cover
Contact Name
Muhammad Amin Sunarhadi
Contact Email
mamin.sunarhadi@staff.uns.ac.id
Phone
+6281390716299
Journal Mail Official
jurnalekosains@gmail.com
Editorial Address
Ilmu Lingkungan FMIPA Universitas Sebelas Maret Jl. Ir. Sutami No. 36A, Kentingan, Jebres Surakarta 57126 INDONESIA
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ekosains
ISSN : 19797826     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Ekosains mempublikasikan hasil penelitian di bidang lingkungan maupun interdisipliner terkait yang belum pernah dipublikasikan atau sedang dipertimbangkan untuk dipublikasikan di jurnal lain. Jurnal Ekosains menerima artikel baik dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris yang mencakup beberapa topik kajian lingkungan antara lain: Manajemen lingkungan Ekologi Lingkungan Konservasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Pembangunan dan Lingkungan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Perencanaan dan Administrasi Lingkungan Kesehatan lingkungan Teknik Lingkungan dan Pencemaran Lingkungan, dan Sistem Informasi Lingkungan Manajemen Bencana
Articles 72 Documents
KARAKTERISTIK DAN STRUKTUR KOMUNITAS LAMUN DI DAERAH INTERTIDAL PANTAI LITIANAK DAN PANTAI OESELI KABUPATEN ROTE NDAO – NUSA TENGGARA TENGGARA TIMUR Imelda Tidora Sombo; Wiryanto W; Sunarto S
Ekosains Vol 8, No 03 (2016)
Publisher : Program Studi ilmu Lingkungan, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.233 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karakteristik jenis-jenis lamun serta struktur komunitas (diversitas, frekuensi, densitas, dominansi, indeks nilai penting) lamun di daerah  intertidal pantai Litianak dan pantai Oeseli di Kabupaten Rote Ndao Nusa Tenggara Timur.Metode penelitian menggunakan metode transek kuadrat. Pengamatan dilakukan dengan berpatokan pada heterogenitas (keanekaragaman) dan homogenitas vegetasi (persamaan jenis), dengan mengacu pada referensi. Ulangan pengamatan sebanyak 3 kali dengan jarak masing-masing ulangan (transek kuadran) sejauh 10 meter.Data dianalisis menggunakan rumus Shannon-Wiener : (1) Indeks Diversitas Shannon-Wiener (H’), (2) Frekuensi Jenis (Fi) dan Frekuensi Relatif (FR), (3) Densitas (Kerapatan), (4) Dominansi (Penutupan), (5) Indeks Nilai Penting. Hasil penelitian menunjukkan total jumlah lamun yang ditemukan 5 jenis, yaitu : Enhalus  acoroides, Thalassia hemprichii, Halodule uninervis, Cymodocea rotundata, Halodule pinifolia, dengan perbedaan karakteristik pada ukuran panjang dan lebar daun. Struktur komunitas lamun dapat dideskripsikan : (1) Indeks Diversitas di pantai Litianak 0,98  dan di  pantai Oeseli 1,789 dengan tingkat keanekaragaman rendah, (2) Frekuensi Jenis di pantai Litianak 2,13  dan di  pantai Oeseli 1,58 (3) Densitas Jenis di pantai Litianak 55,79  dan di  pantai Oeseli 252,55 (4) Dominansi Jenis di pantai Litianak 2,87 dan di pantai Oeseli 2,43 (5) Indeks Nilai Penting di pantai Litianak terdapat pada jenis lamun Halodule uninervis yakni 1,11 dan terendah terdapat pada jenis lamun Cymodocea rotundata yakni 0,4. Sedangkan hasil perhitungan indeks nilai penting lamun pada pantai Oeseli menunjukkan angka tertinggi terdapat pada jenis lamun Enhalus acoroides yakni 1,2 dan angka terendah terdapat pada jenis lamun Cymodocea rotundata yakni 0,42.
DAMPAK LOGAM BERAT Cu (TEMBAGA) DAN Ag (PERAK) PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI PERAK TERHADAP KUALITAS AIR SUMUR DAN KESEHATAN MASYARAKAT SERTA UPAYA PENGENDALIANNYA DI KOTA GEDE YOGYAKARTA Novita Sekarwati; Bardi Murachman
Ekosains Vol 7, No 01 (2015)
Publisher : Program Studi ilmu Lingkungan, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5880.03 KB)

Abstract

Nostoc commune Vaucher ex Bornet & Flahault SEBAGAI FIKOREMEDIATOR LOGAM BERAT KADMIUM (Cd (II)) Rachmawati P Fauzi; Muhammad Masykuri; Sunarto S
Ekosains Vol 7, No 02 (2015)
Publisher : Program Studi ilmu Lingkungan, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.094 KB)

Abstract

Nostoc commune Vaucher ex Bornet & Flahault diketahui mengandung berbagai gugus anion seperti amino, karboksil, hidroksi dan karbonil serta EPS (Ektraseluller Polymer Substance) yang menyediakan permukaan absorbsi spesifik untuk ion logam berat sehingga spesies ini dapat dimanfaatkan sebagai biomaterial penyerap bahan pencemar, khususnya logam berat. Penggunaan algae untuk menghilangkan bahan pencemar dari lingkungan disebut fikoremediasi. Fikoremediasi adalah salah satu upaya untuk mengatasi pencemaran Cd (II) di lingkungan. Kadmium merupakan salah satu logam berat non esensial yang bersifat toksik. Keberadaaanya yang berlebihan di dalam lingkungan akan membahayakan organisme disekitarnya, oleh karena itu keberadaannya di lingkungan harus di minimalkan atau dihilangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan N. commune dalam meremediasi Cd (II) dan mempelajari gambaran morfologi N. commune setelah terpapar kadmium.Penelitian dilakukan dalam skala laboratorium menggunakan metode batch. Penentuan kondisi optimum meliputi pH, waktu kontak, konsentrasi logam berat dan massa fikoremediator. Analisis Cd (II) diukur dengan menggunakan Spektrofotometri Serapan Atom Nyala (SSA Nyala). Setelah proses remediasi selesai, dilakukan pengamatan terhadap morfologi sel N. commune dengan membuat preparat squash. Hasil menunjukkan bahwa kondisi optimal remediasi Cd (II) oleh N. commune diperoleh  pada konsentrasi kadmium 100 mg/L pada pH 8 dengan waktu kontak 10 menit dan massa fikoremediator 0,6 gram. Analisis SSA menunjukan efisiensi remediasi tertinggi sebesar 98,92% dengan kapasitas remediasi sebesar 3,927 mg/g. N. commune mengalami kerusakan pada struktur sel setelah terpapar Cd (II) pada konsentrasi 200 mg/L – 600 mg/L.
STRATEGI PENGELOLAAN WISATA ALAM POSONG TEMANGGUNG DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN SWOT DAN AHP Budi Setiyono; Azis Nur Bambang; Kismartini K
Ekosains Vol 8, No 01 (2016)
Publisher : Program Studi ilmu Lingkungan, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1209.453 KB)

Abstract

Penelitian  ini  bertujuan  untuk mengkaji strategi pengelolaan pariwisata berkelanjutan di Obyek Wisata Alam Posong Kabupaten Temanggung. Metode  yang  digunakan  pada  penelitian  ini  adalah  : identifikasi  terhadap permasalahan menggunakan matrik  SWOT;  dan analisis terhadap penentuan  strategi  kebijakan dengan  Analytical Hierarchi Process (AHP). Responden terdiri dari 65 wisatawan, 11 pengelola wisata , 6 pemilik home stay dan 5 kalangan pakar/ahli. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa alternatif strategi pengelolaan Obyek Wisata Alam Posong berdasarkan hierarkinya adalah : i) melakukan penataan dan perluasan kawasan (0,185); ii) melakukan penguatan kelembagaan pengelola wisata (0,157); iii) melakukan pelatihan dan pendampingan yang intensif dari instansi terkait (0,144); iv) melakukan koordinasi dan komunikasi yang baik dengan masyarakat dan stakeholders terkait (0,135); v) melakukan pengelolaan sampah yang lebih baik (0,105); vi) pembuatan paket wisata yang melibatkan penduduk (0,095); vii) melakukan peningkatan pemahaman pariwisata pada masyarakat (0,074); viii) melakukan penataan pedagang di tempat khusus (0,069); ix) melakukan pembatasan jumlah pengunjung (0,035).
OPTIMALISASI PEMANFAATAN MATA AIR SEMIRI, SEMENJING, SIJARAK DAN SIKEMPONG UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN AIR BERSIH PDAM TIRTA LAWU KABUPATEN KARANGANYAR Suparno S; MTh. Sri Budiastuti; Prabang Setyono
Ekosains Vol 8, No 02 (2016)
Publisher : Program Studi ilmu Lingkungan, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.476 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan studi kasus pada elemen sistem penyediaan air minum yang berkaitan dengan kawasan tangkapan air. Elemen tersebut berupa pipa transmisi eksisting, reservoir dan bangunan air lainnya yang secara langsung sangat dipengaruhi oleh kondisi daerah tangkapan air di lingkungan sumber mata air Semiri, Semenjing, Sijarak, dan Sikempong. Di masa mendatang, seiring dengan pertumbuhan penduduk di Kabupaten Karanganyar, berkorelasi dengan pertambahan kebutuhan air, mendorong peneliti untuk mengetahui seberapa besar kemungkinan sistem eksisting transmisi perkotaan mampu dioperasikan untuk mensuplai air minum dari mata air sampai ke reservoir distribusi, serta bagaimana keadaan lingkungan daerah tangkapan air agar dipastikan masih sesuai fungsi untuk menghasilkan debit air konstan di beberapa mata air yang dimanfaatkan PDAM. Tujuan penelitian ini pada akhirnya untuk mendapatkan solusi alternatif bagaimana mengoptimalkan pemanfaatan mata air, menemukan kebocoran, mengetahui karakter aliran air dan besaran konsumsi air di wilayah perkotaan (Karanganyar, Tasikmadu dan Jaten). Metode penelitian dilakukan dengan beberapa langkah kerja yaitu pengecekan terhadap data-data yang telah diperoleh, terdiri dari data topografi, data jaringan, data inflow, data debit, data tekanan air, data kontinuitas aliran, data kualitas air, serta karakteristik pemakaian air. Langkah berikutnya adalah melakukan analisis sistem eksisting menggunakan program EPANET 2.0 apakah dapat dioptimalkan fungsinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi sumber mata air yang masih dapat dimanfaatkan PDAM adalah sebesar 19,52 liter/detik, (baru termanfaatkan 180,48 liter/detik dari total potensi 200 liter/detik). Berdasarkan pengukuran, debit yang masuk ke dalam pipa transmisi dari sumber mata air adalah sebesar 178,24 liter/detik. Sedangkan debit yang keluar dari pipa transmisi (sebelum reservoir) adalah sebesar 170,28  liter/detik, sehingga kebocoran pada pipa transmisi adalah sebesar 7,96 liter/detik. Jumlah pemakaian air maksimal pelanggan PDAM tahun 2012 di wilayah penelitian sebesar 206,88  liter/detik dan masih di bawah kapasitas produksi PDAM sebesar 251,96 liter/detik. Hal ini menunjukkan terjadinya kehilangan air pada wilayah pelayanan sebesar 53,48 liter/detik. Hasil simulasi dengan menggunakan program komputer EPANET 2.0, sistem transmisi yang mengalirkan air dari mata air sampai dengan reservoir mampu dioptimalkan sampai dengan debit 225 liter/detik atau lebih besar dari total potensi mata air PDAM.
OPTIMALISASI PENGGUNAAN SUMBERDAYA PERTANIAN PADA SISTEM PERTANAMAN JARAK KEPYAR DI DAERAH LAHAN KERING KABUPATEN LOMBOK TIMUR Ni Made Shanti Paramita Sari; Broto Handoko; Lalu Sukardi
Ekosains Vol 9, No 01 (2017)
Publisher : Program Studi ilmu Lingkungan, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.652 KB)

Abstract

Pertanian lahan kering diharapkan mampu memberikan andil yang signifikan terhadap pembangunan wilayah, salah satu komoditi yang dapat diusahakan di daerah lahan kering adalah jarak kepyar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem pertanaman jarak kepyar, penggunaan sumberdaya domestik dalam pengembangan usahatani jarak kepyar dan menentukan alternatif sistem pertanaman jarak kepyar yang optimal di daerah lahan kering Lombok Timur. Data diperoleh dari wawancara dengan petani responden sebanyak 60 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pertanaman dalam usahatani Jarak Kepyar di Kabupaten Lombok Timur yaitu dengan sistem tumpangsari terhadap beberapa komoditi yang berbeda, yaitu: tumpangsari dengan jagung, tumpangsari dengan jagung dan kacang tanah, tumpangsari dengan kacang tanah, tumpangsari dengan kacang tanah dan kacang hijau, serta tumpangsari dengan jagung dan cabai. Dari hasil analisa solusi optimal dengan bantuan program QM (Quantitative Metode) maka disarankan untuk penanaman jarak kepyar ditumpangsarikan dengan jagung seluas 0,59 ha, ditumpangsari dengan jagung dan kacang hijau 0,22 ha, ditumpangsari dengan kacang tanah dan kcang hijau 0,07 ha, dan ditumpangsari dengan jagung dan cabai seluas 0,05 ha, sehingga dengan demikian akan memaksimalkan pendapatan petani sebesar Rp 6.360.969. Pemanfaatan Sumberdaya domestik dalam usahatani jarak kepyar di Kabupaten Lombok Timur tidak efisien ditunjukkan dengan nilai BSD (29.160,34) > NTR (11.858,26), sehingga pemenuhan permintaan akan lebih menguntungkan dengan mendatangkan produksi dari luar daerah Kabupaten Lombok Timur.
PEMANFAATAN LIMBAH CAIR TAHU MENJADI Nata de Soya DENGAN MENGGUNAKAN AIR REBUSAN KECAMBAH NKACANG TANAH DAN BAKTERI Acetobacter xylinum Muh. Azhari Azhari; Sunarto Sunarto; Wiryanto Wiryanto
Ekosains Vol 7, No 01 (2015)
Publisher : Program Studi ilmu Lingkungan, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PELUANG PENERAPAN PRODUKSI BERSIH DI INDUSTRI KECIL SLONDOK Hana Fais Prabowo; Purwanto P; Suherman S
Ekosains Vol 7, No 03 (2015)
Publisher : Program Studi ilmu Lingkungan, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.623 KB)

Abstract

Kegiatan industri disamping berdampak positif juga berdampak negatif diantaranya berupa keluaran bukan produk yang dapat merupakan pencemar yang merugikan lingkungan bila tidak dikelola dengan baik. Dampak lingkungan dari kegiatan industri slondok dapat dikurangi dengan penerapan produksi bersih. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi timbulan limbah yang dihasilkan pada proses produksi slondok serta mengembangkan alternatif peluang produksi bersih yang dapat diterapkan berikut gambaran keuntungan ekonomi dan lingkungannya. Timbulan limbah yang dihasilkan pada proses produksi slondok meliputi limbah padat berupa kulit, kotoran dan bonggol, sontrot (serat ubi kayu), kupasan tumpeng, abu sisa pembakaran, dan ceceran bahan. Limbah cair berupa air bekas cucian ubi kayu, limbah cair proses pengepresan, dan air sisa kukusan. Sedangkan limbah yang berwujud gas berupa asap dan uap air. Beberapa peluang perbaikan pengelolaan lingkungan melalui penerapan produksi bersih yang dapat dilakukan yaitu: (a) Pemanfaatan air limbah hasil proses pengepresan sebagai bahan baku nata de cassava dapat menghasilkan keuntungan usaha sebesar Rp.12.233.136,- per bulan serta mengurangi jumlah limbah cair hasil pengepresan sebesar 90,32%, (b) Penggantian bahan bakar dari kayu bakar ke pelet kayu penghematannya sebesar Rp.133.000,- per bulan. Pelet kayu lebih rendah tingkat abu dan emisi, (c) Standarisasi dan pengecekan rutin terhadap garuk diperoleh penghematan sebesar Rp.260.000,- per bulan, (d) Penggunaan karung langsung pada mulut mesin pemarut dan menjaga area produksi dari ternak ayam dapat menghemat 30 kg ubi kayu per bulan atau Rp.39.000,- per bulan, (e) Langkah segera mematikan bara api begitu proses pengukusan selesai dapat menghemat 2% kayu bakar sehingga penghematan biayanya per bulan sebesar Rp.8.000,- (f) Perpanjangan masa pakai air proses pencucian ubi kayu dapat menghemat air 1.500 L/bulan, (g) Penggunaan pipa air untuk mengisi bak pencucian menghemat air 150 L/bulan.
KERAGAMAN PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG (Zea mays. L) AKIBAT PEMBERIAN BERBAGAI ARAS BIOCHAR DENGAN BIOAKTIVATOR Trichoderma spp. DI LAHAN KERING Eva Sri Utami; I Made Sudantha; Suwardji S
Ekosains Vol 8, No 02 (2016)
Publisher : Program Studi ilmu Lingkungan, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.508 KB)

Abstract

Kebutuhan pangan yang terus meningkat akibat meningkatnya pertumbuhan penduduk dan menurunnya luas lahan produktif hanya bisa diatasi jika kita mampu mengembangkan alternatif produksi pada lahan sub optimal seperti lahan kering. Namun, terdapat berbagai kendala dalam mengembangkannya seperti air yang terbatas, sifat fisik tanah yang buruk dan kondisi kesuburan tanah yang rendah, sehingga dibutuhkan upaya ekstra agar dapat berproduksi secara optimal. Jalan keluarnya antara lain dengan memanfaatkan sumberdaya lokal yang murah, mudah didapat dan lama terdekomposisi serta telah diketahui manfaatnya untuk tanah dan tanaman seperti biochar/arang hayati dan jamur Trichoderma spp. yang diaplikasikan pada komoditas andalan yang memiliki daya adaptasi tinggi terdahap kondisi kering seperti jagung (Zea mays L.).  Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui interaksi kombinasi berbagai aras biochar dengan bioaktivator Trichoderma spp. terhadap tanaman jagung, 2) mengetahui respon tanaman jagung terhadap masing-masing perlakuan, 3) mengetahui dosis biochar yang tepat untuk dikombinasikan dengan bioaktivator Trichoderma spp. dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung di lahan kering. Penelitian dilakukan di Desa akar-akar Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara pada bulan September - Desember 2014 menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design). Petak utama adalah dengan bioaktivator dan tanpa bioaktivator. Anak petak adalah 6 aras biochar (0, 10, 15, 20, 25 dan 30 ton/ha) dalam 3 ulangan sehingga diperoleh 36 petak percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bioaktivator Trichoderma spp. tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil jagung, sedangkan aras biochar berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun pada fase vegetatif optimum dan terhadap komponen hasil jagung yaitu bobot tongkol per tanaman, bobot pipil per tanaman, bobot berangkasan basah dan bobot berangkasan kering jagung.
PERAN BERBAGAI DOSIS BIOAKTIVATOR Trichoderma sp. DAN BIOCHAR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI DI LAHAN KERING Aminudin Al Roniri; I Made Sudantha; Suwardji S
Ekosains Vol 9, No 01 (2017)
Publisher : Program Studi ilmu Lingkungan, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.399 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil kedelai yang diperlakukan dengan berbagai dosis bioaktivator Trichoderma sp. dan biochar. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Banyu Urip Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat mulai bulan Juni sampai Agustus 2015. Penelitian ini dirancang menggunakan percobaan Rancangan Acak Kelompok (RAK)  dengan perlakuan petak terbagi (split plot design) yang terdiri dari 2 faktor yaitu biochar dan bioaktivator. Petak utama adalah faktor biochar (B), yang terdiri dari dua aras yaitu b0 (tanpa biochar) dan b1 (dengan biochar 40 ton/ ha). Anak petak adalah dosis bioaktivator (D), yang terdiri dari lima aras yaitu: d0 (tanpa bioaktivator), d1 (dengan bioaktivator 200 kg/ ha), d2 (dengan bioaktivator 300 kg/ ha), d3 (dengan bioaktivator 400 kg/ ha) dan d4 (dengan bioaktivator 500 kg/ ha). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Dosis bioaktivator 500 kg/ ha dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman yaitu tinggi tanaman sebesar 10,10 %, bobot basah 34,98 % dan bobot kering 40,17 %; (2) Dosis bioaktivator 500 kg/ ha dapat meningkatkan hasil kedelai dari 1,40 ton/ ha menjadi 2,27 ton/ ha; (3) Penggunaan biochar tidak dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil kedelai dan (4) Perlakuan biochar dapat meningkatkan kadar CO2 di dalam tanah, sedangkan perlakuan bioaktivator tidak dapat meningkatkan kadar CO2 di dalam tanah.