cover
Contact Name
Harianto GP
Contact Email
ijce@stakanakbangsa.ac.id
Phone
+6282115511552
Journal Mail Official
ijce@stakanakbangsa.ac.id
Editorial Address
Royal Crown Palace F1-2, Tambak Oso, Waru - Sidoarjo 61256
Location
Kab. sidoarjo,
Jawa timur
INDONESIA
Inculco Journal of Christian Education
ISSN : 29636485     EISSN : 29636485     DOI : https://doi.org/10.59404/ijce
Core Subject : Religion, Education,
Inculco Journal of Christian Education (IJCE) adalah jurnal penelitian peer-review (proses penelusuran atas kualitas suatu karya tulis ilmiah oleh ahli lain di bidang yang bersesuaian) akses terbuka berkualitas. Jurnal ini menerbitkan artikel asli tentang isu-isu terbaru dan tren yang terjadi khususnya dalam dunia pendidikan. IJCE menyediakan platform (rencana kerja atau program) yang menyambut dan mengakui makalah penelitian asli yang berkualitas tentang pendidikan yang ditulis oleh para peneliti, akademisi, profesional, dan praktisi. Kajian Inculco Journal of Education (IJE) mencakup: Ilmu Pendidikan, Teknologi Pendidikan, Manajemen Pendidikan, Pendidikan Biblika, Teologi Pendidikan, Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Keluarga, Pendidikan Berkebutuhan Khusus, Pendidikan Orang Dewasa, Pendidikan Guru.
Articles 112 Documents
RELEVANSI PERKEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK BERDASARKAN ROMA 12:2 Hari Anti Netalia; Sedirman Lawolo; Lestari Meisara Nainggolan; Viktor Sagulu; Marta Manalu
Inculco Journal of Christian Education Vol 6, No 1 (2026): Vol 6, No 1 (2025): Februari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59404/ijce.v6i1.296

Abstract

Perkembangan kurikulum Pendidikan Agama Kristen berperan penting dalam menjawab tantangan zaman sekaligus membentuk karakter peserta didik yang berlandaskan iman. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk menyesuaikan kurikulum PAK dengan konteks kehidupan modern tanpa kehilangan spiritualitas Alkitabiah. Permasalahan yang dikaji adalah relevansi perkembangan kurikulum PAK dalam mendukung pembentukan karakter peserta didik berdasarkan prinsip transformasi hidup Roma 12:2. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis keterkaitan dinamika kurikulum PAK dengan pembentukan karakter yang menekankan pembaruan budi serta sikap nonkonformis terhadap pola dunia. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur, analisis dokumen kurikulum, dan wawancara dengan praktisi pendidikan Kristen. Hasil penelitian menunjukkan kurikulum PAK kontekstual mampu memperkuat iman, etika, dan tanggung jawab sosial peserta didik, sehingga karakter terbentuk selaras dengan ajaran Alkitab. Kesimpulannya, relevansi perkembangan kurikulum PAK terhadap pembentukan karakter peserta didik berdasarkan Roma 12:2 terletak pada integrasi nilai iman dengan praktik pendidikan transformatif The development of the Christian Religious Education curriculum plays a vital role in addressing contemporary challenges and in shaping students’ faith-based character. This study is motivated by the need to contextualize the CRE curriculum within modern life without neglecting its biblical foundation. The main issue examined is the relevance of curriculum development to supporting character formation based on the transformative principle of Romans 12:2. The purpose of this research is to analyze the relationship between curriculum dynamics and character building, emphasizing the renewal of the mind and non-conformity to worldly patterns. A qualitative approach was employed through literature review, curriculum document analysis, and interviews with Christian education practitioners. The findings reveal that a contextually developed CRE curriculum strengthens students’ faith, ethics, and social responsibility, resulting in character formation aligned with biblical teachings. In conclusion, the relevance of CRE curriculum development to character formation, as articulated in Romans 12:2, lies in integrating faith values with transformative educational practices. 
AN EXPLORATION OF CHRISTIAN SPIRITUAL EDUCATION MODELS THROUGH THEOLOGICAL AND PEDAGOGICAL LENSES Santoso Hutagalung
Inculco Journal of Christian Education Vol 6, No 1 (2026): Vol 6, No 1 (2025): Februari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59404/ijce.v6i1.299

Abstract

Dalam era yang dimediasi secara digital saat ini, pembentukan spiritual Kristen menghadapi tantangan sekaligus peluang yang unik. Penelitian ini mengeksplorasi tiga model pedagogis—Model Ziarah (Pilgrimage Model), Model Transformasi Batin (Inner Transformation Model), dan Model Aturan Hidup (Rule of Life Model)—untuk memahami bagaimana pendidik Kristen dapat menumbuhkan pertumbuhan spiritual yang autentik dalam konteks digital. Dengan pendekatan kualitatif yang didukung analisis teologis, teori pendidikan, dan penelitian empiris, setiap model menawarkan kontribusi yang khas. Model Ziarah memandang pembentukan spiritual sebagai perjalanan seumur hidup yang dipandu anugerah ilahi, dengan penekanan pada narasi dan refleksi pengalaman iman. Model Transformasi Batin menyoroti perubahan kehidupan batin—meliputi pikiran, emosi, kehendak, hati nurani, dan kesadaran diri—yang dipimpin Roh Kudus, serta diintegrasikan dengan identitas Kristiani (Christlikeness) melalui disiplin spiritual seperti doa, meditasi firman, dan keheningan. Sementara itu, Model Aturan Hidup mengintegrasikan spiritualitas dalam rutinitas melalui ritme yang disengaja, seperti doa harian, pembacaan Alkitab, refleksi diri, praktik sabat, dan keterlibatan komunitas yang akuntabel, sehingga iman diwujudkan dalam kebiasaan hidup. Temuan menunjukkan bahwa ketiga model, jika dikontekstualisasikan secara tepat, mampu mendukung pembentukan spiritual yang mendalam dan holistik dalam lingkungan digital. Pedagogi spiritual digital dipahami sebagai desain pembelajaran berbasis teknologi yang menumbuhkan dimensi spiritual melalui refleksi daring, komunitas virtual, dan praktik kontemplatif. Penelitian ini menawarkan kerangka konseptual bagi pendidik Kristen untuk membentuk identitas iman dan pemuridan yang tangguh di tengah era distraksi.In today’s digitally mediated era, Christian spiritual formation faces both unique challenges and opportunities. This study explores three pedagogical models—the Pilgrimage Model, the Inner Transformation Model, and the Rule of Life Model—to understand how Christian educators can nurture authentic spiritual growth in digital contexts. Using a qualitative approach supported by theological analysis, educational theory, and empirical research, each model offers distinct contributions. The Pilgrimage Model views spiritual formation as a lifelong journey guided by divine grace, emphasizing narrative-based pedagogy and reflective faith experiences. The Inner Transformation Model highlights the transformation of the inner life—including thoughts, emotions, will, conscience, and self-awareness—led by the Holy Spirit and integrated with Christian identity (Christlikeness) through spiritual disciplines such as prayer, Scripture meditation, and silence. Meanwhile, the Rule of Life Model integrates spirituality into daily routines through intentional rhythms, including daily prayer, Bible reading, self-reflection, Sabbath practices, and accountable community life, enabling faith to be embodied in habitual practices. The findings indicate that, when appropriately contextualized, these three models can support deep and holistic spiritual formation even within digital learning environments. Digital spiritual pedagogy is understood as the intentional design of technology-mediated learning experiences that cultivate spiritual growth through online reflection, relational virtual communities, and contemplative practices. This study contributes a conceptual framework for Christian educators to foster resilient faith identity and discipleship amid a highly distracting digital age.

Page 12 of 12 | Total Record : 112