cover
Contact Name
Sita Meiningtyas Perdani Putri
Contact Email
phcjournal21@gmail.com
Phone
+6287899595523
Journal Mail Official
mail@iphorr.com
Editorial Address
Jl. Raden Imba Kusuma Ratu Gang Durian No.40, Sukadana Ham, Kota Bandar Lampung 52473
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Journal of Public Health Concerns
ISSN : 27770826     EISSN : 2776592X     DOI : 10.56922
Core Subject : Health,
Jurnal pengabdian kepada masyarakat dibidang kesehatan meliputi kegiatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif pada semua tingkat usia baik secara individu, kelompok maupun lembaga pendidikan sekolah. Kegiatannya yang diawali dengan survei lapangan dan temuan masalah kesehatan yang dialami oleh masyarakat dan ditindaklanjuti dengan kegiatan berupa penyuluhan kesehatan; pelatihan menuju perilaku hidup bersih dan sehat; peningkatan pengetahuan pengobatan alternatif; dan pengetahuan tentang kebutuhan gizi. Terbit bulan April, Juli, Oktober dan Desember.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 3 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns" : 5 Documents clear
Penyuluhan kesehatan tentang diabetes melitus dengan senam kaki diabetes Anggara, Respa Agustina; Melyana, Fransisca Melyana; Sari, Rita Purnama
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 3 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v3i2.179

Abstract

Background: There are around 422 million people with diabetes aged 18 years worldwide or 8.5% of the world's population. However, 1 in 2 people with Diabetes do not know that they have Diabetes. Therefore, diabetes sufferers are often found at an advanced stage with complications such as; heart attacks, strokes, serious leg infections and risk of amputation, and end-stage kidney failure. Purpose: After conducting outreach to the people of Hamlet 7 Mutun RT. 04, it is hoped that the public can understand about diabetes mellitus and prevention and apply diabetes mellitus treatment at home. Method: Counseling and lecture activities via leaflets and flip-flop sheets were then followed by question and answer discussions and practice of diabetic foot exercises. Results: Counseling and theoretical lectures were delivered by nursing students accompanied by supervisors who were attended by the community of Dusun 07 Mutun Rt 04 as many as 25 people. Implementation of counseling using leaflets and back-to-back sheets. After that, the question and answer session between nursing profession students and participants accompanied by facilitators and health education ended at 15.30 WIB. Conclusion: After conducting outreach, the community of Hamlet 07 Mutun Rt 04 understood about high blood sugar (diabetes mellitus) and were able to practice diabetic foot exercises. Keyword: Diabetic Foot Exercises; Diabetes Mellitus; Health Education. Pendahluan: Ada sekitar 422 juta orang penyandang diabetes yang berusia 18 tahun di seluruh dunia atau 8,5% dari penduduk dunia. Namun 1 dari 2 orang dengan Diabetes tidak tahu bahwa dia penyandang Diabetes. Oleh karena itu, sering ditemukan penderita Diabetes pada tahap lanjut dengan komplikasi seperti; serangan jantung, stroke, infeksi kaki yang berat dan berisiko amputasi, serta gagal ginjal stadium akhir. Tujuan: Setelah dilakukan penyuluhan kepada masyarakat dusun 7 mutun RT. 04, diharapkan masyarakat dapat memahami tentang diabetes militus dan pencegahan serta mengaplikasikan perawatan diabetes militus dirumah. Metode: Kegiatan penyuluhan dan ceramah melalui leaflet dan lembar bolak balik kemudian dilanjutkan dengan diskusi tanya jawab dan praktek senam kaki diabetik. Hasil: Penyuluhan dan ceramah teori disampaikan oleh mahasiswa keperawatan yang didampingi oleh dosen pembimbing yang diikuti oleh masyarakat dusun 07 mutun Rt 04 sebanyak 25 orang. Pelaksanaan penyuluhan menggunakan leaflet dan lembar bolak balik. Setelah itu sesi tanya jawab antara mahasiswa profesi ners dengan peserta yang di damping oleh fasilitator dan penyuluhan kesehatan selesai pukul 15.30 WIB. Simpulan: Setelah dilakukan penyuluhan masyarakat dusun 07 mutun Rt 04 memahami tentang gula darah tinggi (diabetes melitus) dan mampu mempraktekkan senam kaki diabetes.
Penyuluhan kesehatan tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) melalui kegiatan mencuci tangan pakai sabun Susanti, Ratna; Randani, Ferli; Pratiwi, Liza Ayu
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 3 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v3i3.314

Abstract

Introduction: The problem of health behavior in school-age children is certainly related to personal hygiene and the environment. One of the health problems is the lack of awareness in washing hands using soap. Purpose: The purpose of this activity is so that students can realize the importance of cleanliness and be able to get used to having clean and healthy living behavior, one of which is by getting used to washing hands using soap in a good and correct way after completing activities inside and outside the room. Method: The method used in this outreach activity is carried out in several stages. The first stage, students from the PSIK study program explained about the material for clean and healthy living behavior through washing hands with soap using leaflets and the second stage, after being given counseling students (respondents) were given a question and answer session related to the material that had been delivered by the presenters. Results: Respondents (students) can understand and apply clean and healthy living behavior through washing hands with soap. Conclusion: Respondents (students) can understand and practice clean and healthy living behavior through washing hands with soap in a good and right way after doing or before doing activities.   Keywords: Education; PHBS; School Age Children; Washing Hands with Soap.   Pendahuluan: Permasalahan perilaku kesehatan pada anak usia sekolah tentunya berkaitan dengan kebersihan perorangan serta lingkungannya. Salah satu masalah kesehatannya yaitu kurangnya kesadaran dalam melakukan tindakan cuci tangan menggunakan sabun. Tujuan: Dilakukannya kegiatan ini agar siswa-siswi dapat menyadari pentingnya kebersihan dan mampu membiasakan diri untuk berperilaku hidup bersih dan sehat salah satunya dengan terbiasa mencuci tangan menggunakan sabun dengan cara yang baik dan benar setelah selesai melakukan kegiatan didalam maupun diluar ruangan. Metode: Metode yang dilakukan dalam kegiatan penyuluhan ini dilakukan dengan beberapa tahapan. Tahap yang pertama, mahasiswa dari prodi PSIK menjelaskan tentang materi perilaku hidup bersih dan sehat melalui kegiatan mencuci tangan dengan sabun menggunakan lembar leaflet dan tahap kedua, setelah diberikan penyuluhan siswa (responden) diberikan sesi tanya jawab terkait materi yang telah disampaikan oleh pemateri. Hasil: Responden (Siswa-siswi) bisa memahami serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat melalui kegiatan mencuci tangan dengan sabun. Simpulan: Responden (Siswa-siswi) dapat mengerti dan mempraktikan terkait perilaku hidup bersih dan sehat melalui kegiatan mencuci tangan dengan sabun dengan cara yang baik dan benar setelah melakukan ataupun sebelum melakukan kegiatan.
Penyuluhan gizi seimbang pada anak di Posyandu Permata Bunda Kelurahan Pidada Kecamatan Panjang Yanti, Dhiny Easter; Anisa, Zahra Shafa; Yusuf, Ghina Gabrilla; Indrawati, Nuke; Sari, Novita
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 3 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v3i2.319

Abstract

Background: Nutrition knowledge is a person's knowledge related to food and health which plays an important role in determining health status. Improved nutritional status is important for improving health. Good nutritional intake will not be fulfilled without healthy food, namely foods that contain nutrients that the body needs. Direct factors that affect a person's nutritional status are intake and infectious diseases. Various factors behind these two factors, one of which is knowledge of nutrition. Purpose: To provide knowledge and information about balanced nutrition for children at Posyandu Permata Bunda, Pidada Village, Panjang District. Method: Preparing community service materials that will be delivered, starting from laptops, ppt, LCDs and preparing snacks in the form of milk and biscuits for children. The implementation of community service is carried out on Thursday / August 4, 2020. Community service lasted for 180 minutes which was carried out directly with mothers and children who were present at the Posyandu. The implementation runs smoothly and orderly. Results: Lack of motivation of cadres in providing information about the importance of balanced nutrition for children, can be done using a mosque or mobile counseling using a car if it is still hampered due to the covid-19 pandemic. Conclusion: The conclusion of the counseling is that the mother's support factor greatly influences the nutrition of her child by eating nutritious foods. Suggestion: For mothers to increase information about balanced nutrition to their children, by looking at the internet and looking for what foods can be consumed for children under five and giving healthy food to their children to avoid disease. Keywords: Balanced Nutrition; Child; Integrated Healthcare Center. Pendahuluan: Pengetahuan gizi merupakan pengetahuan seseorang yang berhubungan dengan makanan dan kesehatan yang berperan penting dalam menentukan derajat kesehatan. Perbaikan keadaan gizi penting untuk meningkatkan kesehatan. Asupan Gizi yang baik tidak akan terpenuhi tanpa makanan yang sehat yaitu makanan yang mengadung zat-zat gizi yang diperlukan tubuh. Faktor langsung yang mempengaruhi status gizi seseorang adalah Asupan dan penyakit Infeksi. Berbagai faktor yang melatar belakangi kedua faktor tersebut salah satunya pengetahuan gizi. Tujuan: Untuk memberikan pengetahuan sekaligus informasi tentang gizi seimbang pada anak di Posyandu Permata Bunda Kelurahan Pidada Kecamatan Panjang. Metode: Mempersiapkan materi pengabdian masyarakat yang akan di sampaikan , mulai dari laptop, ppt , LCD dan mempersiapkan snack berupa susu dan biskuit untuk anak Pelaksanaan Pengabdian masyarakat dilakukan pada hari Kamis / 4 Agustus 2020 . Pengabdian masyarakat berlangsung selama 180 menit yang dilaksanakan langsung bersama Ibu dan anak yang hadir di Posyandu. Dalam pelaksanaan berjalan dengan tertib dan lancar . Hasil: Kurangnya motivasi kader dalam memberikan informasi tentang pentingnya gizi seimbang anak, dapat dilakukan menggunakan toak masjid ataupun penyuluhan keliling menggunakan mobil apabila masih terhambat dikarenakan pandemi covid-19. Simpulan: Kesimpulan dari penyuluhan tersebut Faktor dukungan ibu sangat berpengaruh terhadap gizi anaknya dengan makan-makanan yang bergizi. Saran:  Bagi ibu-ibu untuk meningkatkan informasi mengenai gizi seimbang kepada anak-anaknya, dengan cara melihat internet dan mencari makanan apa saja yang boleh dikonsumsi kepada anak-anak balita  dan memberikan makanan yang sehat kepada anak-anaknya agar terhindar dari penyakit.
Pengabdian masyarakat pelatihan pembuatan makanan berbahan daun kelor Winahyu, Diah Astika; Lestari, Aninda Tri; Rahayu, Tri Paulinda; Anggianti, Tria; Aruki, Sofan
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 3 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v3i2.320

Abstract

Background: Moringa leaf is a plant with a myriad of benefits, one of which is anti-inflammatory and anti-allergic. Moringa leaves are small in size, also have an oval shape and stem. Moringa plants are able to live in various types of soil, do not need intensive care, are resistant to the dry season, and are easy to breed. The use of Moringa plants is one of the efforts that can be done in dealing with health problems, one of which is stunting. Purpose: This service aims to provide training to the community in the Karang Maritim sub-district to increase knowledge about the use of Moringa leaves as a snack to prevent stunting problems and skills regarding the availability of nutritious food for children's growth. Method: The method used is to conduct counseling and training on how to make Moringa-based food in the Karang Maritime Village. This training is aimed at mothers who have babies and toddlers. Results: This training activity provides knowledge to the community about the types of processed food from Moringa leaves. By explaining the procedure for processing Moringa leaves into nutritious food and also explaining the benefits of Moringa leaves themselves. Conclusion: From this training it can be concluded that the community got an increase in knowledge after being given training on food processed using Moringa leaves. Keywords: Moringa Leaves; Nutritious Food; Stunting. Pendahuluan: Daun kelor merupakan tanaman dengan segudang manfaat salah satunya sebagai anti peradangan dan anti alergi. Daun kelor ukurannya kecil, juga memiliki bentuk oval dan bertangkai. Tanaman kelor mampu hidup diberbagai jenis tanah,tidak perlu perawatan intensif,tahan terhadap musim kemarau,dan mudah dikembangbiakkan Pemanfaatan tanaman kelor adalah salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam menangani masalah kesehatan salah satunya tentang stunting. Tujuan: Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat di kelurahan Karang Maritim untuk meningkatkan pengetahuan mengenai pemanfaatan daun kelor sebagai kudapan untuk mencegah masalah stunting dan keterampilan tentang adanya makanan bergizi untuk pertumbuhan anak-anak. Metode: Metode yang digunakan adalah dengan melakukan penyuluhan dan pelatihan mengenai cara membuat makanan berbahan kelor di kelurahan karang maritim. Pelatihan ini ditujukan kepada ibu-ibu yang memilik anak bayi dan balita. Hasil: Kegiatan pelatihan ini memberikan pengetahuan terhadap masyarakat tentang jenis makanan olahan dari daun kelor dan melatih masyarakat untuk mengolah daun kelor yang baik dan benar sehingga dapat menghasilkan makanan yang lezat dan bergizi bagi anak. Dengan menjelaskan tata cara mengolah daun kelor menjadi makanan yang bergizi dan juga menjelaskan manfaat dari daun kelor itu sendiri. Simpulan: Dari pelatihan ini dapat disimpulkan bahwa masyarakat mendapat peningkatan pengetahuan sesudah diberikannya pelatihan tentang makanan yang diolah menggunakan bahan daun kelor.
The Pelatihan resusitasi jantung dan paru (RJP): Manajemen henti jantung di luar rumah sakit untuk kader kesehatan desa Arief Sulistyanto, Benny; Irnawati, Irnawati; Hayati, Sri; Yusandra, Evra; Noviyanti, Atika
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 3 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v3i3.348

Abstract

Background: Cardiac arrest may occur anywhere and anytime. Therefore, everyone should know how to perform CPR to assist a victim before an ambulance arrives. Purpose: To increase knowledge about CPR, improve skills on how to do Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) correctly; and increasing the awareness of village health cadres to help residents who have stopped breathing and cardiac arrest by immediately performing CPR. Method: These activities involved checking blood pressure, pulse, oxygen saturation, and CPR training. Result: The result of this community service activity was that the compression quality among participants was very good. The average chest compression rate was 118 x/minute, which was following the recommendations of AHA 2020. The average compression depth was slightly deeper than the recommendation, which was 68 mm (6.8 cm). Conclusion: It is expected that the community will engage in cardiopulmonary resuscitation (CPR) in cardiac arrest, irrespective of the potential difficulties that may arise from the administration of CPR. Keywords: Cardiopilmonary Resuscitation; Community Service; CPR; Health Cadres Pendahuluan: Henti jantung dapat terjadi dimana saja dan kapan saja. Oleh karena itu, setiap orang harus memiliki kemampuan untuk melakukan RJP agar dapat menolong korban sebelum ambulan tiba. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan mengenai RJP, meningkatkan keterampilan cara melakukan Resusitasi Jantung dan paru (RJP) dengan benar; dan meningkatkan kesadaran kader kesehatan desa untuk menolong warga yang mengalami henti nafas dan henti jantung dengan segera melakukan RJP. Metode: Pelaksanaan kegiatan ini meliputi pemeriksaan tekanan darah, nadi, saturasi oksigen, dan pelatihan RJP. Hasil: Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah kualitas kompresi peserta pengabdian masyarakat sudah sangat baik. Rata-rata kecepatan kompresi dada sudah sesuai dari rekomendasi rentang kecepatan kompresi dari AHA 2020 yaitu 118 x/menit. Rata-rata kedalaman kompresi peserta sedikit lebih dalam yang direkomendasikan berkisar 5-6 cm, sedangkan rata-rata kedalaman kompresi peserta adalah sebesar 68 mm (6,8 cm). Simpulan: Masyarakat diharapkan dapat segera melakukan RJP kapanpun dan dimanapun menemukan warga dengan henti nafas dan henti jantung tanpa khawatir akan resiko komplikasi yang mungkin diakibatkan oleh tindakan RJP. 

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

2023 2023


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 12 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 11 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 10 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 9 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 8 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 7 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 6 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 5 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 4 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 2 (2025): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 5 No. 1 (2025): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 6 (2025): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 5 (2025): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 4 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 3 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 2 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 1 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 4 (2024): PHC Vol. 3 No. 4 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 3 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 3 (2023): PHC Vol. 3 No. 2 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 1 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 3 (2022): Penatalaksanaan Diabetes Melitus Tipe 2 Vol. 2 No. 4 (2022): Promosi Dan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) Vol. 2 No. 2 (2022): Penatalaksanaan Hipertensi Pada Lansia Vol. 2 No. 1 (2022): Promosi Kesehatan Pada Remaja Vol. 1 No. 4 (2021): Perawatan Lansia Secara Umum Dan Pertolongan Pertama Pada Keadaan Darurat Vol. 1 No. 3 (2021): Terapi Komplementer Dalam Keperawatan Vol. 1 No. 2 (2021): Penanganan dan Perawatan Penyakit Asma Vol. 1 No. 1 (2021): Promosi Kesehatan dalam penanganan penyakit Rematik, Gastritis, Hipertensi dan More Issue