukan adalah sosialisasi tentang program Germas dan pembangunan bak penampungan sampah di sekitar lokasi sekolah dan di tempat strategis lainnya sehingga memungkinkan siswa dan masyarakat untuk mempergunakan tempat sampah dan membuang sampah pada tempatnya, Sehingga ke depannya diharapkan setelah dilakukan sosialisasi dan pembangunan tempat penampungan sampah diperoleh luaran berupa: Peningkatan kesadaran akan membuang sampah pada tempatnya dan peningkatan kualitas fasilitas pendukung kebersihan lingkungan sekolah. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat Pearung dalam membuang sampah pada tempatnya. Kegiatan penyuluhan tentang GERMAS khususnya kebersihan lingkungan dapat meningkatkan pengetahuan Masyrakat akan program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.
Peningkatan Kualitas Hidup Petani Di Tapanuli Utara Melalui Pembuatan Obat Maag Berbahan Dasar Tanaman Lidah Buaya Yulia K. S. Sitepu; Pesta Sinambela; Adiani Hulu
Jurnal Euangelion Vol. 1 No. 2 (2021): OKTOBER
Publisher : Institut Agama kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (701.685 KB)

Abstract

Abstrak: Lidah buaya atau yang dikenal dengan nama ilmiah Aloe vera adalah tanaman yang mudah ditemui di Indonesia. Tanaman ini dipercaya punya banyak khasiat untuk kesehatan. Tanaman dengan tepi bergerigi itu memiliki tiga lapisan. Lapisan pertama adalah kulit luar yang tebal. Fungsinya sebagai pelindung dan mensintesis karbohidrat dan protein. Lapisan kedua merupakan getah kuning pahit yang disebut dengan lateks. Bagian ini mengandung antrakuinon dan glikosida yang memiliki sifat antioksidan. Sedangkan lapisan ketiga adalah gel jernih yang mengandung 99 persen air. Tanaman ini juga  mengandung asam salisilat yang memiliki sifat anti-inflamasi dan antibakteri serta mengandung vitamin a, vitamin b1, vitamin b2, vitamin b3, vitamin b6, vitamin b12, vitamin c, vitamin e, vitamin asam folik, kolin, vitamin f, mineral kalsium, fosfor, potanium, besi, sodium, magnesium, mangan, tembaga, dan zinc. Dengan kandungan-kandungan tersebut, lidah buaya memiliki beberapa manfaat seperti mencegah penyakit salah satunya yaitu gastritis (Maag) Kata Kunci: gastritis; lidah buaya Abstract: Aloe vera or what is known by the scientific name Aloe vera is a plant that is easily found in Indonesia. This plant is believed to have many health benefits. Plants with jagged edges have three layers. The first layer is a thick outer shell. Its function is to protect and synthesize carbohydrates and protein. The second layer is a bitter yellow sap called latex. This section contains anthraquinones and glycosides which have antioxidant properties. While the third layer is a clear gel that contains 99 percent water. This plant also contains salicylic acid which has anti-inflammatory and antibacterial properties and contains vitamin a, vitamin b1, vitamin b2, vitamin b3, vitamin b6, vitamin b12, vitamin c, vitamin e, folic acid vitamin, choline, vitamin f, minerals calcium, phosphorus, potanium, iron, sodium, magnesium, manganese, copper, and zinc. With these ingredients, aloe vera has several benefits such as preventing disease, one of which is gastritis (ulcer). Keywords:  gastritis; aloe vera
Mendidik Anak Takut Akan Tuhan Muara Sinaga
Jurnal Euangelion Vol. 1 No. 2 (2021): OKTOBER
Publisher : Institut Agama kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.813 KB)

Abstract

Abstract: Parents have an important role in fostering children, parents are role models for children in acting in their behavior. Parents play an important role in nurturing children to fear God, love children, educate children to be smart, instill right living, instill a life of justice, instill honest life, nurture children to be smart, instill a wise life, instill a considerate life. Fear of God can lead a person (child) to experience renewal in terms of attitude or behavior to experience renewal of mind. Those who fear the LORD will do His word. Understanding the true concept of fearing God in Proverbs 1:7 can be the basis for parents to educate children in the family. Keywords: educate, proverbs, fear of God     Abstrak: Orang tua memiliki peranan penting dalam membina anak, orangtua menjadi panutan bagi anak dalam bertindak dalam perilakunya. Orang tua berperan penting dalam membina anak untuk takut akan Tuhan, mengasihi anak, mendidik anak agar pandai, menanamkan hidup benar, menanamkan hidup keadilan, menanamkan hidup jujur, membina anak agar cerdas, menanamkan hidup bijaksana, menanamkan hidup yang penuh pertimbangan. Takut akan Tuhan dapat mengarahkan seseorang (anak) mengalami pembaharuan dari segi sikap atau tingkah laku mengalami pembaharuan akal budi. Orang yang takut akan TUHAN akan melakukan firman-Nya. Memahami konsep takut akan Tuhan yang benar dalam Amsal 1:7 dapat menjadi dasar bagi orang tua untuk mendidik anak di dalam keluarga. Kata Kunci: mendidik, amsal, takut akan Tuhan,
Metode Bervariasi Oleh Guru PAK Terhadap Motivasi Belajar Siswa Hotmauly Munthe
Jurnal Euangelion Vol. 1 No. 2 (2021): OKTOBER
Publisher : Institut Agama kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.54 KB)

Abstract

Abstract: Students in class often lack motivation to study Christian religious education, it can also be due to boring learning methods. This is indicated by students not paying serious attention, not being diligent in doing assignments, being lazy, noisy during the teaching and learning process, and even not wanting to ask the teacher for material they have not understood. The lack of student learning motivation is influenced by several factors that influence student learning motivation, namely: student goals and aspirations, student abilities, student environmental conditions, dynamic elements in learning and learning, teacher efforts in teaching students ". One of the elements that influence learning motivation is the teacher's efforts in teaching students. This is a challenge for teachers to strive so that students have the motivation to take PAK lessons. Teachers must use various ways to generate student motivation to learn through the application of various methods, because PAK lessons are needed to create human beings who believe and are devoted to God Almighty and have noble character.  Keywords: learning, method, varied Abstrak: Siswa di kelas sering kali kurang motivasi untuk belajar pendidikan agama Kristen dapat juga dikarenakan metode belajar yang membosankan. Hal ini ditandai dengan siswa tidak memberikan perhatian yang serius, kurang tekun mengerjakan tugas, malas, ribut pada saat proses belajar mengajar berlangsung, dan bahkan tidak mau bertanya kepada guru materi yang belum dimengertinya. Kurangnya motivasi belajar siswa dipengaruhi oleh beberapa faktor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa yaitu: cita-cita dan aspirasi siswa, kemampuan siswa, kondisi lingkungan siswa, unsur-unsur dinamis dalam belajar dan pembelajaran, upaya guru dalam membelajarkan siswa”. Salah satu unsur yang mempengaruhi motivasi belajar adalah upaya guru dalam membelajarkan siswa. Hal ini menjadi tantangan bagi guru untuk mengupayakan agar siswa-siswi mempunyai motivasi mengikuti pelajaran PAK. Guru harus menggunakan berbagai cara dalam membangkitkan motivasi belajar siswanya melalui penerapan metode secara bervariasi, karena pelajaran PAK sangat dibutuhkan untuk mewujudkan manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa serta berahlak mulia. Kata Kunci: belajar, metode, bervariasi

Page 1 of 1 | Total Record : 8