cover
Contact Name
Annissa Valentina
Contact Email
nisavalen26@umrah.ac.id
Phone
+6281957010398
Journal Mail Official
puslit_ppga@umrah.ac.id
Editorial Address
Universitas Maritim Raja Al Haji, Jalan Raya Dompak, Kota Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, 29124
Location
Kota tanjung pinang,
Kepulauan riau
INDONESIA
Regalia: Jurnal Riset Gender dan Anak
ISSN : 29623979     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.31629/jga.v1i1
Core Subject : Humanities, Social,
Riset Gender dan Anak Journal with e-ISSN:2962-3979, published by Study Center of Gender dan Children (PSGA) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Kepualaun Riau. The word Regalia comes from English which means symbol of greatness.The editor invites scientists, scholars, professionals, practitioners and researchers in various disciplines to contribute, both of research articles and literature reviews that is concerned with gender, children, elderly, and difabel studies in various perspectives including Islamic studies, religion, culture, politic, education, psychology, sexual harassment, parenting, race and minority class, language and literature, and feminism. The manuscripts accepted will be published after selection, review of sustainable reviewers, and editing process
Articles 52 Documents
PERAN DINAS SOSIAL PROVINSI KEPULAUAN RIAU DALAM PEMBERDAYAAN PANTI ASUHAN BERBASIS STANDAR NASIONAL PENGASUHAN Yofita Dinda Nurcahaya Mendrofa; Vebriyanti Kristin Gulo; Nurlela Susanti; Marsya Adriana; Farisman Ndruru; Nikodemus Niko; Ida Rahayu
Regalia: Jurnal Riset Gender dan Anak Vol 5 No 1 (2026): Juli, 2026
Publisher : Pusat Penelitian Pemberdayaan Perempuan, Gender, dan Anak UMRAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/vbn53q29

Abstract

Penelitian ini membahas bagaimana peran dinas sosial provinsi Kepulauan Riau dalam memberdayakan panti asuhan berbasis standar nasional pengasuhan anak (SNPA). penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana perkembangan bentuk pembinaan, pengawasan,serta dorongan yang diberikan kepada panti asuhan untuk meningkatkan kualitas pengasuhan anak. Panti asuhan mempunyai tanggung jawab yang besar dalam mencukupi hak-hak dasar anak,akan tetapi dalam penerapan standar pengasuhan yang ideal sering kali banyak menghadapi berbagai kendala.struktural dan operasional. Metode penelitian yang dilakukakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Sosial Provinsi Kepulauan Riau berperan sebagai pembina, pengawas, pendamping, dan fasilitator dalam penerapan Standar Nasional Pengasuhan Anak (SNPA) melalui kegiatan sosialisasi, pelatihan, monitoring, evaluasi, dan pendampingan kepada pengelola panti asuhan.
POSISI TAWAR PEREMPUAN KARIR DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN STRATEGIS DI RUMAH TANGGA Syarifah Fauziah; Andi Nurlela
Regalia: Jurnal Riset Gender dan Anak Vol 5 No 1 (2026): Juli, 2026
Publisher : Pusat Penelitian Pemberdayaan Perempuan, Gender, dan Anak UMRAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/g23vts68

Abstract

Kemandirian finansial perempuan yang bekerja di sektor profesional tidak serta-merta mengubah pola relasi kuasa dalam rumah tangga, terutama di tengah masyarakat yang masih dipengaruhi konstruksi budaya patriarki. Penelitian ini bertujuan menganalisis posisi tawar perempuan karir dalam pengambilan keputusan strategis di rumah tangga, dengan fokus pada dosen dan staf kependidikan di lingkungan FISIP UMRAH. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif terhadap enam informan yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa kemandirian finansial istri secara signifikan memperluas posisi tawar mereka di ranah domestik, namun belum mampu meruntuhkan hegemoni budaya patriarki secara utuh. Terdapat tiga temuan utama: pertama, dikotomi pengambilan keputusan di mana istri memiliki otonomi penuh pada urusan operasional harian, sementara hak veto keputusan strategis makro tetap dipegang suami, dengan pengecualian pada ranah pendidikan anak; kedua, dominasi maskulin bertransformasi menjadi hidden patriarchy yang memicu beban ganda (double burden) bagi istri akibat pelabelan pekerjaan domestik sebagai kodrat biologis; dan ketiga, istri mempraktikkan strategi kompromi asertif berupa "transparansi bersyarat" dalam pengelolaan anggaran serta pemanfaatan kapital ekonomi pribadi untuk menyewa jasa pihak ketiga demi menjaga stabilitas emosional dan harmoni keluarga.