cover
Contact Name
Muhammad Arif Syihabuddin
Contact Email
arifmuhammad599@gmail.com
Phone
+6287752724043
Journal Mail Official
miyah.inkafa@gmail.com
Editorial Address
LPPM Institut Keislaman Abdullah Faqih (INKAFA) Jl. KH. Syafi'i No. 07 Suci Manyar Gresik
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
MIYAH: Jurnal Studi Islam
ISSN : 25497804     EISSN : 25498622     DOI : https://doi.org/10.33754/miyah
Islamic Studies that including Islamic education, language education, Islamic law, interpretation of the Quran and Islamic communication
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 13 No. 01 (2017)" : 10 Documents clear
RELEVANSI ETIKA BISNIS PERSPEKTIF IMAM AL-GHAZALI DENGAN HERMAWAN KARTAJAYA Habib Masyhudi
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 13 No. 01 (2017)
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.884 KB) | DOI: 10.33754/miyah.v13i01.118

Abstract

Studi dalam penelitian ini mengkaji tentang relevansi etika bisnis perspektif Ima>m al-Ghaza>li> dalam kitab Ih{ya>’ ‘Ulum al-Di>n dan etika bisnis perspektif Hermawan Kartajaya. Ima>m al-Ghaza>li> adalah seorang sufi yang ahli dalam tasawuf, jarang orang menggambarkanya sebagai ahli bisnis. Hermawan Kartajaya adalah seorang penulis yang ahli dalam bisnis dan marketing. Menurut Hermawan Kartajaya bisnis telah kian terpuruk oleh tangan-tangan orang yang tidak punya etika dan moral. Banyak pemikiran yang berkembang saat ini mengatakan bahwa dalam bisnis faktor etika tidak harus dilibatkan, karena akan menghambat pendapatan yang akan didapat. Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah relevansi antara konsep  etika bisnis perspektif Ima>m al-Ghaza>li> dalam kitab Ih}ya>’ ‘Ulu>m al-Di>n dan konsep etika bisnis perspektif Hermawan Kartajaya.Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa etika bisnis yang dikonstruk oleh Ima>m al-Ghaza>li> dan Hermawan Kartajaya terindikasi dari nilai-nilai humanity yang bersifat universal, yang memperkokoh hakikat dan tujuan dalam bisnis. Setelah melakukan penelitian, ditemukan relevansi antara etika bisnis Ima>m al-Ghaza>li> dalam kitab Ih}ya>’ ‘Ulu>m al-Di>n dan etika bisnis Hermawan Kartajaya. Relevansi antara etika bisnis Ima>m al-Ghaza>li> dan Hermawan Kartajaya, antara lain dalam aspek motivasi dan niat positif dalam berbisnis, provit dalam bisnis, etos kerja, proper behaviour, profesionalisme, price value dalam bisnis dan spiritual value dalam bisnis. Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan, dapat dikembangkan saran kepada pelaku bisnis hendaknya mengedepankan nilai-nilai spiritual dalam bisnis, karena spiritual dalam bisnis bersifat universal dan bukan hanya milik Islam.  
ISLAM DAN KONSTITUSI DALAM PERSPEKTIF KH. ABDURRAHMAN WAHID Muhammad Najib
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 13 No. 01 (2017)
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.792 KB) | DOI: 10.33754/miyah.v13i01.119

Abstract

Pokok pemikiran K.H. Abdurrahman Wahid sangat inspiratif dalam menyelesaikan berbagai problem keagamaan dan kebangsaan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia. Baginya, doktrin Islam tentang negara adalah doktrin tentang keadilan dan kemasyarakatan. Untuk itu, ideologi yang relevan bagi Indonesia adalah ideologi Pancasila; selain itu, demokrasi adalah kebebasan, keadilan, dan musyawarah.Gus Dur tidak ingin menampilkan politik Islam yang monoton dan melihat Piagam Madinah sebagai justifikasi bagi manifestasi politik Islam yang inklusif, yaitu politik Islam yang menekankan pada nilai-nilai substansial Islam yang universal seperti keadilan, persamaan, kebebasan, dan syura’ (demokrasi). Gus Dur sangat kritis terhadap bentuk formal dan simbol-simbol politik Islam yang seringkali diperankan mengingkari substansi dari nilai-nilai Islam tersebut. Dia berkeyakinan nilai-nilai universal Islam selaras dengan nilai-nilai Hak-hak Asami Manusia (HAM) dalam Deklarasi Hak-Hak Asami Manusia tahun 1948 sehingga dia melihat Barat bukan sebagai musuh tetapi sebagai mitra. Namun dia perlu mengembangkan konsep HAM dari lingkungan umat Islam sendiri untuk menangkal proses sekulerisasi seperti yang terjadi dalam peradaban Barat.Kata Kunci: Islam, KH. Abdurrahman Wahid, Konstitusi
URGENSI PENGETAHUAN MAQASHIDUS SYARI’AH DALAM MEMAHAMI HUKUM- HUKUM MASALAH KONTEMPORER Ahmad Muhammad Sa’dul Kholqi
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 13 No. 01 (2017)
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (839.093 KB) | DOI: 10.33754/miyah.v13i01.120

Abstract

Mengetahui maqashid asy-syari’ah (tujuan Allah dalam setiap syariat-Nya /perintah atau larangan-Nya) bagi seorang faqih dan mufti sebelum mengeluarkan fatwa adalah hal yang sangat penting dan dibutuhkan khususunya pada era zaman sekarang. karena Sebagaimana kita ketahui, bahwa informasi hukum yang terdapat dalam al-Qur’an dan al-Hadits sangat terbatas, sementara permasalahan terus bermunculan. Jika tidak ditemukan dalam ayat al-Qur’an maupun matan(teks) hadis, maka yang harus dilakukan adalah memahami isi (substansi) dan jiwa (spirit) dari syariat Islam, agarsupaya tidak bertentangan dengan dasar-dasar agama Islam.
DIMENSI SOSIAL TAWHID; KONSTRUKSI JARINGAN RELASIONAL ISLAM PERSPEKTIF HASSAN HANAFI Ahmad Zainuddin
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 13 No. 01 (2017)
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.1 KB) | DOI: 10.33754/miyah.v13i01.121

Abstract

teologi yang diyakini secara dogmatik tak mampu menjadi “pandangan yang benar-benar hidup” yang memberi motivasi tindakan dalam kehidupan kongkret manusia. Hal ini dikarenakan penyusunan doktrin teologi tidak didasarkan atas kesadaran murni dan nilai-nilai perbuatan manusia, sehingga muncul keterpecahan (split) antara keimanan teoritis dan keimanan praktis dalam umat Islam. Hasan Hanafi menawarkan pertama, transformasi teologi dari teosentris menjadi antroposentris. Kedua, untuk membangun teologi antroposentris digunakan metode dialektika, hermeneutik, fenomenologi dan eklektik. Ketiga, kritis dan rasional dalam membangun nalar teologi lebih aktual dengan tidak meninggalkan akar tradisi Islam. Dengan mengintegrasikan jaringan relasional peran strategis agama dalam perubahan sosial. Tawh}i>d menjadi titik pijak untuk menjadikan islam sebagai spirit perubahan sosial ditengah-tengah kondisi keterpurukan masyarakat, Agama tidak semata-mata sebagai praktek peribadatan yang cenderung hanya sebagai tanggungjawab individu muslim dengan Tuhan, tetapi agama juga menjadi ideologi sosial. Keyword. Tawh}i>d, Hassan Hanafi, Perubahan Sosial
CULTIVATING TRADITIONAL GAMES BANJAR IN SCHOOL Makherus Sholeh
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 13 No. 01 (2017)
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.423 KB) | DOI: 10.33754/miyah.v13i01.122

Abstract

The objectives of the study were to describe: 1) various Banjar’s traditional games implemented in schools 2) Benefits of Banjar’s traditional games, 3) Strategy to cultivate Banjar’s traditional games at school. This study used descriptive-qualitative method and the research is done in SDN Mekar 9 Banjarmasin. The subjects of this study were 5 people consisting of principal, teachers, staff and 2 students. The data collection techniques used are 1) Observation, 2) Interview, and 3) Documentation. The process of data analysis using Miles Huberman consisting of four stages in analyzing data, namely: 1) Data collection, 2) Data reduction, 3) Data exposure and 4) Conclusion. Banjar’s Traditional games are cultivated bacucuk bimbi, bahasisnan, ba-u-upauan, badaku, ampar ampar pisang, badamprak, jump rope and bakujur. Benefits of traditional games of the banjar, among others, can be classified on moral development of religion, social emotional, cognitive and physical motor. While the strategy to cultivate Banjar’s traditional games at school through 4 stages, namely. (1) structural approach, (2) formal approach, (3) mechanical approach, (4) organic approach.Keywords: Cultivating, Traditional Games Banjar, School Culture
FENOMENA GENG SANTRI (PENGARUH KONFORMITAS KELOMPOK TEMAN SEBAYA TERHADAP PERILAKU POSITIF DAN NEGATIF GENG SANTRI DI PONDOK PESANTREN) Upik Khoirul Abidin; Saeful Anam
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 13 No. 01 (2017)
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.426 KB) | DOI: 10.33754/miyah.v13i01.123

Abstract

Artikel ini membahasa tentang fenomena geng santri yang terjadi di lingkungan pesantren, dimana sebuah kajian lapangan yang peneliti ambil di pesantren Bahrul Ulum Jombang Jawa Timur. Santri yang tidak lain merupakan remaja yang tumbuh dan berkembang sesuai masa pubersitas. Secara psikologis perubahan pada remaja tidak terlepas dari pengaruh kehidupan sosialnya, sehingga tidak dimungkiri akan berada pada level penjajagan yang kerap kali ikut terhadap suatu komunitas yang ia ikuti. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Terdapat pengaruh yang signifikan antara komformitas teman sebaya terhadap prilaku positif santri di Pondok Pesantren Darul Ulum Peterongan Jombang. Signifikansi ini bisa dilihat dari hasil t hitung sebesar 3.523 dengan artian 3.523 > 0.05. Terdapat pengaruh yang signifikan antara komformitas teman sebaya terhadap prilaku negatif santri di Pondok Pesantren Darul Ulum Peterongan Jombang. Signifikani ini bisa dilihat dari hasil t hitung sebesar 5.381 dengan artian 5.381 > 0.05. Besar pengaruh komformitas teman sebaya terhadap prilaku positif santri di Pondok Pesantren Darul Ulum Peterongan Jombang adalah 42.2% dan selebihnya dipengaruhi oleh faktor lain. Besaran pengaruh komformitas teman sebaya terhadap prilaku negatif santri di Pondok Pesantren Darul Ulum Peterongan Jombang adalah 63% dan selebinya dipenagruhi oleh faktor lain.Kata Kunci: Geng Santri, Konformitas, Pesantren
URGENSI LITERASI KEUANGAN SYARIAH PADA PENDIDIKAN DASAR M. Asyhad; Wahyu Agung Handono
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 13 No. 01 (2017)
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.651 KB) | DOI: 10.33754/miyah.v13i01.124

Abstract

Artikel ini membahasa tentang urgensi literasi Keuangan Syariah pada Pendidikan Dasar, dimana sejauh ini dapat diketahui bahwa tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia pada tahun 2016 sebesar 8,11 persen, lalu indeks inklusi keuangan syariah 11,06 persen. Hal itu menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat terhadap layanan dan produk keuangan syariah masih rendah. Dengan tingkat literasi rendah tersebut maka pangsa pasar perbankan syariah mencapai angka 5,12 persen dan itu masih tergolong rendah bila dibandingkan dengan pangsa pasar perbankan konvensional. Agar dapat meningkatkan literasi keuangan, maka diperlukan adanya edukasi keuangan yang baik. Hogarth dkk. (2003) dalam Ekonomi Pembangunan Syariah mengatakan bahwa proses edukasi keuangan dianggap metode paling efektif untuk meningkatkan literasi keuangan terhadap masyarakat. Oleh karena itu, artikel penelitian ini membahas tentang, literasi keuangan syariah pada pendidikan dasar, beberapa faktor yang menjadi tantangan dalam literasi keuangan syariah pada pendidikan dasar serta urgensi literasi keuangan syariah pada pendidikan dasar.Kata Kunci: Literasi Syari’ah, Pendidikan Dasar
EFEKTIVITAS PROGRAM COMMUNITY EMPOWERMENT DALAM PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT LOKAL DI KABUPATEN BOJONEGORO Mifta Hulaikah; Moh Muhajir
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 13 No. 01 (2017)
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.888 KB) | DOI: 10.33754/miyah.v13i01.125

Abstract

The purpose of this research is to analyze influences of community empowerment program to economic improvement of the local society, the effectively of this program, and the factor which support and which is not. This research is kind of mix method research with design Explanatory Sequential Design. There is two phase, which the first phase is quantitative, the second one is qualitative. The sampling in quantitative phase is 45, who the member of this programe. In qualitative phase, there is 3 people who was interviewed. This research is use regretion analyze. The result of this research shows that there is positive significant effect in empowering programe (training & facilities) to economic improvement. The training give more effect than  facilitate in improve the economic. The effectively of this program is 53%. This programe support by demography and economic structure of society. The factor which not support is the mind set of the society.Keywords: Community Empowerment, Local Society
PROFESIONALISME DAKWAH DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Tomi Hendra
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 13 No. 01 (2017)
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.422 KB) | DOI: 10.33754/miyah.v13i01.126

Abstract

Artikel ini membahas tentang profesionalisme dakwah dalam pemberdayaan masyarakat. Aktifitas juru dakwah tidak hanya sebatas dari penyampai pesan-pesan agama, tetapi aktifitas juru dakwah ini harus diwujudkan dalam bentuk profesionalisme dalam berdakwah. Dalam lingkungan masyarakat juru dakwah bukan sebatas dari menyampaikan pesan-pesan agama kepada masyarakat secara luas, tetapi seorang juru dakwah harus mampu berperan dalam pemberdayaan masyarakat. Dengan memainkan peran sebagai agen pemberdayaan, maka akan semakin tampak profesionalime seorang juru dakwah. Tulisan ini untuk mengetahui bagaimana propfesional dakwah dalam melakukan pemberdayaan masyarakat. Dimana juru dakwah memiliki dua peran penting dalam kehidupan bermasyarakat; Pertama, sebagai penyampai pesan-pesan agama, kedua, sebagai agen pemberdayaan bagi masyarakat, Sehingga dengan dua peran penting ini Islam bisa teintegrasi dalam pemberdayaan masyarakat dengan bercampur segala dimensi kehidupan masyarakat di dalamnya.Kata Kunci: Dakwah, Pemberdayaan Masyarakat
EKOLOGI DAN LINGKUNGAN HIDUP DALAM PERSPEKTIF ALQURAN Zainal Abidin
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 13 No. 01 (2017)
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.957 KB) | DOI: 10.33754/miyah.v13i01.130

Abstract

The occurrence of disasters is not only a symptom of nature but is caused by human activity which starts from the absence of a clear understanding of ecology and the environment. As a Muslim who has a life guide book, we must see how the Koran looks at and explains about ecology and the environment. Briefly and simply according to A. Qadir Gassing to see the Islamic concept of nature and environment can be traced to the three key words of the Alquran, namely earth or environment (ard), destruction (al-ifsad) and preservation (al-islah). While Mujiyono Abdullah argues that there are 16 key concepts of ecology and the environment in the perspective of the Alquran. From the many key words that explain the ecology and environment in the Alquran at least provide confirmation to us that the Koran already has concern for the environment before the ecological theory itself is born and formulated by ecologists and environment-alists.Keywords : Alquran, Ecology,Environment

Page 1 of 1 | Total Record : 10