Dalam era yang dimediasi secara digital saat ini, pembentukan spiritual Kristen menghadapi tantangan sekaligus peluang yang unik. Penelitian ini mengeksplorasi tiga model pedagogis—Model Ziarah (Pilgrimage Model), Model Transformasi Batin (Inner Transformation Model), dan Model Aturan Hidup (Rule of Life Model)—untuk memahami bagaimana pendidik Kristen dapat menumbuhkan pertumbuhan spiritual yang autentik dalam konteks digital. Dengan pendekatan kualitatif yang didukung analisis teologis, teori pendidikan, dan penelitian empiris, setiap model menawarkan kontribusi yang khas. Model Ziarah memandang pembentukan spiritual sebagai perjalanan seumur hidup yang dipandu anugerah ilahi, dengan penekanan pada narasi dan refleksi pengalaman iman. Model Transformasi Batin menyoroti perubahan kehidupan batin—meliputi pikiran, emosi, kehendak, hati nurani, dan kesadaran diri—yang dipimpin Roh Kudus, serta diintegrasikan dengan identitas Kristiani (Christlikeness) melalui disiplin spiritual seperti doa, meditasi firman, dan keheningan. Sementara itu, Model Aturan Hidup mengintegrasikan spiritualitas dalam rutinitas melalui ritme yang disengaja, seperti doa harian, pembacaan Alkitab, refleksi diri, praktik sabat, dan keterlibatan komunitas yang akuntabel, sehingga iman diwujudkan dalam kebiasaan hidup. Temuan menunjukkan bahwa ketiga model, jika dikontekstualisasikan secara tepat, mampu mendukung pembentukan spiritual yang mendalam dan holistik dalam lingkungan digital. Pedagogi spiritual digital dipahami sebagai desain pembelajaran berbasis teknologi yang menumbuhkan dimensi spiritual melalui refleksi daring, komunitas virtual, dan praktik kontemplatif. Penelitian ini menawarkan kerangka konseptual bagi pendidik Kristen untuk membentuk identitas iman dan pemuridan yang tangguh di tengah era distraksi.In today’s digitally mediated era, Christian spiritual formation faces both unique challenges and opportunities. This study explores three pedagogical models—the Pilgrimage Model, the Inner Transformation Model, and the Rule of Life Model—to understand how Christian educators can nurture authentic spiritual growth in digital contexts. Using a qualitative approach supported by theological analysis, educational theory, and empirical research, each model offers distinct contributions. The Pilgrimage Model views spiritual formation as a lifelong journey guided by divine grace, emphasizing narrative-based pedagogy and reflective faith experiences. The Inner Transformation Model highlights the transformation of the inner life—including thoughts, emotions, will, conscience, and self-awareness—led by the Holy Spirit and integrated with Christian identity (Christlikeness) through spiritual disciplines such as prayer, Scripture meditation, and silence. Meanwhile, the Rule of Life Model integrates spirituality into daily routines through intentional rhythms, including daily prayer, Bible reading, self-reflection, Sabbath practices, and accountable community life, enabling faith to be embodied in habitual practices. The findings indicate that, when appropriately contextualized, these three models can support deep and holistic spiritual formation even within digital learning environments. Digital spiritual pedagogy is understood as the intentional design of technology-mediated learning experiences that cultivate spiritual growth through online reflection, relational virtual communities, and contemplative practices. This study contributes a conceptual framework for Christian educators to foster resilient faith identity and discipleship amid a highly distracting digital age.