cover
Contact Name
Siti Nurul Rofiqo Irwan
Contact Email
rofiqoirwan@ugm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
vegetalika.faperta@ugm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Vegetalika
ISSN : 23024054     EISSN : 26227452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Vegetalika ISSN (Cetak): 2302-4054 dan ISSN (Online): 2622-7452 adalah open access jurnal yang mempublikasikan artikel-artikel ilmiah berupa gagasan dan hasil penelitian. Topik publikasi berkaitan dengan disiplin ilmu Agronomi mencakup Manajemen dan Produksi Tanaman, Hortikultura, Ekologi Tanaman, Fisiologi Tanaman, Genetika dan Pemuliaan, Teknologi Benih, Bioteknologi Tanaman, dan Biostatistika.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2019)" : 9 Documents clear
Kadar Lemak Total Biji Kakao Kebun Induk Pagilaran Samigaluh Kulon Progo Dhemas Adi Purwa
Vegetalika Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.34881

Abstract

Mutu biji kakao merupakan hal yang sangat penting dalam produksi kakao dan olahannya. Pengamatan mutu biji kakao sangat penting dilakukan untuk mengetahui sifat unggul kakao, termasuk di dalamnya varietas atau klon-klon baru hasil pemuliaan tanaman. Salah satu faktor penentu keberhasilan pengembangan kakao adalah dukungan ketersediaan bahan tanam unggul dan bermutu. Analisis mutu biji khususnya kadar lemak dilakukan untuk menentukan nomor-nomor aksesi yang mempunyai potensi keunggulan dan dapat digunakan sebagai sumber bahan tanam dengan sifat kadar lemak >50%. Selain kadar lemak total, sifat komponen buah yang diamati meliputi bobot buah segar, panjang buah, lebar buah, tebal kulit buah, jumlah biji perbuah, bobot basah biji per buah, dan bobot kering biji per buah. Pengamatan dilakukan terhadap 19 nomor pohon di kebun induk PT. Pagilaran Unit Samigaluh, Kulon Progo, Yogyakarta. Hasil analisis menunjukkan bahwa kadar lemak total tidak berbeda nyata, keragaman genetik kadar lemak total sangat rendah. Sifat komponen buah yang mempunyai pengaruh terhadap kadar lemak total adalah bobot basah biji per buah.
PENGARUH TAKARAN MIKORIZA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT TEH (Camellia sinensis L.) KLON GAMBUNG 7 DI AFDELING PAGILARAN, ANDONGSILI DAN KAYULANDAK Mohammad Wibowo
Vegetalika Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.36552

Abstract

Permasalahan utama yang sering terjadi pada saat pembibitan teh dengan setek adalah lambatnya pembentukan akar yang dapat menyebabkan kematian bibit. Salah satu cara dalam membantu merangsang pembentukan akar dan kalus serta proses penyerapan hara bagi tanaman adalah dengan pemberian agensia hayati Jamur Mikoriza Arbuskular (JMA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui takaran mikoriza yang paling sesuai untuk pembibitan teh klon Gambung 7 pada ketinggian tempat yang berbeda serta mengetahui pengaruh mikoriza terhadap  pertumbuhan bibit teh Gambung 7. Penelitian ini menggunakan rancangan Split-Plot dengan ketinggian sebagai plot utama terdiri dari 3 aras yaitu afdeling Pagilaran (P) dengan ketinggian 980 m dpl, afdeling Andongsili (A) dengan ketinggian 1100 m dpl, dan afdeling Kayulandak (K) dengan Ketinggian 1200 m dpl. Kemudian takaran mikoriza menempati anak petak terdiri dari 4 faktor yaitu dosis 0, 3, 6, 9 gram/polibag. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi antara takaran mikoriza dengan ketinggian pada variabel berat kering akar. Nilai berat kering akar tertinggi terdapat pada Afdeling Pagilaran perlakuan kontrol sebesar 1,16 gram, sedangkan hasil paling rendah terdapat pada Afdeling Andongsili perlakuan 9 gram/polibag sebesar 1,02 gram. Tinggi tempat berpengaruh terhadap pertumbuhan bibit Gambung 7 dengan persentase setek hidup tertinggi pada afdeling Kayulandak sebesar 95 %, selanjutnya pada afdeling Pagilaran sebesar 79,75 %, dan afdeling Andongsili sebesar 70,50 %.
Pengaruh Takaran Pupuk “Buzolfos” terhadap Pertumbuhan dan Hasil Dua Kultivar Cabai Merah (Capsicum dp.) di Lahan Pasir Pantai Annisa Mega Rachmadina; Erlina Ambarwati; Tohari Tohari
Vegetalika Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.995 KB) | DOI: 10.22146/veg.45889

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan cabai, serta mendapatkan takaran pupuk yang optimal untuk pertumbuhan dan hasil cabai merah (Capsicum sp.) kultivar hibrida dan lokal. Pupuk buzolfos merupakan campuran pupuk yang berasal dari bahan abu sekam, Azolla sp. Segar dan batuan fosfat alam. Pupuk buzolfos dengan berbagai takaran berperan sebagai pupuk NPK (nitrogen, fosfor dan kalium). Azolla menyuplai unsur nitrogen, batuan fosfat alam sebagai fosfor, serta abu sekam sebagai kalium. Penelitian dilakukan di lahan pasir Pantai Samas, Kabupaten Bantul, Yogyakarta pada bulan Juni hingga Desember tahun 2017. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah takaran pupuk buzolfos yang terdiri dari 0 ton/ha (dengan pupuk NPK anorganik), 5 ton/ha (125 gram/tanaman), 10 ton/ha (250 gram/tanaman), 15 ton/ha (375 gram/tanaman) dan 20 ton/ha (gram/tanaman). Faktor kedua adalah jenis cabai, yaitu kultivar hibrida dan kultivar lokal. Data yang diperoleh dari hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakananalisis varian, jika terdapat beda nyata antar perlakuan dilanjutkan dengan uji HSD tukey dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antar kultivar dan takaran pupuk terhadap parameter bobot segar tajuk umur 20 minggu setelah tanam, bobot kering tajuk umur 20 minggu setelah tanam, volume akar umur 20 minggu setelah tanam, bobot segar cabai per buah, laju asimilasi bersih 10 minggu setelah tanam. Takaran pupuk 20 ton/ha me nunjukkan pertumbuhan dan hasil cabai yang optimal.
Pengaruh Pemberian Pupuk Kompos Jerami Padi terhadap Pertumbuhan dan Hasil Padi (Oryza sativa L.) pada Kondisi Salin Medi Pranata; Budiastuti Kurniasih
Vegetalika Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.281 KB) | DOI: 10.22146/veg.45907

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan takaran kompos jerami padi yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil padi pada kondisi salin. Penelitian ini dilaksanakan di rumah kawat, Departemen Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pada bulan September 2017 sampai dengan Januari 2018. Penelitian ini disusun secara Randomized Complete Block Design (RCBD) dengan tiga blok sebagai ulangan yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah pemberian larutan NaCl dengan dosis 0,2 dS/m, 5 dS/m dan 10 dS/m. Faktor ke dua yaitu pemberian kompos jerami padi dengan 4 aras: 0%, 5%, 15% dan 25%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa takaran  kompos jerami padi 15% dianggap mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman padi pada kondisi salin dan non salin. Meningkatnya pertumbuhan tanaman dapat dilihat dari variabel  tinggi tanaman, jumlah anakan per rumpun, bobot segar tajuk dan bobot kering tajuk saat panen dan bobot kering tanaman saat panen. Sementara pada komponen hasil dapat dilihat pada jumlah malai per rumpun, jumlah gabah per rumpun, bobot malai per rumpun dan bobot gabah total per rumpun.
Pengaruh Jenis Pupuk Kandang dan Konsentrasi Paklobutrazol terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kacang Tanah (Arachis Hypogaea L.) Mohammad Denis F; Sri Muhartini
Vegetalika Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.968 KB) | DOI: 10.22146/veg.45908

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan kombinasi jenis pupuk kandang dan konsentrasi paklobutrazol yang sesuai untuk pertumbuhan dan hasil kacang tanah sebagai upaya mensubtitusi penggunaan pupuk kimia. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Tridharma, Banguntapan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada pada bulan September-Desember 2017. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang terdiri dari 2 faktor. Jenis pupuk kandang sebagai faktor pertama yang terdiri atas 3 aras yaitu tanpa pemberian pupuk kandang, pemberian pupuk kandang sapi 10 ton/ha, pemberian pupuk kandang ayam 10 ton/ha. Sedangkan konsentrasi paklobutrazol sebagai faktor kedua yang terdiri dari 3 aras yaitu tanpa pemberian paklobutazol (konsentrasi 0 ppm), pemberian konsentrasi paklobutrazol 200 ppm, pemberian konsentrasi paklobutrazol 400 ppm. Data pengamatan yang diperoleh dilakukan pengujian asumsi menggunakan Analisis of Variance (ANOVA) dengan tingkat kepercayaan 95% dan apabila terdapat interaksi antara kedua faktor maka dilakukan uji pengaruh sederhana LSD dengan alfa 5%. Apabila tidak terdapat interaksi antara dosis paklobutrazol dan jenis pupuk kandang maka untuk mengetahui dosis paklobutrazol yang optimal dapat dilakukan pengujian regresi polynomial kuadratik, sedangkan untuk mengetahui jenis pupuk kandang yang sesuai menggunakan LSD Fisher dengan alfa 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat adanya interaksi antara jenis pupuk kandang dan konsentrasi paklobutrazol yang digunakan terhadap variabel jumlah bunga per tanaman, bobot 100 biji dan produktivitas tanaman. Kombinasi antara jenis pupuk kandang  ayam 10 ton/ha dan konsentrasi paklobutrazol 200 ppm memberikan produktivitas tertinggi sebesar 1,37 ton/ha.
Pengaruh Takaran Mikoriza terhadap Pertumbuhan Bibit Teh (Camellia sinensis) Klon Gambung 7 di Afdeling Pagilaran, Andongsili dan Kayulandak Mohammad Yanuar Setya Wibowo; Taryono Taryono; Dody Kastono
Vegetalika Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.101 KB) | DOI: 10.22146/veg.45909

Abstract

Permasalahan utama yang sering terjadi pada saat pembibitan teh dengan setek adalah lambatnya pembentukan akar yang dapat menyebabkan kematian bibit. Salah satu cara dalam membantu merangsang pembentukan akar dan kalus serta proses penyerapan hara bagi tanaman adalah dengan pemberian agensia hayati Jamur Mikoriza Arbuskular (JMA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mikoriza terhadap pertumbuhan bibit teh Gambung 7 dan takaran mikoriza yang tepat pada ketinggian tempat yang berbeda. Penelitian ini menggunakan rancangan Split-Plot dengan ketinggian sebagai plot utama terdiri dari 3 aras yaitu afdeling Pagilaran (P) dengan ketinggian 980 m dpl, afdeling Andongsili (A) dengan ketinggian 1100 m dpl, dan afdeling Kayulandak (K) dengan Ketinggian 1200 m dpl. Kemudian takaran mikoriza menempati anak petak terdiri dari 4 faktor yaitu dosis 0, 3, 6, 9 gram/polibag. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi antara takaran mikoriza dengan ketinggian pada variabel berat kering akar. Nilai berat kering akar tertinggi terdapat pada Afdeling Pagilaran perlakuan kontrol sebesar 1,16 gram, sedangkan hasil paling rendah terdapat pada Afdeling Andongsili perlakuan 9 gram/polibag sebesar 1,02 gram. Tinggi tempat berpengaruh terhadap pertumbuhan bibit Gambung 7 dengan persentase setek hidup tertinggi pada afdeling Kayulandak sebesar 95 %, selanjutnya pada afdeling Pagilaran sebesar 79,75 %, dan afdeling Andongsili sebesar 70,50 %.
Tanggapan Teki terhadap Cekaman Kekeringan pada Berbagai Jenis Tanah Paiman Paiman; Ardiyanta Ardiyanta; Tri Kusumastuti; Muh Kusberyunadi; Ahmad Bahrum
Vegetalika Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.794 KB) | DOI: 10.22146/veg.45910

Abstract

Teki (Cyperus rotundus) merupakan salah satu gulma dominan yang dapat tumbuh pada berbagai lahan pertanian dan berbagai jenis tanah pada kondisi air yang terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan tanggapan teki terhadap cekaman kekeringan pada berbagai jenis tanah. Penelitian ini menggunakan percobaan pot yang disusun dalam rancangan tersarang dan diulang tiga kali. Faktor pertama yaitu jenis tanah yang terdiri atas 4 jenis yaitu tanah pasir pantai, alluvial, vulkanik dan grumusol. Faktor kedua yaitu cekaman kekeringan yang terdiri atas empat aras yaitu 25%, 50%, 75% dan 100% kapasitas lapang. Pengamatan meliputi tinggi gulma, panjang akar, jumlah umbi, luas daun, berat daun khas, rasio tajuk akar, kandungan prolin dan bobot kering gulma. Data hasil pengamatan dianalisis dengan analisis varian pada jenjang nyata 5%.  Perbedaan antara perlakuan dianalisis dengan uji jarak berganda Duncan pada jenjang nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan teki pada tanah grumusol memiliki tinggi lebih tinggi, akar lebih panjang, berat kering gulma lebih berat. Namun, teki yang tumbuh pada tanah pasir pantai memiliki jumlah umbi lebih banyak, daun lebih luas, rasio tajuk akar dan kandungan prolin lebih tinggi. Daun teki terluas ditemukan pada teki yang tumbuh pada tanah pasir pantai dan grumusol. Daun tertebal ditemukan pada tanah vulkanik. Teki yang tumbuh pada tanah dengan kadar air 25% kapasitas lapang mennujukkan tinggi dan panjang akar lebih pendek, daun lebih sempit, jumlah umbi lebih sedikit, bobot kering lebih rendah dan kandungan prolin lebih tinggi. Terjadi interaksi nyata antara jenis tanah dan cekaman kekeringan pada parameter kandungan prolin daun.
Kadar Lemak Total Biji Kakao Kebun Induk Pagilaran Samigaluh Kulon Progo Dhemas Adi Purwa; Taryono Taryono; Suyadi Suyadi
Vegetalika Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.854 KB) | DOI: 10.22146/veg.45947

Abstract

Mutu biji kakao merupakan hal yang sangat penting dalam produksi kakao dan olahannya. Pengamatan mutu biji kakao sangat penting dilakukan untuk mengetahui sifat unggul kakao, termasuk di dalamnya varietas atau klon-klon baru hasil pemuliaan tanaman. Salah satu faktor penentu keberhasilan pengembangan kakao adalah dukungan ketersediaan bahan tanam unggul dan bermutu. Analisis mutu biji khususnya kadar lemak dilakukan untuk menentukan nomor-nomor aksesi yang mempunyai potensi keunggulan dan dapat digunakan sebagai sumber bahan tanam dengan sifat kadar lemak >50%. Selain kadar lemak total, sifat komponen buah yang diamati meliputi bobot buah segar, panjang buah, lebar buah, tebal kulit buah, jumlah biji perbuah, bobot basah biji per buah, dan bobot kering biji per buah. Pengamatan dilakukan terhadap 19 nomor pohon di kebun induk PT. Pagilaran Unit Samigaluh, Kulon Progo, Yogyakarta. Hasil analisis menunjukkan bahwa kadar lemak total tidak berbeda nyata, keragaman genetik kadar lemak total sangat rendah. Sifat komponen buah yang mempunyai pengaruh terhadap kadar lemak total adalah bobot basah biji per buah.
Tanggapan Teki terhadap Cekaman Kekeringan pada Berbagai Jenis Tanah Paiman Paiman
Vegetalika Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.255 KB) | DOI: 10.22146/veg.50598

Abstract

Teki (Cyperus rotundus) merupakan salah satu gulma dominan yang dapat tumbuh pada berbagai lahan pertanian dan berbagai jenis tanah pada kondisi air yang terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan tanggapan teki terhadap cekaman kekeringan pada berbagai jenis tanah. Penelitian ini menggunakan percobaan pot yang disusun dalam rancangan tersarang dan diulang tiga kali. Faktor pertama yaitu jenis tanah yang terdiri atas 4 jenis yaitu tanah pasir pantai, alluvial, vulkanik dan grumusol. Faktor kedua yaitu cekaman kekeringan yang terdiri atas empat aras yaitu 25%, 50%, 75% dan 100% kapasitas lapang. Pengamatan meliputi tinggi gulma, panjang akar, jumlah umbi, luas daun, berat daun khas, rasio tajuk akar, kandungan prolin dan bobot kering gulma. Data hasil pengamatan dianalisis dengan analisis varian pada jenjang nyata 5%.  Perbedaan antara perlakuan dianalisis dengan uji jarak berganda Duncan pada jenjang nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan teki pada tanah grumusol memiliki tinggi lebih tinggi, akar lebih panjang, berat kering gulma lebih berat. Namun, teki yang tumbuh pada tanah pasir pantai memiliki jumlah umbi lebih banyak, daun lebih luas, rasio tajuk akar dan kandungan prolin lebih tinggi. Daun teki terluas ditemukan pada teki yang tumbuh pada tanah pasir pantai dan grumusol. Daun tertebal ditemukan pada tanah vulkanik. Teki yang tumbuh pada tanah dengan kadar air 25% kapasitas lapang mennujukkan tinggi dan panjang akar lebih pendek, daun lebih sempit, jumlah umbi lebih sedikit, bobot kering lebih rendah dan kandungan prolin lebih tinggi. Terjadi interaksi nyata antara jenis tanah dan cekaman kekeringan pada parameter kandungan prolin daun.

Page 1 of 1 | Total Record : 9