cover
Contact Name
Andri Sopian
Contact Email
andri.sopian14@gmail.com
Phone
+6287755566714
Journal Mail Official
admin@melatijournal.com
Editorial Address
Jln. Jurusan Darmaji-Praya, Kec. Kopang, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, ZIP 83553
Location
Kab. lombok tengah,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JISMA: Jurnal Ilmu Sosial, Manajemen, dan Akuntansi
Published by Melati Institute
ISSN : 29862507     EISSN : 28302605     DOI : https://doi.org/10.59004/jisma.v1i6
JISMA, Jurnal Ilmu Sosial , Manajemen, dan Akuntansi menerima artikel penelitian tentang Sosial EKonomi, Manajemen, dan Akuntansi dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan metode campuran. 1. Ilmu Sosial mencakup: Ekonomi, Antropologi, Sosiologi, Psikologi, Geografi, Studi Budaya dan Etika, Studi Gender dan bidang terkait lainnya. 2. Manajemen mencakup: ekonomi, politik, hukum, sosio cultural (budaya), teknologi, dimensi internasional (seperti globalisasi dan paham ekonomi), kondisi lingkungan alam, dan bidang ilmu terkait lainnya. 3. Akuntansi mencakup: Auditing, Management Accounting, General Accounting, Government Accounting, Budgetary Accounting, Educational Accounting, Cost Accounting, Tax Accounting, Sistem Informasi Akuntansi, International Accounting, Social Accounting, Akuntansi Perbankan, dan bidang ilmu terkait lainnya.
Articles 195 Documents
Analisis Kualitatif Budaya Organisasi dan Implikasinya terhadap Kinerja Pendidik dalam Perspektif Psikologi Organisasi Positif Irfieh, Fauzia; Madaniah, Lilim Halimatul; Sanusi, Hary Priatna
JISMA: Jurnal Ilmu Sosial, Manajemen, dan Akuntansi Vol 4 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Melati Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efforts to improve educator performance often rely on structural approaches and material incentives, while the dimensions of meaning, values, and subjective experience within the school's organizational culture receive insufficient in-depth attention. This study aims to explore in depth how the construction of organizational culture—specifically values, rituals, narratives, and everyday practices—is understood, experienced, and made meaningful by educators, and how this meaning-making influences their motivation, engagement, and ultimately their performance. This research uses a qualitative phenomenological approach with a multi-site case study design in two senior high schools (one public and one private Islamic school) with distinct cultural characteristics. Data were collected through in-depth interviews with 15 educators and school principals, participatory observation over four months, and document analysis. Data were analyzed thematically using the interactive model by Miles, Huberman, and Saldaña (2014). The research findings reveal three main themes: (1) "Culture as a Co-Constructed System of Meaning," where high performance emerges when core values (such as collaboration and appreciation) are communicated consistently and internalized through social rituals; (2) "The Gap Between Aspiration and Practice: A Fragmented Culture," where inconsistencies between espoused values and enacted values create cognitive dissonance and reduced work engagement; (3) "The Psychology of Interpersonal Space: Leadership as a Catalyst for Psychological Climate." Conclusion: Educator performance is not solely determined by individual factors but is profoundly influenced by the collective psychological climate shaped and maintained by the organizational culture. The effectiveness of culture lies in its ability to create coherence between symbolic meaning and everyday practical experience, which ultimately affects educators' commitment and psychological energy. Recommendations focus on the importance of a meaning-centered leadership approach in school management.
Analisis Perlindungan Hukum terhadap Pasien Korban Malpraktik di Rumah Sakit Ansar, Muhammad Aksa
JISMA: Jurnal Ilmu Sosial, Manajemen, dan Akuntansi Vol 4 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Melati Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Praktek kedokteran merupakan suatu upaya pemberian bantuan secara individual kepada pasien berupa pelayanan medis. Hubungan yang terjadi dalam pelayanan medis tersebut terjadi karena adanya kontrak (transaksi terapeutik) dan hubungan berdasarkan undang-undang. Akan tetapi dalam melakukan upaya pengobatan tersebut seorang dokter dapat melakukan suatu kesalahan atau kelalaian yang dapat merugikan pasien, baik cacat bahkan sampai meninggal dunia. Malpraktik dokter adalah suatu tindakan. atau suatu perbuatan medis yang dilakukan dokter tanpa standar dalam mengobati pasien Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perlindungan hukum bagi pasien yang menjadi korban Malpraktik medis dan kendala yang dihadapi dalam proses pembuktian. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum pasien mencakup aspek preventif dan represif, namun tantangan utama terletak pada kesulitan pembuktian unsur kelalaian medis di pengadilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampai saat ini belum ada peraturan secara khusus mengatur masalah Malpraktik dokter. Namun peraturan perundang-undangan yang selama ini dapat dijadikan sebagai perlindungan hukum pasien korban Malpraktik dokter ternyata belum cukup menjamin perlindungan hukum terhadap pasien.
Upaya Pelestarian Nilai Sejarah dan Budaya Kuliner Tradisional Amparan Tatak di Samarinda Pontjowulan
JISMA: Jurnal Ilmu Sosial, Manajemen, dan Akuntansi Vol 4 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Melati Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali makna nilai sejarah dan budaya yang terkandung dalam kuliner tradisional amparan tatak di Samarinda serta merumuskan upaya pelestariannya dalam kehidupan masyarakat modern. Amparan tatak sebagai salah satu kue basah khas Kalimantan Timur, bukan sekadar sajian penutup melainkan simbol identitas budaya yang erat kaitannya dengan tradisi, keagamaan, adat, dan kehidupan sosial masyarakat setempat. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif sedangkan teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, studi pustaka, dan wawancara dengan pelaku usaha kuliner, tokoh masyarakat, guru tata boga, serta warga yang terlibat langsung dalam pelestarian kuliner amparan tatak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa amparan tatak memiliki nilai sejarah yang terkait erat dengan perayaan keagamaan dan acara adat, serta diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi. Nilai-nilai budaya yang terkandung dalam proses pembuatan dan penyajian amparan tatak mencerminkan semangat gotong royong, kesederhanaan, serta makna simbolik dalam kehidupan sosial masyarakat. Selain itu amparan tatak juga memberikan kontribusi ekonomi bagi masyarakat khususnya pelaku UMKM, serta menjadi media penguatan identitas lokal di tengah arus globalisasi. Namun demikian minimnya dokumentasi dan regenerasi yang masih kurang, menjadi tantangan dalam pelestarian kuliner. Oleh karena itu, diperlukan upaya strategis yang melibatkan sinergi antara pemerintah, komunitas, dan lembaga pendidikan untuk mempertahankan eksistensi kuliner tradisional amparan tatak sebagai bagian dari warisan budaya.
Hubungan Pola Makan Anak dan Status Gizi Usia Sekolah di SD INPRES MOTI Wilayah Puskesmas MOTI Kabupaten Bantaeng Akmal, Resky; Fauziah, Ayu Bella; Hafsah HS
JISMA: Jurnal Ilmu Sosial, Manajemen, dan Akuntansi Vol 4 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Melati Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Status gizi adalah keadaan seimbang antara asupan zat gizi dalam makanan dengan kebutuhan tubuh. Status gizi ini dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya pola makan anak. Anak usia sekolah merupakan salah satu kelompok anak yang rentan terhadap terjadinya masalah gizi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran karakteristik responden, dan hubungan antara pola makan anak dengan status gizi anak usia sekolah di SD Inpres Moti Wilayah kerja Puskesmas Moti. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional dengan sampel sebanyak 89 responden melalui teknik Stratified Random Sampling. Data dikumpulkan secara langsung oleh Penelitimelalui kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ) dan pengukuran antropometri. Penelitian ini menggunakan analisis univariat untuk mengetahui distribusi frekuensi dan rata-rata sedangkan analisis bivariat menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pola makan anak (p-value 0,007) dengan status gizi anak usia sekolah di Wilayah kerja Puskesmas Bissappu. Penelitian selanjutnya dapat menganalisis mengenai faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi status gizi dengan menggunakan metode yang lebih lengkap yaitu Mix Method, agar memperkuat temuan penelitian.
Analisis Yuridis Pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan pada PLTU Punagaya Kabupaten Jeneponto Ruslan Wahyono
JISMA: Jurnal Ilmu Sosial, Manajemen, dan Akuntansi Vol 4 No 2 (2026): April 2026
Publisher : Melati Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara yuridis pelaksanaan tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan pada PLTU Punagaya di Kabupaten Jeneponto. Penelitian ini dilakukan karena aktivitas perusahaan berpotensi menimbulkan dampak sosial dan lingkungan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis empiris dengan mengkaji ketentuan peraturan perundang-undangan serta implementasinya dalam praktik. Pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan, observasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner kepada 41 responden masyarakat dengan menggunakan skala Likert untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan telah melaksanakan berbagai program tanggung jawab sosial dan lingkungan, antara lain bantuan sosial, penyediaan sarana air bersih, serta kegiatan pemberdayaan masyarakat. Sebagian besar responden menyatakan setuju bahwa program tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, meskipun masih diperlukan peningkatan efektivitas pelaksanaan program. Secara yuridis, pelaksanaan tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan telah mencerminkan kewajiban hukum bagi perusahaan yang menjalankan kegiatan usaha yang berkaitan dengan pemanfaatan sumber daya alam.