cover
Contact Name
Kholisussa'di
Contact Email
kholisussakdi@undikma.ac.id
Phone
+6287863548098
Journal Mail Official
kholisussakdi@undikma.ac.id
Editorial Address
Jalan Pemuda No. 59 A Kota Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal
ISSN : 24425842     EISSN : 29629306     DOI : Prefix 10.33394
Jurnal Transformasi (JTNI) : Jurnal Pengembangan Pendidikan Non-Formal Informal is scientific journal published by Program StudI Pendidikan Luar Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA). It has been published since 2016. JTNI contains scientific articles from research and critical review in Education, Teaching and Learning which include : Educational Non Formal Informal, Community Education.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 455 Documents
Peran Fasilitator Program Pengembangan Kepedulian dan Kepeloporan Pemuda Dalam Mendorong Kemandirian Ekonomi Salim, Tisya Fajriatus; Zudin, Indah Nabila; Susanti, Veronicaintan; Rahmawati, Rosyidah; Alhidayat, Maslakhatun Nisak; Jannah, Nadia Hidayahtul; Susilo, Heryanto; Qodriyati, Tri ‘Ulya; Widyaswari, Monica
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 11 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v11i1.17002

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the role of facilitators of the Youth Awareness and Pioneering Development Program (PKKP) in increasing the economic independence of youth organizations in Grobogan Regency. The main focus of the research includes strengthening entrepreneurial skills, increasing active participation, and instilling a responsible attitude in the management of community-based economic activities. The method used in this study is qualitative with a case study approach, which involves five informants from the facilitators and members of the Youth Organization. The results of the study show that PKKP facilitators play a strategic role in providing technical assistance, business skills training, and encouraging youth participation and social responsibility in running business units. This role has been proven to encourage the birth of local business initiatives such as fish farming and traditional food processing based on village potential. These findings confirm the importance of the existence of trained and responsive facilitators as the key to the success of the empowerment program. This study recommends strengthening the capacity of facilitators and integrating cross-sectoral programs to encourage youth economic sustainability in villages.Key Words: Facilitator, Karang Taruna,  economic independence, PKKP.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran fasilitator Program Pengembangan Kepedulian dan Kepeloporan (PKKP) Pemuda dalam meningkatkan kemandirian ekonomi pemuda Karang Taruna di Kabupaten Grobogan. Fokus utama penelitian mencakup penguatan keterampilan wirausaha, peningkatan partisipasi aktif, dan penanaman sikap tanggung jawab dalam pengelolaan kegiatan ekonomi berbasis komunitas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, yang melibatkan lima informan dari kalangan fasilitator dan anggota Karang Taruna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitator PKKP berperan strategis dalam memberikan pendampingan teknis, pelatihan keterampilan usaha, serta mendorong partisipasi dan tanggung jawab sosial pemuda dalam menjalankan unit usaha. Peran ini terbukti mendorong lahirnya inisiatif usaha lokal seperti budidaya ikan dan olahan pangan tradisional berbasis potensi desa. Temuan ini menegaskan akan pentingnya keberadaan fasilitator yang terlatih dan responsif terhadap kebutuhan lokal sebagai kunci keberhasilan program pemberdayaan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas fasilitator dan integrasi program lintas sektor untuk mendorong keberlanjutan ekonomi pemuda di desa.Kata Kunci: Fasilitator, Karang Taruna,  kemandirian ekonomi, PKKP.
Analisis Nilai Pendidikan Karakter Dalam Kegiatan Kamis Budaya di SDN 2 Maria Zannah, Ana Rauhul; Sukri, Sukri; Astria, Fitri Puji
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 11 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v11i1.17036

Abstract

Abstract: The issue of student character is a major concern in the world of education today, especially at the elementary school level. In an effort to instill moral and ethical values, SDN 2 Maria develops Cultural Thursday activities as a medium for character building based on local wisdom. This study aims to analyze the character education values reflected in the Cultural Thursday activities at SDN 2 Maria. This study used a descriptive qualitative approach with data collection techniques through observation, interviews and documentation. The object of this research is the Cultural Thursday activity. The research subjects consisted of principals, teachers, and students.  The results showed that Cultural Thursday activities at SDN 2 Maria are able to instill various character values, including religion, nationalism, mutual cooperation, independence, integrity, discipline, and love of culture.Key Words: Character Education, Thursday Culture, Elementary SchoolAbstrak: Permasalahan karakter peserta didik menjadi perhatian utama dalam dunia pendidikan saat ini, khususnya pada jenjang sekolah dasar. Dalam upaya menanamkan nilai-nilai moral dan etika, SDN 2 Maria mengembangkan kegiatan Kamis Budaya sebagai wahana pembentukan karakter peserta didik yang berbasis kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai pendidikan karakter yang tercermin dalam kegiatan Kamis Budaya di SDN 2 Maria. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Objek dari penelitian ini adalah kegiatan Kamis Budaya. Subjek penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru, dan peserta didik.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Kamis Budaya di SDN 2 Maria mampu menanamkan berbagai nilai karakter, antara lain religius, nasionalisme, gotong royong, kemandirian, integritas, kedisiplinan, dan cinta budaya.Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Kamis Budaya, Sekolah Dasar
Pengembangan Tes Model Teslet Berbasis Kearifan Lokal Sasak Pada Materi Geometri dalam Meningkatkan Kemampuan Literasi Matematika Tilawati, Susi; Supiyati, Sri; Hayati, Nila
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i1.17308

Abstract

Abstract: This study aims to develop a teslet-model test based on Sasak local wisdom in geometry material to improve students’ mathematical literacy skills. The research employed a Research and Development (R&D) approach using the Borg & Gall model, which was modified into seven stages: initial data collection, planning, initial product development, limited trial, product revision, field trial, and final revision. The instrument consisted of 21 items grouped into 7 teslets, integrating Sasak cultural contexts such as traditional architecture, traditional weaving (tenun), and local arts into geometric concepts. Expert validation results showed an Aiken’s V value of 0.68125 (high category), and the instrument’s reliability reached 0.761 (high category). The item difficulty analysis indicated a proportional distribution dominated by medium-level items, while the discrimination index analysis revealed that most items fell into the good or very good categories. Field trials conducted with seventh-grade students at SMP Negeri 1 Selong demonstrated that the instrument obtained an effectiveness score of 380, categorized as moderately effective in improving mathematical literacy. This was reflected in students’ increased understanding of geometric material as well as their appreciation of local cultural values.Thus, the Sasak local-wisdom-based teslet developed in this study is not only valid, reliable, and feasible as an assessment instrument, but also contributes significantly to preserving local culture and strengthening contextual learning in schools. Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengembangkan tes model teslet berbasis kearifan lokal Sasak pada materi geometri untuk meningkatkan kemampuan literasi matematika siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model Borg & Gall yang dimodifikasi menjadi tujuh tahap: pengumpulan data awal, perencanaan, pengembangan produk awal, uji coba terbatas, revisi produk, uji coba lapangan, serta revisi final. Instrumen berupa 21 soal yang terbagi jadi 7 teslet yang memadukan konteks budaya Sasak, seperti arsitektur tradisional, kerajinan tradisional (tenun), dan kesenian tradisional, dengan konsep geometri. Hasil validasi ahli menunjukkan nilai Aiken’s V sebesar 0,68125 (kategori tinggi), sedangkan reliabilitas instrumen mencapai 0,761 (kategori tinggi). Analisis tingkat kesukaran memperlihatkan distribusi soal yang proporsional dengan dominasi kategori sedang, sementara uji daya beda menunjukkan sebagian besar soal tergolong baik dan sangat baik. Uji coba lapangan pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Selong menunjukkan bahwa instrument memiliki skor evektifitas 380 kategori cukup efektif dalam meningkatkan literasi matematika, ditandai dengan peningkatan pemahaman siswa terhadap materi geometri sekaligus apresiasi mereka terhadap nilai budaya lokal. Dengan demikian, teslet berbasis kearifan lokal Sasak yang dikembangkan tidak hanya valid, reliabel, dan layak digunakan sebagai instrumen penilaian, tetapi juga memberikan kontribusi penting dalam pelestarian budaya lokal dan penguatan pembelajaran kontekstual di sekolah.
Pengaruh Model Pembelajaran Conceptual Understanding Procedures (CUPs) Terhadap Kemampuan Kolaborasi Higher Order Thinking Skills (HOTS) Alfath, Haliza Auliana; Maritasari, Donna Boedi; Zohrani
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i1.17335

Abstract

Abstract: This study aims to examine the effect of the conceptual understanding procedures (CUPs) learning model on the collaborative ability of higher order thinking skills (HOTS) in fourth-grade students of SDN 2 Masbagik Timur. This study uses a quantitative method with an experimental type with a true experimental design with a posttest-only control design. The subjects of the study were 48 fourth-grade students of SDN 2 Masbagik Timur, who were divided into 24 students in the experimental class (IV A) and 24 students in the control class (IV B). Data collection techniques include observation and tests. The research instrument has been tested for validity and reliability, the validity test in this study used the Pearson product moment correlation test where 15 valid questions out of 15 questions tested were considered valid with a significance level of 5%, while the reliability test used the KR 21 formula using Excel with a Cronbach's alpha value of 0.747544 which means the Cronbach's alpha value is greater than 0.6 and can be said to be reliable. The results of the study showed that the average posttest value of HOTS collaboration ability in the experimental class (84.91) was higher than the control class (78.37). The hypothesis test showed a significance value (Sig. 2-tailed) of 0.002, which is smaller than 0.05, so the null hypothesis (H0) was rejected and the alternative hypothesis (Ha) was accepted. The normality test showed that the significance value Asymp. Sig. (2-tailed) of 0.176 was greater than 0.05. So, according to the basis for decision making in the normality test, it can be concluded that the data is normally distributed, while the results of the homogeneity test, the Sig. Levene's test for equality of variances is 0.262 0.05, which means that the data variance between group A and group B is homogeneous or the same. Thus, it can be concluded that the CUPs learning model has a positive and significant influence on improving the HOTS collaboration ability of fourth-grade students of SDN 2 Masbagik Timur. This learning is proven to be more active, creative, and fun, and motivates students to collaborate and take responsibility in the learning process. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh model pembelajaran conceptual understanding procedures (CUPs) terhadap kemampuan kolaborasi higher order thinking skills (HOTS) pada peserta didik kelas IV SDN 2 Masbagik Timur. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis eksperimen dengan desain true experimental design dengan bentuk posttest-only control design. Subjek penelitian adalah 48 peserta didik kelas IV SDN 2 Masbagik Timur, yang dibagi menjadi 24 peserta didik di kelas eksperimen (IV A) dan 24 peserta didik di kelas kontrol (IV B). Teknik pengumpulan data meliputi observasi dan tes. Instrumen penelitian telah diuji validitas dan reliabilitasnya, uji validitas pada penelitian ini menggunakan uji korelasi pearson product moment yang dimana 15 butir soal valid dari 15 butir soal yang diuji terbilang valid dengan taraf signifikan 5%, sedangkan uji reliabilitas menggunakan rumus KR 21 dengan menggunakan bantuan excel dengan nilai Cronbach’s alpha sebesar 0,747544  yang artinya nilai Cronbach’s alpha lebih besar dari 0,6 dan dapat dikatan reliabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata posttest kemampuan kolaborasi HOTS pada kelas eksperimen (84,91) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (78,37). Uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,002, yang lebih kecil dari 0,05, sehingga hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Uji normalitas menunjukkan bahwa nilai signifikansinya Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,176 lebih besar dari 0,05. Maka sesuai dengan dasar pengambilan keputusan dalam uji normalitas, dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal, adapun hasil uji homogenitasnya nilai Sig. Levene’s test for equality variances adalah 0,2620,05  maka dapat diartikan bahwa varians data antara kelompok A dan kelompok B adalah homogen atau sama. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran CUPs memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan kemampuan kolaborasi HOTS peserta didik kelas IV SDN 2 Masbagik Timur. Pembelajaran ini terbukti lebih aktif, kreatif, dan menyenangkan, serta memotivasi peserta didik untuk berkolaborasi dan bertanggung jawab dalam proses belajar.
Penerapan Metode ABA dalam Meningkatkan Keterampilan Sosial Siswa Lamban Belajar di MI NWDI 02 Pancor Nikmatulloh; Triyanto, Muchamad; Aziz, Abdul; Sulastri, Andi
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i1.17336

Abstract

Abstract: This study aims to describe the implementation and effect of the Applied Behavior Analysis (ABA) method in improving the social skills of slow learner students at MI NWDI 02 Pancor. The research used a qualitative approach with descriptive methods. The research location was MI NWDI 02 Pancor. The research subjects were slow learner students. The data sources used were primary and secondary data. Data collection techniques were conducted through observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that the implementation of the Applied Behavior Analysis (ABA) method in improving the social skills of slow learner students at MI NWDI 02 Pancor went through two stages: the planning stage and the implementation stage. Planning begins with identification and assessment to determine the students' conditions and needs, followed by designing the program to be provided. The implementation phase utilizes the Discrete Trial Training (DTT) technique, which consists of providing instructions/stimuli, responses, and feedback. Instructions include providing directions regarding tasks to be completed. Responses can be verbal, non-verbal, or body movements as a result of the stimulus. Feedback, as a consequence of the student's response, can include rewards, praise, and so on. The conclusion of this study, consistent with the data obtained, is that the social skills of slow-learning students can be improved through the structured and consistent implementation of the Applied Behavior Analysis (ABA) method. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan dan pengaruh metode Applied Behavior Analysis(ABA) dalam meningkatkan keterampilan sosial siswa lamban belajar di MI NWDI 02 P ancor. Jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Tempat penelitian dilaksanakan di MI NWDI 02 Pancor. Subjek penelitian yaitu siswa lamban belajar (slow learner). Sumber data yang digunakan yaitu data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Applied Behavior Analysis (ABA) dalam meningkatkan keterampilan sosial siswa lamban belajar di MI NWDI 02 Pancor melalui dua tahapan yaitu tahap perencanaan dan tahap pelaksanaan. Perencanaan dimulai dengan melakukan identifikasi dan asesmen untuk mengetahui kondisi dan kebutuhan siswa, kemudian merancang program yang akan diberikan. Pada tahap pelaksanaan dilakukan dengan teknik Discrete Trial Training (DTT) yang terdiri dari pemberian instruksi/stimulus, respons, dan feedback (imbal balik). Instruksi berupa pemberian arahan mengenai tugas yang harus diselesaikan, respons bisa berbentuk verbal, non-verbal, maupun gerakan tubuh sebagai akibat dari adanya stimulus, feedback (imbal balik) sebagai konsekuensi atas respons dari siswa bisa berupa pemberian reward/hadiah, pujian dan lain sebagainya. Kesimpulan dari penelitian ini sesuai dengan data yang sudah didapatkan adalah keterampilan sosial siswa lamban belajar dapat meningkat melalui penerapan metode Applied Behavior Analysis (ABA) yang dilaksanakan dengan terstruktur dan konsisten.
Analisis Keterlambatan Bicara Pada Siswa Kelas Rendah Berdasarkan Pola Asuh Orang Tua di Desa Dasan Lekong Hasanah, Uswatun; Husni, Muhammad; Aziz, Abdul; Hadi, Yul Alfian
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i1.17529

Abstract

Abstract: This study aims to identify the causal factors and the relationship between speech delay in lower grade elementary school students and parenting styles in Dasan Lekong Village, Sukamulia District, East Lombok. The researcher employed a case study approach. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation. Data were analyzed through data reduction, data presentation, and verification. The findings of this study conclude that: (1) The causes of speech delays in students are both internal and external. Internal factors include physical issues such as an students lodged in the throat, and delayed development since the prenatal stage. Meanwhile, external factors include parenting patterns that are not appropriate for the students' needs, such as authoritarian parenting patterns, by the students' parents. (2) The policies implemented by schools for students with speech delays involve adapting school programs to the students’ needs, such as providing special classes after school hours, grouping students with similar difficulties, and delivering instruction tailored to their abilities. Additionally, schools provide learning support through special teachers in different settings outside the classroom. Schools also conduct morning programs such as public speaking to foster and improve students’ speaking skills. (3) Parenting styles are strongly related to students’ speech delays. The parenting style that best supports the development of speaking ability is the democratic style by paying attention to students' needs, such as checking students' health, inviting students to talk and exchange ideas. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab dan hubungan keterlambatan bicara pada siswa kelas rendah SD Negeri berdasarkan pola asuh orang tua di desa Dasan Lekong kecamatan Sukamulia Lombok Timur. Peneliti menggunakan jenis penelitian pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti yaitu observasi, wawancara dan dokumen. Data dikumpulkan dan dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa 1) faktor penyebab siswa mengalami terlambat bicara disebabkan oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal terdiri dari adanya suatu benda yang menyangkut di tenggorokan siswa dan terlambat pertumbuhan yang dialami dari dalam  kandungan. Sedangkan faktor eksternalnya yaitu pola asuh yang kurang tepat untuk diterapkan dengan kebutuhan siswa oleh orang tua siswa seperti pola asuh otoriter. 2) kebijakan yang diterapkan sekolah terhadap siswa terlambat bicara yaitu dengan menyesuaikan program sekolah terhadap kebutuhan siswa. Seperti menyediakan kelas khusus setelah pulang sekolah, mengelompokkan siswa yang mengalami kesulitan yang sama, lalu diberikan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan siswa, pendamping belajar dengan guru khusus di tempat yang berbeda atau di luar kelas. Selain itu, setiap sekolah memiliki program setiap pagi seperti berpidato yang dapat mendukung dan meningkatkan kemampuan siswa. 3) pola asuh orang tua sangat berhubungan dengan keterlambatan bicara siswa. Pola asuh yang dapat mendukung kemampuan bicara subjek yaitu pola asuh demokratis dengan memperhatikan kebutuhan siswa seperti memeriksakan kesehatan siswa, mengajak siswa berbicara dan bertukar pikiran.
Pengaruh Pendekatan TaRL Terhadap Kemampuan Membaca Siswa Kelas IV SDN 03 Kalijaga Lestari, Linda Ulnia; Siregar, Deni; Hamdi, Zulfadli
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i1.17539

Abstract

Abstract: This study aims to determine the effect of the Teaching at the Right Level (TaRL) approach on the reading ability of fourth-grade students. The researcher used a quantitative experimental research method. The design used was a one-group pretest-posttest design. The study population was all 127 students at SDN 03 Kalijaga. The sample size was 20 fourth-grade students. Data collection was conducted using tests. Data analysis in this study used normality tests, hypothesis testing, and normality tests using Liliefors. The results of the analysis of students' pretest scores obtained an l-count of 0.168 with an l-table value of 0.190, indicating that l-count < l-table. Meanwhile, the posttest normality test results obtained a calculated value of 0.163 with an ltable value of 0.190, indicating that the pretest and posttest data were normally distributed. Furthermore, the hypothesis test data analysis, based on the hypothesis test calculations using a paired sample t-test on 20 students, yielded a mean difference of 24, a standard deviation of 11.073, and a calculated t of 9.692 with a ttable of 2.093, with a significance level of 0.05. Therefore, the hypothesis "Ho" is rejected and "Ha" is accepted, indicating a significant difference between students' pretest and posttest scores. Thus, the Teaching at the Right Level (TaRL) approach significantly influences the reading ability of fourth-grade students at SDN 03 Kalijaga. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui pengaruh pendekatan Teaching at the Right level (TaRL) terhadap kemampuan membaca siswa kelas IV. Peneliti menggunakan kuantitatif dengan jenis penelitian eksprimen. Adapun design yang digunakan one group pretest posttest design. Populasi Penelitian seluruh siswa SDN 03 Kalijaga dengan jumlah 127 siswa. Sampel penelitian ini adalah Kelas IV dengan jumlah 20 siswa. Teknik pengumpulan data berupa tes. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji normalitas, uji hipotesis dan uji normalitas pada penelitian ini menggunakan Liliefors, dengan hasil analisis nilai pretest siswa diperoleh lhitung 0,168 dengan nilai ltabel 0,190, maka lhitung < ltabel. Sedangkan nilai hasil perhitungan uji normalitas posstest diperoleh lhitung 0,163 dengan nilai ltabel 0,190, maka lhitung <ltabel. Hal ini menunjukkan bahwa data hasil pretest maupun posstest berdistribusi normal. Selanjutnya data analisis uji hipotesis berdasarkan perhitungan uji hipotesis dengan menggunakan uji-t dengan jenis paired sampel t-test terhadap 20 siswa, diperoleh nilai rata-rata selisih 24, simpangan baku 11,073, dan thitung sebesar 9,692 dengan ttabel 2,093 dengan taraf signifikansi 0,05. Maka hipotesisnya berbunyi “Ho” di tolak dan “Ha” diterima yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posstest siswa. Dengan demikian, pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL) berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan membaca siswa kelas IV SDN 03 Kalijaga.
Efektivitas Program Paket C Dalam Meningkatkan Pendidikan Lanjutan Bagi Anak putus Sekolah di Kota Kendari Rabbanim, Muhammad Naufal; Nongko, Pahenra A; Ndibo, Yaman La
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i1.17547

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the effectiveness of the Paket C Program in improving access to further education for school dropouts in Kendari City. The study is motivated by high dropout rates and limited access to formal education. The Paket C Program serves as an alternative pathway to obtain an upper secondary school–equivalent certificate and expand opportunities for higher education or vocational training. This research employs a descriptive qualitative approach using in-depth interviews, observation, and documentation, with participants consisting of learners, tutors, and program administrators selected through purposive sampling. The findings indicate that most participants join the program to obtain certification and enhance their chances of continuing their education. Despite challenges related to limited facilities and attendance consistency, the program provides academic and social benefits. Most graduates show an orientation toward pursuing higher education, supported by personal and family motivation. Overall, the Paket C Program in Kendari City is fairly effective in improving access to further education for school dropouts. Unlike previous studies that focus on program implementation and learning outcomes, this study emphasizes the educational continuity of Paket C graduates, particularly their orientation toward higher education or vocational training. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Program Paket C dalam meningkatkan akses pendidikan lanjutan bagi anak putus sekolah di Kota Kendari. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih tingginya angka putus sekolah serta terbatasnya akses terhadap pendidikan formal. Program Paket C menjadi jalur alternatif untuk memperoleh ijazah setara SMA dan memperluas peluang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi maupun pelatihan vokasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi warga belajar, tutor, dan pengelola program yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar peserta mengikuti Program Paket C untuk memperoleh ijazah dan meningkatkan peluang melanjutkan pendidikan. Meskipun masih terdapat kendala berupa keterbatasan fasilitas dan kedisiplinan kehadiran, program ini memberikan manfaat akademik dan sosial. Sebagian besar lulusan menunjukkan orientasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, didukung oleh motivasi pribadi dan keluarga. Secara keseluruhan, Program Paket C di Kota Kendari dinilai cukup efektif dalam meningkatkan akses pendidikan lanjutan bagi anak putus sekolah. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang lebih menekankan pada pelaksanaan dan hasil belajar, penelitian ini berfokus pada keberlanjutan pendidikan lulusan Paket C, khususnya orientasi mereka untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Tantangan Implementasi Kebijakan Pendidikan Inklusif di SDN 2 Denggen Kecamatan Selong Kabupaten Lombok Timur Aziz, Abdul; Parhanuddin, Lalu; Patmasari, Yulia; Husni, Muhammad
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i1.17597

Abstract

Abstract: This study aims to describe the challenges faced by schools in implementing inclusive education policies at SDN 2 Denggen. This research focuses on the obstacles in providing educational services for students with special needs. This study used a descriptive qualitative approach. The research was conducted at SDN 2 Denggen using primary and secondary data sources. Primary data were collected from key informants including the principal, teachers, and parents of students with special needs. Secondary data included school documents, inclusive education regulations and policies, and literature reviews from previous research. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The research instruments consisted of interview guides, field notes, and documentation. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results indicate that the implementation of inclusive education at SDN 2 Denggen faces interrelated challenges. Limited understanding, lack of school preparedness, inadequate infrastructure, and misperceptions from various parties are major obstacles, resulting in suboptimal management of students with special needs. The conclusion of this study confirms that the implementation of inclusive education still needs to be strengthened through increased teacher capacity, provision of supporting facilities, and support from policymakers. This study recommends that schools and local governments provide more serious support for the implementation of inclusive education. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tantangan yang dihadapi sekolah dalam mengimplementasikan kebijakan pendidikan inklusif di SDN 2 Denggen. Penelitian ini difokuskan pada hambatan-hambatan dalam pelaksanaan layanan pendidikan bagi siswa berkebutuhan khusus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian dilaksanakan di SDN 2 Denggen dengan sumber data primer dan skunder. Data primer dikumpulkan dari narasumber kunci meliputi kepala sekolah, guru, dan orang tua siswa berkebutuhan khusus, sedangkan data skunder meliputi dokumen sekolah, peraturan dan kebijakan pendidikan inklusif, dan studi literatur dari penelitian sebelumnya. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrument penelitian berupa pedoman wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan inklusif di SDN 2 Denggen menghadapi tantangan yang saling terkait. Keterbatasan pemahaman, kurangnya kesiapan sekolah, minimnya sarana prasarana, dan persepsi keliru dari berbagai pihak menjadi penghambat utama, sehingga penanganan siswa berkebutuhan khusus belum berjalan optimal. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa implementasi pendidikan inklusif masih perlu diperkuat melalui peningkatan kapasitas guru, penyediaan fasilitas pendukung, dan dukungan pemangku kebijakan. Penelitian ini menyarankan agar sekolah dan pemerintah daerah memberikan dukungan lebih serius terhadap penyelenggaraan pendidikan inklusif.
Upaya Tutor dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Warga Belajar Paket B Nafisah, Rizka; Noviana, Eddy; Jais, Muhammad
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i1.17598

Abstract

Abstract: Learning motivation is a drive or factor that grows within a person to carry out their activities more actively, especially in personal change. Each student has a different background and characteristics that can influence their motivation to learn. Therefore, tutors need to make efforts to increase students' learning motivation so they can actively participate in the learning process. This study aims to determine the efforts of tutors in increasing the learning motivation of Package B students at SPNF SKB Pekanbaru City. This study uses a descriptive qualitative method with data obtained through interviews, observation, and documentation techniques. The subjects of this study were Package B tutors. The results of the study showed four main patterns in the efforts made by tutors to increase the learning motivation of Package B students, namely 1) Efforts to foster enthusiasm for success are carried out by setting goals and strengthening the determination to learn, 2) Efforts to encourage students' self-confidence are carried out through providing appreciation and participation, 3) Efforts that lead to the students' ideals are carried out by linking learning with the reality and ideals of students, and 4) Efforts to create a conducive learning environment are carried out by creating a safe and comfortable learning environment. Abstrak: Motivasi belajar adalah dorongan atau faktor yang tumbuh dalam diri seseorang agar melaksanakan aktivitas-aktivitasnya lebih giat lagi khususnya dalam perubahan diri pribadi. Setiap warga belajar memiliki latar belakang dan karakteristik yang berbeda-beda yang dapat mempengaruhi motivasi mereka dalam belajar. Oleh karena itu, maka dibutuhkannya upaya tutor dalam meningkatkan motivasi belajar warga belajar agar dapat berpartisipasi secara aktif dalam proses pembelajaran. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya tutor dalam meningkatkan motivasi belajar warga belajar Paket B di SPNF SKB Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakana metode deskriptif kualitatif dengan perolehan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini ialah tutor Paket B. hasil penelitian menunjukkan empat pola utama dalam upaya yang dilakukan oleh tutor dalam meningkatkan motivasi belajar warga belajar Paket B, yaitu 1) Upaya menumbuhkan semangat untuk sukses dilakukan dengan penetapan tujuan dan penguatan tekad belajar, 2) Upaya mendorong kepercayaan diri warga belajar dilakukan melalui pemberian apresiasi dan partisipasi, 3) Upaya yang menjurus pada cita-cita warga belajar dilakukan melalui pengaitan pembelajaran dengan realita dan cita-cita warga belajar, serta 4) Upaya menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dilakukan dengan penciptaan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.

Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 1 (2026): Maret Vol. 11 No. 2 (2025): September Vol 11, No 1 (2025): Maret Vol. 11 No. 1 (2025): Maret Vol 10, No 2 (2024): September Vol. 10 No. 2 (2024): September Vol 10, No 1 (2024): Maret Vol. 10 No. 1 (2024): Maret Vol 9, No 2 (2023): Volume 9 Nomor 2 Edisi September 2023 Vol 9, No 1 (2023): Volume 9 Nomor 1 Edisi Maret 2023 Vol. 9 No. 2 (2023): September Vol 9, No 2 (2023): September Vol 9, No 1 (2023): Maret Vol. 9 No. 1 (2023): Maret Vol 8, No 2 (2022): Volume 8 Nomor 2 Edisi September 2022 Vol 8, No 1 (2022): Volume 8 No 1 Edisi Maret 2022 Vol. 8 No. 2 (2022): September Vol 8, No 2 (2022): September Vol 8, No 1 (2022): Maret Vol. 8 No. 1 (2022): Maret Vol. 7 No. 2 (2021): September Vol 7, No 2 (2021): September Volume 7 Nomor 2 Edisi September 2021 Vol 7, No 1 (2021): Maret Vol. 7 No. 1 (2021): Maret Volume 7 Nomor 1 Edisi Maret 2021 Volume 6 Nomor 2 Edisi September 2020 Vol 6, No 2 (2020): September Vol. 6 No. 2 (2020): September Vol. 6 No. 1 (2020): Maret Volume 6 Nomor 1 Edisi Maret 2020 Vol 6, No 1 (2020): Maret Volume 5 Nomor 2 Edisi September 2019 Vol 5, No 2 (2019): September Vol. 5 No. 2 (2019): September Volume 5 Nomor 1 Edisi Maret 2019 Vol 5, No 1 (2019): Maret Vol. 5 No. 1 (2019): Maret Vol 4, No 2 (2018): September Vol. 4 No. 2 (2018): September Volume 4 Nomer 2 Edisi September 2018 Vol 4, No 1 (2018): Maret Volume 4 Nomer 1 Edisi maret 2018 Vol. 4 No. 1 (2018): Maret Vol 3, No 2 (2017): September Vol. 3 No. 2 (2017): September Volume 3 Nomer 2 Edisi September 2017 Volume 3 Nomer 1 Edisi Maret 2017 Vol. 3 No. 1 (2017): Maret Vol 3, No 1 (2017): Maret Volume 2 Nomer 2 Edisi September 2016 Vol. 2 No. 2 (2016): September Vol 2, No 2 (2016): September Vol 2, No 1 (2016): Maret Vol. 2 No. 1 (2016): Maret Volume 2 Nomer 1 edisi Maret 2016 More Issue