cover
Contact Name
Anis Ervina
Contact Email
lp2makbidlatansa@gmail.com
Phone
+6287772706700
Journal Mail Official
lp2makbidlatansa@gmail.com
Editorial Address
Jalan Soekarno-Hatta Pasir Jati By Pass Rangkasbitung Lebak Banten
Location
Kab. lebak,
Banten
INDONESIA
Obstretika Scientia
ISSN : 23376120     EISSN : 27164330     DOI : http://dx.doi.org/10.55171
Jurnal Obstretika Scientia adalah Jurnal penelitian Akademi Kebidanan La Tansa Mashiro, yang terbit dua kali dalam satu tahun yaitu bulan Juli dan Desember. ISSN : 2337-6120, e-ISSN : 2716-4330. Ruang Lingkup Penelitian terkait dengan ilmu Kebidanan, Kesehatan Masyarakat, Kesehatan Reproduksi serta Kesehatan Ibu dan Anak.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2018)" : 5 Documents clear
Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Kematian Ibu Nani Yuningsih; Darti Rumiatun
Jurnal Obstretika Scientia Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Akademi Kebidanan La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.569 KB) | DOI: 10.55171/obs.v6i1.356

Abstract

Barometer pelayanan kesehatan ibu disuatu negara dapat ditunjukan dengan Angka Kematian Ibu. Sampai saat ini kematian ibu masih cukup tinggi dan lambat dalam penurunannya. Hal ini dibuktikan dengan data dari profil  dinas kesehatan propinsi banten tahun 2013 adalah 216/100.000 kelahiran hidup dan pada tahun 2014 adalah 230/100.000 kelahiran hidup data audit maternal diwilayah Kabupaten Lebak tahun 2014 bahkan lebih tinggi yaitu 235/ 100.000 kelahiran hidup.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara faktor penyebab dengan  kejadian kematian ibu di Wilayah Kabupaten Lebak tahun  2014.Metoda penelitian ini adalah metoda case control study. Sumber data yang digunakan adalah data skunder dari laporan KIA dan   rekapitulasi audit maternal perinatal diwilayah  Dinas Kesehatan tahun  2014. Penelitian ini meliputi variabel independen penyebab kematian ibu perdarahan, preeklampsia/eklampsia, umur dan paritas serta kematian ibu sebagai variabel dependen. Sampel penelitian ini meliputi ibu yang meninggal dan ibu yang tidak meninggal sebagai kontrol dengan jumlah 141 orang, dengan menggunakan skala 1: 2 kasus 47 dan kontrol 94 orang. Analisa data menggunakan analisa bevariat.
Hubungan Antara Umur dan Paritas dengan Kejadian Preeklamsi Rita Ariesta
Jurnal Obstretika Scientia Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Akademi Kebidanan La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.048 KB) | DOI: 10.55171/obs.v6i1.357

Abstract

Menurut Dinas Kesehatan Banten (2017), AKI di Provinsi Banten 2016 adalah 240/100.000 KH dan  14% karena hipertensi atau PEB. Preeklamsi  dapat merusak  plasenta yang dapat menyebabkan bayi baru lahir mati dan menyebabkan ibu mengalami koma. Penelitian ini menggunakan metode penelitian survey analitik dengan rancangan penelitian kasus control (case control) dengan jumlah populasi sebanyak. Jumlah populasi dalam penelitan ini adalah seluruh ibu bersalin di Ruang Bersalin di RSUD Adjidarmo Rangkasbitung Kab. Lebak tahun 2017, berjumlah 3483 orang jumlah sampel yang  diambil penelitian ini dengan perbandinagn 1:1 yaitu 133 : 133 dengan total 266 ibu bersalin. Hasil uji statistik  dengan menggunakan Chi Squere didapati secara statistik ada hubungan yang bermakna antara umur ibu dan  paritas dengan  kejadian PEB di RSUD Adjidarmo Rangkasbitung tahun 2017. Pentingnya melakukan konseling konseling pada ibu dengan resiko terjadainya PEB, penyuluhan tentang usia reproduksi sehat dan PUP dengan melibatkan sekolah sekolah, kampus serta wadah wadah yang ada di masyarakat sehingga PEB dapat dideteksi sedini mungkin
Hubungan Status Gizi dengan Kejadian Diare pada Balita di Puskesmas Rangkasbitung Siti Juhariyah; Siti Anisa Sajidah Fadya Mulyana
Jurnal Obstretika Scientia Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Akademi Kebidanan La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.776 KB) | DOI: 10.55171/obs.v6i1.359

Abstract

Menurut data World Health Organization (WHO) pada tahun 2013 di Indonesia, diare adalah pembunuh balita nomor dua setelah ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) dan setiap 100.000 balita meninggal karena diare. Faktor penyebab diare pada balita salah satunya yaitu status gizi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kejadian diare dengan status gizi pada balita di Puskesmas Rangkasbitung Kabupaten Lebak. Jenis penelitian analitik dengan rancangan case control dengan pendekatan retrospektif. Populasi penelitian adalah seluruh balita yang melakukan kunjungan ke Puskesmas Rangkasbitung sebanyak 1.254 balita dan sampel sebanyak 38 responden dengan menggunakan teknik systematic random sampling. Cara ukur menggunakan lembar checklist yang dianalisa secara univariat dan bivariat dengan analisa chi square. Hasil pengolahan data proporsi kejadian diare pada balita sebesar 19 responden dengan gizi buruk dan kurang sebanyak 18 responden. Hasil uji statistik ada hubungan antara status gizi dengan kejadian diare pada balita dengan p value: 0,04 dan OR 5.93 berarti balita yang mengalami gizi buruk dan kurang berpeluang hampir 6 kali lebih beresiko untuk terjadinya diare dibandingkan dengan balita dengan gizi baik.. Kesimpulan penelitian bahwa terdapat hubungan antara kejadian diare dengan  status gizi pada balita. Perlu upaya meningkatkan penyuluhan mengenai dampak dari penyakit diare. Kegiatan proaktif tenaga kesehatan untuk melakukan penelusuran status gizi pada balita yang tidak dibawa ke Puskesmas atau Posyandu.
Hubungan Paritas dengan ASI Eksklusif pada Bayi Usia 7-12 Bulan Anis Ervina; Wiwit Ismalita
Jurnal Obstretika Scientia Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Akademi Kebidanan La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.346 KB) | DOI: 10.55171/obs.v6i1.354

Abstract

ASI eksklusif yaitu pemberian ASI tanpa diberikan makanan tambahan lain dari umur 0-6 bulan. Pemberian ASI ekslusif sangat penting terhadap pertumbuhan bayi. Hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas) tahun 2016 pemberian ASI eksklusif sampai umur 6 bulan di Indonesia mengalami penurunan 0,7 % pada tahun 2017. Di Provinsi Banten tahun 2016 dengan tahun 2017 mengalami penurunan sebesar 4,62 % (Kemenkes RI, 2018). Di Kabupaten Lebak pada tahun 2016 sebesar 40,28% (Profil Kesehatan Provinsi Banten, 2017). Berdasarkan laporan Puskesmas Cibadak pada tahun 2016 dengan tahun 2017 mengalami penurunan 1,7 dan pada tahun 2018 mengalami penurunan 2,7% dari tahun sebelumnya (Buku Register Ruang Gizi). Faktor yang mempengaruhi ketidak berhasilan ASI eksklusif salah satunya adalah paritas (Anandin, 2013). Tujuan penelitian ini ingin mengetahui hubungan paritas dengan ASI eksklusif pada bayi usia 7-12 bulan di Puskesmas Cibadak Tahun 2018. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analitik dengan pendekatan Cross Sectional secara Retrospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki bayi berusia 7-12 bulan di Puskesmas Cibadak Tahun 2018 berjumlah 784 orang. Besar Sampel Minimal (BSM) yaitu 208 orang yang ditentukan menggunakan program epiinfo.exe 7. Teknik sempling yang digunakan adalah Quota Sampling. Data yang digunakan adalah data primer dengan cara membagikan kuesioner. Analisis data menggunakan program statistik R. Hasil analisis bivariate terdapat hubungan antara paritas dengan ASI eksklusif pada bayi usia 7-12 bulan di Puskesmas Cibadak dengan nilai P0.05 (P=0.0004915) dan nilai OR=2.839335. Untuk itu Puskesmas Cibadak terus menghimbau masyarakat terutama ibu dari ANC dengan memberikan edukasi tentang ASI esksklusif dan ibu setelah melahirkan dengan cara memberikan edukasi tentang teknik menyusui yang benar sehingga program ASI eksklusif bisa tercapai dengan hasil yang maksimal.
Hubungan Pengetahuan Tentang Kesehatan Reproduksi Dengan Perilaku Seksual Pranikah Pada Remaja Di SMK PGRI Rangkasbitung Aminah Aminah
Jurnal Obstretika Scientia Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Akademi Kebidanan La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.435 KB) | DOI: 10.55171/obs.v6i1.355

Abstract

Masalah kesehatan reproduksi masih dianggap tabu untuk dibahas, terutama di kawasan Asia Tenggara termasuk Indonesia. Sehingga anak- anak yang memasuki usia remaja tidak mempunyai bekal pendidikan dan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi yang berakibat pada perilaku seksual yang tidak sesuai dengan aturan dan norma yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan kesehatan reproduksi dengan perilaku seksual pranikah. Metode penelitian menggunakan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh kelas XI SMK PGRI Rangkasbitung yaitu 353 orang. Sampel penelitian ini adalah 78 orang yang ditentukan menggunakan program epiinfo.exe 7, data yang digunakan adalah data primer dengan cara membagikan angket. Analisis data menggunakan program statistik R. Hasil analisis bivariat terdapat hubungan antara pengetahuan kesehatan reproduksi dengan perilaku seksual pranikah pada remaja (p-value:0,000 dan OR:10.124). Diharapkan bagi sekolah memberikan pendidikan tentang kesehatan reproduksi untuk meminimalisir kejadian perilaku seksual pranikah pada remaja.

Page 1 of 1 | Total Record : 5