cover
Contact Name
Siti Nurul Rofiqo Irwan
Contact Email
rofiqoirwan@ugm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
vegetalika.faperta@ugm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Vegetalika
ISSN : 23024054     EISSN : 26227452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Vegetalika ISSN (Cetak): 2302-4054 dan ISSN (Online): 2622-7452 adalah open access jurnal yang mempublikasikan artikel-artikel ilmiah berupa gagasan dan hasil penelitian. Topik publikasi berkaitan dengan disiplin ilmu Agronomi mencakup Manajemen dan Produksi Tanaman, Hortikultura, Ekologi Tanaman, Fisiologi Tanaman, Genetika dan Pemuliaan, Teknologi Benih, Bioteknologi Tanaman, dan Biostatistika.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 3 (2022)" : 7 Documents clear
Karakterisasi Delapan Galur Harapan Sorgum Manis (Sorghum bicolor L. Moench.) Indah Putri Utami; Supriyanta Supriyanta; Fatmawati Fatmawati
Vegetalika Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.42804

Abstract

Karakterisasi delapan galur harapan sorgum manis (Sorghum bicolor L. Moench.) hasil pemuliaan Balai Penelitian Tanaman Serealia dilaksanakan pada Februari hingga Juni 2018 di Kebun Percobaan Tridharma Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Percobaan ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai keragaman karakter morfologi dan agronomi delapan galur harapan sorgum manis, serta memperkirakan kemiripan karakter antar galurnya. Perlakuan yang diberikan berupa galur sorgum manis, yaitu SRM 11-2, SRM 42-3, SRM 47-1, SRM 48-1, SRM 51-2,  SRM 52-3, SRM 70-1, dan SRM 71-2, dibandingkan dengan dua varietas yaitu Numbu dan Super 1. Percobaan disusun dengan rancangan acak kelompok (RAK) dengan empat ulangan. Tanaman ditanam dengan jarak 75 x 20 cm pada petak percobaan berukuran 3 x 5 meter. Diamati sebanyak sepuluh tanaman perpetak sebagai sampel. Data kuantitatif dianalisis variansnya menggunakan uji anova dan diuji lanjut dengan uji HSD Tukey pada taraf 5%. Dari percobaan yang dilakukan, menunjukkan adanya keragaman karakter morfologi pada delapan galur harapan sorgum manis yang meliputi karakter warna hipokotil, warna biji, bentuk malai, kepadatan malai, tinggi tanaman, umur berbunga 50%, dan umur panen. Nilai heritabilitas karakter agronomi berkategori ‘sedang’ untuk diameter batang (0,41) dan kadar gula nira (0,36), dan berkategori ‘tinggi’ untuk karakter tinggi tanaman (0,94), umur berbunga 50% (0,67), dan umur panen (0,78). Berdasarkan analisis kemiripan, delapan galur harapan sorgum manis terbagi dalam lima kelompok besar berdasarkan kemiripan karakter di antara galur-galur.
Analisis Kekerabatan dan Keragaman Dua Puluh Lima Tanaman Sri Rejeki (Aglaonema sp) Berdasarkan Karakter Morfologi Irwan Gery Renaldi; Aziz Purwantoro
Vegetalika Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.47739

Abstract

Dalam program perakitan varietas tanaman aglaonema unggul memerlukan beberapa informasi dasar sebagai bahan penentu arah pemuliaan tanaman. Melalui penelitian ini dilakukan karakterisasi berdasarkan morfologi tanaman aglaonema untuk mengetahui karakteristik dari masing-masing tanaman dan mempelajari hubungan kekerabatan genetik antar tanaman aglaonema. Bahan penelitian yaitu 25 tanaman aglaonema antara lain : Pride of Sumatra, Ruby Super Pink, Ruby Kura, Suksom Jaipong, Asri, Nancy,Shinta, Legacy, Tiara, Legacy Putih, Tiara Putih, Kochin Brown, Sexy Pink, Ayu Green, Anjamani, Sartika, Charlie Brown, Snowwhite, Donacarmen, Big Leaf, Krisna Golden, Bidadari, Siam Aurora, Queen of Siam, dan Kanza. Hasil dari karakterisasi morfologi menghasilkan dendrogram dengan koefisien kemiripan sebesar 0,82 terbagi menjadi 2 klaster dan berdasarkan analisis komponen utama (PCA) tanaman aglaonema dapat diklasifikasikan menjadi 3 macam kombinasi warna tunggal, kombinasi dua warna dan kombinasi tiga warna.
Pengaruh Plant Growth Promoting Rhizobacteria dan Mikoriza Vesikula Arbuskula terhadap Pertumbuhan Kelapa Sawit Main Nursery pada Kondisi Cekaman Kekeringan Muhammad Hady Nugroho; Sri Suryanti; Arif Umami
Vegetalika Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.64783

Abstract

Cekaman Kekeringan pada bibit kelapa sawit berpengaruh pada pertumbuhan tanaman mulai dari pertumbuhan tanaman terhambat, abnormal hingga tanaman mengalami kematian. Proses peningkatan ketahanan tanaman terhadap kekeringan dapat dilakukan dengan melalui penambahan biostimulan. PGPR (Plant Growth PromotingRhizobacteria) dan MVA (Mikoriza Vesikula Arbuskula) merupakan biostimulan yang penting dalam perkebunan kelapa sawit. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh PGPR dan MVA terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di main nursery pada kondisi cekaman kekeringan. Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah mikroorganisme yang terdiri dari 1) kontrol atau tanpa mikroorganisme  2) MVA dan 3) PGPR. Faktor kedua adalah penyiraman yang meliputi penyiraman 1 hari sekali dan penyiraman 7 hari sekali, setiap perlakuan masing-masing 5 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan mikroorganisme dan penyiraman tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan bibit. Meskipun demikian penyiraman setiap hari dengan inokulasi MVA mampu meningkatkan volume akar.
Pengembangan Formula dan Pembuatan Controlled Release Fertilizer (CRF) untuk Bawang Merah Ilhamsyah Noor; Arfiana Arfiana; Era Restu Finalis; Endro Wahju Tjahjono; Hadi Suratno; Hamzah Hamzah; Agus Mulyono; Listiyo Dyah Nuraini; Jaim Jaim; Suradi Suradi; Hens Saputra
Vegetalika Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.65667

Abstract

Bawang merah merupakan salah satu komoditas sayuran unggulan yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Data produksi bawang merah di Indonesia menunjukkan bahwa produktivitas hasil bawang merah tersebut masih dapat ditingkatkan. Pemupukan merupakan salah satu alternatif solusi untuk meningkatkan produktivitas tanaman. Efisiensi pemupukan harus ditingkatkan mengingat rendahnya efisiensi penggunaan pupuk buatan yang disebabkan oleh banyak faktor, antara lain karena kehilangan bahan aktif (nutrient) melalui proses degradasi mikrobial, volatilisasi ataupun tercuci oleh aliran permukaan. Salah satu solusi untuk meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk adalah CRF. Controlled Release Fertilizer (CRF) merupakan jenis pupuk dengan mekanisme pelepasan unsur hara secara berkala mendekati pola penyerapan oleh tanaman sehingga unsur hara yang terkandung dalam pupuk tidak terbawa oleh air. CRF yang dikembangkan merupakan formula pupuk lengkap untuk bawang merah yang meliputi makro nutrient (N, P, K), makro sekunder (Sulfur, Magnesium, Kalsium), serta mikro nutrient (Zinc, Cuprum, dan Asam humat). Berdasarkan rekomendasi badan litbang dan peraturan-peraturan terkait formula pupuk untuk bawang merah, dihasilkan 2 buah formula yang disesuaikan dengan kebutuhan tanaman bawang merah. Dihasilkan 2 buah prototype pupuk untuk tanaman bawang merah (NPK CRF 14-7-9-6-4-2 dan NPK CRF 16-7-10-6-2). Kedua pupuk tersebut di coating dengan menggunakan asam humat, dari hasil coating dengan menggunakan asam humat, nilai crushing strength dari granul pupuk meningkat 1,5x lipat dibandingkan sebelum di coating. Selain sifat asam humat yang dapat menghambat pelepasan N, peningkatan crushing strength juga dapat memperlambat proses degradasi granul pupuk.
Studi Karakter Sekunder Guna Seleksi Tidak Langsung Jagung Hibrida Toleran Nitrogen Rendah Slamet Bambang Priyanto; Roy Efendi
Vegetalika Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.73128

Abstract

Seleksi langsung hasil biji pada jagung di kondisi Nitrogen rendah seringkali tidak efisien karena heritabilitas hasil biji yang rendah. Oleh karena itu, penggunaan seleksi tidak langsung melalui karakter sekunder perlu diterapkan untuk meningkatkan efisiensi seleksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakter sekunder yang dapat diaplikasikan dalam seleksi tidak langsung hasil biji jagung pada kondisi N rendah. Penelitian ini dilakukan di IP2TP Bajeng Balai Penelitian Tanaman Serealia Sulawesi Selatan dimulai dari bulan Mei sampai September 2021. Penelitian ini disusun dalam rancangan tersarang menggunakan 72 genotipe jagung dan dua taraf pemupukan N (N1=100 kg N/ha dan N2=200 kg) sebagai perlakuan dengan dua kali ulangan. Tiga parameter, yaitu efisiensi relatif seleksi, heritabilitas dan keragaman genetik diamati untuk menentukan karakter sekunder yang dapat digunakan secara efisien untuk seleksi tidak langsung hasil biji jagung pada kondisi N rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter yang dapat digunakan dalam seleksi tidak langsung jagung toleran N rendah adalah tinggi tanaman dan tinggi tongkol.
Persilangan Backcross 2 (BC 2) Galur Harapan Padi Hitam/Jeliteng//Jeliteng Arifah - Husna; Nandariyah - Nandariyah; Endang - Yuniastuti; Amalia Tetrani Sakya
Vegetalika Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.73833

Abstract

Beras hitam saat ini mulai populer sebagai pangan fungsional seiring dengan kesadaran akan pentingnya kesehatan. Namun, beberapa kendala budidaya mempengaruhi minat petani dalam memproduksi beras hitam, seperti umur tanaman yang panjang, kerentanan terhadap WBC, dan produksi yang rendah. Persilangan dapat dilakukan untuk membentuk tanaman baru dengan sifat yang diinginkan. Metode silang balik digunakan untuk memperbaiki varietas yang sudah mempunyai karakter yang baik, tetapi kurang unggul pada beberapa karakter. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh hasil persilangan backcross 1 dengan tetua (Padi Hitam Jeliteng) sehingga dapat dihasilkan benih generasi backcross 2 untuk dilanjutkan pada backcross generasi berikutnya. Metode persilangan yang digunakan adalah persilangan balik antara 6 nomor (BC1GH8; BC1GH13; BC1GH44; BC1GH46; BC1GH51; BC1GH52) hasil persilangan BC1 antara galur-galur potensial galur padi hitam/Jeliteng//Jeliteng yang disilangkan lagi dengan salah satu tetua, yaitu varietas Jeliteng. Seluruh data hasil pengamatan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil pada variabel umur berbunga, masa pengisian bulir gabah, dan persentase keberhasilan persilangan. Persilangan backcross 2 menghasilkan keturunan F1 Backcross 2 yang bersifat fertil dan dapat digunakan sebagai tetua untuk persilangan backcross generasi berikutnya. Rata-rata persentase keberhasilan dari keseluruhan hasil set persilangan backcross 2 adalah 44,18%. Penelitian ini diharapkan memperoleh hasil persilangan backcross 1 dengan tetua (Padi Hitam Jeliteng) sehingga dapat dihasilkan benih generasi backcross 2 untuk dilanjutkan pada backcross generasi berikutnya.
Keragaman Genetik 50 Aksesi Plasma Nutfah Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Berdasarkan Marka SSR Kristianto Nugroho; Puji Lestari
Vegetalika Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.74076

Abstract

Kacang hijau (Vigna radiata L) merupakan tanaman tropis yang merupakan tanaman kacang-kacangan terbanyak ketiga setelah kacang kedelai dan kacang tanah. Kehadiran kacang hijau penting sebagai penyangga pangan di Indonesia dan tercermin dari laju peningkatan produksi yang sangat pesat sehingga menjadi tantangan dalam pemuliaan tanaman.Tersedianya sumber keragaman genetik menjadi prasyarat dalam keberhasilan program pemuliaan. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menganalisis keragaman genetika lima puluh aksesi kacang hijau dengan menggunakan marka Simple Sequence Repeats (SSR). Pola pita hasil Polymerase Chain Reaction (PCR) diberi skor sebagai data biner. Analisis data dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak GelAnalyzer, NTSYS, dan PowerMarker. Hasil keragaman genetik kacang hijau berdasarkan 10 marka SSR menunjukkan polimorfisme dan variasi genetik 50 aksesi kacang hijau. Marka polimorfik tersebut dapat mendeteksi 155 alel dengan kisaran 11–20 alel per lokus dengan rerata 15,5 alel per marka. Rerata nilai diversitas gen yang dihasilkan adalah 0,92 dan rerata nilai frekuensi alel utama yang dihasilkan adalah 0,13%. Nilai PIC yang diperoleh berkisar antara 0,88 dan 0,92 dengan rerata 0,90. Kesepuluh marka SSR yang digunakan memiliki nilai PIC >0,7 dan merupakan marka yang informatif sehingga potensial untuk analisis keragaman genetik plasma nutfah kacang hijau maupun untuk seleksi berbantu marka. Berdasarkan hasil analisis klaster, 50 aksesi plasma nutfah kacang hijau mengelompok menjadi dua kelompok utama pada koefisien kemiripan genetika 0,83 pada tanaman kacang hijau tersebut. Keragaman genetik ini penting untuk membantu preservasi maupun pemuliaan kacang hijau di Indonesia.

Page 1 of 1 | Total Record : 7