cover
Contact Name
Harianto GP
Contact Email
ijce@stakanakbangsa.ac.id
Phone
+6282115511552
Journal Mail Official
ijce@stakanakbangsa.ac.id
Editorial Address
Royal Crown Palace F1-2, Tambak Oso, Waru - Sidoarjo 61256
Location
Kab. sidoarjo,
Jawa timur
INDONESIA
Inculco Journal of Christian Education
ISSN : 29636485     EISSN : 29636485     DOI : https://doi.org/10.59404/ijce
Core Subject : Religion, Education,
Inculco Journal of Christian Education (IJCE) adalah jurnal penelitian peer-review (proses penelusuran atas kualitas suatu karya tulis ilmiah oleh ahli lain di bidang yang bersesuaian) akses terbuka berkualitas. Jurnal ini menerbitkan artikel asli tentang isu-isu terbaru dan tren yang terjadi khususnya dalam dunia pendidikan. IJCE menyediakan platform (rencana kerja atau program) yang menyambut dan mengakui makalah penelitian asli yang berkualitas tentang pendidikan yang ditulis oleh para peneliti, akademisi, profesional, dan praktisi. Kajian Inculco Journal of Education (IJE) mencakup: Ilmu Pendidikan, Teknologi Pendidikan, Manajemen Pendidikan, Pendidikan Biblika, Teologi Pendidikan, Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Keluarga, Pendidikan Berkebutuhan Khusus, Pendidikan Orang Dewasa, Pendidikan Guru.
Articles 110 Documents
STRATEGI PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MENINGKATKAN TOLERANSI TERHADAP KONFLIK UMAT BERAGAMA DI INDONESIA Laia, Serfin Anna; Karo, Desire Karo
Inculco Journal of Christian Education Vol 5, No 1 (2025): Vol 5, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59404/ijce.v5i1.223

Abstract

Indonesia adalah negara yang kaya akan keberagaman agama, suku, dan budaya. Namun, keberagaman ini seringkali menjadi sumber potensi konflik di antara umat beragama. Dalam menghadapi situasi ini, peran pendidikan Agama Kristen menjadi sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai toleransi dan membangun pemahaman yang lebih baik antar umat beragama. Fokus pada pemahaman dan pengamalan nilai-nilai toleransi antaragama di lingkungan Pendidikan Agama Kristen masih kurang. Selain itu, kurikulum pendidikan agama Kristen juga kurang mengintegrasikan materi tentang pemahaman dan penghargaan terhadap agama-agama lain di Indonesia. Hal ini dapat mengakibatkan siswa tidak mendapatkan pemahaman yang memadai tentang keberagaman agama dan kurangnya apresiasi terhadap nilai-nilai yang berbeda. Strategi Pendidikan Agama Kristen memiliki peran penting dalam meningkatkan toleransi terhadap konflik umat beragama di Indonesia. Pendidikan Agama Kristen bertujuan untuk membentuk sikap saling menghormati dan saling menghargai antar pemeluk agama yang berbeda dengan latar belakang sosial-budaya yang berbeda pula. Indonesia is a country rich in religious, ethnic, and cultural diversity. However, this diversity often becomes a source of potential conflict among religious communities. In the face of this situation, the role of Christian religious education becomes crucial in instilling values of tolerance and building better understanding among religious communities. The focus on understanding and practicing interfaith tolerance values in the Christian religious education environment is still lacking. Additionally, the curriculum of Christian religious education also lacks the integration of materials on the understanding and appreciation of other religions in Indonesia. This can result in students not gaining adequate understanding of religious diversity and a lack of appreciation for different values. The strategy of Christian religious education plays an important role in enhancing tolerance towards religious conflicts in Indonesia. Christian religious education aims to foster a mutual respect and appreciation among followers of different religions with diverse socio-cultural backgrounds.  
Mencegah Judi Online Pada Kaum Muda Kristen Gen Z: Pembelajaran dari 1 Timotius 6:10 dalam Perspektif Pendidikan Agama Kristen Zai, Suardin; Zai, Boi Putra
Inculco Journal of Christian Education Vol 5, No 2 (2025): Vol 5, No 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59404/ijce.v5i2.244

Abstract

Judi online telah menjadi salah satu masalah sosial yang semakin meresahkan, terutama di kalangan kaum muda Kristen Gen Z. Dalam era digital ini, banyak yang terpapar pada berbagai bentuk perjudian online yang menawarkan janji kekayaan instan. Namun, fenomena ini sering kali berujung pada kerugian finansial dan dampak psikologis yang mendalam. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis relevansi 1 Timotius 6:10 dalam konteks pencegahan judi online pada kaum muda Kristen Gen Z, serta memberikan wawasan tentang bagaimana ajaran Kristen dapat diterapkan dalam pendidikan agama Kristen untuk mengatasi masalah ini. Ayat tersebut, yang menyatakan bahwa "akar segala kejahatan adalah cinta uang," mengingatkan kaum muda akan bahaya mengejar kekayaan secara instan melalui perjudian. Artikel ini menyarankan pendekatan pendidikan yang menekankan pada pemahaman nilai-nilai iman, pengelolaan keuangan yang bijaksana, dan penguatan karakter Kristen sebagai strategi pencegahan terhadap terjeratnya kaum muda dalam praktik judi online. Keterlibatan generasi Z terhadap judi online merupakan masalah yang harus diperhatikan oleh setiap lapisan masyarakat, keluarga, komunitas lembaga pemerintah, dalam menangani masalah ini. Menerapkan prinsip seperti pembinaan pemahaman bahaya judi online, membuka diskusi yang interaktif, dan dukungan komunitas diharapkan dapat membantu kaum muda kristen Gen Z dalam menyikapi judi online dengan baik.
DINAMIKA KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN: SEBUAH KAJIAN KOMPREHENSIF TENTANG PERKEMBANGAN DAN IMPLEMENTASINYA Mea, Firmina; Seme, Yosua Chris A
Inculco Journal of Christian Education Vol 5, No 2 (2025): Vol 5, No 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Christian religious education in Indonesia faces challenges in aligning its curriculum with the changing needs of society. This study aims to explore the dynamics and implementation of the Christian religious education curriculum and its impact on student character formation. The method used is a literature study, which includes an analysis of literature related to curriculum development. The results of the study indicate that factors such as government policies and contributions from educational institutions influence the effectiveness of the curriculum. The implications of this study highlight the need for curriculum development that is more responsive and adaptive to pluralistic social and cultural contexts, as well as the need for collaboration between educational institutions and the church. 
PERAN STRATEGIS PENDIDIKAN KELUARGA DALAM MEMBENTUK KARAKTER ANAK: SUATU TINJAUAN TEORITIS DAN PRAKTIS Kowal, Roike Roudjer; Wakkary, Adriaan MF; Karamoy, Ilona Olvy; Damita, Yesi
Inculco Journal of Christian Education Vol 5, No 2 (2025): Vol 5, No 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59404/ijce.v5i2.250

Abstract

Karakter anak merupakan fondasi utama bagi pembentukan generasi yang berkualitas. Pendidikan keluarga memegang peranan strategis dalam menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual yang akan membentuk kepribadian anak sejak usia dini. Dalam konteks pendidikan karakter, keluarga berfungsi sebagai lembaga pertama dan utama yang mempengaruhi perkembangan sosial, emosional, dan moral anak. Artikel ini bertujuan untuk menggali lebih dalam mengenai peran pendidikan keluarga dalam membentuk karakter anak dengan pendekatan teoritis dan praktis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka yang mengkaji berbagai sumber literatur terkait pendidikan keluarga dan teori perkembangan psikologis anak. Hasil analisis menunjukkan bahwa keteladanan orang tua, komunikasi yang efektif, serta pembiasaan nilai-nilai positif melalui rutinitas sehari-hari, menjadi faktor kunci dalam pendidikan karakter. Selain itu, dalam era digital yang berkembang pesat, peran orang tua semakin penting dalam menjaga keseimbangan pengaruh eksternal terhadap perkembangan anak. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang lebih intensif untuk memperkuat peran keluarga dalam pendidikan karakter, yang akan memberikan dampak positif bagi pembentukan moralitas anak serta generasi masa depan yang lebih berkualitasChildren's character forms the fundamental foundation for the development of a quality generation. Family education plays a strategic role in instilling moral and spiritual values that shape children's personalities from an early age. In the context of character education, the family serves as the first and most influential institution affecting children's social, emotional, and moral development. This article aims to delve deeper into the role of family education in shaping children's character from both theoretical and practical approaches. This research employs a qualitative descriptive approach with a literature study method that reviews various sources related to family education and children's psychological development theories. The analysis results show that parental role modeling, effective communication, and the habituation of positive values through daily routines are key factors in character education. Moreover, in the rapidly advancing digital age, the role of parents becomes even more crucial in maintaining a balance between external influences and children's development. Therefore, more intensive efforts are needed to strengthen the role of the family in character education, which will positively impact children's morality and create a higher-quality generation for the future. 
SIKAP MENDENGARKAN DAN KEPATUHAN DALAM KEBIJAKAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI: KAJIAN AMSAL 23:12-14 Sari, Evi Catur; GP, Harianto; Sukri, Urbanus
Inculco Journal of Christian Education Vol 5, No 2 (2025): Vol 5, No 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59404/ijce.v5i2.243

Abstract

Penelitian ini mengkaji Amsal 23:12-14 dalam konteks pendidikan anak, menyoroti hubungan antara mendengarkan, disiplin, dan moral anak usia dini. Ayat-ayat ini menegaskan pentingnya mendisiplinkan anak melalui pengajaran berbasis kasih, yang bertujuan mengarahkan mereka pada kehidupan yang benar. Pendekatan disiplin berdasarkan kitab Amsal menunjukkan bahwa kasih dan pengajaran yang tegas dapat menjadi landasan untuk membentuk karakter yang kuat dan moralitas yang tinggi pada anak. Metode yang dipakai menggunakan kualitatif dengan pendekatan literature review. Hasil yang di dapat yaitu Amsal 23:12-14 mengajarkan bahwa disiplin merupakan tindakan kasih yang bertujuan menyelamatkan anak dari kehancuran moral. Mendengarkan dan memahami didikan adalah langkah awal dalam membangun karakter yang kuat. Ayat-ayat ini menekankan tanggung jawab orang tua dan pendidik dalam mendisiplinkan anak, dengan mengedepankan pendekatan yang bijaksana dan penuh kasih.This study examines Proverbs 23:12-14 in the context of children's education, highlighting the relationship between listening, discipline, and moral safety. These verses emphasize the importance of disciplining children through love-based teaching, which aims to lead them to the right life. A disciplined approach based on the book of Proverbs shows that love and firm teaching can be the foundation for forming a strong character and high morality in children. The method used uses a qualitative approach with a literature review approach. The result obtained is Proverbs 23:12-14 teaches that discipline is an act of love that aims to save children from moral destruction. Listening and understanding upbringing is the first step in building a strong character. These verses emphasize the responsibility of parents and educators in disciplining children, by prioritizing a wise and loving approach.
MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH SEBAGAI DASAR PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN UNTUK SISWA MEMPEROLEH PENDIDIKAN DALAM PROSES BELAJAR Ina, Emelia Tamu; Bune, Melani Krisna Nosi
Inculco Journal of Christian Education Vol 5, No 2 (2025): Vol 5, No 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59404/ijce.v5i2.239

Abstract

Pendidikan agama Kristen sering menghadapi tantangan dalam meningkatkan pemahaman dan keterlibatan siswa dengan metode pembelajaran tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas Model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) dalam konteks pendidikan agama Kristen dan potensinya untuk memperbaiki kualitas pengajaran. Metode penelitian menggunakan analisis literatur untuk mengkaji penerapan PBL di berbagai disiplin ilmu dan relevansinya dengan pendidikan agama Kristen. Hasilnya menunjukkan bahwa PBL dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap ajaran agama dan keterlibatan aktif mereka. Implikasi penelitian ini mencakup pengembangan kurikulum berbasis PBL, pelatihan pendidik, dan rekomendasi untuk penelitian empiris lebih lanjut guna mengoptimalkan penerapan PBL dalam pendidikan agama Kristen Christian religious education often faces challenges in improving student understanding and engagement with traditional learning methods. This study aims to evaluate the effectiveness of the Problem-Based Learning (PBL) Model in the context of Christian religious education and its potential to improve teaching quality. The research method utilized literature analysis to examine the application of PBL in various disciplines and its relevance to Christian religious education. Various disciplines and its relevance to Christian religious education. The results show that PBL can improve students' understanding of religious teachings and their active engagement. The implications of this study include the development of PBL-based curriculum, educator training, and recommendations for further empirical research to optimize the application of PBL in Christian religious education
PERAN STORYTELLING DIGITAL BERBASIS ALKITAB DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN IMAN ANAK USIA 6-11 TAHUN Simanjuntak, Bonar Dominggos; Nendissa, Julio Eleazer
Inculco Journal of Christian Education Vol 5, No 2 (2025): Vol 5, No 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59404/ijce.v5i2.247

Abstract

Kemajuan teknologi digital membuka peluang baru dalam metode pembelajaran, termasuk dalam memperdalam pemahaman iman anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran storytelling digital berbasis Alkitab dalam membantu anak usia 6-11 tahun memahami nilai-nilai iman. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi literatur sebagai metode pengumpulan data, penelitian ini menemukan bahwa storytelling digital mampu meningkatkan minat, daya ingat, dan pemahaman anak terhadap ajaran Kristen berkat penyajian yang bersifat visual, audio, dan interaktif. Keberhasilannya didukung oleh faktor seperti kreativitas konten, keterlibatan orang tua atau guru, serta kemudahan akses teknologi. Namun, terdapat tantangan seperti potensi gangguan dari perangkat digital serta perlunya penyesuaian bagi anak yang memiliki keterbatasan teknologi. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa storytelling digital berbasis Alkitab dapat menjadi sarana edukatif yang efektif bagi anak-anak, asalkan disertai pendampingan serta desain konten yang selaras dengan perkembangan kognitif mereka. Advances in digital technology open up new opportunities in learning methods, including in deepening children's understanding of faith. This study aims to explore the role of Bible-based digital storytelling in helping children aged 6-11 years understand the values of faith. Using a qualitative approach with literature studies as a method of data collection, this study found that digital storytelling can increase children's interest, memory, and understanding of Christian teachings thanks to visual, audio, and interactive presentations. Its success is supported by factors such as content creativity, parental or teacher involvement, and ease of access to technology. However, there are challenges such as potential interference from digital devices and the need for adjustments for children with technological limitations. The conclusion of this study confirms that Bible-based digital storytelling can be an effective educational tool for children, as long as it is accompanied by guidance and content design that is in line with their cognitive development.
KOMPETENSI SOSIAL GURU PAK DAN SISTEM PEMBELAJARAN DARING DALAM MENINGKATKAN DAYA SERAP SISWA DAN PRESTASI BELAJAR DI SMA NEGERI I TAHUNA Liud, Yahya Herman; Mailoor, Anastacia Jennifer Alexandrina; Tonapa, Damaris; Lumantow, Anatje Ivone Sherly
Inculco Journal of Christian Education Vol 5, No 2 (2025): Vol 5, No 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59404/ijce.v5i2.248

Abstract

Pendidikan telah mengalami evolusi dari sistem kelas konvensional menjadi pembelajaran daring yang telah memperluas akses terhadap pendidikan, tetapi juga menimbulkan hambatan baru dalam interaksi sosial siswa. Maka, penting sekali untuk memahami peran keterampilan sosial proses pembelajaran daring. Penelitian ini memiliki tujuan mengetahui solusi berinovasi sehingga bisa meningkatkan pembelajaran secara daring. Penelitian kualitatif menjadi pedoman peneliti memperoleh informasi dan akan dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan kuesioner sehingga bisa memiliki paham-paham secara mendalam terkait permasalahan dalam penelitian ini. Temuan penelitian, peran guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) dalam pembelajaran daring sangat krusial. Mereka menjalin hubungan positif dengan siswa melalui empati, komunikasi yang efektif, dan dukungan yang mendukung, serta mengatur kolaborasi dan interaksi siswa dengan menciptakan lingkungan inklusif dan menangani masalah teknis. Guru PAK menginspirasi murid melalui penyampaian materi yang menarik dan memberikan umpan balik positif. Evaluasi pemahaman murid dan refleksi nilai-nilai keagamaan yang mendalam ikut berperan dalam meningkatkan pencapaian belajar. Dengan bimbingan guru PAK, siswa dapat mencapai standar prestasi yang diharapkan melalui pembelajaran daring yang memiliki akses materi yang lebih mudah, penyajian yang inovatif, dan umpan balik langsung. Secara keseluruhan, peran guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) dalam pembelajaran daring meliputi penyajian materi, pengembangan hubungan positif, pengelolaan interaksi, motivasi siswa, evaluasi pemahaman, dan fasilitasi refleksi nilai-nilai keagamaan, semua dengan tujuan memotivasi siswa agar prestasi belajar meningkat.Education has evolved from a conventional classroom system to bold learning that has expanded access to education, but also created new barriers in students' social interactions. This study aims to find innovative solutions that can improve bold learning. Qualitative research is a guideline for researchers to obtain information and will be collected through interviews, observations, and questionnaires so that they can have in-depth understandings related to the problems in this study. The findings of the study, the role of Christian Religious Education (PAK) teachers in bold learning is very crucial. They create positive relationships with students through empathy, effective communication, and supportive support, as well as organize student collaboration and interaction by creating an inclusive environment and handling technical problems. PAK teachers inspire students through the delivery of interesting materials and provide positive feedback. Evaluation of student understanding and reflection of deep religious values participate in improving learning achievement. With the guidance of PAK teachers, students can achieve the expected achievement standards through bold learning that has easier access to materials, innovative presentations, and direct feedback. Overall, the role of Christian Religious Education (PAK) teachers in courageous learning includes presenting material, developing positive relationships, managing interactions, motivating students, evaluating understanding, and facilitating reflection on religious values, all with the aim of motivating students to improve their learning achievement.
PENDIDIKAN KARAKTER SEBAGAI KUNCI KUALITAS HIDUP SISWA: PERAN GURU DALAM PEMBELAJARAN Widiyangingtiyas, Ester; Ladoe, Tiara Marcella; Katupu, Merlin Chintia; Tanudjaja, Halim Sugianto
Inculco Journal of Christian Education Vol 5, No 3 (2025): Vol 5, No 3 (2025): September 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59404/ijce.v5i3.258

Abstract

Pendidikan karakter harus terintegrasi secara sistematis dalam pembelajaran karena berperan penting dalam membentuk kepribadian, keterampilan sosial, dan kesejahteraan siswa, namun masih terdapat tantangan dalam penerapannya, terutama terkait peran guru dan strategi pedagogis yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru dalam membentuk karakter siswa sebagai faktor utama dalam peningkatan kualitas hidup mereka dan mengidentifikasi strategi pembelajaran yang efektif dalam mengintegrasikan pendidikan karakter di sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan, dengan mengkaji literatur yang relevan mengenai karakter pendidikan, peran guru, dan dampaknya terhadap siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru sebagai model dan fasilitator sangat penting dalam membentuk karakter siswa, serta strategi pembelajaran berbasis nilai yang dapat diintegrasikan dalam kurikulum untuk meningkatkan kualitas hidup siswa. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan pelatihan guru dan pengembangan kurikulum berbasis karakter dapat memperkuat pendidikan karakter di sekolah, mempersiapkan siswa untuk kehidupan sosial dan profesional yang lebih baik.Character education is an important foundation in improving the quality of students' lives, where teachers play a central role as role models, facilitators, and motivators in the learning process. This study aims to analyze the role of teachers in shaping student character and identify effective learning strategies for integrating character education in schools. The research method used is a literature study by examining various literature related to character education, the role of teachers, learning strategies, and implementation challenges. The results show that the integration of values in the curriculum, the use of active and collaborative methods, and authentic-based evaluation can strengthen character education, although there are still obstacles in the form of limited resources, teacher training, and the gap between theory and practice. The implications of this study emphasize the need for systematic education policies, ongoing teacher training programs, and further research to test the effectiveness of learning strategies so that character education is more measurable and sustainable 
PENTINGNYA PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN SEBAGAI BENTENG PERTAHANAN ROHANI PESERTA DIDIK UNTUK MELAWAN BRAIN ROT DI ERA DIGITAL Farida, Muharoma Chomsatul
Inculco Journal of Christian Education Vol 5, No 3 (2025): Vol 5, No 3 (2025): September 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59404/ijce.v5i3.259

Abstract

Brain rot adalah kondisi menurunnya kinerja otak yang terjadi karena terlalu sering mengonsumsi konten yang tidak bernilai positif dalam kurun waktu yang lama. Fenomena brain rot sering dialami oleh peserta didik di era digital ini. Peserta didik yang mengalami brain rot ditandai dengan menurunnya kemampuan kognitif, kemerosotan moral serta melemahnya kehidupan rohani. Fenomena ini jelas bertentangan dengan nilai-nilai iman kristen karena dapat merusak pola pikir dan perilaku peserta didik. Dalam konteks ini, kehadiran Pendidikan Agama Kristen adalah sebagai benteng pertahanan rohani yang tidak hanya mengajarkan tentang pengetahuan teologis, tetapi juga berfungsi melindungi peserta didik dari dampak negatif perkembangan teknologi di era digital. Melalui pendidikan agama kristen, peserta didik diarahkan untuk memiliki iman yang teguh, mampu membedakan yang benar dan yang salah, aktif dalam persekutuan iman serta mampu menemukan kebenaran sejati melalui pemahaman firman Tuhan. Pendidikan agama kristen menjadi fondasi penting dalam membangun ketahanan rohani peserta didik di tengah arus budaya digital yang berpotensi menggerus iman, merusak cara berfikir dan karakter peserta didik.

Page 10 of 11 | Total Record : 110